I Wanna Say ” I Love You ” [ Part 6 ] – I’m Here For You


I Wanna Say “ I Love You ”

[ I’m Here For You ]

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Lee EunHyuk

Cho KyuHyun

Support : SNSD and Super Junior

PG : 17+ amd BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : I don’t own them, they belong to God. My plot is really my OWN, PURE, and MINE.

Don’t try to copy or plagiat, please!!! Because I don’t permit it!!

And Happy Reading too!

“ Semua kenangan yang kita lewati dulu, pada akhirnya akan kita lupakan begitu saja.”-Kwon Yura.

 

Aku masih menggulat ditempat tidur dan enggan untuk bangun. Terasa lelah dan capek untuk mengawali hari ini. Suhu tubuhku terasa naik beberapa derajat selsius dari suhu batas normalnya. Kenapa? Apa aku sakit?

Aku menyentuh keningku dengan punggung tanganku. Terasa hangat dari suhu tubuh normal biasanya. Sepertinya yang dibilang KyuHyun kemarin benar, aku sakit. Aku menghela napas pelan, menatap sekeliling ruang tidurku, kemudian mengumpulkan tenaga untuk mulai beraktifitas walaupun ragaku menolaknya.

Masih banyak yang harus ku kerjakan daripada bermalas-malasan ditempat tidur.

***

Aku keluar dari rumah dengan tidak bersemangat sama sekali walaupun aku telah berusaha memikirkan pikiran-pikiran positif terhadap diriku sendiri, tetapi sepertinya tidak terlalu bekerja.

Aku melangkahkan kakiku dengan langkah yang berat. Ponselku bergetar sekali, menandakan ada pesan masuk. Aku membaca dengan malas.

 

From : Lee HyukJae

 

Aku jemput kau. Tunggu aku, karena sebentar lagi sampai ^^

Jangan coba-coba pergi lebih dulu sebelum aku datang!

 

Aku mengernyitkan keningku. Pergi lebih dulu? Memangnya kenapa? Aku kan punya hak untuk itu. Aish! Dasar monyet ini!

 

Ah, abaikan saja. Siapa yang peduli dengan monyet itu?

 

Aku melangkahkan kakiku dengan enggan karena sebenarnya aku tidak ingin pergi kemanapun selain berbaring manis ditempat tidurku.

 

Ah, hari yang akan panjang lagi. aku menendang-nendang batu kerikil yang berada di depanku dengan tidak bertenaga. Terlalu malas melakukan apapun saat ini.

 

“ Yuri!” panggil seseorang yang sangat familiar untukku. Jika boleh, aku ingin sekali menoleh dan memberikan sebuah senyum manis pada pemilik suara itu. Tetapi, sepertinya tidak akan pernah ku lakukan lagi. Karena pastinya aku akan kembali terluka.

 

KyuHyun-ah, apa kau masih menganggapku sebagai bonekamu?

 

“ Yuri!” ulangnya lagi. Sedangkan aku masih dengan enggan untuk menoleh dan menghiraukan suara itu. Aku menghela napas pelan dan dalam.

 

Hanya melewati hari-hari dengan baik, Kwon Yuri.

 

“ Ya! Kwon Yuri!” ulang pemilik suara itu, kali ini ditambah dengan suara langkah kaki yang sedang berlari mendekat.

 

Jika tahu akan seperti ini, aku lebih memilih untuk terlambat datang ke sekolah. Atau mungkin, datang lebih pagi lagi?

 

Sebuah tangan merangkul leherku dengan sigap dan kuat. Hembusan napas yang sedikit tersengal-sengal terdengar dengan baik ditelingaku yang kemudian terdengar suara tawa pelan darinya. Aku meliriknya dengan tatapan tajam dan tak suka.

 

“ Lihat? Aku bisa mengejarmu.” Ucapnya dengan intonasi nada bicara yang tidak teratur. Aku menepis tangannya yang melingkari leherku dengan sedikit kasar.

 

“ Jangan lakukan itu.” Ucapku datar dan dingin sembari menatapnya dengan tatapan ingin membunuh dan dingin.

 

KyuHyun mengerutkan keningnya sembari menatapku bingung.

 

“ Mulai hari ini, jangan ganggu aku.” Lanjutku lagi dengan datar dan dingin tanpa merubah ekspresi wajahku.

