Thank You For Everything ♥ [ PART 2 ]


Thank You For Everything.

 

Main  Cast : Tiffany Hwang

Kwon Yuri

SeoHyun

Jung Jessica

Choi MinHo

Cho KyuHyun

Lee DongHae

Jung Krystal

Genre                      : Love, Friendship.

Pg                            : +15

And older SNSD  and Suju

Disclaimer           : This fanfic for Tiffany Hwang because of her was birthday. I wish you will like my fanfic. Thank you.

 

~Tiffany Pov.~

“ Apakah kalian berdua sudah siap?” tanya Teyeon di depan pintu kamarku. Aku keluar dari kamarku dan mendapatkan dirinya sedang bertolak pinggang menatapku. Aku mengerutkan kening sambil menatapnya.

“ Wae?” tanyaku pada akhirnya setelah diantara kami diselimuti keheningan beberapa saat.

“ Kenapa kau dan Yuri lama sekali? Kalian bisa telat nantinya!” ucapnya dengan posisi yang sama.

“ Apakah yang lainnya sudah siap?” tanyaku lagi sambil melihat keadaan sekeliling yang tenang, bahkan bisa dibilang tak ada kehidupan karena tak ada suara sama sekali. Biasanya, saat kami mempunyai jadwal dorm ini akan penuh dengan suara-suara yang gaduh yang disebabkan oleh beberapa member SNSD tentunya, apalagi SooYoung.

“ Hanya kalian berdua yang mempunyai jadwal hari ini. Sisanya, kami tinggal didorm. Kalian akan mengisi acara disalah satu acara stasiun tv ternama. Ku sarankan sebaiknya kalian datang sebelum pukul 8.” Jelas Teyeon.

Aku mengangguk meng-iyakan ucapannya.

“ Lebih baik, kau suruh Yuri untuk cepat sedikit.” Sarannya lalu pergi menuju ke kamarnya.

Aku melangkah pergi menuju kamar Yuri. Ku ketuk pintu kamarnya.

“ Ne, changkaman!” ucapnya setengah berteriak.

Aku hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku berjalan ke ruang tamu sambil menunggunya. Aku mengambil salah satu majalah yang tergeletak begitu saja dimeja tamu tanpa dirapikan terlebih dahulu. Ini pasti kerjaannya Jessica. Ia paling malas membereskan atau membersihkan dorm.

Lembaran demi lembaran, aku hanya membolak-balikkannya saja. Mataku memang tertuju pada lembaran-lembaran majalah yang ku bolak-balik. Tapi, tidak untuk pikiranku. Pikiranku melayang jauh ke 3 tahun yang lalu.

####

Aku berjalan menelusuri lorong sekolah, hanya karena merasa bosan dan lagipula pelajaran saat ini sedang kosong. Jadi apa salahnya berjalan sebentar? Gumamku.

Matahari semakin tinggi dan mencoba menerobos masuk ke lorong cahaya yang ditutupi dengan pepohonan yang tinggi dan rindang. Seulas senyum tersungging diwajahku.

Aku merenggangakan ke dua tanganku. Melepas lelah yang ku rasakan, terlebih pada beberapa akhir-akhir minggu ini.

“ Uwaaaa~! Menyenangkan sekali bisa seperti ini! Andaikan saja setiap hari bisa seperti ini!” ucapku penuh semangat.

Aku berbelok ke lorong sebelah kanan. Senyuman yang tadinya tersungging diwajahku, tiba-tiba sirna.

Aku langsung membalikkan tubuhku dan berbalik arah lalu bersembunyi dibalik dinding lorong.

Air mataku ingin jatuh, tapi ku tahan. Mulutku terbuka, napasku tercekat, dan mataku berkaca-kaca.

“ Aku menyukaimu, apakah kau ingin menjadi pacarku?” ucap seorang gadis yang sangat familiar ditelingaku.

Amarah dalam diriku mulai berkobar.

Terdengar kesunyian diantara mereka berdua sejenak.

