THE MERMAID PRINCESS [ Part 4 ]


THE MERMAID PRINCESS

[ Sleeping Beauty II ]

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Song Victoria

Cho KyuHyun

Lee DongHae

Choi MinHo

Support Cast : SNSD and Super Junior members

PG : 17+ and BO (Bimbingan Orangtua)

Genre : Fluff, Angst, Friendship

Art Poster :  ^^

Disclaimer : I don’t own them, they belong to God. I just have this plot. This is My REAL imagination. All of this is MINE, OWN, and PURE of ME! Don’t try to COPAS or PLAGIAT! If I know that, I’ll protect and never post it again!!

“ Selama rasa cinta itu masih ada, apakah semuanya akan baik-baik saja? ”– Kwon Yura

Note to Listening :

Joo – Bad Guy

KyuHyun – The Way To Break Up

NOT FOR SILENT READER(s)!!!

“ Yuri, kau benar tidak ingin merayakan kesuksesan kita?” tanya TaeYeon saat ia melihatku telah berpakaian rapih dan lebih sopan di ruang ganti SNSD. Aku menatapnya dengan tatapan lembut.

 

“ Maaf, TaeYeon-ie, aku harus pulang. Aku merindukan suamiku.” Jawabku dan berharap ia mengerti perasaan rinduku ini yang tertahan selama hampir satu bulan lebih di Amerika untuk mempromosikan album THE BOYS lalu malamnya tampil di acara music besar disalah satu stasiun televise ternama.

 

TaeYeon tersenyum miris menatapku. “ Dasar kau ini, selalu saja dia yang menjadi prioritas utama-mu.” Candanya dengan senyum tipis yang tersungging diwajahnya.

 

“ Maaf, aku benar-benar minta maaf unnie.” Sesalku padanya sembari mengambil tas tanganku dan berjalan mendekatinya. TaeYeon tersenyum lembut sembari menganggukkan kepalanya.

 

“ Aku mengerti.” Ucapnya lalu meninggalkanku sendiri yang masih menatap punggungnya yang perlahan-lahan pergi menjauh.

 

Aku melangkahkan kakiku keluar dari ruang rias SNSD dan berjalan menuju parkiran mobil dimana mobilku ditempatkan. Aku melirik tanganku dengan pipi yang sedikit mengembung. Pukul 21.30 KST.

 

Aku rasa ini belum terlalu larut untuk sampai rumah dan memberinya sebuah kejutan kecil. Senyum bahagia membayangkan wajah KyuHyun yang terkejut atas ke pulanganku terlihat jelas di wajahku.

 

Aku menemukan mobilku yang berwarna biru metalik, terpakir dengan manis dianatara mobil-mobil lainnya. Aku membuka pintu kemudi lalu masuk, menyalakan mesin mobil, dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Aku benar-benar tidak sabar untuk sabar sampai rumah.

 

***

 

Seulas senyum tersungging diwajahku saat sudah tiba dirumah. Aku menatap ke kursi kosong sisi kemudi. Ada 2 botol minuman wine yang sengaja ku beli tadi saat melewati tempat perbelanjaan supermarket menuju rumah.

 

Aku turun dengan tangan kanan yang mengapit ke 2 wine tersebut sedangkan tangan kiri bebas dari beban untuk membantuku membuka pintu atau menutupnya kembali.

 

Saat ingin membuka pintu, keningku mengernyit tidak mengerti. Tidak biasanya KyuHyun tidak mengunci pintu pada jam-jam segini. Aneh, apakah ia lupa menguncinya atau ia memang sengaja melakukannya? Biasanya, saat waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 KST, ia pasti akan mengunci pintu. Karena baginya, itu sudah cukup larut untuk keluar atau kemanapun. Aku masuk ke dalam rumah dengan perasaan cemas dan gelisah.

 

 Apakah rumah kami baru saja dimasuki orang jahat? Pikirku, dan langsung menepis pikiran-pikiran negative itu. Ah, tidak mungkin, kau ini ada-ada saja, Yuri-ya.

 

Aku lalu membukan pintu dan masuk ke dalam rumah, mengamatinya sebentar untuk melihat apakah ada yang berubah atau tidak. Seulas senyum kembali menghiasi wajahku dengan perasaan rindu dan terharu. Masih sama seperti dulu saat aku belum meninggalkan rumah ini untuk promosi album grup-ku. Perasaan rindu menerpaku kembali. Mataku tertuju pada pintu kamar aku dan KyuHyun yang terbuka dengan lampu kamar menyala.

 

Seulas senyum bahagia tersungging kembali diwajahku. Apa yang sedang ia lakukan dikamar saat ini? Melakukan hal tidak jelaskah? Atau menatap fotoku dan meratapi diriku yang pergi meninggalkannya cukup lama?

 

Aku semakin merapatkan genggamanku pada wine yang saat ini tengah ku pegang dengan ke dua tanganku dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahku. Kakiku terasa ringan dan hatiku begitu berdebar-debar saat aku semakin dekat dengan kamarku, membayangkan wajah terkejut KyuHyun. Hihihi… pasti lucu sekali.

 

“ Ya! Cho KyuHyun oppa!” panggilku ceria dengan senyum bahagia saat sudah berada di ambang pintu kamar.

 

Mataku membulat tidak percaya pada apa yang saat ini tengah ku lihat, napasku tercekat, sistem sarafku berhenti berfungsi selama beberapa saat, darahku berhenti mengalir, dan tenagaku terserap habis keluar begitu saja tanpa ampun.

 

Hatiku sakit dan pilu seperti disayat-sayat oleh beribu-ribu pisau tanpa ampun. Tubuhku mulai bergetar hebat tanpa aku sadari. Genggaman tanganku melemah dan menimbulkan bunyi yang sangat nyaring memekakan telinga. Aku menutup mulutku yang sedikit bergetar dengan ke dua tanganku yang juga saat ini tengah bergetar hebat, berusaha menahan suara teriakan yang mungkin bisa kapan saja keluar dari bibirku.

 

PRAAANNNGGG!!

 

“ AAN-ANDWAEE!!!” histerisku panik saat melihat dua sosok manusia yang berlawanan jenis, tidur dalam satu ranjang dengan tidak berpakaian dan hanya ada satu guling pemisah diantara keduanya. Seolah-olah itu adalah jarak untuk mereka. Serta hanya ada selimut merah marun untuk menutupi tubuh mereka. Selimut merah marun kesayanganku.

 

“ ANDWAEEE!!” histerisku lagi sembari menarik-narik rambutku dengan frustasi, kali ini lebih heboh hingga membuat ke dua sosok itu terbangun dari mimpi indah mereka dan terduduk satu sama lain. Dua pasang mata menatapku dengan bingung dan tidak mengerti, lalu ke duanya saling bertatapan satu sama lain dengan tidak percaya.

 

Salah satu dari mereka langsung berlari menghampiriku dengan panik dan takut. “ Yuri, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Kami tidak melakukan apapun.” Jelasnya buru-buru dan sedikit gelagapan. Ia mencoba menyentuh lenganku dengan takut.

 

“ Jangan sentuh aku!” peringatku padanya sembari mencoba menepis tangannya diudara sebelum ia menyentuhku lebih dulu dengan linangan air mata dan tatapan benci, juga marah yang tertahan dipelupuk mataku. “ Brengsek kau!” makiku padanya lalu aku mendorong tubuhnya kuat-kuat untuk menjauh dariku. Dan berhasil, tubuhnya mundur beberapa kali hingga ia ingin jatuh. Ia menatapku dengan tidak percaya sama sekali pada apa yang aku lakukan.

 

“ Seharusnya… seharusnya… aku… aku tidak mengharapkan apa-apa darimu. Seharusnya aku tidak berharap lebih darimu. Seharusnya aku tidak mempercayai mulut manismu. Seharusnya aku mendengarkan MinHo sejak awal… seharusnya.. seharusnya…” tangisku semakin pecah karena tidak sanggup lagi aku melanjutkan perkataanku yang sedang bergemuruh tak menentu saat ini.

 

“ Yuri, dengar, aku bisa menjelaskan semua ini.” Lirihnya dan berusaha berjalan mendekatiku.

 

“ Jangan dekati aku!” peringatkuku lagi padanya dengan tidak begitu bertenaga. Tenagaku habis terserap keluar begitu saja. “ Tidak ada yang perlu kau jelaskan… cukup sudah… diam disana dan jangan dekati aku..” racauku dengan frustasi sembari tangan maju ke depan untuk memperingatkannya dan berjalan mundur menjauh darinya beberapa langkah. Aku menatapnya dengan bulir-bulir lembut yang sudah tidak dapat ku tahan lagi dengan tatapan tidak percaya sedikitpun padanya, lalu berlari meninggalkannya yang masih menatapku dengan sakit dan pilu. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku lemah sembari menarik-narik rambutku frustasi.

 

“ Tidak mungkin… tidak mungkin… tidak mungkin…” racauku sendiri sembari berlari cukup kencang menuju mobilku terparkir.

 

“ Yuri tunggu! Jangan pergi!” ucapnya sembari berlari mengejarku. Tetapi terlambat, aku telah keluar dari rumah dan saat ini telah masuk mobilku sendiri. Aku menyalakan mesin mobil dengan gelagapan dan juga panik. Aku tidak mau KyuHyun menahanku untuk pergi. Aku memundurkan mobil dengan buru-buru, sedangkan KyuHyun mengetuk-ketuk kaca mobil sembari berusaha menahanku dan mencoba menjelaskan.

 

“ Yuri! Kembali! Jangan tinggalkan aku!” pintanya dengan suara parau dan panik.

 

Aku hanya diam sembari memfokuskan pikiranku pada stir kemudi untuk pergi secepatnya dari tempat terkutuk ini.

