THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 5 ]


THE 4th FLOWER BOYS!

 

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Lee EunHyuk

Lee DongHae

Support Cast : SNSD and SuJu

PG : +17 and BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey ^^

Disclaimer : They all belong to God. I just write it. I love KyuRi Couple not SeoKyu or other ^^ Sorry. This is PURE my OWN and MINE. So please, DON’T BE A PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS ok?🙂

 

“ Cinta dan sahabat adalah sesuatu yang manis dan lembut yang tak dapat dipisahkan oleh apapun.” –Kwon Yura.

 


Aku menyalakan lampu kamarku dengan tidak bersemangat. Ku taruh tas-ku dilantai begitu saja dan merebahkan diriku diatas ranjang. Lelah. Rasanya perasaan itu hampir ingin membunuhku.

Seperti inikah… pada akhirnya?

Kwon Yuri bodoh! Terlalu banyak berharap pada sunbae menyebalkan itu! Aish! Aku bangkit dari tidurku dan mulai duduk di atas ranjang, menatap pantulan cermin diriku yang dibiaskan oleh cahaya.

Wajah kelelahan dan kusut, terpampang jelas dipantulan cermin itu.

Bulir-bulir lembut kembali membasahi ke dua pipiku. Masih dapat ku rasakan sakit dan pedih yang ku terima saat ini. Bahkan, aku tak pernah berpikir jika semua ini terjadi, terlebih… hubunganku dengan SeoHyun. Apakah ini hanya sebuah tipu muslihat yang sedang ia jalankan?

Tapi kenapa aku tidak menyadarinya? Apakah ia terlalu pintar untuk berbohong? Atau aku saja yang bodoh karena mau dipermainkan olehnya? Aish! Apa ini semua?

Aku membanting tubuhku dengan kasar diranjangku. Rasanya masih kesal dan tak terima diperlakukan seperti itu olehnya. Aku menghapus air mataku dengan kasar.

Sial!

Sunbae menyebalkan!! Arrghh!

“ Yuri?” panggil seseorang yang familiar untukku. Kepala menyembul begitu saja dan disusul oleh tubuhnya dipintu tanpa mengetuk lebih dahulu, ia masuk dan berjalan mendekatiku.

Aku menoleh dengan malas. “ Wae?” tanyaku malas.

“ Ya! Mana ada seorang anak berbicara seperti itu kepada ibunya?” omelnya sambil mendekati ranjangku.

“ Umma, jangan menggangguku! Sana pergi!” usirku dengan tangan yang mengusir sesuatu untuk pergi.

Sebuah jitakan mendarat dikepalaku. Aku merintih kesakitan. “ Ya! Mana ada anak yang mengusir Ibunya seperti itu?” omelnya lagi sambil berkacak pinggang.

Aku bangun dari tidurku dan duduk di atas ranjang sambil mengusap-usap kepalaku yang dijitak olehnya.

“ Umma, aku tahu kau ingin bicara apa padaku?” ucapku menerka-nerka sambil menatapnya sedikit kesal.

“ Baguslah jika kau tahu.” ucapnya dengan nada bangga, tangan dilipat di depan dada dan senyum puas diwajahnya. Ia lalu duduk diranjangku.

“ Maka dari itu, aku memintamu untuk pergi. Karena aku sedang tidak ingin berdebat dengan kalian. Sudah sana.” Ucapku menatapnya dengan malas. Umma menatapku dengan datar tanpa ekspresi.

“ Yuri, aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Tapi kau sungguh tidak boleh menolak lamaran pernikahan ini. Kami telah memiliki kesepakatan saat kalian lahir. Umma dan appa tak akan mau mendengarkan kata-kata penolakanmu. Kau mengerti?” jelasnya sambil menatapku lembut.

“ Aku juga tidak ingin mendengar kata-kata permintaan kalian. Tidak mau!” tegasku sambil tangan membentuk tanda “X” di depan dada.

Umma menghela napas dalam. “ Besok, akan ada pertemuan kau dengannya pukul tujuh malam. Dan kau harus datang! Tidak boleh tidak! Jangan sampai ayah-mu turun tangan dalam hal ini. Kau tahu kan betapa marahnya ayahmu jika kau tidak menuruti keinginannya?” peringat umma yang membuatku menghela napas dalam.

“ Tapi umma, aku boleh memilih siapa suami-ku untuk nantinya. Karena aku yang nantinya akan menjalani hidup selanjutnya.” Tegasku sekali lagi untuk bersikukuh pada pendirianku.

“ Ya, kau benar. Kau yang akan nantinya menjalani kehidupanmu selanjutnya. Tetapi kami hanya ingin memberikanmu yang terbaik. Lagipula, umma dan appa yakin, kau nantinya akan menyukai laki-laki pilihan kami.” Jelasnya sembari menyunggingkan senyum jahil diwajahnya. Aish! Lama-lama aku bisa gila karena ini! Arrgghh!

“ Baiklah, sebaiknya kau cepat mandi lalu makan. Oh ya, umma hampir lupa!” ucapnya sembari bangkit berdiri dari duduknya dan menatapku. Aku mengangkat salah satu alisku. “ Kenapa kau pulang telat hari ini? Bukankah seharusnya kau pulang dari sore tadi?” lanjutnya.

“ Eh… itu… tadi, aku.. bermain-main bersama teman-temanku. Dan hampir… lupa waktu. Yah, seperti itulah…” jelasku dengan susah payah. Tentu saja aku berbohong.

Umma tersenyum lembut padaku. “ Baiklah, tak apa. Sudah sana cepat mandi! Kau ini jorok sekali sih!” omelnya tiba-tiba. Aku hanya bisa tersenyum lembut diomelinya seperti itu.

