TOGETHER [ Part 1 ]


TOGETHER


Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Support Cast : SNSD and Super Junior members

PG : +17+ and BO

Genre : Fluff, Romance, and Angst

Art Poster : MissFishyJazzย  thankyou๐Ÿ˜€

Disclaimer : They belong to God. I just have this plot. All of story is my MINE, PURE, and OWN.

ย 

Do Not Take Out, Copy-Paste, and Plagiat, please!!

I donโ€™t ever permit it!

ย 

Respect me if you like my stories.

Happy Reading!๐Ÿ˜€

“Jika aku memohon untuk kau pergi dariku, akankah kau pergi meninggalkanku?” – Kwon Yura.

All reserved ยฉ Kwon Yura 2012.

Listening : HyunBin โ€“ That Man

ย 

Seandainya waktu bisa diputar? Kesalahan mana yang ingin kau perbaiki selama ini? Seandainya saja waktu itu tidak terjadi, mungkin, saat ini aku tidak akan pernah bersamanya. Bersama laki-laki yang sangat ku benci selama ini. Laki-laki yang telah berhasil merampas kebahagianku, kehormatanku, dan semangatku untuk tetap hidup. Semuanya. Segalanya. Telah ia rampas tanpa sisa sedikitpun.

Hingga sampai sekarang, jika aku menatapnya, membuat aliran darahku naik dan ingin membunuhnya saat itu juga. Tidak peduli ia sesabar dan seperhatian apapun padaku. Tapi, yang aku tahu dengan baik, ia telah merampas semua yang aku miliki dengan cara tidak baik!

Aku menatap bayangan diriku dicermin. Aura dan tatapan benci yang keluar dari tubuhku dapat ku lihat dengan baik.

Sial! Seandainya saja kejadian itu tidak terjadi! Mungkin aku tidak akan berada disini. Mungkin seharusnya aku berada ditempat lain. Berada bersama dengan seseorang yang aku cintai melebihi apapun. Tetapi, hanya karena laki-laki brengsek itu! Hanya karena dia! Aku terkurung dan terkunci selamanya dalam dekapan laki-laki itu.

Padahal seharusnya tidak! Tidak! Dan tidak! Mungkin tidak akan pernah untuk kami tinggal bersama!

Aku menatap ke bawah, menatap perutku yang sedikit membesar dengan tatapan benci, marah, dan tidak suka. Kenapa harus ada janin di dalam rahimku, huh? Kenapa harus ada kau, heh? Cih! Menyebalkan!

Aku mengepalkan ke dua tanganku dengan erat, bersiap-siap untuk memukul janin yang ada di dalam perutku ini.

Peganggu!

Tanganku melayang ke udara dan bersiap untuk mendaratkannya diperutku.

Benci, benci, benci, benci, benci, benci, benci, benci!! Aku benci kalian berdua!

โ€œ Yuri! Apa yang kau lakukan?โ€ teriak histeris seorang laki-laki, yang saat ini sedang sangat tidak ingin aku melihatnya. Ia berlari dengan cepat menghampiriku. Tidak, lebih tepatnya menyelamatkan anaknya yang berada didalam perutku!

โ€œ Pergi!โ€ teriakku marah padanya. Ia lalu duduk disebelahku dan memelukku dengan erat. Terlalu erat, membuatku terasa sesak. Bulir-bulir lembut mengalir begitu saja dari pelupuk mataku. Aku tidak mengerti kenapa? Tetapi, hatiku sakit. Sakit sekali.

โ€œ Lepaskan aku, Cho KyuHyun!!โ€ teriakku marah padanya sembari meronta-ronta kesal dipelukannya. KyuHyun, nama laki-laki itu, tidak menggubris ucapanku sama sekali. Ia justru memelukku semakin erat dan kencang.

โ€œ Ya! Kau membuatku sesak! Kau ingin membunuh anakmu ya? Jika kauโ€ฆโ€ ucapanku terhenti, karena KyuHyun melepaskan pelukannya dan menyentuh ke dua bahuku dengan lembut dan penuh kasih. Aku menatapnya bingung, sedangkan ia menatapku dengan tatapan mata yang telah berkaca-kaca.

โ€œ Tidak, aku tidak ingin membunuh anakku. Yuri, dengarkanlah aku, bisakah kau tidak menyakiti dirimu sendiri dan anak kita? Errโ€ฆ maksudku anakku. Setidaknya, tunggu ia sampai lahir ke dunia dan setelah itu, kita akan menjalani kehidupan kita seperti biasanya. Tidak memiliki ikatan, hidup bebas, dan menikah dengan seseorang yang kita cintai. B-bisakah tunggu sampai waktu itu tiba?โ€ pintanya dengan raut wajah memohon.

Aku menatapnya dengan benci dan juga marah. โ€œ Karena kau! Aku harus berpisah dengan kekasihku! Karena kau! Aku harus menderita seperti ini! Karena kau! Aku harus menikah denganmu, seseorang yang bahkan tidak pernah terbayang sedikitpun untuk menyukaimu! Karena kau! Aku harus mengandung bayi yang tidak ku inginkan asalnya dari siapa? Karena kau! โ€ฆโ€

โ€œ Yuri! Berhenti! Ku mohon! Berhentilah kau menyalahkan aku! Aku tahu, aku sangat bersalah padamu hingga harus mengandung seorang bayi yang mungkin tidak kau inginkan asal sperma itu. Tapi, ku mohon. Berhentilah menyalahkanku dan waktu. Aku tahu aku salah, tapi bisakah kau memaafkanku? Setidaknya, maafkan aku sebagai seorang suamimu saat ini. Bisakah?โ€ pintanya memohon padaku.

Aku menggeleng yakin dan menatapnya dengan marah serta benci. โ€œ Tidak. Dan tidak akan pernah.โ€ Tegasku. Aku menepis ke dua tangannya yang sedaritadi menyentuh bahuku dengan lembut. โ€œ Jangan pernah sentuh aku lagi!โ€ peringatku padanya sembari berdiri dari dudukku.

KyuHyun menghela napas berat sembari menundukkan kepalanya.

โ€œ Aku ingin pergi! Dan tidak tahu pulangnya kapan, jadi jangan menungguku lagi! Kalau kau ingin tidur, tidur disofa, jangan diranjang bersamaku! Karena aku sungguh tidak ingin berada didekatmu! Mengerti?โ€ ucapku dengan nada kesal dan dingin.

โ€œ Cepatlah kembali, aku akan menunggumu hingga kau datang.โ€ Ucapnya sabar dan lembut.

Aku mendecakkan lidah dengan kesal dan menatapnya dengan tatapan tak suka. โ€œ Tsk! Terserah kau! Berada disini bisa membuatku gila!โ€ kesalku padanya sembari meraih tas merah yang senada dengan baju dress yang panjangnya hanya selututku.

Aku melewati ruang makan dan melihat segelas susu putih berada di meja. Aku melihatnya dengan kesal. Semua ini membuatku muak! Perlakuannya yang terlalu mengistimewakanku, membuatku ingin muntah saja. Cih! Jangan sok baik kau, Cho KyuHyun!

โ€œ Yuri, tunggu!โ€ panggil KyuHyun yang tidak aku pedulikan sama sekali. โ€œ Kau harus meminum susu-mu terlebih dahulu!โ€ teriaknya sembari berlari mengejarku. โ€œ Yuri! Cho Yuri!โ€ panggilnya, membuatku kesal mendengar nama margaku diganti dengan seenaknya. Aku berhenti dan berbalik mendekatinya dengan langkah kaki panjang. Sial! Ia tahu dengan baik kelemahanku.