 

 “ Ku mohon! Dengarkan aku dulu!” Pintanya sekali lagi sembari mengetuk-ketuk kaca kemudi.

 

Aku diam dan melajukan mobilku berjalan mundur. Aku tidak menghiraukan semua ucapannya. Tidak, tidak akan lagi setelah apa yang aku lihat barusan.

 

“ Andwae! Andwae! Aku tak bisa hidup tanpamu! Tidak bisa!” teriaknya histeris padaku.

 

Aku diam dan tidak memedulikan ucapannya. Disudut mataku, aku bisa menangkap sesosok perempuan cantik tengah membalut tubuhnya dengan selimut merah milikku. Tatapan gadis itu bingung dan sedih. Wajahnya telah basah oleh air mata yang mengalir begitu saja. Aku tersenyum sinis melihatnya.

 

Apakah ini aktingmu lagi, Victoria? Puaskah kau sekarang?

 

Kau menang. Kau telah merebutnya dariku. Senyum sinis dan dingin kembali terlihat diwajahku. Walau dengan cara yang tidak baik, lanjutku dalam hati.

 

“ Aku mencintaimu! Kau dengar?! Aku hanya mencintaimu!” ucap KyuHyun yang bersikeras untuk menahanku dengan histeris dan frustasi.

 

Tetapi, semuanya terlambat. Semuanya telah berakhir. Aku tidak akan terpengaruh dengan kata-kata manismu lagi.

 

Selamat tinggal, Cho KyuHyun.

 

Bulir-bulir lembut membasahi ke dua pipiku.

 

“ Tidak apa-apa, kau bisa cari lebih baik dari laki-laki itu!” ucapku sedikit berteriak histeris pada diriku sendiri. “ Tidak apa-apa. Tidak apa-apa.” Ucapku yang mulai meracau tak jelas. “ Kenapa… kenapa kau begitu kejam padaku? Kenapa?” tanyaku pada seseorang yang jelas-jelas tidak ada disekitarku.

 

Suara histeris putus asa dan isakan-isakan kecilpun mulai terdengar olehku. Membuatku merasakan sakit dan pilu sendiri. Membuatku ingin mati rasanya saat merasakan perasaan yang tersayat-sayat oleh sesuatu hal yang tidak terpikir sedikitpun olehku.

***

 

Suara petir yang terdengar dimana-mana membuatku takut. Aku memakirkan mobilku ditempat parkir. Hujan lebat membasahi tubuhku saat aku turun dari mobil menuju dorm. Aku turun dengan air mata yang masih mengalir begitu saja tanpa bisa aku hentikan.

 

Aku sengaja melakukannya. Aku tidak ingin membiarkannya terus-menerus keluar juga tidak ingin menghentikannya. Aku.. aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini.

 

Aku menekan-nekan bel dorm dengan tidak sabaran. Aku ingin cepat masuk ke dalam dan bersembunyi saat ini juga darinya. Aku ingin meminta pertolongan mereka semua sebelum KyuHyun datang dan menarikku ke dalam pelukannya.

 

“ Yuri!” teriak histeris Taeyeon saat mendapatiku berdiri dengan mata yang bengkak juga air mata yang masih saja turun. Tubuhku basah karena air hujan.

 

“ Ada apa denganmu? Ayo, masuklah.” Ucapnya sembari mempersilahkanku masuk ke dalam. Member yang lainnya datang menghampiriku dengan bingung.

 

“ Yuri, ada apa denganmu?” tanya SooYoung, yang diikuti oleh pertanyaan yang sama dari para member lainnya. Tangisku pecah dan aku hanya bisa memeluk Taeyeon untuk menghilangkan rasa sakit ini dan ia memelukku balik. Tubuhku bergetar hebat dalam pelukannya.

 

“ Yuri, tenanglah. Kami disini untukmu, kau bisa ceritakan semuanya pada kami jika kau mau.” Ucapnya lembut, mencoba menenangkanku.

 

Isakan-isakan kecil keluar begitu saja dari mulutku, sedangkan mereka dengan sabar menunggu cerita dariku. “ KyuHyun…” ucapku dengan susah payah. “… tidur bersama… wanita lain…” Ucapku dengan susah payah dan napas tercekat. Suasana menjadi tegang tidak terkendali.

 

“ APA!!!” teriak mereka semua tidak percaya. Sedangkan aku hanya menangis sembari menahan luka yang semakin menguak lebih dalam lagi.

 

“ B-bagaimana bisa hal itu bisa terjadi?” tanya YoonA dengan tidak percaya. Aku diam, tidak menjawab pertanyaan apapun darinya.

 

Tubuhku melemas saat terasa tenagaku terserap keluar kembali begitu saja tanpa bisa  aku mengerti.

 

“ Su-sudahlah, kau bersihkan dirimu dulu, lalu istirahatlah yang cukup. HyoYeon akan memasakkan sesuatu untukmu.” Saran Taeyeon sembari mengantarkanku ke dalam kamarku sendiri. Aku melepaskan pelukanku dan menjauh darinya sembari mengangguk kecil. Ia tahu, ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan hal menakutkan itu bagiku.

 

***

 

“ Aku butuh bertemu dengan Yuri saat ini juga!” teriak histeris seorang laki-laki yang sangat familiar untukku saat aku selesai mandi dan ingin keluar dari kamarku, membuatku mengurungkan niatku untuk keluar kamar dan menemui mereka.

 

“ Kami tidak mengijinkanmu untuk menemuinya! Lagipula, ia tidak akan ingin menemuimu sama sekali!” tegas seseorang yang ku tahu itu adalah Taeyeon. “ Pergi! Dan jangan kembali lagi!” tegasnya sekali lagi.

 

“ Kau tidak berhak melarangku untuk menemuinya!” bentak laki-laki itu dengan sangat frustasi.

 

“ Aku berhak melarangmu menemuinya karena aku ini adalah temannya dan aku ini adalah seorang leader dalam grup ini, bukan kau! Dan tidakkah kau sadar pada apa yang telah kau lakukan, heh?” tegasnya dengan sedikit histeris pada laki-laki itu.

 

“ Aku berhak menemuinya karena aku ini suaminya! Kau lupa, huh! Dan ini tidak seburuk yang kau pikir!” peringatnya dengan penuh frustasi.

 

“ Tidak seburuk yang kau pikir katamu? Jangan bercanda, Cho KyuHyun! Kau kira itu hal yang lucu, huh? Kau gila! Dan, jangan berharap kami akan memperbolehkanmu menemuinya setelah apa yang kau lakukan pada Yuri! Pergi dari sini sebelum Hyoyeon menghajarmu!” tegasnya pada pria itu.

 

Aku meremas kuat-kuat pada sweater rajut yang ku kenakan tepat di bagian jantung. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat untuk menahan rasa sakit yang mulai menderaku kembali.

 

Tiffany –yang bersikeras untuk berada di dekatku untuk memastikan bahwa aku ini baik-baik saja- menatapku iba lalu memelukku dengan lembut dan erat. “ Tenanglah.” Ucapnya untuk mencoba menenangkanku. “ Kami semua disini untukmu.” Lanjutnya. Bulir-bulir lembut kembali membasahi pipiku hingga pundak Fany menjadi basah karenanya. Ia menghela napas panjang. “ Aku akan menelepon DongHae oppa untuk meminta bantuan para member Super Junior lainnya agar membawanya pergi dari tempat ini.”

 

Aku diam, tidak menghiraukan ucapan Fany. Terserah ia ingin melakukan apapun terhadap KyuHyun, aku sudah tidak peduli lagi. Aku hanya ingin KyuHyun segera meninggalkan tempat ini.

 

Suara langkah kaki terburu-buru dan kasar terdengar oleh alat indra pendengarku yang diikuti oleh beberapa langkah kaki lainnya.

 

“ Yuri! Apa kau mendengarku? Keluarlah sekarang juga, ku mohon, biarkan aku menjelaskan semua ini. Yuri, aku tahu kau di dalam, ku mohon keluarlah, temui aku!” pintanya dengan sangat frustasi. Dari suaranya yang dekat, aku tahu ia dibalik pintu kamarku ini. Detik berikutnya, suara ketukan pintu berkali-kali tedengar.

 

“ Tenanglah, aku akan segera menelepon DongHae oppa.” Ucap Fany mencoba menenangkanku lalu memijit beberapa digit nomor diponsel candybar-nya dan mulai berjalan sedikit menjauh dariku.

 

Aku diam, pasrah, dan lemas tidak bertenaga. Aku menutup telingaku kuat-kuat mencoba tidak mendengarkan suara ketukan pintu dan panggilan seseorang.

 

“ Yuri! Yuri! Yuri! Aku bilang keluarlah sekarang juga! Apa kau tidak mendengarkanku, huh?” teriaknya kesal sembari mengedor-gedor pintuku dengan keras.

 

Hatiku semakin sakit dan pilu saat mendengar ucapannya. “ Kumanhae…” lirihku padanya walau aku yakin ia tidak bisa mendengarnya karena suaru terlalu lemah.

 

“ Keluar atau aku akan masuk!” ancamnya padaku.

 

Hatiku semakin sakit dan pilu saat mendengar perkataannya.

 

Hentikan, ku mohon hentikan…

 

“ Baik, aku akan masuk sekarang juga.” Ucapnya dengan kesal lalu terdengar suara seseorang yang mendobrak pintu, sedangkan member SNSD lainnya hanya teriak panik dan mencoba menenangkan KyuHyun.

 

“ Hentikan! Apa yang kau lakukan?” tanya seseorang dengan kesal, yang aku tahu itu adalah SooYoung.

