I Wanna Say ” I Love You ” [ Part 7 ] – Back To You


I Wanna Say “ I Love You ”

[ Back To You ]

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Lee EunHyuk

Cho KyuHyun

Support : SNSD and Super Junior

PG : 17+ amd BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : I don’t own them, they belong to God. My plot is really my OWN, PURE, and MINE.

Don’t try to copy or plagiat, please!!! Because I don’t permit it!!

And Happy Reading too!

“ Kenapa cinta bisa dengan mudahnya meluluhkan dan menghancurkan semuanya? Padahal aku telah membuat benteng pertahanan yang cukup kuat untuk melawan dan menolakmu kembali.” -Kwon Yura.

Note To Listening :

B2ST – Back To You

Cho KyuHyun – I Temporarily Lived By Yourside

 

Aku turun dari motor EunHyuk saat sudah sampai di depan rumahku. Pukul 09.30 KST waktu malam saat aku melihat jam ditanganku. EunHyuk menatapku dengan lembut, ia menaikkan kaca helmnya sampai atas untuk dapat melihatku. Sedangkan aku hanya membalasnya dengan senyum tipis.

“Terima kasih.” Ucapnya padaku. Aku hanya membalasnya dengan anggukan kecil lalu melambaikan tangan padanya.

“Aku masuk dulu, sampai jumpa.” Pamitku padanya lalu membuka pagar dan masuk ke dalam rumah tanpa menunggu EunHyuk menghilang lebih dulu dari pandanganku. Percuma jika aku menunggunya untuk menghilang lebih dulu, ia pasti akan tetap tinggal jika aku tidak menghilang dari pandangannya.

Aku masuk ke dalam rumah dan mendapati seorang laki-laki yang sangat familiar untukku, duduk di sofa ruang tamu. Ia menatapku dengan kesal lalu memalingkan wajahnya dan memilah-milah chanel telivisi tanpa tahu apa yang ia lihat.

Sudah lama sekali ia tidak datang kesini. Rasanya sangat rindu pada dirinya yang dulu. KyuHyun-ah, apakah kau juga merindukanku?

Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat, mengusir pikiran yang akan menggangguku lagi. Aku berjalan melewatinya begitu saja tanpa menegur dirinya.

Terlalu takut. Takut, perasaan sakit itu kembali lagi merasukiku.

Aku masuk ke dalam kamar, menaruh tasku, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang telah kotor.

KyuHyun datang ke rumahku? Ada apa?

Apakah ia akan mengatakan sesuatu tentang hubungannya itu padaku lagi? Tsk! Menyebalkan! Dasar laki-laki bodoh!

Hei, apa kau tak lihat bahwa aku ini sangat mencintaimu? Apakah kau tidak menyadari perasaanku ini? Sebegitu sulitkah kau menyadari perasaanku? Ya, KyuHyun-ah, tidak pernahkah kau berpikir untuk jatuh cinta padaku juga?

Apakah selamanya kau hanya menganggapku sebagai seorang sahabat sejati? Aku tidak keberatan untuk hal itu, tetapi aku ini juga seorang wanita yang punya hati. Dan aku jatuh cinta padamu, tidakkah kau merasakannya?

Cho KyuHyun, aku mencintaimu, bodoh.

***

Aku keluar dari kamarku untuk minum. Sekilas, aku masih mendapatkan ia sedang tiduran malas disofa sembari menatap layar telivisi yang entah acara apa yang ia cari hingga tiap detiknya mengganti chanel yang satu ke chanel lainnya. Aku menggeleng pelan menatapnya. Aku tahu, aku tahu dengan baik dirinya. Ia sedang memikirkan suatu hal.

Aku berjalan ke dapur dan tidak ingin mempedulikannya lagi. Tubuhku telah terasa lelah setelah menemani EunHyuk dan menghiburnya tadi. Aku menuang air mineral ke dalam gelasku lalu meneguknya hingga habis.

“Apa kau pergi bersama EunHyuk tadi?” tanya seseorang dibelakang punggungku. Aku hampir saja tersedak karena kaget saat mendengar sebuah suara yang cukup tiba-tiba mengkagetkanku. Aku membalikkan tubuhku dan mendapati wajah frustasi KyuHyun. Aku menaikkan salah satu alisku sembari menatapnya dengan bingung.

Ada apa dengannya? Apakah ia benar-benar ada masalah dengan SeoHyun?

“Aku tanya kau, Kwon Yuri.” tegasnya.

Aku makin menaikkan salah satu alisku. “Hm, apa?”

“Apa kau pergi dengan EunHyuk?” ulangnya.