โ€œ Ku peringatkan kau, Cho KyuHyun! Namaku Kwon Yuri, bukan Cho Yuri!โ€ ucapku saat berada tepat dihadapannya sembari mengacungkan jari telunjukku. โ€œ Dan kalaupun margaku akan berganti, bukan marga Cho, tetapi akan menjadi marga Choi! Ingat itu!โ€ peringatku padanya.

โ€œ Terserahlah, aku tidak peduli margamu ingin menjadi apa nantinya? Tetapi, yang jelas, kau ini adalah istriku saat ini, Cho Yuri, dan kau sedang mengandung anakku.โ€ Balasnya dengan lembut dan sabar.

Aku mendecakkan lidahku dengan kesal.

โ€œ Kau harus meminum susu ini. Ini bukan untukmu, tetapi untuk anakku.โ€ Jelasnya sembari memberikan segelas susu yang terletak tak jauh darinya.

Aku ragu untuk mengambilnya atau tidak, bagaimanapun aku selalu tidak suka dengan susu putih. Rasanya terlalu aneh dan baunya terlalu amis.

โ€œ Demi anakku.โ€ Tekannya sekali lagi.

Tsk! Dasar laki-laki egois, menyebalkan, dan tidak tahu diri!

โ€œ Tidak mau!โ€ tolakku tegas.

Ia menatapku dengan seulas senyum yang tidak biasa. Senyum yang dikenal dengan sebutan evil, keluar begitu saja.

โ€œ Mwoya?โ€ tanyaku bingung padanya.

โ€œ Minum atau mungkin aku akan memelukmu selama seharian penuh ini?โ€ Ancamnya sembari tersenyum evil.

Cih! Berani sekali dia mengancamku!

โ€œ Tidak akan ada ke duanya, tuan Cho. Kau harus tahu satu hal, aku sangat membenci susu putih. Jika kau ingin aku meminum susu untukku anakmu, kau harus mencarikan susu dengan rasa yang tepat hingga tidak perlu untuk membuatku pergi ke belakang untuk mengeluarkannya kembali.โ€ Jelasku dengan sedikit sinis dan menyebalkan.

โ€œ Baiklah, aku akan mencari susu yang tepat untukmu dan untuk anakku.โ€ Jawabnya dengan santai dan yakin.

โ€œ Terserah kau saja, Tuan Cho, karena saat ini aku ingin pergi sekarang.โ€

โ€œ Kemana? Dengan siapa? Kau pulang jam berapa?โ€

โ€œ Bukan urusanmu!โ€

Aku berjalan menjauh darinya dan tidak memedulikan sama sekali suara desahan napas berat dibelakangku.

โ€œ Jangan tunggu aku! Itu hanya membuatku semakin membencimu saja.โ€ ucapku sinis dan dingin padanya.

โ€œ Akuโ€ฆ aku akan menunggumu!โ€ sahutnya yang membuatku kesal dan merasa bersalah padanya.

Aish! Terserah kau saja, aku tidak ingin peduli.

***

โ€œ Jadi, usia kandunganmu saat ini berapa bulan?โ€ tanya seorang laki-laki yang sangat aku rindukan dan aku cintai.

โ€œ Errโ€ฆ dua bulan, ingin jalan tiga.โ€ Jawabku sembari tersenyum ramah padanya.

โ€œ Apa kau baik-baik saja?โ€ tanyanya.

โ€œ Ya, aku baik-baik saja.โ€ Ucapku sedikit sedih dan merasa bersalah padanya.

โ€œ Hei, kenapa kau berwajah sedih seperti itu?โ€ tanyanya lagi, sembari menyentuh wajahku dengan lembut dan penuh kasih.

โ€œ Maafkan aku, Siwon-ah.โ€ Ucapku tidak beraturan. Mataku sakit dan berkaca-kaca. Hatiku pilu dan sakit melihat Siwon, seseorang yang aku cintai saat ini. Tetapi, kini aku telah menghancurkan kepercayaan, hati, dan juga dirinya. Tidak, bukan aku, tetapi semua ini terjadi karena laki-laki itu. Ya, benar, karena laki-laki itu!

โ€œ Yuri-ya, kau ini bicara apa? Bukankah sudah ku bilang? Setelah kau melahirkan bayi ini, kau akan menikah denganku dan berpisah dengannya. Aku tidak peduli dengan kejadian masa lalu itu. Yang terpenting saat ini adalah kau mencintaiku dengan tulus dan aku mencintaimu dengan jiwa-ragaku.โ€ Jelasnya dengan sabar dan lembut. Ya Tuhan, bagaimana aku bisa menyakiti laki-laki sebaik ini?

โ€œ Maaf, maafkan aku. Maaf.โ€ Ucapku dengan nada yang tidak karuan.

Siwon mendekatkan kursinya padaku, lalu memelukku dengan lembut dan penuh kasih.

โ€œ Tenanglah, semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.โ€ Ucapnya dengan lembut ditelingaku. Bulir-bulir lembut keluar begitu saja tanpa bisa ku tahan lagi.

Aku juga mencintaimu, Choi Siwon.

***

Pukul 22.35 KST. Aku tiba dirumah saat rumah sudah dalam keadaan gelap. Aku mencari saklar lampu untuk menyalakan lampu yang berada tak jauh dariku, detik berikutnya, ruangan ini menjadi terang. Aku menatap sekeliling dan mendapati seseorang laki-laki sedang tidur disofa. Aku menghela napas berat.

Lagi-lagi ia melakukan ini. Kenapa ia tidak pernah mendengarkanku? Kenapa ia suka sekali membuatku merasa bersalah padanya? Kenapa, huh?

Aku mendekatinya dan duduk disampingnya. โ€œ KyuHyun-ah, bangun!โ€ panggilku padanya sembari menyentuh lengannya. Tetapi, sepertinya ia tak mendengar panggilanku. โ€œ Ya! KyuHyun, Cho KyuHyun!โ€ panggilku sekali lagi.

Masih sama, tidak ada jawaban.

โ€œ Ya! Jika kau ingin tidur, tidurlah dikamar.โ€ Ucapku tanpa sadar, dan saat sadar aku menggigit bibir bawahku dan mengutuk diri sendiri. Tetapi, KyuHyun masih tidak bergerak. Aku menghela napas pelan. Menatapnya lekat-lekat, memperhatikan setiap lika-liku wajahnya. Dan tanpa sadar, aku menyentuh keningnya, lalu kemudian turun kehidungnya, dan terakhir bibirnya. Entahlah, apa yang sedang ku pikirkan saat ini, tetapi aku sangat menikmatinya.

Aku mendekatkan wajahku padanya. Hanya beberapa mili saja jarak diantara kami. Aku menatapnya dengan lekat-lekat dengan tatapan lembut.

โ€œ Dasar, suami bodoh!โ€ makiku pelan dan seulas senyum tersungging diwajahku sebelum bibirku mendarat dibibir miliknya. Aku menciumnya, dengan lembut dan manis.

Detik berikutnya, ia membalas ciumanku dengan lembut dan pelan. Aku membuka mataku untuk melihatnya dan ingin menyudahi ciuman ini, tetapi sebuah tangan dengan erat melingkari punggungku dan menyentuh kepala bagian belakangku dengan lembut.

