THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 4 ]


THE 4th FLOWER BOYS!

 

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Lee EunHyuk

Lee DongHae

Support Cast : SNSD and SuJu

PG : +17 and BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : They all belong to God. I just write it. I love KyuRi Couple not SeoKyu or other ^^ Sorry. This is PURE my OWN and MINE. So please, DON’T BE A PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS ok?🙂

 

“ Cepat atau lambat, topeng akan terbuka. Menampakkan wajah asli dan siapa dirimu yang sesungguhnya.” –Kwon Yura.

 

Aku melangkahkan kaki-ku dengan ringan sembari menyunggingkan sebuah senyum kecil diwajahku. Koridor sekolah masih terlihat sepi dan belum banyak orang. Yah, tentu saja, karena ini masih terlalu pagi untuk datang ke sekolah. Masih pukul 06.30 KST.

Aku membuka pintu ruang kelas-ku yang belum ada penghuninya. Aku mendesah pasrah dan sedikit ada rasa penyesalan dihati karena datang terlalu dini. Aku mendekati meja-kursiku yang terletak di baris tiga dan urutan ke 2 dari depan.

Ponselku bergetar disaku bleezer-ku, membuatku sedikit terkejut dan segera mengambilnya.

From : SeoHyun

Yuri-ya! Kau dimana saat ini? Cepatlah datang, aku seorang diri disekolah ini. T^T

 

Mataku membulat terkejut. Apa? Seorang diri disekolah? Jika ia seorang diri sekolah, kenapa aku tak melihatnya?

To : SeoHyun

Dikelas. Aku sudah sampai lebih dulu daripada kau. Cepatlah datang ke kelas, aku ada di sana. ^^

 

Hari ini… kami akan bertemu. Bertemu kembali. Dalam peperangan ini… Siapa yang nantinya akan menang? Aku… atau… SeoHyun?

Tsk! Kwon Yuri! Kau sedang berpikir apa saat ini! Perang? Memangnya siapa yang berperang? Huh?

Aku lalu menggeleng-gelengkan kepala sendiri. Ah, rasanya frustasi sekali memikirkan nantinya akan bagaimana jadinya? Aish!

Pintu kelas terbuka dan menampakkan seorang gadis berkulit putih pucat, berambut panjang -yang sengaja ia gerai begitu saja-, dan berpipi chubby, sedang melihat ke arahku dengan tersenyum ramah. Aku membalas senyumannya.

“ Yuri-ya~!” panggilnya ceria sembari berlari menjauhi pintu. Ia merentangkan ke dua tangannya padaku. Aku membalasnya dan memeluknya. “ Maafkan aku kemarin.” Ucapnya penuh penyesalan. Aku terdiam dalam pelukannya.

“ Maaf, aku berkata seperti itu padamu. Aku tahu, aku tak sepantasnya berkata seperti itu padamu. Karena aku sudah melepaskannya untuk-mu.” Tambahnya. Membuatku merasa serba salah sendiri.

“ Maaf, maafkan aku, aku tak ingin persahabatan kita hancur begitu saja hanya karena masalah seorang laki-laki. Dan itu, hanya masalah kecil.” Lanjutnya. Aku menghela napas dalam. Sesak dan sakit rasanya saat aku mendengarkan semua ucapannya itu.

“ SeoHyun-ah, bukan kau yang salah. Aku yang salah karena telah merebutnya darimu.” Ucapku dengan lemah tak bertenaga. Rasa bersalah telah mempengaruhiku saat ini.

“ Tidak, bukan salah kau. Aku yang salah.” Ucapnya dengan ceria. Aku menyudahi pelukan kecil di antara kami dan menatap ke arahnya dengan lurus.

“ Baiklah, apapun alasannya, begini saja, kita –berdua- sama-sama telah bersalah. Bagaimana?” tanyaku, mengambil jalan tengah dari pembicaraan yang nantinya tak akan berujung ini. Ia tersenyum lembut lalu mengangguk.

“ Baiklah!” ucapnya ceria sambil duduk dikursi sampingku. Sepertinya hari-hari akan berjalan normal. Mungkin? Tapi entah mengapa hatiku tidak berkata demikian. Ada apa?

***

“ Yuri!” panggil seseorang dibelakangku saat aku dan SeoHyun tengah berjalan dikoridor. Kembali seperti hari-hari biasanya, kami berteman. Aku menoleh dan mendapat seseorang yang sangat familiar untukku. Senyum kecil menghiasi wajahku. Siwon-sunbae, saat ini tengah berlari ke arahku dengan senyum maut miliknya.

“ Sunbae? Ada apa?” tanyaku saat ia telah berdiri didepanku.

Ia melirik SeoHyun dengan tatapan tak suka lalu menatapku dengan lembut. Aku mengernyitkan kening melihatnya seperti itu. Kenapa ia melakukan itu?

“ Yuri-ssi, ikut aku! Aku ingin meminta bantuanmu.” Ucapnya lalu melepaskan genggaman tanganku dan SeoHyun dengan kasar. Aku sedikit terkejut, begitu juga dengan SeoHyun. Ia lalu menarikku untuk pergi menjauh dari tempat ini. Ada apa dengannya?

“ Sunbae! Tunggu dulu! Ada apa sebenarnya? Kenapa kau harus menarik tanganku seperti ini?” tanyaku bingung dan juga kesal.

“ Sudahlah diam, nanti kau juga akan tau.” Ucapnya dengan sedikit menjengkelkan ditelingaku.

Aish! Sebenarnya ingin apa dia?

***

Halaman utama sekolah yang ditumbuhi pepohonan rimbun dan tinggi menjulang, membuat suasana halaman ini sangat cantik dan indah. Aku menatap seseorang yang membawaku kemari dengan mencibir. Ia menatap pemandangan ini dengan senyum puas yang tersungging diwajahnya.

Halaman utama sekolah, tak lain adalah tempat pribadi laki-laki disampingku, Choi Siwon. Ia menatapku dengan senyum mautnya.

“ Baiklah, baiklah, aku minta maaf karena telah memaksamu untuk ikut datang kemari.” Ucapnya dengan senang tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Aku menatapnya dengan kesal.

“ Ya! Sudah, jangan berwajah seperti itu.” Ucapnya lembut. Aku menaikkan salah satu alisku sambil menatapnya dengan bingung. “ Aku mengajakmu ke sini karena aku merasa bosan.” Jelasnya.

Huh?

“ Yuri-ya, tidakkah kau juga merindukan tempat ini? Kau sudah lama sekali tidak datang kesini. Dan, aku rasa tempat ini sangat merindukanmu.” Ucapnya yang membuatku tak mengerti. Ia melangkah mendekatiku, dan membalikkan tubuhku menghadap pemandangan yang tengah kami lihat berdua. Aku diam tak bergerak. “ Dan…” lanjutnya terhenti. Mataku membulat kaget saat ada sesuatu yang melingkar di pinggulku. “ … aku merindukanmu, Kwon Yuri.” Lanjutnya setengah berbisik ditelingaku, membuatku mendesah pelan karena terasa geli.

