RUN [ Part 2 ]


RUN

Author : Kwon Yura

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Ok Taecyeon

Support : SNSD, Super Junior, 2PM members

PG : +17 and BO

Genre : Fluff, Angst and Romance

Art : MinHye @ KoreanChingu

Disclaimer : They belong to God, I just have this plot. All of story is my Mine, Own, and Pure for me.

Do Not Try to Copy-Paste / Take Out / Plagiat, please!

I don’t ever permit it.

Respect me as who person you loved.

“Jika kau lelah untuk berlari bersamaku, maka biarkan aku saja yang berlari darimu dan kembali kepelukanmu untuk menemukan atas apa yang ku cari dari dirimu.” –Kwon Yura.

Listening :

MBLAQ – Running and Running

(Ost. The Fegutive Plan B)


Aku merenggangkan tubuhku saat sudah tiba di Paris dan keluar dari pesawat. Lelah sekali setelah berada di dalam pesawat lebih dari 8 jam.

“Kau ingin menginap dimana sekarang?” tanya sebuah suara yang sedikit menggangguku. Aku menoleh dan menatapnya.

“Tidak tahu, mungkin aku akan menginap dihotel terdekat.” Jawabku lalu menarikku koperku dan pergi menjauh darinya.

“Ya! Tunggu aku!” pintanya sembari berlari-lari kecil menyamai langkahnya denganku. “Hei, santailah sedikit. Tidak perlu terburu-buru seperti ini.”

“Aku lelah, ingin cepat beristirahat.” Balasku singkat padanya.

“Ya, bagaimana jika kita se-hotel saja? Aku rasa tidak ada salahnya. Lagipula, itu akan memudahkan kita untuk memulai menjalin hubungan pertemanan.” Usulnya sembari menatapku dengan mata berbinar-binar.

Aku menggeleng pelan dan menyunggingkan senyum tipis padanya. “Tidak tahu. Kita lihat nanti saja?”

“Baiklah, kalau begitu bagaimana jika kita makan malam bersama sekarang? Aku rasa sekarang ini sudah mulai menjelang malam.” Ajaknya.

Aku menoleh menatapnya lalu memfokuskan kembali ke depan jalan. “Tidak, terima kasih. Aku sudah cukup kenyang makan dipesawat tadi.”

Taecyeon menaikkan salah satu alisnya sembari menatapku bingung. “Ya, kau kan belum makan apapun dipesawat tadi. Kau hanya meminum jus bersari tadi.” Bantahnya.

“Memang, dan itu sudah membuatku merasa kenyang karena sari buahnya cukup banyak.” Jelasku padanya.

“Ya, kau ini makanlah dengan baik. Apakah hanya dengan meminum minuman seperti itu kau sudah merasa kenyang?”

“Hei, aku inikan model ternama dan terkenal di Korea. Jadi aku harus menjaga pola makanku dengan ketat. Model tidak perlu memakan makanan berat seperti nasi atau sejenis lainnya. Cukup makan buah atau sayur untuk menjaga bentuk tubuh, itu sudah cukup.” Jelasku panjang lebar padanya.

“Tsk! Sepertinya menjadi model wanita harus tersiksa seperti itu ya? Kasihan sekali.” ejeknya padaku dengan tidak percaya.

Aku menatapnya dengan sedikit kesal. “Ya! Dimana-mana model memang harus seperti itu!”

“Tidak, buktinya aku. Aku selalu makan banyak tetapi juga diiringi dengan olah raga teratur, dan tubuhku akan tetap terjaga seperti sebelumnya.” Bantahnya lagi, yang membuatku menatap dirinya.

“Oke, baiklah, itu kau bukan aku.” Balasku tidak peduli. Lalu memakai kacamata hitam sebelum keluar dari bandara untuk menutupi setengah wajahku. Aku tidak ingin sama sekali tertangkap kamera oleh salah satu wartawan atau paparazzi disini, lalu setelah itu menyebarkan gossip yang tidak benar, terlebih saat ini aku tengah bersama dengan seorang laki-laki model yang cukup ternama.

“Santailah, tidak akan ada wartawan disini.” Ucapnya enteng.

“Memang, tetapi akan ada banyak paparazzi disini.” Balasku padanya.

Aku berhenti saat sudah keluar dari bandara dan berada di dekat salah satu taksi lalu membalikkan tubuhku menghadap Taecyeon yang masih mengikutiku. “Aku rasa sampai disini saja kita bersamanya, aku pergi dulu. Sampai jumpa dilokasi syuting nanti.” Pamitku padanya lalu membalikkan tubuhku lagi, kemudian membukan pintu penumpang mobil dan masuk tanpa menunggu jawaban dari Taecyeon.