Karena aku merindukan semua omelan-omelan mereka –kedua orangtuaku-. Ah, sudah berapa lama kami tidak berkumpul bersama? Dan sekarang? Dimana oppa-ku?

Aku bangkit dari dudukku dan langsung pergi ke kamar mandi yang terletak di dalam kamarku. Lalu setelah itu makan malam sendiri. Tentu saja.

***

From : Choi Siwon

 

Good night, my lovely girl. I’m so thankful with you. Have a beautiful dream.

 

Aku menghela napas berat saat membaca pesan singkat itu darinya saat ingin pergi tidur.

To : Choi Siwon

 

Sunbae, cukup sudah drama yang kita buat ini. Panggil aku Kwon Yuri, bukan my lovely girl. Mengerti?

Aku menghela napas kembali untuk kesekian kalinya. Tsk! Harusnya tidak perlu membahas tentang ciuman itu. Aish! Membuatku merasa kesal saja. ponselku bergetar sekali, menandakan ada pesan singkat yang masuk ke ponselku.

From : Choi Siwon

 

Baiklah, tidak masalah. Tapi aku hanya ingin membuatmu terbiasa dengan panggilan itu nantinya. Aku tidak ingin ada suatu kesalahan saat bertemu mereka.

 

Aku langsung terlelap dan tidak memedulikan getaran-getaran yang ditimbulkan oleh ponselku darinya. Terlalu lelah saat ini.

***

Bunyi alarm membuatku terganggu sekali. Aku membuka mataku perlahan-lahan. Aku menghela napas pelan untuk kali pertamanya hari ini.

Hari baru lagi.

Rasanya tubuhku masih terasa enggan untuk bangun dari tempat tidur ini. Jiwa ragaku seutuhnya membutuhkan waktu yang lebih untuk beristirahat yang panjang. Tetapi, rutinitas sehari-hari memaksa diriku untuk menuruti keinginan itu. Apalagi kalau bukan sekolah, bertemu dengan seseorang –yang tidak ingin ku sebut namanya-, dan sunbae menyebalkan itu?

Aku menyingkap selimut berbulu tebal milikku yang berwarna coklat tua, lalu setelah itu segera pergi menuju kamar mandi.

It will be along day…

 

***

Aku melangkahkan kakiku dengan berat dan malas saat menelusuri jalanan kota yang mulai padat karena dipenuhi orang-orang yang berlalu-lalang kemari. Suara lantunan lagu berirama lembut ditelinga, membuatku perlahan-lahan terasa nyaman. Super Junior KRY – The One I Love.

Aku berbelok ke kanan dan mulai masuk ke dalam gang kecil yang terhimpit oleh bangunan toko-toko yang besar dan tua. Gang ini sangatlah sepi dan jarang dilewati orang-orang pejalan kaki lainnya. Kebanyakan dari mereka tidak tahu tentang gang kecil ini, aku memilih jalan pintas untuk sampai ke sekolah dengan berjalan menelusuri jalanan ini.

Memang, sebenarnya tempat ini sangatlah rawan terhadap modus-modus kejahatan, seperti pencopetan, pemerkosaan, dan pemerasan terhadap orang-orang yang lemah. Tetapi, aku sudah melewati jalanan ini semenjak aku sudah bersekolah di tempat itu.

Dan, aku juga pernah ingin menjadi korban modus kejahatan mereka. Tetapi, aku berhasil lolos karena aku melawan mereka dengan ilmu taekwondo yang ku miliki. Tempat ini sangatlah suram dan gelap. Tidak ada tempat yang terkena cahaya yang benar-benar cukup disini.

“ Lepaskan aku!! Lepaskan aku!!” teriak seorang gadis dengan sedikit histeris. Aku mendengarkan suara teriakan yang cukup keras itu lalu melepaskan salah satu earphone milikku yang saat ini tengah ku gunakan.

Seorang gadis yang berpakaian seragam sekolah lengkap tengah dikelilingi oleh beberapa laki-laki yang tak lain adalah preman ditempat ini. Aku mendengus kesal melihat keadaan itu.

Cih! Dasar para laki-laki buaya!

Aku berjalan mendekati mereka dengan langkah yang panjang.

“ Nona, ternyata kau manis sekali ya? Kau ingin pergi kemana? Tidak usah pergi, temani kami disini saja untuk bermain-main sebentar, bagaimana?” tanya salah seorang laki-laki diantara mereka dengan nada yang dibuat-buat.

“ Tidak mau!! Lepaskan aku brengsek!!” maki gadis itu di depan wajah laki-laki yang tadi berbicara padanya.

“ Apa kau bilang?! Kau pikir kau ini siapa? Huh?” ucap laki-laki itu tidak terima sembari menarik kerah leher gadis itu. “ Dengar ya, kau saat ini masih bisa bernapas itu saja sudah beruntung! Karena mungkin aku takkan segan lagi untuk membunuh gadis tengik sepertimu!” maki laki-laki itu lagi dengan suara amarah yang tertahan. Lalu terdengar suara tawa dari anggota lainnya.

Cih! Dasar! Sombong sekali dia?

Aku menepuk bahu laki-laki yang berbadan besar itu –laki-laki yang berbicara dengan gadis itu- dengan sedikit keras. Laki-laki itu menoleh ke arahku diikuti oleh beberapa pasang mata lainnya. Aku memaksakan sebuah senyum ramah tersungging diwajahku.