“ Sunbae!” kesalku. Aku memalingkan wajahku untuk melihatnya.

“ Wae?” sahutnya lembut. Napasku tercekat, mataku membulat kaget, dan tubuhku mati rasa. Jarak wajah kami sangatlah dekat. Sedikit lagi saja wajah kami mendekat, aku yakin, bibir kami bisa saling bersentuhan.

“ Yuri-ssi?” tanyanya membuatku tersadar.

“ Jangan lakukan ini.” Pintaku pelan.

“ Kenapa? Aku menikmatinya.” Ucapnya sambil tersenyum lembut lalu menaruh dagunya dibahuku, dan mempererat pelukannya.

Aku diam. Bingung harus melakukan apa? Membiarkannya? Atau memintanya kembali untuk melepaskanku? Membiarkannya adalah kesalahan yang terburuk. Memintanya untuk melepaskanku, tetapi ini adalah kesempatan yang langka! Ya Tuhan… Aish! Kwon Yuri kau ini…

“ Sunbae….” Panggilku pelan.

“ Hm?” sahutnya.

“ Lepaskan aku, ku mohon…” pintaku pelan.

“ Baiklah, tetapi aku memiliki permohonan untukmu.”

Aku mengernyitkan keningku. “ Permohonan? Apa?”

“ Aku harap kau memenuhi janji-mu satu tahun yang lalu. Apa kau masih mengingatnya?”

Aku mengangguk pelan untuk menjawabnya. Tentu saja aku masih mengingatnya, sunbae.

“ Aku mohon padamu…” ucapnya terpotong. Ia melepaskan pelukannya dan memutar tubuhku menghadapnya. Aku menatapnya dengan bingung. “ … tolong bantu aku.” Pintanya pelan.

Aku mengernyitkan keningku. “ Apa?”

“ Jadilah kekasihku untuk sementara waktu. Aku butuh ketersedianmu, Yuri-ya.” Pintanya pelan dan tulus. Aku menatapnya dengan bingung dan kaget.

Kekasih? Apa aku salah dengar?

“ Kekasih?” tanyaku padanya dengan kening berkerut.

Ia mengangguk pelan. “ Ya, aku sangat memohon bantuanmu untuk yang satu ini.” Ucapnya tulus lalu menundukkan kepalanya sambil menyentuh bahuku dengan lembut.

“ Kenapa?” tanyaku.

Ia mengangkat kepalanya dan menatapku lurus. “ Karena ke dua orang tua-ku memintaku mengenalkan kekasihku padanya saat ini.” Jelasnya.

“ Tapi, sunbae, kenapa harus aku?” tanyaku tak mengerti.

“ Karena menurutku, hanya kau yang cocok untukku.” jelasnya.

“ A-apa?” tanyaku kaget.

“ Jangan kaget seperti itu. Ini hanya pura-pura saja, bukan yang sebenarnya. Aku hanya butuh bantuanmu. Dua minggu lagi mereka akan datang kemari dari Jepang dan menemuiku langsung. Jadi, aku harap selama dua minggu itu juga, kita latihan menjadi sepasang kekasih. Bagaimana?” tanyanya dengan berharap banyak padaku. Aku menghela napas dalam.

Dua minggu? Menjadi kekasih Siwon-sunbae?

“ Apa kau bersedia?” tanyanya lagi. Aku menghela napas dalam.

“ Baiklah, aku bersedia.” Jawabku dengan ragu. Siwon-sunbae langsung memelukku dengan erat dan berkali-kali mengucapkan rasa terima kasih padaku.

“ Ya! Sunbae!” protesku kesal. Tetapi ia hanya membalas dengan suara tawa bahagia yang cukup keras.

KyuHyun-sunbae… maaf…

***

“ Yuri-ya, kau… hatimu tidak akan goyah-kan?” tanya SeoHyun dengan tatapan dan suara menyelidik. Aku menatapnya dengan bingung lalu tertawa pelan.

“ SeoHyun-ah, kau ini bicara apa?” tanyaku padanya sambil mengeluarkan buku mata pelajaran selanjutnya.

“ Yuri-ssi! Aku sedang bertanya serius padamu.” Kesalnya sambil mencibir. Aku tertawa pelan melihat sikapnya itu.

“ SeoHyun-ah, kau tentu saja tahu jawabannya apa atas pertanyaanmu itu.” Jawabku sambil menyunggingkan sebuah senyuman diwajahku.

“ Eh… benarkah?” tanyanya dengan lirih, dan matanya terlihat seperti berkaca-kaca.

Ada apa dengannya?

Aku diam menatapnya dengan sedih. Perasaan sesak menghinggapiku. Aku memandang lurus ke depan.

Tentu saja… tentu saja aku tahu jawabannya.

Aku memenjamkan ke dua mataku dengan dalam.

Lagi-lagi… kenapa kau harus berbohong padaku?

***

“ Ayah-ibu?” tanyaku dengan terkejut saat melihat ke dua orang tuaku sedang duduk bersama diruang keluarga begitu aku sampai dirumah sore harinya. Umma menghampiriku dengan senyum lembut diwajahnya.

“ Yuri-ya!” panggilnya lembut sembari merangkul leherku dengan penuh kasih. Aku menatapnya dengan bingung, begitu juga dengan appa-ku.

“ Kalian… kenapa ada disini? Bukankah seharusnya kalian pulang ke rumah masih dua bulan lagi?” tanyaku.

Appa lalu tertawa dengan cukup keras, begitupun juga dengan umma. Aku menatap mereka semakin bingung.

“ Yuri-ya, seharusnya bukan itu yang kau pertanyakan. Tetapi…” ucap umma dengan senyum yang masih tersungging diwajahnya. Aku mengernyitkan keningku karena bingung apa yang dimaksud umma itu apa?

“ … kenapa kami pulang? Jika kau bertanya kenapa kami disini? Bukankah sudah jelas, ini rumah kami dan kami berkewajiban untuk pulang dan melihat anak-anak umma dan appa tumbuh dewasa. Tetapi jika kau bertanya kenapa kami pulang? Maka jawabannya akan berbeda.” Jelas umma dengan penuh misteri. Aku mengernyitkan keningku.

“ Umma! Apa maksudmu? Bicaralah yang jelas, tidak perlu berbasa-basi.” Ucapku bingung.

“ Kami akan menghadiri upacara pernikahanmu!” ucapnya dengan senang dan sedikit histeris. Mataku membulat, bibirku sedikit terbuka, dan jantungku berhenti berdetak.

“ Apa?!” tanyaku kaget dan hampir berteriak.

“ Kau akan menikah dengan anak salah satu teman umma dan appa! Kami sudah lama merencanakan ini semua sewaktu kalian sudah lahir!” jelasnya dengan nada bahagia tanpa ada rasa bersalah sama sekali.

“ Um-ma, apa maksudnya?” tanyaku, masih tak mengerti.

“ Kau, kami jodohkan. Dan, aku ataupun appa-mu tak ingin mendengar sepatah kata-pun dari mu untuk menolaknya! Mengerti?” tanya dengan nada sedikit mengancam.

