DON’T CRY! [ Chapter 4 ]


DON’T CRY.

 

Author                        : Kwon Yura

Main Cast                   : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Hwang Tiffany

Jung Jessica

Choi Min Ho

Im YoonA

Choi Siwon

TOP(Choi SeungHyung)

GD (Kwon JiYoung)

Key (Kim Kibum)

Park Bom

Seo Joo Hyun (SeoHyun)

Backsound : – Park Bom – Don’t Cry

–         SNSD Tiffany Yuri – Baby Baby

–         As One – Miahn Gu Nih

–         Jung YongHwa –  Banmal Song

–         Cn Blue – Love Light

–         SNSD Yuri SooYoung – For Sure

–         SNSD Teyeon – I Love You (Ost Anthena)

–         Park Bom – You and I

–         Ost It Started With Kiss – Track 5 (drama Taiwan)

Sangat disarankan untuk mendengarkan lagu-lagu ini sambil membaca fanfic ini. Terima kasih.😀

Gendre                        : Series

Rated                           : +15

Art Poster                 : unniKNA

Descleimer               : This fanfic is my imagination and my feeling. Don’t COPY AND PLAGIAT PLEASE!!! DON’T FORGET TO LEAVE COMMENT!!!

~ Yuri Pov.~

Cat warna biru langit. Itu pertama kali ku lihat. Aku bangun dari pingsanku. Aku menatap kamar yang ku tempati. Rupanya aku telah berada dirumah TOP, tepatnya dikamar yang disamping TOP yang saat ini ku tempati. Aku mendapati TOP tidur di sampingku.

Apakah ia menjagaku selama sepanjang malam? Aku menatapnya.

Sepertinya aku terlalu menyusahkanmu saja. Selama ini, kau selalu baik sekali padaku. Entah mengapa? Aku tahu, bukan hanya padaku saja kau berlaku baik, tapi bukankah kau melakukan semua ini berlebeihan? Kalau kau mau, kau akan membirkanku saja.

Aku bangun dari tempat tidurku dengan perlahan. Karena kau sudah sangat baik padaku. Aku ingin melakukan sesuatu untkmu hari ini karena kau telah menjagaku dengan sangat baik.

Bolehkah aku memasak untukmu? Tanyaku dalam hati sambil menatapnya yang sedng tertidur pulas. Mungkin ia terasa lelah.

Aku turun ke bawah lalu menuju dapur dan memasakkannya sesuatu.

~TOP Pov.~

Aku menjaganya selama sepanjang malam. Aku berharap semoga panasnya cepat turun. Pukul 3 pagi waktu KST panasnya telah turun dan suhu tubuhnya kembali normal, membuatku lega untuk bernapas dengan normal kembali.

Aku mengganti kompressannya dengan air dingin yang baru. Ini semua salahku karena membiarkannya berjalan dibelakangku dan tidak menggandeng tangannya.

Aku menatap wajahnya saat tidur. Aku tersenyum. Terpesona dengan kecantikannya walaupun ia sedang tidur. Aku telah menggantikan pakaiannya yang basah dengan pakaian adik perempuanku yang baru. Aku meminta pembantuku untuk datang ke rumahku ditengah malam hari. Mau bagaimana lagi? Aku tak mungkin yang mengganti pakaian Yuri.

Aku mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya yang basah kuyup terkena air hujan. Aku turun ke lantai bawah dan masuk ke dalam ruang cuci. Saat aku ingin menaruh tasnya dimesin cuci aku menemukan satu mangkuk jagung rebus dan satu buah jagung bakar. Aku melihatnya dengan bingung.

Mungkinkah ini yang membuatku kehilangan Yuri tadi? Pikirku.

Hahh… Dasar yeoja itu! Membuatku khawatir saja. Ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala lalu memasukkannya ke dalam mesin cuci.

Sepertinya ponsel ia rusak karena terkena air hujan.

Aku kembali ke kamar Yuri dan duduk disamping tempat tidurnya dan menjaganya.

Pagi hari, saat aku terbangun Yuri sudah tidak ada di tempat tidurnya. Aku kaget dan langsung pergi ke lantai bawah. Berharap Yuri masih disini dan tak pergi kemana-mana.

