Only You. [ Part 1 ]


Sebenernya tulisan ini udah pernah aku tulis di blog ku yang dulu. Tapi, aku pindah ke sini, lagipula jalur sama alurnya rada beda. Walau  intinya sama aja. Sengaja aku buat part-part biar para reader penasaran hehehehehe… Kalo udah baca jangan lupa komen yaa! Biar bisa ngelanjutin tulisan ini dan lain-lain. Biar kemampuanku juga gak segini-segini aja. Terima kasih. Semoga kalian suka sama tulisanku ini. Silahkan membaca.

Tag         :  Kwon Yuri SNSD – Song Hyung Sang

Gun Heon Ji – Choi Siwon Super Junior

Hwa Jung Si – Lee Jinki Shinee

Genre  : Romantic




When I like someone, it’s true will happen.

When you like someone, what will happen?

If will happen, what do you think abaut it?

If will happen on me, I don’t know.. I don’t know what will I do, what I think, how feel me, and how I broken heart?

But, if you feel it, what will you do, what you think, how feel you, and how you broken heart ?

I have question to you

Do you really love me?

“ Hei!! Hyung-Sang.” teriak seseorang yang memanggil namaku, membuatku mencari asal suara yang memanggilku. Aku melihat seorang gadis yang berpakaian baju dress berwarna hijau dan menggunakan sepatu high heel berwarna yang sama dengan rambut tergerai sedang melambai kepadaku dan berlari menghampiriku. Aku tersenyum ramah pada gadis itu.

“ Hyung-Sang,-“ katanya yang telah berdiri disampingku dan sedikit ber-ngosh-ngosh-an. “ – kau mau kemana?” tanyanya.

“ Aku ingin pergi berbelanja disupermarket.” kataku sambil tersenyum.

“ Oh. Kalau begitu kita bareng saja.” katanya sambil berjalan duluan. Ia memakai dompet yang sewarna dengan baju juga sepatunya yang ia bawa ditangan sebelah kiri.

“ Memang kau mau kemana?” tanyaku sambil menyusulnya.

“ Ingin ke tempat karaoke, dan kebetulan kita satu arah jalan.” katanya sambil tersenyum. “ You Mi, untuk apa kau ke sana?” tanyaku. “ Hyung Sang, aku sedang suntuk akhir-akhir ini lagipula aku tidak sendiri, ada teman-teman sekelas kita juga, kita sedang mengikuti acara perjodohan dengan anak sekolah lain. Kau mau ikut Hyung -Sang?” ajaknya.

Pekernalkan namaku Song Hyung Sang dan sahabatku ini Kim You Mi. Aku tak mengerti tentang You Mi yang ikut perjodohan antar sekolah lain. Memang sih, disitu kita bisa mendapatkan pacar, tapi kalau menurutku untuk apa kita mengikuti acara yang seperti itu? Buang-buang waktu saja.

“ Hyung-Sang ya?” panggilnya. Aku menoleh ke You Mi. “ Kau mau ikut denganku?”

“ Apa?!” kataku kaget. “ Aaku tidak mau ikut denganmu!” You Mi langsung kecewa.

“ Hyung-Sang, ayolah! Kau setidaknya temani aku saja, kau tidak perlu ikut acara perjodohan itu segala. Bagaimana?” bujuk You Mi.

“ Kau sudah tahu jawabanku apa? Aku tidak mau Kim You Mi-ya~” “Aku tak peduli, pokoknya kau harus temani aku, sudah ku bilang kau tidak perlu ikut perjodohan kau hanya menemaniku saja.”

“ Aaa~ tetap saja aku tidak mau!” kataku tegas. Tapi, You Mi malah menyeretku ke tempat karaoke yang akan diadakan perjodohan itu tanpa ba-bi-bu-be-bo lagi. Saat masuk aku melihat banyak orang yang mengikuti perjodohan itu. Memang sih ada beberapa dari mereka yang tampan dan keren, tapi ada yang terlihat biasa-biasa saja.

“ You Mi-ya~!” panggil seorang teman kelasku cowok yang bernama Kang Soon yang berlari menghampiri kami berdua. “ Kau sudah sampai rupanya, ayo kita masuk saja!” ajaknya tanpa masih belum sadar ada aku disini. “ Aaaa~ Song Hyung-Sang!!” katanya begitu ia melihatku yang ada disamping You Mi. “ Aku tak percaya kau mau ikut acara seperti ini.” katanya heran.

“ Aaa.. Kang Soon, dia tidak ikut acara ini, di hanya menemaniku saja.” jelas You Mi yang hanya dibalas Kang Soon anggukkan mengerti.