 

“ Kumanhae! Kumanhae! Kumanhae!” teriakku histeris melihat ke arah pintu dan membayangkan KyuHyun berhasil merusak pintu kamarku.

 

“ Tidak, aku tidak akan berhenti sebelum kau menemuiku.” Ucapnya sembari berusaha keras mendobrak pintu. Aku menarik rambutku pelan karena merasa sangat frustasi dan menatap Tiffany yang saat ini tengah berbicara telepon dengan raut muka yang serius.

 

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Ya Tuhan… apa?

 

Aku berjalan mendekati pintu kamarku dengan perlahan-lahan dengan langkah kaki yang berat. “ Aku mohon… jangan buat aku semakin membencimu… aku mohon…” lirihku padanya yang aku yakini ia bisa mendengar suaraku.

 

Tetapi, sepertinya ia tidak menghiraukan ucapanku sedangkan suara dobrakan pintu semakin keras. Aku memenjamkan ke dua mataku dalam-dalam, melangkah mundur dan pergi menjauh dari pintu yang aku rasa sebentar lagi akan hancur knop pintunya dan ia bisa masuk begitu saja.

 

Pilu…, sakit, Tuhan…

 

BRAAKK!!

 

Pintu kamarku berhasil ia hancurkan. Aku memenjamkan ke dua mataku, tidak ingin melihatnya. Sedangkan ia menatapku dengan tatapan ingin membunuhku saat ini juga. Ia berjalan mendekatiku dengan langkah yang panjang dan lebar. “ Yuri.” Panggilnya.

 

“ Ku mohon… jangan dekati aku…” lirihku padanya yang dibalas dengan tatapan tidak suka darinya. Ia semakin mendekatiku dan hampir menyentuhku kalau saja aku tidak berjalan mundur dan Tiffany menghalangi langkahnya.

 

“ Pergi! Jangan ganggu Yuri!” titahnya tegas pada KyuHyun dengan geram dan kesal. Ia melebarkan ke dua tangannya untuk menghadang KyuHyun menyentuhku, walau apa yang ia lakukan ini berbeda jauh dari dirinya. Tubuhnya terlihat bergetar dan ketakutan, tetapi ia mencoba tak menghiraukannya, ia mencoba mengumpulkan beberapa kekuatan dan keberanian.

 

“ Pergi, jangan halangi aku.” Ucapnya dengan dingin dan menakutkan.

 

“ Tidak, aku tidak akan pergi kemanapun.” Tolak Fany dengan tegas sembari menatap KyuHyun dengan sinis.

 

Aku hanya menatap mereka dengan tidak percaya sedangkan para member lainnya datang menghampiri Fany dan membantunya. Mereka melakukan hal yang sama seperti Fany lakukan hingga terlihat seperti benteng pelindung. KyuHyun menatap mereka dengan sinis dan merendahkan.

 

“ Kalian pikir, kalian bisa menahanku, huh?” ejeknya.

 

“ Mungkin tidak, tapi setidaknya kami mampu menahanmu untuk menyakiti Yuri lebih dalam.” Ucap YoonA dengan yakin dan dingin.

 

KyuHyun tertawa miris saat mendengar perkataan YoonA yang ia ucapkan. “ Menyakiti Yuri? Kalian bercanda? Mana mungkin aku menyakitinya?”

 

“ Aku mohon, tinggalkan aku sebelum ada yang terluka.” Pintaku lemah padanya.

 

KyuHyun menatapku lirih. “ Tidak, aku tidak akan pergi tanpamu.” Lirihnya, lalu ia mendorong tubuh YoonA dengan Taeyeon yang berada dibarisan depan, lalu SooYoung dengan HyeoYeon, kemudian SeoHyun dengan Sunny, dan terakhir Tiffany  dengan Taeyeon. Mereka merintih pelan dan mengumpat pelan pada KyuHyun. Aku mundur beberapa langkah, menghindari diriku dari jangkauan tangannya.

 

“ Jangan sentuh aku!” titahku padanya dengan dingin. Aku berjalan mundur dan mencoba meraih beberapa benda disekitarku. Disudut mataku, aku dapat melihat sebuah gelas kaca yang kosong tak berisi air. Aku meraihnya lalu memecahkannya dengan cara membenturkan gelas itu ke ujung meja dengan keras dan kasar hingga menjadi beberapa bagian yang sudah tidak berbentuk lagi. “ Berhenti atau aku akan melukai diriku sendiri.” Ancamku dengan dingin dan frustasi sembari menggenggam pecahan kaca yang paling besar. KyuHyun menatapku dengan tidak percaya yang diikuti dengan tatapan lainnya.

 

“ Ja-jangan! Ku mohon jangan lakukan itu padaku!” ucapnya panik dengan salah satu tangan ke depan untuk berusaha menenangkan dan mencegahku, yang kemudian diikuti suara teriakan tak percaya dari member lainnya.

 

“ Yuri, jangan melakukan hal yang bodoh seperti itu!” ucap Tiffany panik.

 

“ Pergi! Aku mohon tinggalkan aku sendiri!!” pintaku padanya setengah berteriak dan perlahan-lahan, tenagaku habis hingga rasanya seperti melayang-layang di udara dan melihat semua yang ada sedang tidak berada dirotasi yang seharusnya.

 

“ Baik! Baik! Aku akan pergi sekarang! Kau puas?!” setujunya sembari mengacak-acak rambutnya sendiri menahan sesuatu yang terpendam  dibenaknya.

 

Tubuhku melemah. Pecahan gelas yang ku genggam pelan jatuh begitu saja dilantai hingga menimbulkan bunyi nyaring yang memekakan telinga. Pandanganku kabur dan perlahan-lahan tubuhku terjatuh karena tidak sanggup lagi menopang berat tubuhku sendiri.

 

Sebuah tangan, menarikku ke dalam dekapannya dalam hitungan detik sebelum aku terjatuh ke lantai. Ia memelukku dengan erat dan menahan tubuhku agar tidak jatuh dengan pelukannya.

 

“ Maafkan aku… maafkan aku… maafkan aku…” lirihnya pelan tepat ditelingaku. Aku memenjamkan ke dua mataku dalam-dalam, meremas sweaterku di bagian jantung dengan tidak begitu bertenaga. Perih…

 

“ Jangan pergi, aku mohon jangan tinggalkan aku…” lirihnya lagi, kali ini sembari mencium lembut pucuk kepalaku dengan penuh perasaan. Aku masih bisa merasakan dan mendengar semua ucapannya walau dengan samar-samar sekalipun.

 

“ Lepaskan aku.” Titahku lemah padanya sembari meremas pelan sweaterku.

 

“ Tidak akan.” Tolaknya pelan sembari menguatkan dekapannya.

 

“ Kalau begitu, kau akan menyakitiku terus.” Ucapku dingin dan datar padanya dengan sedikit tidak jelas karena sudah tidak memiliki tenaga yang cukup.

 

Hening. Ia hanya diam sembari mengecup pucuk rambutku dengan begitu dalam selama beberapa saat lamanya. Bulir-bulir lembut kembali turun, membasahi ke dua pipiku.

 

Dan perlahan-lahan, kesadaranku mulai menghilang dan setelah itu, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi.

 

***

 

Aku terbangun dari tidurku dengan kepala yang masih berdenyut hebat.

 

Apa yang telah terjadi tadi?

 

 Aku menatap sekililingku dengan pandangan sedikit buram. Aku memincingkan ke dua mataku untuk melihat lebih jelas lagi penglihatanku. Aku menatap seseorang yang saat ini tengah tertidur di sampingku dengan kepala yang tertidur diranjang dan sisa tubuhnya dilantai.

 

Pukul 02.30 KST. Aku menghela napas berat lalu melangkahkan kakiku untuk mendekati jendela kamar. Aku duduk dikusen jendela kamar, menatap keluar dengan tatapan menerawang jauh pada beberapa kejadian yang membahagiakan sebelum kejadian ini terjadi.

 

Hatiku kembali pilu saat melihat seseorang yang saat ini tengah menjagaku, tertidur disampingku. Keningku mengernyit saat aku melihat noda merah ditangan maupun diwajahnya. Aku menghela napas berat.

 

Apa ia telah berkelahi dengan seseorang?

 

Bayangan Tiffany yang menelepon anggota Super Junior lainnya, terlintas dibenakku. Apakah ia berkelahi dengan mereka semua hingga ia seperti ini?

 

Aku menghela napas dalam lalu memaksakan kakiku melangkah keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk mencari kotak pertolongan pertama pada kecelakaan lalu memasakkan air hangat untuk membersihkan noda merah itu.

 

***

 

Aku kembali ke kamarku dengan membawa baskom kecil, kotak P3K, dan wash lap ditanganku. Aku duduk disampingnya dan mulai membersihkan noda-noda merah itu dengan perlahan, agar tidak membangunkannya.

 

Aku menyentuh wajahnya dengan tatapan sendu. Beberapa bagian diwajahnya terluka dan masih mengeluarkan darah segar. Aku membersihkannya dengan hati yang teriris.

 

Kenapa? Kenapa kau masih saja mempertahankan aku? Seharusnya kau pergi dan menuruti semua ucapanku padamu, bukan seperti ini!

 

Tidakkah akan lebih baik jika kau tidak mempertahankan aku? Dengan begitu, hatiku tidak lagi merasa sakit sesakit ini.

 

Bulir-bulir lembut kembali turun membasahi ke dua pipiku tanpa aku inginkan dan pinta. Aku menghela napas berat lalu menghapus kasar air mataku sendiri.

 

Aku menempelkan stiker luka kecil dibagian pelipisnya. Lalu merebahkan kepalaku ke ranjang dan menatap wajahnya yang tertidur.