“Jalan.” Titahku pada supir taksi ini.

“Kemana kita akan pergi, Miss?” tanya supir itu.

“Tidak tahu, jalan saja sekarang.” Titahku lagi padanya, yang kali ini supir itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

***

Seorang laki-laki membanting pintu kemudi dengan kesal dan harapan yang telah sirna. Ia menghela napas kesal saat mendapati seseorang yang ia cintai sudah tidak lagi berada ditempatnya. Sepasang mata coklat menatapnya dengan takut dan ragu saat ia membuka pintu kemudi mobilnya sendiri. Pemilik sepasang mata coklat itu berjalan menghampirinya dengan ragu.

“KyuHyun-ssi, ada apa denganmu?” tanya pemilik sepasang mata itu saat sudah berada disisi KyuHyun. KyuHyun menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal. “Ada apa?” tanyanya sekali lagi.

“Dia pergi lagi dariku, SeoHyun-ah.” Jawab KyuHyun dengan lirih dan kesal.

“Kalau begitu, kenapa kau tidak mencari tahu keberadaannya?” usulnya lagi.

“Akan aku cari, tetapi mungkin akan memakan waktu lama, sedangkan ia pasti sudah pergi entah kemana.” Ucap KyuHyun datar dan dingin. Kehilangan seseorang yang sangat berarti untuknya, membuatnya tersiksa dan kembali ke sifatnya yang dulu. Sifat dingin dan iblisnya itu. “Aku pergi.” Ucapnya pada wanita yang masih berdiri disampingnya dengan sabar.

Hati wanita itu menjadi pilu dan sakit kembali saat melihat mantan kekasihnya kini berubah menjadi seseorang yang tak dikenalnya lagi saat kali pertamanya mereka menjalin hubungan.

KyuHyun masuk ke dalam mobilnya lalu kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan melebihi batas. Sedangkan SeoHyun, menatap kepergiannya dengan hati yang masih pilu. Ia tidak mungkin dengan mudahnya melupakan seseorang yang pernah mengisi seluruh hatinya. Sampai saat ini, rasa itu masih ada dan sama.

“Ya, Cho KyuHyun, kenapa kau bisa dengan mudahnya melupakanku?” lirihnya pelan dengan bulir-bulir lembut yang tertahan dipelupuk matanya. “Tidak berartikah kenangan yang kita lewati dulu? Tidakkah kau menyadari kesabaranku saat menghadapimu?” lirihnya lagi, lalu cepat-cepat menghapus air matanya sebelum semuanya jatuh membasahi pipinya. Ia berjalan kembali menuju mobilnya. Melajukannya dengan kecepatan sedang, dengan hati yang masih pilu yang ia rasakan.

***

“Cari dengan cepat seluruh nama penumpang penerbangan atau kapal hari ini. Apakah ada nama Kwon Yuri, atau tidak? Dan, ia menuju kemana sekarang?” ucap KyuHyun dengan menggebu-gebu saat menelepon seseorang.

Yes, Sir.” Balas seorang wanita disebrang sana dengan buru-buru dan memulai pencarian dengan computer miliknya. Sambunganpun terputus, dilanjutkan dengan sambungan berikutnya.

“Apa kau membawanya lagi kali ini, huh?” tanyanya kesal pada seseorang yang saat ini tengah ia telepon disebrang sana.

“Hei, hei, kau ini bicara apa? Tenangkan dirimu dulu, bicaralah yang jelas padaku, KyuHyun-ah. Tetapi, ku harap cepat, aku ada penerbangan hari ini.” Balas seorang laki-laki ditelepon dengan terburu-buru.

“Yuri, apakah sekarang kau bersamanya?” tanya KyuHyun dengan kesal pada saudara sepupunya itu.

“Kau ini bicara apa? Mana mungkin Yuri bersamaku, huh? Bukankah hari ini kau yang sedang bersamanya? Akukan sudah memberitahumu tentang keberadaannya?”

“Sial! Kalau begitu ia pergi lagi.” maki KyuHyun kesal sembari melepaskan earphone dari telinganya dan mematikan sambungan dengan Siwon.

“Argh!” kesal KyuHyun dengan tertahan. Suara deringa telepon membuatnya melirik sekilas ke ponselnya sebelum ia mengangkatnya. Song Victoria.

Sir, ada salah satu nama penumpang di Incheon Airport yang bernama Kwon Yuri, dengan tujuan Paris. Dan sudah lepas landas dari lima belas menit yang lalu.” Ucap pegawainya ditelepon dengan sabar saat KyuHyun telah memasang earphone kembali ke telinganya dan mengangkat panggilan darinya.

“Kalau begitu, siapkan helicopter-ku.” titahnya tanpa basa-basi lagi.

