THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 3 ]


THE 4th FLOWER BOYS!

 

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Lee EunHyuk

Lee DongHae

Support Cast : SNSD and SuJu

PG : +17 and BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : They all belong to God. I just write it. I love KyuRi Couple not SeoKyu or other ^^ Sorry. This is PURE my OWN and MINE. So please, DON’T BE A PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS ok?🙂

 

“ Seberusaha apapun aku menjauh darimu, maka semua akan kembali ke titik awal. Dimana kita bertemu.” –Kwon Yura.


“ Yuri-ya! Lihatlah! Lihat! Sunbae itu! Itu!” ucap SeoHyun setengah histeris saat di koridor depan kelas. Aku melihatnya tanpa ekspresi sama sekali.

 

Ya ampun, haruskah berteriak histeris seperti ini saat melihat seseorang? Aku mengikuti arah jari telunjuknya untuk mengetahui orang yang dimaksud olehnya. Seorang laki-laki, tidak, bukan! Empat orang laki-laki tengah berjalan ditengah koridor sekolah yang disambut oleh suara riuh para wanita disekolah ini. Mereka dengan santainya berjalan ditengah-tengah lautan gadis-gadis yang berebut untuk dekat mereka, sekedar bertegur sapa sekalipun adalah suatu hal kesempatan yang sulit.

 

“ Kyaaa!! Tidakkah ia tampan? Sunbae itu!” ucapnya lagi. Kali ini lebih sedikit histeris daripada tadi. Aku menatapnya tanpa ekspresi lagi. Apa? Tampan? Siapa?

 

“ Ya! Kwon Yuri! Kenapa kau hanya diam saja? Tidakkah mereka berempat itu sangatlah tampan? Kyaaa!!! Aku bahagia sekali melihat mereka!!” ucapnya lagi. Aku menghela napas panjang.

 

Yah, aku akui mereka memang tampan. Tapi… tidak juga, kecuali… laki-laki berambut hitam dan pendek, yang memiliki postur tubuh paling tinggi diantara mereka.

 

“ Ya!” panggil SeoHyun sembari menyikut siku-ku. Aku menatapnya dengan menautkan ke dua alisku dan menatapnya dengan tatapan ‘ada apa lagi?’.

 

“ Kenapa? Apa kau juga menyukai salah satu di antara mereka?” tanyanya dengan jahil.

 

Aku menggeleng pelan lalu menatapnya serius. “ Tidak tahu, tapi mungkin… Siapa yang tau nantinya akan bagaimana?”

 

SeoHyun tertawa kecil sembari menatapku dengan mengejek. Aku menghela napas panjang. Ada apa lagi dengannya?

 

“ Yah, kau benar, cinta siapa yang bisa menebaknya?” ucapnya dengan nada yang masih sama –jahil- sembari terkekeh sendiri.

 

Aku tertawa sinis mendengar ucapannya barusan. Apa? Cinta? Ah! Persetan dengan kata cinta itu semua! Karena kenyataannya adalah itu semua hanyalah sebuah kebohongan belaka, tanpa ada yang tahu kebenarannya. Siapa yang tahu kebenarannya?

 

“ Kenapa? Ya! Jangan bertingkah menakutkan seperti itu! Membuatku bergidik merinding saja di dekatmu!” ucap SeoHyun sambil menatapku dengan tajam dan menyelidik.

 

Aku terkekeh sendiri melihat sikapnya yang berlebihan itu. “ Tidak, tidak apa-apa.” Jelasku sembari senyum-senyum sendiri dan menempelkan dagu pada pegangan besi (?) dinding.

 

“ Yuri-ya.” Panggilnya serius. Aku mendongakkan wajahku lalu menatapnya.

 

“ Aku menyukai sunbae itu, KyuHyun sunbae.” Ucapnya sambil menatap lurus pada orang yang dimaksudnya. Aku mengikuti arah ke dua matanya yang ia tuju. Laki-laki berambut hitam dan sedikit berambut gelombang, berwajahkan putih tirus, dan memiliki postur tubuh yang mendekati sempurna.

 

“ Dia?” tanyaku, sedikit shock mengetahui kebenarannya.

 

Ia menatapku serius dan yakin lalu menganggukkan kepala. “ Ya, dia.” Jawabnya yakin. Aku diam. Tidak tahu harus menanggapinya apa? Aku membalikkan tubuhku kembali. Menatap lurus ke arah sunbae yang saat ini disukai oleh sahabatku, Seo Jo Hyun.

 

Aneh? Entah mengapa terasa sangat aneh dengan diriku… seakan-akan terjadi sesuatu diluar keinginanku…

 

***

 

Air mataku keluar begitu saja disudut mataku. Potongan-potongan memori tentang satu tahun lebih  yang lalu, terputar kembali dikepalaku dengan baik. Bahkan, yang saat ini aku tengah tertidurpun, bayang-bayang memori itu terputar.

***

Aku melangkahkan kakiku saat hendak menuruni tangga dengan pikiran yang melayang. Aku memijit beberapa huruf di display ponselku dengan serius tanpa memperhatikan anak tangga yang saat ini tengah ku pijak.

 

From : SeoHyun

 

Hahahaha… Apakah kau sudah bertemu dengan Siwon-sunbae?

Ku rasa ia sedang mencarimu saat ini. ^^

 

Mataku membulat, napasku memburu, lalu kemudian terkekeh sendiri membaca pesan singkat darinya.

