I Like You [ Chapter 2 ]


JANGAN MENJIPLAK ATAU MENGCOPY FANFIC INI! KREATIVE OK!

~ Yuri Pov ~
“ Ya! Yuri ya~ kau yakin tidak apa-apa melihat dia dan Seohyun seperti itu?” tanya Fanny saat kami ingin pulang tetapi kami menunggu siapa saja yang ingin mengantarkami pulang.
“ Mwo?” aku melihat dan mengikuti tatapan Fanny. “ Ya~! Biarkan saja seperti itu. Aku tidak ingin ambil pusing.” Jawabku tenang.
“ Jeongmal? Aku tidak percaya dengan perkataanmu.” Kata Fanny tegas.
“ Fanny ya~, setidaknya untuk saat ini, aku tidak ingin melihatnya dengan wanita lain.”
“ Katakan saja padanya.”
Aku menoleh, menatapnya.
“ Kalau kau benar-benar menyukainya. Katakan.”
“ Aniyo. Daripada kukatakan, lebih baik aku pendam.” Kataku jutek.
“ Waee? Kenapa sikapmu akhir-akhir ini pesimis sekali? Seperti bukan Yuri saja.” Hiburnya.
“ Sudahlah Fanny, kita lebih baik pulang saja.” Kataku mengalihkan pembicaraan.
“ Mau naik apa? Sudahlah tunggu sebentar, sebentar lagi Siwon Oppa datang.”
“ Mwo?” kagetku.
“ Aku menyuruhnya kesini. Ku bilang padanya bahwa kau tidak ada tumpangan dan aku bertanyaan padanya; ‘ apakah Oppa bisa mengantar Yuri?’”katanya sambil menerawang kejadian tadi, saat menelpon Siwon. Aku menatapnya tajam.
“ Lalu, kau tau ia bilang apa?” tanyanya dengan senang.
“ Mwo?” tanyaku penasaran.
“ Baiklah, aku akan menjemput dan mengantar Yuri~! Waaaaaaaaaaaa~!!!! Yuri ya~kau beruntung sekali~!!!!” teriak Fanny ditengah kesunyian.
KyuHyun menoleh, menatap Yuri.
“ Ya~! Fanny~ bisakah kau mengecilkan suaramu? Semua orang menatap kita sekarang.” Kataku dengan sedikit kesal. “ Lagipula, aku tidak peduli dengan Siwon-ssi, buat apa?” tanyaku ketus.
“ Apa kau masih menyukai Siwon Oppa?” tanyanya.
“ Aniyo.” Jawabku singkat.
“ Jeongmal?”
“ Ne.”
“ Sudahlah Yuri ya~ aku tahu kau masih suka Siwon Oppa~ ya kan?” ledeknya.
“ Aniyo!” bantahku tegas.
Fanny langsung kaget. Karena tidak biasanya aku membentaknya.
“ Mianhae, Yuri ya~ aku tidak bermaksud membuatmu marah.” Katanya sambil menyesal.
“ Arraseo. Mianhae Fanny, aku tidak sepantasnya membentakmu. Kau tahu? Hari ini aku lelah sekali. Sangat lelah.” Kataku sambil menghela napas dalam-dalam.
“ Arra, maka dari itu aku akan meminta HyoYeon membuatkan makanan untukmu. Bagaimana?”
“ Aaaaaaa~ jeongmal? Gomawoyo~” kataku senang.
Mata Tiffany melihat sosok Siwon berjalan ke arah ia dan Yuri berdiri.
“ Ya~! Siwon Oppa datang!” semangt Fanny muncul lagi.
Aku menoleh dan langsung melihat Siwon yang berpakaian bleezer yang dikancing dan celana berwarna putih berjalan menghampiriku dengan senyuman.
“ Annyeonghaseoyo.” Sapanya.
“ Annyenghaseo.” Jawab kami balik.
“ Yuri, bagaimana kalau kita jalan sekarang?” tanyanya.
“ Wae?” tanya Fanny.
“ Ini sudah malam Fanny, dan diluar dingin sekali. Sedang turun salju. Apalagi ia mengenakan pakaian tipis ini.”
Aku melihat pakaianku. Baju panjang selengan berwarna biru muda dan celana sedengkul berwarna putih. Apa salah memakai pakaian ini?
“ Sudahlah ayo Yuri, kita pergi.” Ajaknya.
“ Baiklah, Oppa aku pergi dulu ya~ Donghae Oppa sudah menungguku. Bye~” katanya sambil berjalan meninggalkan kami berdua.
Saat aku ingin melangkah KyuHyun berjalan menghampiri kami.
“ Yuri, aku ingin berbicara denganmu.” Katanya tiba-tiba.