Mataku membulat kaget saat umma-ku berbicara seperti itu. Umma-ku itu adalah seorang sekretaris appa-ku dari dulu sampai sekarang. Umma masih memiliki jiwa muda, ia tetap modis, dan sangat stylish! Appa-ku juga seperti umma, dan mereka tak jauh berbeda.

“ Umma appa, aku tidak mengerti apa yang kalian pikirkan saat ini? Kalian pikir, aku ini apa? Apakah aku sebuah boneka bagi kalian? Sehingga kalian bisa seenaknya menentukan laki-laki untukku? Atau apakah aku adalah sebuah alat yang sedang kalian manfaatkan? Ah! atau aku hanyalah sebuah bayang-bayang yang tak kalian anggap kehadirannya?” tanyaku dengan suara emosi yang tertahan.

Aku tidak bisa menikah dengan seorang laki-laki yang tak ku kenal. Tidak!

“ Yuri…” panggil umma dengan suara lirih. “ … kami tidak bermaksud seperti itu. Kami hanya ingin kau bahagia… Lagipula kau mengenalnya. Apa kau lupa?” tanya umma lembut.

Aku menghela napas pendek. “ Umma, cukup. Aku lelah. Walaupun kalian memaksakan kehendak kalian padaku, aku tetap pada pendirianku. T-i-d-a-k m-a-u!” ucapku dengan tegas dan menekankan kata-kata terakhirku.

“ Ya! Kwon Yuri!” panggil appaku dengan suara sedikit keras.

Aku menutup telingaku untuk tidak mendengarkan panggilan itu sambil menaiki anak tangga menuju kamarku.

Apa-apaan mereka?! Tsk!

***

“O-op…” ucapku ragu-ragu saat ingin memanggil seorang laki-laki yang saat ini berdiri dihadapanku dengan tersenyum lembut.

“ Kwon Yuri-ssi, apa sulitnya mengatakan kata oppa padaku?” tanya dengan sabar. Aku menghembuskan napas melalui mulutku dengan kasar. Akibat perbincangan singkat kemarin tentang pernikahanku denga anak teman rekan kerja mereka –ayah dan ibuku-, aku sangatlah frustasi sampai saat ini. Ditambah lagi, harus memanggil seorang laki-laki yang tak aku cintai. Aish! Kenapa bisa seperti ini?!

“ Sunbae, aku tidak bisa memanggilmu seperti itu. Panggilan yang lainnya saja.” pintaku dengan memelas.

Ia tersenyum lembut. “ Kalau begitu, jagi, bagaimana?” usulnya.

“ Ah! tidak mau!” tolakku langsung sambil memasang wajah memelas.

“ Yeobo?” usulnya lagi.

“ Andwae, itu keterlalu sekali!” tolakku lagi.

“ Sweet heart?” usulnya lagi.

“ Mwoya? Sirheo! Itu terlalu kekanak-kanakan!” tolakku lagi.

“ Kalau begitu oppa?” usulnya, kali ini menahan emosinya.

“ Ya! Itu sama saja dengan yang tadi. Ani!” tolakku.

Ia mengangguk-angguk menahan emosi. “ Baiklah, kalau begitu jagi.” Putusnya.

“ Sirheo!” tolakku kesal.

Siwon-sunbae menatapku dengan jahil. Ia menaruh ke dua tangannya dikedua sisi, memojokkanku dipembatas taman dan ruang teduh ini hingga tidak bisa berlari ataupun bergerak, dan mendekatkan wajahnya padaku. “ Baiklah, panggil aku oppa, atau aku dengan senang hati mencium-mu saat ini.” Ancamnya dengan senyum jahil yang tersungging diwajahnya.

Aku menghindari bertatap mata padanya. “ Sunbae, kau ini bicara apa? Lepaskan aku, jangan seperti ini.”

“ Ani, aku sedang serius, Kwon Yuri.” Ucapnya.

“ Sun-bae… kau membuatku takut.” Ucapku ragu.

“ Wae? Hanya memanggilku oppa saja, kenapa kau begitu sulit? Banyak wanita-wanita yang memanggilku seperti itu. Tetapi kenapa kau begitu sulit? Apa kau tidak menyukaiku?” tanyanya dengan menatapku lurus.

Aku menghindari bertatap mata padanya. “ Tidak, aku juga menyukaimu, tetapi aku sangatlah berbeda dengan mereka, Siwon-sunbae.” Jelasku.

“ Benarkah? Seberapa bedanya kau dengan mereka, Yuri-ssi?” tanyanya dengan salah satunya tangannya menyentuh wajahku dan membelainya dengan lembut. Aku menutup ke dua mataku, meanahan perasaan risih dan tak suka.

“ Sunbae, hentikan!” pintaku tegas.

“ Wae?” tanyanya lembut tepat ditelingaku dengan suara yang menggoda.

“ Sunbae, jika kau seperti ini terus, maka perlahan-lahan aku akan membencimu.” Ucapku dengan tegas sambil menutup mataku.

Napasku tercekat saat jemarinya menyentuh dan membelai lembut bibirku. “ Jangan berusaha membenciku, karena aku akan jatuh ke dalam pelukanmu. Coba saja kau membenciku, maka aku akan membuatmu bertekuk-lutut padaku.” Ucapnya dengan posisi yang masih sama, membelai bibirku dengan lembut.

Sesuatu yang lembut mendarat dibibirku. Aku membuka mataku dengan terkejut dan melihat Siwon-sunbae sedang menciumi bibirku dengan lembut. Sangat lembut. Aku memukul dan mendorong tubuhnya menjauh dariku. Tetapi percuma, ia mencengkram ke dua tanganku hanya dengan satu tangannya, sedangkan yang satunya lagi menarik tengkuk-ku.

Tidak! Tidak! Tidak boleh! Kyu… KyuHyun-sunbae…

Air mataku mengalir begitu saja saat Siwon-sunbae mulai memainkan lidahnya di dalam mulutku. Ciumannya berubah menjadi ciuman yang dalam. Walaupun aku meronta-ronta untuk mencoba membebaskan diri, tapi semuanya sia-sia. Tenaganya terlalu besar untukku.

Ya Tuhan… tolong aku…

Aku menahan emosiku. Hanya ini yang dapat ku lakukan dan pikirkan. Jalan terakhir yaitu membiarkannya menciumku. Membiarkannya menikmati ciumannya sendiri. Tanpa harus membalasnya.

Sudah berapa lama ia menciumiku seperti ini? Tanpa aku membalasnya sedikitpun. Padahal aku tak membalasnya sama sekali, tetapi ia tetap saja menciumku seperti ini. Sebenarnya, ciuman ini sangatlah lembut, dan sekali waktu membuatku terhanyut dalam ciumannya tanpa aku sadari. Tetapi, bayang-bayang tentang KyuHyun-sunbae terpampang jelas didepanku. Membuatku selalu tersadar dan merasakan sakit yang luar biasa. Air mataku mengalir lagi tanpa bisa ku tahan.