 

To : SeoHyun

 

Kekeke… ^^ Benarkah? Untuk apa ia mencariku? Beritahu padanya bahwa aku selalu berada dihatinya ^^

Hahahhahahhaha….😀

 

Aku tak sengaja melangkahkan kakiku pada anak tangga yang licin. Keseimbanganku goyah saat itu juga dan tubuhku berputar 180 derajat. Sedangkan tanganku sibuk mencari alih-alih bantuan untuk menahan diri. Seorang laki-laki yang berdiri dibelakangku tanpa sengaja ku tarik kerah bajunya dan membuatnya ikut terjatuh bersamaku.

 

Aku memenjamkan ke dua mataku dengan erat untuk mengurangi rasa sakit. Sial! Kepalaku pasti jatuh lebih dulu! Bisa bahaya jika kepalaku jatuh lebih dulu! Aku bisa saja mati! Argh! Bodoh!

 

BRUKKK!!!

 

Ada sesuatu yang mendarat dibibirku… begitu lembut dan menghangatkan… Tubuhku terjatuh dilantai tanpa rasa sakit. Aku mengernyitkan keningku dan perlahan-lahan membuka ke dua mataku.

 

Mataku membulat kaget, napasku tercekat, jantungku berdetak lebih dari batas normal, dan tubuhku membeku.

 

Cho KyuHyun-sunbae, saat ini tengah memelukku dengan erat dan sangat posesif, sedang berada dibawahku. Bibirnya melumat bibirku dengan lembut. Ia memenjamkan matanya dengan dalam. Wajahnya mengisyaratkan ketenangan mendalam yang sangat menyenangkan, dan ke dua tangannya melingkari tubuhku dengan sangat posesif.

 

Apa… apa yang saat ini kami lakukan…?

 

Aku mendorong tubuhku untuk menjauh darinya dengan sekali gerakan cepat, membuat ciuman singkat diantara kami berhenti. Ia membuka ke dua matanya, dan menatapku dengan tajam dan merendahkan.

 

“ Sunbae!” seruku setengah berteriak padanya, aku masih shock dan kaget atas kejadian yang baru saja terjadi.

 

Ia tertawa sinis padaku. Aku bangkit dari tubuhnya yang sempat aku tindih dengan terburu-buru dan rasa malu yang sangat mendalam. Sial! Pipiku pasti saat ini tengah memerah seperti tomat rebus!

 

“ Genit!” ucapnya sinis saat ia telah bangun kemudian duduk dihadapanku. Aku menahan napas. Rasa sesak mulai menghinggapiku.

 

“ Ma-maaf, sunbae, aku tak bermaksud seperti itu… hanya saja…” jelasku gugup dengan kepala tertunduk ke bawah dan intonasi nada suara yang tak karuan. Aku mengepalkan tangaku.

 

“ Hanya saja… kau sengaja melakukan itu agar kau bisa mencium bibirku, huh?” tanyanya sinis dan dingin.

 

Ya Tuhan, apa-apaan orang ini? Bukankah ia yang menciumku lebih dulu?

 

“ Ti-tidak! Bukan seperti itu…” ucapku mencoba menjelaskannya tetapi tetap saja tidak bisa. Lidahku terasa kelu untuk menjelaskan padanya yang sebenarnya dan diriku terasa aneh. Ada apa denganku?

 

“ Cih! Dasar wanita genit! Seenaknya saja mengambil ciuman pertamaku!” makinya kesal padaku. Aku menatapnya dengan kaget.

 

Ciuman pertama? Ciuman pertama katanya?

 

Hei! Itu juga ciuman pertamaku! Kau yang telah mengambilnya! Bukan aku!

 

“ Cih! Kau pasti sudah pernah menodai bibirmu itu dengan pria lain! Cih! Aku tak mau dicium wanita murahan sepertimu!” makinya lagi.

 

“ Sun-bae! Kau yang merebutnya! Bukan aku!” bantahku tak terima atas tuduhan yang ia berikan.

 

“ A-apa? Merebut apa? Aku? Dari mu? Memangnya aku merebut apa?” tanyanya tak terima.

 

“ Kau! Kau.. merebut.. ciuman.. pertamaku…” ucapku ragu dan pelan dengan wajah seperti kepiting rebus. Aku melihat matanya membulat kaget dan mulutnya sedikit terbuka.

 

Ada apa dengannya?

 

Sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi lebih kejam dari biasanya. Senyum sinis diwajahnya tersungging dengan manis. 

 

Kenapa dia?

 

Wajahnya mendekati wajahku dengan senyum licik miliknya.

 

Ya Tuhan, ingin apa dia?

 

“ Kalau begitu….” Ucapnya pelan, nyaris tak terdengar. Ia memenjamkan ke dua matanya, kemudian… bibirnya mendarat dibibirku dan melumatnya dengan lembut, terlalu lembut malah.

 

Aku diam, tidak tahu apa yang harus ku lakukan saa ini? Hanya ingin menikmati ciuman ini. Ciuman lembut ini. Tak lebih.

 

Untuk beberapa saat, aku telah melupakannya. Melupakan sesuatu yang penting. Melupakan perasaan seseorang yang aku sayangi, yang menyukai laki-laki ini.

 

Aku tidak tahu rasanya… bahwa jatuh cinta padanya

 

Adalah…

 

Sesuatu yang lembut dan menyenangkan.

 

Seperti ciuman ini… lembut. Sangat lembut.

 

“ … kita seri.” Lanjutnya kemudian saat menyudahi ciumannya dengan senyum maut miliknya. Aku diam  tak bergerak  sedikitpun. Terlalu shock dan bingung pada apa yang baru saja terjadi.

 

KyuHyun-sunbae bangkit dari duduknya kemudian berjalan pergi dengan langkah kaki yang ringan.

 

Seri katanya?

