Only You [ Chapter 2 ]


JANGAN MENJIPLAK ATAU MENGCOPY FANFIC INI!! KREATIVE OK?

Ahhh… apa-apaan sih lelaki itu menggandeng tangan gadis bersweater jelek itu? Batin Heon Ji yang melihat Jung-Si menggandeng tanganku. Selama perjalanan Heon Ji hanya cemberut melihat ku dan Jung Si bergandengan tangan. Dan saat aku berpisah denganJung Si, ia tersenyum senang lalu mengikutiku lagi.
Oh my God! Aku lupa bahwa ini sudah malam. Ahhh!! Aku salah ambil jalan. Aku berbelok dengan takut-takut. Mataku membelalak kaget karena dugaanku tepat.
Ada segerombolan anak-anak nakal dan preman. Karena dibelokan ini ada kedai kecil tempat anak-anak nakal dan para preman kumpul serta mabok-mabokkan. Tubuhku merinding ketakutan serta gemetar. Aku berjalan dengan buru-buru melewati kedai itu dan berharap mereka tidak melihatku. Tapi harapanku tidak terkabul! Mereka melihatku! Dan menghampiriku! Oh my God!
“ Apa kau sendiri?” Tanya laki-laki yang bertubuh tinggi dan berkumis, yang sepertinya preman.
“ Ti..dak.” kataku dengan ragu-ragu.
“ Kalau begitu…” kata lelaki itu sambil menyentuh wajahku dan mengelus-ngelus wajahku. Aku memenjamkan mataku. “ … dimana temanmu?” lanjutnya.
“ Kau apakan gadisku?” Tanya suara laki-laki yang mungkin ku kenal?
Lelaki preman itumengalihkan pandanngannya pada suara laki-laki yang barusan bicara.
“ Mau apa kau?” Tanya preman itu.
Aku membuka mataku dan melihat sosok laki-laki bertubuh tinggi yang berpakaian serba hitam dengan kaget. Heon Ji, batinku.
“ Lepaskan gadisku!” perintah Heon Ji.
“ Huh! Siapa kau berani memerintahku?” Tanya preman tadi yang masih menyentuh pipiku.
“ CEPAT LEPASKANNN!!!!!” teriak Heon Ji dengan emosi memuncak.
“ Apa kau bilang?!” Tanya preman itu sambil menjauh dariku dan berjalan mendekati Heon Ji diiringi teman-teman preman itu yang keluar dari kedai.
“ HUH!!! Kau ini tidak dengar ya? Apa kau ini tuli?” ejek Heon Ji.
“ Kurang ajar kau!!! Kau akan menyesal nanti!!” kata preman itu sambil berlari menghajar Heon Ji. Aku menyaksikkan pertarungan ini dengan takut. Takut Heon Ji terluka.
“ HHIIAAAATTTTT!!!!!!” Kata Heon Ji sambil memukul preman-preman itu dengan tenang walau tatapannya marah? Marah karena apa? Entahlah, mungkin aku salah. Pertarungan ini dimenangkan oleh Heon Ji tanpa ada luka sedikitpun.
Wow! Hebat!, kataku dalam hati sambil bertepuk tangan. Heon Ji bingung menatapku yang bertepuk tangan sendiri.
“ Kau ini kenapa? Apakah gara-gara pipimu disentuh pria tadi maka otakmu sedikit terganggu?” katanya sambil menatapku bingung dan menyentuh pipiku.
Aku kaget melihat Heon Ji menyentuh pipiku, yang entah maksudnya apa? Tapi, sentuhan Heon Ji ku akui lebih baik dan berperasaan?
“ Tidak.” Jawabku sambil membalikkan badan dan berjalan karena canggung. Heon Ji menatapku dengan bingung.
“ Hei!” panggilnya. Aku menoleh kebelakang. “ Apa kau tidak mengucapkan terimakasih kepadaku karena aku telah menolongmu?”
“ Untuk apa?” tanyaku pura-pura tidak tahu sambil memasang wajah polosku.
“ Kau ini? Apa kau tidak diajarkan sopan santun oleh ke dua orang tuamu sama sekali?”
Aku berjalan mendekatinya lalu meraba-raba tangan dan badannya mencari luka, tapi tidak ada.
“ Kau ini mau apa?” tanyanya bingung saat aku meraba-rabanya. “ Hei! Hentikan!!” omelnya.
“ Tidak ada luka sama sekali.” Kataku begitu aku selesai memeriksa badan serta tangannya.
“ Memang.” Katanya kesal.
“ Baiklah, ku ucapkan terimakasih padamu. Bye…” kataku sambil menundukkan kepala lalu pergi meninggalkannya.
Tiba-tiba, ia menarik tangan kananku hingga aku berputar 90 derajat dan jatuh ke dalam pelukannya. Kami saling bertatapan mata selama beberapa menit. Wajahnya makin lama makin mendekat ke wajahku. Oh my God! Apakah dia ingin menciumku? Oh! Jangan harap dia bisa melakukannya padaku.
