Let It Rain. [Chapter 1]


LET IT RAIN.

Readers!! Mian Author telat post! Maafkan aku readers! So, this is my new fanfic. Aku pengen banget post ff-ku yang lainnya tapi sepertinya harus satu-satu dulu hehehe…๐Ÿ˜€ Sebenernya Author nggak mau pake art ini soalnya author udah pesen tapi sepertinya untuk sementara waktu aku pake art ini dulu deh hehehe…๐Ÿ˜€ Disini untuk sementara Krystal sama Sica dan juga Jjongnya nggak main dulu. Hehehe… :Dย 
O ya! Adakah yang ingin membaca ff terbaruku yang judulnya “MARRY YOU.” huehehehehe… belum aku buat tapi udah ada dikepalaku hehehe..๐Ÿ˜€ So, enjoy read please!! Don’t forget to leave comment, please!! Gomawo๐Ÿ˜€
Main Cast ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Choi Min Ho
Krystal Jung
Kwon Yuri
Cho KyuHyun.
Kim JongHyun
Jung Jessica
Genre ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Romantic
PG ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : +15
Backsound ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : SNSD โ€“ Let It Rain
Krystal โ€“ Because Of Me
Ost 49 Days Jung Yeop (Brown Eye Soul), Shin Jae, Park Boram. (author lupa nama judulnya heheheโ€ฆ๐Ÿ˜€ kalau kalian penasaran cari aja nama penyanyinya heheheโ€ฆ๐Ÿ˜€
Disclaimer ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : This fanfic is mine. All plot is my imagination and my feeling. DONโ€™T COPY AND PLAGIAT PLEASE!!!๐Ÿ˜€
Note ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : — : End, harinya berakhir diganti hari lainnya.
=== : belanjut pada hari itu aja, tapi mungkin alurnya dipercepet.
JANGAN MENCOPY/MEREBLOG FANFIC INI TANPA SEPENGETAHUAN AUTHOR DAN SEIZIN AUTHOR!!!
DONโ€™T BE PLAGIAT PLEASE!!!
ENJOY READ PLEASE!!๐Ÿ˜€
LET IT RAIN.
The sky suspiciously begin to shine
Theres no warmth at all (at all)
The rain continues to fall and its voice echoes
Confusing the two of us..Oh no
I donโ€™t know whether youโ€™re my enemy or youโ€™re on my side
But itโ€™s time to pay the price
A moment when everything changes
It wonโ€™t stop no matter how much I cried
It wonโ€™t stop no matter how much I pray
Now itโ€™s washing us away
Now I can no longer connect
Our last separation,right
Just let it rain let it rain let it rain

Pretending that I didnโ€™t see you
I cannot even come to face you
Eventhough I actually noticed you, its over over
The ceasing rain, as if it sneering at me
Continues to strike me even more

I donโ€™t know whether youโ€™re my enemy or youโ€™re on my side
But itโ€™s time to pay the price
A moment when everything changes
Now itโ€™s washing us away
Now I can no longer connect
Our last separation, right
Just let it rain let it rain let it rain

If I were about to lose you after this rain stopped
Gotta go gotta let you go
Iโ€™m sure I wouldnโ€™t be confuse anymore and I can start walk again
U oh ooooh
Sun will shine
It wonโ€™t stop no matter how much I cried
It wonโ€™t stop no matter how much I pray
Now itโ€™s washing us away
Now I can no longer connect
Our last separation,right
Just let it rain let it rain let it rain

~ Yuri Pov.~
โ€œ A..a..aku tidak tahu dimana dia sekarang Tiff.โ€ Ucapku sambil berjalan dengan langkah terburu-buru. Mati aku! Aku pasti telat datang ke sekolah saat ini! Aku memindahkan ponselku dari telinga satu ke telingaku yang satunya lagi.
โ€œ Jeongmal? Baiklah, tak apa.โ€ ย Ucap Tiff khawatir ditelfon.
โ€œ Sabarlah Tiff. Aku akan membantumu, tapi bisakah kau membantuku sekarang?โ€ tanyaku.
โ€œ Mwo?โ€ tanyanya.
โ€œ Bisakah kau membuat alasan untuk Mr. Lee? Mungkin aku akan telat sekarang!โ€ ucapku panik.