***

 

Selama beberapa waktu, kami secara tidak sengaja saling bertemu, bertatap mata satu sama lain dengan tidak sengaja. Walau tatapan ini tidak sengaja, tapi tetap saja jantungku selalu berdetak tidak normal dari yang biasanya.

 

Berbeda saat aku berada di dekat Siwon-sunbae yang notebanenya saat ini tengah aku sukai, bahkan saat berada didekatnya saja tidak pernah berdetak seperti saat aku bertemu secara tidak sengaja atau tatapan langsung dengan KyuHyun-sunbae.

 

Tetapi, aku tidak mungkin jatuh cinta padanya hanya karena insiden kecil itu. Yah, aku tahu, itu bukanlah insiden kecil. Bagiku adalah insiden besar dan sangat berarti. Tetapi, apakah itu besar apabila aku telah menusuk sahabatku dari belakang?

 

Tentu tidak.

 

Perasaan ini, pasti hanya sesaat. Tidak akan tinggal lama dihati, hanya sebentar. Yah, hanya sebentar.

 

Tidak lebih.

 

***

 

Aku menatap halaman sekolah lewat jendela kelasku. Aku menyenderkan tubuhku pada dinding kelas dan menerawang jauh ke luar jendela. Matahari sore hari sangatlah cantik. Aku tersenyum kecil melihat pemadangan ini.

 

Rasa kantuk mulai merasuki tubuhku yang kini tengah lelah. Lelah tersakiti secara tidak langsung. Melihat seseorang yang entah sejak kapan kita sukai bersama sahabat kita sendiri tertawa bersama dan dekat, tidakkah itu pemandangan yang sangat menyakitkan? Terlebih, entah sejak kapan aku menyukainya, tidakkah merasa iri?

 

Aku menutup mataku perlahan-lahan. Rasa lelah mendorongku untuk istirahat sejenak. Dan akupun tertidur tanpa sadar.

 

Entah sejak kapan aku mulai merasa ada sesuatu yang mendarat dibibirku, melumatnya dengan lembut dan tak ingin menyakitiku sedikitpun.

 

Bibirku terasa tak asing dengan bibir dan ciuman ini. Seperti mengenalnya dengan baik dan menantikan saat-saat ini datang kembali. Tapi, apakah aku benar mengenalnya?

 

Mengenal ciuman ini selain ciuman dengan…. KyuHyun-sunbae?

 

Ah! Tidak mungkin! Saat ini pasti aku tengah bermimpi.  Lagipula insiden itu sudah 3 minggu yang lalu, mana mungkin aku mengingatnya?

 

Bulir-bulir lembut mengalir disudut mataku. Ah mungkin aku bermimpi lagi? Tidak mungkin saat ini aku tengah menangis?

 

Tidak mungkin, Kwon Yuri, tidak mungkin. Semua ini pasti hanya ilusi-mu saja.

 

Benda yang mendarat dibibirku terlepas begitu saja.Kemudian terdengar suara langkah kaki panjang olehku.

 

DUUKKK!!!

 

Aku terlonjak kaget dan bangun dari tidurku dengan bingung dan menatap sekelilingku dengan setengah sadar.

 

Ada apa?

 

Aku merasakan ada sesuatu yang basah diwajahku. Aku menghapusnya dengan kasar. Untuk beberapa saat aku terdiam kaget dan bingung.

 

Jadi, benarkah aku tengah menangis tadi? Ba-bagaimana mungkin?

 

Aku beralih menyentuh bibirku. Basah. Dan ciuman tadi masih sangat terasa dibibirku, seakan ciuman itu baru saja terjadi sedetik yang lalu.

 

Aku melangkahkan kaki-ku dengan terburu-buru. Mencari seseorang. Seseorang yang saat ini ingin ku temui.

 

Tapi… tak ada.

 

Apakah aku tadi bermimpi? Apakah ciuman itu hanya mimpi?

 

Tapi, kenapa terasa sangat nyata sekali?

 

***

 

Aku melambaikan tanganku dan tersenyum pada SeoHyun yang saat ini masih berlatih vocal. Aku lalu membalikkan tubuhku dan beranjak pergi dari ruang latihan khusus vocal ini.

Aku melangkahkan kaki-ku dengan gontai. Masih terlalu terkejut dengan kejadian hari ini. Ya Tuhan, tadi itu apa?

 

Hari sudah semakin sore dan matahari perlahan-lahan terbenam. Aku menghela napas dalam.

 

Entah sejak kapan perasaan rindu ini sangat menggangguku.

 

KyuHyun-sunbae?

 

Tsk! Tidakkah lucu jika aku jatuh cinta padanya?

 

Bukankah dulu… aku membencinya?

 

Tapi, kenapa sekarang…

 

Ah! Bodoh! Apa yang sedang kau pikirkan, Kwon Yuri! Tidak boleh! Tidak boleh! Kau tidak boleh menyakiti hati SeoHyun! Dia itu temanmu! Kau ingat? Temanmu!

 

Aku menuruni tangga dengan malas. Pikiranku sedang tak fokus saat ini. Pikiranku melayang, melayang jauh dari yang semula ku inginkan dan ku harapkan.

 

Kenapa ini bisa terjadi padaku?

 

Aku terkejut kaget saat ada seseorang menempeli leherku dengan minuman kaleng hangat. Aku menoleh ke belakang dan mendapati KyuHyun-sunbae sedang mengulurkan tangannya, menawarkan minuman kaleng darinya.

 

“ Untukmu, ambillah.” Pintanya lembut.

 

Aku terdiam, masih terlalu shock menerima ini semua.

 

Ia lalu memaksaku menerima pemberiannya. “ Minumlah, selagi hangat. Ku rasa minuman itu bisa membuatmu sedikit lebih bertenaga dan bersemangat lagi.” ucapnya dengan sebuah senyuman lembut yang tersungging diwajahnya.