Aku mengangguk pelan lalu menatapnya kembali. “Memangnya ada apa? Apa kau ada masalah dengan…” aku menggigit bibir bawahku dengan sedikit keras untuk menahan rasa sakit yang ku terima. “.. err, SeoHyun?” lanjutku.

“Ini tidak ada hubungannya dengan masalahku atau SeoHyun. Jawab aku, apa kau pergi dengan EunHyuk?” tanyanya sekali lagi dengan sedikit marah.

“Aku rasa itu tidak ada hubungannya denganmu juga, Tuan Cho.” Ucapku padanya dengan sedikit dingin.

“Kau itu temanku! Jelas saja ada hubungannya.” Elaknya yang bersikeras untuk mengatakan ‘ya’ atas pertanyaan yang ia tanyakan padaku.

Ya, hanya teman. Tidak lebih. Benarkan, Cho KyuHyun?

“Tunggu, tunggu, aku ini memang temanmu. Tetapi, apakah aku harus mengatakannya padamu? Tidak kan? Aku ingin dekat atau menjalin hubungan dengan siapapun tidak ada hubungannya denganmu. Dengar, apakah aku pernah melarangmu mendekati wanita manapun? Apakah aku pernah melarangmu menjalin hubungan dengan wanita manapun? Tidak juga kan? Lalu, kau kenapa marah-marah seperti ini padaku? Lagipula, aku rasa kau lupa apa yang aku ucapkan tadi pagi. Kita hanya seorang tetangga yang saling tidak peduli, tidak lebih. Apa kau mengerti?” ucapku sedikit dingin dan sinis saat mengakhiri ucapanku.

“A-apa? Apa maksudmu? Hei, Kwon Yuri! Kita inikan teman sejak kecil, kenapa kau tiba-tiba menjadi seseorang menyebalkan seperti ini, huh? Memangnya, apa salahku?” tanyanya beruntun padaku dengan sedikit bingung dan tidak mengerti.

Aku memincingkan ke dua mataku menatapnya. Apa? Ia tidak tahu? Ok, baiklah, ini memang bukan salahnya, tetapi melakukan sebuah hubungan intim disekolah membuatku sedikit jijik dan risih terhadapnya.

Dan lagi, sikapnya yang acuh padaku saat disekolah membuatku sangat terpukul. Apakah aku sebegitu tidak pantasnya untuk menjadi seorang teman hingga ia tidak ingin semua orang tahu bahwa aku ini adalah sahabatnya dari kecil, huh?

“Apa salahku, huh? Apa?” tanyanya dengan sedikit menuntut.

“Bukankah aku sudah bilang tadi pagi, Cho KyuHyun? Lagipula, untuk apa kau datang kemari? Apakah kau datang kepadaku disaat benar-benar butuh saja dan dibuang saat tidak butuh, huh? Sudahlah, simpan saja ceritamu untuk dirimu sendiri. Bisakah kau tinggalkan rumahku? Aku lelah dan ingin istirahat. Silahkan pergi dari rumahku, kau tau letak pintunya beradakan? Lalu janagn  lupa untuk tutup kembali pintunya nanti.” Ucapku sembari meninggalkannya dan berjalan menuju kamarku.

Hari ini aku terlalu lelah dan tidak memiliki tenaga cukup untuk sekadar bertengkar atau berdebat dengannya. Aku ingin istirahat, aku sudah terlalu lelah… untuk perasaan ini.

Mataku sakit dan mulai basah. Air mataku tertahan dipelupuk mataku. Ah, lagi-lagi aku lemah disaat seperti ini. Aish, menyebalkan! Hei, Kwon Yuri! Apa yang kau lakukan, huh? Jangan memperumit dirimu sendiri. Hindari dia dan lupakanlah perasaan bodohmu itu!

“Yuri! Kita perlu bicara sekarang!” titahnya padaku sembari terdengar suara langkah kaki berlari-lari kecil. Salah satu air mataku turun begitu saja saat mendengar suara langkah kaki KyuHyun mendekat. Aku menghapusnya dengan kasar lalu berlari cepat menuju kamar dan menutup pintu dengan cukup keras. Aku mengunci kamarku dengan sedikit kasar, menyenderkan punggungku ke pintu kamarku dengan bulir-bulir lembut yang semakin turun membasahi ke dua pipiku tanpa aku harapkan.

KyuHyun mengetuk-ketuk pintu kamarku dengan cukup keras, membuat kebisingan yang mengganggu telinga. “Yuri! Buka pintunya! Kita perlu bicara sekarang! Ya! Apa kau mendengarkanku?” ucapnya sembari mengetuk-ketuk pintu.