Saat aku berada dilantai bawah. Aku mencium bau masakan. Mungkinkah Ahjumma Lee sedang memasak? Tapi bukankah ini masih terlalu pagi? Ini masih pukul 6.10 waktu KST. Bukankah waktu kerja ia pukul 7.00 waktu KST? Mungkinkah… Yuri? Aku berlari ke dapur dengan penuh harapan besar. Dan… Ya! Yuri sedang memasak didapur. Betapa leganya hatiku saat tahu ia sedang memasak di dapur dan tak pergi kemana-mana.

Aku tersenyum padanya sambil berjalan dengan tenang dan stay cool.

Ia melihatku lalu tersenyum padaku. “ Sudah bangun?” ucapnya sambil membersihkn sayuran-sayuran yang masih segar di westafel.

Darimana ia mendapatkan sayuran-sayuran itu? Pikirku.

“Apakah aku terlalu berisik sehingga membangunkanmu?” tanyanya lagi.

“ Hm… sepertinya tidak, aku malah takut kalau kau pergi meninggalkanku.” Ucapku tanpa sadar sambil menatapnya dengan yakin.

Ia menatapku bengong. “ Hm? Apa?” tanyanya bingung.

“ Tidak, tidak apa-apa.” Elakku.

“ Hei!” ucapnya sambil menghentikn kegiatan mencuci sayuran. Ia lalu menunjukkan jari manis kirinya padaku dengan menatap jari manis sendiri dengan bingung.

“ Apa kau tahu? Siapa yang memakaikan banji dijari manisku? Ini aneh, aku tak pernah pakai banji sepertinya.” Ucapnya bingung dengan menatap jari manisnya yang dililitkan cincin perak palsu dijarinya.

Aku tersenyum melihat tingkahnya. “ Aku yang memakaikannya.” Ucapku lalu meninggalkannya pergi yang masih bengong.

Ia berlari mengejarku. “ Ya!” pukulnya pada punggungku. Aku merintih kesakitan.

“ Mwo?!” emosiku.

“ Apa maksudmu memakaikan cincin ini?” tanyanya sambil menyentuh cincin yang melilit di jari manisnya.

“ Jagi, saranghae.” Ucapku lembut. (*backsound: Love Light.)

Ia bengong dan terpaku pada ucapanku.

“ Apa maksudmu bicara seperti itu?” tanyanya.

“ Ya! Aku beli cincin ini di pasar tradisional kemarin. Tiba-tiba ingat kau dan tanpa sengaja aku membelinya. Lagipula jagi cincin ini, cincin couple. Dan maukah kau memakaikan cincin satunya lagi dijari manisku?” pintaku.

Ia diam sejenak. “ Bukankah kau membeli cincin untuk Bom Onnie?” tanyanya.

“ Ani, aku membeli cincin untukmu dan untukku. Bom? Entahlah, tak terlintas dibenakku, atau lebih tepatnya aku tak ingat padanya kemarin.” Ucapku jujur.

Ia menatapku dengan dalam. “ Apa… apa… apa…” ucapnya terulang-ulang.

Kenapa dia?

“ Ya! Kwon Yuri, mau kah kau memakaikanku cincin ini di jari manisku? Dan berjanji mencintaiku?” tanyaku sunguh-sungguh. Entah mengapa kalimat itu sangat lancar ku ucapkan dan tanpa ku sadari.

Ia diam sambil menatapku terpaku. Aku tahu ia pasti bingung dengan ucapanku.

“ Are you ok?” tanyaku.

Ia menggelengkan kepalanya. “ Ya! Choi SeungHyun-ssi! Bisakah kau tak mempermainkan aku terus? Jangan meledekku lagi.” Ucapnya sambil menundukkan kepala.

Aku diam. “ Apa maksudmu?” tanyaku.

“ TOP-ssi aku tak bisa menerima cincinmu ini.” Ucapnya sambil mencoba melepaskan cincin pemberianku.

“ Kenapa susah sekali sih?” ucapnya kesal sambil terus mencoba melepaskan cincin.