Aku hanya bengong dan tak percaya.
“ Mianhae KyuHyun, tapi aku dan Yuri sudah harus pulang. Diluar dingin sekali.” Kata Siwon sambil menggenggam tangan kanan Yuri.
KyuHyun terlihat aneh.
“ Ayo Yuri!” Siwon tak mempedulikan KyuHyun dan langsung menariknya.
“ Tunggu Hyung! Aku hanya ingin berbicara padanya, sebentar saja. Hanya lima menit.” Katanya sambil menatap Siwon.
“ Baiklah, aku mengerti.” Siwon melepaskan genggamannya.
Sekarang giliran KyuHyung yang menggenggam tanganku dan menarikku menjauh dari kerumunan orang-orang disini.
“ Ikut aku.” Katanya dingin.
Aku hanya bisa menatapnya. Masih bingung dan tak percaya pada apa yang ku lihat dan rasakan. Ia, KyuHyun, menggenggam tanganku dengan eratnya. Rasanya aku ingin pingsan menahan perasaan ini.
“ Yuri mian kalau aku tiba-tiba ingin berbicara padamu dengan cara seperti ini.” Katanya setelah sampai ditempat yang sepi dan tak ada orang satupun disana.
“ Tidak apa-apa. O ya, kau ingin bicara apa?” kataku dengan setenang mungkin.
“ Eehh.. apa kau hari Sabtu besok ada acara?” tanyanya tiba-tiba.
“ Mwo?” tanyaku kaget.
“ Mian kalau tiba-tiba seperti ini, aku mendapat tiket konser music apa kau ingin pergi bersamaku?” tanyanya sedeikit gugup, mungkin?
Aku hanya diam dan mematung mendengar ucapan KyuHyun. Beberapa detik kemudian aku tersadar dari lamunanku.
“ Bagaimana? Bisakah?” tanyanya lagi.
“ Geureo. Kapan?” tanyaku sambil tersenyum senang.
“ Hari Sabtu, nanti waktunya aku akan menelponmu.” Katanya sambil tersenyum. Senyum yang membuatku melayang.
“ Oppa~!” panggil seseorang yang sepertinya ku kenal suara ini.
Benar saja, SeoHyun sedang berdiri tak jauh dari kami. Apa ia mendengarkan pembicaraan kami?
Ia mendekati kami. Tapi, lebih tepatnya, ia mendekati KyuHyun. KyuHyun memasang wajah jutek.
“ Oppa~ rupanya kau disini? Ayo kita pulang! Aku lelah sekali Oppa.” Suara manja SeoHyun terdengar lebih manja dan seperti anak kecil.
“ Andwae. Aku harus menemui managerku.” KyuHyun menatapku.
“ Baiklah~ aku akan menunggumu.” mata SeoHyun berbinar-binar senang.
“ Tidak usah. Kau pulang bareng Siwon hyung saja.”
“ Wae? Aku pasti akan menunggumu Oppa~” lagi-lagi suara manja.
“ Ya~! Apa kau mengerti apa yang ku ucapkan? Aku tidak ingin dan tidak mau ditunggu olehmu!” bentak KyuHyun. Sepertinya ia marah. Aku baru pertama kalinya melihatnya marah. Dia terlihat keren. Hehehe… Tanganku ditarik oleh KyuHyun. Ia menarik tanganku dengan lembut dan pelan. Membuatku kaget. Ia juga menggenggam tanganku dengan kuat dan erat. Membawaku pergi menjauh dari SeoHyun.
Aku melihat SeoHyun. Matanya berkaca-kaca, bibirnya bergetar. Melihat Seohyun seperti itu, entah mengapa membuatku marah. Aku berhenti berjalan mengikuti KyuHyun.
“ KyuHyun-ssi~!” menaikkan suara.
KyuHyun menoleh kepadaku.
“ Apa kau semenyebalkan ini? Apa kauu setega ini? Apa kau sejahat ini? Terhadap perempuan?” tanyaku menatap lekat matanya.
KyuHyun melihat SeoHyun. “ Yuri aku tidak bermaksud melakukan itu, aku-“ ucapanny terhenti karena ucapanku.
“ Aku tidak percaya lagi padamu. Kau menyebalkan!” kataku kesal dan melepaskan pegangan tangan KyuHyun. Dan, berlari ke arah SeoHyun lalu mengajaknya pulang bersama denganku. Ia hanya menatapku berlalu dengan Seohyun .
^O^
~ Siwon Pov ~