“ Maaf, ajuhssi, tapi kau tidak boleh memperlakukan seorang wanita seperti ini.” Ucapku dengan seramah mungkin. Laki-laki itu menatapku dengan sinis lalu melepaskan cengkramannya pada kerah gadis itu, membuat gadis itu jatuh tersungkur ke tanah.

“ Wah, wah, sepertinya kita ke datangan gadis cantik lainnya.” Ucapnya dengan nada merendahkanku. Aku tersenyum ramah saat mendengarnya. “ Tapi, sepertinya kau akan menyesal karena kau ingin menolong gadis ini.” Ucapnya dengan suara yang sinis.

“ Tidak juga. Ku harap, kau segera melepaskan dia dan membiarkan kami pergi tanpa harus ada pertumpahan darah.” Jawabku dengan tenang sambil menatapnya dengan tatapan menantang.

Laki-laki itu tertawa dan diikuti oleh beberapa anggota lainnya. “ Apa? Apa aku salah dengar? Hei, nona, dengar ya, kau seharusnya tidak perlu mencampuri urusan kami. Karena kami takkan segan-segan juga akan menyakitimu.” Ancamnya.

Aku mendengus kesal di depan wajahnya sembari menatapnya dengan tatapan merendahkan selama beberapa saat, lalu berjalan mendekati gadis yang jatuh tersungkur itu. “ Apa kau bisa berdiri?” tanyaku ramah padanya sembari tersenyum lembut. Untuk beberapa saat, gadis itu terdiam melihatku dengan tatapan mata yang kosong dan bingung. Aku mengulurkan tangan kanan-ku padanya. Dan disambutnya dengan sedikit keraguan-raguan kemudian kepercayaan yang ia yakini saat menyentuh tanganku dan menggenggamnya dengan erat.

“ Ayo kita pergi dari sini.” Ucapku yakin  padanya sembari membantunya berdiri dengan cara membantunya menopang tubuhnya, yang sepertinya sedikit terluka dibagian kaki.

“ Kau pikir, kau bisa pergi dari kami begitu saja? Kurasa tidak.” Ucap laki-laki itu lalu kemudian bunyi jentikan jari terdengar olehku. Dan anggota-anggota laki-laki itu mengerubungi kami berdua membuat sebuah bentuk setengah lingkaran.

“ Cih! Kau hanya membuatku terlambat ke sekolah saja.” ejekku kesal padanya. Aku melepaskan tangan gadis itu yang melingkar dengan manis dileherku. “ Apa kau bisa berdiri sendiri?” tanyaku khawatir padanya. Ia mengangguk pelan sebagai jawaban ‘iya’.

“ Baiklah, kau pergilah menjauhi dari sini. Aku akan melawan mereka dulu.” Pintaku padanya yang dibalas olehnya tatapan bingung. “ Aku ini sudah sabuk hitam. Kau tenang saja.” ucapku menenangkannya. Gadis itu terdiam untuk beberapa saat, tetapi kemudian ia mengangguk mengerti dan mulai berjalan menjauh dengan langkah kaki sedikit terpincang-pincang.

“ Baiklah, selesaikan masalah ini secepatnya.” Ucapku dengan sedikit kesal dan menggerak-gerakkan tubuhku terlebih dahulu untuk melakukan pemanasan sebelum berkelahi.

“ Cih! Sombong sekali kau!” maki laki-laki itu dan ia mulai menyerangku dengan sebuah pukulan tinju yang cukup menyakitkan jika aku tidak segera menghindarinya dengan sigap. “ Huh? Boleh juga.” Ucapnya merendahkanku untuk kesekian kalinya.

Aku tersenyum sinis sebagai balasannya dan mulai menyerangnya. Sebuah tendangan kakiku berhasil mengenai tulang kering dikakinya hingga membuatnya merintih kesakitan. Aku lalu mengabaikan rintihan itu dan mulai menambahkan hal yang sama padanya. Hingga membuatnya jatuh terduduk. Ia menatapku geram sedangkan aku menatapnya dengan tatapan mengejek.

“ Serang dia!” titahnya pada anggota-anggotanya. Mereka secara langsung menuruti titahan tersebut dan mulai mengelilingiku. Aku mulai memasang kuda-kuda-ku sembari menatap mereka satu per satu.

“ Aish! Sungguh keterlaluan kalian ini! Membuatku terlambat saja!” kesalku pada mereka. Salah satu dari mereka berjalan maju dan mulai menyerang bagian wajahku, tetapi aku langsung menghindar, menahan tangannya yang ingin memukulku dan membalasnya dengan pukulan keras dibagian perutnya.

Dan anggota yang lainnyapun mulai menyerangku lagi. Perkelahian itu terjadi selama beberapa waktu, membuat terkuras seluruh energiku hari ini.

***

Aku menatap mereka semua -yang telah terjatuh tersungkur ditanah dengan kesakitan akibat pukulan dan tendanganku- dengan napas yang tersengal-sengal. Laki-laki itu –yang sepertinya ketua dari kelompok itu- menatapku dengan sinis dan amarah yang terpendam. Mereka cukup memiliki luka yang serius, karenan beberapa diantara mereka ada yang lebam dan berdarah.

Aku mengusap wajahku yang lengket terkena keringat dengan kasar dengan salah tanganku. “ Aish! Kalian sungguh menyebalkan!” makiku pada mereka dan mulai berjalan mendekati gadis itu. “ Apa kau baik-baik saja?” tanyaku padanya.

“ Ya, aku baik-baik saja. Hm… Itu tadi… aku sungguh-sungguh berterima kasih padamu.” Ucapnya sembari menundukkan kepala 30 derajat padaku. Aku menepuk-nepuk punggungnya pelan.