“ Kau mau apa?” tanyaku tiba-tiba begitu bibir kami ingin mendekat. Ia menatapku dengan tajam tapi lembut sambil tersenyum kecil.
“ Apa kau hanya ingin mengucapkan itu saja?” tanyanya sambil tersenyum padaku.
“ Memangnya aku mau mengucapkan apalagi? Selain terimakasih?”
“ Temani aku kencan.” Katanya sambil mempererat dekapannya.
“ Tidak mau.” Kataku ketus.
“ Baiklah kalau begitu, kau harus mau dicium oleh ku, bagaimana?”
Aku kaget mendengar ucapannya. “ Apa?!”
“ Pilihannya hanya dua: kencan atau cium.”
“ Aku tidak mau dua-duanya!” kataku sambilmemalingkan muka.
“ Kau harus pilih salah satunya.” Katanya tenang.
“ Kau ini apa-apaan sih?! Kenapa kau memaksaku seperti ini?”
“ Karena aku telah menolongmu, jadi kau harus menuruti permintaanku.”
“ Huh! Aku tidak bisa!”
“ Kenapa?” katanya sambil mendekatkan wajahnya hingga aku bisa merasakan desahan nafasnya.
“ Ukh! Kareena aku besok ada acara pergi dengan teman-temanku jadi, aku ingin segera tidur.”
“ Batalkan kalau begitu.”
“ Huh! Apa kau bilang? Membatalkannya begitu saja? Tidak bisa! Lagian aku ingin menonton film yang ku tunggu-tunggu.”
“ Film apa?”
“Eclipse.” Kataku dengan memasang wajah polos.
“ Baiklah kalau begitu.” Katanya sambil melepaskan pelukannya yang membuatku bernapas dengan lega. Tapi, tiba-tiba Heon Ji menggendondongku yang membuatku teriak agar diturunkan, tapi tentu saja tidak didengar oleh Heon Ji.
“ Tunggu disini.” Perintahnya padaku. Dia menurunkanku dihalte dekat rumah. Entah apa maksud dan tujuannya melakukan ini? Ia mengeluarkan Hp-nya dan menelpon seseorang sambil menjauh dariku.
“ Kita tunggu sebentar lagi.” Katanya sambil menutup telpon dan menghampiriku.
“ Tunggu apa?”
“ Nanti kau akan tahu.”
Beberapa menit kemudian sebuah mobil merah yang sepertinya mobil mahal berhenti didepan kami diikuti satu mobil hitam yang sepertinya juga mahal harganya. Orang yang mengendarai mobil keluar dari mobilnya. Ia menundukkan kepala dan menjauh dari mobil merahnya.
“ Masuklah.” Kata Heon Ji tiba-tiba.
“ Hah?”
“Ayo.” Katanya sambil menarik tangan kiriku dan menyuruhku masuk.
“ Kita mau kemana?” kataku begitu aku masuk dan memakai sabuk pengaman.
“ Kencan.” Katanya sambil tersenyum.
“ Hah?”
“ Kalian pulanglah.” Kata Heon Ji sambil mengeluarkan kepalanya lewat kaca jendela mobil dan menyuruh orang-orang yang membawa mobil merah ini dan mobil hitam pulang. Lalu. Ia menginjak gas dan kamipun pergi entah kemana? Yang tahu Cuma Heon Ji.
Kami berhenti disebuah mall. Entah ingin apa ke sini? Aku turun karena Heon Ji menyuruhku turun.
“ Mau apa ke sini?” tanyaku begitu aku sudah sampai di luar dan berada disampingnya.
“ Nanti kau akan tau.” Katanya sambil meninggalkanku sendiri.
“ Hei!” panggilku sambil berlari kecil menyusulnya.
“ Apa?” tanyanya sambil berhenti berjalan dan menengok ke arahku yang kebetulan sudah ada disampingnya.
“ Apa kau tidak ingin berkenalan dahulu sebelum mengajak seseorang pergi?” tanyaku sambil menatap matanya.
“ Baiklah, siapa namamu?” tanyanya sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.
“ Apakah ini caramu berkenalan dengan seorang wanita?”
“ Huh! Baiklah baiklah. Siapa namamu nona?” katanya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
“ Hyung-Sang, Song Hyung-Sang.”kataku sambil membalas uluran tangannya dan tersenyum.
“ Baiklah, kau sudah tau siapa aku kan? Jadi aku tak perlu meenyebutkan namaku.” Katanya sambil melepaskan jabatan tanganku begitu saja dan berjalan meninggalkanku lagi? Aku benar-benar kesal dengan kelakuannya yang seperti ini. Aku berpikir bagaimana supaya dia tidak memperlakukan aku atau wanita yang lainnya juga dengan seenaknya. Sebersit ide cemerlang terlintas muncul dikepalaku.