Aku diam melihatnya. “ Apa aku terlihat seperti bercanda?” ucapku serius.

Ia menatapku. “ Aku akan melepaskannya nanti. Saat ini lebih baik aku memasak untukmu.” Ucapnya sambil berjalan melewatiku.

Aku mencegahnya dengan mencengkram lengannya dengan tanganku. “ Aku sungguh tak bercanda Kwon Yuri-ssi. Maukah kau memakaikan cincin ini ditanganku?” tanyaku lagi dengan lembut.

“ SeungHyun-ssi, baiklah jika itu maumu.” Ucapnya. Yang entah mengapa membuatku lega. Aku tersenyum mendengarnya.

Aku memberikannya cincin yang ku gengam sedari tadi. Yuri mengambilnya dari tanganku.

“ Aku menganggapmu sebagai teman terbaikku, maka aku akan memberikanmu banyak cinta.” Ucapnya sambil memakaikan cincin di jari manisku. Ia tersenyum manis kepadaku. Aku membalas senyumannya.

“ Gomawo.” Ucapku sambil memeluknya erat. Ia membalas pelukanku. “ Chonmaneyo TOP.”

Walau ia hanya menganggapku sekarang sebagai teman. Ku rasa itu cukup untuk langkahku untuk saat ini.

“ Lebih baik kau cepat mandi dan aku membuatkanmu sarapan.” Ucapnya dalam pelukanku.

Aku mengakhiri pelukanku. “ Ok jagi.” Ucapku sambil tersenyum padanya.

“ Dasar kau ini.” Ucapnya sambil menggelengkan kepala lalu pergi ke dapur untuk meneruskan pekerjaannya.

“ Kau sudah selesai mandi? Kalau begitu duduklah dan mari kita makan bersama.” Ucapnya riang.

Aku menuruti ucapannya. “ Ya! Apa masakanmu enak?” tanyaku yang tak yakin dengan masakannya yang enak.

“ Mwo? Sepertinya begitu..” ucapnya dengan ragu. “ Cobalah!” pintanya.

Aku mencoba sup yang ia berikan padaku. Aku terdiam sejenak. Masakannya asin sekali! Dan rasanya juga aneh.

“ Otthokhe?” tanyanya.

“ Tidak enak.” Jujurku.

“ Mwo? Jeongmal?” tanyanya dan langsung mencoba masakannya sendiri.

Ia langsung diam dan mencoba menelan masakannya sendiri. Ia menatapku dengan menyesal.

“ Mianhae, masakanku tak enak.” Ucapnya dengan penuh penyesalan.

Aku diam. “ Sudahlah makan saja, lagipula masakanmu tak buruk sekali setidaknya masih ada rasa asin.” Ucapku lalu memakan sup buatannya.

Ia telah berusaha membuatkan semua ini untukku.

“ Hentikan! Jangan dimakan! Nanti kau sakit!” ucapnya setengah berteriak.

“ Kau ini berisik sekali sih?!” omelku.

“ Ya! TOP-ssi! Ku mohon hentikan! Jangan dimakan!” pintanya.

“ Wae? Menurutku ini enak walau rasanya seperti ini.” Ucapku sambil terus memakan sup buatannya.

Ia diam lalu menatapku. “ Mianhae, aku memang bukan teman yang kau bisa andalkan.” Ucapnya tertunduk.

“ Tidak juga. Bagiku, kau adalah orang yang penting dalam hidupku.” Ucapku tanpa sadar. Entah apa maksud ucapanku sendiri.

Ia diam, menatapku. “ Gomawo, kau selalu baik padaku.”

“ Tidak juga MiYoungi~” ledekku. Ingin memecahkan suasana yang canggung ini.

“ Ya! Berhenti memanggilku Mi Youngi!” ucapnya kesal.

“ Apa peduliku MiYoungi-ssi.”

“ Huh! Kau ini selalu saja seperti itu.” Ucapnya kesal.

Aku tertawa geli melihatnya mencibir. Menurutku dia itu lucu jika seperti itu.

“ Ya! Berhenti menertawaiku seperti itu!” omelnya.

Tapi tetap saja aku tertawa geli.