“Pergi! Tinggalkan aku sekarang! Aku tidak mau bertemu denganmu lagi! Pergi! Tinggalkan aku!” titahku padanya dengan sedikit jerit histeris. Aku sedikit frustasi karena perasaanku mulai berkecamuk menjadi sesuatu yang tidak dapat ku pahami. Sakit, sedih, pilu, terluka karenanya dan mencintainya dengan tulus, saat ini menjadi satu.

“Ku mohon, saat ini tinggalkan aku sendiri…” ucapku lirih padanya sembari membiarkan tubuhku merosot begitu saja ke lantai. Aku tidak ingin ia melihat atau mendengarku menangis. Aku tidak ingin ia menuntut penjelasan lebih dariku saat ini. Tidak, tidak untuk saat ini.

Hening. Tidak ada suara ketukan pintu lagi, tetapi juga tidak ada suara langkah kaki menjauh. Aku tahu KyuHyun masih berdiri di balik pintu ini. Aku menutup mulutku dengan ke dua tanganku dengan kuat, menahan suara isakan-isakan kecil yang mungkin akan keluar nantinya atau mungkin sekarang? Entahlah, aku benar-benar lelah sekarang.

Lelah, membuatnya menyadari bahwa aku mencintainya. Lelah, menahan semua rasa sakit yang aku terima secara tidak langsung darinya. Lelah, mempertahankan perasaan yang setiap kalinya menyesakkan dadaku ini. Lelah, menunggunya untuk menatapku seorang saja.

Lelah… A-aku, aku telah lelah menahan perasaan ini semua… Bolehkah aku beristirahat sekarang, Tuhan?

Aku memenjamkan ke dua mataku dalam-dalam sembari meremas kerah bajuku dengan kuat. Seakan-akan dengan begitu dapat mengurangi rasa sakit yang saat ini aku terima.

Terdengar suara sedang bersandar dengan bunyi pelan yang ia timbulkan. Suara helaan napas panjang dan dalam terdengar kembali oleh telingaku. “Kau tahu? Terkadang aku ingin sekali bersikap egois dan memonopoli dirimu semauku. Aku ingin kau selamanya seperti itu, menjadi sahabatku. Sahabat yang akan aku cintai selamanya. Tetapi, sepertinya aku tidak bisa melakukan itu. Aku ingin kau selalu disisiku, tidak pergi kemana-mana dan selamanya selalu berdiri disampingku.” Terdengar suara helaan napas berat kembali. “Tetapi, sepertinya itu juga tetap tidak bisa.” Lanjutnya dengan lirih.

Aku diam, mendengarkan setiap tutur kata yang keluar darinya dengan seksama.

“Bahkan, sekarang kau memintaku pergi meninggalkanmu. Sedikit menyakitkan untukku, terasa pilu dan aneh saat kau yang mengatakannya. Jadi, apakah kau bisa mengatakannya saat ini juga alasan tepat agar aku meninggalkanmu?” ucapnya sedikit lirih dan lelah. “Aku berharap, kau tidak sungguh-sungguh dengan semua ucapan yang kau ucapkan barusan. Seperti bukan, Yuri-ku saja.” ucapnya dengan sedikit nada sinis dan senyum getir. “Kau tahu? Kau menyakiti hatiku.” lanjutnya.

Menyakiti hatinya? Menyakiti hatinya ia bilang? Aku? Huh, lucu sekali sandiwara yang kau buat Cho KyuHyun.

Hening. Tidak ada perkataan apapun lagi darinya.

Aku diam, berpikir dan menerka-nerka apa yang terjadi padanya.

“Aku harap kita tetap teman.” Ucapnya kemudian dengan senyum sinis yang menghiasi wajahnya saat aku membayangkan apa yang ia lakukan saat ini. “Kau tidurlah, aku akan menjagamu disini hingga ke dua orang tua-mu pulang.” Tambahnya setelah jeda beberapa saat menyelimuti kami.

Aku mengernyitkan keningku. Orang tuaku? Kemana mereka?

“Hei, apa kau mau mendengarkanku menyanyi? Sudah lama sekali aku tidak menyanyikan ini untukmu.” Ucapnya lembut dan tenang.