“ Tidak masalah.” Ucapku sembari tersenyum lembut pada gadis itu. Gadis itu lalu mengangkatkan kepalanya dan menatapku dengan lembut. Aku membalas tatapan lembut miliknya dengan senyum manis milikku.

Tetapi, mata gadis itu membulat kaget, tubuhnya kaku dan bibirnya sedikit terbuka. Aku menatapnya dengan bingung. Jari telunjuknya ingin menunjukkan sesuatu padaku. Aku mengikuti arah yang dimaksud dan menolehkan kepalaku pada arah yang ditunjuk gadis itu.

“ A-awas!!” teriak gadis itu dengan histeris.

BUGH!!!

 

Tetapi, terlambat. Sebuah kayu menyentuh kepalaku dengan keras membuatku kehilangan keseimbangan tubuhku. Bau amis dan anyir darah tercium dihidungku. Aku dapat merasakan sesuatu dikepalaku sedang mengalir turun membasahi pipiku. Merah…

DUGH!!!

Sebuah pukulan keras yang dapat ku lihat dengan samar-samar mengenai tubuh beberapa laki-laki itu tanpa ampun sama sekali. Sepertinya mereka masih belum benar-benar kalah. Seorang laki-laki datang menghampiriku, tidak, bukan seorang tetapi… empat orang laki-laki menghampiriku. Siapa?

Aku memerosotkan tubuhku ditanah, pandanganku kabur. Segala sesuatunya tidak terlihat dengan baik. Begitupun dengan laki-laki yang berlari ke arahku dengan khawatir. Ia langsung menjatuhkan lututnya dihadapanku dengan satu kali gerakan cepat.

“ Apa kau baik-baik saja?” tanyanya, terdengar sangat familiar ditelingaku. Tetapi, aku tidak tahu siapa pemilik suara itu dengan pasti. Segala sesuatunya berputar-putar dikepalaku, tidak berdiri pada porosnya dengan baik.

“ Yuri-ssi, apa kau baik-baik saja? Ya! Sadarlah!” ucapnya khawatir dan panik. Ia mengguncang-guncangkan tubuhku dengan cukup keras, membuatku sedikit tersadar walau tak sepenuhnya.

Laki-laki yang memiliki tubuh tegak dan professional yang saat ini dihadapanku. Butuh beberapa detik untuk mengenali siapa laki-laki ini. “ Su-sunbae?” panggilku lemah. Seulas senyum lega tersungging diwajahnya. Ia lalu memelukku dengan erat tetapi nyaman.

“ Bodoh!” makinya pelan ditelingaku denga suara yang kacau.

Aku mengulum senyum saat mendengar makiannya itu. “ Jangan khawatir, Siwon-ah, aku baik-baik saja.” ucapku lemah.

“ Bodoh! Kau itu gadis yang paling bodoh yang pernah aku temui!” makinya lagi dipelukannya. Aku hanya tertawa pelan mendengar makiannya itu.

“ Apa kau baik-baik saja, nona?” tanya laki-laki yang berdiri tak jauh dari Siwon-sunbae. Aku melihatnya, dan mendapati DongHae dan EunHyuk-sunbae sedang bertanya pada gadis yang ku tolongi itu.

Syukurlah, ia baik-baik saja.

“ Lain kali, aku akan menjemputmu. Dan aku tidak ingin mendengar kata penolakan darimu.” Tegas Siwon-sunbae padaku saat ia mengakhiri pelukannya.

“ Sunbae…” ucapku lemah, ingin sekali menolaknya. Tetapi, terlalu lemah saat ini.

“ Sudah ku bilang padamu, Kwon Yuri, aku tidak ingin mendengar kata penolakan darimu.” Tegasnya sekali lagi lalu bangkit berdiri dan mulai membopongku. Aku kaget melihatnya seperti ini, tetapi aku tidak mungkin menolaknya karena aku tidak memiliki tenaga candangan lagi untuk menolak ataupun melawannya.

Aku melihat gadis itu ikut dengan mobil DongHae-sunbae yang dibantu berjalan oleh DongHae sendiri, sedangkan EunHyuk-sunbae hanya diam melihat gadis itu dan DongHae tanpa melakukan apapun.

Aku menyenderkan kepalaku ke dada Siwon-sunbae yang bidang, dan mata kami berdua –aku dan dia- saling bertemu. Bertemu dalam diam. Ia hanya diam dan menatap kami dengan tatapan kesal tetapi ia hanya memilih diam. Tak melakukan apapun.

Sedangkan saat kami berdua –aku dan Siwon-sunbae- melewatinya begitu saja. Ia memilih diam dan berbalik badan kemudian berjalan lebih dulu dari kami. Aku hanya menatap punggungnya yang semakin menjauh dengan tatapan sendu.

KyuHyun-sunbae… semuanya telah berakhir.

Bulir lembut mengalir disalah satu sudut mataku, tetapi aku langsung menghapusnya dengan kasar.

Sebelum aku masuk ke dalam mobil Siwon-sunbae dan mendudukkanku, sebuah suara yang samar terdengar olehku.

“ Tiffany! Aku Tiffany!” teriak gadis itu yang dapat ku lihat dikaca spion mobil Siwon sembari melambaikan tangannya. Entah pada siapa? Bukan DongHae, EunHyuk, KyuHyun, ataupun Siwon. Mungkinkah padaku? Aish! Tidak mungkin.

***

“ Sunbae, apakah aku boleh bertanya?” tanyaku saat kami semua telah sampai disekolah dan saat ini aku dan Siwon-sunbae sedang berada diruang kesehatan. Siwon-sunbae yang bersikukuh untuk memperban luka dikepalaku dan tak ada yang boleh selain dia. Dan, disinilah kami, diruang kesehatan, dan hanya ada kami berdua saja.