 

Aku terdiam lagi.

 

“ Cepatlah pulang sebelum hari semakin gelap. Dan satu lagi, selalu-lah bersemangat setiap harinya!” ucapnya lembut dengan sebuah senyuman diwajahnya. Ia lalu pergi lebih dulu dariku.

 

Aku diam menatap punggungnya yang semakin menjauh.

 

Tidak, tidak boleh. Ini tidak boleh terjadi.

 

***

 

Sudah seminggu lebih aku berusaha menghindar darinya. Dimulai dari bayang-bayang dirinya, berusaha tidak menatapnya, menjaga jarak dengannya, dan berhenti berpikir yang tidak-tidak tentang segala hal yang berhubungan dengannya. Bahkan aku sengaja datang lebih pagi atau terlambat untuk pergi sekolah. Kenapa? Untuk menghindari ke empat laki-laki itu. Tidak, lebih tepatnya satu orang laki-laki yang selalu menggangguku. Pulangnya, aku lebih memilih pulang belakangan dari murid-murid lainnya. Kenapa? Karena aku sengaja untuk tidak bertemu dengannya. Dan satu lagi, aku jarang keluar kelas saat-saat ini. Dan aku yakin kalian tahu alasannya.

 

Seperti saat ini, menghindarinya lagi.

 

“ Yuri-ya, ayo temani aku.” Pinta SooYoung salah satu teman sekelasku. Aku tersenyum ramah padanya. Sudah lewat 10 menit ia merayuku seperti ini.

 

“ Tidak, maaf.” Tolakku halus.

 

“ Kenapa? Ayolah, jebal, temani aku! Kau ingin melihatku mati kelaparan?” rengeknya padaku. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya.

 

“ Tidak, tapi maaf, sungguh. Aku tidak ingin pergi kemana-mana saat ini. Maaf ya.” Jelasku lembut padanya. Ia menatapku dengan tatapan ‘tolong-kasahini-aku’. Aku tertawa geli melihatnya seperti itu.

 

“ Ya!” protesnya.

 

“ Maaf, maaf. Sudah sana, pergi saja sendiri. Kalau kau mau, ajak yang lainnya saja.” usulku padanya.

 

Ia menatapku datar tanpa ekspresi, membuatku semakin tertawa geli melihat wajahnya seperti itu.

***

 

“ Siwon-sunbae?” panggilku sedikit terkejut karena ia memintaku untuk datang menemuinya ditaman sekolah. Ada apa?

 

Siwon-sunbae memasang senyum manisnya padaku saat aku datang menemuinya. Aku tersenyum ramah untuk membalas senyumannya. “ Yuri-ssi.” Panggilnya kemudian.

 

“ Ye?”

 

“ Duduklah dulu, silahkan.” Ucapnya sembari menarikkan kursi untukku. Aku mengangguk kecil menurutinya. Saat ini kami berada diruang pribadi Siwon-sunbae. Taman yang luas disekolah yang ditumbuhi tanaman-tanaman hijau yang menyegarkan jiwa raga. Taman atau ruang khusus ini hanya memiliki satu ruang teduh yaiu terletak  dipusat  taman ini, milik Siwon-sunbae, jadi disini tidak ada yang boleh lewat ataupun datang, jika salah seorang murid melanggarnya maka akan diberikan hukuman yang cukup berat. Walaupun ia terkenal dengan kebaikan hatinya, tetapi ia tidak suka jika diganggu dengan sesuatu hal yang menyangkut dirinya. Termasuk ruangan ini, adalah kepribadiannya. Bersih, rapih, apik, dan sangat… memesona.

 

“ Sunbae, ada apa memanggilku?”

 

“ Tidak ada hal yang penting, hanya saja aku ingin kau membantuku.” Ucapnya sambil menatapku tajam.

 

“ Hm, apa?”

 

“ Belum saatnya, nanti saja. Aku pasti akan memberitahumu. Apakah kau bersedia?” tanyanya dengan berharap.

 

Aku menatapnya lurus. Lalu menganggukkan kepalaku pelan dan ragu sebagai jawabannya. “ Asal tidak ada sesuatu yang buruk terjadi dan itu tidak melanggar hukum, aku bersedia.” Tambahku.

 

Seulas senyuman puas tersungging diwajah tampannya. “ Terima kasih.”

 

***

Aku keluar dari taman melalui pintu pagar bercat putih yang terletak disudut taman. Aku membalikkan tubuhku dan mendapati tiga orang laki-laki sedang berdiri dihadapanku dengan tatapan tak suka. Tidak, hanya satu orang yang menatapku seperti itu, yaitu laki-laki ini. Laki-laki yang saat ini berdiri dihadapanku dengan tatapan sinis dan dinginnya.

 

“ Sedang apa kau disini?” tanyanya dingin.

 

Aku menghela napas pelan. “ Tidak, tidak ada apa-apa.” Jawabku.

 

“ Kau tahu peraturannyakan?” tanyanya sinis.

 

Aku mengangguk pelan. “ Ya, tentu saja.”

 

“ Lalu, kenapa kau disini?” tanyanya lagi dengan nada yang masih sama.

 

“ Aku, aku hanya ingin menemui Siwon-sunbae. Itu saja.” jelasku sedikit merasa ketakutan.

 

Ia tertawa sinis kemudian mencondongkan tubuhnya kepadaku. “ Dengar ya gadis genit, mungkin aku tak akan sungkan lagi jika aku menyentuhmu!” ucapnya pelan dan sinis tepat ditelingaku. Aku memenjamkan mataku dengan erat. Ya Tuhan, aku takut.