 

지운줄 알았어 너의 기억 들을
Pikir saya terhapus kenangan Anda
친구들 함께 모여 술에 취한
Mabuk malam dengan teman-teman
생각 힘들곤
Pikiran Anda memberi saya masa-masa sulit
그런채 살았어 혼자 였잖아
Saya hidup seperti itu, aku selalu sendirian

한때 구원 이라 믿었 었어
Saya pernah berpikir kau keselamatan
멀어 지기 전엔 …
Sampai kita menjadi terpisah
그것만 기억해 있겠니
Bisakah Anda ingat ini
내가 너의 곁에 잠시 살았 다는
Bahwa aku pernah di sisimu
가끔 거리 에서 볼까봐
Dalam kasus saya bertemu Anda di jalan
초라한 거울 비춰 단장 하곤
Saya melihat diri saya di cermin lusuh dan berdandan

아프진 않니많이 걱정돼
Apakah anda sehat? Saya khawatir
행복 하겠지만 너를 위해 기도 할께
Saya yakin Anda senang tapi aku akan berdoa untuk Anda
기억해 다른 사람 만나도
Ingatlah, bahkan jika Anda dengan orang lain
내가 너의 곁에 잠시 살았 다는
Bahwa aku pernah di sisimu

웃을수 있었어 보고 있을땐
Aku bisa tersenyum, ketika saya melihat Anda
조그만 안식처 되어 주었지
Kau tempat kudus bagimu selama aku
멀어 지기 전엔 …
Sampai kita menjadi terpisah

(KyuHyun – I Temporarily Lived By Yourside)

Perlahan-lahan, ke dua mataku tertutup dan semuanya menjadi gelap. Selanjutnya, aku tidak tahu lagi apa yang sedang terjadi.

“Selamat tidur, Yuri-ya…” bisik seseorang dengan lembut dan pelan, hingga terdengar samar-samar. “Aku…” selanjutnya aku tidak dapat mendengar apapun lagi.

***

Dingin. Sesuatu mengusik tidurku, dengan enggan aku membuka mata dan mendapati diriku tertidur dengan posisi duduk dan punggung menyender dipintu. Aku menggeram pelan sebelum bangkit dari dudukku dan berjalan menuju ranjangku.

Pukul 02.30 KST waktu dini hari. Akh, sial, tubuhku sakit sekali. Ku rasakan suhu tubuhku yang mulai menghangat. Aku menggeram pelan lagi karena kesal.

Panas.

Lalu kembali terlelap lagi dengan perlahan-lahan.

***

Suara ketukan pintu membuatku terbangun dan tersadar dari tidurku. Aku membuka mataku perlahan-lahan dengan rasa kantuk dan malas yang masih menderaku.

“Yuri, kau tidak pergi ke sekolah?” tanya seorang wanita dibalik pintu, yang aku tahu itu adalah umma.

Aku bergulat malas. Badanku sakit semua dan aku rasakan tubuhku sedang tidak baik saat ini.

“Umma, sepertinya aku sakit. Aku ijin sekolah dulu saja.” jawabku dan berharap semoga umma percaya dan mengerti.

“Kau sakit?” tanyanya lagi.

“Tidak enak badan.” Jawabku sedikit lemas tidak bertenaga.

“Kalau begitu, istirahatlah yang cukup. Umma akan menelepon sekolahmu dulu, lalu menyiapkan sarapan khusus untukmu.” Ucap umma sebelum pergi meninggalkan pintu kamarku.

Aku menghela napas berat. Cho KyuHyun, dimana dia? Apakah yang semalam itu benar terjadi atau… hanya mimpi belaka saja?

KyuHyun-ah, aku membutuhkanmu saat ini.

Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Tetaplah tinggal disisiku selamanya sebagai seseorang yang aku cintai melebihi apapun di dunia ini.

Ya, Cho KyuHyun, jawab aku.

***

Aku membuka ke dua mataku saat ada sesuatu yang mengganggu tidurku. Aku mengerjap-ngerjapkan ke dua mataku berkali-kali untuk memperjelas penglihatanku.

Sesosok laki-laki berambut coklat dan bermata bulat dengan bola mata berwarna coklat tua, kini berada di depanku.

“EunHyuk!” seruku dan langsung terduduk diranjang saat benar-benar ia yang saat ini berada di depanku. Ia tersenyum ramah padaku.

“Dasar pemalas.” Makinya lembut sembari menyunggingkan sebuah senyuman lembut yang selalu ia berikan padaku.

“Kau. Kau bagaimana bisa berada disini? Pintuku-kan terkunci, jadi bagaimana kau bisa masuk?” tanyaku padanya.

“Mudah saja, aku meminta ijin umma-mu untuk masuk dan menjagamu saat kau sedang terlelap. Dan, jangan kau pikir umma-mu tidak memiliki kunci cadangan.” Jawabnya enteng dengan senyum evil miliknya.

Aku mendengus kesal saat mendengar jawaban dari mulutnya itu.

“Hei, itu bukan sebuah sapaan yang bagus, Kwon Yuri.” Tuntutnya padaku saat aku menatap dirinya dengan kesal.