โ€œ Aissh! Dasar kau ini Yul!โ€ omelnya. โ€œ Arraseo, tapi ku harap kau benar-benar cepat sekarang!!โ€ lanjutnya.
โ€œ Gomawo.โ€ Ucapku tersenyum walau Tiff tak mengetahuinya. Aku memutuskan sambungan tanpa menunggu kata-kata yang akan keluar dari Tiff.
Aku berlari sekencang-kencangnya menuju sekolahku yang sudah tidak begitu jauh lagi.
(*Backsound: Let It Rain)
โ€œ Permisi! Maaf permisi!โ€ ucapku yang ku ulang secara terus-menerus saat aku melewati keramaian. Lalu berlari lagi dengan kencang saat jalanan tak ramai.
Aku tidak tahu sudah berapa menit aku berlari? Keringatku bercucuran dimana-mana. Aku merasa gerah dan haus. Tapi, jika aku tetap santai aku takkan boleh mengikuti pelajaran Mr. Lee. Guru yang jahat tapi sebenarnya baik.
Napasku ngosh-ngoshan ketika berada didepan pintu gerbang yang masih terbuka dengan lebarnya. Apa aku tidak telat? Tanyaku dalam hati. Aku berhenti berlari. Sungguh aku tak kuat berlari lagi, bahkan berjalan saja aku merasa tubuhku akan lumpuh.
Aku berjalan dengan agak lambat karena tenagaku mulai terasa habis. Aku menaiki tangga. Apakah aku berlari saja saat ini? Sekalian menghabiskan tenagaku, daripada berjalan lambat? Pikirku dan memutuskan untuk berlari kencang.
Ketika sampai dikelas, aku sulit bernapas. Dadaku sesak, kakiku lemas dan tak bertenagaku habis. Tiff menatapku.
โ€œ Yul gwenchana?โ€ tanyanya khawatir.
Aku mengangguk lemah lalu berjalan ke kursi sampingnya. Aku duduk dengannya.
โ€œ Kau tidak terlambat, mengapa kau bilang tadi kau terlambat?โ€ tanyanya bingung.
Aku mengatur napasku sambil mengangguk lemah.
Tiffany menatapku dengan wajah polosnya, menungguku untuk bercerita padanya.
โ€œ Aku menduganya.โ€ Ucapku dengan susah payah.
โ€œ Oh.โ€ Tiffany mengngguk. โ€œ Yul, tau tidak? Aku melihat MinHo.โ€ Ucap Tiff dengan jahil membuatku penasaran.
โ€œ Tentu saja kau melihatnya Tiff! Kitakan sekelas!โ€ ucapku sedkit kesal.
Tiff hanya terkekeh. Dasar Tiff!
โ€œ Apa kau mau?โ€ Tanya seorang namja dibelakangku. Aku menoleh dan mendapati musuh sekaligus teman baikku.
Aku menatapnya lalu kemudian melihat minuman kaleng yang ditawarkannya. Aku mengambilnya. โ€œ Kau tak memasukan racun ke dalam minuman ini kan?โ€ tanyaku penuh selidik.
KyuHyun tertawa mendengar ucapanku. Apakah itu lucu? โ€œ Minum saja, itu bekasku kok.โ€ Ucap santai lalu berjalan pergi.
โ€œ Mwo?!!โ€ ucapku kaget. Minuman ini bekasnya? Jadi aku diberikn minuman bekas olehnya? โ€œ Ya! Cho KyuHyun!! Sialan kau!!โ€ ucapku kesal dan dengan suara yang cukup keras. KyuHyun hanya melambaikan tangannya tanpa membalikkan badan dan terus berjalan maju.
โ€œ Dia namja yang aneh!โ€ ucap Tiff.
Aku mengangguk setuju sambil meminum minuman yang diberikan KyuHyun. Ukh! Soda! Aku baru tau ia memberikanku soda.
โ€œ Yul, kau.. meminumnya?โ€ Tanya Tiff kaget sambil menunjuk minuman kaleng yang diberikan KyuHyun.
Aku mengangguk. โ€œ Aku baru tau kalau ini soda.โ€ Ucapku polos.