***

“ Kau pintar juga, yah, walau kau tak membalasnya sedikitpun.” Pujinya atau sebuah sindiran, saat ciuman diantara kami telah berakhir sambil menyentuh bibirku dengan ibu jarinya. Aku menatapnya dengan sendu. “ Latihan hari ini sudah cukup. Kau boleh pulang, jagi.” Ucapnya dengan puas. Aku diam, tak berbicara sepatah katapun.

“ Ayolah, jangan sedih seperti itu.” Ucapnya dengan ceria sambil menyentuh ke dua wajahku dengan ke dua tangannya.

Aku diam menatapnya.

“ Jangan seperti ini, atau aku takkan sungkan lagi untuk menjadikanmu hanya jadi milikku.” Ucapnya setengah mengancam. Ia mendekatkan wajahnya padaku.

“ Sunbae, apa kau puas?” tanyaku polos dan sedih.

“ Tidak, tapi ku rasa ini sudah lebih dari cukup.” Jawabnya.

Aku diam menatapnya dengan sendu.

“ Hei, ini kan hanya sebuah ciuman, Kwon Yuri.” Jelasnya.

Aku melepaskan ke dua tangannya dari wajahku, dan berjalan pergi meninggalkannya dengan lunglai. Aku menghela napas berat. Mataku terasa basah dan perih akibat air mata yang tertahan dipelupuk mataku. Aku menghembuskan napasku melalui mulut. Sakit. Tentu saja. Aku berhenti melangkah dan berbalik menatap Siwon-sunbae dengan sendu.

“ Mungkin, bagi kalian ciuman itu adalah sesuatu hal yang tak penting dan tak berguna yang kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa saja hanya seperti permainan belaka tanpa ada arti sedikitpun. Tetapi bagiku, ciuman itu adalah sesuatu hal yang penting dan dilakukan dengan seseorang yang kita cintai juga sangat berarti untukku, tetapi tidak boleh dipermainkan.” Ucapku padanya lalu kembali berjalan dengan langkah yang lunglai.

Selanjutnya nanti, akan bagaimana? Aku sudah tidak mungkin mencintai KyuHyun-sunbae lagi. Aku tidak mungkin dapat bertemu lagi dengannya seperti dulu.

Aku berjalan dengan langkah kaki yang berat saat melewati belokan kecil. Aku ingin pergi menuju kelas, karena barang-barangku yang ku bawa masih tertinggal disana. Begitu bel pulang berbunyi, aku langsung berlari menghampiri ruang pribadi Siwon-sunbae dan melupaka barang-barangku.

Air mataku kembali jatuh. Aku berhenti melangkah dan mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan normal dan mengeluarkannya melalui mulutku. Mataku terpaku pada isi tempat sampah. Sebuah kotak bekal berwarna biru soft transparan dan polos, berbaring lemah dengan baik ditempat sampah itu.

Telur gulung, nasi goreng, dan sayur-sayuran yang ku buat pagi-pagi buta tadi, kini terbaring dengan sangat baik ditempat sampah itu. Aku menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan hidungku dan mengeluarkannya melalui mulutku. Dan mataku mulai terasa sakit karena air mataku yang tertahan dipelupuk mataku.

“ Yuri-ya! Kau sedang lakukan apa dipagi-pagi buta seperti ini?” tanya umma menghampiriku dengan pakaian tidur sexy miliknya,  saat aku tengah membuat nasi goreng.

 

“ Umma, selamat pagi!” ucapku dengan ceria dan mengabaikan pertanyaannya barusan.

 

“ Kau gila? Ini masih sangat dini hari sekali! Lihat, masih pukul empat pagi! Dan kau membuat kekacauan sekarang.” Ucapnya dengan sedikit kesal. “ Kalau kau ingin membawa bekal, kau bisa menyuruh bibi Jung untuk mempersiapkan segala sesuatunya untukmu.” Lanjutnya.

 

Aku tersenyum lembut padanya. “ Tidak umma, aku bisa lakukan ini  sendiri. Aku tidak ingin membuatnya repot karena hal sekecil ini. Lagipula, bibi Jung pasti lelah sekali karena harus membersihkan rumah sebesar ini.” Jelasku padanya.

 

“ Aish! Terserahlah! Aku ingin tidur.” Ucap umma sambil berjalan pergi. “ Yuri?” panggilnya sambil berhenti melangkah dan berbalik menatapku dengan jahil. “ Idemu boleh juga. Nanti jika kau sudah menikah dengan anak teman appa dan umma, jangan lupa berikan dia yang terbaik ya?” ucapnya dengan jahil sambil mengerlingkan mata padaku.

 

“ Umma!” kesalku padanya yang dibalas tawa geli ummaku yang berjalan pergi menjauh dari dapur.

 

Aish! Sial!

 

Aku tahu, seharusnya aku tak membuatkan sayuran padanya. Tapi, tidakkah sayuran itu sangat penting bagi kesehatan tubuh? Setidaknya, aku berharap ia dapat hidup sehat. Walau ku tahu, ini ada kelakuan yang bodoh. Harapan yang sia-sia.

Aku menatap nanar pada jari telunjukku yang terbalut perban kecil berwarna coklat muda. Terkena pisau saat memotong sayuran tadi. Aku mengeluarkan udara dari mulutku dan menatap sekelilingku dengan nanar.

“ A-nd waeyo!” pintaku bingung pada SeoHyun yang mendorongku. Ia menatapku kesal.

 

“ Ya! Kwon Yuri! Cepat berikan makanan itu padanya. Ini bukan kali pertamanya kau memberikan bekal untuknya, tetapi ini kali ketiganya kau melakukan ini. Apakah aku harus mendorongmu untuk tetap berjalan maju? Ingat saat kau melakukan ini yang ke dua kalinya? Aku mendorongmu lagi untuk membantumu tetap memberikan bekal itu padanya. Dan sekarang, bukankah seharusnya kau sudah harus terbiasa melakukan ini?” tanya SeoHyun kesal sambil ke dua tangannya dipinggang.

 

“ Aku tahu, tapi tetap saja aku tidak bisa melakukan ini.” Jawabku dengan gelisah.

 

“ Wae?” tanyanya bingung.

 

“ Karena aku masih malu.” Ucapku pelan dan tertunduk. Terdengar suara tawa yang cukup menjengkelkan ditelingaku.

 

“ Ayolah, Kwon Yuri, jangan malu seperti itu? Ayo, cepat selesaikan misi(?)  ini.” Ucapnya sambil menarik lenganku dengan cukup keras, membuatku mengikuti keinginannya.

 

“ Ya!” protesku kesal.

 

Aku menghela napas lagi untuk kesekian kalinya dan mengeluarkannya melalui mulutku.

Aku melangkahkan kakiku kembali dan mencoba tak menghiraukan benda itu lagi. Sakit dan pedih… saat ini hanya dapat merasakan perasaan itu.

Tak lebih.

