THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 7 [ I ] ]


THE 4th FLOWER BOYS!

 

Author : Kwon Yura

Main Cast : Kwon Yuri

Seo Jo Hyun

Tiffany Hwang

Cho KyuHyun

Choi Siwon

Lee EunHyuk

Lee DongHae

Support Cast : SNSD and SuJu

PG : +17 and BO (?)

Length : Series

Art Poster : ShinStarKey

Disclaimer : They all belong to God. I just write it. I love KyuRi Couple not SeoKyu or other ^^ Sorry. This is PURE my OWN and MINE. So please, DON’T BE A PLAGIATOR AND DON’T BE SIDERS ok?🙂

 

“Ketika sesuatu yang ‘manis’ berubah menjadi sesuatu yang ‘pahit’. Akankah kau sanggup melewatinya?” –Kwon Yura

                                                                                      

Aku memasuki sebuah hotel restaurant berkelas atas dan mulai menapakkan kaki pada ruangan khusus yang telah disiapkan dan ditentukan sebelumnya. Aku menghela napas panjang. Seorang pelayan laki-laki menyambut ke datanganku dengan senyum ramah sembari membungkuk hormat darinya.

Aku hanya membalasnya dengan senyum tipis karena saat ini moodku benar-benar sedang tidak baik. Mataku tertuju pada seorang laki-laki yang saat ini tengah membelakangiku dan menatap ke arah ke luar jendela. Tanpa sadar, perasaan aneh mendesir kembali di dadaku. Membuatku sedikit kehilangan kesadaran dengan perasaan aneh itu namun tak asing bagiku selama beberapa saat. Dia… seperti familiar untukku. Aish! Lupakan.

Aku melangkahkan kakiku dengan berat untuk menghampiri laki-laki itu. Sebersit pikiran takut terlintas dikepalaku, bagaimana jika ia sudah tua? Bagaimana jika ia sudah berumur 28 atau 30 tahunan? Jika sampai itu terjadi, aku benar-benar akan menolaknya dengan mentah-mentah! Seenaknya saja menjodohkanku dengan pria seperti itu!

Tsk! Aish!

“ Kau terlambat delapan menit tiga puluh tujuh detik!” ucapnya dengan kesal dan acuh tanpa merubah posisinya sama sekali saat aku masih berada dibalik punggungnya.

Cih! Perhitungan sekali dia! Lihat? Orang seperti ini dijodohkan denganku? Cih! Cari mati ya?

Laki-laki itu berdiri dalam satu kali gerakan, lalu membalikkan tubuhnya dalam gerakan cepat. “ Aku ingin pulang. Kau saja yang makan malam sendiri-…” ucapnya dengan angkuh lalu terpotong saat ia melihatku.

Mataku membulat kaget saat mendapati laki-laki itu benar-benar tidak asing lagi untukku.

“ K-kau?” tanyanya tak percaya.

Tubuhku melemas, napasku mulai terasa sesak, hatiku bergetar hebat, dan sistem sarafku seketika berhenti berfungsi.

Kenapa…

“ Huh? Kita akhiri saja pertemuan ini disini, Tuan.” Ucapku sinis lalu membalikkan tubuhku dengan kesal.

“Tunggu!” pintanya beriringan dengan sebuah tangan besar dan kokoh menahan tanganku untuk tidak pergi.

Ya Tuhan…

“Bukankah kau sendiri yang bilang padaku, Tuan? Kau ingin pulang, begitupun juga denganku. Jadi, untuk apa melanjutkan acara bodoh ini lagi, huh?” tanyaku sinis dan ketus padanya tanpa menoleh atau membalikkan badanku sedikitpun. Tuhan, ku mohon…

“Yuri…” panggilnya pelan yang ditangkap oleh indra pendengaranku dan berhasil meluruhkan semua benteng pertahanan yang sedaritadi ku buat.

“Lepaskan. Aku lelah.” Pintaku datar sembari menahan rindu dan sesak yang aku rasakan.

“Duduk.” Titahnya, sembari mempererat genggamannya pada tanganku.

“Huh? Untuk apa?” tanyaku sinis lagi.

“Aku bilang duduk!” titahnya dingin. Cih!

Aku membalikkan tubuhku dan memberanikan diri untuk menatapnya. “Jika aku tidak mau?” tantangku padanya dengan sinis.

Ia terdiam, memikirkan sesuatu. Aku menatapnya dengan tatapan merendahkan. Lihat? Sebuah alasan kecil untuk mempertahankanmu saja tidak ada, Kwon Yuri. Jadi, apa yang kau harapkan lagi? Cepat pergi dari tempat ini sebelum semuanya terlambat, batinku.