“Yes, Sir.” Jawab pegawai itu lagi. Sambunganpun terputus, KyuHyun melajukan mobilnya dengan kecepatan melewati batas yang dianjurkan. Perasaannya mulai kacau sekarang. Kehilang seseorang yang ia cintai benar-benar membuatnya menjadi seseorang yang tidak bisa dikendalikan oleh siapapun. Kecuali wanita itu, wanita yang telah merampas seluruh napas dan jiwa raganya. Hanya dia, dan selalu dia untuknya.

Karena wanita itu sangat berarti untuknya dibandingkan dengan apapun dan oleh apapun.

***

Aku menyalakan ponselku dengan malas. 18 pesan singkat dan 323 panggilan teralihkan. Aku melihat satu-satu pesan singkat itu, dan kebanyakan dari managerku semua mengenai pekerjaan yang sudah terlanjur ia setujui tanpa menunggu persetujuan dariku terlebih dahulu. Aku yakin, ia mungkin sudah tahu bahwa aku akan menolaknya, tidak lebih tepatnya bukan aku, tetapi laki-laki yang menyebalkan itu yang akan menolaknya dengan tegas dan tanpa basa-basi lagi.

Sedangkan 323 panggilan teralihkan dari suamiku sendiri. Aku menghela napas berat. Aku memejamkan ke dua mataku dalam-dalam, mencoba melepaskan diri dari perasaan sesak yang mulai menghampiriku.

Mobil yang ku tumpangi berhenti mendadak, membuat kepalaku terantuk pada jok mobil kemudi. Aku merintih kesakitan dan mengumpat pelan.

“Maaf, nona, tetapi di depan ada mobil yang berhenti secara tiba-tiba.” Sesalnya sembari menunjuk 3 buah mobil berwarna hitam berhenti dengan sengaja karena setengah badannya condong ke arah taksi yang ku tumpangi.

6 orang berpakaian setelan jas turun dari mobil, 3 wanita dan 3-nya lagi laki-laki bertubuh kekar. Mereka mengelilingi taksi ini dengan tenang tetapi tegas. Salah satu dari mereka berjalan maju dan menghampiri supir taksi ini, mengetuk-ketuk kaca jendela kemudi dengan pelan dan senyum yang ramah.

Supir taksi-pun mau tak mau menurunkan kacanya dan berbicara dengan orang itu, sedangkan aku menatap mereka dengan tatapan penuh selidik.

“Maaf, permisi tuan, kami tidak ingin mengganggu kenyamanan anda. Tolong bukakan pintu penumpang. Kami butuh Nona itu untuk ikut dengan kami.” Ucapnya sabar dan ramah. Aku mengernyit bingung saat ia menunjuk ke arahku.

Apa? Ingin apa ia denganku?

Seorang wanita berpakaian setelan jas hitam membuka pintu yang saat ini ku tumpangi. Aku menatapnya bingung, sedangkan ia membukakan pintu mobil dengan lebar untukku.

“Ikutlah dengan kami nona.” Pintanya sabar sembari menundukkan kepala dengan penuh hormat.

Aku menatap tak suka pada perempuan itu. Ikut dengan kalian? Memangnya, kalian ini siapa, huh? Seenaknya saja menyuruhku begitu saja.

“Jika aku tidak mau, bagaimana?” tanyaku, sedikit menantang pada wanita itu.

“Terpaksa kami harus memaksamu.” Jawabnya dengan ramah.

“Apa? Memaksa? Berani sekali kau padaku?” ucapku pura-pura kesal padanya.

“Nona, kami mohon, ikutlah dengan kami.” Pinta laki-laki yang berbicara dengan supir taksi tadi padaku.

“Tunggu! Kalian memangnya siapa menyuruhku seenaknya,huh?”

“Kami yang akan mengawali nona kemanapun anda pergi nantinya.” Jawabnya dengan sabar.

“Ah! Terserahlah kalian ini apa! Aku tidak mau tahu tentang itu, yang jelas tinggalkan aku sendiri! Ayo, jalan!” ucapku sembari menyuruh supir taksi untuk membawaku pergi dari sini.

“Tapi nona, mobil mereka menghalangi jalan kita.” Jelas supir itu.

“Ayo nona, kami mohon dengan sangat padamu untuk ikut dengan kami secara baik-baik tanpa harus kami melakukan kekerasan padamu.” Ucap wanita itu lagi sembari mencengkram ke dua tanganku dan menariknya dengan cukup kuat untuk membuatku turun dari mobil dan berjalan mengikutinya menuju mobil. Sejauh ini, ia berhasil membuatku menjauh dari taksi yang ku tumpangi.

“Ya! Aku tidak mau!” protesku padanya.