Jantungku berdegup dengan kencang, menanti jawaban dari sang laki-laki.

Kau akan jawab apa? Batinku disela-sela napasku yang semakin sulit bernapas.

Bisakah kau bilang tidak? Pintaku dalam hati sambil mengepalkan ke dua tanganku dan menahan tangis yang semakin sulit ku atur.

“ Eh…? Iya.” Ucap suara laki-laki yang sangat familiar ditelingaku dengan mudahnya.

Kakiku lemas seketika. Air mataku yang ku tahan turun dengan bebas tanpa bisa ku tahan lagi. Suara isakan tangisku mulai terdengar olehku. Aku mulai menutupi mulutku dengan ke dua tanganku. Berharap tak dapat di dengar oleh siapapun.

Terdiam beberapa saat diantara mereka. Aku tau, gadis itu masih tak percaya pada apa yang diucapkan laki-laki itu.

“ Eh…? Jeo…ng..mal?” ucap gadis itu terbata-bata, karena saking tak percayanya.

Entah apa yang dilakukan atau diucapkan laki-laki itu hingga membuat gadis itu berlonjak dan berteriak ke girangan sambil bertepuk tangan.

Rasa sakit mulai mendekap hatiku. Air mataku semakin deras turun membasahi pipiku. Sekuat tenaga, aku berusaha berdiri. Berjalan perlahan-lahan sambil berpegangan pada dinding lorong yang panjang. Salah satu tanganku menekan rasa sakit dihatiku, jauh ke dalam. Menahan semua rasa sakit ini, mencoba melupakan apa yang terjadi baru saja, membuang jauh perasaan ini sejauh-jauhnya.

Aku dapat mendengar suara isakan tangisku yang pelan yang hanya dapat ku dengar sendiri.

####

Tanpa sadar, airmataku terjatuh membasahi pipiku. Aku memenjamkan mataku. Perasaan sakit itu kembali muncul.

“ Tiffa, kau menangis?” tanya Yuri lembut.

Aku membuka mataku secara perlahan dan mendapatkan Yuri sedang berdiri disampingku dengan raut wajah yang khawatir dan bingung.

Aku memaksakan seulas senyum tersungging diwajahku. “ Aniyo Yul! Aku hanya merasa mengantuk saja karena terlalu lama menunggumu. Apa kau sudah siap?” ucapku berbohong sambil menghapus air mataku yang tersisa.

“ Hm, aku sudah selesai. Ayo kita berangkat! Tapi mana yang lain?” tanyanya sambil melihat sekeliling.

“ Mereka tak ada jadwal, hanya kita berdua saja.” Ucapku sambil berdiri dari dudukku. “ Ayo!” lanjutku.

“ Eh?” ucap Yuri lalu menyamakan langkahnya denganku.

========================================================

“ Siapa pengisi acara music hari ini?” tanya seorang laki-laki.

Aku mencari asal suara itu.

“ Ku dengar Yuri dan Tiffany. Wae?” tanya seorang laki-laki yang berbeda lagi.

“ Hanya mereka berdua? Apakah anak-anak SNSD tidak datang semuanya? Memangnya mereka tidak tampil diacara music ini? Bukankah seharusnya mereka menampilkan beberapa lagu mereka setelah tiba di Korea kemarin?” tanya laki-laki itu panjang lebar.

Aku melihat 3 orang laki-laki yang sedang berkumpul sambil membelakangiku. Sepertinya aku tahu siapa mereka?

“ Memangnya siapa yang kau inginkan?” ucap laki-laki yang bertubuh lebih besar dari laki-laki lainnya, Shindong.

Aku menghampiri mereka secara perlahan.

“ Aku tahu siapa yang kau maksud!” ucap laki-laki lainnya lagi yang dijuliki “Setan”, KyuHyun. “ Kau ingin Jessica berada disinikan?” lanjutnya.

DEG!! Jantungku sesaat berhenti berdetak. Rasa sakit mulai menyelimuti diriku. Langkah kakiku terhenti untuk mendekati mereka.