Tetapi mungkin, yang lebih menyakitkan lagi adalah… ciuman itu. Ciuman KyuHyun-sunbae yang telah dihapus oleh Siwon-sunbae. Karena hanya ciuman itulah aku dapat bertahan mencintainya selama ini.

Karena hanya alasan itulah yang ku miliki. Kenangan manis antara aku dengannya. Hanya karena itulah…

Aku berhenti melangkah saat telah sampai di depan pintu kelas yang sudah tertutup. Aku menghela napas dengan berat. Dan menyentuh knop pintu. Mataku membulat kaget dan bibirku terbuka sedikit, tubuhku membeku, dan jantungku berhenti berdetak untuk beberapa saat.

Adakah yang lebih menyakitkan dari ini? Dari apa yang ku lihat dengan mata kepalaku sendiri saat ini? Sahabatmu yang sangat kau sayangi dan kau percayai sepenuhnya, dan seorang laki-laki yang sangat kau cintai melebihi apapun yang ada didunia ini, tengah berciuman di depan matamu.

Bulir-bulir lembut mengalir begitu saja tanpa bisa ku tahan lagi. Sakit, sangat sakit dan pedih… bibirku bergetar hebat. Ya-Tuhan…

Dalam satu kali gerakan cepat, semuanya begitu hampa dan gelap.

“ Jangan lihat! Jangan lihat! Semuanya akan baik-baik saja.” bisik seseorang yang sangat familiar ditelingaku. “ Ayo, ikut denganku.” Pintanya dengan lembut sedangkan aku hanya membiarkannya membawaku ke tempat yang jauh.

Ya Tuhan.. sakit… sangat sakit…

***

Aku duduk terdiam disalah satu kursi ruang pribadinya. Angin malam menusuk tulangku walau aku sudah mengenakan mantel hangat sekalipun masih tetap terasa dingin, tetapi aku tidak menghiraukannya. Dibandingkan dengan itu… hatiku jauh lebih terasa dingin dan hampa. Aku hanya menatap kosong pada lantai ruang ini dengan air mata yang masih mengalir. Hari sudah berganti menjadi gelap.

“ Apa kau baik-baik saja?” tanyanya dengan lembut sambil memberiku secangkir teh hangat.

Aku tersadar kemudian menatapnya dengan tatapan kosong. “ Ya.” Jawabku lemah tak bertenaga.

“ Minumlah, aku telah membuatkannya untukmu.” Tawarnya. Aku menatap kosong pada cangkir yang berisikan teh itu.

“ Terima kasih.” Ucapku lemah dan mengambilnya lalu meminumnya.

“ Hati-hati, tehnya masih cukup panas.” Perinngatnya.

Aku meneguknya sedikit karena kenyataannya benar, teh ini masih cukup panas. Aku meletakkan kembali teh itu di atas meja kecil berbentuk lingkaran yang terletak diantara kami. Aku lalu menatapnya dengan senyum kecil yang terpaksa. Tidak ingin melihatnya jauh merasa khawatir karenaku.

“ Sunbae, lebih baik aku pulang saat ini.” Pamitku padanya dengan suara pura-pura tegar.

Ia mengangkat salah satu alisnya dan menatapku dengan bingung.

“ Aku tidak ingin membuat ke dua orang tuaku merasa cemas.” Jelasku padanya lalu bangkit berdiri dari dudukku. Aku melepaskan matel yang ia berikan padaku dan mengembalikannya.

“ Terima kasih.” Ucapku pura-pura ceria.

Ia bangkit berdiri dari duduknya. “ Pakai saja, besok baru kembalikan padaku.” Ucapnya sambil melewatiku begitu saja. Mataku membulat kaget atas tingkahnya padaku.

“ Huh?” kesalku, lalu menyusulnya.

“ Aku akan mengantarmu pulang.” Tawarnya saat aku telah disampingnya dan kini kami ingin berjalan ke kelasku, mengambil barang-barang yang tertinggal dikelas. Tentu saja tak lain dan tak bukan yaitu tasku dan beberapa lainnya.

“ Eh? Tidak usah, aku bisa sendiri.” Tolakku halus.

“ Ini sudah malam, tidak baik jika seorang gadis berjalan sendirian dimalam hari seperti ini.” Desaknya lagi sambil menatap langit malam yang cerah dan cantik.

“ Tidak, terima kasih. Aku bisa meminta supir pribadiku untuk menjemputku.” Ucapku tetap pada pendirianku.

Hari ini, walau Siwon-sunbae tidak menyakitiku secara fisik, dan berbuat baik begitu banyak padaku. Itu sudah cukup.

“ Kalau begitu aku akan menemanimu sampai supirmu datang.” Ucapnya lagi besikukuh pada pendiriannya.

Aku berhenti berjalan dan menatap lurus ke arahnya. “ Sunbae, ku mohon, mengertilah. Biarkan aku memilih yang mana yang harus ku pilih.” Pintaku.

Ia diam dan menatapku dengan cukup lama. “ Baiklah, terserah kau.” Ucapnya kemudian.

“ Terima kasih.” Ucapku lemah kemudian berjalan lebih dulu darinya. Ia lalu berjalan dibelakangku, tidak menyusulku, atau menjajari langkahnya denganku. Ia berjalan dibelakangku seperti sedang menjagaku dan mengawasiku dengan ketat dari jarak jauh.

Aku menghela napas dalam dan membuangnya melalui mulutku.

***

“ Kau sungguh tidak ingin ku antar?” tanyanya saat kami sedang berada dihalaman sekolah –bukan tempat pribadinya-. Aku menggeleng yakin.

“ Oh ya, apa aku boleh bertanya satu hal padamu?” tanyanya dengan nada yang serius.

Aku tersenyum kecil menatapnya.

“ Apa kau menyukai, Cho KyuHyun?” tanyanya dengan wajah dan suara yang serius.

Aku diam selama beberapa saat lalu tertawa hambar mendengar pertanyaannya. “ Apakah pertanyaanmu ini harus ku jawab?” tanyaku balik dengan memaksakan sebuah senyum kecil di wajahku dengan sangat terpaksa.

“ Tidak juga.” Ucapnya sambil tersenyum manis padaku.

Aku membalas senyumannya itu dengan senyum kecil yang lemah. Tidak memiliki cukup tenaga untuk saat ini.

“ Baiklah, kalau begitu, sampai jumpa.” Ucapnya lalu menyalakan mesin motornya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Aku menatap punggung Siwon-sunbae yang semakin menjauh. Aku menghirup udara lalu mengeluarkannya melalui mulutku –entah keberapa kalinya aku sudah melakukan ini-.

Aku mulai melangkahkan kakiku untuk pergi menjauh dari tempat ini. Mantel milik Siwon-sunbae masih dengan manis membalut tubuhku. Aku memasukkan jemariku ke dalam saku mantel ini. Karena hari semakin dingin.

Aku menyusuri jalanan kota Seoul dengan tatapan kosong. Hatiku hampa dan pedih. Terlalu dingin. Langkah demi langkah saat berjalan, membuat air mataku mengalir -tanpa ku minta dan inginkan- secara perlahan-lahan.