“Nona, kau harus ikut dengan kami.” Tegasnya sekali lagi sembari menarik-narik tubuhku untuk ikut dengannya.

Aku mencoba melepaskan tanganku dari tangannya dengan cara menghempaskannya ke udara. Aku menghempaskan tangannya ke udara denga cukup keras hingga membuat cengkramannya melemah dan membuat tanganku terbebas darinya. Aku berjalan mundur sedangkan yang lainnya ingin berlari ke arahku tetapi, tertahan oleh gadis itu dengan tangan terangkat ke udara seperti sebuah kode untuk berhenti dan tidak ikut campur urusannya.

“Nona, kami mohon dengamu untuk ikut dengan kami secara baik-baik tanpa harus ada paksaan sama sekali.” tegasnya sekali lagi padaku.

“Ku peringatkan padamu nona, jangan dekati aku!” titahku padanya dengan tegas sembari mengacungkan jari telunjukku dan berjalan mundur.

“Nona kami tidak ingin kau-“

“Ku peringatkan padamu sekali lagi, jangan dekati aku!” selaku padanya dengan dingin dan tegas.

Sungguh, siapa sih mereka ini? Aku sama sekali tidak tahu dan tidak kenal dengan mereka semua.  Kenapa mereka memaksaku sekali sih untuk ikut dengan mereka semua, huh?

“Aku tidak kenal kalian, begitupun aku rasa juga dengan kalian yang tidak mengenalku, ok? Jadi, biarkan aku pergi dengan tenang sekarang. Jangan sampai ada perkelahian antara kita.” Ucapku setenang mungkin walau kesal setengah mati pada mereka semua.

Seorang laki-laki –salah satu dari mereka- mencoba menyentuhku dan menangkapku. Tetapi, berhasil aku hindari sebelum ia benar-benar menyentuhku. Aku menendang tulang kering miliknya, dan memukul hidungnya dengan siku-ku, membuatnya merintih pelan, lalu aku mendorong tubuhnya ke arah mereka semua.

Seorang laki-laki yang sepertinya temannya dan merasa tertantang, berjalan mendekatiku dan memasang kuda-kuda miliknya sedangakan aku menggerak-gerakkan tubuhku terlebih dahulu untuk melakukan pemanasan kecil sebelum melawannya.

Fine, sepertinya kalian ingin bermain-main denganku terlebih dahulu.” Ucapku dengan kesal sembari memasang kuda-kudaku.

Sebuah cengkraman kuat hampir saja menyentuh bahuku jika saja aku tidak berhasil menghindar. Aku menepis dengan kuat tangannya dariku lalu menendang kasar bagian pahanya. Hingga membuatnya merintih kesakitan dan menyentuh pahanya sendiri untuk mengelus-elusnya.

Perkelahianku semakin sengit hingga sebuah mobil berwarna hitam datang dan memakirkan mobilnya dengan sembarangan tanpa memedulikan sama sekali tata cara berparkir yang baik.

“Cih! Menyebalkan! Kau meremehkanku ya!” makiku kesal pada laki-laki yang menyerangku pertama tadi. Aku menendang perutnya saat tubuhnya telah membungkuk ke bawah.

“Yuri! Hentikan!” teriak seseorang yang familiar untukku memanggil namaku. Aku menoleh dan mendapati seorang laki-laki memakai baju panjang hangat bergaris horizontal berwarna biru tua dan celana jeans panjang, tengah berlari menghampiriku.

Aku mendorong tubuh laki-laki yang berada dihadapanku dengan kasar dan mulai mendekati laki-laki yang saat ini tengah berlari-lari kecil menghampiriku dengan senyum sinis yang aku punya. Sedangkan, orang-orang yang berpakaian setelan jas tadi membungkukkan tubuhnya 90 derajat pada laki-laki itu.

“Oh, rupanya orang-orang ini sewaanmu lagi? Kenapa tidak terpikir olehku kalau orang-orang ini adalah suruhanmu, huh?” tanyaku sinis dan kesal padanya.

KyuHyun menatapku kesal. “Ya! Kau ini benar-benar membuatku terkena serangan jantung tingkat rendah!” omelnya padaku.

“Apa? Memangnya ada apa denganmu, huh, Tuan Cho? Kenapa kau tidak sekalian saja menyewa supir taksi untuk memata-mataiku, huh? Biar kau puas!” kesalku padanya lalu berjalan pergi menuju mobilnya.

Aku benar-benar merasa kesal padanya, sungguh. Pertama, dia benar-benar ahli membuatku tertekan dibawah kekuasaannya yang melimpah dimana-mana. Ke dua, ia benar-benar cepat menemukanku hingga aku tidak memiliki waktu bebas sama sekali untuk berpikir. Ke tiga, kenapa ia harus menyewa bodyguard menyebalkan seperti itu, huh?