“ Hm, apa?” jawabnya.

“ Kenapa bisa kau berada ditempat itu?”

“ Karena aku melihatmu dijalan dan berencana mengajakmu untuk ikut bersamaku untuk pergi ke sekolah. Lagipula, bukankah sudah ku bilang kau ini gadis tercinta-ku? Jadi, tidak ada salahnya mengajakmu untuk pergi kesekolah bersama-sama kan? Tetapi, saat aku ingin memanggilmu kau masuk ke dalam jalanan yang sempit dan gelap. Jadi, aku menyusulmu saja. dan, saat menyusulmu itu aku melihat kau sedang berbicara dengan para preman itu, kemudian kalian berkelahi. Tadinya aku ingin menolongmu, tapi, melihatmu yang sepertinya hebat sekali dalam berkelahi jadi, kuurungkan saja niatku itu.” Jelasnya sambil memutar-mutarkan perban dikepalaku.

“ Dan, ke tiga sunbae itu, bagaimana?” tanyaku lagi.

“ Kau tau kan, kami selalu datang berempat kesekolah bersama-sama. Jadi, saat aku menghentikan mobilku, mereka juga ikut berhenti. Tanpa terkecuali.” Jelasnya dan memberikan sedikit penekanan pada kata-kata terakhirnya itu. Dan aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku dengan pelan sebagai tanda mengerti dan tidak ingin mempermasalahkannya lagi.

“ Akh!” rintihku kesakitan saat perbannya telah berhasil melingkari kepalaku dengan manis dan ditarik pelan oleh sunbae untuk mengecangkannya.

“ Apakah sangat sakit sekali? Apa kau masih terasa pusing dan tak enak badan?” tanyanya dengan ekspresi dan raut wajah khawatir. Padahal, pertanyaannya ini sudah ia tanyakan padaku beberapa saat yang lalu, dan kini ia mengulanginya lagi.

“ Sunbae, aku baik-baik saja. Kau tidak perlu secemas dan sekhawatir seperti itu.” Jawabku, berusaha menenangkannya.

“ Bagaimana jika kita ke rumah sakit saja?” tanyanya lagi dengan sikap yang sama. Aku mengulum senyum.

“ Sunbae, bagaimana caranya supaya aku dapat meyakinkanmu, bahwa aku baik-baik saja?” tanyaku sabar dan lembut.

Ia mengulum senyum jahil diwajahnya dan mendekatkan wajahnya padaku. “ Cium aku sebagai kekasihmu.”

Mataku membulat kaget saat mendengar kata-katanya barusan. “ A-apa?” tanyaku kaget.

Suara tawa pelan kemudian terdengar dari mulutnya. Sedangkan aku menatapnya dengan bingung. “ Tidak, aku hanya bercanda saja.” lanjutnya lalu mengelus kepalaku dengan lembut. Ia lalu bangkit dari duduknya dan mulai berjalan ke westafle, mencuci tangannya, kemudian berbalik lagi dan duduk di depanku.

Ia menyentuh bibirku dan membelainya lembut. Untuk beberapa saat, ia terdiam menatap lurus ke bibirku. Ada yang anehkah?

“ Aku berharap, tidak ada yang menodai bibirmu ini selain aku.” Ucapnya sembari tersenyum lembut padaku. Ia lalu mendaratkan bibirnya dibibirku dengan satu kali gerakan cepat tanpa aku sadari. Lembut dan manis.

Aku diam, aku bahkan tidak menolaknya lagi. Diam dan hanya membiarkannya. Karena aku ingin menghapus semua bayangan tentangnya di benakku dan membuka hati pada pria lainnya.

Aku sudah harus melupakannya.

***

Berapa lama kami berciuman? Aku juga tidak tahu. Semakin lama, semakin kami berciuman, air mataku tak mau berhenti turun. Sesak, karena aku masih belum bisa melupakan ciuman tak sengaja itu. Semakin Siwon-sunbae menciumku, semakin hatiku berteriak dan berkata, tidak!

Apa ini? Kenapa melupakan sunbae menyebalkan itu begitu sulit dan menyesakkan?

Siwon menghentikan ciumannya dan menatapku dengan tatapan bingung. Aku menatapnya dengan tatapan rasa bersalah karena telah memanfaatkannya.

“ Well, kau pintar juga.” Puji atau sebuah sindiran kecil darinya sambil menyentuh bibirku. Aku hanya diam dan memaksakan sebuah senyuman diwajahku.

***

Aku melangkahkan kakiku keluar dari ruang kesehatan ini. Terasa membosankan di dalam dan berencana akan berjalan-jalan sebentar lalu kembali lagi ke sini. Aku menoleh ke belakang dan mendapati Siwon-sunbae tengah sibuk merapikan alat-alat kedokteran yang ia pakai untuk mengobatiku.

Sepertinya, jika hanya sebentar saja aku pergi ia tidak akan tahu? Baiklah, pergi saja kalau begitu.

Aku melangkahkan kakiku dengan begitu ringan dan hati yang hangat. Hari ini aku membolos semua mata pelajaran yang ada karena kekhawatiran yang begitu berlebihan Siwon-sunbae padaku. Entahlah mengapa? Tetapi, ia bilang melebihi beberapa kali bahwa ia akan menjagaku dengan sangat protectif.

Karena aku ini adalah kekasihnya. Ia bilang seperti itu padaku. Tapi, entahlah maksudnya apa?