Aku ingin menghindarinya, tetapi tidak bisa. Ada perasaan kuat untuk tetap bertahan dan melakukannya, membuatku sulit untuk menolaknya. Terlebih, cara ia memperlakukanku. Terlalu baik dan manis. Membuatku merasa nyaman berada didekatnya seperti ini. Caranya menyiumku dan memperlakukanku, berbeda sekali dengan Siwon, ia memperlakukanku dengan baik dan manja, tetapi tidak pernah ada perasaan aneh seperti ini. Perasaan yang aku sendiri tidak tahu apa ini?

***

Aku mendapati KyuHyun sudah tidak ada disampingku saat aku membuka ke dua mataku. Hanya aku sendiri, kemana dia? Bukankah semalamโ€ฆ Aish! Apa yang telah aku lakukan?

Aku menatap cermin yang memantulkan bayangan diriku. Rambutku berantakan dan pakaian tidurku sedang tidak dalam keadaan rapih. Apa yang terjadi semalam? Sejauh yang ku ingat, kami hanya berโ€ฆ ciuman?

Ya Tuhan, apa yang telah kami lakukan semalam?

Detik berikutnya, KyuHyun datang sembari membawakan nampan yang berisi sarapan untukku. Aku menatapnya dengan sedikit bingung dan heran. Memang ia seperti biasanya, memperlakukanku layaknya seorang istri yang ia cintai. Tetapi, aku baru sadar satu hal. Ia benar-benar perhatian sekali terhadapku dan juga anak yang berada didalam rahimku.

โ€œ Sarapan pagi untuk kalian.โ€ Ucapnya ceria sembari meletakkan nampan dimeja kecil disampingku. Aku memandang sarapan itu dengan tidak memiliki nafsu sama sekali.

โ€œ Ada apa?โ€ tanyanya lembut dan bingung. Aku menatapnya lalu kemudian menggelengkan kepalaku dengan pelan.

โ€œ Tidak, aku tidak ingin makan.โ€ Jawabku padanya sembari ingin merebahkan diri lagi.

โ€œ Eh, tidak boleh, kau harus makan. Kau dan bayi kita, errโ€ฆ maksudku bayiku, harus sehat. Ayo, cobalah untuk memakannya.โ€ Pintanya dengan lembut dan seulas senyum manis yang tersungging diwajahnya.

Bayi kita? Errโ€ฆ terdengar aneh, tetapi entah mengapa aku menyukai sebutan panggilan itu?

Bunyi ponselku mengalihkan perhatianku darinya. Ada sebuah pesan masuk dari Siwon.

Mari kita bertemu. Aku merindukanmu. Dikafe kemarin, pukul 10.00 , bagaimana?

ย 

Seulas senyum tersungging diwajahku dengan senang. Aku lalu menatap KyuHyun dengan berbinar-binar. โ€œ KyuHyun-ah, aku akan sarapan, tetapi nanti. Aku akan makan diluar.โ€ Ucapku antusias dan senang padanya. Ada raut wajah yang menunjukkan ketidaksukaan dan kesal yang ia pancarkan saat aku memberitahukan hal itu. Tetapi sepertinya aku salah lihat?

โ€œ Mwoya?โ€ tanyaku padanya dengan bingung.

โ€œ Tidak boleh, kau harus makan masakanku yang aku buat dengan susah payah untuk kalian. Jadi, kau harus makan dulu baru pergi.โ€ Ucapnya dengan sedikit kesal padaku.

โ€œ Nanti saja, lagipula bayi ini sedang tidak ingin makan.โ€ Jelasku padanya.

Ia menatapku dengan kesal. โ€œ Tetap saja, kau harus makan, makanan yang aku buat. Belum tentu makanan diluar sana bersih dan sehat? Bagaimana jika makanan diluar sana justru kotor dan beracun? Apakah kau tidak pernah melihat televise tentang berita keracunan makanan, huh?โ€ ucapnya panjang lebar padaku.

โ€œ Baiklah, aku mengerti, Cho KyuHyun.โ€ ucapku lembut sembari menyentuh ke dua pipinya tanpa sadar. Entah apa yang saat ini ku pikirkan? Mungkin ini bawaan janin? Banyak orang bilang seperti itu.

Kami berdua terdiam cukup lama. Saling menatap satu sama lain dan tak mengedipkan mata sekalipun.

Apa ini? Aneh sekali? Seharusnya aku membentaknya, dan mengusirnya jauh-jauh dari hadapanku. Tapi, kenapa sekarang malah seperti ini? Aigoo, Yuri, ada apa denganmu?

Suara dering ponsel menyadarkan kami. Membuat suasana gugup dan canggung diantara kami. Ponsel KyuHyun yang berdering tadi, ia lalu berjalan menjauh dariku, hingga tidak terlihat lagi.

Beberapa pertanyaan aneh, berkecamuk dibenakku. Membuatku merasa bingung dan aneh sendiri. Aku menatap makanan yang ia antarkan padaku beberapa menit yang lalu.

Aku mengambilnya dan berusaha memakannya. Dengan susah payah aku menelan makanan itu ke dalam perutku karena rasa mual yang aku rasakan.

Ugh! Aku sudah tidak tahan lagi! Aku ingin mengeluarkannya sekarang juga!

Aku menyingkirkan nampan yang berada dipangkuanku dan berlari menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamar. Lalu mengeluarkan semua makanan yang baru saja masuk ke dalam perutku. Menjijikan!

Detik berikutnya, terdengar suara langkah kaki yang tergesa-gesa. Aku tahu dengan baik siapa pemilik suara keributan itu. Ia mendekatiku dan meng-urut dengan takut tetapi lembut pada leherku untuk menghentikannya.

***

โ€œ Pergilah, aku akan baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku.โ€ Ucapku sedikit lemah tetapi berpura-pura tegar.

โ€œ Kau sungguh tidak apa-apa? Aku dirumah saja, aku tidak ingin melihatmu sendirian dirumah?โ€ ucapnya khawatir.

Aku menyipitkan mataku dengan kesal. โ€œ Sudahlah, keberadaanmu disini membuatku terganggu. Lagipula, nanti aku akan pergi. Jangan khawatirkan aku.โ€

โ€œ Sungguh?โ€ tanyanya sekali lagi. Aku mengangguk pelan karena tidak memeliki cukup tenaga padanya.

โ€œ Baiklah, aku tidak akan pergi. Aku akan disini menjaga kalian.โ€ Ucapnya tenang dan santai. Aku menatapnya dengan kesal. Bagaimanapun ia harus bekerja, tidak boleh tidak.

โ€œ Tidak boleh, kau harus pergi ke kantor!โ€ ucapku sedikit kesal.

โ€œ Tapi kauโ€ฆโ€ ucapnya terpotong karena aku menyela.

โ€œ Aku akan baik-baik saja. Aku akan menjaga dengan baik bayi ini.โ€ Ucapku meyakinkannya. Seulas senyum tersungging diwajahnya.

โ€œ Baiklah, aku pergi.โ€ Ucapnya dengan sebuah senyuman yang masih tersungging diwajahnya. Ia mulai melangkah pergi menjauh dariku. Aku menatap punggungnya yang perlahan-lahan semakin menjauh.

Entah apa yang ku pikirkan saat ini. Akupun sendiri tidak tahu. โ€œ KyuHyun-ah?โ€ panggilku padanya dengan sedikit ragu. KyuHyun berhenti dan berbalik menatapku dengan bingung. Aku berjalan mendekatinya dengan sedikit ragu lalu berjinjit sembari menyentuh bahunya saat berada didepannya. Aku memenjamkan ke dua mataku, dan sebuah ciuman dariku mendarat dipipi kanannya selama beberapa saat. KyuHyun terdiam, aku tahu ia pasti terkejut, karena akupun juga begitu. Aku tidak tahu dengan baik apa yang saat ini tengah aku lakukan.