โ€œ Apa kau tak pernah meminum soda itu sebelumnya?โ€ Tanya Tiff heran.
Aku menggeleng. โ€œ Ani, aku tak pernah minum soda ini.โ€ Ucapku polos.
Tiffany menggeleng. โ€œ Dasar kau ini Yul!โ€
Aku tersenyum padanya.
โ€œ Hei! Yul!โ€ sapa seorang namja dibelakangku. Aku mematung beberapa detik. Suara ini, pemilik suara ini… aku tahu siapa… Aku menoleh dan membalikkan badan. MinHo.
(*SNSD โ€“ Love Melody)
Ia tersenyum padaku dan berdiri tepat didepanku dengan wajah yang mendekat.
Aku tersenyum padanya. Jantungku berdebar lebih cepat.
โ€œ Aku melihatmu tadi.โ€ Ucapnya.
โ€œ Mwo?โ€ tanyaku bingung sambil menatapnya dengan mata berbinar-binar.
โ€œ Berlari.โ€ Ucapnya lalu tertawa dan pergi meninggalkanku.
Aku bengong. Apa? Apakah itu lucu? Akukan hanya berlari saja! Batinku bingung. Lalu Tiff tertawa juga.
===
โ€œ Ya! Cho KyuHyun!!โ€ panggilku.
KyuHyun menoleh ke belakang dan mendapatiku yang sedang berdiri sambil memanggil namanya. Saat ini pelajaran telah usai dan waktunya pulang.
โ€œ Yeoja ini…โ€ ucapnya pelan tapi aku mengetahuinya, karena aku membaca gerakan bibirnya.
โ€œ Ya!! Hari ini tugasmu membersihkan kelas! Kenapa kau malah pulang lebih dulu?โ€ omelku padanya.
โ€œ Aishh.. Hari ini aku ada perlu yang sangat penting. Dan tak bisa meninggalkannya! Jadi, ku mohon padamu Kwon Yuri-ssi, hari ini kau saja yang piket. Terima kasih, sampai jumpa besok.โ€ Ucapnya panjang tanpa jeda sama sekali. Ia lalu pergi meninggalkanku yang masih bengong mencerna kata-katanya barusan.
Aku menatapnya bengong. Mwo? Sialan namja itu!! Lagi-lagi aku yang piket sendiri hari ini. Batinku kesal.
Aku menatap sosok KyuHyun yang mulai menghilang. Hah? Dasar namja sialan! Kesalku. Aku kembali ke kelas dengan langkah kesal.
Cho KyuHyun! Awas saja kau!! Piket minggu depan kau sendiri yang membersihkannya!!
BRAAKK!! Aku membuka pintu kelas dengan kasar. Aku melangkahkan kakiku untuk masuk ke dalam kelas.
โ€œ Kau kenapa Yul?โ€ Tanya seorang namja di depanku tiba-tiba, membuatku kaget dan panic.
โ€œ Omo!โ€ ucapku kaget.
Namja itu mengerutkan keningnya sambil menatapku heran. โ€œ Yul gwenchana?โ€ tanyanya lagi.
โ€œ Mi..nho..ssi?โ€ tanyaku bingung, masih kaget.
โ€œ Ne?โ€ ucap MinHo.
Aku menghela napas lega setelah kembali ke alam sadar. โ€œ Kau membuatku kaget saja.โ€ Ucapku lalu melengos pergi.
Aku kembali ke mejaku untuk membereskan buku-buku yang masih berantakan dimeja.
โ€œ Kau tidak pulang? Kenapa?โ€ Tanya MinHo yang tiba-tiba tepat disampingku.
DEG! Jantungku berdegup dengan kencang.
โ€œ A..aku hari ini ada jadwal membersihkan kelas.โ€ Ucapku dengan sedikit gugup.
โ€œ Oh. Kau sendirian?โ€ tanyanya lagi.
โ€œ Hm.. Iya.โ€ Ucapku sambil menghentikan aktivitasku membereskan buku-bukuku. โ€œ Harusnya hari ini KyuHyun ikut membersihkan kelas, tapi ia malah pergi.โ€ Ucapku sambil mengingat kejadian tadi. Lalu tiba-tiba merasa kesal lagi. Aishh namja itu!