Pabo! Batinku.

“ Benarkah? Kau masih memiliki perasaan pada Jessica?” ucap Shindong sambil menatap tak percaya pada DongHae.

Aku membalikkan badan dan melangkah pergi ke ruang ganti menyusul Yuri. Pikiranku kosong. Perasaan ini lagi yang menghinggapi hatiku. Aku menekan dadaku, terlebih menekan hatiku, terlebih lagi rasa sakit yang menghinggapiku saat ini, menekan jauh ke dalam, seandainya bisa, aku ingin membuang perasaan ini.

Aku masuk ke ruang ganti dan mendapati Yuri sedang duduk disofa sambil berkutat dengan ponselnya.

“ Hai Yul?” sapaku sebisa mungkin terdengar ceria.

Yuri melihatku sekilas lalu kembali menatap ponselnya. “ Hai, Tiff. Kau kenapa? Aku tahu kau ada masalah saat ini.” Ucapnya tiba-tiba.

Aku diam tak berbicara, hanya menghela napas panjang. Yaahh, seperti biasa, ia tau jika saat aku berbohong padanya.

“ Entahlah, aku bingung bagaimana aku menceritakannya.” Ucapku.

“ Kalau begitu, jangan memaksakan dirimu untuk bercerita padaku. Sampai kau merasa siap, maka baru kau cerita padaku.” Ucapnya sambil mengedipkan salah satu matanya padaku. Membuatku mau tak mau tertawa melihatnya.

Pintu ruang ganti terbuka tiba-tiba. Seseorang kru masuk. “ Apa kalian sudah siap? Ayo ke panggung! Acaranya 5 menit lagi dimulai.” Ucapnya mengingatkan. Aku dan Yuri mengangguk lalu, pergi mengikuti kru itu.

Aku melihat Shindong, DongHae, dan KyuHyun, tak berpindah tempat. Mereka tetap berdiri dibawah panggung. Entah apa yang mereka lakukan dan siapa yang mereka cari?

Kalau DongHae… Aku tahu siapa yang ia harapkan untuk mengisi acara di acara music saat ini. Aku tersenyum pahit melihat sosoknya. Ia bahkan tak menyadari keberadaanku. Aku menatap ke depan berusaha mengabaikan keberadaan DongHae.

“ Oppa~?” sapa Yuri sambil melambai-lambai pada mereka.

Aku ikut menoleh mereka bertiga lagi. Seulas senyum ku paksakan tersungging diwajahku.

Shindong membalas lambaian Yuri sedangkan DongHae dan KyuHyun tetap bertingkah stay cool.

“ Tiffany-ah~ Bersemangatlah!” ucap DongHae sambil mengepalkan tangannya memberiku semangat.

Aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk.

Semangat? Sepertinya kau salah mengucapkan kata itu padaku.

=======================================================

Rasa lelah mulai menggerogoti tubuhku. Aku masuk kamar begitu kami sampai di dorm dan menyelesaikan pekerjaan kami. Selama acara itu berlangsung hanya senyum palsu yang dapat ku berikan. Dan aku benci  itu!

Aku menghampiri netbook-ku yang ku taruh diatas meja lalu menyalakannya. Lalu mulai menuliskan sesuatu.

 

Dear diary,

2011년 8월 15일 (월)

Aku melihatnya hari ini. Aku memang senang, tapi… Aku lebih baik tak bertemu dengannya hari ini! Aku merindukannya selama aku berada di Jepang bahkan sampai saat ini. Tapi, terlintas dibenaknyapun tentang keberadaanku ada atau tidak saja tak pernah terpikirkan olehnya… Sepertinya hanya aku saja yang menyukainya…

Aku ingin marah! Terlebih pada diriku sendiri! Kenapa aku harus menyukaimu? Kenapa kau begitu mirip dengan ‘dia’? Kenapa? Kenapa….? Bisakah kau memberiku jawabanmu?