Detik berikutnya, aku menyudahi ciuman itu. Aku membuka mataku lalu menatapnya dengan perasaan takut dan bingung. KyuHyun masih terdiam dan jiwanya masih belum terkumpul sepenuhnya.

โ€œ Errโ€ฆ itu, maaf, tetapi anakmu menyuruhku melakukan hal itu.โ€ Jelasku asal, tetapi tidak benar-benar asal. Karena aku dapat merasakannya dengan baik. Karena walau bagaiamanapun, aku ini adalah seorang ibu.

KyuHyun tersadar dari lamunannya. Suasana canggung meliputi kami berdua. Kami sama-sama terdiam dan tidak tahu harus berbicara apa? Aku menggigit bibir bawahku.

โ€œ K-kalau begitu, aku pergi dulu.โ€ Ucapnya kaku dan bingung. Aku menatapnya dengan ragu.

โ€œ Kau tidak boleh selingkuh dengan siapapun.โ€ ucapku tanpa sadar. Membuat suasana diantara kami kembali bertambah canggung. KyuHyun menatapku dengan bingung, menunggu penjelasan dariku. โ€œ Errโ€ฆ setidaknya kau tidak boleh menyakiti hatiku dan juga anakmu. Walau bagaimanapun, aku ini istrimu yang sedang mengandung anak kita.โ€ Jelasku padanya dengan wajah sedikit tertunduk, lalu setelah itu mengutuk diri sendiri.

Aku dapat melihat seulas senyum tersungging diwajahnya. โ€œ Aku mengerti.โ€ Jawabnya yang kemudian membalikkan tubuhnya dan ingin berjalan pergi.

โ€œ Tunggu!โ€ cegahku, yang lagi-lagi melakukan hal diluar kendali. KyuHyun berbalik dan menatapku. โ€œ Kau tidak ingin menciumku dan anakmu dulu sebelum pergi.โ€ Ucapku tanpa sadar. Kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku tanpa terpikir dulu olehku. Seperti biasa, setelah melakukan hal yang menurutku aneh, aku segera mengutuk diriku sendiri.

KyuHyun berjalan mendekatiku dan menyentuh ke dua bahuku. Sebuah ciuman yang dalam mendarat dikeningku. Aku dapat merasakan sesuatu hal yang aneh mulai menjalar ke dalam diriku. Setelah beberapa saat ia lalu menghentikan ciuman itu. Aku menatapnya dengan bingung, sedangkan ia tersenyum lembut padaku. Ia lalu menjatuhkan dirinya dilantai dan menatap perutku yang sudah mulai membesar. Petama-tama ia membelai lembut perutku, lalu kemudian ia menciumnya dengan dalam. Membuat tubuhku bergetar dan takut?

Takut jika berlama-lama bersamanya, aku takut jatuh ke dalam jurang yang salah.

โ€œ Aku pergi.โ€ Ucapnya setelah mencium janin yang berada di dalam rahimku. Aku menghela napas melihat punggungnya yang semakin menjauh.

Perasaan apa ini?

***

Aku memasuki sebuah kafe dimana tempat kami berdua untuk bertemu. Aku melihat Siwon tengah menungguku disudut ruangan, ia melihat ke datanganku dan langsung melambaikan tangannya dan tersenyum padaku. Aku berjalan menghampirinya.

โ€œ Apakah kau sudah menungguku daritadi?โ€ tanyaku padanya saat sudah duduk dikursi hadapannya.

โ€œ Tidak juga. Ingin memesan apa?โ€ tanyanya padaku.

โ€œ Air mineral saja.โ€ jawabku singkat.

โ€œ Hanya itu?โ€ tanyanya bingung.

โ€œ Hei, aku inikan sedang hamil. Mana boleh makan sembarangan?โ€ ucapku sambil bercanda. Tetapi, entah mengapa atmosfernya berubah menjadi tak nyaman. โ€œ Maaf, tadi aku hanya bercanda saja. Sudah lupakan saja kata-kataku barusan.โ€ Jelasku padanya.

โ€œ Kau tahu aku sangat tidak suka kata-katamu itu, tetapi, anggaplah kau tidak pernah mengatakannya maka aku akan melupakannya.โ€ Ucapnya dengan nada sinis dan tidak suka.

โ€œ Aku mengerti.โ€ Jawabku sedikit kecewa padanya. Karena kenyataannya adalah aku ini sedang hamil.

โ€œ Well, aku ingin bertemu saat ini karena Sabtu besok, aku dan teman wanitaku, akan mengadakan double-date bersama. Bagaimana, kau mau menemaniku-kan?โ€ tanyanya dengan ramah.

โ€œ Hm? Sabtu? Mungkin akuโ€ฆโ€ ucapanku terpotong karena keburu disela olehnya.

โ€œ Aku tidak ingin mendengar sepatah kata penolakan darimu. Kau dan aku harus datang bersama. Aku akan menjemputmu.โ€ Tegasnya. Aku menghela napas berat.

โ€œ Baiklah, aku akan datang. Tetapi, aku tidak ingin kau menjemputku. Kita akan bertemu disuatu tempat, tetapi tidak dirumahku, lebih tepatnya di depan matanya.โ€ Tegasku padanya, yang disambut dengan sebuah anggukan kecil. Aku menghela napas berat.

Entah mengapa aku tidak menyukai ini? Rasanya ia terlalu memaksaku. Berbeda sekali dengan KyuHyun, ia pasti tidak akan melakukan ini. Tidak, dan tidak akan. Hei, tunggu! Ada apa denganku?

***

Malam sudah tiba saat aku ingin pulang. Pukul 19.20 KST. Seharusnya aku tidak pulang semalam ini, mengingat keadaan tubuhku yang mulai melemah karena lelah yang aku terima. Apa ini? Apakah bawaan janin atau aku benar-benar lelah?

โ€œ Yuri?โ€ panggil Siwon dibelakangku. Aku berhenti melangkah dan membalikkan tubuh padanya. Ia berlari kecil menghampiriku.

โ€œ Aku lupa satu hal.โ€ ucapnya saat sudah tiba dihadapanku. Aku mengerutkan keningku sembari menatapnya. Ia mendekatkan wajahnya padaku. Dan, sebuah ciuman mendarat dikeningku. Untuk beberapa saat aku terdiam bingung. Perasaan aneh yang berkecamuk dibenakku membuatku merasakan hal-hal aneh dan biasanya.

Detik berikutnya, Siwon menyudahi ciumannya dan kemudian menatapku. โ€œ Selamat malam.โ€ Ucapnya sembari seulas senyum manis yang tersungging diwajah tampannya.

Aku tersadar dan kemudian tersenyum padanya. โ€œ Hm, bye, aku pulang dulu.โ€ Pamitku padanya yang dibalas dengan sebuah anggukan kecil. Aku hendak membalikkan tubuhku, tetapi terhenti karena ada dua pasang mata yang melihat ke arahku dengan tatapan marah di dalam mobil dengan kaca kemudi yang terbuka lebar.

โ€œ KyuHyun?โ€ panggilku takut. Sedangkan ia menatapku dengan tatapan dingin dan ingin membunuh. Aku melangkahkan kakiku ke arahnya dengan berat, lalu masuk ke dalam mobil miliknya dan duduk disisi kemudi. Aku menghela napas berat.

Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang tetapi tidak berbahaya. Keheningan menyelimuti kami. Aku menatapnya dengan takut-takut.

Apa ia melihat kejadian barusan?

โ€œ KyuHyun-ah?โ€ panggilku ragu.

โ€œ Hm?โ€ sahutnya malas-malasan.

โ€œ A-apa kau melihatnya?โ€ tanyaku ragu.

โ€œ Bukan urusanku.โ€ Ucapnya dingin dan cuek. Aku menghela napas berat.

โ€œ Apa kau marah padaku?โ€ tanyaku lagi.

โ€œ Bukan urusanmu.โ€ Jawabnya dengan intonasi yang masih sama.

Aku menghela napas berat dan memilih diam untuk ia tidak jauh lebih marah padaku.

***

Pukul 23.50 KST. Tetapi, aku masih tetap tak bisa tidur. Perasaan yang mengganggu ini terus saja berkeliaran di dalam benakku tanpa memberiku ampun sama sekali. Aku menatap KyuHyun yang tengah tertidur memunggungiku.

โ€œ KyuHyun-ah? Apa kau sudah tidur?โ€ tanyaku padanya dengan pelan dan ragu. Tetapi, tidak ada jawaban darinya. Apa ia benar-benar sudaah tidur?

โ€œ KyuHyun-ah?โ€ panggilku sekali lagi. Tetapi, tidak ada jawaban yang keluar dari bibirnya. Aku menghela napas berat. Rasanya sakit dan pilu diperlakukan seperti ini olehnya.

โ€œ Bisakah kau memelukku? Aku sangat ingin dipeluk olehmu.โ€ Pintaku padanya. Tetapi, sepertinya tidak akan mungkin terdengar olehnya. Aku menghela napas berat. KyuHyun merubah posisi tidurnya menghadapku, kemudian sebuah tangan melingkari pinggulku dan mendekapku dengan erat, membuatku merasa nyaman. Aku diam, tidak tahu harus bagaimana lagi. Perasaan aneh ini membuatku melakukan hal-hal diluar nalarku.

โ€œ Maaf, aku tidak bermaksud apapun padamu. Kejadian itu tiba-tiba, maaf, kau harus melihat kejadian itu.โ€ Jelasku padanya. Entah apakah ia mendengarkannya atau tidak? Aku hanya ingin menjelaskan hal itu padanya. โ€œ Maukah kau memaafkanku, Cho KyuHyun? Jangan memperlakukanku seperti ini lagi. Ku mohon.โ€ Pintaku padanya.

โ€œ Aku tahu, sudahlah, lupakan saja kejadian hari ini.โ€ Jawabnya.

Apakah ia mendengarkan semua yang ku katakana tadi?

โ€œ KyuHyun-ah?โ€ panggilku lagi.

โ€œ Hm?โ€

โ€œ Maukah kau memelukku seperti ini sampai besok pagi?โ€ pintaku, yang lagi-lagi diluar nalarku.

โ€œ Tentu.โ€ Jawabnya dengan semangat dan yakin. Ia mempererat pelukannya padaku.

Entah mengapa ada perasaan nyaman saat KyuHyun melakukan ini. Aneh. Ini sangat aneh.

Hei, ada apa denganku? Seharusnya aku memakinya, membentaknya, dan menjauhinya agar ia tidak mendekat padaku. Tetapi, kenapa aku justru melakukan hal yang terbalik dari diriku yang sebelumnya? Ada apa?

Apakah ini bawaan janin? Mungkinkah ini semua karena bayi yang sedang aku kandung?

Tsk! Aneh.

***

Keesokan paginya, aku mendapati KyuHyun masih tengah tidur sambil memelukku. Aneh, biasanya ia selalu terbangun lebih awal dari biasanya. Aku bangun dari tidurku, menyingkirkan tangannya yang masih memelukku secara perlahan-lahan, menyelingkap selimut, lalu kemudian keluar dari kamar dan menyiapkan sarapan pagi untuk kami. Ya, kami, aku, KyuHyun, dan anak kami berdua. Seulas senyum tersungging diwajahku, aku mengelus perutku sendiri yang di dalamnya ada janin.

***

KyuHyun melihatku dengan tatapan khawatir dan takut saat ia keluar dari kamar. Aku tersenyum lembut padanya sembari meletakkan sepiring nasi goreng untuknya. Perasaan lega dan tenang menghinggapinya, terlihat dari raut wajahnya yang sangat bahagia. Ia melangkahkan kakinya ke arahku.

โ€œ Selamat pagi! Apakah tidurmu nyenyak?โ€ tanyaku padanya dengan ceria. Ia mengulum senyum padaku. โ€œ Wae? Apa kau takut aku pergi meninggalkanmu?โ€ godaku padanya yang dibalas dengan sebuah senyuman malu-malu. Aku tertawa pelan melihatnya seperti itu. โ€œ Tenang saja, aku tidak akan pernah pergi kemanapun untuk meninggalkanmu.โ€ Ucapku berusaha menenangkannya.

KyuHyun menatapku lekat-lekat. โ€œ Sungguh.โ€ Tambahku untuk meyakinkannya.

โ€œ Benarkah?โ€ tanyanya masih tak percaya padaku. Aku mengangguk yakin padanya.

โ€œ Tentu.โ€ Ucapku yakin sembari mencubit ke dua pipinya dengan gemas.

โ€œ Akh! Ya!โ€ protesnya padaku. Aku tertawa pelan melihat ekspresi lucu darinya yang belum pernah aku lihat sebelumnya.

โ€œ Kau tidak ingin menciumku dan anak kita sebagai ucapan selamat pagi?โ€ tanyaku asal padanya dengan santai. Untuk beberapa saat, KyuHyun terdiam sejenak sembari menatapku dengan dalam. โ€œ Ada apa?โ€ tanyaku tak mengerti.

โ€œ Bolehkah aku menciumku?โ€ tanyanya dengan suara ragu tetapi yakin. Aku mengangguk yakin padanya. Seulas senyum tersungging diwajah tampannya. Ia mendekatkan wajahnya padaku, aku memenjamkan ke dua mataku. Sebuah ciuman mendarat dikeningku dengan perasaan yang dalam. Membuatku merinding hebat saat merasakan itu.

KyuHyun selesai menciumku dan menatapku dengan lekat-lekat. Aku tersenyum simpul padanya.

โ€œ KyuHyun-ah, mulai saat ini, kau harus memperlakukanku sebagai istri yang kau cintai. Jangan menyakitiku dan mencampakkanku. Kau bersedia?โ€ pintaku tanpa ku sadari, kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirku tanpa aku pikirkan sama sekali. KyuHyun menatapku dengan bingung selama beberapa saat, tetapi kemudian ia tersenyum padaku lalu menganggukkan kepalanya dengan yakin.

Hei, ada apa denganku? Apakah ini bawaan bayi lagi?

โ€œ Janji?โ€ tanyaku lagi untuk memastikannya. KyuHyun mengangguk mengiyakan perkataanku. โ€œ Ya! Jawab aku! Jangan hanya mengangguk saja!โ€ kesalku padanya.

โ€œ Aku berjanji.โ€ Jawabnya dengan yakin dan mantap.

Aku tersenyum lembut padanya. โ€œ Terima kasih.โ€ Ucapku padanya dan melompat menghambur ke pelukannya, memeluknya dengan erat dan kencang. Entah mengapa aku merasa sangat bahagia sekali. Terlalu bahagia malah. KyuHyun membalas pelukanku dengan erat.