 

Bibir KyuHyun sedikit terbuka dan napasnya seperti tertahan. “ Ke-kenapa?” tanyanya dengan terkejut.

 

Aku memincingkan ke dua mataku menatapnya dengan dingin. “ Anggap saja kita sudah tak saling kenal. Sesuai keinginanmu, Tuan Cho.” Jelasku lalu kemudian berjalan menjauh darinya dan mengabaikan keberadaannya.

 

Mata kiriku berkedut saat beberapa langkah aku menjauh darinya. Air mataku tertahan dipelupuk mataku. Aku menghapusnya dengan kasar. Ingin menangis, tetapi satu hal yang tak pernah aku lupakan.

 

Menangis tak akan dapat menyelesaikan suatu masalah apapun.

 

Suara langkah kaki yang sedang berlari terdengar kembali olehku. Aku menghela napas pelan.

 

Satu kali saja. Satu kali saja, aku menghirup udara dengan baik tanpamu. Satu kali saja. Hanya satu kali saja, tak lebih. Bisakah?

 

“ Yuri!” panggilnya lagi dengan kacau. Ia mencengkram kuat bahuku, membalikkan tubuhku menghadapnya, dan mengguncang-guncangkan tubuhku dengan pelan tetapi keras. “ Apa yang kau katakan tadi itu, bohongkan?” tanyanya dengan suara dan raut wajah yang kacau. Mata-nya berkaca-kaca dan sedikit memerah.

 

Aku memincingkan ke dua mataku, menatapnya tajam dan dingin selama 3 detik lamanya. “ Ani, aku serius dengan ucapanku yang tadi. Dan, aku tidak lagi ingin mempersalahkan hubungan kita, Tuan Muda Cho. Bukankah itu keinginanmu selama tiga tahun terakhir ini? Kita, jangan terlalu dekat disekolah, bukankah itu keinginanmu dulu saat kita belum masuk ke jenjang tingkat yang lebih tinggi? Aku sudah mengabulkan permintaanmu itu, selama hampir tiga tahun ini, aku tidak pernah mendekatimu selain dirumah. Dan sekarang, apa yang kau permasalahkan Tuan Muda Cho? Aku sudah mengabulkan permintaan bodohmu itu. Apa masih belum cukup untuk itu? Huh?” tanyaku sinis.

 

“ Ah! Atau mungkin kau berharap aku melakukan yang lebih? Katakan saja, aku akan berusaha mengabulkan permintaan bodohmu itu lagi, tetanggaku, Cho KyuHyun.” Ucapku penuh penekanan pada kata tetanggaku. “ Tapi, sepertinya aku tidak akan lagi mendengarkan kata-kata bodohmu itu.” Tambahku sembari melepaskan diriku sendiri dari cengkramannya yang kuat. “ Karena sekarang, hubungan kita adalah seperti tetangga dirumah sebelah. Tidak peduli, dan tidak ingin tahu-menahu tentang kehidupan pribadi mereka. Bagaimana? Menarikkan permintaanku?” ucapku sedikit menyebalkan dan mengerlingkan salah satu mataku padanya saat telah menyelesaikan kalimatku.

 

Aku berjalan pergi, meninggalkannya yang masih berdiam diri dibelakang punggungku. Aku menatap lurus ke depan, memincingkan ke dua mataku dengan yakin, dan mensugesti diriku untuk tidak mudah lagi goyah kepadanya.

 

Karena dia hanyalah… tetanggaku. Tetangga yang tak akan ku pedulikan lagi.

 

Suara langkah kaki yang sedang berlari dan suara deru motor sport yang sedikit familiar ditelingaku terdengar dibalik pungguku. Sesuatu menyentuh lenganku secara bersamaan dikedua sisiku. Aku terperanjat kaget dan shock karena tiba-tiba.

 

Detik berikutnya, aku menatap KyuHyun dan EunHyuk sedang mencengkram erat ke dua lenganku. Mereka sama-sama saling bertatap-tatapan ingin saling membunuh satu sama lain.

 

Aku mengernyitkan keningku saat melihat mereka masih dalam posisi yang sama selama beberapa saat lamanya.

 

“ Ya! Kalian ini kenapa sih?” protesku pada mereka dan memecah keheningan diantara kami. Mereka berdua sama-sama menatapku secara bersamaan dengan senyum manis yang terpaksa tersungging diwajah mereka. Aku kembali mengernyitkan keningku.

 

Mwoya?