“Untuk apa kau datang ke sini?” tanyaku lagi sembari merebahkan tubuhku kembali ke ranjang karena tidak memiliki tenaga yang cukup untuk duduk.

“Menjengukmu.” Jawabnya santai sembari membetulkan letak selimutku.

“Kalau begitu, pulanglah. Sudah selesai menjengukku kan?” usirku padanya dengan sedikit bercanda.

“Ya! Mana ada orang sakit seperti mu, huh? mengusir orang yang menjengmukmu begitu saja, setidaknya kau harus menyediakan minuman dan makanan untukku dulu baru aku pulang.” Protesnya.

Aku tertawa hambar saat mendengar ucapannya. “Hei, aku ini sedang sakit mana mungkin menyuguhkanmu makanan dan minuman? Lagipula, kau ini datang untuk menjenguk atau bertamu sih?”

“Dua-duanya aku rasa sama saja.”

“Ya! Monyet! Kau sendiri datang kemari tidak membawa apa-apa, masih memintaku memberikanmu makanan dan minuman! Seharusnya kau membawakanku beberapa makanan.”

“Ya! Kau pikir aku bisa berpikir sejenak tentang hal-hal bodoh seperti itu, huh? Mendengarmu sakit saja hampir membuatku gila karena memikirkan seberapa parahkan penyakitmu itu? Tetapi, ternyata kau baik-baik saja saat ini. Tsk! Sayang sekali, seharusnya aku tidak perlu repot-repot datang kemari.”

“Kalau begitu pulang saja sana!”

“Tentu saja aku akan pulang! Siapa yang ingin melihatmu lama-lama? Membuatku ingin mengeluarkan isi perutku saja.”

“Ya! Monyet! Awas saja kau ya nanti!”

“Kenapa? Itu kenyataannya kok.”

“Ya! Dasar, Lee HyukJae! Kau kira aku betah berada disisimu, heh?”

“Kau pikir aku betah berlama-lama berada di dekatmu, huh?”

“Dasar monyet menyebalkan!”

“Apa? Kau itu yang menyebalkan!”

“Ya! Apa kau bilang?”

“Kau menyebalkan, cerewet, tidak tahu diri, keras kepala, tidak peka, dan juga bodoh.”

“Ya! Awas saja kau ya, Lee HyukJae! Dasar monyet!”

***

“Berikan padaku! Aku bisa makan sendiri!” ucapku bersikukuh pada pendirianku.

“Tidak mau, aku tahu kau hanya akan makan sedikit saja nantinya. Jadi, biarkan saja aku yang menyuapimu.” Ucap EunHyuk dengan bersikukuh pada pendiriannya.

“Ya! Berikan padaku mangkuk itu atau aku tidak akan makan lagi!” tegasku padanya.

“Ya! Kau mengancamku ya?” protesnya.

“Tidak, siapa bilang? Aku bisa makan sendiri, Monyet.”

“Tidak mau, kau tidak akan makan banyak nantinya. Lihatlah dirimu isinya tulang semua.”

“Kau ini bodoh atau apa? Tentu saja tubuhku ini isinya tulang semua. Jika tidak, bagaimana aku bisa berjalan dan melakukan sesuatu hal, huh?”

“Aish! Kau ini, maksudku tubuhmu sangat kecil dan kurus sekarang. Tidakkah kau menyadarinya?”

“Tidak, tubuhku memang seperti ini. Ini namanya tubuh ideal para wanita. Wanita manapun pasti menginginkan tubuh ideal sepertiku.”

“Ideal apanya? Hanya tulang seperti itu kau bilang itu ideal? Jangan bermimpi, Kwon Yuri, sadarlah sebelum semuanya terlambat.”

“Kau kira aku ini sedang bermimpi disiang hari, hah?”

“Iya, kenyatannyakan?”

“Kau benar-benar laki-laki menyebalkan!”

“Kau benar-benar wanita yang tidak sadar diri.”

“Ya!”

“Apa?”

“Kau! Kenapa benar-benar menyebalkan, heh?”

“Kau sendiri yang menyebalkan, bukan aku!”

***

“Kau belum pulang juga? Pulanglah, aku muak denganmu selama seharian ini.” Usirku padanya sembari menatap buku yang ku baca dan meliriknya sekilas.

“Dasar kau ini. Aku memang ingin pulang, aku juga sudah bosan melihatmu terus.”

“Kalau begitu cepatlah pergi dari rumahku, lalu istirahat yang cukup.”

Seulas senyum tersungging diwajah EunHyuk. “Hm, apa?” tanyaku padanya tak mengerti.