“ Ah~ kalau begitu ayo kita langsung masuk saja!” ajak Kang Soon. “ Tunggu!” teriakku, yang membuat mereka berdua bingung. “ Ada apa Hyung Sang?” Tanya You Mi. “ Aaku berpakaian seperti ini, apa tidak pa-pa?” tanyaku. Aku hanya mengenakan swater berbahan hangat berwarna putih, hijau, hitam, biru, dan memakai celana panjang hitam, serta tas selempangan.

“ Aaaa~ Hyung-Sang!” teriak Kang Soon.“ Apakah kau tidak membawa pakaian lagi?” Aku menggeleng.

“ Kang Soon, maafkan aku, tadi aku mengajaknya tiba-tiba ditengah jalan saat bertemu dengannya jadi, dia mana tahu dia akan pergi ke tempat ini?” jelas You Mi sambil tersenyum kikuk.

“ Lalu bagaimana ini?” kata Kang Soon.

“ Sudah lah tidak masalah kau berpakaian seperti ini, tenang saja.” kata You Mi. “ Sudahlah, kita masuk saja!” ajak Kang Soon sambil menggandeng tangan kami berdua.

“ Hei! You Mi sudah datang!” teriak Kang Soon begitu kami sudah didalam tempat karaoke. Semua mata menuju pada kami berdua. Aku tersenyum kikuk dan malu-malu. Sedangkan You Mi tersenyum manis dan ramah.

“ Ayo duduk sini Hyung-Sang!” ajak salah satu teman sekelas-ku. Aku-pun menurut. Aku melihat sekellilingku yang penuh dengan teman-temanku dan anak-anak skolah lain. “ Siapa namamu?” Tanya seorang laki-laki yang duduk disampingku, yang sepertinya anak sekolah lain karna aku tak mengenalnya. Ia terlihat keren dan tampan menggunakan baju oblong berwana merah dan menggunakan jaket kulit.

“ Hyung-Sang, Song Hyung- Sang.” jawabku sambil menjabat tangannya.

“ Aku Jung Si, Hwa Jung Si.” katanya sambil tersenyum. “ Mau minum?” tawarnya.

Aku menatap Jung Si lalu menatap gelas yang dipegangnya yang sepertinya berisi minuman berakohol. “ Tidak. Terima kasih.” Jung Si langsung menaruh minuman yang ditawarkannya untukku di meja. “ Apa hobimu?”

“ Memasak.”

“ Waahhh~ kau sungguh bisa memasak?” tanyanya yang heran pada hobiku.

“ Iya, memangnya kenapa?”

“ Aku suka wanita yang bisa memasak! Pasti romantic sekali kalau kita pacaran!!”

“ Hah?!! Pacaran?!!” kataku kaget. “ Iya, memang kenapa? Kau tidak suka padaku?”

“ Bu… kan bukan begitu, hanya saja aku..” potongku karena bingung ingin menjelaskan apa.

“ Apa? Apakah kau sudah mempunyai pacar?”

“ Eee… Iitt…tu…” potongku. “ Jung Si!!” panggil seseorang tiba-tiba, yang pastinya mebuatku beruntung karena aku tidak harus menjawab pertanyaan Jung-Si. Jung Si menengok ke suara yang memanggil namanya tadi. Seorang laki-laki datang menghampiri Jung Si.

“ Ahh kau ini aku cari-cari juga! ternyata kau ada disini! Sudah lama ya, kita tidak bertemu.”

“ Han Joeng Sang!” kata Jung Si yang tiba-tiba berdiri karena ada temannya itu lalu, mereka berpelukkan.

“ Gun Heon Ji ADA DI SINI!!! SEBENTAR LAGI MEREKA SAMPAI!!” kata seorang wanita yang berlari dan memberitahukan yang enatah siapa.

“ HAH??!!! YANG BENAR??!!!” kata orang-orang serentak. Tiba-tiba mereka merapikan diri masing-masing, lalu para gadis bertanya antar satu sama lain, apakah dirinya sudah cantik atau belum? Ada empat laki-laki masuk ke ruangan karaoke. Mereka semua ku akui keren dan ganteng. Semua mata menatap mereka kagum dan kaget. Entahlah kenapa? Laki-laki yang berpakaian hitam dari baju sampai sepatu berjalan dengan santainya dan diikuti oleh 3 orang temannya. Lelaki berpakaian berwarna hitam duduk dengan angkuh dan sombongnya, sedangkan teman yang lainnya menebarkan pesonanya. Huh! Dasar! Tapi, tidak dengan temannya yang berpakaian warna biru, ia terlihat ramah, menurutku. Lelaki itu menatap orang-orang disekelliling dengan juteknya. Hingga ia menatapku, dengan senyum yang mengejek.