 

Seandainya saja kau tidak melakukan perbuatan menjijikan itu, aku yakin saat ini kita telah tidur bersama dengan senyum bahagia.

 

Kenapa? Kenapa kau bisa begitu bodoh dan terjerat ke dalam perangkap wanita itu? Tidakkah cukup aku saja yang selalu berdiri disampingmu?

 

Aku menghela napas berat. Memberanikan diri untuk membelai rambut pirangnya dengan lembut.

 

Ya, Cho KyuHyun, apa ini semuanya telah berakhir? Tentang cerita kita? Cerita kau dan aku? Apakah sudah berakhir?

 

Aku menghela napas berat sebelum bangkit dari dudukku. Tidak ingin berlama-lama berada di dekatnya. Karena semakin berada di dekatnya, aku semakin merasa ini bukan salahnya melainkan orang lain. Dan, semakin lama berada di dekatnya, membuatku semakin sulit melepaskannya.

 

Aku mengambil selimut dan membalutkan selimut itu ditubuhnya lalu memberikannya sebuah bantal yang empuk untuk membuatnya semakin terjaga. Kemudian membereskan kotak P3K dan baskom yang ku gunakan tadi.

 

Aku diam, menatapnya dengan tatapan dalam. Aku menundukkan tubuhku hingga wajahku sejajar dengannya. Aku memenjamkan ke dua mataku dan mendekatkan bibirku ke wajahnya. Ingin rasanya aku mengecup pipinya sebelum aku pergi meninggalkannya, tetapi sekelebat bayangan tentang dirinya dengan ‘wanita itu’ kembali terbayang diwajahku.

 

Wanita itu? Huh, bahkan aku tidak bersedia menyebut namanya sama sekali. Terlalu kecewa dan marah padanya.

 

Dan sekarang, apakah ia puas dengan apa yang ia lakukan padaku? Cih! Menyebalkan!

 

Ya Tuhan… kenapa?

 

Aku memenjamkan ke dua mataku erat-erat untuk menahan rasa sakit yang kembali menguak. Keputusan yang sedang ku hadapi, ya atau tidak? Menciumnya atau tidak? Itulah yang menahanku saat ini.

 

Masih pantaskah aku mencintainya dengan setulus hatiku setelah apa yang ia lakukan padaku?

 

Bulir-bulir lembut turun begitu saja tanpa aku pinta dan harapkan kehadirannya, membasahi sudut mata KyuHyun yang kemudian turun membasahi pipinya. Seakan-akan ia ikut menangis bersamaku. Padahal, kenyataannya tidak. Ia saat ini tengah tertidur pulas tanpa merasa terganggu sama sekali dengan kehadiranku.

 

Aku mengecup pipinya dengan cukup lama setelah mengambil keputusan yang entah salah atau benar? Aku sendiri juga tidak tahu.

 

“ Aku mencintaimu, Cho KyuHyun…” ucapku pelan saat aku mengakhiri kecupan itu. Aku menegakkan tubuhku lagi, menghapus kasar air mataku sendiri lalu pergi meninggalkannya yang tertidur. Aku berjalan menuju dapur untuk menaruh kotak P3K dan merapihkan baskom yang telah aku pakai.

 

Setelah itu, memilih sofa yang diruang tengah sebagai tempat aku mengistirahatkan tubuhku karena lelah kembali menderaku.

 

***

 

Matahari pagi mengusik tidurku dengan menembus kaca jendela dan tirai putih transparan kamarku. Aku mengernyitkan keningku dengan bingung dan malas. Kamarku? Dengan enggan, aku membuka ke dua mataku yang terasa berat lalu memperhatikan sekelilingku. Ini memang kamarku.

 

Aku duduk diranjangku sembari mengerjap-ngerjapkan ke dua mataku untuk melihat lebih jelas lagi lalu membuka mataku kembali. Tidak ada yang berubah, semuanya masih sama. Aku memang benar-benar berada dikamarku sendiri.

 

Aku menoleh ke samping untuk melihat apakah KyuHyun masih disisiku atau sudah tidak ada? Tidak ada, ia sudah tidak ada disisiku sama sekali.

 

Aku menghela napas berat.

 

 Aku yakin sekali, semalam aku bangun dan mendapati KyuHyun tertidur disampingku. Sedangkan aku memilih sofa ruang tengah untuk tempat memejamkan ke dua mataku.

 

Apakah itu semua hanya mimpi? Tetapi, kenapa terasa begitu nyata sekali?

 

Pintu kamarku terbuka dan menampakkan seseorang tengah berdiri menatapku dengan iba di ambang pintu. “ Kau sudah bangun?” tanyanya sembari memaksakan sebuah senyum lembut diwajahnya. “ Makanlah, KyuHyun telah memasakkan makanan untukmu dipagi buta tadi sebelum ia pergi begitu saja.” Ucapnya dengan perasaan tak enak saat menyebutkan nama seseorang.

 

“ Apa kau ingin memakannya atau biar aku buang saja?” lanjutnya takut-takut.

 

“ Biarkan saja, aku akan memakannya nanti.” Ucapku pada HyoYeon yang masih menatapku dengan iba.

 

“ Kalau begitu, kami menunggu kau dimeja makan.” Ucapnya sembari tersenyum lembut padaku sebelum ia menutup pintu kamar dan meninggalkanku.

 

Aku menghela napas berat.

 

Ternyata, itu bukan mimpi melainkan kenyataan. Apakah ia juga yang telah memindahkanku ke kamar?

 

Lucu sekali, ia memasakkan makanan untukku? Apakah ia bisa masak selain memasakkan ramyun sungai Han?

 

Aku menghela napas berat sebelum menginjakkan kaki dilantai untuk menemui mereka di meja makan.

 

Ya Tuhan, kuatkanlah aku…

 

***

 

Selama beberapa kali kami tampil bersama antara Super Junior dan SNSD ataupun SHINee dan F(x), aku tidak pernah sendirian. Pasti ada saja disalah satu antara mereka semua menjagaku dan melindungiku dari KyuHyun ataupun ‘wanita itu’. Saat KyuHyun ataupun ‘wanita itu’ akan mendekatiku, mereka akan menjadi benteng untukku yang siap mati hanya demi aku. Kalaupun kami tidak sedang dalam acara bersama, maka MinHo atau DongHae-lah yang akan menjagaku. Bahkan terkadang, kedua-duannya-lah yang menjagaku dengan ketat.

 

Aku sudah mengatakan berkali-kali bahwa aku ini akan baik-baik saja tanpa bantuan dari mereka, tetapi mereka bersikukuh untuk memastikanku dalam keadaan benar-benar baik. Karena aku tahu dan yakin, KyuHyun tak mungkin menyakitiku secara fisik.

 

Hingga akhirnya, aku menghilang beberapa hari dari mereka semua setelah jadwal kami kosong dan dapat liburan dari ajuhssi SooMan. Dan, tentu saja itu membuat mereka panik dan kebingungan setengah mati. Aku sengaja melakukannya, karena merasa jengah dan tidak suka diperlakukan seperti itu. Terlebih, MinHo yang terlalu over-protective padaku. Membuatku kesal dan jengah karena sikapnya, seolah-olah terasa dikurung di dalam sangkar yang kasatmata.

 

Lalu, setelah aku merasa benar-benar siap untuk bertemu dan menghadapi mereka kembali, aku baru menghubungi dan mengabari keberadaanku. Termasuk apartement yang ku tinggali saat ini.

 

***

 

Bahkan, setiap malam aku selalu bermimpi yang sama tentang kejadian itu. Kejadian yang telah merengut kepercayaanku padanya atau mungkin segalanya. Kejadian yang hanya menyisakan luka dalam yang semakin menguak setiap harinya saat melihatnya walau dari jauh sekalipun.

 

“ Noona.” Panggil seseorang dengan lirih padaku. Aku menoleh menatapnya. “ Apa kau mendengarkanku ucapanku?” tanyanya dengan kecewa. Aku hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalaku pelan.

 

Ia menghela napas dalam sembari memenjamkan ke dua matanya erat-erat. “ Kalau begitu lupakanlah.” Ucapnya lelah.

 

“ Maaf, lain kali aku akan lebih mendengarkanmu lagi, MinHo-ya.” Sesalku padanya sembari menyunggingkan senyum tipis padanya.

 

Setidaknya, saat ini aku masih bisa bersyukur, aku masih bisa tersenyum walau hanya tipis dan nyaris tak terlihat. Akhir-akhir ini aku benar-benar lupa bagaimana caranya tersenyum dengan baik sama seperti dulu, bukan tersenyum menyakitkan seperti ini.

 

Ia diam, menatap aliran sungai Han yang cukup deras dengan tatapan kosong.

 

Aku menggigit bibir bawahku, merasa sedikit bersalah padanya. Hari ini MinHo mengajakku jalan-jalan kembali untuk menghilangkan penat atau rasa sakit hatiku. Aku tahu, ia mencoba menghiburku untuk melupakan bayang-bayang KyuHyun dengan perlahan-lahan dari benakku. Dan, seharusnya aku tidak mengacuhkannya seperti tadi, membuat suasana diantara kami terasa canggung dan hening.

 

Tetapi aku tidak bisa untuk sepenuhnya dan seluruh perhatianku, aku tujukan kepadanya. Karena kenyataannya adalah bayang-bayang KyuHyun melekat erat dibenakku dan membuat perhatianku seluruh dan sepenuhnya selalu kepadanya. Tidak pernah sedetikpun aku melupakan semua bayang-bayang tentang dirinya kepadaku.

 

“ MinHo, aku lelah. Bisakah kita pulang sekarang?” tanyaku lemah padanya karena dadaku mulai terasa sesak kembali.

 

MinHo menoleh, menatapku dengan tatapan sendu lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan.