Aku masuk ke sisi kemudi mobil miliknya lalu membanting pintu mobil dengan kencang. KyuHyun menatap dengan kesal dan juga tidak terima. Ia membuka pintu mobil kemudi dan menatapku dengan dingin, sedangkan aku tidak memedulikan tatapannya. Hanya memasang headset ke telingaku dan mulai menyalakan lagu di Ipod milikku dengan volume cukup keras untuk tidak mendengarkan suaranya.

Aku memandang ke arah luar jendela dengan tatapan kesal. Kenapa ia bisa cepat menemukanku sih?

Ponselku bergetar, membuatku menoleh dan membaca nama sang penelepon di display ponsel candybar-ku. Lee HyukJae.

Aku melepaskan headset yang tengah ku pakai dan menggantikannya dengan earphone milikku lalu mengangkatnya.

“Halo, Yuri?” sapanya disebrang sana, yang ku balas dengan kata “hm?”

“Kau sudah sampai di Paris?” tanyanya.

“Hm, aku sudah sampai disini.” Jawabku dengan malas sembari menatap keluar jendela.

“Baguslah, kalau begitu kau menginap dihotel yang telah ku siapkan untukmu saja. Aku sudah memesannya dari beberapa hari yang lalu sebelum kau datang ke sini. Kita berada dihotel yang sama, begitu juga dengan pemain lainnya. Setibanya nanti, aku akan memperkenalkanmu pada mereka satu-satu untuk saling mengenal lebih dahulu.” Jelasnya sembari memberi tahu hotel mana yang akan ku tempati.

“Baiklah, kita bertemu nanti.”ucapku sembari ingin mengakhiri sambungan telepon.

“Yuri?” panggil EunHyuk lagi.

“Hm?” sahutku malas-malasan.

“Suamimu apakah disampingmu saat ini?” tanyanya.

Aku melirik sekilas ke arah seseorang yang EunHyuk maksud dengan kesal. “Tentu, dia disini.” Jawabku padanya sembari menatap keluar jendela lagi.

“Aish! Dasar suamimu itu! Pasti akan sulit sekali melakukan syuting nanti.” Kesalnya sendiri membayangkan tingkah dan sikap KyuHyun nantinya yang akan menggagalkan syuting comersial film itu.

Aku hanya tersenyum tipis sebagai balasannya, walaupun EunHyuk tidak melihat sekalipun. “Maaf telah menyusahkanmu.” Sesalku padanya karena merasa tidak enak hati.

***

Aku tiba dihotel yang telah EunHyuk siapkan untukku seperti yang dikatakannya tadi. Aku masuk lebih dulu dibandingkan dengan KyuHyun yang masih berjalan dengan langkah berat dibelakangku. Kami sempat bertengkar kecil tadi sebelum benar-benar sampai disini. Ia menyuruhku untuk tinggal di rumah yang ia beli di Paris beberapa bulan yang lalu, sedangkan aku ingin menginap dihotel untuk memudahkanku berinteraksi dengan rekan kerjaku nantinya.

Saat aku memasuki lobi hotel, aku mendapati EunHyuk tengah menunggu kedatanganku dengan sabar. Ia menyunggingkan senyum lebar padaku dan KyuHyun. Aku membalasnya dengan senyum tipis karena sedang tidak bersemangat untuk melakukan sesuatu hal.

“Kamar-mu di nomor tiga ratus dua puluh lima, ini kuncinya.” Ucapnya sembari memberitahuku dinomor berapa kamar yang akan ku tempati dan menyerahkan 2 buah kartu hotel sebagai kuncinya. Kami memasuki lift yang sepi dan tidak ada orang sama sekali.

EunHyuk menekan tombol angka 7 sebelum liftnya tertutup. Aku menoleh ke belakang pada seseorang yang tengah menatapku dengan kesal, aku lalu menghela napas pelan dan berjalan mendekatinya.

“Maaf.” Sesalku padanya sembari merangkul lengannya dengan perasaan bersalah. Ia menatapku dengan kesal kemudian mulai melembut.

“Aku mengerti.” Ucapnya sembari mengelus kepalaku dengan lembut dan penuh kasih, sedangkan EunHyuk menatap kami dengan pasrah.

***

“Bersihkan tubuh kalian terlebih dahulu, lalu temui kami dibawah.” Ucap EunHyuk untuk memberitahu apa yang harus aku lakukan nanti saat sudah tiba di depan pintu kamarku. Aku mengangguk mengerti dan masuk ke dalam hotel karena EunHyuk sudah meninggalkan kami dari 3 detik yang lalu.