“ DongHae-ya, tidakkah teman Yuri itu cantik?” tanya laki-laki di depanku yang cukup jauh untuk jarak kami.

 

“ Siapa SeoHyun?” tanya DongHae.

 

“ Ah! Ya! SeoHyun! Gadis itu! Tidakkah ia sangat menarik?” ucap laki-laki yang sangat ku kenali walau jarak memisahkanku dan dia.

 

Aku diam. Mataku basah. Hatiku terasa lebih perih dari apa yang ku bayangkan.

 

“ Kenapa? Kau menyukainya?”

 

“ Ya, aku menyukainya.” Ucap laki-laki itu dengan yakin.

 

Aku berhenti melangkah pada salah satu jalanan yang telah sepi karena ini sudah pukul 21.25 KST. Tentu saja, walau Seoul dikenal salah satu kota yang tak pernah tidur, tapi diberbagai tempat tertentu, ada yang tidur –terlebih toko yang tidak buka selama 24 jam.

Hanya lampu penerangan berbentuk seperti lingkarang dan bercahayakan lampu seperti bulan -kuning redup. Dari sekian banyak lampu yang ada, hanya lampu ini dan beberapa lampu di depanku yang menyala.

Aku menatap langit yang cerah bertaburkan bintang-bintang indah. Bulir-bulir lembut membasahi wajahku kembali.

Jika pada akhirnya kau memilihnya, kenapa kau memberiku harapan? Jika kau menyukainya, kenapa seakan-akan menandakan kau lebih menyukaiku? Jadi, untuk apa aku bersusah payah selama ini? Tidakkah semua itu sia-sia saja?

Huh? Bodoh! Kwon Yuri bodoh!

Pada akhirnya, seperti inilah… kau kalah. Padahal kau sudah tau jawabannya…

Bibirku bergetar hebat menahan semua perasaan dan isakan-isakan yang akan keluar kapan saja.

Tidakkah menyedihkan? Cih!

Aku menghapus ke air mataku dengan kasar, dan mulai melanjutkan kembali perjalananku. Tetapi seseorang dibawah gelapnya bayangan malam, sedang berjalan mendekatiku. Aku mempertajam penglihatanku.

Siapa?

“ Hai, Kwon Yuri, lama tak bertemu. Lama sekali menunggumu. Kenapa? Apa kau menikmati waktumu bersama, sunbae pelindungmu itu?” Ucapnya bertepatan dengan keluarnya dia dari gelapnya bayangan malam. Mataku membulat kaget melihat seseorang di depanku dengan sebuah senyum puas diwajahnya. Diikuti oleh beberapa laki-laki berpakaian resmi lengkap, memakai kacamata hitam, bertebuh kekar dan tinggi.

“ SeoHyun…?” tanyaku ragu melihat wanita di depanku ini.

“ Ya, benar, ini memang aku, Yuri-ya.” Ucapnya dengan sebuah senyuman licik diwajahnya.

“ Kau…?” tanyaku tanpa bisa menyelesaikan kalimatku karena terlalu terkejut melihat perubahan dirinya. Rambut yang sengaja digerai, bibirnya yang berwarna merah marun, baju long dress yang memiliki belahan dada dan bermotifkan macan tutul, serta sepatu high heel yang tingginya melibihi 9 cm, membuatnya sangat begitu berbeda.

“ Ya, Kwon Yuri?” sahutnya dengan nada merendahkan. Tangannya ia silangkan di depan dada. “ Kenapa? Apa kau terkejut?” tanyanya dengan mengejek.

“ Ba-bagaimana bisa kau…?” tanyaku – yang lagi-lagi tak bisa menyelesaikan kaliamatku sendiri- sambil menunjuk dirinya. Sungguh! Ia sangat berbeda 180 derajat!

“ Inilah aku yang sebenarnya, Kwon Yuri. Selama ini aku baik padamu, bukan berarti aku baik yang sesungguhnya. Melainkan hanya sebuah kebohongan belaka. Dan lagi, seharusnya aku tak membantumu memberikan bekal makanan itu. Yuri-ya, sebenarnya aku merasa sangat kasihan padamu. Karena pada akhirnya bekal itu dengan manisnya ia terbaring dikotak sampah.” Ucapnya yang membuatku tak mengerti dan nada suara yang dibuat-buat peduli padaku. Terdengar sangat menyebalkan ditelingaku.

Apakah ini yang sebenarnya dirimu, Seo Jo Hyun?

“ Apa maksudmu, Seo Jo Hyun?” tanyaku dengan suara sedikit meninggi.

“ Sstt! Kecilkan suaramu itu. Kau tak pantas berbicara seperti itu padaku.” Ucapnya merendahkan.

“ Ya! Ada apa denganmu?” tanyaku lagi dengan nada yang sama.

“ Aku? Aku baik-baik saja, Kwon Yuri. Terlebih, saat KyuHyun oppa meciumku tadi.” Ucapnya dengan suara yang merendahkan dan menatapku dengan sinis. Senyum sinis tersungging diwajah cantiknya. “ Dan aku yakin, kau pasti melihatnya.” Lanjutnya dengan nada yang sama.

Aku mengepalkan tanganku, mencoba menahan amarah yang ku rasakan.

“ Apa kau melihat kejadian selanjutnya?” tanyanya dengan nada yang sama. Suara tawa merendahkanpun keluar dari mulutnya. “ Apa kau tahu? KyuHyun oppa memintaku untuk melakukan lebih dari itu. Yah, kau pasti tahu, apalagi kalau bukan hubungan intim? Hahahahaha….” Jelasnya dengan nada bangga dan suara tawa yang menyebalkan.

Ya Tuhan, ada apa dengannya? Aku mempererat kepalan tanganku.

“ SeoHyun-ie, sebenarnya ada apa denganmu?” tanyaku lembut menahan rasa amarah didadaku, dan mencoba mendekatinya.

“ Cih! Tidak usah pura-pura baik padaku, Kwon Yuri! Karena pada akhirnya kau juga menusukku dari belakang!” makinya dengan suara keras.

Aku diam menatapnya tak percaya.

“ Kau pikir aku rela membiarkanmu mengambil seseorang yang ku cintai, huh?!” ucapnya. “ Tidak, Kwon Yuri, tidak! Aku sama sekali tidak rela kau dengannya! Kau tahu kenapa? Karena aku lebih dulu mengenalnya dibandingkan kau!” jelasnya dengan nada suara yang sama.

Mataku basah, bibirku sedikit terbuka. “ SeoHyun-ah, dengar, aku minta maaf karena aku telah menyukai KyuHyun-sunbae. Tapi bukankah kau bilang jika hanya masalah seorang laki-laki kau tidak ingin merusak hubungan persahabatan kita? Dan bukankah kau juga bilang, kau akan memberikanku seribu laki-laki yang kau cintai di dunia ini?” tanyaku dengan mata yang tengah berair.