 

“ Yuri-ya.” Panggil mereka kemudian secara bersamaan. Aku mengernyitkan keningku kembali dan menatap mereka satu-per-satu. Sedangkan mereka saling menatap satu sama lain dengan kesal dan tak suka.

 

“ Ya! Kenapa  kau mengikutiku!” protes EunHyuk dengan kesal pada KyuHyun.

 

“ M-mwo? Huh? Ya! Anak baru! Kau pikir aku yang mengikutimu, huh? Kau yang mengikutiku terlebih dahulu! Bukan aku!” balas KyuHyun tak terima.

 

“ Huh? A-a-apa? Ya! Kau ini tidak tahu diri ya? Jelas-jelas kau yang mengikuti terlebih dahulu! Dasar setan!” maki EunHyuk kesal, masih tak terima.

 

“  Apa kau bilang? Ya! Kau ini tidak pernah diajari sopan santun ya? Seenaknya saja memanggilku setan! Dasar monyet!” maki KyuHyun balik, masih tak terima juga.

 

“ A-apa kau bilang? Tidak tahu sopan santun? Kau yang tidak tahu sopan santun! Ya! Apa kau ini tidak pernah mengkaca dirimu sendiri itu seperti apa, huh? Lihatlah! Dirimu memang seperti setan! Coba saja mengkaca dirimu sana!” maki EunHyuk.

 

“ Apa? Hei! Kau sendiri yang tak pernah mengaca dirimu sendiri! Lihatlah kau! Tidak memiliki sopan santun sama sekali! Wajahmu saja seperti monyet! Apa kau tidak menyadarinya? Pantas, para gadis takut padamu, ternyata tingkahmu seperti ini? Cih! Menyebalkan sekali?” maki KyuHyun panjang lebar yang tak ingin kalah dengan EunHyuk.

 

Sementar mereka berkelahi, aku hanya menghela napas pelan dan menutup alat pendengaranku serapat-rapatnya agar tidak merusak kesehatannya. Aish! Suara mereka ini membuat pencemaran saja! Dasar! Menyebalkan! Mereka meributkan hal apa sih? Sampai harus seperti ini?

 

***

 

Sudah berapa menit kami bertiga disini dan tak urung beranjak pergi? Aku mulai jengah menatap mereka yang masih bertengkar mempeributkan hal-hal yang tak penting sekalipun dengan tatapan kesal dan ingin membunuh mereka.

 

“ Ya! Dasar kepala batu!” maki EunHyuk kesal.

 

“ Huh? A-apa? Kepala batu? Kau yang seperti kepala udang! Tidak pernah bisa berpikir dengan baik!” maki KyuHyun kesal.

 

Ya Tuhan, apa-apaan mereka ini?

 

“ M-mwo? Ya! Kau ini memang seperti batu! Tidak pernah peduli terhadap sekelilingmu!” maki EunHyuk tak terima.

 

Aku mendengus kesal pada mereka berdua. “ Ya! Hentikan!!!” ucapku, hampir berteriak. Hening sejenak kemudian diantara kami. Mereka menatapku dengan takut-takut. “ Ya! Kalian ini sedang lakukan apa, huh?” tanyaku kesal pada mereka sembari mencubit kesal pada telinga mereka berdua yang dibalas dengan suara rintihan kesakitan mereka.

 

“ Ya! Sa-sakit!” protes KyuHyun.

 

“ Ya! Wanita menakutkan! Lepaskan telingaku ini! Ya! Ya! Ya!” protes EunHyuk kesal.

 

Tetapi aku tidak memedulikan protesan mereka, melainkan menambahkan tenagaku dan mengomeli mereka panjang lebar.

 

Biarkan saja. Siapa suruh membuatku kesal sampai seperti ini?

 

***

 

Aku menatap keluar kaca jendela kelas dengan tatapan sendu. Hatiku terasa sakit saat melihatnya dengan wanita lain. Aku tidak dapat memungkiri tentang satu hal yang selama ini aku rasakan. Aku mencintainya.

 

Perasaan itu selalu saja terpendam dalam diriku. Menjaga dan menyimpannya dengan sangat baik hingga saat ini. Aku tidak pernah berpikir sekalipun untuk berhenti mencintainya, walau terkadang pemikiran itu sempat terlintas dalam benakku, tetapi tidak pernah sekalipun aku melakukannya.