 

“ Maaf sunbae, aku pergi dulu.” Ucapku dengan terburu-buru kemudian pergi berlari lebih dahulu sebelum mereka, tidak, maksudku sunbae itu melakukan hal yang lebih membahayakan lagi.

 

Aku… tidak boleh goyah… tidak, tidak boleh…

***

 

“ SeoHyun-ie, tidakkah ini lucu?” tanyaku padanya saat kami sedang berada disalah satu department store. Aku ingin mencari boneka, tidak lebih tepatnya, melihat-lihat. Mataku membulat senang saat melihat boneka teddy bear berbulu putih yang lebat dan halus. Dibawahnya ada tulisan, “ bisa berbicara”.

 

“ Ya, boneka teddy itu memang lucu, Yuri-ya! Kau beli yang ini saja, bagaimana?” ucapnya sambil menyentuh dan membolak-balikkan boneka teddy bear yang saat ini tengah aku pegang. Aku lalu melihat harganya yang terpampang jelas. 8,25 won.

 

Mataku membulat kaget. Apa? Mahal sekali!

 

“ Kenapa?” tanya SeoHyun menyadarkanku.

 

Aku menatapnya. “ Ti-tidak, err, SeoHyun-ah, kita cari yang lainnya saja. Ku rasa, boneka ini kurang lucu.”  Ucapku lalu menaruh boneka itu dan mendorong tubuh SeoHyun ketempat yang lain.

 

“ Kau yakin?” tanyanya.

 

Aku mengangguk ragu. Lalu pergi meninggalkan tempat ini.

 

Ah, aku menginginkan boneka itu!

***

 

Keesokannya, ketika aku datang, sebuah boneka yang tak asing bagiku duduk diatas mejaku dengan manis. Aku mendekatinya sembari mengernyitkan keningku dengan bingung. Milik siapa ini?

 

Tanpa sengaja aku menekan sebuah tombol yang terletak dipunggung boneka itu.

 

“ Untuk Kwon Yuri temanku, dari teman baikmu.” Ucap boneka itu tiba-tiba, membuatku sedikit kaget dan terkejut.

 

A-apa? Teman baikku?

 

“ Ya!” panggil seseorang dibelakangku sambil menepuk bahuku pelan. Aku menatapnya tak percaya. Ia tersenyum lembut padaku.

“ Apa kau menyukainya?” tanyanya dengan gembira.

 

Aku mengangguk pelan dengan perasaan yang masih bingung.

 

“ Syukurlah, aku tahu, kau menyukai boneka itu. Jadi, aku belikan saja untukmu.” Jelasnya dengan senyum ramah diwajahnya.

 

“ A-aku tidak tahu harus bagaimana, tapi ku ucapkan terimakasih banyak padamu, SeoHyun-ie.” Ucapku terharu. Mataku terasa basah saat ini.

 

“ Ya! Kau ini bicara apa? Aku ini kan temanmu!” ucapnya lalu aku memeluknya.

 

***

 

Aku melangkahkan kakiku dengan berat. Jika boleh lari, maka aku akan berlari. Tapi masalahnya adalah dua orang laki-laki yang berbadan besar dan kuat dibelakangku. Siapa lagi jika bukan pengawal sunbae menyebalkan itu?

 

Sebuah pintu terbuka, mereka berdua –pengawal-pengawal itu- mendorong tubuhku pelan untuk masuk ke dalam sebuah ruang yang asing bagiku. Sebuah ruaangan yang sangat megah dan mewah yang terletak dibagian Utara sekolahku. Ruangan ini, khusus miliknya, milik KyuHyun-sunbae.

 

Aku masuk dengan langkah berat. Seorang laki-laki duduk dikursi sambil menyesap kopi dan ditemani dua orang pembantu wanita yang masih sangat muda -hanya berbeda umur di atasku- dibelakangnya. Ia menatapku tajam. Aku menelan ludahku sendiri. Sial! Ingin apa dia?

 

Ia menjentikan jarinya, kemudian ke dua pembantu itu membungkuk seraya pergi meninggalkan kami. Apakah itu sebuah kode?

 

“ Kau boleh duduk.” Ucapnya dengan dingin. Aku menghela napas pelan. Tsk! Sunbae ini, apa tidak memiliki rasa sopan santun sama sekali.

 

Aku menurutinya. “ Sunbae, ada apa kau memanggilku?” tanyaku to the point padanya.

 

“ Bukan apa-apa.” Jawabnya singkat. Seulas senyum puas tersungging diwajahnya. Sial!

 

“ Kalau begitu, maaf, aku permisi dulu.” Ucapku sedikit merasa kesal. Lalu bangkit dari dudukku. Untuk apa berlama-lama tinggal disini? Hanya membuang-buang waktu saja. Terlebih… ia bisa saja menggoyahkan hatiku lagi. Dan aku tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

 

“ Apakah harus pergi secepat ini?” tanyanya yang mencegahku. Aku membalikkan tubuhku lalu menatapnya dengan tatapan bingung.

 

“ Apakah setelah ini kau akan pergi ketempat Siwon?” tanyanya dengan dingin dan menyelidik.

 

Aku mengernyitkan keningku. Pergi ke tempat Siwon-sunbae? Untuk apa?

 

“ Sebenarnya, ada hubungan apa kau dengannya?” tanyanya dengan nada yang sama.

 

Apa? Kenapa ia menuduhku yang tidak-tidak?

 

“ Sun-sunbae, a-aku tidak tahu apa yang kau katakan?” tanyaku padanya dengan bingung.

 

“ Jangan pergi.” Ucapnya kemudian yang membuatku semakin tak mengerti.

 

“ Huh?”

 

“Jangan pergi…” ucapnya dengan napas yang memburu.