 

***

 

“ Terima kasih.” Ucapku padanya saat sudah tiba di depan gedung apartementku. Aku membuka kunci pintu mobilnya, tetapi tertahan oleh sebuah tangan yang menahan gerakan tanganku dengan kuat.

 

Aku menoleh, menatapnya dengan kening berkerut sedangkan ia mendekatkan wajahnya padaku hingga hanya beberapa senti saja jarak di antara bibir kami. Ia lalu memenjamkan ke dua matanya lalu mendekatkan bibirnya padaku.

 

“ Hentikan, atau aku akan membencimu.” Ancamku padanya dengan dingin saat bibirnya ingin menyentuh bibirku sedikit lagi.

 

***

“ Andwae! Andwae!” racauku tanpa sadar sembari memberontak keras pada udara.

KyuHyun terbangun dari tidurnya lalu menekuk sikunya untuk menatapku yang masih tertidur dengan bingung, ia lalu menyalakan lampu tidur di sisi ranjang yang terletak di atas meja kecil sisi ranjang. “ Yuri, sadarlah.” Ucapnya lembut ditelingaku sembari merangkul bahuku dan menggoyang-goyangkannya pelan untuk menyadarkanku.

“ Lepaskan! Lepaskan aku!” racauku dengan sedikit histeris dan memberontak untuk meminta dibebaskan pada sesuatu yang menahan dan memaksaku.

“ Yuri, sadarlah.” Ucapnya lagi dengan sabar.

“ Tidak! Aku tidak mau! Kyu-KyuHyun tolong aku!” teriakku histeris lagi.

“ Hei, tenanglah, aku disini, disisimu.” Ucapnya lembut sembari menepuk-nepuk pelan pipiku. Aku lalu membuka mata dengan terkejut dan memegang tangan KyuHyun dengan erat untuk meyakinkan bahwa ia memang berada disampingku.

“ Tenanglah, itu hanya mimpi.” Bisiknya lembut ditelingaku lalu mengecup keningku dengan penuh perasaan.

“ KyuHyun?” panggilku padanya untuk meyakinkan diriku sekali lagi.

“ Aku disini, Cho Yuri.” Balasnya dengan lembut sembari mengecup pipiku, keningku, hidungku, daguku, dan terakhir bibirku dengan begitu lembut dan penuh perasaan.

“ Tenanglah, aku akan selalu menjagamu.” Bisiknya lembut saat menyudahi ciuman kami. Ia menopangkan tangan kanannya untuk bisa menatapku dan memeluk bahuku.

“ Oppa… a-aku takut…” ucapku ketakutan yang masih terbayang-bayang wajah dan tangan MinHo yang memaksaku berciuman dengannya. Itu bukanlah mimpi, melainkan kenyataan selama 3 tahun yang lalu. Dan, ia benar-benar hampir melakukannya jika saja aku tidak mendorong tubuhnya kuat-kuat lalu pergi darinya begitu saja.

“ Tenanglah, aku disini. Aku akan melindungimu.” Ucapnya mencoba menenangkanku sembari mengecup bibirku dengan singkat.

Aku berusaha menatap wajahnya dengan bantuan lampu kamar yang remang-remang, menatapnya dengan lekat-lekat. “ Kau, kau akan berjanji padaku untuk tidak pergi kemanapun kan?” tanyaku, menuntut kepastian darinya.

“ Aku berjanji, Cho Yuri.” Jawabnya dengan lembut dan penuh keyakinan. Seketika, hatiku menjadi tenang kembali dan kegelisahan luruh begitu saja saat melihat keyakinan diwajahnya.

Aku menghela napas lega dan mataku menatap jam dinding kamarku. Pukul 02. 30 KST dini hari.

Masih sama, aku masih terbangun dipagi-pagi buta. Pukul 02.30 KST waktu dini hari.

“ Apakah kau selalu ketakutan seperti ini saat kau tidur?” tanyanya dengan hati-hati sembari menatapku lembut.

Aku mengangguk pelan dengan perasaan malu yang aku terima mengingat diriku yang pura-pura tegar dan kuat saat berhadapan dengannya.

“ Kalau begitu, jangan mencoba pergi lagi dariku.” Pintanya lembut lalu mendekatkan wajahnya padaku. Menciumku lembut dan penuh perasaan.

Ciuman kami berlangsung secara lama hingga merubah posisi tidur kami yang tadinya saling berdampingan kali ini KyuHyun menindihku.

“ S-sentuh aku, KyuHyun.” Pintaku padanya saat ia menghentikan ciuman kami. Seulas senyum lembut tersungging diwajah tampannya lalu mendekatiku dan mencium bibirku dengan lembut.

Aku meremas pelan rambutnya saat tangannya mulai bergerak nakal ditubuhku.

Aku merindukan sentuhan-sentuhan darinya yang hanya ia tujukan kepadaku seperti saat ini.

***

Aku dan KyuHyun memasuki sebuah kafe bergaya klasik yang terlihat mewah dengan interior dan penataan pembagian ruangannya yang apik dengan tangan yang saling terpaut satu sama lain saat pagi telah tiba. Seorang pelayan datang menghampiriku sembari tersenyum ramah. Aku membalas senyumannya dengan senang hati.

Hanya dengan penyamaran biasa dan simple, aku dan KyuHyun datang kemari. Kacamata hitam, topi, dan masker. Aku dan KyuHyun berjalan masuk lebih dalam lagi dan menempati sebuah meja-kursi di sudut ruangan disebelah kiri dekat jendela kaca yang besar dengan duduk berdampingan.

“ Permisi, selamat pagi, ingin memesan apa?” tanya seorang pelayan wanita tadi yang menyambut ke datanganku dengan ramah.

“ Err… dua capuchino. Aku rasa itu saja dulu.” Jawabku ramah padanya.

“ Baiklah, tunggu sebentar.” Balas pelayan itu sembari menulis catatan pesanan.

“ Tidak, dua capichino dan satu jus anggur.” Bantah KyuHyun tidak setuju pada ucapanku. Pelayan itu menatap kami sebentar lalu mencatat pesanan kami dibuku kecil miliknya, dan berjalan pergi meninggalkan kami seraya menundukkan kepalanya.

Aku menatap KyuHyun dengan bingung dan menuntut penjelasan darinya. Sedangkan ia hanya tersenyum manis tanpa rasa bersalah.

“ Kopi tidak baik untuk kesehatanmu, jagi.” Jelasnya singkat lalu mengecup pucuk kepalaku.

Aku hanya menghela napas pasrah padanya.

Aku menatap keluar jendela sembari mengingat-ingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Seulas senyum tanpa sadar tersungging diwajahku.

“ Ya! Oppa! Kau kenapa begitu bodoh sekali? Kenapa ulangan matematika-mu bisa mendapatkan nilai empat seperti ini? Apa kau tidak sungguh-sungguh belajar?” omelku pada seorang laki-laki yang saat ini berjalan bersama disampingku. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sembari menundukkan kepalanya ke bawah.

 

“ Oppa!” panggilku padanya yang tak juga menjawab pertanyaanku. Ia mengangkat wajahnya kemudian menatapku dengan takut-takut. “ Kenapa bisa seperti ini?” tanyaku melembut padanya. Ia menatapku lalu menatap kertas yang saat ini tengah aku pegang.

 

“ Sudahlah, bukan urusanmu, Yuri.” Jawabnya yang kemudian merebut kertas ulangan miliknya dariku dan berjalan lebih dulu dariku tanpa mempedulikanku lagi.

 

“ Ya! Lee DongHae-ssi!” panggilku padanya. Tetapi, ia tidak menggubrisnya dan tetap berjalan pergi menjauh dariku. Aku mendengus kesal yang kemudian berlari menyusul langkahnya lalu merangkul lehernya dengan gemas sembari mengacak-acak rambutnya yang sudah ia susun rapih tadi pagi.

 

“ Ya!” protesnya kesal. Aku hanya tersenyum sembari merangkulnya dengan gemas.

 

“ Apakah ada sesuatu yang lucu, Cho Yuri?” tanya KyuHyun padaku dengan kening berkerut.

Aku tersenyum lembut padanya. “ Hanya mengingat kejadian saat aku bersekolah dulu.” Jawabku padanya.

“ Kejadian apa?” tanyanya.

“ Saat DongHae oppa mendapat nilai empat pada ulangan mata pelajaran matematika.” Jawabku singkat sembari menerawang kejadian itu lagi.

“ Apa? Empat? Tsk! Kenapa ia bisa begitu bodoh sekali?” makiku KyuHyun yang terdengar sangat menyebalkan ditelingaku.

“ Ya! Jangan menghinanya seperti itu! Ia memang bodoh, tetapi selanjutnya sudah tidak lagi.” belaku pada DongHae yang saat ini ia belum datang juga.

“ Cih! Jadi kau membelanya?” cibirnya dengan tidak suka sembari menatapku kesal.

“ Ya! Jangan berwajah seperti itu padaku!” omelku padanya sembari mencubit ke dua pipinya dengan gemas.

“ Ya! Sakit!” protesnya kesal sembari menepuk-nepuk pelan ke dua tanganku. Aku hanya tertawa ceria saat melihat ekspresi lucu yang aku timbulkan padanya.

“ Jadi kalian sudah baikan rupanya?” sindir seseorang yang membuat senyumanku memudar seketika. Aku menoleh ke belakang dan mendapati DongHae tengah berdiri menatap kami dengan kesal. Ia duduk dihadapanku.

“ DongHae-ya.” Panggilku ramah padanya.

“ Yuri-ya.” Panggilnya senang lalu berdiri dari duduknya dan ingin memelukku. Tetapi, sebelum ia memelukku, sebuah tangan menahan gerakannya dengan cepat.