 

Aku terbiasa dengan kehadirannya yang selalu disisiku. Terbiasa akan dirinya yang selalu membuatku nyaman saat berada disisinya. Terlepas dari hubungannya dengan wanita lain. Aku menghela napas berat lalu membalikkan tubuhku dan beranjak pergi menjauh dari kaca jendela menuju tempat dudukku.

 

“ Hei, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat lesu dan tidak bersemangat sekali seperti itu? Apa kau sedang tidak enak badan?” tanya seseorang yang sangat tidak ingin ku lihat atau temui sekalipun.

 

Aku diam, tidak ingin menjawab pertanyaannya sama sekali. Abaikan saja.

 

“ Ya! Kwon Yuri!” kesalnya padaku. Aku menghela napas pendek dan mengabaikan kembali kata-kata yang ia ucapkan padaku.

 

“ Hei! Apakah hari ini kau ingin pergi ke suatu tempat? Aku akan membawamu kesana, bagaimana? Tawaran yang bagus kan?” tawarnya dengan nada bangga padaku sembari senyum cerah yang menghiasi wajah tampannya. Aku menatapnya datar.

 

“ Dasar monyet!” makiku kesal padanya lalu berjalan melewatinya begitu saja. aku bukannya tidak tertarik pada apa yang ia tawarkan padaku, aku justru sangat tertarik sekali, tetapi, hari ini aku ingin langsung pulang ke rumah. Mengistirahatkan seluruh tubuhku. Lelah. Sampai ingin mati rasanya karena perasaan itu.

 

“ Ya! Kwon Yuri!” panggilnya padaku. Aku kembali mengabaikan panggilannya dan duduk dikursi mejaku sembari mengeluarkan ipod milikku. EunHyuk duduk dikursi sampingku sembari menatapku dengan tajam.

 

“ Bolehkah aku bertanya satu hal padamu?” tanyanya dengan nada serius yang terdengar sedikit aneh darinya. Aku mengernyitkan keningku melihatnya raut wajahnya yang berubah menjadi serius. Seulas senyum tipis tersungging diwajahnya.

 

“ Wae? Kau ini aneh sekali.” Ucapku padanya lalu memasang earphone ke telingaku sembari mengabaikan kembali seorang Lee HyukJae.

 

EunHyuk menarik tanganku yang saat ini tengah memakaikan earphone ke telingaku dan menggenggamnya dengan erat. Aku menatapnya dengan bingung. Senyum tipis kembali menghiasi wajahnya. “ Ikutlah aku pergi.” Ucapnya serius. Keheningan menyelimuti kami berdua, hanya ada suara gaduh dan riuh dari teman-teman kelasku.

 

“ Kemana?” tanyaku beberapa saat kemudian.

 

“ Ke suatu tempat.” Jawabnya dengan nada yang mencurigakan.

 

Aku menghela napas pelan. “ Err…” jawabku bingung.

 

“ Aku mohon padamu, mungkin jika aku tidak pergi denganmu, aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan nantinya. Maukah kau menemaniku? Hari ini saja, setidaknya anggaplah aku sebagai seorang teman laki-lakimu, Yuri-ya.” Jelasnya dengan sangat memohon padaku. Aku menghela napas pendek.

 

“ Baiklah, aku mengerti. Karena kau adalah temanku, Lee HyukJae.” Setuju sembari menekankan kata-kata namanya, lalu tertawa pelan. Ia tersenyum lega mendengar persetujuan dariku.

 

“ Terima kasih, Yuri-ya.”

 

***

 

Aku berjalan seorang diri dikoridor sekolah saat istirahat siang berlangsung. Aku meninggalkan EunHyuk dikelas yang saat ini masih tengah bermain dengan teman laki-lakinya, dan aku tidak enak mengganggu kesenangannya. Rasanya bosan sekali berada di dalam kelas tanpa tau harus melakukan apa. Aku melangkahkan kaki-ku ke halaman belakang sekolah. Setidaknya, tempat itu membuatku nyaman karena jauh dari keramaian.

 

Aku menatap tumbuh-tumbuhan hijau yang mengelilingi sekolahku. Udara yang masih sejuk masih dapat aku rasakan dihidungku. Segar. Aku berjalan lebih mendekat lagi menuju jantung halaman sekolah yang disana berisikan bangku-bangku taman khusus untuk bersantai dan menikmati pemandangan indah disekolah ini.