 

Ada apa dengannya?

 

“ Sun-bae, tapi aku…”

 

“ Ku bilang jangan pergi!” ucapnya setengah berteriak. Lalu berjalan mendekatiku dengan langkah kaki yang panjang. Aku melangkah mundur.

 

A-aku takut. I-ingin apa dia?

 

Aku kembali melangkah mundur, berusaha menjauh atau setidaknya menciptakan jarak yang cukup besar antara aku dan dia. Tapi… sepertinya sia-sia. Ia mencengkram ke dua bahuku dengan erat hingga menimbulkan rasa sakit dan menatapku dengan tajam.

 

“ Ku bilang, kau jangan pergi! Jangan pergi! Apa kau tidak mengerti?!” ucapnya setengah berteriak padaku, rahangnya mengeras, dan wajahnya mengisyaratkan kemarahan yang amat besar. Aku menatapnya dengan tak percaya dan ketakutan. Mataku basah, bibirku sedikit terbuka, dan tubuhku bergetar hebat.

 

A-aku tak menyangka… bahwa ia bisa sangat menakutkan seperti ini…

 

“ Apa kau mengerti? Jawab aku, Kwon Yuri!!” ucapnya setengah berteriak sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

 

Ya Tuhan, sa-sakit…

 

“ Sun-sunbae… kau membuatku takut..” jawabku lemah. Ia menatapku tak percaya. Cengkraman tangannya melemah, dan kemudian ia melepaskan tangannya dari bahuku. Ia diam seribu bahasa, wajahnya tak lagi menampakkan kemarahan tetapi menampakkan rasa… bersalah yang dalam.

 

Aku diam, tubuhku masih bergetar ketakutan. Aku takut. Sangat takut pada pria ini. Kemudian aku berlari keluar dari  ruangan pribadinya tanpa pikir panjang. Ke dua pengawal yang mengawaliku tadi, melihatku dengan terkejut saat aku berlari keluar. Lalu mereka mengejarku dengan langkah kaki panjang. Tetapi, langsung berhenti karena sebuah teriakan amarah yang dapat ku dengar dengan jelas.

 

“ LEPASKAN DIA!!”

 

Aku menghapus air mataku yang keluar begitu saja tanpa ku minta.

 

Sakit, sangat sakit. Disini, di dadaku. Rasanya seperti ditusuk-tusuk seribu jarum tanpa ampun. Ya Tuhan…

 

***

 

“ Yuri-ya! Lihat! Sunbae itu!” ucapnya histeris. Aku menatapnya tanpa ekspresi lalu mengikuti arah tatapan mata SeoHyun pada seorang laki-laki yang bertubuh tegap dan tinggi, berambut coklat kehitaman, dan membawa gitar yang dilapisi sarung gitar dibahunya.

 

“ Ada apa dengannya?” tanyaku datar.

 

“ Tidakkah ia tampan? Lebih tampan dari KyuHyun-sunbae?” tanyanya dengan senyuman diwajahnya.

 

Aku menghela napas dalam saat ia menyebut-nyebut sunbae menyebalkan itu. Sudah berapa lama aku menghindarinya? Tak bertemu dengannya? 3 minggukah? Atau 1 bulan? Entahlah, mungkin sudah 1 bulan aku dan dia tidak saling bertemu. Aku melakukan itu semua secara sengaja, karena aku… masih trauma pada kejadian itu. Kejadian diruangnya itu.

 

Tidakkah menakutkan?

 

“ Yuri-ya? Ada apa denganmu?” tanya SeoHyun yang membuyarkan lamunanku. Aku menatapnya sambil memaksakan sebuah senyuman diwajahku.

 

“ Tidak, tidak apa-apa.” Jawabku pelan dan tidak bersemangat.

 

“ Ya! Apa kau sedang ada masalah? Cerita saja padaku, aku akan mendengarkannya.” Tawarnya.

 

Aku menggeleng pelan. “ Tidak, tidak apa-apa.”

 

“ Ya! Aku sudah mengenalmu hampir satu tahun! Ayolah, kau bukan tipe orang yang pintar menyembunyikan rahasiamu.” Desaknya.

 

Aku menghela napas dalam sambil memenjamkan ke dua mataku. SeoHyun-ah, jika aku mengatakannya, apakah kau tetap ingin menjadi temanku?

 

“ Bicaralah, aku akan mendengarkannya.” Desaknya lagi dengan lembut. Aku tersenyum kecil.

 

“ Jika aku mengatakannya, apa kau tetap ingin menjadi temanku?” tanyaku sambil menatapnya lurus.

 

“ Tentu saja.” jawabnya yakin. Aku menatapnya lurus dan menyelidik, mencari suatu kebohongan yang sedang ia buat. “ Err, memangnya kau ingin menceritakan apa?” lanjutnya.

 

Aku menatap langit sore yang secara perlahan-lahan berubah menjadi langit malam.

 

“ Yuri-ya?” panggilnya lembut.

 

“ SeoHyun-ah, aku..” aku menghela napas dalam. Ini kah saatnya untuk memberitahu kebenaran padanya?

 

“ Ya, kau kenapa?” desaknya saat setelah beberapa saat aku tak juga melanjutkan ucapanku.

 

Aku menghela napas dalam, mataku terasa basah. “ Aku menyukai KyuHyun-sunbae.” Ucapku berterus-terang padanya. Aku menatap lurus padanya, menunggu reaksi yang akan keluar darinya. Aku tahu, ia pasti akan marah sekali padaku. Tapi, aku akan terima resikonya itu. Karena perasaan ini semakin mendesakku.

 

“ A-apa?” tanyanya sedikit kaget dan tak percaya. Matanya membulat kaget.