Yuri berada dirumahku selama satu hari lebih. Mungkin siang ini ia akan pulang. Entah mengapa aku merasa kehilangan.

Aku menatapnya yang masih beres-beres dikamar yang ia pakai saat ini. “ Apakah kau harus pulang? Bisakah kau tinggal disini lebih lama?” pintaku berdiri di ujun pintu kamarnya.

Ia berhenti sejenak merapikan pakaiannya yang kemarin ia pakai. Ia menatapku lalu tersenyum padaku. “ Wae? Aku harus pulang TOP-ssi, kalau aku disini rasanya tak baik. Laipula aku merindukan keluargaku.”

“ Tak baik? Apa maksudmu?” tanyaku bingung.

“ Apa kata orang nanti kalau aku tinggal dirumahmu? Aku dank au tidak ada ikatan saudara sama sekali, kita hanya teman.” Ucapnya sambil kembali merapikan pakaiannnya.

Aku diam. Kau benar Yuri, kita memang tak ada ikatan apa-apa.

“ Kita akan bertemu disekolah TOP-ssi.” Ucapnya.

“ Hm.” Ucapku sambil mengangguk. “ Aku akan mengantarkanmu sampai rumah.” Ucapku lalu pergi ke lantai bawah.

~ Yuri Pov.~

TOP pergi ke lantai bawah. Aku berhenti merapikan pakaianku. Entah mengapa aku tetap ingin tinggal disini? Rasanya aku rindu sekali dengan kamar ini. Padahal aku baru pertama kali ke rumah TOP. Mungkinkah aku akan merindukan kamar ini lagi?

Aku menatap cincin yang melingkar dijari manisku. Seulas senyum tersungging diwajahku tanpa sadar.

“ Gomawo TOP-ssi, kau telah memberikanku banyak cinta.” Ucapku pada cincin yang ku anggap sebagai TOP.

Impian kecilku adalah dipakaikan cincin oleh namja yang ku sukai. Dari dulu sampai sekarang aku tak pernah pakai cincin demi mewujudkan impianku itu.

Aku lalu tersadar dari lamunanku dan bergegas ke lantai bawah untuk menemui TOP-ssi.

“ Nado saranghae Bommie.” Ucap TOP pada Bom Onnie ditelpon. Aku mendengar dan melihat TOP sedang telpon dengan yeojachingunya.

DUGHHH!!! Seperti dapat pukulan yang menyakitkan. Aku baru sadar lagi, TOP telah memiliki yeojachingu. Sepertinya aku hanya pengganggu hubungan mereka saja.

“ Andwae, hari ini kita tidak bisa bertemu Bom.” Ucapku TOP. Aku menatapnya dari lantai atas.

Lebih baik aku pulang sendiri daripada merepotkannya.

“ Mianhae. Hm… Bye.” Ucapnya lalu memutuskan sambungan.

Aku turun ke lantai bawah dan disambut dengan senyumannya TOP. “ Kau sudah siap? Baiklah, kkaja!” ucapnya sambil menarik tanganku.

“ TOP-ssi!” ucapku yang membuatnya berhenti berlari dan menarik tanganku.

“ Mwo?” tanyanya sambil membalikkan badannya.

“ Aku pulang sendiri saja.” Ucapku sambil mencoba tersenyum padanya walau terlihat kaku.

Ia diam. “ Wae?” tanyanya.

“ Ani, lebih baik aku pulang sendiri saja. Aku tak ingin Appaku menanyakan yang aneh-aneh.” Ucapku bohong.

“ Aku akan mengantarmu sampai depan taman dekat rumahmu.”

“ Ani, tidak usah. Gomawo kau telah baik padaku sejak kemarin sampai sekarang.” Ucapku sambil menundukkan kepala 30 derajat.

Ia diam menatapku.

“ Bye.” Aku berjalan mendahuluinya. (*backsound : Don’t Cry)

Entah mengapa rasanya ingin menangis. Aku berjalan dengan cepat untuk keluar dari rumahnya.

Mungkin perasaan yang tak tega kepadanyaa. Aku kelur dari rumah TOP. Aku terdiam mematung melihat jalan yang luas, indah, dan bersih ini. Banyak bunga-bunga yang bertebaran dijalanan. Aku diam melihat semua ini.