“Tidak, dan terima kasih untuk hari ini. Sampai jumpa besok.” Pamitnya sembari menyunggingkan senyum lembut diwajahnya.

Aku hanya mengangguk pelan sebagai jawabannya.

EunHyuk berjalan menjauh dariku lalu menghilang dibalik pintu kamarku.

Baru saja aku ingin bernapas lega karena seseorang yang menggangguku selama hampir seharian ini telah pergi, tetapi ada suara yang lain lagi. “Yuri?” panggil seseorang yang sangat familiar ditelingaku. Aku menoleh dan mendapati KyuHyun berdiri di depan pintu kamar. Ia berjalan mendekatiku.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Aku mengangguk pelan sebagai jawabannya lalu memfokuskan kembali pikiranku ke dalam buku yang saat ini tengah aku baca.

“Apakah EunHyuk hampir seharian disini?” tanyanya lagi.

Aku mengernyit bingung. “Seperti itulah.” Jawabku malas-malasan, mencoba menahan diri untuk tidak berlari menghambur ke dalam pelukannya. Biasanya, jika aku sakit, aku dengan senang hati menyambut ke datangannya dan memeluknya singkat. Tetapi, sekarang sepertinya itu tidak boleh ku lakukan lagi. Atau mungkin, tidak akan pernah aku lakukan lagi?

“Yuri, aku mohon padamu. Jangan pergi, jangan tinggalkan aku.” Ucapnya dengan berharap. Aku mengernyitkan keningku, tidak mengerti apa yang sedang ia ucapkan. “Tetaplah disisiku selamanya.” Lanjutnya yang semakin membuatku tidak mengerti.

Ada apa dengannya? Apa yang sedang ia bicarakan saat ini?

Seulas senyum lembut tanpa bisa aku cegah, tersungging diwajahku. “Tentu saja, aku akan tetap disisimu, Cho KyuHyun.” Ucapku tanpa sadar. Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku tanpa bisa ku cegah.

Tidak, tidak, tidak, aku tidak boleh lemah seperti dulu lagi. Ah, bodoh!

“Berjanjilah untuk tetap disisiku selamanya.” Pintanya padaku sembari mengulurkan jari kelingkingnya.

Aku diam, menatapnya lekat-lekat dan mencoba mencari sebuah kebohongan atau lelucon yang sedang ia buat. Tetapi, hasilnya nihil. Aku hanya menemukan sebuah ketulusan dan harapan dibola matanya.

Apakah aku sedang bermimpi? Huh, lucu sekali.

KyuHyun menatapku lekat-lekat dengan tatapan sedikit menuntut untuk menerima uluran jarinya itu.

Aku menggigit bibir bawahku dengan sedikit keras. Apakah aku harus menerima uluran jari itu? Aku menghela napas dalam.

“Aku berjanji.” Ucapku padanya sembari menerima uluran jari kelingkingnya.

Bodoh apa yang telah aku lakukan?

Baiklah, sepertinya setelah ini akan ada badai yang akan datang menghampiriku dan menghancurkanku?

Cih, apa ini? Lucu sekali lelucon yang kau buat, Tuan Cho.

Tetapi, sepertinya aku lebih menggelikan lagi darimu. Karena dengan bodohnya aku menerimamu kembali untuk memporak-porandakan hatiku lagi.

Tidakkah ini lucu?

Disakiti berkali-kali olehmu, tetapi masih bisa memaafkanmu dengan polosnya.

Bahkan, disakiti berkali-kali olehmu, tetapi aku tetap mencintaimu melebihi apapun di dunia ini.

Tidakkah aku ini lucu? Atau bodoh?

Hei, Cho KyuHyun, beritahu aku.

Bagimu, aku ini apa?

Sebuah bonekakah? Hingga dengan mudahnya kau permainkan dan buang begitu saja?

Atau seseorang yang hanya kau anggap sebagai sahabatmu dan tak lebih dari itu?

Atau mungkin, yang lebih menggelikan lagi, aku hanyalah angin lalu bagimu yang kau butuhkan saat kau benar-benar merasa jengah dan terjatuh? Lalu, kau berharap akan ada angin disekelilingimu untuk menghilangkan rasa panas dan emosi yang sedang kau rasakan?

Ah, mungkin bagimu, aku seperti itu. Benarkan, Tuan Cho?

***

=========================================== TBC ==============================================

Hai!!!! Aku balik lagi bawa ff wkwkwk😀

Ada yang merindukan lanjutan ff inikah? Hehehhehehe😀 Maaf ya, aku telat post lagi wkwkwkwkwk😀

Hayoooo, menurut kalian ff ini gimana? Anehkah? Terlalu sedih? Atau malah lucu dan menyenangkan? Wkwkwkwk😛

So, please, tell me about that!😀

Don’t Forget To RCL (READ, COMMENT(s), AND LIKE) PLEASE!!!