“ Hei kau!! Yang berpakaian sweater jelek!!” katanya sambil menunjukku. Aku kaget karena dipermalukan seperti itu.

“ Hah?!!” “ Apa kau tidak punya baju? Kalau tidak punya baju jangan ikut acara seperti ini!!”

“ Apa kau bilang?!!” kataku kesal sambil maju ke depan. “ Hei!! Rambut kaktus!! Asal kau tahu saja ya, aku memang tak ikut acara sperti ini!! Huh!”

“ Apa kau bilang?!! Rambut kaktus?!! Huh!! Berani sekali kau berkata seperti itu padaku?!!” katanya sambil berdiri.

“ Memangnya kau ini siapa? Sampai-sampai aku harus takut padamu? HAH?!!!!” Tiba-tiba ada yang menarik tanganku dari belakang.

“ Hyung-Sang! Aduh! Kau ini bagaimana? Diakan penerus perusahaan terkenal itu!! Yang saat ini sedang dibicarakan ditelevisi.”

“ Lalu, kalau dia penerus perusahaan Heon Ji kenapa? Apa aku harus diam saja dan membiarkan dia melakuan semaunya dia?”

“ Hyung-Sang ku mohon!” pinta You Mi padaku. “ Huh! Baiklah aku mengerti.” Seulas senyum tersungging diwajahnya. Aku menatap laki-laki itu dengan mulut yang mencibir. Aku melihat seulas senyum meremehkan diriku dan juga penuh kemenangan. You-Mi menarikku ke belakang barisan orang-orang yang berdiri menatap kagum lelaki itu. Huh! Sungguh menyebalkan pria itu, batinku.

“ Hyung-Sang, are you ok?” tanya You-Mi begitu sudah sampai dibelakang barisan. Aku mengangguk.

“ I’m fine, it’s ok You-Mi.” kataku sambil tersenyum yah- walau terpaksa.

“ You-Mi ya ayo kita berdansa bersama!” ajak Kang-Son sambil menggandeng tangan You-Mi lalu menariknya menjauh dariku. Aku hanya tersenyum sedih. Karena yah- sepertinya aku hanya jadi pengganggu You-Mi dan satu lagi, anak-anak yang lain juga tak menghiraukanku. Huh~. Aku duduk disofa panjang dengan perasaan sedih.

Di kejauhan laki-laki yang bernama Gun Heon Ji memperhatikan Hyung-Sang sambil menatap dengan serius.

“ Heon Ji apa kau mau minum?” tanya salah satu gadis yang mengelilingi Heon Ji dengan gaya yang menggoda.

“ Tidak.” Ucap Heon Ji singkat tanpa mempedulikan wanita itu.

“ Heon Ji apa kau mau apel?” tanya salah satu gadis yang juga mengelilingi Heon Ji.

“ Tidak.” Ucap Heon Ji. Ia melihat Hyung-Sang berdiri lalu pergi keluar ruangan yang diikuti rasa penasarannya. Tanpa sadar ia juga keluar ruangan dan mengikuti Hyung-Sang. “Mau kemana dia?” Ia melihat Hyung-Sang berbelok dan masuk ke suatu ruangan yang entahlah apa. Ketika ia sampai diruangan itu ia cuma tertawa kecil yang entahlah maksudnya apa. Ketika ia berbalik badan Hyung-Sang sudah ada didepannya. Ia mengernyitkan dahi.

“ Apa kau mengikutiku?” tanyaku.

Ia mengernyitkan dahi. “ Huh! Jangan berkhayal! Mana ada laki-laki setampan aku mengikuti cewek seperti kau.” Tudingnya padaku dengan menggunakan jari telunjuknya.

Aku menepisnya. “ Huh! Kalau begitu kenapa kau ada disini?” tanyaku lagi.

“ Hei! Kenapa sih, kau jadi wanita ge-er banget?! Kenapa aku harus mengikutimu? Seperti aku tak punya kerjaan lain saja sih?!” tudingnya lagi padaku.

“ Hei! Laki-laki sok ganteng,” kataku sambil menekan kata gantengnya. “ apa kau tidak mengkaca dirimu itu seperti apa?” aku membalas tudingannya. Heon Ji hanya diam sambil menatapku kesal. “ Kau ini seperti orang yang tak punya hati, sombong, dan tidak berperikemanusian. Kau mengerti?” tanyaku sambil menatapnya penuh kemenangan.