“Kau kenapa mau menerima tawaran pekerjaan menyebalkan ini?” tanya KyuHyun sembari menutup pintu kamar saat aku melengos masuk begitu saja ke dalam kamar.

“Karena aku seorang model professional.” Jawabku singkat sembari merebahkan tubuhku diranjang yang berukuran extra large.

“Ya, tetapi ini kan pekerjaan yang menyebalkan.” Ucapnya kesal sembari ikut merebahkan tubuhnya disampingku.

Aku menatapnya lembut dan mengelus pipinya dengan penuh kasih. “KyuHyun-ah, cobalah mengerti tentang pekerjaanku ini. Ya, jika saja aku tidak menjadi model yang ternama. Mungkin kita tidak akan pernah bertemu. Karena aku seorang model ternama saat kau memintaku untuk membantu mempromosikan hotelmu, mungkin saja kita tidak akan bersama, sama seperti sekarang ini.” Ucapku lembut dan penuh kasih.

Ia diam dan menatapku lembut. Ia mulai mendekatkan wajahnya padaku dan mencium lembut bibirku. Aku membalas ciumannya dengan seperti apa yang ia lakukan padaku.

Ponselku berdering saat KyuHyun mulai menindihku, membuat kami menghentikan ciuman diantara kami dengan berat hati.

“Hentikan.” Pintaku padanya sembari menyentuh bibirnya dan mendorongnya menjauh dari wajahku. Aku lalu mengambil ponselku yang tak jauh dariku.

Lee HyukJae.

“Kenapa?” tanyaku padanya tanpa memedulikan sopan-santun sama sekali.

“Cepat mandi, dan temui aku dibawah. Kami semua menunggumu disini.” Ucapnya tanpa basa-basi lagi, dan sambunganpun terputus.

Aku menruh ponselku lalu berjalan menuju kamar mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi, aku melihat sekilas ke arah KyuHyun yang masih tidur-tiduran dengan malas dengan memasang wajah kesalnya menatap langit-langit kamar. Aku hanya menahan tawa melihatnya seperti itu.

***

 

================================== TBC =======================================

 

Maaf banget buat keterlambatannya sama nggak bisa menuhin janji aku pada kalian semua >< *deeply bow*

Maaf juga gak bisa balesin komen kalian satu-satu >< tapi aku tetep baca kok ._.v walau gak aku bales hehehhe ._.v

Maaf juga, buat segala typo atau kekurangan dalam ff ini >< Maaf, maaf, maaf . *deeply bow* Aku tetep ngelanjutin semua ff-ff ku kok ^^ Cuma, masih dlm proses semuanya dalam tahap akhir (?). ^^

DON’T FORGET TO RCL 9READ, COMMENT(s), AND LIKE) PLEASE!!!

Comment(s) Like Oxygen For Me.

THANK YOU FOR SUPPORT.😀😀😀

62 thoughts on “RUN [ Part 2 ]

  1. Ceritanya nanggung bgt, kurang panjang saeng… Tp ceritanya bagus koq n seru, penasaran ama klanjutannya nieh. Lanjut ya, dtunggu

  2. Annyeong aku reader baru *tebar eunhyuk*
    Mianhe baru comment part ini-_-
    Nyicilya commentnya kkk~

    Wohoowohoo tapi jawaban yuri yang ditembak taecnya manaya?
    Kyuhyun over protect-__-
    Oh jadi seohyun mantannya kyu?
    Wohho seru-seru~
    Lanjutya ff yang lain. Semangat\m/

  3. Annyeong aku reader baru *tebar eunhyuk*
    Mianhe baru comment part ini-_-
    Nyicilya commentnya kkk~

    Wohoowohoo tapi jawaban yuri yang ditembak taecnya manaya?
    Kyuhyun over protect-__-
    Oh jadi seohyun mantannya kyu?
    Wohho seru-seru~
    Kalo mau nanya pw fanfic dimanaya? Kepo masa._.
    Lanjutya ff yang lain. Semangat\m/

  4. Gyahahaha, akuuu sukaaa ff yang ini eonni, yurinya blum kelihatan pux nasib miris, u,u
    tapi sayang blum baca part 1 nya, mg2 ntar part seterusnya, konflikx ga bert2 amat, haha🙂

  5. gila kyu kaya banget.
    punya helikopter sendiri.
    ga butuh hari, beberapa jam aja udh bisa nemuin yuri.
    kyu kayaknya teropsesi banget ma yuri.
    hadooh.
    aku suka banget karakter yul di sini.
    ntar di ceritain awal pertemuannya kyuri ga chingu?

    lanjuut chingu.
    hwaiting.