“ Jangan sentuh istriku kalau kau tidak ingin aku mematahkan tanganmu.” Ucapnya dengan dingin dan penuh ancaman. DongHae menelan ludahnya kembali lalu menghela napas berat dan kembali ke posisi duduknya semula.

“ Seharusnya kau segera berpisah dengannya dan pergi ke sisiku.” Cibirnya kesal padaku. “ Kenapa kau tetap mempertahankan laki-laki menyebalkan seperti iblis ini.” Lanjutnya dengan kesal sembari melirik KyuHyun dengan kekanak-kanakan. Seolah-olah KyuHyun telah merebut permen darinya.

Aku tertawa pelan sedangkan KyuHyun menjulurkan lidahnya kepada DongHae yang dibalas balik oleh DongHae karena tidak terima lalu mengabaikan KyuHyun lagi. Ia menatapku dengan tatapan menuntut penjelasan dariku.

“ Karena dia suamiku.” Jawabku santai dan tulus sembari memeluk pinggul KyuHyun dari samping lalu menatapnya dengan tatapan bahagia. KyuHyun tersenyum evil dan penuh kemenangan saat aku mengatakan dan memeluknya seperti itu. Ia memelukku balik dengan senyum bangga yang masih menghiasi wajahnya.

“ Cih! Menyebalkan!” cibirnya pura-pura kesal yang membuatku dan KyuHyun tertawa pelan karena geli.

“ Jadi, kenapa kau meminta kami datang menemuimu?” tanya KyuHyun langsung ke permasalahan topik, mengapa ia memintaku bertemu dengannya.

Ucapan DongHae tertahan saat seorang pelayan mengantarkan pesanan kami. Pelayan wanita itu tersenyum ramah pada DongHae, lalu padaku, dan terakhir pada KyuHyun yang dibalas dengan dingin olehnya. Aku tersenyum senang saat melihatnya seperti itu.

Ia tidak berubah. Sama sekali tidak. Ia hanya membalas dan tersenyum padaku saja, selebihnya ia akan tersenyum tipis dan dingin.

“ Aigoo, lihatlah suamiku bertumbuh menjadi seorang laki-laki yang dingin.” Godaku padanya sembari mencubit gemas ke dua pipinya.

“ Ya!” protesnya kesal.

“ Aigoo, lucu sekali suamiku ini.” Godaku lagi padanya dengan tawa bahagia yang tak dapat ku tahan lagi.

“ Ya!” protesnya lagi dengan kesal tetapi ia membiarkanku memperlakukannya seperti ini.

“ Nanti malam, kau harus menceritakan semuanya padaku. Aku akan membuatkan masakan yang enak untukmu.” Godaku lagi padanya sembari memain-mainkan wajahnya hingga membentuk rupa wajah yang aneh-aneh dan menggelikan.

“ Aish! Kalian ini bisa tidak, tidak bermesraan didepanku? Membuatku muak saja melihatnya.” Ucapnya kesal.

Aku melepaskan tanganku dari wajahnya dan menatap DongHae. “ Maaf.” Ucapku dengan senyum bahagia dan tanpa rasa bersalah.

DongHae menggeleng kesal. “ Tadinya, aku ingin melepas rindu padamu setelah tiga bulan lamanya aku tidak melihatnmu karena iblis itu. Tetapi, sepertinya waktunya sedang tidak tepat. Kau telah kembali kepadanya, dan membuatku merasa kesal saja.” ucap DongHae dengan berpura-pura kesal saat mengakhiri ucapannya.

“ Ya! Jadi kau meminta kami menemuimu hanya untuk melepas rindu pada istriku?” tanya KyuHyun dengan tidak percaya dan kesal.

“ Tentu saja! Aku memang merindukannya. Lagipula, apa maksudmu dengan ‘kami’, huh? Kau pikir aku ingin bertemu denganmu, huh? Melihatmu dalam satu dorm hampir setiap detik saja membuatku ingin muntah apalagi untuk melihatmu lagi ditempat lain? Ya! Sadarlah, aku hanya ingin bertemu dengan, Lee Yuri saja.” protesnya dengan kesal.

“ A-apa? Lee Yuri kau bilang? Coba katakan sekali lagi maka kau akan mati sekarang juga.” Protes KyuHyun tidak terima.

“ Memangnya kenapa jika aku merubah nama marganya? Apa ada yang salah? Seharusnya ia menikah denganku, bukan denganmu.” Ucap DongHae tidak terima.

“ Ya! Kau bermimpi ya? Jelas-jelas ia lebih memilihku daripada kau yang berotak udang itu.” Maki KyuHyun kesal.

“ A-apa kau bilang? Otak udang? Hei, iblis! Sadarlah, kalau kau ini tidak memiliki perasaan sama sekali, masih mengaku-ngaku kau mencintai Yuri. Lebih bagus ia denganku, jadinya Lee Yuri, bukan Cho Yuri. Apa-apaan itu? Tidak cocok sama sekali dengannya.”

“ Ya! Ikan pendek! Mati saja kau!”

“ Apa kau bilang, ikan pendek? Hei, manusia berhati iblis enyah saja kau dari sini lalu pergi ke neraka sana!”

“ Kau cari mati ya?”

Ya Tuhan, sepertinya akan ada pertengkaran mulut antara mereka berdua.

“ Kau yang cari mati padaku!”

“ Dasar ikan pendek, tidak tahu diri, dan penipu wanita. Pantas saja tidak ada satupun wanita yang ingin menjadi kekasihmu. Mendekat saja tidak ada yang bersedia. Tsk! Kasihan sekali dirimu itu ikan!”

“ Apa kau bilang? Hei, jika aku mau aku bisa saja merebut Yuri darimu. Tetapi, aku terlalu kasihan padamu yang melihat kau begitu menderita saat Yuri tidak berada disampingmu! Lemah dan tidak berdaya masih saja pura-pura kuat dan tegar.”

“ Itukan wajar, jika istriku sedang tidak berada disampingku aku merasa seperti itu. Apa salahnya?”

Mataku membulat terkejut saat mendengar ucapan DongHae tentang KyuHyun mengenaiku saat sedang tidak berada disisinya.

“ Cih! Dasar iblis! Pandai memutar balikkan fakta! Bilang saja kau ini memang lemah tanpanya.”

“ Hei, itukan-” ucapannya terpotong karena aku mengecup singkat bibirnya agar ia menutup mulutnya dan tidak bertengkar ditempat umum seperti ini. Hampir semua pasang mata menatap ke arah kami yang untungnya tidak banyak pengunjung yang datang saat ini.

“ Berhenti atau aku akan menciummu terus.” Godaku padanya saat telah selesai mencium bibirnya.

KyuHyun diam, menatapku lekat-lekat dengan tatapan evilnya. “ Kalau begitu aku akan dengan senang hati memilih pilihan yang ke dua.” Jawabnya dengan tatapan menggodaku.

“ Hei, hei, aku masih disini dan ini merupakan tempat umum. Jadi, jaga diri kalian.” Ucap DongHae pasrah dan mengingatkan.

Sedangkan bibir kami saling bertautan satu sama lain.

“ Seharusnya aku memang tidak menemuimu hari ini. Dasar iblis menyebalkan! Peganggu!” Ucapnya pasrah sembari menundukkan kepalanya.

Aku menghentikan ciuman singkat diantara kami dengan menahan bibir KyuHyun dengan tanganku agar bibirnya menjauh dariku. Ia menatapku pasrah, sedangkan aku hanya tersenyum lembut padanya lalu menatap DongHae.

“ Maaf.” Ucapku pada DongHae tanpa rasa bersalah sedangkan ia mengacak-acak rambutnya dengan sedikit frustasi.

***

“ Hei, kau tidak akan menyisihkannya-kan?” tanyaku dengan penuh ancaman saat aku dan KyuHyun tengah makan malam bersama. Aku menatap tajam ke arahnya yang saat ini tengah meminggirkan sayuran hijau yang baru saja aku masak untuknya.

“ Jangan paksa aku untuk memakan rerumputan seperti ini. Aku bukan dinosaurus. Lagipula, yang kau maksud dengan masakkan enak itu ini?” Protesnya sedikit kesal.

“ Kalau begitu, kau lebih memilih pergi dari sini?” ancamku padanya dan mengabaikan pertanyaannya.

“ Ya, kenapa ancamannya harus seperti itu hanya karena masalah sekecil ini?” protesnya tidak terima.

“ Kalau begitu makanlah.” Jawabku padanya dengan santai.

“ Menggelikan!” desisnya kesal.

“ KyuHyun-ah, sudah berapa kali aku bilang kalau sayuran ini bermanfaat sekali untuk tubuhmu.” ucapku mengingatkan.

“ Makanan dinosaurus ini tidak akan membantuku.” Elaknya santai yang membuatku kesal.

“ Ya! Makanlah! Aku sudah membuatnya dengan susah payah untukmu!” ucapku sedikit kesal padanya yang masih saja tidak menuruti ucapanku.

“ Kalau begitu suapi aku, Cho Yuri.” Pintanya manja dan dengan tatapan memohon padaku. Aku menatapnya dengan kesal.

“ Tsk! Kau bukan anak kecil lagi, KyuHyun-ah.” ucapku padanya sembari memasukkan sesuap nasi yang berisikan daging dan sayuran ke dalam mulutku.

“ Aku tahu, tetapi tak apakan jika aku ingin manja denganmu.” Godanya padaku sembari menatapku memohon dan memasang wajah aegyo miliknya.

Aku menahan tawaku saat melihat wajahnya seperti itu lalu bangkit dari kursiku menuju tempat cucian piring.