Malam ini adalah malam mengejutkan untukku. Yuri, atau lebih tepatnya Kwon Yuri, sangat cantik sekali malam ini. Aku melihatnya saat ia sedang ingin naik ke atas panggung untuk tampil.
“ Ya~!” sapa Fanny. Aku hanya tersenyum melihatnya.
“ Oppa~ bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak bertemu.” Fanny menepuk bahu kiriku. Yuri mengikuti Fanny.
Ukh~! Aku tidak bisa bergerak karena saking terpesonanya dengan Yuri.
“ Oppa? Apa kau baik-baik saja? Apa kau sakit?” tanyanya khawatir.
“ Gwenchana Fanny.” Aku mengalihkan pandanganku lagi ke Yuri. “ Annyeonghaseo Yuri.” Sapaku.
“ Annyeonghaseo Siwon-ssi.” Sapanya balik dengan tersenyum. Senyum yang membuatku bahagia.
“ Oppa~ kita harus ke naik panggung. Bye.” Ucap Fanny sambil melambaikan tangan.
“ Annyeong Siwon-ssi~” Yuri sambil tersenyum.
Aku tersenyum padanya dan melihat kepergian Yuri dan Tiffany.
“ Ya~! Hyung!” kata Ryewook menghampiriku.
“ Wae?” tanyku menatapnya ramah.
“ Aku ingin bertanya padamu?”
“ Apa?”
“ Apa rumus logaritma dan tidak persamaan kuadrat?” tanyanya. Membuatku bingung.
“ KyuHyun hyung bertanya padaku, membuatku bingung menjawabnya. Apa kau tahu hyung?” Tanya dengan polos.
“ Mwo? Ya~ kenapa kau mau dikerjai oleh KyuHyun?” tanyaku sambil betolak pinggang.
“ Tidak, dia hanya bertanya saja padaku.” Jawab polos Ryewook.
“ Aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Apa kau terlalu polos? Ckck.. dongsaeng yang aneh.” Aku pergi meninggalkan Ryewook yang menatapku dengan polos dan bingung.
“ Apa aku aneh?” Tanya Ryewook pada diri sendiri.
Aku duduk dikursi tunggu sambil minum sebotol air putih. Ponselku bordering. Tiffany. Begitu nama didisplay itu muncul aku langsung mengangkatnya.
“ Yeoboseo?”
“ Apakah Oppa bisa mengantar Yuri? Mobil pribadi kami dibengkel dan aku sudah ada yang mengantar. Jadi, Yuri sendiri. Apa kau bisa?” tanyanya.
“ Baiklah, aku akan mengantarnya. Tunggu aku ya.”
“ Ne~” suara riang Fanny terdengar sebelum sambungan telpon diputus.
“ Hyung!” panggil seseorang. Aku menoleh.
KyHyun menghampiriku.
“ Wae?” tanyaku saat ia sudah disampingku.
“ Apa setelah ini kita akan pulang?”
“ Mollaseo~ Tanya Leeteuk saja, saat ini aku sedang buru-buru. Aku ingin ganti pakaian dulu. Bye~”
“ Memangnya kau ingin kemana?”
“ Hm? Ingin mengantar seorang gadis. Member SNSD.” Kataku sambil tersenyum.
“ Siapa?”
“ Yuri.” Jawabku sambil tersenyum padanya lalu pergi ke ruang ganti pakaian.
Setelah berganti pakaian aku merapikan barang-barangku dulu, kemudian pergi menghampiri Yuri. Aku melihat salju turun diluar melalui kaca jendela. Kemudian melihat Fanny dan Yuri yang sepertinya menungguku. Aku tersenyum padanya.
“ Annyeonghaseoyo.” Sapaku.
“ Annyenghaseo.” Jawab mereka balik.
“ Yuri, bagaimana kalau kita jalan sekarang?” .
“ Wae?” tanya Fanny.
“ Ini sudah malam Fanny, dan diluar dingin sekali. Sedang turun salju. Apalagi ia mengenakan pakaian tipis ini.”
“ Sudahlah ayo Yuri, kita pergi.” Ajakku.
“ Baiklah, Oppa aku pergi dulu ya~ Donghae Oppa sudah menungguku. Bye~” katanya sambil berjalan meninggalkan kami berdua.
Saat aku ingin melangkah, KyuHyun berjalan menghampiri kami.
“ Yuri, aku ingin berbicara denganmu.” Katanya tiba-tiba.
Aku menatapnya dengan lekat-lekat.
“ Mianhae KyuHyun, tapi aku dan Yuri sudah harus pulang. Diluar dingin sekali.” Kataku sambil menggenggam tangan kanan Yuri.
“ Ayo Yuri!” aku tak mempedulikan KyuHyun dan langsung menariknya.
“ Tunggu Hyung! Aku hanya ingin berbicara padanya, sebentar saja. Hanya lima menit.” Katanya sambil menatapku.
“ Baiklah, aku mengerti.” melepaskan genggamanku. Walau tak ingin.
Sekarang giliran KyuHyung yang menggenggam tangannya dan menariknya menjauh dari kerumunan orang-orang disini. Rasanya aku kesal dan marah melihat KyuHyun dan Yuri berpegangan tangan.