“ Apa kau bilang?” tanyanya pelan tapi seperti orang yang ingin mengancamku.

“ Ku bilang kalau kau ini seperti orang yang tak punya hati, sombong, dan juga tidak berperikemanusian sama sekali.” Ia menunjukku dengan jari telunjuknya seakan-akan mau mengancamku.

“ Kau akan menyesal nanti.” Katanya sambil pergi meninggalkanku. Aku tersenyum puas.

” Heon Ji aku tahu kau mengikutiku, kalau tidak, kenapa kau tidak masuk ke toilet?” kataku sambil tersenyum. Aku kembali ke tempat karaoke.

Saat aku kembali, aku melihat Heon Ji sedang bermesraan dengan wanita-wanita yang mengelilinginya sambil menatapku. Huh! Kau kira aku peduli? Batinku. Lalu, aku kembali ke tempat dudukku yang kebetulan ada You-Mi.

“ Hyung-Sang kau darimana?” tanyanya begitu aku duduk disebelahnya.

“ Aku dari toilet.” “ Oh.” “ You-Mi, aku pulang saja ya?”

“ Lho? Kenapa? Bukannya kau mau menemaniku sampai acara ini selesai?”

“ Tidak bisa.” “ Kenapa?”

“ Karena aku baru tau saat ini aku datang bulan, jadi sebelum melebar aku ingin pulang.”

“ Yaahh, Hyung-Sang..” katanya kecewa.

“ Maaf.” Kataku sambil berdiri.

“ Okelah tak pa-pa, pulanglah kalau kau mau.” Katanya sambil tersenyum.

“ Sampai jumpa lagi.” Aku melambaikan tangan padanya.

“ Ya.” Katanya sambil membalas lambaian tanganku.

Huh! Akhirnya aku bisa keluar juga dari tempat itu, kataku setelah aku menutup pintu dan keluar dari tempat karaoke. “ Baiklah, saatnya aku pulang!” semangatku kembali berkobar-kobar. Aku melangkah dengan ringan dan ceria sambil tersenyum.

Hyung-Sang.” Teriak laki-laki yang memanggilku dibelakang. Aku menoleh dan melihat Jung Si berlari ke arahku dan aku melihat sosok yang berpakaian warna hitam yang sepertinya aku tahu. Aku memang tahu, itu Heon Ji, yang memalingkan wajahnya.

“ Kau mau kemana?” Tanya Jung Si yang sudah ada didepanku.

“ Hah?” tanyaku bengong.

“ Ku Tanya, kau mau kemana? Bukankah acaranya belum selesai?” tanyanya.

“ Iya, tapi aku tidak mengikuti acara itu, jadi lebih baik ya aku pulang.”

“ Oh.” Kata Jung Si. Aku masih melihat Heon Ji yang sepertinya ia mengikutiku? Tapi, entahlah. Aku membalikkan badan dan berjalan. “ Jung Si aku pulang dulu ya.” Kataku tanpa membalikkan badan dan melambaikan tangan.

“ Eh Hyung-Sang, bagaimana kalau ku temani kau saja?” tawarnya.

Aku membalikkan badan menatap Jung-Si dengan ragu-ragu. “ Hmm…” aku mencoba menimbang-nimbang. Tanpa sengaja aku melihat Heon Ji yang sedang berdiri didekat pohon dan menatapku serta Jung-Si dengan penuh rasa ingin tahu. “ baiklah, boleh.” Putusku.

“ Baiklah, ayo!” ajaknya sambil menarik tangan kananku.

“ Baiklah, kurasa cukup sampai disini saja.” Kataku begitu sampai halte dekat rumahku.

“ Kenapa? Lebih baik aku antar saja.”

“ Tidak, terimakasih.” Aku membalikkan badan lalu berjalan meninggalkan Jung-Si.

“ Baiklah, hati-hati ya!” katanya sambil melambaikan tangan yang tak mungkin dapat ku lihat.

Aku tersenyum mengingat Heon Ji yang mengikutiku daritadi. Sepertinya dia menyukaiku? Pikirku dalam hati. Aku menoleh ke belakang dan aku melihat ada bayangan gelap sesaat lalu, aku membalikkan badanku lagi dan berpikir untuk menyusun ‘rencana kenapa dia mengikutiku?’ Memikirkannya saja sudah membuatku tertawa geli. Ini pembalasanku atas perbuatannya tadi terhadapku. Hahahhahhaa….

5 thoughts on “Only You. [ Part 1 ]

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s