Walau apapun alasannya, aku berterima kasih padanya karena ia telah menolongku dari kejadian itu.

Aku melewati dinding pemisah dekat ruang kesehatan dengan begitu saja, tanpa menoleh sedikitpun. Baru tiga langkah aku berjalan, aku seperti menangkap sesosok manusia yang sangat aku kenal. Aku membalikkan tubuhku dengan kaku dan perlahan-lahan sembari menghadap sosok seseorang itu. Mataku membulat kaget saat mendapati seseorang yang sangat tak asing lagi untukku.

“ Err… KyuHyun-sunbae, selamat si-ang?” sapaku seramah mungkin tetapi yang terjadi malah canggung dan gugup. Aku sedikit membungkukkan tubuhku padanya. Ia menatapku dengan dingin dan cuek, seperti biasa.

“ Hm, yang tadi itu… terima kasih karena telah menolongku.” Ucapku lagi yang tanpa sadar malah kecanggungan yang terjadi padaku. Ia melangkahkan kakinya mendekatiku.

“ Ikut aku.” Ucapnya dingin sembari menggenggam erat tanganku. Sekumpulan perasaan tak menyenangkan menghinggapiku. Aku menghela napas pelan.

“ Kemana?” tanyaku padanya sebiasa mungkin.

Ia menatapku tajam dan mengabaikan pertanyaanku tadi. “ Ayo.” Pintanya lembut sembari menarik tanganku pelan. Aku hanya diam pasrah menuruti keinginannya itu.

Kenapa? Kenapa kau dengan mudahnya menakhlukkanku hanya dalam sekejap saja? Seharusnya tidak begini, seharusnya aku menolaknya dan pergi menjauh darimu.

***

CHO’s HOSPITAL

 

Dimana kami saat ini berada. Aku menghela napas pelan. Dari sekolah ke rumah sakit ini letaknya tidak begitu jauh. Hanya saja, membuatku mati kebosanan karena tidak ada pembicaraan sama sekali diantara kami. Terbenam dalam pikiran masing-masing. Ia bahkan tidak memberitahuku untuk membawaku ke rumah sakit milik keluarganya ini. Ia hanya diam sembari mengemudikan mobilnya.

“ Ayo, turun.” Titahnya sembari melepaskan seat belt miliknya. Aku melepaskan seat belt milikku dengan malas dan tidak bersemangat.

“ Lukamu cukup parah, dan harus segara diobati.” Ucapnya saat aku telah turun dan ia berdiri disisiku. Aku menoleh menatapnya dalam diam. “ Ayo masuk.” Lanjutnya.

“ Sunbae?” panggilku.

Ia menoleh menatapku dengan lembut. Aku menggigit bibir bawahku sembari menatapnya ragu.

“ Apa?” tanyanya.

“ Err… Kita kembali saja ke sekolah. Lukaku sudah diobati oleh Siwon-sunbae. Jadi, kita tidak perlu ke rumah sakit untuk mengobatinya… lagi.” ucapku memelan saat ingin menyelesaikan kalimatku, karena wajah KyuHyun-sunbae telah berubah menjadi dingin dan ada pancaran sinar matanya yang mengisyaratkan ketidak sukaan saat aku menyebutkan nama Siwon-sunbae bahwa ia yang telah mengobati lukaku.

“ Perlu dicek secara keseluruhan.” Sahutnya singkat, dingin, dan cuek. Kemudia ia berjalan lebih dulu, meninggalkanku yang terdiam membisu melihatnya.

Aish! Lebih baik tidak perlu menuruti ajakannya tadi untuk datang ke sini! Kesalku sembari menyusulnya dengan berlari-lari kecil. Sial!

***

Matahari sudah terbenam saat kami telah mengikuti pemeriksaan yang panjang serta melelahkan dan ingin kembali ke sekolah untuk mengambil barang-barangku yang tertinggal, tentunya mungkin barang-barang sunbae menyebalkan itu juga? Saat tiba, sekolah sudah tak berpenghuni lagi ketika aku masuk ke dalam kelas untuk mengambil tas-ku yang sengaja ditinggalkan untuk bukti bahwa aku ada dan hanya izin untuk tidak mengikuti pelajaran.

Aku menatap sinis pada laki-laki yang saat ini sedang menatap ke luar jendela dikelasku, menikmati pemandangan bintang-bintang yang bertaburan.

“ Sunbae, untuk hari ini… terima kasih.” Ucapku padanya sembari sedikit membungkukkan tubuhku. Ia hanya diam dan tak bergerak. “ Aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Tambahku lalu beranjak ingin pergi.

“ Aku juga mau pergi.” Ucapnya, entah bagaimana bisa ia dengan cepat disampingku.

BLAKKK!!!

 

Pintu kelas tertutup dengan suara keras. Untuk beberapa saat, aku dan KyuHyun saling menatap, terdiam, terkejut dan bengong. Apa?

Aku melangkahkan kakiku kembali untuk meninggalkan kelas ini. Tetapi… tidak bisa? Huh? Aku mencoba sekali lagi untuk membuka knop pintu. Tetapi, hasilnya tetap tidak bisa.

“ Sunbae, bagaimana ini? Pintunya terkunci!” ucapku mulai panik dan bingung sembari memutar-mutar knop pintu dan menatap KyuHyun dengan raut wajah panik.

“ Ya! Buka pintunya!” teriaknya dengan keras. “ Ya!!  Ya!! Buka pintunya!! Aku bilang buka pintunya!!” lanjutnya lagi sembari menggedor-gedor pintu dengan keras. Tetapi hasilnya… nihil.