Ia mendengus kasar. “ Huh? Kau percaya kata-kataku, Kwon Yuri? Semua yang ku ucapkan itu hanyalah sebuah kebohongan belaka. Tidak ada arti satupun dari kata-kata itu. Kau itu naïf, Kwon Yuri!” Ucapnya dengan nada yang menyebalkan menurutku dan suara yang makin meninggi. Setengah berteriak padaku.

“ Huh?” ucapku tak percaya.

Ia menatapku dengan tatapan merendahkan. “ Lebih baik mulai saat ini, kau pergi menjauh dari KyuHyun oppa. Karena kenyataannya sekarang adalah aku telah menjadi miliknya, selama-lamanya. Atau aku takkan sungkan lagi untuk menyuruh para pengawalku untuk menghabisimu, Kwon Yuri.” Ucapnya dengan berbisik sinis ditelingaku dan senyum licik diwajahnya lalu ia pergi melewatiku begitu saja. Tetapi saat ia melewatiku, ia sengaja melabrak bahuku dengan sedikit keras. Membuatku tak percaya pada alat pendengaranku dan kehilangan keseimbangan selama beberapa saat. Ia pergi berjalan tanpa menoleh sedikitpun padaku yang diikuti beberapa bodyguardnya. Aku menatap punggungnya yang semakin hilang dalam gelapnya bayangan malam.

Huh?

Jadi seperti inikah sesungguhnya dirimu, Seo Jo Hyun? Ini kah dirimu yang sesungguhnya? Lalu apa yang kita lewati waktu berdua selama satu tahun terakhir lebih ini?

Aku diam, menatap langit. Malam yang indah, seharusnya seperti itu, tetapi tidak untukku. Ini adalah malam yang panjang dan menyakitkan untukku.

Ku kira semua ini adalah nyata. Tetapi… nyatanya tidak. Semua ini adalah… hanya kebohongan yang nyata.

Teman? Apa itu teman? Untuk apa kita memiliki teman jika pada akhirnya ia memiliki topeng tersembunyi diwajahnya tanpa kita tahu dan sadari?

Teman? Cih! Aku tidak akan percaya lagi pada sesuatu hal yang berkaitan pertemanan.

Terlebih…

Aku tidak akan percaya lagi pada cinta.

Teman dan cinta. Cih! Apa-apaan ke dua hal itu? Persetan dengan hal-hal seperti itu!

I promised, I don’t ever believe again with the name of love and friendship.

 

Promise.

 

Bulir-bulir lembut mengalir begitu saja diujung ke dua mataku. Menutup ke dua mata-ku dengan rapat-rapat.

Ya Tuhan, sakit… sangat sakit…

Aku tidak pernah menyangka, jika seseorang yang aku sayangi dan aku percayai… memiliki topeng tersembunyi diwajahnya. Kenyataan yang pahit adalah… ia menusuk-ku dari belakang. Padahal aku sangat mempercayai-nya. Padahal aku sangat menyayanginya. Tetapi… ia menghancurkannya begitu saja tanpa ada sisa.

Aku membuka ke dua mataku dan menatap nanar pada langit malam yang bertabur bintang. Aku menghela napas untuk kesekian kalinya dan mengeluarkannya melalui mulutku, mencoba mengabaikan perasaan yang menyiksaku saat ini.

Baiklah, cukup. Ini semua sudah berakhir. Aku melangkahkan kakiku kembali dengan lunglai.

***

======================== TBC ==========================

Wuih! Ini Part terpanjang yang pernah aku buat (?)😛 Ini 29 page MS Word lhoo.. ^^

Ada yang bingung kenapa SeoHyun-nya jadi seperti itu? Hehehehhe… Sebenernya jika kalian baca dengan teliti dipart 1-3 kemarin, pasti udah tau siapa sebenernya SeoHyun. Baik atau jahat? Hehehehhehe… Maaf ya (_ _)

DON’T FORGET TO RCL (READ, COMMENT, AND LIKE) PLEAASE!!!

DO NOT BASH!

THANK YOU.😀

45 thoughts on “THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 4 ]

  1. aduh ni bnyk flashback na ya ? Jd bngung kdg bca bag ni kog tb2 ni ..
    Tp alhamdulillah yah sy nyambung ,hehehe

    aduh siwon ngjag pcrn ,kyu tau gg tuh ?
    Kyu nd seo klian mnsuk eonnie qu dr blkg ,aws klian .. *tatapan polos wookie ???

    Sp ya yg djdohn am yul ?
    Seo kog jhat bgt ,agg gg ccok tp aq ska dy jd jhat .hahaha ???

    Bgus ,lnjut dah pkokna chingu . Love again jg ya .

    1. Enggak juga kok chingu ^^ flashbacknya cuma yang dimiringin dongan ^^ hehehehe😀😀😀
      alhamdulillah ^^ kalo gitu atuh ahahhahahha😀😀😀

      eh? itu… ahahaahhahha😀😀😀 *tertawa evil*
      ahahhahahahha😀😀😀

      hm? menurut chingu siapa? diantara keempat laki-laki itu atau cast tambahannya? ahahhaha

      oke makasih ^^ sip sip ^^

      makasih banyak ya ^^

  2. bner2 bkin pnsrn…
    Sifat seohyun,siwon n kyuhyun bkin aq penasaran bwgd…
    Jalan crita mkn menarik…
    Konflik mkin k’sini mkin jelaz n paaaanaaaassss…
    Bkin tegang…
    Next part jgn lama2 klo bsa lbh pnjng dri ini…

    1. Hehehehehehhe😀😀😀 *garuk garu kepala* #abaikan-__-v
      Ehehehehehhe😀😀😀 *senyum evil* ahahhahahhaha😀😀😀
      Amin. Makasih ^^ ahahhahhhahh alhamdulillah kalo gitu ahahhahaha😀😀😀
      tegang? ahahhahahhah😀😀😀
      oke ^^
      panjang lagi? ahahahhahha aku usahain ya? ^^v hehehehe😀😀

      makasih banyak ya chingu ^^

  3. wuahh makin rumit aja nih,,ckck yuri menderita truss sih,,ksiiaann yuri q,,,,sini q nina bobok in,,keke iyakahh sbnernya dr part 1 mpe 3 udah ada tanda2 dr seohyun jahad,,wookkh pantess tadi tu siwon melihatnya dengan tatapan benci,,berarti siwon tw donk,,wuahh aq hebat,,kwkwk tapi msti lihat lagi dr part 1 mpe 3 nih,,hahaha lihat lagi dimana titik2 jahatnya seohyun,,hoho lagak sok detektif,,,lanjutttt chingu,,,hehe

  4. Huh..mw nya ap sih si seohyun itu, ksian kan yuri nya..kyu jga kok mw ya sma seo..dsar licik bngett..jgn smpai pairing nya seokyu pokok nya hrus kyuri..!!
    d tunggu ya kelanjutannya..penasaran bgett sma org yg mw di jodohin sma yuri..