Aku tahu… Aku benar… Sampai sekarang, kau masih memiliki rasa pada Jessica. Tapi, sampai kapan kau tetap menyukai dirinya yang tak menyukaimu lagi? Ya! Lee DongHae! Sadarlah! Disekitarmu ada wanita lain yang mencintaimu! Yaitu AKU! Aku mencintaimu Lee DongHae pabo!

Ternyata, kau dan ‘dirinya’ tak beda jauh… Sama-sama menyukai teman-temanku… Tetapi ‘dia’ lebih bodoh darimu Lee DongHae! Dan juga ‘dia’ lebih jahat darimu…

Harus berapa kali airmataku harus mengalir hanya karena dirimu, Lee DongHae?

Kau tahu? Aku mulai tersiksa harus memiliki perasaan ini padamu… terlebih ‘dirinya’… Bodoh! Sudah berapa tahun aku menyukainya? Dan sampai sekarang… Dan kenapa aku, dirimu, dan ‘dirinya’ harus satu Entertaiment?

Ya, Tuhan… apa rencanamu sebenarnya? Sungguh, aku tak mengerti…

Tuhan, haruskah aku membunuh perasaan ini…?

Tuhan, aku harus bagaimana saat ini?

Apakah aku harus benar-benar membunuh perasaan ini…?

Somebody… Help me now…

Bye,

Tiffany Hwang.

Perasaan lega menghinggapiku. Aku mematikan netbook-ku lalu pergi menuju ke kasur yang empuk dan nyaman. Lebih baik tidur dan melupakan apa yang tadi terjadi.

===================== TBC================================

Bagaimana Chapter 2 ini? Anehkah? Coment ya jangan lupa!😀 hehehehe…

Maaf ya kalo misalnya ff ini sedikit aneh hehehehe…😀 I hope you will like it!🙂

Thank You❤ .

14 thoughts on “Thank You For Everything ♥ [ PART 2 ]

  1. YA TUHAN DWI!!! kurang panjang ini😦
    tapi , tapi , tapi feel-nya dapeeeeeeeeeeeet banget. Serius deh gua pengen tau siapa cowo yang mirip sama Donghae? secara kalo dikehidupan nyata gua tau maksud dua – duanya hahaha :”( IMISSHIM, wi….
    Seriously , there’s too much story that I didn’t tell you , but in this story you look like know all my stories and put them in one story. Eventhough I know it’s not for me but for Fany eonni , but the story really similar with mine😦

    1. really? wow! I don’t know about that! hehehehe😀 I just writing what I think hehehehe😀
      kurang panjang?! Ya Allah ini udah panjang kali sayang…
      Serius? Emang iya? Aku hanya membayangkan Tiffany Onnie dan dirimu lalu menyatukannya hehehehhe😀
      Miss him? Who? ‘dia’ atau ‘dirinya’? kekekekkeke😛

    1. ahhahhaaha😀 ada Onnie dipart selanjutnya hehhehe😀
      dipart ini aku fokusin sama HaeFany dulu Onnie dipart selanjutnya baru KyuRi tapi mungkin bakalan dikit dipart selanjutnya kebanyakan MinYul moment hehehehe😀

  2. kasiannya tiffany… lht donghae kyk gitu rasanya pgn kugiling deh Donghae #dibunuhelfishy
    aku penasaran nih sama ‘dirinya’, 1 management yah? siapa yh kira-kira?
    Hmm.. lebih pendek drpd yg sblmnya nih…

    fighting! buat next chapternya🙂
    semoga cepat publish…

    1. ahahhahahaha😀
      benarkah?
      hayoo coba tebak siapa?🙂 hehhehe
      masa? mungkin karena pas itu aku rada gak begitu mood nulis banyak jadi cuma segitu deh ku nulisnya hehehe maaf ya😦
      Amin. semoga aku bisa panjangin lagi
      oke oke aku akan berusaha untuk minggu-minggu ini hehehhe🙂
      gomawo😀

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s