 

Aku duduk dibangku taman yang panjang. Seulas senyum tersungging diwajahku. Perasaan tenang dan nyaman mulai menghampiriku. Perlahan-lahan, rasa kantuk menghampiriku. Dan semuanya menjadi gelap. Tidak, bukan gelap karena aku tertidur, melainkan gelap karena ada seseorang yang menutup ke dua mataku.

 

“ Ya! Lepaskan! Jangan lakukan seperti ini!” kesalku pada seseorang yang saat ini tengah menutup ke dua mataku. Terdengar suara tawa yang sangat familiar ditelingaku. Aish! Monyet menyebalkan ini! Detik berikutnya, ia melepaskan tangannya dari ke dua mataku dan aku bisa melihat kembali. EunHyuk tertwa senang disampingku, sedangkan aku menatapnya dengan kesal.

 

“ Monyet! Kenapa kau ini selalu menggangguku? Dan kenapa kau bisa berada disini?” tanyaku kesal padanya sembari memukul pelan lengannya dengan kesal.

 

“ Karena aku bosan tanpa dirimu disisiku.” godanya dengan santai.

 

Seulas senyum tersungging diwajahku. Perasaan aneh dan asing mulai menghampiriku.

 

“ Ya! Kau tersenyum! Kau tersenyum!” godanya dengan jail. Aku menatapnya dengan bingung. “ Biasanya kau tidak pernah tersenyum padaku.” Lanjutnya. Aku tertawa mendengar perkataannya barusan.

 

“ Benarkah?” tanyaku padanya, yang dibalas dengan anggukan yakin darinya.

 

“ Tidak juga, aku akan tersenyum saat aku merasa senang.” Jelasku padanya.

 

EunHyuk membulatkan kedua matanya dengan gembira. “ Jadi, menurutmu, kau merasa senang saat kau merasa disisiku, begitu?” tanyanya dengan ceria dan bersemangat. Aku mengangguk yakin.

 

“ Tentu saja, kau inikan temanku.” Tambahku padanya. Sebuah tangan mendekap tubuhku dengan cepat. EunHyuk memelukku dengan sangat erat. Sepertinya, ia merasa senang sekali. Dasar aneh, kau ini memang temanku, walau aku bersikap dingin padamu. Seulas senyum kembali mengembang diwajahku.

 

***

 

Aku berjalan berdampingan bersama EunHyuk menyususri halaman sekolah ini.

 

“ Ya! Temanku, Kwon Yuri, maukah kau menemaniku makan es krim?” pintanya dengan nada yang sangat aneh terdengar ditelingaku. Aku menahan geli saat ia berkata seperti itu.

 

“ Ya! Bicaralah seperti biasanya! Jangan seperti ini, membuatku ingin muntah saja mendengarnya.” Ucapku padanya.

 

“ Baiklah, baiklah.” Ucapnya setuju.

 

Aku tersenyum mendengar tingkah lakunya itu. Dasar monyet! Aku memalingkan wajahku darinya kepada yang lain. Mataku membulat terkejut saat melihat seseorang yang sangat familiar ditelingaku. Mereka tersenyum sangat bahagia sekali. Perasaan sakit dan pilu menghampiriku.

 

Gadis itu menarik lengan KyuHyun dengan pelan sembari tersenyum. Ia menyandarkan punggungnya pada salah satu pohon yang tinggi dan rimbun. Wajah mereka saling berdekatan satu sama lain, hingga akhirnya bibir mereka saling bertemu dan beradu satu sama lain. Lagi. Di depanku mereka berciuman. Airmataku tertahan dipelupuk mataku, membuatku merasakan sakit. Aku mengalihkan pandanganku ke arah yang lain. Ada sesuatu yang menyentuh pipiku dan menarik pelan hingga mata kami bertemu. Ia memenjamkan matanya dengan perlahan-lahan sembari mendekatkan wajahnya padaku. Selama beberapa saat aku terdiam dan tidak mengerti apa maksudnya, sampai akhirnya bibir EunHyuk ingin menyentuh bibirku. Hanya tinggal beberapa senti lagi saja jarak diantara kami. Aku menatapnya dingin.

 

“ Jangan lakukan ini, atau aku akan membencimu.” Ucapku tegas dan dingin. EunHyuk berhenti mendekatkan wajahnya padaku lalu membuka kembali ke dua matanya. Ia menatapku dengan bingung dan sedih. “ Lepaskan aku.” Ucapku lagi dengan nada yang sama. Kedua mata EunHyuk berkaca-kaca, lalu ia kembali membenarkan posisinya dengan benar.