Aku.. aku tak tahu jalanan ini. Aku tak tahu ke arah mana supaya aku bisa pulang?! Oh My God! Aku diam mematung sambil memandangi rute jalanan yang ada.

Kalau begini aku tak kan bisa pulang! Apakah aku harus kembali ke rumah TOP dan menanyakan rute jalan untuk sampai ke rumahku?

Tapi … Tapi..

Aku memandang rumah TOP yang besar dan megah yang berada tepat dibelakangku.

Bagaimana ini?

Aku telpon saja ia!

Aku mencari-cari ponselku didalam tas. Tapi tidak ada! Kemarin… kemarin ada kok. Aku menaruhnya ditas!

Aduhh.. dimana ya? Pusingku sendiri.

Sepertinya aku memang harus benar-benar kembali ke rumah TOP, putusku sambil menatap rumah TOP.

Aku membuka pagar rumahnya dengan pelan dan menutupnya dengan pelan juga.

“ Nado saranghae Bom… Ne, aku baik-baik saja… Tidak, aku tidak sakit kok… Aku hanya kekurangan tidur saja… Ne, gomawo… Hm, bye yeobo.” Ucap TOP ditelpon saat aku melihatnya sedang duduk di ruang tamu membelakangiku.

Aku diam. Merasa bersalah kepadanya. Ia kurang tidur karena aku. Aku berjalan ragu untuk masuk lebih dalam ke dalam rumahnya.

TOP berdiri dari duduknya lalu membalikkan badan dan melihatku yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya.

“ Haaii..” sapaku ragu sambil tersenyum kaku.

“ Hai Yul. Ada apa kau kembali kesini?” tanyanya sambil berjalan mendekatiku.

“ Eh, ani, aku hanya ingin mengambil ponselku saja yang sepertinya tertinggal dikamar.” Ucapku sedikit kaku.

“ Oh! Masuk saja kalau begitu.” Ucapnya sambil pergi meninggalkanku.

Aku menghela napas panjang. Sikap TOP sedikit dingin kepadaku tadi, batinku.

Aku berjalan masuk ke dalam rumahnya dan mengambil ponsel yang sepertinya tertinggal dikamar. Aku mencarinya di meja ataupun tempat tidur. Tapi hasilnya nihil. Aku mulai panic.

Kemana ponselku? Sepertinya tidak ada disini juga. Batinku sambil terus mencoba mencarinya.

“ Ya! Ini ponselmu.” Ucap TOP dipintu kamar.

Aku menghela napas lega dan menghampirinya. “ Gomawo.” Ucapku lalu pergi ke lantai bawah.

“ Eh, TOP-ssi!” panggilku saat ditangga.

“ Mwo?” tanyanya sambil menatap kamar yang ku tempati kemarin.

“ Kira-kira aku berjalan kemana untuk sampai ke rumahku?” tanyaku.

“ Kau jalan terus saja lalu belok kiri saat kau menemui belokan. Kemudian kau jalan terus lagi dan kau akan sampai di jalan raya besar, lalu kau bisa naik taksi dari situ sampai ke rumahmu.” Ucapnya dengan posisi yang sama.

“ Oh, gomawo.” Ucapku sambil menunduk. Dia aneh, padahal tadi pagi ia tertawa bersamaku.

Aku berjalan menuruni tangga lagi sambil menyalakan ponselku. Tapi tak ada reaksi dari ponselku. Aku lupa! Batraiku ternyata lowbat dan aku lupa mencharge-nya.

“ Yul.” Panggil TOP.

Aku membalikkan badan. “ Ne?”

“ Ponselmu sepertinya rusak.” Ucapnya dengan posisi yang masih sama.

“ Mwo?!” tanyaku panic.

“ Semalam sepertinya terkena air hujan.”

“ Otthokkhe?”

Aku kembali berjalan menuruni tangga. “ TOP-ssi!” panggilku.

“ Hm?”

“ Apakah kau baik-baik saja?” tanyaku khawatir. Teringat percakapan tadi ditelpon.