 

Aku menghela napas dalam.

 

“ Aku jatuh cinta pada KyuHyun-sunbae.” Ulangku sekali lagi dengan berat hati.

 

“ Benarkah? Ya! Kenapa kau tidak berterus terang saja padaku? Hahahahaha… sejak kapan kau jatuh cinta padanya?” ucapnya sembari menepuk-nepuk bahuku dengan pelan.

 

Aku mengernyitkan keningku. Ia.. tidak marah?

 

“ Ya! Kenapa diam saja? Ayolah, lanjutkan ceritamu!” ucapnya dengan ceria.

 

 “ Err, mungkin sudah dua bulan yang lalu. A-aku tidak tahu lebih tepatnya kapan?” jelasku.

 

“ Ya! Kenapa kau tidak bilang saja yang sejujurnya padaku? Aku… aku sudah tidak menyukainya lagi. A-aku menyukai pria lain.” Jelasnya dengan sebuah senyuman yang tersungging diwajahnya.

 

“ Benarkah?” tanyaku sekali lagi dengan terkejut. Lebih tepatnya, aku merasa shock. Ia menyukai pria lain? Kenapa cepat sekali.

 

Ia mengangguk semangat untuk meyakinkanku.

 

“ Siapa?” tanyaku dengan penasaran.

 

Ia menunjukkan dagunya untuk memberitahuku. Laki-laki tadi, yang ia teriaki histeris itu.

 

“ Tidakkah ia tampan?” tanyanya dengan jahil. Aku tertawa pelan dan mengangguk mengiyakan.

 

Yah, dia memang tampan. Tetapi, lebih tampanan KyuHyun-sunbae. Mataku terasa basah kembali. Sekelebat perasaan menyesakkan menghinggapiku.

 

Sial! Aku baru tahu, bahwa aku merindukan sunbae menyebalkan itu!

 

“ Tetapi, SeoHyun-ah, aku tidak tahu, apakah bisa bertahan dengan cintaku ini? Karena…” ucapanku terpotong karena disela SeoHyun.

 

“ Yuri-ya.” Panggil SeoHyun lembut. Aku menatapnya. Ke dua mata SeoHyun menerawang jauh. “ Aku berharap kau dan KyuHyun-sunbae akan bahagia.” Ucapnya pelan. Aku dapat melihat, matanya saat ini tengah basah dan hampir memerah.

 

“ SeoHyun-ah, apakah kau benar-benar baik-baik saja?” tanyaku khawatir. Ia menatapku dengan lembut.

 

“ Tentu saja aku baik-baik saja. Because you’re my best friend, Yuri-ya. Kau jangan khawatir, aku tidak akan terluka dan marah padamu. Karena kau adalah temanku, maka segala yang ku punya dan miliki, akan ku berikan semuanya padamu. Termasuk semua laki-laki yang ku sukai, aku rela memberikannya padamu.” Ucapnya sambil menatap lurus padaku.

 

Lihat? Tidakkah dirimu jahat, Kwon Yuri?

 

“ SeoHyun-ie, maaf.” Ucapku dengan penuh penyesalan.

 

“ Maaf? Untuk apa?” tanyanya.

 

“ Maaf, telah menyukai laki-laki yang kau sukai. Maaf, telah membuatmu merasa kecewa padaku. Aku tahu, seharusnya tidak begini jadinya. Tapi, sungguh, aku tidak bermaksud menusukmu dari belakang. Maaf, maaf, maafkan aku.” Ucapku dengan sangat menyesal. Bulir-bulir lembut mengalir begitu saja diwajahku.

 

Ia menepuk-nepuk bahuku dengan pelan. “ Tidak, tidak apa-apa.” Ucapnya pelan sembari tersenyum. “ Sudahlah, jangan menangis seperti itu. Kau jelek tahu! Tersenyumlah dengan bahagia. Dan sambut cintamu dengan suka-duka cita.” Ucapnya bijak. Aku lalu tertawa pelan mendengar ucapannya barusan.

 

Sekelebat perasaan bahagia menghinggapiku. Terasa lebih ringan karena telah mengatakan yang sejujurnya. Perasaanku kini jadi lebih hangat.

 

***

Aku membuka ke dua mataku. Bunyi alarm membangunkanku. Aku menghela napas dalam lalu duduk. Mengusap wajahku dengan ke dua tanganku. Lalu menatap cermin dihadapanku yang memantulkan bayanganku. Hari ini, kami akan bertemu kembali.

Aku, kau, dan dia. Kita akan bertemu nanti.

Yah, kau benar SeoHyun-ie, aku hampir melupakan kata-katamu itu.

Sambut cintamu dengan suka-duka cita.

 

Karena dengan begitu, kau tidak akan mudah menyerah begitu saja. Karena dengan begitu, kau takkan ragu lagi untuk bergerak lebih maju. Karena dengan begitu, kau akan semakin menyadari betapa kau membutuhkan dirinya. Karena dengan begitu kau tidak akan begitu merasakan sakit.

Karena… mencintai itu adalah suatu hal yang menyakitkan dan menyenangkan.

 

Maaf, telah membuatmu terluka dengan begitu dalam. Dan terima kasih, telah memberikanku kesempatan untuk dekat denganya, walau hatimu terluka sekalipun.

Tapi, Seo Jo Hyun, aku tidak akan menyerah begitu saja padamu. Aku tidak akan menyerah pada cintaku saat ini.

Cintaku pada KyuHyun-sunbae, sudah jatuh terlalu dalam dari yang sebelumnya.

Maaf, maaf, maafkan aku.

Karena peperangan yang sebenarnya, baru akan dimulai.