“ HEI!!” teriakku pada Heon Ji. Heon Ji berhenti tanpa membalikkan badannya. Huh! Dasar orang yang sombong, batinku.
“Jika kau terus memperlakukanku seperti ini, lebih baik, aku pulang saja!! BYE!!” kataku sambil setengah berteriak setengah tidak lalu, membalikkan badan dan berjalan berlawanan arah sambil tersenyum. Aku tahu, dia akan mencegahku dan menyuruhku menemaninya. Hahahaha, ide yang bagus kan?
Heon Ji merentangkan tangan sambil mengangkat bahu, tanda menyerah. Ia membalikkan badan dan mengejar ku sambil berlari-lari kecil. Lalu, ia menggendongku tanpa mengeluh sama sekali sambil berkata: “ Baiklah.”.
“ Hey! Turunkan aku!! Kenapa kau menggendongku?!! Hei!! Kau dengar tidak?!” kataku sambil meronta-ronta.
“ Kau yang memintanya jadi, jangan salahkan aku.” Jawabnya dengan tenang.
“ Hah? Kapan aku memintamu melakukan ini?”
“ Barusan.”
“ Kau! Jangan mengarang cerita!! Ayo cepat turunkan aku!!”
“ Baiklah.” Katanya sambil menurunkanku dengan hati-hati.
“ Ayo!” katanya sambil menggandeng tanganku lalu menarik tanganku.
“ Apa?” kataku kaget.
“ Masuklah!” katanya sambil menyuruhku masuk ke dalam lift yang penuh dengan orang. “ Hah?” kataku yang masih tak mengerti. Lalu, ia mendorong pelan agar aku masuk.
Sungguh!! Disini sempit sekali!!!kataku saat sadar bahwa disuruh masuk lift oleh Heon Ji.s Aku hampir sesak napas!! Kakiku juga diinjak oleh orang-orang yang keluar masuk. Sakit!!! Batinku dalam hati sambil memenjamkan mata menahan rasa sakit.
Heon Ji melihatku memenjamkan mata menahan rasa sakit, ia lalu menarikku ke diniding lift dan aku dilindungi oleh tubuhnya karena ia berdiri didepanku sambil menghadap ke arahku. Kami bertatap mata selama beberapa menit. Aku memperhatikan wajahnya yang menurutku yah~ lumayang ganteng juga.
Tapi, sebenarnya keadaan ini yang membuatku tidak enak, membuat perutku terasa mual. “ Emm… Heon Ji?” panggilku dengan hati-hati.
“ Ya?” jawabnya.
“ Ittuuu… bisa tidak…” kataku sambil takut-takut. Takut nanti dia tersinggung.Tapi, daripada tidak ku katakan, nanti adanya aku malah mual ingin muntah.
“ Bisa apa?” tanyanya yang penasaran.
“ Hah? Ooo… ittu, bisa tidak kau tidak menatapku dengan seperti itu?” tanyaku sambil tersenyum malu-malu.
“ Memangnya kenapa?”
“ Aku rasanya ingin muntah …” ucapanku terpotong karena ia sudah menyela dahulu.
“ Apa?!” tanyanya kaget.
“ Aku ingin muntah jika ditatap kau seperti itu.” Jawabku polos.
“ Hah?” katanya yang masih bingung. Aku memalingkan wajahnya ke kanan agar dia tidak menatapku dan aku tidak merasa mual.
“ Nah, begini lebih baik.” Kataku sambil tersenyum. “ Kau harus seperti ini sampai keluar dari lift !”
“ Apa?!”
“ Atau kau ingin aku muntah ke wajahmu atau ke blazer-mu?”
“ Ti…dak.”
“ Kalau begitu lakukan.”
“ Hahhhh… kau ini.”

7 thoughts on “Only You [ Chapter 2 ]

  1. yaa…!!
    ak reader bru dsini..
    YURISISTABLE, of course..
    klu author lbh suka ke Kyuri atau Minyul enggak? kyknya sih iy.. ‘readers sok tahu’
    klu ak sk sma siapa aja yg d pairing Yuri kecuali Taewoo. *kgk dpet FEELnya*
    FFnya keren2..
    lanjutin ya yg Only You soalnya temanya keren dan Yurinya enggak terkesan cengeng d sini.. Salam kenal..🙂

    1. Kyuri!!! suka banget!! hehehhe😀
      Taewoo? aku nggak suka dia *ngomong-ngomong Taewoo siapa? Kim Taewoo?*
      benarkah? ahahahah terimakasih🙂
      iya pas nulis author lagi dapet feel nggak cengeng hehehhe😀
      salam kenal juga😀 hehehee

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s