Bagaimana ini? Tidak mungkin harus bermalam disini dengan sunbae menyebalkan sepertinya. Aish! Apa yang harus ku lakukan?

Ya, Tuhan… apa ini?

***

======================== TBC =========================

Maaf telat post! (_ _) *deeply bow*

Kalo jelek ya maaf, kalo bagus ya alhamdulillah ^^ Hehehhe😀

So, menurut kalian gima dipart ini? Konflik ini perlahan-lahan udah semakin ngena belum? Tell me, please! ^^

DON’T FORGET TO RCL ( READ, COMMENT(s), AND LIKE ) PLEASE!!!

Or… I’ll not post again!

Note : Nggak aku protect karena sengaja ^^ Hehehehhee….😀 But, please, still be Good Readers!

*Preview Part 6

” Namaku Tiffany, Tiffany Hwang. Bisakah kita berteman? Aku ingin menjadi temanmu.”

…..

” Jangan ganggu aku, Tiffany Hwang! Pergi!”

…..

” Kau licik, Kwon Yuri! Bagaimana bisa kau se-egois itu? Aku hanya berciuman dengannya sedangkan kau…”

…..

” Jadilah kekasihku yang sesungguhnya. Ku mohon.”

…..

” Apa kau gila? Kau ini milikku! Selamanya akan begitu! Aku tidak akan peduli dengan hubunganmu itu! Aku akan tetap menerima perjodohan itu!”

….

” Apa kau mencintaiku,huh? Apa kau mencintaiku?”

…..

” Tetapi itu bukan sebuah alasan untuk mencintaiku! Apa karena dengan alasan hal itu kau terpaksa mencintaiku, huh?”

…..

PLAAKKK!!!

…..

” Yuri! Umma dan Appa tidak akan mau tau tentang hubunganmu dengan anak keluarga Choi itu! Kau harus berpisah dengannya! Kau harus menikah dengan anak keluarga yang kami pilihkan untukmu! Kau mengerti?”

…..

” Lalu apa salahnya kita mencobanya? Jalani saja yang ada, bukankah itu sebuah anugrah yang terindah? Aku menyukai jalan ini.”

…..

” Seo Jo Hyun! Aku benci kau!”

…..

” Aku mendengar dari sunbae bahwa kau memiliki seorang teman. Tetapi, orang itu mengkhianatimu. Aku mengerti perasaanmu, tetapi aku bukan temanmu itu! Aku, Tiffany Hwang, hanya ingin menjadi teman baikmu! Aku bukan Seo Jo Hyun yang menusukmu dari belakang! Apa… apa aku salah ingin menjadi temanmu saja, Kwon Yuri?”

…..

” Jangan dekati gadisku!”

….

BRAAKKK!!!

…..

” Maaf, tapi aku tidak akan bisa menerima perjodohan ini. Aku… aku menyukai pria lain…”

…..

” Please, marry me?”

…..

” Bitch!”

……

” Kau yang mengatakan kau mencintaiku, tetapi kau melakukan ini, heh? Brengsek!”

……

” Jika kata ‘maaf’ bisa menyelesaikan suatu permasalahan, untuk apa ada polisi dan hukum?”

……

” Karena kau temanku, teman terbaikku. Maaf, maaf. maaf dan terima kasih, terima kasih, terima kasih… telah ingin menjadi temanku.”

…………………………………………..

Dari preview singkat itu, tentunya kalian tau akan ada cast tambahan ^^ dan mungkin akan semakin ribet lagi. Ini -priviewnya- masih berupa draft loh, jadi mungkin akan berubah-rubah juga Hehehehehe😀 . So, what do you think about that?

Lanjut atau berhenti?

THANK YOU .😀😀😀

for your  Suppor ^^ Because, without your I’m nothing.😀

65 thoughts on “THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 5 ]

  1. Huwaa akhirnya di next juga ^^
    Iya Unni konfliknya udah kerasa, rasa stoberry kekeke😀 #plak!
    Awalnya aku aga nggak ngerti, tapi kesini2 jadi ngerti juga.
    Aku penasaran sama cuplikan yang diatas, ditunggu next part nya Unni. FIGHTING FOR UNNI ! \(^,^)/

  2. bgus,seru. lnjut dung
    hduh siwon ngliat bibir yuri ampe sgtu ns . ah kyupa prhtian ampe dbw krmh skit sgla .
    nto preview na lmyn pnjg ya jg tau lha ap yg bkl trjd sljutna jd gg sbr ni . cpt update iia . hehe

  3. lanjut eonni jgn brhenti,,lagi seru nich,yuri dan kyu nya kekunci be2 hahaha..kra2 cpa ya org yg d jodohin sma yuri,,apa kyu ?,,. love again nya lanjutin dong eonni,,please,,:) jgn kelamaan lanjutan nya ya :))

  4. tambah seru unni🙂
    kyuhyun perhatian ma yuri😀 jangan2 yuri mau d jodohin sama kyu?😀 haha *itu sih maune aku
    aisssh siwon suka banget nyium yuri nyampe sgitunya banget -.-
    jd penasaran sama part 6, lanjut🙂

  5. kereeen..
    yg gendong yuri knapa ga kyu aja..
    siwon bneran suka ya ma yuri? ga papa sih. tp jngan main cium aja. hehe..
    kyaknya seru tu yuri kekunci ma kyu. haha.. #knpa aq yg sneng?#plakk

  6. kereeen..
    yg gendong yuri knapa ga kyu aja..
    siwon bneran suka ya ma yuri? ga papa sih. tp jngan main cium aja. hehe..
    kyaknya seru tu yuri kekunci ma kyu. haha..
    next part jngan lama2 ya.. hehe..