***

=========================== TBC ============================

Hai!!! I’m back with THE 4th FLOWER BOYS! ^^ Ada yang menantikan kelanjutan ff ini? Aku harap ada ^^ Hehehehehe😀😀😀

Aku harap kalian mengerti mana yang flashback dan mana yang bukan tanpa ku tulis dengan kata ‘flashback’ di cerita ini. ^^

Dan aku harap kalian semakin tau dan terasa konfliknya. Udah aku pertegas loh secara tidak langsung ^^ hehehehhe😀

Don’t forget to RCL (READ, COMMENT, and Like) PLEASE!!

Aku sangat menantikan respon dari kalian semuanya setiap saatnya ^^

Thank you for support ^^ .

And your love for me.

I love you to all my readers!! ^^

Thank you very much. ^^ (_ _) *deeply bow*

43 thoughts on “THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 3 ]

  1. Bagus..3x thor
    Konflik’a udah mulai kerasa
    Disini seohyun’a dewasa banget
    gak sabar pengen bca part 5 nya
    lanjut thor seperti biasa jngan lama”:D

  2. Knapa ffmu selalu keren chingu.
    Walopun couplex g seperti kebanyakan Yuri ma Minho tris Kyu ma Seohyun tp feelx dapet banget.
    DAEBAK hhee ^0^

    Ditunggu lanjutaaaannyaaaaa *teriak girang*

  3. awal bca part ne sbnrx bingung…
    Kmrn ending part 2 kn yuri nemuin diaryx seohyun,truz d’tmbh prckpn kyuhyun ma tmanx tntng seohyun jga…
    Tpi tba2 part 3 kok kyk 2,eh stlh bca smpe ending part 3 trnyta thu cman flashback doang…
    Pntsn kok gk nymbng ma endingx part 2.tpi krn pnsrn aq bca aja,trnyt mw mndkti ending part 3 aq bru bsa bda’in mna yg flashback n mna yg gkg…
    Next part jgn lama2 ya thor udah kepalang pnsrn bwgd soalx…

  4. Daebaaaak ,,
    Akrnyaa dipost jgaa ,,
    Waduh , yuri udah jatuh cnta yaa smaa kyu , pasti krnaa ciuman itu ,, **sook tau**
    Hahahaha😀 , trus yg disukai sma seohyun siapa ?? , ngaa jlas jga yaa siapa !!
    akuu ska crtnya , ditggu yaa part slnjutnya ,,,
    Hwaiting buat author ,,
    Smaa ff love again , like a fool lnjutin yaa ,,

  5. Onnie aku nungguin banget!!!!!
    Seo tegar banget padahal dia msh sukakan sm kyu… Hiks..
    Yuri kasian dia dilema *emg iya ya onn?
    aku jd ikut kebawa susana ffnya nih onn
    Hiks.. Aku tambah suka…
    Bener onn konfliknya kerasa dsni
    Onnie ffnya update soon ya
    Ditungguin:) hiks..

    1. Hehehehehe makasih banyak ya chingu ^^
      Hehehehehe iya nih Seonya ^^
      Ahahahhahahaha dilema? hm? gimana yah? #plaakkk!!-___-v
      Wah makasih banyak chingu😀😀😀 ({})
      Hahahhahahha😀
      oke oke ^^
      ahahhahha iya chingu aku bakal update tapi… mungkin nggak minggu depan, soalnya aku lagi ujian ^^ mohon doanya ya ^^ hehehehhe😀 #plakkk!!-__-v

      makasih banyak ya chingu ^^

  6. pst skt jd seo ,ngsi co yg dskai k shbtna . Dwsa dy dsni ,bgus . Hehe
    sp tu co yg yg dskai seo ? Yonghwa ya ? Haha

    wh kyu blg ajh ska nyium yuri ,pke blg seri lg . Haha
    lanjut chingu

    1. Iya kasihan Seo-nya sebenernya aku nggak tega nempatin Seo diposisi ini *loh?*
      ahahahhahaha yonghwa? mungkinkah? ahahhahahaha

      Hahahhahaha tau tuh oppa -__-
      oke ^^

      makasih ya chingu ^^

  7. . . .
    Seo kenapa baik gt, jd kasihan.
    Tp aku tetep dukung yul unnie.
    Kyuri kah? !
    Atau yulwon jg ga papa chingu.

    Lanjuut.
    Hwaiting^^

    1. …. ?😛
      Hehehehehe😀😀 baik ya dia ^^
      Hahahaha makasih ^^ *loh?
      Hayoo yang mana aku sendiri juga belum tau nantinya sama siapa dan gimana?

      iya oke sip sip ^^
      makasih ^^

      makasih banyak ya chingu ^^

  8. Pokoknya kudu KyuRi..
    Jangan, SeoKyu atau YulWon xD !! ^^
    Pokoknya Kyuhyun – Yuri … =.=
    #Ngotot

    wah, udeh keluar, tinggal nunggu yang Love Again ma Mermaid Princess Nieh.. Next part jangan lama yaw🙂

  9. kereeeeeennnnn,,,lanjut chinguu,,,aigooo,,kyuhyunn bnar2 prince evil ya,,,tapi yuri sangat cinta padanya,,hmmmm siapa ya yamng mencium yuri wktu tidur tu???feeling q emang kyu,,,xixi lanjuutt chinguu

  10. annyeong^^
    kyaaa~~~ aku reader baru disini..
    bagusss crtanya..DAEBAKK!!🙂
    aku suka sama KYURI couple ini.
    oh ya, aku yurisistable mau request ff YULWON donkk. hehe
    klu chingu mau gomawo😀
    klu KYURI lg kagag apa jg lah,yg penting ada YURI😄 xixixixi

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s