MinHo menatapku dengan tatapan mautnya. Aku hanya bisa memberikan senyumanku padanya lalu mengalihkan perhatianku pada buku-bukuku. Jantungku semakin berdegup kencang saja.
โ€œ Kau mau ku temani?โ€ tawarnya.
DEG! Ditemani olehmu? O My God!! Mimpi apa aku semalam?
โ€œ Hm.. sepertinya tidak usah, aku tak ingin merepotkanmu. Pulanglah, aku akan baik-baik saja disini.โ€ Ucapku sambil meyakinkannya dengan memberikan senyuman terbaikku.
โ€œ Kau yakin?โ€ tanyanya.
Aku mengangguk yakin sambil tersenyum.
โ€œ Tapi, sayangnya aku akan menemanimu sampai kau selesai.โ€ Ucapnya sambil tersenyum evil lalu pergi ke meja yang tak jauh dari tempat dudukku.
DEG! Aku tersenyum menatap punggungnya. Ia benar-benar namja kriteriaku.
MinHo duduk dimejanya sambil membaca buku tentang kedokteran. Sedangkan aku mengepel lantai kelas yang cukup kotor. Aku tersenyum menatap ekspresi MinHo yang sedang serius. Oh My! Ia tampan sekali! Membutku terasa lebih deg-degan.
Ia menatapku. Mata kami bertemu. Membuatku salah tingkah didepannya. Aku melanjutkan mengepel lantai dengan gerakan yang aneh.
MinHo melihatku lalu menertawakanku yang sedang bertingkah aneh.
โ€œ Wae?โ€ tanyaku polos.
โ€œ Kau… kau sangat lucu Yul!โ€ ucapnya disela-sela tawanya.
Aku menatapnya bingung. โ€œ Mwo?โ€ tanyaku.
โ€œ Wajahmu.. wajahmu itu… sangat lucu!โ€ ucapnya lagi disela-sela tawanya.
โ€œ Benarkah?โ€ tanyaku polos.
MinHo mengangguk disela tawanya. Aku hanya tersipu malu mendengarnya tertawa yang semakin menjadi-jadi.
O MinHo! Sepertinya aku semakin menyukaimu! Batinku.
===
โ€œ Gomawo.โ€ Ucapku malu-malu pada MinHo saat aku telah selesai membersihkan kelas. Dan saat ini, aku sedang berjalan berdua saja dengannya.
MinHo tersenyum padaku. โ€œ Chonmaneyo Yul.โ€ Ucapnya lembut sambil mengacak-acak rambutku dengan lembut.
โ€œ Ya!โ€ protesku yang dibalas dengan tawa MinHo.
Aku diam tersipu malu melihatnya tertawa seperti itu.
โ€œ KyuHyun…โ€ ucap MinHo membuatku menatapnya lalu menatap seorang namja yang sedang berdiri menunggu di depan mading sekolah. Aku bengong beberapa saat.
Aku berjalan mendekati KyuHyun yang menatapku lalu MinHo. Aku menatapnya kesal.
โ€œ Ya! Cho KyuHyun!! Bukankah kau ada urusan?! Kenapa kau malah berdiam diri disini seperti orang bodoh?!!โ€ tanyaku kesal.
KyuHyun menatapku sekilas dengan dingin. Membuatku takut padanya. โ€œ Tidak jadi.โ€ Ucapnya dingin lalu pergi begitu saja.
Aku semakin kesal dan mengejarnya. โ€œ Ya!! Cho KyuHyun-ssi!! Kenapa kau begitu menyebalkan sekali?!! Piket besok giliran kau yang mengejarkannya!! Aku tak kan mau membantumu sama sekali!!โ€ ucapku setengah berteriak dan suaraku pecah, ingin menangis rasanya. Ia benar-benar membuatku kesal. Kadang jika aku terlalu kesal aku malah ingin menangis.
โ€œ Aku tidak peduli! Dan aku sama sekali tak butuh bantuanmu sama sekali Kwon Yuri!! Kau sendiri yang ingin membantuku!!โ€ Ucapnya dingin dan cuek, lalu ia mempercepat langkahnya.
Aku berhenti mengejarnya. Rasanya hatiku sakit mendengar ucapannya barusan. Aku menekan rasa sakit ini. Jangan! Jangan! Ia hanya bercanda saja Kwon Yuri! Ucapku pada diriku sendiri.