~ KyuHyun Pov. ~
Semua kejadian malam GDA masih teringat didalam pikiranku. Hari ini, hari Sabtu, hari dimana aku dan Yuri bertemu. Tapi, apakah ia akan datang? Apakah dia tidak ingin menemuiku?
Ponselku berdering. Menampilkan nama penelpon didisplay. Yuri. Begitu nama itu muncul aku langsung mengangkatnya dengan segera.
“ Yoboseoyo?” sapaku.
“ Yoboseoyo. Hm, KyuHyun-ssi, hari ini bagaimana? Apakah jadi?” tanyanya yang membuatku kaget sekaligus senang.
“ Ne, nanti jam tiga aku akan menjemputmu.” Kataku dengan semangat.
“ Baiklah, aku akan menunggumu.”
“ Yuri apa kau tidak marah padaku?”
“ Mwo? Tentang apa?”
“ Malam GDA kemarin, beberapa hari yang lalu?” tanyaku penuh deg-degan.
“ Aniyeo~ buat apa? Sepertinya aku tak pantas mengomelimu dan memarahimu seperti itu. Mianhae KyuHyun-ssi.”
Aku masih tak percaya dan senang. “ Jeongmal?” kataku masih tak percaya juga.
“ Ne, bye KyuHyun-ssi.” Telponpun terputus.
Aku merasa sangat senang. Aku juga bergegas berganti pakaian yang rapih.

~ Yuri Pov.~
Telpon terputus. Aku hanya bisa mematung. Tidak percaya pada apa yang ku lakukan. Aku menelponnya? Jeongmal? Seberani inikah aku? Apalagi ditambah aku akan menonton konser music dengannya hari ini.
Aaaaaa~ aiiggo~? Eotthokkhe? Aku senang sekali~! Batinku sambil tersenyum dan melompat-lompat kegirangan.
Aku langsung pergi kekamar mandi sambil berlari-lari kecil untuk mandi lalu bersiap-siap untuk nanti. Aku tidak tahu kalau ternyata ada yang memperhatikan aku.