Bahagia. Bahagia. Bahagia sekali.

Hanya itu, yang dapat aku rasakan saat ini. Terlalu bahagia hingga sulit diungkapkan melalui kata-kata.

Bahagia. Melebihi apapun.

***

Hari-hari kami bertiga terlewatkan dengan begitu indah dan manis. KyuHyun memperlakukanku dengan special. Dan, sudah tidak ada pertengkaran diantara kami. Paling hanya pertengkaran kecil dan tidak penting. Seperti saat ini, kami bertengkar tentang hal apa yang harus kami beli terlebih dahulu.

โ€œ Tidak mau! Selai stroberri saja.โ€ ucapku bersikukuh pada pendirianku.

โ€œ Tidak! Coklat saja, coklat lebih enak daripada stoberri.โ€ Tolaknya dan bersikukuh pada pendapatnya.

โ€œ Tidak, KyuHyun, coklat hanya membuatku mual saja.โ€ tegasku padanya, dan bersikukuh pada pendirianku.

โ€œ Baik, baik, kita beli dua. Bagaimana adilkan? Aku coklat, dan kau stroberri.โ€ Ucapnya mencari jalan tengah.

โ€œ Tidak, itu namanya pemborosan. Sudahlah, kita ambil saja selai stroberrinya. Coklatnya mungkin lain waktu, bagaimana?โ€ tanyaku padanya.

โ€œ Tidak, tidak, itu ide yang sangat jelek. Aku tidak setuju. Tidak setuju!โ€ tegasnya sembari menyilangkan ke dua tangannya membentuk huruf X di depan dada.

โ€œ Baik, bagaimana jika suit saja? Yang kalah, mengikuti yang menang, bagaimana menurutmu?โ€ tanyaku padanya.

โ€œ Baik, siapa takut?โ€ tantang KyuHyun padaku.

โ€œ Baik, kita lihat saja.โ€ ucapku merasa tak mau kalah.

โ€œ Siap? Satu, dua, tiga!โ€ aba-abaku padanya. Aku mengeluarkan kertas, sedangkan ia batu. Aku berteriak penuh kemenangan padanya. โ€œ Yuhuu! Lihat? Aku menang. Jadi, sesuai peraturan, yang kalah, mengikuti yang menang. Baiklah, kalo begitu kita ambil selai stroberri-nya.โ€ Ucapku dengan senang.

โ€œ Ya, ya, ya, kau selalu menang, Cho Yuri.โ€ Ucapnya sedikit menyindir tetapi tentu saja tanpa ada maksud menyindir. Aku tertawa penuh kesenangan melihatnya seperti itu.

โ€œ Kalau begitu, ayo kita bayar dikasir.โ€ Ajakku padanya sembari merangkul lengannya yang disambut dengan sebuah senyum manis darinya.

โ€œ Dasar kau ini.โ€ Ucapnya gemas, sedangkan aku tertawa pelan. โ€œ Setelah ini kita kemana?โ€ tanyanya.

โ€œ Hm? Tidak tahu, tapi bagaimana jika kita pulang? Aku lelah.โ€ Jawabku.

โ€œ Pulang? Hm, baiklah, karena istri tercintaku ini lelah, maka lebih baik kita pulang.โ€ Setujunya sembari mencubit pelan pipiku.

โ€œ Ya!โ€ protesku padanya, sedangkan ia hanya tertawa saja melihatku. Dasar KyuHyun!

***

Kami keluar dari department store yang baru saja tempat kami belanja. Aku tertawa senang pada KyuHyun yang terlihat kesal karena pipinya sedikit membengkak olehku.

โ€œ Aish! Mana ada istri sekejam ini pada suaminya?โ€ protesnya kesal.

โ€œ Aigoo! Suamiku ini lucu sekali.โ€ Godaku lagi sembari mencubit gemas pada ke dua pipinya.

โ€œ Ya! Ya! Ya! Sakit!โ€ protesnya kesal, sedangkan aku semakin tertawa renyah melihatnya seperti itu.

โ€œ Yuri?โ€ panggil seseorang yang sepertinya familiar ditelingaku, tetapi aku lupa siapa pemilik suara itu. Aku menoleh dan mendapati pemilik suara itu.

โ€œ Siwon?โ€ panggilku kaget.

Siwon tersenyum getir melihatku dan KyuHyun. โ€œ Sepertinya kalian sedang bersenang-senang. Apa aku mengganggu kalian?โ€ tanyanya, terdengar sedikit kecewa dan sinis.

โ€œ A-aniyo, kau tidak mengganggu kami. Wae? Apa ada sesuatu?โ€ tanyaku bingung.

โ€œ Tadinya, aku ingin mengajakmu makan siang bersama, apa kau bisa?โ€ Jawabnya.

โ€œ Maaf, tapi kami berdua sudah memiliki acara sendiri. Jadi, jangan ganggu kami.โ€ Peringat KyuHyun dengan tegas dan dingin. Ia menggenggam tanganku dengan erat dan menyembunyikan diriku dibalik punggungnya. Aku menatapnya dengan takut-takut.

โ€œ Aku sedang tidak bertanya padamu.โ€ Ucap Siwon dengan sinis dan merendahkan.

โ€œ Aku dan istriku, benar-benar sibuk hari ini. Permisi.โ€ Ucap KyuHyun dengan dingin dan tegas. Ia lalu menarik lenganku pelan, tetapi, ada sebuah tangan yang menahanku untuk pergi.

โ€œ Bagaimanapun, setelah kau melahirkan anaknya nanti, kau akan menikah dan menjadi milikku.โ€ Peringat Siwon padaku.

Seakan baru sadar suatu hal. Membuatku berdiam dan tak mampu bergerak. Perasaan-perasaan aneh yang kali ini lebih berat lagi, menghampiriku dan menggangguku. Ada badai dihatiku. Badai yang besar dan tak terarah.

Bagaimana ini? Aku lupa hal itu. Bahkan, semenjak aku mengandung anaknya ini, aku sudah tidak lagi memikirkan Siwon, Choi Siwon, yang seharusnya saat ini adalah suamiku. Bukan Cho KyuHyun.

Bagaimana ini?

***

Selama perjalanan pulang, KyuHyun dan aku sama-sama saling terdiam. Tidak ada atupun sepatah kata yang keluar dari bibir kami. Kami sama-sama terhanyut dalam pikiran masing-masing.

Sesekali aku mencuri-curi kesempatan untuk menatap KyuHyun yang saat ini tengah berkonsentrasi pada stir kemudinya. Kenapa kami harus berada dititik awal, dimana aku sangat membencinya? Kenapa?

โ€œ Ky-KyuHyun-ah.โ€ panggilku. Lidahku terasa kelu dan sakit melihatnya seperti ini.

โ€œ Hm?โ€ sahutnya tidak peduli.

โ€œ Ada apa denganmu? Kenapa kau hanya diam saja sedaritadi?โ€ tanyaku padanya.

โ€œ Tidak, aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja.โ€ jawabnya singkat lalu kembali mengabaikanku. Aku menghela napas berat.

Aku selalu berharap dalam setiap doa-ku, kita bertiga akan selalu bahagia dan bersama selamanya. Tidak lebih, dan tidak kurang. Bolehkah, Tuhanku? Bahagia selamanya.

***

============================ TBC ==========================

Put Your Handsup!!! ^o^)/ Anyone miss me? (._.) No one? Ok, fine! *brb ke goa* (?)