 

“ Ayo, kembali ke kelas.” Ajakku dengan nada yang seperti biasanya sembari menggenggam tangannya dan menariknya dengan pelan.

 

EunHyuk membalas genggaman tanganku dengan erat.

 

Aku sedang tidak ingin marah padanya saat ini, karena setidaknya ia selalu ada disisiku tanpa aku sadari.

 

***

 

Usai pulang sekolah, aku akan menemani EunHyuk pergi, sesuai janjiku tadi pagi. EunHyuk membawaku ke suatu tempat pemakaman. Aku mengernyitkan keningku saat melihat tempat ini. Jadi, ini tempat yang ia kunjungi tadi?

 

EunHyuk tersenyum lembut padaku. “ Ini tempat makam ibuku.” Ucapnya padaku sembari memperkenalkan aku dengan ibunya yang sudah tiada. Hanya sebuah gundukan tanah yang besar. Aku menatap EunHyuk dengan tidak percaya.

 

Jadi, dia seorang….

 

“ Ibuku sudah meninggal saat aku masih kecil. Maaf, telah mengajakmu datang kemari, aku tahu kau pasti terkejut. Hari ini adalah hari kematian ibuku, aku tidak tahu harus datang dengan siapa? Jika aku datang sendiri kemungkinan aku akan menjadi seorang laki-…”

 

Aku melangkahkan kakiku  sekali lagi untuk melihat lebih jelas lagi makam ibunya.

 

“ Selamat sore, bibi. Aku, Kwon Yuri, teman sekelas EunHyuk. Bibi di atas sana jangan khawatir, aku pasti akan menjaganya. Karena aku tidak akan membiarkannya merasakan kesepian dan kesendirian lagi, mulai sekarang aku akan menjadi teman terbaik untuknya. Serahkan saja padaku!” ucapku pada makam ibu EunHyuk dengan ramah dan ceria.

 

EunHyuk berjalan mendekatiku. Ia mengelus kepalaku dengan lembut dan penuh kasih. “ Aku harap kau akan benar-benar menepati kata-katamu itu.” Ucapnya dengan malu-malu dan memalingkan wajahnya dariku. Aku tertawa pelan saat melihat wajahnya dari samping yang saat ini tengah bersemu merah.

 

“ Tentu saja!” ucapku dengan penuh semangat dan ceria, lalu memeluknya sebagai seorang sahabat.

 

EunHyuk menatapku dengan bingung selama beberapa saat lalu kemudian ia membalas pelukanku. Pelukan sebagai seorang teman yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian yang tulus.

 

“ Terima kasih.” Ucapnya lembut ditelingaku. Bulir-bulir lembut keluar dari ke dua matanya begitu saja tanpa bisa ia tahan sama sekali.

 

Aku tersenyum lembut padanya. “ Menangislah, aku akan meminjamkan bahuku ini padamu.” Tawarku padanya, yang dibalas dengan senyum sinis darinya.

 

“ Sialan kau! Aku tidak selemah itu hingga harus bersandar dipundak gadis sepertimu.” Tolaknya dengan dingin sembari menghapus air matanya yang tak kunjung berhenti. Aku tersenyum lembut padanya lalu menepuk kepalanya dengan pelan.

 

“ Tidak apa-apa, menangislah. Aku akan menemanimu.” Tawarku tulus padanya. EunHuk menatapku kesal. Aku memaksakan kepalanya untuk berbaring dipundakku dengan susah payah karena ia menolaknya selama beberapa saat tetapi, karena aku memaksanya terus, ia menyerah dan menaruh kepalanya dibahuku dan kemudian menangis. Aku hanya diam dan memeluknya dengan kuat untuk mengurangi rasa kesedihannya.

 

Seorang Lee HyukJae yang terlihat kuat dan penuh semangat tanpa beban, pada saatnya akan jatuh dan bersandar pada seseorang.

 

Tidakkah setiap manusia juga seperti itu? Sekuat apapun dirimu, maka kau akan terjatuh dan membutuhkan tempat untuk sandaran.

“ Tidak apa-apa, aku ada disini untukmu, Hyuk-ah.” ucapku lembut padanya.