  6. wahh kyu oppa cpet banget nemuin yuri eonni,,
    ohh ter.xta seo itu mantan.x kyu yaa??
    truss kyu ama yuri cepet banget baikan,,!
    tapi ff.x bagus ko’ eonn,,i like,,hhehee,,,
    di tunggu klanjutan.x ya eonn,,,!
    fighting!!!!

  7. Lanjut chingu !!
    Ff.nya keren banget ..
    Q mau request chingu.. Adain pertengkaran kyuri karena seohyun chingu.. Bikin yuri jelaous banget.. Sampe” pernikahan mereka di ujung tanduk
    Tp jgn smpe cerai beneran..
    Pokok.nya ff ini daebak
    FIGHTING !!

  8. kreeeeeen bggttttt author cerita’a,aku udh nungguin part 2’a,eh skrg udh ada,
    cerita’a daebaaaaak bgt author,huaaaa pkok’a Kyuhyun oppa hrus bisa ngeyakinin Yuri unnie,pkok’a KYURI ALWAYS !!!
    I LIKE THIS….

  9. Bgus ,, kren ,, eonn ,, !! Yuri eonn jangan lari2 truss ksian kyuppa..hhe #plakk Ohh ya eonn .. Ff yg lainnya kpan mw d lnjutinnya ? Cpet lnjutinnya eonn .. Pnasaran bgt .. Kwon yura eonni .. Semangat ,, semangat .. !! #lebay

  10. Anyeong unnie kwon yura🙂
    ini pertama kali ninggali jejak di ff unnie
    baru ketemu sama ini ff dan langsung baca suka banget sih😀
    Walaupun bingung part 1nya kekmana ceritanya.
    Next part ditunggu unnie fighting (˘▿˘)ง

  11. Iya lama bgt, aq tunggu2 ga da mncl. Tp sng bgt deh akhirnya crtnya berlanjut, kirain dah ga mau lanjutin lagi. He3x (sorry prasangkanya buruk). Ff kyuri lainnya ttp q tunggu. Rasanya Seneng bisa baca tulisannya. Author … Hwaiting!!!

  12. akhirnyaaa keluarrr jugaaaaaaaa…..every day i always check your wp heheheeee
    kyuu ga jelasin ttg td sm seo?hahhahaahaaa
    nice ff!!!!! aku tunggu yaa kelanjutanyaa ;;;) semangat buat ffnya!

  13. Kya! udah dilanjut ya? kok lama banget eon -,-
    hampir tiap hari nengokin blog ini sampe lumutan nunggunya #Plak
    tapi puas karena part 2 ini KyuRi ketemu lagi! yey yey yey xD
    itu Yurinya kok jadi sayang lagi ama Kyu eon? bukannya dia lagi marah ya sama Kyu ._.

  14. huaaa keren.. tapi kependekan Unn hehehe…
    asik banget KyuHyun kekayaannya dimana-mana hahaha..

    ditunggu nxst part sama ff selanjutnya ya Unn ^^
    fighting !! ^^

  15. Yes ad lanjutan run, penasaran bngett cerita nya.. kyuhyun sbentar bnget sampai k paris ? hahaha😄
    cpet” d lanjutin ya ,ff yg lain jga.. fighting !!

  16. wew ,,tetep keren dan terasa banget Kyuri couple nya,,,kebayang banget kalo mereka memang seperti itu ,,,hoaaaa
    KyuRi !!! aku suka mereka ….mereka jadian za deh d dunia nyata xixixixixix
    Thor jangan lama2 ya post part selanjutnya ,.,,Disni karakter Kyu nya aku suka ^^

  17. Oh… udh da lnjutn.x !! mkin kren aja crita.x
    idih,,apa.an ntu taecyeon sok knal * huft menyebalkn
    lohh.. SeoHyun ntu mntan pcar.x Kyu ??,,* huft
    waahh,,, Yuri eonni hebat bnget bsa ngalahin bodyguard.x kyu , bljr dmn taekwondo.x eonn??ajari aq dong * hehehe😀
    ya ampun ~ cpet amat Kyu nemu.in yuri eonni !! ” Good ” buat usha.x kyu hehehe😀
    eeoonnni…!!!!
    d.tnggu next partx , jng lma2 ya ,,,

  18. wahhhh,,,
    kyu oppa kren banget,bisa cpet nemuin keberadaan.x yuri eonni,,!!
    ohhh ter.xta seo tu mntan.x kyu,,?!
    wuisshh,,yuri eonni hebat bisa ngalahin bodyguard.x kyu oppa,,,ff.x tambah seru eonn,,,
    di tunggu next part.x ya eonn,,,secepat.x..
    Fighting !!!!…

  19. kog dsni yuri na agg trkesan gmn ya ,dy kabur tp pas ad kyu kog mlh jd manja gtu . gmn ya , aduh bngung sya . hehe
    wh hyuk sabar ya ,kyu trllu protktif am yul .hehe

    pnsaran am taec nti klu ktmu am kyu ,gmn ya kyu na .
    nto kog kyu bs nkah am yul trus ninggalin seo ??