Wkwkwk๐Ÿ˜€ Ahahaha๐Ÿ˜› Ada yang menantikan ff inikah? Ngga ada? Ok, brb bakar ffnya. ._.v wkwk xD

Hai, my lovely readers ({}) *bighug* long tume no see! ^o^)/

Miss you so much all ^^ ({})

Uhukuhuk ._. Ok, to the point aja. Aku mau tanya, disini siapa yang masih mau baca TFFB, MP, sama IWSILY -nya?

Jujur, ini udah lama banget tuh ff-ff -__- udah pada tua dan karatan pula -____- wkwk xD sempet ilang sih feelnya, apalagi TFFB ._. Gimana ya? Itu cerita aku ambil dari segi kehidupan disekolah aku, jadi rada aneh juga -.-a wkwk xD

MP aku cuma bingung sama endingnya gimana nanti? -.-a Doh! -___- IWSILY ….. Errrr…. KyuHyun!!! -___-v *apasihyulgajebetdah-__-*

Ohya, kalo mau tau cara dapetin password, kan udah aku buatย  page-nya ” Get The Password

Jangan tanya-tanya lagi dikomenan ff-ffku ._.v Soalnya, aku juga jengah liatnya -___-v wkwk xD

Mianhae, tapi aku mohon juga pengertian kalian semua (_ _) *deeplybow*

DON’T FORGET TO RCL (READ, COMMENT(s), AND LIKE) PLEASE!!!

Comment(s) like Oxygen for me.

Thank You For Your Support.๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

85 thoughts on “TOGETHER [ Part 1 ]

  1. GILA!!!!!!!
    Suka nih sama ceritanya!
    Tumben bgt nih karakter kyuhyun begini, biasanya kan evil bgt hahahahaa…
    Oia yura, penasaran bgt nih kenapa sih yuri bisa hamil anak kyuhyun dimohon diceritakeun yaaahh :p :p

  2. wehh ceritanya unik…
    kyu ma siwon tukar jiwa… lho?! #plaak maaph kena virus komik

    bikin pnasaraaaan!!!!
    lanjoooooot!!!!!

  3. bogoshipo yura~ssi.
    hehehe.
    sebenarnya aku merindukan ff mu.
    *plakkk*
    berharap bgt mermaid princess dilanjutin chingu.
    dibuat happyend dong.

    suka ff yg life marriage gini.
    manis banget nih ff.
    apalagi pengambaran perasaan yuri yg ga menentu itu.
    daebbak.

    galau nih yuri unnie dihadapkan dgn dua namja cakep yg cinta bgt ma dia.
    walopun aku suka bgt ma siwon tp demi kelangsungan hidup bersama yuri ma kyu aja deh.
    won oppa jauhi yuri, dia udh jd istrinya orang oppa, udh hamil pula.
    mungkin dulu kyu oppa ngrebut yuri dr sisi siwon dgn cara yg tdk baik d tdk benar.
    tp skrg ihklaskan yuri ma kyu hidup bahagia.

    lanjuuut.
    hwaiting.

  4. Wwaah .. Akhirnya eonn comeback jga hhee ..
    Seru bgt nich .. Apa lgi yuri eonn’x lucu bgt ..
    Kyuppa duuh .. Prhatian bgt ..

    Ohh ,, ya eonn .. Aq nunggu klnjutan ff eonn yg lainnya apa lgi TFFB sma IWSILY ..

    Cpet lnjutin ya eonn .. Keep Writing !

  5. Aseeek akhirnya stelah skian lama menunggu eonni ngepost ff jga hhee.

    Yeeey ff ” Together ” di trus kn jga wwiih seru bgt nich apalagi klo ngebayangin kyuppa yg prhatian bgt itu hhee ….

    Eonn …. Ff yg lain kpan mw d terusin lagi … ?? Di tunggu bgt klanjutannya Fighting !!

  6. bagus eonn,ceritanya.kyuhyun oppa baik banget sama yuri eonni. wah siwon oppa pengganggu ni. hheee
    lanjutttt iya eonn,,,๐Ÿ™‚

  7. Yaaa, akhrnya muncul juga?
    kyu jadi lucu kalo kalem gtu, haha
    kasian juga siwon kalo d tinggal. enak bgt ya jadi yuri nya, di harepin sama 2org yang ganteng2. wkwkwk

  8. D A E B A K !! Di tunggu next partnya ><,semua ff nya yg belum selesai juga di tunggu bgt,update soon please…. mOah ~~ :*

  9. wah,, chingu itu ada2 aja idenya,, bagus banget,, ceritnaya nda bisa ditebak,, tapi ko bisa pov kyunya juga dibuat donk chingu,, jadi feelnya bisa lebih dapat,, dilanjut lagi ya,, hehe

  10. Author-nim ^^
    akhirnya dipost juga cerita ini,
    bagus unnie buat lah yuri jatuh hati dengan kyuhyun secara perlahan hehe…

    unnie tolong dilanjutkan ff yang lainnya unnie slnya aku sering ke blog ini unt baca ff๐Ÿ™‚

    Hwaiting unnie !!!! Gumawoyo ^^

  11. yang yuri bisa hamil gara2 kyuhyun tu ga ada flashback nya ya?._. #plak. Yadong!
    Aku masih mau nunggu TFFB,MP,IWSILY kok eon -.- apa lagi TFFB sama MP tu kesukaan aku-.- pokoknya lanjutiin!!!
    Oke. Yg ini juga harus lanjut ya eon. Fighting!

  12. awalnya kenapa bisa hamil?
    moga di part 2 dijelasin yaww…

    kok yuri onnie-nya gak jelas sih, dia masih mau ama siwon atau kyuhyun? ayo dong onn..jgn piln-plan pilih satu aja. tapi emg bner yah… yuri onnie bertingkh manis gitu, cuma karna bawaan janin? atau jangan-jangan….

    next part-ny aku tunggu lho….

  13. awalnya kenapa bisa hamil?
    moga di part 2 dijelasin yawwโ€ฆ

    kok yuri onnie-nya gak jelas sih, dia masih mau ama siwon atau kyuhyun? ayo dong onn..jgn piln-plan pilih satu aja. tapi emg bner yahโ€ฆ yuri onnie bertingkh manis gitu, cuma karna bawaan janin? atau jangan-janganโ€ฆ.

    next part-ny aku tunggu lhoโ€ฆ.

  14. Ya!eon,,, like it like it like it,i like it like it like it*nyanyi b1a4
    Waa eon trrnyata ffnya bagus bangett.. lebih bgus dri yg terbayangkan, ^o^

  15. Huaahh.. kangen bangett sma author.. yuri mimbang nich sma kyu atw sma siwon sih.. tp yuri harus sma kyu^^ TFFB nya lanjutin please๐Ÿ™‚ love again juga^^

  16. Biasanya kn si cwek yg teraniaya……
    Nah ini mlh Moyangnya Setan yg d,bwt termehek2……
    Biasannya gw plng g, dpt feel klw Kyu d,pairing ama slh 1 mmber GB
    Tp dgn Yuri gw fine2 ajj….Yuri cntk sih item muaniz ky’ manisan kelek*plak*
    wkwkwkwkwkwkwwkwkwkk…………
    Monggo d,lnjt sista epepnya……..