“Lepaskan.” Pintaku sembari menahan emosi yang tertahan di dada dengan tangan yang berusaha membebaskan diri. Tapi, sayangnya, cengkramannya begitu kuat dan yakin untuk tetap melingkari salah tanganku dengan manis. Aku menggigit bibir bawahku untuk menahan semua emosiku yang kembali memuncak, lalu menatapnya dengan kesal.

“Aku memang tidak begitu mengerti kenapa kau bersikap seperti ini padaku? Apa aku mempunyai suatu kesalahan hingga kau sampai seperti ini?” tanyanya sembari menatapku lekat-lekat. Jika saja saat ini aku sedang tidak sadar, mungkin aku akan pingsan dengan tersenyum bahagia. Tapi sayangnya, saat ini aku sedang sadar pada apa yang tengah ku hadapi.

“Dengar, bisakah kau tidak bersikap seperti ini padaku? Ini acara penting kita, kau tau?” ucapnya dengan menyelipkan nada suara peringatan dan sedikit mengancam ditengah suaranya yang tenang.

Aku mengernyitkan keningku dengan bingung namun sekaligus juga geli. Acara penting kita? Kita? Maksudmu, kau dan aku? Jinja? Huh?

“Ayo duduk.” Ajaknya lembut dan tenang sembari menarik pelan tanganku.

Aku menghela napas panjang. Lalu menuruti keinginan menyebalkannya itu.

Ya Tuhan… bisakah? Bisakah kau yakin aku untuk tidak berharap lebih padanya?

Kenapa? Kenapa begitu sulit untuk melepasnya?

***

“Kau yakin tidak ingin ku antar?” tanyanya, ketika kami telah berada depan jalan restoran mewah itu. Aku hanya menggeleng sekilas sembari menatap taksi yang berlalu lalang dengan harapan taksi itu kosong.

“Ini sudah malam, lebih baik aku antar kau.” Tawarnya untuk ke sekian kalinya, dan entah untuk ke berapa kalinya lagi aku menolaknya.

“Keras kepala.” Kesalnya dengan menatapku tajam. Aku menatapnya sekilas dengan dingin. Jika aku keras kepala, lalu kenapa, huh?

“Aku antar kau.” Putusnya sembari menggenggam tanganku dan menariknya dengan paksa. Aku tersontak kaget dengan sikapnya seperti itu, tetapi langsung tersadar dan menarik kembali tanganku dengan kasar lalu menatapnya dengan amarah yang tertahan.

“Aku bukan pelayanmu.” Ketusku padanya lalu berjalan melewatinya sambil lalu.

***

Aku menaruh daguku di atas buku mata pelajaran pertama saat ini. Mataku terasa berat untuk dibuka akibat kemarin. Aku tiba pukul 11 malam waktu KST, dan lebih parahnya lagi tidak ada satupun taksi yang kosong saat itu, membuatku memilih untuk menerima tawaran sunbae sialan itu yang nyatanya ia mengikuti dari belakang secara perlahan dengan mobilnya.

Aish… ini pasti ada yang salah.

“Ayo, perkenalkan dirimu.” Ucap Mr. Kim, guru pelajaran pertamaku. Aku masih bertahan diposisiku dengan bermalas-malasan menaruh kepalaku diatas meja.

“Hai, namaku Tiffany, Tiffany Hwang. Aku lahir di California, Amerika Serikat. Senang berkenalan dengan kalian.” Ucap seorang gadis di depan kelas yang terasing bagiku tetapi juga familiar.

“Nah, Tiffany, kau boleh duduk disalah bangku yang kosong. Mungkin disamping gadis pemalas itu?” ucap Mr. Kim yang entah siapa yang ia maksud? Aku tidak peduli, yang ku pedulikan saat ini kapan aku bisa tidur?

“Ne, kamshamnida saem.” Ucap gadis itu, lalu detik berikutnya terdengar suara langkah kaki.

“Baiklah, pelajaran kita mulai lagi. Kemarin sampai di metabolism tubuh. Jadi, apa yang dimaksud dengan metabolism? Park HyunJoo, ayo jawab! Jangan bermalas-malasan saja kerjaanmu! Ayo..” ucap Mr. Kim pada salah seorang murid dikelasku.

“Hai?” sapa seseorang disampingku. Aku menoleh dan sedikit terkejut melihat seorang gadis yang tak asing untukku.Tentu, gadis itu adalah seseorang yang pernah ku tolong dari ancaman laki-laki hidung belang.