 

Sore hari, dengan latar matahari sore yang sebentar lagi akan tenggelam dan sebuah makam ibu EunHyuk, menjadi saksi bisu awal cerita kami.

 

***

 

========================== TBC ============================

 

Hai!! Aku balik lagi!! Gimana menurut kalian? Baik atau buruk?

Yah, kalau jelek mohon dimaklumi aja ya, soalnya aku lagi banyak tugas dan tuntutan. Hohohohoho😀 . Oh ya, ada yang masih nunggu TFFB sama MP gak? Kalo nggak ya aku cut aja, kalo masih mau aku lanjutin. Kekekekke~😀

Maaf ya membuat kalian menunggu lama dan mungkin sebagian dari kalian udah ada yang bosen dan malas menunggu lanjutan ini. Heheheheheehe, however, I’m really sorry. (_ _) *deeply bow* #sok inggris-__-

DON’T FORGET TO RCL ( READ, COMMENT(s), AND LIKE ) PLEASE!!!

Comment(s) it’s like oxygen for me.

THANK YOU FOR SUPPORT.😀😀😀

Please, respect me as an author!

61 thoughts on “I Wanna Say ” I Love You ” [ Part 6 ] – I’m Here For You

  1. onnieeeeee akhirnya update ff baru lg!!
    keren! ceritanya makin seruuu
    eunhyuk sm kyu rebutan yuri, kayaknya anak kecil aja :))
    makam ibu eunhyuk jd saksi cerita baru eunhyuk sm yuri??
    ciee gmn tuh nnt kelanjjutannya,hahaha

    onnie aku msh nunggu kok kelanjutann TFFB, Love again, sm ff selingannya.
    kapan nih updatetannya? cepetan ya onnie, masih ditungguin kok dgn senang hati😀

    1. Hahahhahahhaaha😀
      Errr serius ya, aku nggak tau kapan akan ngelanjutin lagi tuh ff? Karena aku sibuk sama tugas ahahhahaha😀
      Hehehehehe makasih ya fdy ahahhhaha😀

      makasih banyak ya ^^

  2. lucu pas kyu hyuk brntem ..
    ap tuh mksd ny awal crta baru ??
    \yul am hyuk gtu ??

    lanjut saeng ,, ff yg lain jg sllu kutunggu .. hehehe

  3. lucu pas bag kyu hyuk brtem .
    mksd dr awl bru ap tuh ? yul hyuk ya ?

    lanjut dung , aq sllu mnunggu ff mu .. hehe

    1. Hehehehehhehe >///<
      Aku nggak tau -__-v aku main nulis aja soalnya yg ada dipikiranku seperti itu onn kekekekke😀😀
      Oke sip sip, wuaahh makasih banyak onnie maaf bgt ya kalo ngaret (_ _) hehehhe😀

      makasih banyak ya😀

    1. Hehehheehhehehe >////<
      Err aku juga nggak tau ahahahahhah karena blm terpikirkan jadi gimana ya? Sejalan otakku aja deh ahhhahhaha😀
      Wuaahhh makasih banyak ya, maaf kalo ngaret bgt tuh ff-ffnya (_ _) kekekkeke~😀
      Oke sip sip

      makasih banyak ya Bella ^^

  4. eonni! Akhirnya dilanjut juga! Lama banget nunggunya sampe lumutan gini xD haha. Ah! Sumpah keren! Monyet ku, aku jadi makin cinta sama kamu #geplak *dijitakkyuhyun*

  5. Lanjut nya jangan kelamaan..ya eonni..moment kyuri nya blum bnyk..hyuk nya baik bgett sma yuri.kyu ga nyadar ya klo yuri mrah dia..
    lanjut ya eonni jgn lma”

  6. Annyeong !!!
    saeng jangan d cut yaa TFFB sama MP jaebaal !! Oh iaa part yg inii bikin aku nangisss T.T sweeeer deeh !!
    Meskipun ada humornya tapi ttap aja , aku nangis ,
    Daebaaaak !!
    Ooh iaa hyuk jae smaa kyuu d indonesia looh , nnton ngga SS4 ??
    Hehhehehehe🙂