“ Cepat habiskan, aku akan menunggumu di kamar.” Godaku pada KyuHyun yang melihatku dengan bibir sedikit terbuka sembari mengerlingkan salah satu mataku padanya.

“ Me-menungguku dikamar?” ulangnya lagi dengan sedikit terbata-bata.

“ Tentu saja jika kau berhasil menghabiskan makananmu tanpa sisa dan mencucinya dengan bersih.” Tambahku padanya dengan tatapan menggodaku lalu meninggalkannya begitu saja. Aku menahan tawa geli yang tertahan saat melihat ekspresi wajah KyuHyun yang tak percaya melihatku melakukan seperti itu. Sebelumnya, aku tidak pernah melakukan ini padanya, dan juga ia belum pernah memperlihatkan ekspresi itu pada siapapun kecuali aku pada hari ini.

“ Ya! Kau cari mati ya?” makinya kesal dengan memasukkan beberapa suap makanan ke dalam mulutnya hingga penuh dan membuat pipinya mengembung. Aku hanya tertawa geli melihatnya seperti itu.

“ Kau tidak ingin bermain-main denganku, Cho-Kyu-Hyun.” Ucapku lagi sebisa mungkin suaraku dibuat seseksi mungkin untuk benar-benar menggodanya dan memakan habis semua makanannya.

Ia diam, tatapannya dingin dan tak percaya padaku. Aku hanya tersenyum kaku ditatap seperti itu olehnya. Kenapa sudah tidak berefek padanya? Menyebalkan. Tidak seru!

“ Selesai makan, jangan lupa cuci piringmu sendiri.” Ucapku yang sedikit kaku dan masuk ke dalam kamar. Aku menutup pintu kamar dengan gelisah dan menyenderkan punggungku ke pintu. Aku menghela napas dalam.

Ia tidak benar-benar menganggap serius ucapanku barusankan? Semoga tidak, karena aku hanya menggodanya untuk menghabiskan makanannya. Itu saja. Semoga saja tidak. Ya Tuhan, ku mohon jangan.

Aku berjalan menuju ranjang dengan langkah kaki yang sedikit berat. Apakah ia marah padaku karena menggodanya seperti itu?

Hei, akukan tidak bermaksud apapun padanya. Aku hanya berharap dengan begitu ia mau menghabiskan makanannya. Itu saja, tidak lebih.

Aku merebahkan tubuhku di atas kasur sejenak lalu bangun dari tiduranku untuk berganti pakaian tidur dan menggosok gigi lebih dulu sebelum tidur. Aku melihat isi lemari pakaianku dengan kening sedikit berkerut. Aku menahan napasku saat KyuHyun membuka pintu dan masuk. Dengan segera mungkin, aku masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil asal pakaian tidur untuk menghindari bertatap mata padanya. Begitu masuk ke dalam, aku langsung menguncinya dan berdoa semoga KyuHyun tidak nekat masuk dan merusak pintu ini.

Walau kami sering melakukan hal intim seperti itu, tetapi tetap saja aku masih merasa malu saat melakukannya.

***

Aku merutuki diriku sendiri saat aku telah berpakaian tidur yang terkutuk ini. Pakaian berwarna hitam transparan yang diberikan oleh Ahra unnie padaku saat kali pertamanya KyuHyun menyentuhku setelah malam pertama kami.

Ah, sungguh menyebalkan.

Aku menatap bayanganku yang dipantulkan oleh kaca. Terlalu seksi dan menggoda, kalau seperti ini aku benar-benar sedang menggodanya sekarang. Aku menggigit bibir bawahku dengan pelan, berpikir bagaimana caranya agar aku selamat dari cengkraman KyuHyun dan mengganti pakaian terkutuk ini.

Bunyi ponsel KyuHyun membuatku sedikit terlonjak kaget dan menatap takut ke arah pintu kamar mandi.  Ia sedang tidak menungguku dibalik pintu inikan? Detik berikutnya, terdengar suara tegur-sapa satu sama lain dan suara pintu kamar yang terbuka. Aku mulai bernapas lega dan perlahan-lahan keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian.

Aku menatap jajaran baju tidur yang tergantung rapih. Keningku mengernyit bingung saat harus memilih baju mana yang lebih sopan karena rata-rata semuanya sangat minim dan seksi. Ya Tuhan…

“ Selamat malam.” Ucap seseorang sembari membuka pintu kamar dan berdiri di ambang pintu. dalam sekali gerakan cepat, aku menutup pintu lemariku dengan sedikit terburu-buru dan membalikkan badan menatapnya dengan sebuah senyum kaku karena seperti penjahat tertangkap basah saat mencuri sesuatu.

“ K-kyuHyun?” panggilku sedikit terbata-bata. Ke-kenapa cepat sekali ia kembalinya? Tsk! Menyebalkan! Padahalkan ia baru saja keluar dari sini, kenapa bisa secepat ini?

“ K-kau, benar-benar cari mati ya?” tanyanya dengan geram dan dingin. Ia menutup pintu lalu menguncinya, berjalan mendekatiku dengan langkah kaki yang lebar dan panjang. Sedangkan aku hanya bisa tersenyum kaku yang dipaksakan. Kakiku ingin melangkah sesegera mungkin, tetapi terpaku oleh ke dua matanya yang menatapku tajam.

“ Err… a-aku sepertinya harus pergi ke kamar mandi untuk merapikan pakaianku yang salah.” Alasanku untuk melesat pergi darinya yang hanya selangkah lagi berada tepat di depanku dengan sedikit buru-buru.

Sebuah tangan menarik pinggulku dengan sedikit kasar untuk mendekat dengan tubuhnya. Mata kami saling beradu satu sama lain selama beberapa saat. Aku menutup ke dua mataku erat-erat dan menahan napas tanpa sadar saat wajahnya semakin mendekatiku. Aku bisa merasakan hembusan napasnya yang menyentuh kulit wajahku.

“ Kau harus menepati janjimu padaku, Kwon Yuri.” Bisiknya lembut tepat ditelingaku.

“ Ky-kyuHyun-ah, t-tadi aku hanya bercanda saja, tidak lebih.” Ucapku mencoba menjelaskan maksud ucapanku.

“ Kalau begitu, kau harus bertanggung jawab pada hatiku yang telah kau permainkan.” Balasnya dengan lembut lalu tanpa menunggu jawaban dariku, ia mendaratkan bibirnya dibibirku. Melumatnya dengan begitu lembut hingga membuatku semakin terlarut dalam ciumannya dan berharap lebih.

Sial, ia mempermainkanku lagi.

Aku mendesah tertahan dalam mulutnya saat ia meremas dadaku pelan dengan salah satu tangannya yang memeluk pinggulku, sedangkan tangan satunya merangkul bahuku dari belakang untuk menahan tubuhku agar tetap mendekat pada tubuhnya.

Tanganku merangkul leher KyuHyun kuat-kuat dan meremas rambutnya pelan saat ia berhasil melepas pengait braku. Ia perlahan-lahan membawaku ke suatu tempat yang empuk dan cukup besar. Ia lalu merebahkanku dan mulai menyentuh beberapa bagian sensitifku. Aku mengerang tertahan dalam mulutnya saat tangannya bergerak nakal dibagian bawahku dan menerobosnya masuk.

Kami saling terlarut satu sama lain selama beberapa waktu, membuat kami melupakan segalanya selama beberapa saat. Dan berharap, kebahagian ini akan berlangsung selamanya.

Tidak hanya untuk saat ini saja.

***

======================================= TBC =========================================

DON’T FORGET TO RCL (READ, COMMENT(s), AND LIKE) PLEASE!!

Comment(s) like Oxygen for me.😀

THANK YOU FOR YOUR SUPPORT.😀😀😀

66 thoughts on “THE MERMAID PRINCESS [ Part 4 ]

  1. Huaaaaa keren banget . Jadi itu cuma mimpi ya? Atau flash back , waahh so sweet , di tunggu kelanjutannya yaa muachhh :*

    1. Flashback dan mimpi, jadi kejadian itu selalu menghantui (?) Yuri terus kalo ia tidur wkwk
      Ok sip sip😀
      Loh? Hahahhaha makasih banyak atas kiss (?) nya wkwkwk😀

      makasih banyak ya😀

  2. arghhhhh ,apaan tuh ???
    kog bs vic gtu si ? kog tba2 ud bbrpa taon kmudian ? kyu blm ngjelsin am yul knpny ? ap nto cm mimpi ? kog dsni jd minho yg rada jahat si ?
    trkhirny aseeekkkk .. lucu dh ngliat mrka baikan aplgi kyu yg manja . hahahha
    good🙂

    1. Errrr? apa ya? ahahhaha😀
      Sabar ya unnie, nanti dipart selanjutnya, aku jelasin ahahahhahhaa
      Ya Allah ahahahhahaa😀
      Hehehehehhe >///<

      Makasih banyak ya😀

  3. wuaaaaa panjang ceritanya, mantep eon hahahaha😀 makasih uda update ff
    waktu baca bagian berantemnya uda deg degan, berantemnya ngeriin hehe.. tp untungnya kyuhyun ma yuri cepet baikannya, jd lega
    aduuuh… yuri kenapa bercanda kaya gitu ke evil?? akhirnya kejadian beneran, ih kyuhyunnya jg nafsu.. jadi malu mbacanya hahaha #loh kok
    ff seperti biasa baguuusss🙂 lanjut eon, ff yg lainnya jg di lanjut ya. di tunggu ^^

    1. Hahahhahha iya, aku juga baru ngeh kalo cerita ini panjang ahahhahhaa😀
      Hehehehhehe aku sendiri aja juga deg-degan wkwkkwk😀
      Lohlohloh? wkwkwkkwk ahahhahha😀
      Huaaa makasih banyak ya ^^ Oke sipsip :’)

      Makasih banyak ya😀

  4. ada yg lupa. yuri kasian sekali, pulang pulang liat kyuhyun ma cewe lain. sakit😦
    kyuhyun, tolong jangan buat kesalahan lg yg nantinya bakal kamu sesali, tolong jangan buat yuri nangis lg. kasian yuri eonni😦
    uda eon, hehe
    makasih uda uptade ff🙂

    1. Ha? -__- Masa sih? Kamu udah baca part-part sebelumnya belum? Coba baca part 1-3 nya lagi, terus kamu sambung-sambungin (?) wkwkwk insyaAllah ngerti nantinya😀 wkwkkwk

      Makasih banyak ya😀

  5. yes.. akhir nya lanjutan nya d post..sdh rindu sma ff eonni..daebakk bngett .,moga aj nnti ending nya jd happy ending^^ semangat ya eonn buat ff yg blum end..fighting !!