“ Ne.” ucapnya dingin.

“ Ya! Kau ini kenapa? Kenapa kau besikap dingin sekali padaku? Apa aku telah berbuat salah padamu?”

“ Ani, gwenchanayo. Aku hanya merasa… kehilangan.” Ucapnya masih dengan posisi yang sama.

Aku menaiki anak tangga dan berjalan mendekatinya. Aku menyentuh keningnya dengan punggung tanganku. Badannya panas. Apa gara-gara aku?

“ Badanmu panas, lebih baik kau istirahat saja.” Usulku padanya.

“ Hm.” Ucapnya cuek.

“ Mianhae, gara-gara aku kau jadi sakit.” Ucapku dengan penuh rasa bersalah.

“ Ani, bukan salahmu. Aku hanya kurang istirahat saja.” Ucapnya.

“ Ya~” panggilku.

“ Hm?” ucapnya cuek.

“ Saranghae.” Ucapku padanya. Entah mengapa aku berkata seperti itu tanpa pikir. Dan baru sadar saat aku telah mengucapkannya.

TOP menatapku dengan kaget. “ Jeongmal?” tanyanya senang.

Aku mengangguk.

TOP lalu memelukku dengan erat. “ Nado saranghaeyo Yul.”ucapnya lembut ditelingaku.

Entah mengapa aku merasa senang.

~ KyuHyun Pov.~

DEG!!! Entah mengapa ulu hatiku terasa sakit tiba-tiba. Ada apa denganku? Kenapa tiba-tiba aku merasa sedih.

Aku menyentuh jantungku. Detak jantungku juga tiba-tiba melemah. Aku menatap game di komputerku.

Sepertinya aku harus melanjutkannya nanti, pikirku. Dan berjalan ke kasurku untuk menenangkan hatiku yang terasa sakit. Bukan sakit karena suatu penyakit. Tapi, melainkan sakit karena ada sesuatu yang… hm? Hilang dan pergi?

———————————– TBC ————————————————-

22 thoughts on “DON’T CRY! [ Chapter 4 ]

  1. lanjutin dong ceritanya seru nih, hehe..
    si yuri emang sakit apa ya?
    trus sleeping beauty part 6 kapan di post? penasaran soalnya…

    gumawo..

    1. Ahahahahaha gomawo ne aku bakal lanjutin kok
      Ehehehe baca kelanjutannya aja ya🙂 ehehehe
      Hari ini part 6 nya kalo part 7 hari jumat atau sabtu? Gimana?

      Ne cheonmaneyo chingu~😀

  2. iya chingu kurang pnjng,,,,,
    jngn lama” yah ng’post next part’a yah,,,,udh pnasaran tngkat prguruan tinggi nieh pngen cpet” ad kyuri moment’a,,,,he,,,,,:D

  3. ok,,,d tunggu pkko’a hri jumat atw hri sbtu’a,,he,,,,
    trus klo yg ini mw kpan lnjutin’a chingu??#he,,,mian bnyak nnya,,,:D

  4. a……………………………… knp yuri onnie
    blg saranghae sm TOP????
    wa…….. yuri onnie, hiks.. hiks…
    onnie ini kyuri kan?😥
    aduh TOP gmn dgn bom onnie? nasib hub kalian gmn?
    onnie next chapnya cepetan diupdate ya!!!
    ga sabar nungguin kelanjutannya kyk gmn nnt

  5. Author, maaf baru comment baru nemu blog ini.
    Aku itu pecinta KyuRi loh, tp kali ini sama TOP boleh juga yg penting yuri bahagiaaa hahaa
    Cepet teruskan author penasatan😀

  6. Anneyong Unn !

    Aku udah baca part 1,2,3,4 jadi aku komen disini aja ya ^^

    Daebak Unn ff nya walaupun banyak yg diulang2 ^^v tapi keren kok!

    Mian ya Unn, aku baru baca.

  7. Kenapa tuh dengan kyuhyun oppa?
    Terus yuri suka sma TOP ? #penasaran
    lanjutnya jangan2 lama2 #maksa

    O’ya sleeping beuty part 10 nya di post donkk….

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s