  20. ah tlp dr hyukjae ganggu aja nih..
    kan lg seru tuh kyuri momentnya.. haha..

    nanti next partnya jngan lama2 ya chingu..

  21. Huaaa akhirnya update juga.. Wow seruuuuu… Cepet di lanjutin yaa… Semua ff mu aku tunggu hehe ^_^

  22. annyeong ak bru bisa coment d sini,,new reader
    yul am kyu sma2 cemburuan 🙂
    percintaan kyuri sngat membingungkan ><

  23. akhirnya publish juga,ceritnya makin seru eonn.
    eonni aku menunggu ff mermaid princess.
    lanjutttt eonn🙂

  24. Hihi,kok yuri jadi tiba2 baik ya eon? Ga marah lagi?? Hihi,bagus eon ^^
    Eon,kok yg TFFB gak dilanjutin? Aku demenbanget sama ff yg satu itu,, semoga cepet dipost ya eon,,^^

  25. Annyeong aq readers bru d sini ….
    Salam knal …

    Wiiih ,,,, ffnya keren bgt .. 10 jempol buat eonn #minjem k tetangga hhe ….

    Cepet lnjutinnya …. Penasaran bgt nich .. Hhe

  26. wah cingu,,, sekian lama aku menanti akhirnya update juga ffnya,, ceritanya semakin daebak chingu,, love love love banget sama ff ini,, cepet dibuat lanjutannya ya chingu,, oia ff nya yg lain juga donk,, hehe

  27. Hmm,, bagus dan asyik banget karakter tokohnya.. Hanya saja penulisannya kurang sesuai dengan EYD, tapi dari segi cerita aku suka🙂
    lanjutannya tolong jangan lama-lama ya🙂

  28. Wah ,, tlat bgt bcanya hhe ..

    YuRi eonn jangan lari2 truzz .. Ksian Kyuppa ,, hhe .. Hhe ..

    Keren ,, cpet lnjutinnya .. Fighting .. !

  29. Sumpah ff.a keren….
    seneng banget baca ff kyuri couple…
    mua ff yang ini disini debak!!!!
    lanjutin dong mua ff yang belum kelar dh gk sabar nich pengen baca selanjutnya…

  30. eonnie….!! T_T
    part 3 nya kpn ??
    udh nunggu.in nih,,,

    jng lma2 dong eonn,,
    udh pensaran nih..

    FIGHTING thor ¤_¤

  31. eonnie… mian baru comment ^^

    semakin seruh eonni ceritanya, ia kenapa kyuhyun sampe overprotective banget sama yuri.. kan bisa membuat yuri kurang nyaman *just asking eonnie

    kutunggu eonnie part ke 3 dan fanfiction yang lainnya…
    gumawoyo…

  32. OMO.. Kyu over protectif banget.
    Yuri unnie sabar ya sama Kyu oppa..
    Gila tuh si Kyu.. Kaya bener kayak Bill Gates..
    -..-

  33. hihihi kerennnn
    kok pas baca malah rasanya kyuhyun tu pengertian banget … hehe
    habis nemuin yuri gak marah besar tp biasa aja .. hehe kayaknya udah biasa gt …
    keren ceritanya

  34. Yuri kesel kesel tapi sayang sam kyu,di post juga ya di ffindo?kalo ga lupa aku komen part 1 nya disana…
    Taec genit banget,sama yuri yang udah jelas punya suami,ckckck
    Semangat ya chingu!!

  35. Aq suka bgt ff ini. Udh ampir staon, belon ad rencana buat lanjutin thor? Penasaran soalnya.
    Hehehe tp gak maksa buat cepet” ko, pasti author jg sibuk sama kerjaan laen deh.
    Keep writing ya thor. Aq suka sama tulisan”mu.

  36. Wakss~ emng Kyu tuhh paling bisa nemuin Yul !!
    Gak btuh wktu lama buat nyusul . Hha~ daebak !!
    ihhiiyy~ poor Seororo . Kmu sma Yonghwa ajah sana .. /slhfokus/
    Hohho~ si Yul emng gak bisa ngambek lama” sama Kyu .
    suka dehh .. Selalu suka pokok’x🙂 mau next ke end part’x yaa ..

  37. Kemana pun yuri pergi ,, kyuhyun pasti tau .. Heheh🙂

    Kyuhyunnya kesel karna aktivitasnya di ganggu hyuk jae ,, hahaha =D

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s