KyuHyun a~ kenapa kau berbicara seperti itu? Kau menyakitiku lagi. Batinku.
MinHo berlari mengejarku. โ€œ Gwenchana?โ€ tanyanya khawatir sambil menyentuh ke dua pundakku.
Air mataku mulai membasahi pipiku. Aku menangis, menangis sesenggukkan. Aku menutupi mulutku dengan ke dua tanganku agar suara tangisku tak kedengaran. MinHo memelukku. Rasanya hatiku sakit mendengar ucapan KyuHyun seperti itu.
Kwon Yuri pabo!
Keesokan paginya, ketika pelajaran Kimia, kami diam menunggu kocokan regu kelompok. Seperti biasa pelajaran Kimia selalu melakukan praktikum. Aku menunggu kocokan dengan malas.
โ€œ Kwon Yuri, Cho KyuHyun, Im YoonA dan Choi MinHo!โ€ panggil Kim Songsenim. Aku menatap Mr. Kim ย dengan bingung karena namaku tiba-tiba dipnggil. โ€œ Huh?โ€ ucapku.
โ€œ Kalian sebagai kelompok A!โ€ lanjut Kim songsenim.
โ€œ Mwo?!!โ€ ucapku kaget.
โ€œ Berhubung hari ini YoonA tidak masuk, jadi kalian bertiga yang mengerjakan praktikum.โ€ Lanjut Mr. Kim.
Tiff menatapku bingung. โ€œ Waeyo Yuri?โ€ tanyanya.
Aku menatap Tiff. โ€œ Kenapa aku harus sekelompok dengan KyuHyun lagi? Kelompok minggu lalu juga! Sekarang? Hanya ditambah dengan MinHo dan YoonA saja. Minggu lalu, aku dan KyuHyun saja!โ€ protesku pada Tiff.
โ€œ Bukankah kau senang sekelompok dengan KyuHyun dan MinHo?โ€ Tanya Tiff.
โ€œ Senang? Apanya yang senang Tiff? Aku justru malah tersiksa ada KyuHyun.โ€ Ucapku sedih.
Tiff menatapku bingung. โ€œ Apa maksudmu?โ€ tanyanya bingung.
โ€œ KyuHyun menyebalkan!!โ€ ucapku kesal mengingat kejadian kemarin.
โ€œ Bukankah dia baik?โ€
โ€œ Entahlah Tiff, kadang ia baik, kadang ia jahat dan menyebalkan.โ€
โ€œ Sudahlah, jangan pedulikan dia.โ€ Usul Tiff. Aku tersenyum padanya.
โ€œ Hwang Tiffany! โ€ ucap Mr. Kim. Tiff panic dan kaget karena namanya dipanggil tiba-tiba.
โ€œKau sekelompok dengan Lee DongHae, Kim JongHyun dan Choi SooYoung!โ€ ucap Mr. Kim sambil menatap Tiff yang bengong. โ€œ Kau kelompok B.โ€ lanjutnyanya. Lalu ia melanjutkan mengocok nama-nama regu kelompok lainnya.
โ€œ Ye?โ€ ucap Tiff bengong.
โ€œ Wae?โ€ tanyaku melihat perubahan raut wajah Tiff.
โ€œ Sepertinya kita sama Yul, sekelompok dengan orang-orang yang menyebalkan.โ€ Ucapnya sambil menatap ke belakangku.
Aku membalikkan badan dan bisa menebak siapa yang ia lihat. โ€œ DongHae? Bukankah ia baik Tiff? Menurutku ia lebih menyenangkan daripada dengan KyuHyun yang menyebalkan itu!โ€ ucapku sambil menatapnya.
โ€œ Ani, menurutku KyuHyun lebih baik daripada DongHae.โ€ Ucapnya dengan posisi yang sama, menatap DongHae.
โ€œ Whatever Tiff, tapi sepertinya kau menyukai Lee DongHae.โ€ Ucapku sambil mengerlingkan salah satu mataku padanya. Ia lalu tertawa melihatku.
โ€œ Tidak, aku tidak akan menyukainya. Karena menurutku ia telah membuatku sakit.โ€ Ucap Tiff sambil menundukkan kepalanya.