“Hai.” Sapaku padanya sembari menyunggingkan sebuah senyum tipis padanya. Entahlah, aku terlalu malas untuk beramah-tamah dengan orang lain saat ini.

***

“Yuri! Tunggu!” panggil seseorang dibelakangku dengan suara langkah kaki terburu-buru. Aku menoleh ke belakang dan mendapati gadis itu tengah berlari ke arahku.

“Wae?” tanyaku datar begitu ia tengah sampai di depanku.

“Namaku, Tiffany, Tiffany Hwang. Bisakah kita berteman sekarang? Aku ingin menjadi temanmu.” Ucapnya dengan ceria dan penuh harapan sembari mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan denganku.

Aku menatapnya dengan sedikit malas. Teman? Huh? Dia bilang teman?

“Aku Kwon Yuri.” Ucapku singkat sembari membalas jabatan tangannya singkat lalu melepaskannya dan meninggalkannya pergi begitu saja.

Teman? Buat apa? Menusukku dari belakang lagikah? Huh, sayangnya aku tidak butuh seseorang yang berkedok dengan nama teman. Sudah cukup aku dikhianati dengan seseorang yang aku percayai. Tetapi, ternyata… huh?

“Aku rasa kau sebaiknya jangan berteman dengan orang seperti dia, Tiffany.” Ucap seseorang yang familiar ditelingaku. Aku menoleh ke belakang dan mendapatkan seseorang yang tidak pernah ingin ku temui lagi.

Tiffany menaikkan salah satu alisnya menatap gadis yang berada dibelakangku. “Memangnya kenapa?” tanyanya dengan bingung.

Aku mendengus dengan sinis pada gadis itu. Orang sepertiku? Orang sepertiku dia bilang? Memangnya aku orang seperti apa, huh?

“Tanyakan saja padanya, apa yang telah ia lakukan padaku waktu dulu.” Ucap gadis itu dengan sinis dan angkuh sembari menyilangkan ke dua tangannya di depan dadanya.

Tiffany mengerutkan keningnya sembari menatapku dengan bingung, menuntut penjelasan dariku atas ucapan gadis itu mengenai diriku.

Aku menggeleng pelan sembari tersenyum sinis. “Heh, munafik.” Ucapku sinis sembari membalikkan tubuhku menatap gadis itu dengan tajam selama beberapa saat lalu berjalan melewatinya begitu saja lalu menabrak bahunya dengan sedikit kasar.

Kau! Kau teman macam apa, Seo JoHyun, heh!

“Yuri, tunggu!” pintanya yang diiringi oleh suara langkah kaki mendekatiku. Aku tidak menghiraukannya dan terus berjalan cepat menaiki anak tangga menuju atap sekolah. “Mulai saat ini, kita berteman.” Ucapnya antusias, bersemangat, ceria, dan dengan ke dua mata yang berbinar-binar bahagia sembari menyentuh tangan kiriku lalu menggenggamnnya dengan erat.

Aku menatapnya dengan tidak suka dan sinis. Aku menghentikan langkahku lalu menatapnya. Teman? Kau pikir, apa itu arti teman, huh? apakah sebuah kata yang dengan mudahnya kau ucapkan begitu saja?

 

” Jangan ganggu aku, Tiffany Hwang! Pergi!”

 

Ia diam, menatapku tidak percaya dengan mata yang berkaca-kaca. Air matanya tertahan dipelupuk ke dua matanya.

 

“ Maaf, tapi aku tidak ingin berteman dengan siapapun.” Ucapku dingin dan sedikit menyesal, lalu pergi meninggalkannya begitu saja.

 

Teman? Cih! Munafik!

 

Aku membuka pintu menuju atap sekolah dengan emosi yang tertahan. Aku menggigit bibir bawahku kuat-kuat untuk menahan emosi dan air mata yang ingin mengalir. Aku melangkahkan kaki-ku lebih dalam lagi dan berhenti di pinggiran atap sekolah.

 

“Menyebalkan…” ucapku sembari menggigit bibir bawahku kuat-kuat. “… sungguh… kenapa kau begitu…” ucapku terpotong karena tidak sanggup lagi melanjutkan kata-kata itu. “… kenapa, huh?” ucapku lagi dengan air mata dan bibir yang bergetar.

 

“AAAAAAAAAAAA!!!!!!!” teriakku sehisteris mungkin untuk melepaskan beban yang aku rasakan.

 

Sakit. Disini, dihatiku. Sakit.