Without you, I’m nothing. :’)

Comment(s) Like Oxygen For Me.😀

Oh ya, aku punya ff baru lagi wkwkkwk😀 Ada yang mau? *readers: nggak!!! #teriak berjamaah semua* *yura: -__-“‘*

RCL kalian, aku tunggu ya! Wkwkwk😀

THANK YOU FOR YOUR SUPPORT.😀😀😀

52 thoughts on “I Wanna Say ” I Love You ” [ Part 7 ] – Back To You

  1. bagus😀 tambah seru, kyu cemburu sama eunhyuk haha.. ayolah kyu cepat utarakan isi hatimu ke yuri eonni ntar keduluan di ambil sama eunhyuk loh, putusin si seohyun hehe ^^
    ff baru? boleh boleh😀 di tunggu, ff lainnya juga di tunggu kelanjutannya😀

  2. kekekeekeke itu kynya kyuyhyun perasaannya udah mulai beda buat yuri,,jiakakakaakakaak semoga yuri ga bertepuk sebelah tangan deh..xixixi tapi sumpah liat yuri berantem sama eunhyuk lucu..xixixi next part jangan lama2 ya saeng,,,kekkek

    1. Hehehehhehehe😀
      Hahahhaha😀
      Err? Masa sih berubah? Tapi, semoga aja sih iya wkwkwk😀
      Hahahha iya aku juga liat (?) nya ketawa-ketawa sendiri😛 wkwkkwk
      Oke sip sip unnie, aku usahain bakal aktif dan sering update lagi deh😛 ehehhehe

      Makasih banyak ya unnie😀

  3. kangen nya sma ff ini , kasian yul, kyu hati nya goyah nich !! stiap yul deket sma hyuk kyu jd sebel..hahaha … next part nya d tunggu ,cpet” post ya udh penasaran sma part selanjutnya..fighting, !!

  4. Duuh .. Ksian bgt yuri eonni’x .. S’kyu gengsian nich ,, masa ngungkapin perasaan ajj gk bsa hhhe .. Keren bgt eon ffnya .. !! Mw donk ff baru’x .. Ohh ya ,, jangan lama2 ya eon lanjutinnya .. Hhhe

    1. Hehehehhe😀
      Hohohoho😀 ahahhahha :d
      Huee makasih banyak >///< *flyhigh*😛
      Hehehehhe oke seceoatnya aku post kok ^^
      Oke sipsip😀 ahahhahha😀

      Makasih banyak ya😀

  5. Huhuhu Eunhyuk nya so sweet banget dehhh … Tapi menurut ku terlalu pendek tapi tetep daebak deh !! Di tunggu next part nya yaa..😀

  6. Ihhhhh
    Kyu suka Yuri at Seo sh???
    Bikin geregetan ajjjaaaaa
    Ayuu eon,jangan ditunda2 #plak *readerbykmau
    Nice job
    ((y)ˆ ⌣ˆ)(y)

  7. akhirx dpost jg…

    hoho
    Yuri balik ma Kyuhyun lg.
    tp nt gmn nasibx Eunhyuk???
    huaa..
    jd mkin bingung dkung couple yg mana..
    hehehe

    pkokx dtunggu update x y eon,..
    fighting!

  8. unnie tambah seriu ceritanya… ^^
    tapi kyuhyun membuatku bingung dengan sikapnya terhadap yuri

    keep writing unnie🙂

  9. anneyong Unnie ^^ *lemparKyuHyun* *dilemparduluansamaSparKyu*

    lucu waktu EunHyuk sama Yuri berantem😀 Tom and Jerry versi Korea(?) hehehe..
    setia benget tuh EunHyuk nemenin Yuri *anvyenvyenvy-_-

    KyuHyun udah mulai suka sama Yuri atau peduli sama Yuri. tapi kalau misalnya KyuHyun sama Yuri, EunHyuk nya gimana? dia sama siapa? kasian T_T

    next Unn, aku tunggu ff yang lain di lanjutin terus di post ya Unn. Fighting !! ^^

  10. Akhinya yang aku tunggu kluar juga. Ceritanya tuh bener2 bwt aku kesel, tp jg seneng. Kesel lihat sikapnya kyu yang ga sadar2 ama perasaannya. Seneng ma si hyuk yang slalu aja hibur yuri. Tp aku ttp berharap endingnya kyuri. Aku tunggu part2 selanjutnya thor. Gomawo

  11. hai onn, aku mau tanya. suka exo jg ya? sehun nih onn? apa ada yg lain lagi.
    aku jg suka exo!! hunhan!!

    enak bgt jd yuri, pas sakit seharian ditemani sm eunhyuk. malamnya dinyanyiin sm kyu. wuaah…
    next pt ditunggu deh onn😉

  12. itu kyuhyun cemburu ya ma eunhyuk? hehe.
    yuri jangan mikir mcem2 dong.. siapa tau aja kyuhyun suka ma yuri#soktau

    tmbah bgus ceritanya..

    ff bru?
    mau dong..