Aku menatap Mr. Kim yang tengah sibuk membagikan kelompok siswa yang lain.
โ€œ Itโ€™s okay Tiff. Jangan ingat dia, anggap saja dia sebagai temanmu yang jauh dan kau tak mempedulikannya.โ€
Tiff mengangkat kepalanya lalu menatapku. โ€œ Semoga.โ€ Senyumnya tipis.
โ€œ Someday, he is will know your hearts!โ€ ucapku jahil dan mengerlingkan mataku lagi.
Tiff tertawa. โ€œ Dasar Kwon Yul!โ€ ucapnya sambil memukul bahuku pelan.
Aku tersenyum padanya.
โ€œ Ya! Bagaimana dengan namja itu?โ€ Tanya Tiff yang menghancurkan senyumanku padanya.
Aku tahu maksud โ€˜namja ituโ€™ siapa. Namja yang ku sukai selama 3 tahun. Ia membuat hatiku hancur berkali-kali.Tapi, entah mengapa aku tetap saja menyukainya. Menyukai namja itu walau namja itu tak menyukaiku sama sekali. Malah menurutku ia menganggapku mungkin sebagai musuhnya.
Beberapa bulan kemudian aku tak melihatnya. Aku dengar ia pergi bersama orangtuanya ke California. Hatiku hancur mengetahui hal itu. Sehari saja jika aku tak melihatnya aku bisa pusing memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi padanya karena ia tak masuk sekolah.
Aku tau aku terlalu mencintainya, mungkin sangat mencintainya. Aku tidak tahu ia akan kembali kapan? Maka dari itu, aku berusaha melupakan namja itu dari hatiku dan otakku. Selama ia tak kembali, aku bisa melupakannya. Tapi, 4 tahun kemudian, ia kembali ke Seoul untuk melanjutkan sekolah disini. Dan saat itu, saat pertama kali melihatnya. Jujur aku shock! Dan perasaanku yang ku coba ku kubur paksa selama 4 tahun lebih, muncul kembali. Kenangan manis dan pahit memenuhi otakku.
Aku menghela napas dalam-dalam.
ย โ€œ Sekarang, setelah ku bagikanย  kelompok praktikum Kimia ku harap kalian duduk di meja yang telah ku siapkan dengan huruf alphabet di atasnya.โ€ Ucap Mr. Kim ketika telah membagi rataย  kelompok.
Aku tidak tahu kalau Mr. Kim telah selesai membagi kelompok kelas. Kenapa singkat sekali?
Aku menghela napas dalam-dalam. โ€œ Bye Tiff, kita berpisah sementara saja.โ€ Ucapku sedih karena berpisah dengan Tiff.
Tiff tersenyum padaku. โ€œ Bye Yul. Semoga kelompokmu itu menyenangkan.โ€ Ucapnya jail padaku.
โ€œ Huh… You too.โ€ Balasku sambil melambaikan tangan pada Tiff yang berjalan ke meja praktik B. Aku berjalan ke meja praktik A dengan langkah malas. Aku duduk dikursi tengah yang tiba-tiba mereka berdua juga duduk secara bersamaan. Aku menatap mereka dengan bingung.
Great! Aku duduk diantara mereka berdua. Batinku. Padahal disini ada 4 bangku, 2 yang ku duduki saat ini dan 2 bangku didepanku masih kosong.
KyuHyun duduk di dekat jendela, sedangkan MinHo duduk dipinggir, 1 bangku berdua denganku. Aku ditengah-tengah diantara mereka berdua. KyuHyun menatap keluar jendel sambil memasang wajah juteknya. Sedangkan MinHo memasang wajah โ€˜innocentโ€™nya padaku. Aku menghela napas.
Padahal kursi didepan kami masih kosong kenapa mereka duduk disini? Tanyaku dalam hati.
โ€œ Ya! Kenapa kalian tak duduk di kursi depan saja? Disana masih kosong.โ€ Ucapku pada mereka berdua. Tapi tak ada diantara mereka yang menjawab pertanyaanku. โ€œ Baiklah, aku saja yang duduk disana.โ€ Ucapku sambil berdiri karena mereka mengabaikan ucapanku.