~ SeoHyun Pov ~
Aku melihat Yuri Onnie berdiri didekat jendela. Aku baru mau menyapanya ketika ia menekan tombol telpon.
“ Yoboseo? KyuHyun-ssi, hari ini bagaimana? Apakah jadi?” tanyanya yang membuatku kaget dan mengurungkan niatku untuk menyapanya. Dan bersembunyi dibelakang dinding tempat Yuri Onnie berdiri.
“ Baiklah aku akan menunggumu.” Aku melihat Yuri Onnie tersenyum. Saat ini aku bingung. Bingung dengan apa yang terjadi.
“ Mwo? Tentang apa?” lagi-lagi mereka membuatku bingung.
“ Aniyeo~ buat apa? Sepertinya aku tak pantas mengomelimu dan memarahimu seperti itu. Mianhae KyuHyun-ssi.” Yuri Onnie tersenyum lagi.
“ Ne, bye KyuHyun-ssi.” Pembicaraan mereka berakhir. Aku hanya bisa melihat Yuri Onnie dengan mengintip melalui dinding. Pembatas kami berdua. Aku hanya bisa berdiri mematung sambil memenjamkan mataku, mencoba menghirup udara segar dan sebanyak-banyaknya. Aku merasa sesak sekali.
Aku melihat Yuri Onnie berlari-lari kecil menuju kamar mandi. Sepertinya ia tak menyadari keberadaanku untuk saat ini.
“ Apakah KyuHyun Oppa menyukai Yuri Onnie?” tanyaku pada diri sendiri. Dan sepertinya “ iya”. Aku harus bagaimana? Apakah aku terlambat? Apakah aku harus melupakan dan membuang perasaan ini? Dan sepertinya iya. Mau bagaimana lagi? Sepertinya mereka berdua saling menyukai.
Tenang saja KyuHyun Oppa, aku akan melupakan perasaanku kepadamu. Harusnya aku tahu dari awal kalau mereka berdua saling menyukai. Lebih baik ku lupakan sebelum terlambat. Aku tersenyum pahit. Tenang saja SeoHyun kau bisa lakukan itu.

~ Yuri Pov ~
Aku menunggunya ditempat kami janjian. Tepat jam tiga, ia datang dengan penyamarannya. Aku tersenyum. Walau bagaimanapun ia tetap terlihat keren.
“ Wae?” tanyanya.
Aku menggeleng. “ Ayo kita masuk.”
Kamipun masuk dengan bergandengan tangan. Membuat jantungku serasa ingin copot . Ia yang menggandengku.

~ KyuHyun Pov~
Aku menggandeng tangannya. Nekat sekali aku! Ku harap saat seperti ini tidak ada paparazzi atau fans kami yang mengetahui keberadaan kami berdua. Hal itu sangat mengganggu tentunya.
Kami memasuki gedung konser music diadakan. Ternyata banyak sekali yang datang. Ku kira hanya orang-orang tertentu saja.
“ KyuHyun-ssi~ kita duduk sana saja.” Usul Yuri yang membuatku mengalihkan perhatian.
“ Ne.” aku menurut saja. Karena tempat itu strategis untuk melihat konser music ini.