    1. Annyeong onnie!!!😀😀
      Hahahhahaha iya iya onnie😀 Loh? Kok? Ada apa ya dengan part ini?
      Hehhehehehehehe >///<
      Nggak -___- aku selama 3hari galau onnie, onnie nggak tau ya betapa aku merananya sampe susah tidur karena mereka disini? *curhat wwkwkwkkwk😀 *
      Huaaa jangan bilang kemaren unnie nonton? Huaaaaa mauu!!!😦 *nangis kejer karena iri-___-v* wkwkwkkwkwk
      Haahhhahahhahhhha😀😀

      Makasih banyak ya Egha onnie😀 ^^

    1. Hahahhahahhaa😀
      Boleehhh😀 Errr aku lagi suka moment mereka wkwkwk😀
      Hehehehhehehe >////<
      Oke Sinta kekekekekeke~

      makasih banyak ya😀 ^^

  7. anneyong Unni~
    ahh akhirnya Unni post FF juga ^^
    baik, baik, baik, dan baik untuk FF ini^^ . wehehehe Yuri mulai suka ya sama Unyuk ^^, tapi Kyu…

    TFFB sama MP nya tetepa harus diterusin ya, ditunggu lho ^^

  8. Aku lom bca, part 3-5. Trus pas otakatik, eh lgsg ktm part 6. Agak bingung sih.Tapi aku pingin lanjuuuuut!!! Aku coba deh cari part sblmnya.

  9. lucu bnget deh wkt kyu ma hyuk brntem#ngebayangin muka evilkyu

    yuri kok gtu sih ma kyu. knapa mnghindar.. kan kasian kyuhyunnya..

  10. mian baru bisa komen sekarang ^^

    kwon yuri-ah kau diperebutkan oleh dua cowok sekaligus hehe
    aku jadi iri ^^
    monyet jail ini a.k.a Eunhyuk ternyata bisa nagis juga🙂

    thor… buat kyuhyun cepat sadar yah kalau yuri suka sama dia

    1. Gak masalah ^^ yang penting komen wkwkwk😀
      Hohohohohoho😀😀😀
      Hahahahhahha iya dong, gimanapun juga diakan manusia wkwkwk😀
      Errr… ? wkwkkwkwkwk😀

      makasih banyak ya😀

  11. ff yg seri cpt diselesein dong chingu,, biar nda penasaran,, hehehe… oia buat cerita ttg kyuri lebih banyak lagi ya…

  12. Lanjuuuuutt!!! Heehehehe….

    Keren FF nya,,suka bgt ama pairing kyuri ^^,,
    salam kenal ya chingu,, penonton baru nie…🙂.

    Ditunggu lho update FF lainnya. Semangat!!! ^^

  13. Lanjut saeng, critanya udah bnyk feel yg brubah2 stdknya buat reader (aku) merasakan pengen baca lanjutannya lg hehehe^^d
    Ngomong apa si aku hahaha..

  14. Wah akhir’a bisa juga bca ff chingu..:D sumpah kemaren galu gila gara” gak bisa nonton SS4 trus ff chingu blum publis:( #loh kok curhat sih.. Mian” ^.^
    bagus chingu😀 cuma di part ni lebih bnyak moment EunRi dri pda KyuRi’a ya??? Tpi q suka kok…;)
    yg terbaik buat yuri eonn ja deh mau milih kyu atau hyuk🙂
    ff chingu pokok’a gak boleh ada yg di cut… Lanjut chingu..
    SEMANGKA chingu..

  15. Annyeong, aku readers baru~ :333 *sok imut *slapped *abaikan.
    aku suka eunhyuukk loooh~ *apasih *terus kenapa? -_-.
    Ceritanya seruuuu~~ >o<.
    Bagaimana supaya si hyuk ngga sndiri, digantiin jd seo aja? Kkkk jd couple baru kan, jarang tuh EunSeo couple :3 hahahaha tapi hanya saran sih, smuanya kan tergantung authornya ^^.

  16. waaaa lanjut onnie!!
    Makin seru ceritanya hehehe..
    TFFB sama MP cepet lanjutinn yaa onn #maksa-,-
    sebenernyaa itu FF favorit aku onn. Huhuhu
    Plis cepet lanjutin yaa:D
    Oke. Fighting onniee!!

  17. Hha..y ampun tu kyu sama eunhyuk berantem kyx anak kecil. Hha dijewer kan sama yuri!!
    Owh kyu sadarkah qm sudah menorehkan luka brp banyak pada yuri. Walaupun tidak sengaja. Y memang itu bukan kesalahan mereka jg saat yuri melihat kyu sedang ciuman..

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s