MinHo menatapku bingung, aku hanya membalasnya dengan senyum tipis. Aku melirik KyuHyun sekilas yang ku lihat ia tak merubah posisinya sama sekali.
โ€œ Ayo kita lakukan praktik! Aku yang menulis laporan sedangkan kalian yang melakukan penelitinnya! Bagaimana?โ€ usulku.
โ€œ Kenapa kau yang menulis laporan? Aku saja yang menulis laporan kalian yang melakukan praktik!โ€ ucap Kyu dingin sambil menatapku. Aku menghela napas.
โ€œ Ayo MinHo kita lakukan!โ€ ajakku padanya. MinHo mengangguk lalu memulai melakukan praktik Kimia menyambungkan atom-atom.
Aku dan MinHo melakukannya dengan serius. Beberapa kali tanganku dan tangan MinHo bersentuhan secara tak sengaja yang dibalas dengan tawa kami.
โ€œ MinHo ya, apakah atom biru ini diletakkan seperti ini?โ€ tanyaku padanya yang akhirnya tak mengerti dimana aku meletakkan atom biru.
โ€œ Ani, bukan seperti itu dan seperti ini!โ€ ucapnya sambil melepas atom-atom yang telah ku pasang dengan susah payah. โ€œ Kau salah semuanya Yul.โ€ Ucap MinHo lembut.
โ€œ Huh?โ€ ucapku.
โ€œ Jadi atom putih ini harusnya diletakkan disini dan penyambung ini harusnya ku taruh disisi kanan lalu kau lanjutkn lagi dengan atom merah dan penyambungnya letakkan disisi kiri.โ€ Ucapnya menjelaskan.
Aku mendekatkan wajahku untuk melihatnya lebih jelas. โ€œ Hm? Darimana kau tahu kalau peletakannya seperti ini?โ€ tanyaku bingung.
โ€œ Kau harus tau rumusnya dulu Yul, lalu kau harus tau warna-warna atom dan nama senyawanya agar saat kau ingin menyambungkannya kau tau.โ€ Jelasnya yang tanpa ku sadari wajah kami sangatlah dekat saat aku ingin melihatnya untuk bertanya.
Kami sama-sama terdiam. Jantungku berdegup kencang ditatap MinHo dengan tatapan mautnya itu! Wajahnya mendekat kepadaku. Ingin apa dia? Batinku.
Apakah ia ingin menciumku? Tanyaku dalam hati yang diiringi dengan jantungku yang berdebar sangat cepat.
MinHo memenjamkan matanya. DEG! Benarkah ia ingin menciumku?
Wajah MinHo mendekat padaku, membuatku diam mematung tak bisa bergerak.
BRAAAAKKK!!
Aku terkaget mendengar suara gebrakkan itu. Aku melihat KyuHyun yang sedang berdiri dan menaruh tangannya di kedua sisi meja, wajahnya mendekat padaku. Aku mengerutkan kening menatapnya bingung. Aku menatap MinHo lagi, yang saat ini menatapku.
โ€œ MinHo-ssi, kau tadi sedang apa?โ€ tanyaku polos.
โ€œ Huh?โ€ ucapnya, sambil menatapku bengong.
โ€œ Kau tadi kenapa?โ€ tanyaku lagi polos padanya.
โ€œ Eh? Aku.. aku..โ€ ucap MinHo bingung sendiri. โ€œ Aku tadi juga.. tidak tahu kenapa?โ€ ucapnya polos.
โ€œ Eh?โ€ tanyaku bingung. โ€œ Dasar kau! Aneh sekali!โ€ ucapku lalu tersenyum padanya yang dibalas dengn senyum MinHo.
โ€œ Kwon Yuri.โ€ Panggil KyuHyun. Aku menoleh menatapnya. KyuHyun tetap saja memasang wajah dinginnya itu sambil menatapku tajam.
โ€œ Ye?โ€ tanyaku padanya.
โ€œ Kau ingin melakukan praktik atau ingin bermesraan?โ€ ucapnya dingin sambil mendekatkan wajahnya padaku.
โ€œ Hm?โ€ tanyaku polos.
โ€œ Kau lebih baik minggir biar aku dan MinHo yang melakukan itu! Kau yang menulis laporannya.โ€ Ucapnya dingin lalu berjalan ke sampingku dan menarikku berdiri. โ€œ Minggir!โ€ ucapnya lalu menyuruhku duduk disampingnya.