  13. Kyahahaha. Akhirnya dilanjut juga xD #senengbanget
    tambah seneng lagi soalnya banyak KyuRi nya! Bagus eon. Sumpah kangen sama nih ff

  14. serba salah jadi Yuri ,,Yuri m Kyuhyun selalu sakit hati tp gimana pun Yuri emg cinta m Kyuhyun kan?
    kyuhyun juga kayanya pny feel yg sama ..buktinya dia agak cemburu kalo yuri deket m EunHyuk
    Mian yaa riku komennya jarang cz riku suka OL ny d HP #Bow tapi riku usahain kok tiap OL kompi ry pst komen

  15. Pendek :@
    seneng ngeliat Eunhyuk berantem mulu ama Yuri
    tapi paling sebel kalo Yuri udah lemah dihadapan Kyuhyun

  16. annyeong chingu,aku new readers,hehe~
    sblum’a mau bilang ff’a daebak bgt ! akhir’a sekian lama nyari ff KyuRi and ketemu disni,sumpah seneng bgt !
    chingu ff’a kreeen bgt! aku suka sma cerita’a,kyuhyun sma yuri sma2 galau nih,ckck
    ditunggu next chap’a ya..
    I LIKE THIS…

  17. Keren chingu . . Brasa bgt feelnya . . Aku yurisistable n kyuri shipper dan makin cinta bgt am kyuri couple stelah bc fanfic2 qm . . Di tnggu kelanjuTannya . . Gomawo chingu . .

  18. Semoga aja kyuhyun serius sama yuri. Jangan sakitin yuri terus. Sayang air mata yuri udah jatuh banyak demi kyuhyun /eyaaaaak/

  19. Ternyat kyu punya perasaan juga hehe..aku pikir bner2 dijadiin boneka yurinya😀
    Always wait 4 this ,lanjut eon ..yg cpet ya?hehe

  20. Aku udh comment belom, ya? Heheh..

    Hmm.. Seru! Eunhyuk sm Yuri lucu deh, suka berantem tapi romantis juga :3 Trus itu si Kyu kok dtg lagi sih? Padahal Yuri udh mau niat nglupain, kan? Dasar Kyu tukang PHP -.-‘

    Eh, aku msh penasaran ttg Kyu sama Seo. >_< Ngapain sih mreka, trus knp abis ngelakuin 'itu' di sekolah si Kyu malah (kayanya) mulai suka sm Yuri?

    Hwaiting author!!

  21. Udah berbulan2x kho ngak ada lanjutnya…Aduh…udah lama nunggu nie chingu.Ayu lanjutin dong.(maksa)..Chingu tega bangat ya buat kita para reader nunggu lama…Seorang penulis pasti ngak mau hampain pembacanya..(maaf hehehe)…Sebabnya bnyk bngt ff ngak selesai tpi malah ff bru.Chingu selesaiin dlu ff lama chingu stelah i2 bru lakuin ff supaya ff tamat cepat..Supaya chingu ngak kehilangan idea untk tamatin ff chingu…CHINGU FIGHTING!!
    ❤❤❤

  22. Aku kira g kan dilanjutin saeng, tp kasihan jg ya kyu nya…. kasih moment kyuri nya yg menyenangkan ya thor di tunggu lho ^^d

  23. Knp ga ama eunhyuk aja sihh yuri na?? Heheee…
    Drpd makan atii trus ama kyu,, mending makan sate dehh,, #apasihh?? Ga nyambung,, abaikan!!😀

  24. Walau aq kyuri shiper, tp aq ckup ngehek *bhs apa ini* sama part ini.
    Entahlah rasany kesian bgt sama yuri dan berharap hyuk bisa gantiin kyu

  25. Terlihat bgt sekarang kyu seperti sangat cemburu terhadap hubungan yuri dan eunhyuk yg begitu dekat dan mungkin kyu merasa sudah tx dianggap lg sama yuri dan merasa posisi dirinya sudah di ganti enhyuk sbg sahabat yuri..

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s