 

Seo JoHyun-ah, kau… kau… teman macam apa, huh?

 

Detik berikutnya, air mataku saling berebut untuk turun lebih dulu ke permurkaan. Ya Tuhan, kenapa begitu sakit?

 

Kenapa?

 

***

Aku menatap kosong pada karpet merah yang menjadi alas ruangan ini. Aku hanya duduk diam tanpa ada niatan sama sekali untuk membuka suara.

“Apa kau habis menangis?” tanya seseorang sembari menatap wajahku dengan lekat di sofa sampingku. Aku hanya diam tanpa menjawab, dan menatap kosong karpet itu. Laki-laki itu mengehela napas dalam yang dapat ku dengar.

“Bagaimana jika kita jalan-jalan? Aku rasa kau butuh udara segar.” Tawarnya dengan senang hati dan antusias. Aku menatapnya datar.

“Tidak perlu.” Tolakku dingin. “Aku rasa kau sudah selesai bicara, kalau begitu aku pergi.”

Ia menatapku dengan tatapan kecewa, tetapi ia hanya mengangguk pasrah.

Aku bangkit dari dudukku, begitupun dengannya. Aku sedikit bingung melihat tingkahnya itu, tetapi aku terlalu malas untuk mempermasalahkan hal itu. Aku berjalan melewatinya begitu saja saat melewatinya tetapi tertahan saat sebuah tangan mengenggam tanganku dengan lembut. sengatan-sengatan listrik kecil yang hangat, menggelitik, dan membawa sensasi-sensasi asing mengganggu hatiku.

“Yuri.” Panggilnya lembut.

Aku menatapnya dengan tatapan datar. Berharap dengan melakukan ini, seluruh perasaan itu akan pudar. “Wae?” tanyaku padanya, yang dibalas dengan sebuah tarikkan yang kuat dan pasti untukku jatuh ke dalam pelukannya.

Aku tersentak kaget atas sikapnya yang seperti ini, tetapi entah mengapa aku menikmatinya. Seluruh jiwa ragaku menikmatinya, menikmati setiap detik yang berjalan dalam pelukan laki-laki ini.

“Kau adalah istriku.” Ucapnya lembut ditelingaku sembari mempererat pelukannya. “Jangan pergi. Jangan tinggalkan aku, ku mohon padamu.” Pintanya dengan perasaan yang tulus dan yakin pada apa yang ia ucapkan saat ini. Hingga membuat jiwa ragaku tersengat listrik yang amat dahsyat alirannya.

Ya Tuhan, a-aku… aku takut…

***

59 thoughts on “THE FOURTH FLOWER BOYS! [ Part 7 [ I ] ]

  1. Akhirnya update juga wkwk,Huaaaa kok pendek part yg ini,tapi aku suka sih ceritanya menarik padahal biasanya ff itu gampang ke tebak tapi yg ini berliku-liku wkwkwk,hehe di tunggu next part,dan ff yg lainnya apalagi yg the marmaid princess sama yang i wanna say i love you …😉

  2. Akhirnya lanjutannya dipublish juga…saengi klo bisa utk isi cerita mengenai dialognya digunakan POV supaya jelas sapa yg mengucapkan kata2. O y, yuri dijodohkan sama kyuhyun kan, trus knp dibagian akhir kyuhyun mengatakan istri ya, emgnya mrka sdh menikah? Lanjut ya asap

  3. eaaaaaaaaaaaaaaa ini sepertinya alurnya di loncat yasaeng itu yuri akhirnya menikah dengan namja yang dijodohkan orang tuanya?? hmm apakah namja itui kyu????kyaaaa penasarannnnn saenggg…ga inget lagi kapan terkahir kali baca part sebelumnya akkakak untunglah daya ingat oen masih encer sehingga ga bingung bacanya kyahahahhaahaha

    lanjutttttt
    🙂

  4. ff nya keren eon..
    wah yg di jodohin sama yuri itu siapa ? kyuhyun kah ? wah.. penasaran nih..

    eon… di tunggu lanjutan nya yah ^^ jgn lama lama.. hehe

  5. authornim jadi penasaran sm siapa pria itu
    author tlg dipanjangin ya klo nge post lanjutan ffnya ^^

    smagat untuk menulis author ^^
    dah lumayan lama nunggu athor unt nge post lanjutan ff ^^

  6. Hyaaa!! eonni! saking lamanya ff ini gak di lanjut, aku sampe lupa cerita sebelumnya >,< #plak
    hehe. tapi kok perasaan yang ini agak pendek ya? .___.
    eonni! aku kangen! ceritanya makin bagus, tapi cepet lanjut ya. hehe

  7. aah akhirnya ngpost ff juga.. hehe..
    cwo yg sama yuri siapa sih..?
    huh seohyun jahat amat sma yuri..

    chingu ngpost ff nya jngan lama2 ya.. hehe..