  17. Ff.a daebak…daebak…daebk…
    Saya selalu menunggu kelanjutan ff kyuri couple u eonni…
    Next part.a jangan lama2 dong… Penasaran tingkat akut…

  18. Gyaaaa!! eonni! kenapa eonni membuat aku tersiksa selama berbulan bulan(?) gak update ff o,O
    haus KyuRi tapi eonninya malah bikin gemes. haha #plak.
    gak papalah. soalnya sudah terobati dengan ff keren ini (walau masih agak bingung juga -,- ehehe) eng~ itu kenapa yuri nya jadi manis ama Kyu ya? sempat ngira flashback xD #plak. oh iya eon, itu juga ada sedikit typo :3. tapi gak terlalu ketara sih ^^

  19. eonnie!!!!!!!!!!!!
    aku demen baca ini fufufu ceritanya romantis gitu yah wkwk sampe merinding aku dan ga jadi ngerjain pr gr2 liat eon ngepost ff baru wkwkwk๐Ÿ™‚
    LANJOOOOOOOOOOOOOOOTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!~~~~~~~~~~~

  20. Wah kngen bgt am ff2 nya onnie . . Sbnarnya aku brhrap IWSILY dan TFFB cpat d publish . . Tp trnyata yg ini jg Keren bgt. . Jd heran knapa yah ff nya onnie bguz2 smua n slalu d tnggu2 . . Pk0knya suka bgt am ff ini . . 0yaa IWSILY am TFFB nya d tnggu yh . . Fighting! :-):-);-)

  21. kereeeeeeennnnn .
    akhrny dtg jg !
    lm amt , kmn ajh ni ? hehehe

    yahhhh kyu ny kalem euyyy , tumben2ny nurut am yuri
    nto siwon jgn mksa nd galak dung klu mau yul kmbli , ckck
    ihh yul mood ny bs brbh cpt gtu ya , mrh2 mlh pngn mnta cium bsgny , kyu ksenengn tuh
    hahaha

    lanjut jgn lma2, pnsaran taooo am flashbackny (ala ohang)

  22. wueheheh akhirnya post juga nih FF
    saeng eonn tu sangat sangat sangat merindukan semua tulisanmu…
    Semuanya jadi pliss lanjutkan segera huhuh

    ni ceritanya seperti biasalah keyen ckck
    tapi iya penasaran dengan kejadian yang menyebabkan yuri hamil dah harus menikah dengan kyu..hmm apa sih yang dilakuin bang epil itu waahha dan dsini karakter kyu beda bgd dari biasanya…

    Malah yuri yang marah2 wahahah kebalik bgd..next next next pkoknya..oke..hehe

  23. keren ceritanya…
    kadian siwon dilupain sama yuri…
    tiba2 berubah aja gitu yuri nya….
    ada before storynya gak sih…pengen tau kenpa yuri bisa hamil dan benci sama kyuhyun gt….
    baru nemu blog ini gara2 ff run …

  24. kereennn , Kyuhyun nya hamilin Yuri?kok bisaaa???ada apa dengan masa lalu KyuRi?kok bsa Kyu mpe hamilin Yuri?ckckck itu Siwon nya kasian juga yaa?
    next part cepet d post nya yaa ^^

  25. aaaaa..
    Fanficnya Daebak!!
    Apalagi tema nya marriage life..

    Terus cast nya KyuRi juga..
    Tapi bingung juga, awal mulanya kyu bisa menghamili yuri itu gimana ceritanya? Apa kyu pas mabuk? Atau gimana? #penasaran

    Ditunggu part selanjutnya ya authornim..๐Ÿ˜€
    Jangan lama2 updatenya ya.. ^^
    Gak sabar soalnya..
    Kekeke

    Btw, aku reader baru.. #gakadayangnanya
    Salam kenal ya authornim n__n *bow 180 derajat*

  26. baru baca dan baru ngunjungin ff kamu nyahahaha, maafkan onniemu ini ya saeng #plok

    cuma bs blg WOW and COOL hahaha
    Kyu evil berubah jd angel Kyu, ASDFGHJKL
    seneng sih, cuma siwon? hahaha sadis ye disini ngahaha

    gpp dah yg penting endingnya kyuri ya, always and till the end KYURI hohoho xd

  27. Pertama sekali ff kmu emang romantik bangat nyampeh aku senyum2x sndri…

    Tpi bnyk ff kmu yg ngak ada kesinambungannya…Aku cadangi selepas ini kmu siapin dlu ff yg blum selesai dam setelah itu bikinin ff bru.Aku jga sma spri kmu ska nulis..Tpi bgi aku siapin ff satu persatu kerana i2 bisa dpt idea trs menyelesai ff kmu..Kerana klau title ff berbeda kan ada ff yg lama ngak ada sambungannya.

    i2 buat reader kmu menunggu lama…
    Lanjutin ff lama kemudian cipta ff baru itu buat lho gampang untk siapin.

  28. Kereeeeeennn bngtt thor crita ny,,
    Yuri na bkin gemesss n bkin senyum2 sndri bca ny,, hehehee,,
    Manja2 gmnaaaa gtuuu,, wkwkwkkkk,,
    Bwaan bayi jd alasan pdhal bilng aja klo udh jtuh cinta ama suami ny,,^^

    Jngn lama2 thor part 2 ny,, yahh,,yahh??? # maksa dehh!!
    Fighting thor, n bkin reader smua klepek2 bca lanjutanny,, kekekeeekkk

  29. Ini udah ke 5 kalinya gue baca ini tapi sampe skarang gak ada kelanjutannya โŒ’ฬˆ . Padahal ceritanya seru banget hiks…hiks….. (โ•ฅ๏นโ•ฅ) , tetep semangat ditunggu kelanjutannya (า‚’ฬ€โŒฃ’ฬ)9

  30. Wuaaa.. ยชQ bnr2 suka sm alur ceritanya.
    Tapi knp blm di ceritain knp bs menikah?? Flash back gitu, biar โ€ ยชฮฐ kisahnya.
    Part lanjutannya blm ada ลธยชaรฃยช?? Di tunngu ลธยชaรฃยช..

  31. Sukaa sukka sukka sangat suka sama ff yang satu ini๐Ÿ˜€
    Ceritanya ngalir baget dan pemerannya juga sangat suka, kalau karakternya aku juga suka banget author, next part aku cari di library ne eonn kkkk~
    Fighting eonn^^

  32. annyeong aku reader baru disini salam kenal, bolehkah aku membaca dan ubek ubek ff mu author,๐Ÿ™‚ ceritanya yuri disini jadi istri kyu tp dia tak mencintai malah cimta ama siwon, apakah mereka menikah karna perjodohan ? penasaran aku kakak๐Ÿ˜‰

  33. Benci jdi cinta. Cinta segitiga. I like it.
    Kyuhyun so sweet sekalee.. Kalo ngebayangin muka.a cute bgt pasti.
    Part 2.a kok gak ad ya?

  34. annyeong haseyo, aq reader baru di blog ini, salam kenal๐Ÿ™‚
    kenapa siwon harus muncul lagi saat rumah tangga kyuri sdg romantis”nya sich? greget. penasaran sma part 2 nya.,,, eonn, boleh minta pw part 2 nya? gomawo

  35. Kereen bgt thor liat yul eonni manja2an ma kyuppa lucu ky anak kecil hehehe…
    Lamjut ya thor!!

  36. uwahhh alurnya daebak, itu beneran kyuhyun punya sikap kaya gitu? daebak sikapnya kyuhyun bener-bener buat melting, penasaran kenapa mereka bisa menikah dan yuri benci banget sama kyuhyun? semangat!!!

  37. Tolong lanjut ff TOGETHER donk.. udh nunggu bertahun tahun nggak dipost juga.. tolong banget cepetan di post ya.. udah penasaran banget soal nya.. makasih..^^

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s