  7. Waahhh… akhirnya terbit🙂
    Harus lanjut terus dong chingu🙂
    Dari previewnya kayaknya seru tuh!! baru baca preview udah merinding!
    dah gak sabar nih chingu😀
    jangan lama-lama ya …😀😀

  8. wah… makin seru ceritanya🙂🙂
    kyuhyun dan yuri terkunci di kelas ???
    apa yang akan terjadi ya ? hehe part 6 aja blm di post keke

    jadi penasaran siapa yang dijodohin sama yuri ><
    jangan lama" ya part 6-nya jadi penasaran

  9. konfliknya makin jelas .
    sikap kyu itu selalu membingungkan. I don’t know what him think.

    jadi yg dijodohkan sama yuri … ?
    Aku kira siwon.
    Siwon better than kyuhyun for yuri.

    Previewnya bikin penasara bgt.
    Next part sepertinya akan banyak yg terungkap.

    Lanjut dongsaeng.
    Hwaiting.

  10. kyaa! Keren banget ff nya! Suka sifatnya kyu yang evil banget. Hehe

    Oh iya, lupa ngenalin diri xD
    annyeong eon. Aku reader baru ^^
    Aku suka suka semua ff eonni, apa lagi pairingnya KyuRi. Tapi sayang di protect, aku gak bisa baca. Hehe. Eon, cara minta PW nya gimana?

  11. tambah seru aja thor, dilanjut donk udag keliatan tuh kyu tambah perhatian ma yuri nya….
    jgn berhenti ya thor #mohon2 mpe guling2# ^^d

  12. Hahaha onnie aku jd seyum2 sendiri nih ngebayangin kyuri Kekunci be2
    Bakal ngapain ya mrk?? Cieeee kyuri…..
    part ini tiffany udh msk kan onnie?
    Aku kira td yg nolong yuri pertama itu yuri, ehh ternyata siwon
    Kyu baik bgt periksain yuri ke dokter!
    Perhatian nih… Kekeke

    Onnie preview part 6nya bagus! (Y)
    Jd seru deh kyknya nnt, bakal ada perang nih yuri sm seo ya?
    Hehehe ya udh deh onnie, ditunggu part 6nya update soon ya!😉

  13. Yeee. #loncat2 kgrangan
    udh bsa ktbak kyu yg d jdhn ma Yuri.
    Tp ma siwon jga gapapa.

    .part 6nya jgn lma* eonn.

  14. Ditunggu next partnya, chingu! ^^ ngomong2 ak jdi shipper KyuRi smenjak main RP dan account Yuri-nya ak pcaran sma Kyuhyun. >..< Aku biasany nge-post fanfic di situ juga loh.. trus, main Roleplay jga di situ!😀 Bikin aja accountny trus add ak jdi friend. Kalau sdh bikin, bilangin ya?? ^^ Please.. aku butuh banyak KyuRi shipper disana.

    klau chingu sdh bikin accountny kasih tahu lewt e-mail ak ya?
    santi_spendjoersbi1@yahoo.co.id

    Ak tunggu! ^^

  15. aduh,,lagi2 asyik2 baca dah tbc aja,,huhuh makin seru ni kynya siwon ga mw lepasin yuri nih,,aigoo,,btw siapa ya kira2 yang mw dijodohin ma yuri,,ikh penasaran,,seruuu,,next part jangan lama2 ya saeng,,hehe

  16. Annyeong ,,
    Stelah smggu brada d negeri gingseng, aku bisa bca lagii ff kamu ,
    Kngen,kangen,kangen,,
    Jdii gadis yg d tolong yuri , itu fany onnie ..
    Asik” ada fany onnie ..
    Ksian juga sih yuri dpukulin , psti dy sma fany bkalan jdii teman baik ,
    Req : fany jdianya smaa donghae yaa , jaebaaal ,,
    Trus jngan lma” yaa postnya ,
    Yg bkalan d jdohin sma yuri siwon ato kyuu yaa!!
    Dtggu aja deh ,,

  17. bagus deh ceritanya kak, berasa kyuhyun sering jealous kalo yuri lagi sama siwon, hehe
    umm tapi kayaknya di sini yuri rada sering nangis ya, kasian deh kak, tapi ceritanya bagus di tunggu lanjutannya ya kak.

  18. new cast?
    apa nt bakalan ada Sifanny couple?
    aduh.. jgn sampe…
    -.-V
    ha! Siwon oppa tuh demen bgt nyium Yul-eon..
    trus Kyu-ppanya gmn??

    baca preview bkin merinding eon.. #emangnyahoror?!
    ^^
    aq dukung terus eon…
    lanjuuuuttt….

  19. hy… Q pembaca baru,,, dan kebetulan teryarik dengan cerita chingu… seru” banget… kykx z bakalan jdi pembaca setia dech…hehehe…

  20. Oh…Aku baca serasa nonton drama aja. Bingung jadinya mo cmn apa. Ehm… Pokoknya bagus deh. Kyk drama itu…?? Tp beda bnr2 beda. Jdi pingin trs2 baca n aku selalu nunggu kelnjutannya…

  21. jiah…. yuri bisa taekwondo toh… tp wkt tempo hari kyu main kasar ma yuri, kog ga ngelawan…. susah dh kl udh hati yg berbicara hihihi
    prikitiw

  22. Siwon udah ktauan bgt suka sm yuri..
    Kalo kyu, msih dingin py dia jga suka tu..
    Donghae sm tiffany ni kyak.a..
    Ak bingung sm seohyun, dia suka py knapa ikut ngebantuin dan jdi mlah bersaing?

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s