~ SeoHyun Pov~
Suara bel pintu berbunyi. Membuatku bangun dari tidurku. Apakah tidak ada orang didorm ini selain aku? Ayolah siapa saja bukakan pintunya dan biarkan aku tidur. Tapi suara bel tetap saja terdengar. Mau tak mau aku yang membuka pintu itu.
“ Annyeonghaseo.” Begitu pintu ku buka, suara itu terdengar. Oh ternyata Siwon Oppa.
“ Annyeonghaseoyo Oppa.” Sapaku sopan.
“ Apakah Yuri ada?” tanyanya yang membuatku teringat pada kejadian tadi.
“ Mian, Yuri Onnie sedang pergi. Memangnya Oppa kenapa mencari Yuri Onnie?”
“ Oh. Aku ingin mengajaknya menonton konser music. Kalau begitu aku pulang dulu.”
Begitu aku mendengar konser music aku langsung teringat pada janji mereka berdua. “ Oppa!” panggilku. Siwon sudah rada jauh dari pintu. Tapi ia menoleh ke arahku.
“ Mwo?” tanyanya.
“ Lupakan saja Yuri Onnie.”
“ Mwo?!” tanyanya kaget.
“ Yuri Onnie dan KyuHyun Oppa saling menyukai. Jadi, daripada Oppa sakit hati, lebih baik Oppa lupakan perasaan Oppa kepada Yuri.” Kataku menatap matanya. Siwon mendekatiku.
“ Kau.. tahu darimana?” tanyanya.
“ Aku mendengar pembicaraan mereka, aku mengupingnya tanpa sengaja.” Kataku sedikit sedih.
Siwon hanya bisa diam dan terpaku.
“ Kita berdua harus bisa melupakan perasaan kita. Karena orang yang kita suka telah menyukai orang lain. Oppa, aku tahu ini pasti berat bagimu dan juga berat bagiku. Tapi Oppa, kau dan aku pasti bisa melupakan perasaan ini.” Kataku menatap matanya.
Siwon bengong kemudian ia berbalik badan lalu pergi.
Aku hanya bisa melihat punggung Siwon Oppa menjauh.
~ Siwon Pov.~
Aku tak percaya yang dikatakan SeoHyun. Benarkah? Benarkah Yuri dan KyuHyun saling menyukai? Apa aku terlambat untuk menyatakan perasaanku?
Aku terduduk diam didalam mobil selama beberapa saat. Lalu mulai tersadar. Aku menyalakan mesin mobil lalu melajukannya. Aku pergi kekonser music. Ingin terhibur melihat acara itu.
Aku memakirkan mobilku. Lalu turun dan berjalan memasuki gedung konser music. Saat aku berjalan ke pintu masuk, aku mendengar suara gadis yang ku kenal.
“ Ne, aku juga menyukaimu.” Kata gadis itu sambil tersenyum kepada laki-laki didepannya.
Aku hanya bisa mematung melihat itu. Selanjutnya mereka berpelukan. Membuatku sesak napas. Lalu ku lanjutkan masuk ke gedung music. Tidak mau melihat kejadian itu berlangsung.
Selama konser music berlangsung. Pikiranku melayang pada kejadian tadi, sebelum masuk gedung. Apa yang dikatakan SeoHyun benar. Yuri dan KyuHyun saling menyukai.
Aku keluar dan menabrak seorang gadis.
“ Aya!” kata gadis itu mengaduh kesakitan.
“ Mianhae.” Kataku meminta maaf.
Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menatapku. Aku terkejut melihat gadis itu adalah Jung Jesica. Tapi saat ini Jesica sangat cantik. Membuatku terpesona padanya.

~ Yuri Pov.~
Aku keluar bersama KyuHyun. Entah mengapa KyuHyun mengajakku keluar. Ketika didepan pintu masuk ia berhenti berjalan lalu menghadapku.
“ Yuri…” katanya gugup. Entah kenapa?
“ Hm?”
“ Johahae.” Katanya yang membuatku kaget. “ Mian, kalau tiba-tiba seperti ini. Aku sudah memikirkannya beberapa hari yang lalu untuk mengungkapkan perasaanku terhadapmu. Kau tidak usah menjawab juga tidak apa-apa.” Katanya pasrah.
“ Ne, aku juga menyukaimu.” Jawabku, yang membuatnya bengong melihatku. Aku tersenyum padanya. Lalu ia memelukku dengan erat.
Aaiiggooooo~ eotthokkhe? Aku senang sekali!
“ Yuri gomawo dan johahae.” Katanya lembut.
Aku hanya bisa tersenyum senang. “ Johahae KyuHyun-ssi.”

THE END.

6 thoughts on “I Like You [ Chapter 2 ]

Komentar ditutup.