  5. Makin seru ja ni cerita..🙂
    Konflik’a udah mulai kerasa
    seohyun jdi jhat?? Sebener’a gak cocok gak ada tampang jahat di muka’a hehehe ^^v tpi.. Aku suka:)
    Siwon ngajakin yuri jdi kekasih’a?? Kyuhyun tau gak?? jngan” kyuhyun kiss seohyun cuma buat lampiasan’a dong krna dia ngeliat siwon ma yuri kiss atau kyu cuma…??
    Penasaran lanjut chingu,saeng,author.onnie hehehe..
    ff yg lain’a q menunggu, oh ya ff lam’a juga hrus di lanjuk kan ya please..:)

    1. Hehehehehehe😀😀
      Ahahhahhahhahha😀😀😀
      Hahahhahahhaha
      Heehhehehehehe😀😀
      iya sip sip ^^
      aku usahain buat ngelanjutin ya ahahhahhaha😀😀

      makasih banyak ya chingu ^^

  6. AkhirnyaAa dipost jgaa ,,
    Udah ditunggu” looh ,,
    Wadooh bkalan ada yg perang niie **siwon vs kyu**yuri vs seohyun** ..
    Hahahha😀 ksiiian tu si yurii udah cpeek” buat mkanan egh dibuang percumaa
    Chinguu aku dpet feel”nyaa di part inii ,,
    Crtnyaa jgaa bgus , bhasanya juga dpat dimengertii ,
    Ditggu yaa ff yg lain **nunggu se abad pun aku relaa** plaaaaak ,,😀

    1. Hehehehehhe😀😀
      Eh? Makasih banyak udah mau sabar menunggu ^^ heheheh ^^v
      Ahahahhahahahaha😀😀😀😀
      eh? Ahahahaahhaha😀😀😀

      Makasih banyak ya chingu ^^ heheheehe ^^v

  7. ding dong !!!!konfliknya makin hoooot bangettt
    udah gtu makin seru
    eh tp lum tahu perasaan yang sebenarnya dr Kyu
    ap dia memang suka seohyun atau cm pura2 !!!!hohohohooh

  8. makin keren aja ni ff..
    kirain seohyun baik, ga taunya jahat bnget. kyu kok jarang ktemu ma yuri lg. trus yg mau dijodohin ma yuri spa.
    kereen chingu..
    next partnya jngan lama2 ya.. hehe..

    1. Hehehehheehe maakasih banyak (_ _) ^^
      Hahahhahahhahaha😀😀😀
      Eh itu…😛
      Hehhehehehe makasih banyak (_ _) ^^
      oke sip sip ^^

      maakasih banyak ya ^^

  9. baca part yang ini jadi bingung kok seohyunnya jahat ya? Padahal di part yang sebelumnya baik banget.
    Yurinya dijodohin sama siapa ya? Kyuhyunkah?
    Lanjut ya udah penasaran nih

    1. Sebenernya, dipart ini udah nggak ngebingungin lagi. Soalnya dipart sebelum-sebelumnya udah ada tanda-tanda kok kalau sebenernya dia jahat. Tapi, mungkin kamu nggak begitu ngeh jadi sedikit bingung sama part ini ^^ hehehhehee😀😀
      iya sip sip

      makasih banyak ya chingu ^^

  10. baca part yang ini jadi bingung kok seohyunnya jahat ya? Padahal di part yang sebelumnya baik banget.
    Yurinya dijodohin sama siapa ya? Kyuhyunkah?
    Lanjut ya udah penasaran nih

  11. Pendek aah thor *DIGAMPAR*
    kekekekeke..

    Sesuatu Banget, Seohyun jadi jahat.. Nah gini dong, ada perubahan Karakter dari Seo.. Baca ff ttg seo, Sifatnya gitu2 aja.. Jangan Fokus Ke Seo yg kaya Angel, atau baik ,, sekali-kali peran antagonis napa
    #apaseeh…

    Waah.. KUYU!! Kau jahat ama Unnieku..

    Siwon, Ma Kyu udh cium Yuri, selanjutnya siapa yg bakal jadi Cinta Sejati Yuri???
    KYURI aaah..
    #Walau kesel ama si Kuyu..

    Lanjuuuuutaannyaa cepet okke??? *,*

    1. Pendek? Demi apa? *shock mode on* ahahhahhaha😀😀
      Ahahahhhaha aku setuju bgt sama kamu! ^^ hehehehehe aku cuma mau buat dia sedikit berbeda dari sifat yang kita tau selama ini ^^ hehehehehe😀😀

      makasih banyak ya chingu ^^

    1. makasih banyak (_ _) ^^
      heheheehe sengaja aku buat sedikit berbeda dari sifat aslinya hehehe ^^v
      eh itu… aahhahahaha😀😀
      oke sip sip ^^

      makasih banyak ya ^^

      1. iya sama-sama.
        kapan next part nya aku udah penasaran, pengen liat apa yang dilakuin Seohyun jahat selanjutnya sama Yul oenni.

        1. Hehehehhehe ^^
          Hm? Minggu depan? Tapi harinya tergantung ya? Ahhahhhaha😀😀 kalo moodnya lagi baik, pasti post secepetnya kalo nggak yah maaf-maaf aja ahahahhahahhahaha😀😀😀😀
          ok sip sip ^^

          makasih banyak ^^

  12. udahhh..yuri ama siwon sunbae aja,
    bener ga sich omongannya seohyun, klo kyu maw ampe hubungan intim?
    atau cuma seohyun hanya melebih-lebihkan kah?
    pasti yang di jodohin ama yuri , si kyuhyun.

    1. Ahahahhaha iya aku juga setuju ahahhaha *loh?*
      eh itu… ahahahhahaa😀😀😀
      ahahahahhaha😀 eh kyu? sepertinya harus dipikir dua kali aku menulisnya -__-v ahahhahahhaha😀😀😀

      makasih banyak ^^

  13. Aku baru sadar kalau Seo jahat…..
    Bagus sich chingu…
    Tapi di part ini gak ada kyurinya
    #nangisdipojokansamaYesung😀😀
    Gak apa dech…
    lanjutin ya chingu…😀😀😀

  14. seohyun ternyata jahat!? Aku jd ngebayangin deh onnie, penampilan seo wkt ngelabrak yuri, beda dr biasanya
    Kasian bgt yuri tersiksa di part ini, & dia jg dipaksa ciuman sm siwon!!!

    Itu kyu beneran pcrn sm seo ya onnie?
    Kyu emg kamu suka sm siapa sih?
    Hiks… Onnie ffnya nambah seru nih, tambah penasaran aku…
    Smg part selanjutnya gak lama di update ya onnie!! & tetep dipanjangin!

  15. #shock again
    gak nyangka Seohyun bs sampe kyag gtu…
    emang dsar tuh yeoja…. huft
    bkin sebel..
    Yuri dijodohin? trus pura2 pcran ma Siwon?
    apa jgn2 sbnernya mreka berdua yg dijodohin…
    ah… bingung
    gak ketebak…

  16. aih wktu awal baca td ak mikirx cm “aduh yuri maruk amat sih, dua2x diembat.. bagi satu napa” hehehe
    tp pas dah bc smp akhir jd sedih juga yuri digituin ma seohyun…
    haya serigala berbulu domba ternyata….

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s