Aku duduk dengan kesal sambil bertopang dagu menatap keluar jendela.
โ€œ Menyebalkan!โ€ gerutuku.
โ€œ Ya! Kau menulislah! Aku tak menyuruhmu berdiam diri saja!โ€ ucapnya sambil menarik buku tulisnya padaku. โ€œ Tulislah!โ€ perintahnya.
Aku cemberut menatapnya. โ€œ Kenapa sih kau sangat menyebalkan?!โ€ ucapku kesal padanya.
Ia menatapku dengan tatapan mautnya. Huh? Apa? Batinku.
โ€œ Kwon Yuri-ssi bisakah saat ini tak menggerutu terus?โ€ ucapnya ketus.
Sial! Aku telah dibohongi olehnya dengan memasang wajah polosnya yang ternyata menyesatkan! Batinku sambil menatapnya penuh kekesalan. Awas kau Cho KyuHyun!!
Aku menulis laporan dengan kesal. Buku halaman belakangnya yang masih kosong ku coret-coret saja! Menggambar mukanya yang evil itu!
โ€œ Ya! Kwon Yuri sudah belum menulis laporannya?โ€ Tanya KyuHyun.
โ€œ Berisik! Aku sedang menulisnya!โ€ ucapku sambil membuka halaman yang ku tulis laporan tadi.
โ€œ Aish! Kau ini kenapa lambat sekali?โ€ tanyanya.
Aku mengkerucutkan bibirku karena benar-benar kesal lalu menulis laporan pengamatan.
===
Aku duduk bengong menatap kosong buku tebal. Mataku memang melihat tulisan-tulisan dibuku itu tapi, pikiranku melayang jauh. Ahh.. rasanya bosan sekali hari ini! Aku meletakkan kepalaku di atas buku itu. Ahh… membosankan!
Tiff pergi kenapa lama sekali ke kantinnya? Batinku.
Aku memukul kepalaku pada meja dengan pelan. Merasa benar-benar kesal hari ini!
Untung saja aku sudah melupakan perasaanku pada namja itu! Batinku.
Jika aku masih menyukai namja itu sampai saat ini… Maka tersiksalah aku… Untung saja aku sudah melupakan namja itu… untung saja… aku sudah melupakan dia… ucapku dalam hati berkli-kali.
Tak terasa air mataku di ujung pelupuk mataku. Aku menghapusnya.
โ€œ AAA!!โ€ ucapku kaget karena merasakan ada sesuatu yang dingin menempelkan ke leherku. Aku menoleh kebelakang dan mendapati KyuHyun sedang memberikan minuman kaleng dingin padaku. Aku menatapnya dingin. Ingin apa dia? Tak puaskah dia sudah membuatku kesal hari ini?
โ€œ Ambillah.โ€ Ucapnya sambil memberikan minuman kaleng itu padaku.
Aku masih diam menatapnya dengan mengernyitkan kening.
KyuHyun tersenyum padaku sambil meletakkan minuman itu di meja ku. โ€œ Untukmu dan maafkan aku tadi.โ€ Ucapnya sambil mengelus rambutku lembut lalu pergi.
Huh? Batinku sambil bengong menatap punggungnya menjauh dariku. Seulas senyum tersungging diwajahku. Aku mengambil minuman kaleng itu. Lagi-lagi ia memberiku minuman soda. Aku membukanya lalu meminumnya.
Aku tak mengerti jalan pikirannya? Kadang ia baik padaku kadang ia jahat dan menyebalkan sekali! Tapi.. ia benar-benar namja yang baik.
————————————– TBC —————————————————-

14 thoughts on “Let It Rain. [Chapter 1]

    1. sebenernya sih nggak juga thor๐Ÿ˜€ tapi aku masukin dikit kehidupan pribadiku sama liat drama hehehehe๐Ÿ˜€
      do you like it? I hope you like it Onnie hehhehe๐Ÿ˜€

  1. haduh –”
    kasian nian nasib kedua org nih….
    nasib percintaanya hmpr sm nih… bedanya yuri sm kyu, klu tiffany sm donge

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s