  6. Jiahaha.. Eonni bisa bikin nc juga ternyata #plak . Tapi masih kurang tuh eon. Jiahaha.
    Ikut sedih sama tegang liat yuri. Kasihan T,T. Tapi alhamdulillah ya sudah baikan, malah main ‘itu’ lagi. #plak.
    Eon, kapan yang IWSILY nya dilanjut? Ditunggu ya

    1. Ya Allah aku bikin itu aja nggak tau dan ngerti -__- masih kurang? ya ampun -__- ahhahahha tapi sayangnya, aku nggak berani berbuat lebih untuk itu wkwkwkwk😀😀
      Hehehhehehee ahahhaha >//< ya Allah -___- wkwk😀
      Sabar ya , aku lagi lanjutin. Sebenernya sih udah, tapi belum sempurna (?) banget jadi aku cancel dulu untuk itu wkwkwk😀😀

      makasih banyak ya😀

  7. Chingu, bisa dijelasin knp kyuhyun bis tidur ama victoria? knp kyuhyun selalu ngebuat yuri sakit hati??? dan yuri knp masih tetep milih kyuhyun padahal uda beberapa kali disakitin.
    Good job chingu..
    Lanjutttt ya..🙂

    1. Hohoho itu akaan ada dipart selanjutnya chingu wkwkwk jadi sabar ya ahahhahahhaha😀😀 #plaakkk!
      Hehehhehee makasih banyak >//<

      oke sip sip😀😀

      makasih banyak ya :')

    1. ada *plakk-__-v
      tenang aja kok aku masih wajar dan nggak berlebih (?) #plaakkk!
      Sabar ya wkwkwk😀 lagi proses kok ke ke tiga ff utama itu ahahhahaa😀

  8. waah kereeen..
    akhirnya kyuhyun ma yuri baikan jga.
    semoga victoria ga ganggu lg. haha..
    ditnggu ya kelanjutannya..

    1. Hehehhehe >//< makasih😀
      Oh, kalo itu mah baca aja part 1-3 nya dulu nanti akan ngerti sendiri kok 8kalo menurut aku, soalnya aku sambung-sambungin dari part 1-3 lalu ke 4 penjelasannya ^^* hehehehe😀
      Makasih banyak wkwkkwkwk😀

      Makasih banyak ya ^^

  9. annyeong Unnie ^^ akhirnya Unnie kembali bawa ff ini *yeee…prokprokprok^^

    awalnya kasian sama Yuri Unnie di gituin sama Kyuhyun oppa, tega-teganya dia tidur sama yeoja lain *pukulKyuHyunoppa-_- *digetokduluansamaSparKyu
    tapi akhirnya akur juga mereka, harus akur selamanya *plak!* suka kalau liat KyuHyun sama Yuri Unnie kalau udah akur kaya gitu hehehe \(^-^\) \(^-^\)

    lanjut ya Unn,, ditunggu part selanjutnya sama ff yang lainnya juga ^^ Fihgting !!

    1. Annyeong Linda ^^ hehehehhe jadi malu saya wkwkwk😀
      Hahahhahahhaha😀😀
      Iya dong, harus baikan aku juga nggak tega liat mereka berantem terus😀 hahahhah
      Oke sipsip ^^ oke fighting too😀

      makasih banyak ya😀

  10. sumpah,, awal baca aku sebel banget,, kenapa kyuhyun nyakiti yuri terus,, eh taunya cuma flashback,,,,
    daebak chingu,,, trus lanjutin kyuri couple deh…..

  11. owwhh jadi ituu mimpi yuri y wktuuu kyu selingkuh sm vic yaaa,,,
    khekhee ini part yg bkin emosi meledak2,,haha krenn saengg apalagi end nya,,nyiahahaha
    lanjutannya jngan lama2 yaa saeng,,jeballl,,
    kekekeee,,,

  12. menegangkan di awal,,dan ternyata itu semua hnya mmpi🙂
    ff yg bgus bgt chingu, dg couple fav aku.
    cpt di lanjut ya🙂

  13. Wwwaah .. Keren bgt eon !! Awal’x sich ksel bgt bca’x ksian ma yuri eonni .. Eeeehh ,, tryata cma flashback hhee .. Good job eonn .. Hhhee

  14. eon……………kenapa ncnya cuma gitu doang u.u dibuat dong part NCnya hihihi *plakk😀 *otakyadong*
    lanjut eonnn !!!😀

  15. onnieeeee……,… aku udh bc sleeping beautynya sm mermaid princess part sebelumnya. DAEBAK!! bagus aku suka
    mian ya onn aku cm komen di part ini aja, komennya udh merangkap ini dri sleeping beauty pt1 sampe TMP pt4 ini hehehe😀

    aku kira td awalnya ini flashback, eh ternyata mimpi yuri
    #emangiyaonn?
    gila, kyu sm vic tidur bareng di rumah kyuri. itu yg jebak siapa sih? penasaran deh onn, jahat bgt jebak mereka kyk gitu. pantesan kyuri pisah.
    kyu nakal nih… hahahaha

    ya udh deh onn, ditunggu next partnya! figthing!!

  16. Hoaaaa….KyuRi kalo romantis bener2 bikin ngiri deh ..tapi seneng liatnya…aduh itu bagian NC nya kurang banyak #plakkk
    KyuRi cepet punya anak dong ..dan tolong …Victoria nya jangan menganggu lagi kehidupan Yuri hiks

  17. salam kenal onnie, aQ reader baru.
    ceritax kren onnie.
    jd pnasaran sbenarx siapa dalang d balik kejadian yg terjadi antara kyuhyun sma victoria?
    kyakx ad org yg mau bkn rumah tangga kyuhyun mha yuri hancur.
    d tggu lanjutanx onnie

  18. salam kenal onnie, aQ reader baru.
    ceritax kren onnie.

    jd pnasaran sbenarx siapa dalang d balik kejadian yg terjadi antara kyuhyun sma victoria??
    kyakx ad org yg mau bkn rumah tangga kyuhyun mha yuri hancur.

    d tggu lanjutanx onnie..

  19. ommo ini hampir nc.
    kekeke.
    kyuri mesranya.
    seneng bgt akhirnya kyuri bahagia.
    awalnya itu yuri mimpi atau itu masa lalunya yuri yya?
    rada bingung.
    lanjuuut aja.
    udah lama ga mampir ke sini byk yg baru.
    ayyo berkarya trz.
    hwaiting.

  20. Udah nangis nangis bacanya ternyata cuma mimpi -____-
    chapter ini gak sedikit prevert yaa tapi aku suka /plak!/ HAHA
    cepetan ya eonnie lanjutannya😉

  21. kren eonn,,,
    tp q sdkit binggung ,!!
    yuri ntu mimpi tau flasback ??
    kshan yuri eonni , pasti sakit bnget wktu ngelht kyu oppa ma Vic eonni d.kmar br-dua.an,,,* hufftt Menyebalkn
    jhat bnget kyu oppa sma yuri eonni,,, yg sbar ya yuri eonni….:-)

    akhr.x mreka bhagia jg,,
    tp msh pensran gmn lnjutn.x , apakh msh da scandal lge d.antra mreka ???

    d.tnggu next part.x eonn!!!!,,,,, jng lma2 yaaaa,,,:-D
    penasran tingkat MAMA,… hehehe😀
    oh.ya mianhae eonn… d.Part 1 , 2 aq gk comment

  22. akhirnya nemu yang part 4 juga..🙂
    seneng deh baca part ini..
    soalnya KyuRi semakin mesra dan juga semoga gak ada konflik lagi..😀

    tapi, masih penasaran sama kyu yang tiba-tiba udah ada di ranjang sama vic..
    dan kayaknya kyu blm ngejelasin sama yuri deh..

    ditunggu next partnya ya🙂

  23. ditunggu kelanjutannya, eonnie🙂
    Kyuhyun kenapa yadong gitu ? –”
    eonnie, mian ya part 1 – 3 ngak ngomen soalnya kebawa terus ceritanya
    piss eonnie ._.v
    Fighting !!😀

  24. Hhhmmmm…Ÿªaãª. Di part ini mrka uda balikan.
    Hae suka sama yuri toh?? Apa di ff sleeping beauty ad kisahnya?
    Tulisan yg di bold itu flash backnya kan? Apa kyu bnran tidur brg vic?

  25. Wah semakin seru aja eonni ceritanya dan makin tambah penasaran ditunggu ya eonni kelanjutan nya
    Gomawo eonni
    Semangat

  26. ooh jd yuri cumä mimpi doäng toh.. kirain beneran mau dicium sm minho.. dan ending’a lumayan pånass
    next eonn, fighting ^^

  27. Izin baca ffnya n izin follow blognya ya author 😉, hhmm endingnya lumayan bikin deg2an 😅, dtunggu next partnya authornim 😊

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s