  8. Yey ,, akhirnya ff yg ku tunggu2 datang jga ..
    Tpi kpendekan eonn critanya .. Bkin pnasaran ,,

    Hmmm ,, calon suaminya yuri eonn siapa ya .. Moga2 ajj kyuppa ..
    Di tunggu klnjutannya .. Keep writing !

  9. Unnie
    ☺ /
    ┌♡. BɑGôôsss..;)!
    _/ \_
    lanjut Ƴɑ̤̥̈̊ unnie fighting
    putri akan selalu menunggu ff unnie

  10. sekian lama nunggu akhirnya publish juga sekuel ffnya chingu,,, bagus chingu meski awalnya agak bingung dg aluranya,, ditunggu kelanjutannya ya…

  11. kyaaaaa …
    baguuusss unnnieee ..
    tapi kokk kurang pnjangg yaa ?
    *ditabokyuraunnie*

    kkkkk~
    kutunggu klanjutannya uunnnnnnnnnieee😀 :DDD

  12. Kyuhyun munafik..
    Utk apa dy dulu ngedekatin Seohyun,,
    klw pd akhirxa dy tetap ngejar2 Yuri !!
    Cuman ngeberiin harapan palsu aja…
    Mendingan Yuri ama Siwon…

  13. huaaa akhirnya Unnie post ff ini juga, Linda udah nunggu-nunggu lho hehehe ^^
    aseek KyuHyun dijodohin sama Yuri, Siwon gimana? Siwon gimana? hehehe.. segera post ya Unn next parnta sama ff yang lainnya juga. semua reader setia Unnie pasti pada nungguin, apalagi Linda hehehe ^^ *narsisamatnihbudak-3-

    fighting ya Unnie !!

  14. Dari awal part 1 smpe part ini aq msh d’bwad bingung…
    Mksdx couple sbnrx thu cpa…?
    Kyuhyun-Yuri or Siwon-Yuri…?
    Truz yg d’jdohkn ma Yuri thu Kyuhyun or siwon…
    Smph dri awal sdpe part ini blum ada titik terangx…

  15. aaaaaaaaaaa suka tp kok kayaknya ini di skip gt ya? ;__________; aturan jgn diskip biar tambah mantab lol lol😀 sering update dong…..kangen ff2 eon. kalo ff yg lain feelnya ga dapet, ga kaya baca ff yg ini. kebanyakan ff sekarang gaje semua terus ngegantung. eon yura DAEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK!!!! xD

  16. Aduh eonn. Bru tau ff nie d update…
    Tak kira eonni udah gx mau nglanjutin..
    Kau membuatku menderita karena nunggu ff nie eonni..
    Lanjutannya jngan lama2 y eon^^

  17. Huah !! lanjutin sih thor ??
    aku pengen tau bgt lanjutannya ?? Fellingku yg dijodohin ama yuri eon itu kyuppa !!^^ Suka banget ma karakter mereka dicerita ini *nunjuk KyuRi*

  18. E0nni ff u selalu daebak…| kpn u akn melnjtkn.a e0nn, aq pnasaran…:( hampir tiap check blog u cuma bwt memastkan ada yg trbru atw tdk…#mian baru comment

  19. Lanjutin dong…Aku rsa cowok yg pengen di jodohin Yuri itu Kyuhyun…Tiffany sma siwon…dong…Lanjutin..

    ❤❤❤❤ Kyuri

  20. anyyeong…new readers nih…
    Sebenernya dari dulu aku udah baca semuanya, dan maaf mungkin ini baru komen ke 4 atau ke 5 aku kali ya…
    Pokoknya seneng bangett dah sama ff ini
    Akhirnya dilanjutin juga
    Huwa….siapa tuh yang dijodohin sama yuri
    Jadi penasaran…
    Lanjut eon…fighting

  21. hiks hiks hiks , lma amt saeng ff ny kluar , ampe pd lupa ni jln crtany😦
    wah sp tu yg djdohin ?? kyu aggny , hahahah
    aduh tiff pngn bgt jd tmnnya , hahahaha
    ih seo ni dsr pnggngu !

    lanjut ya🙂

  22. ceritanya bgs..
    Tp aku agak bingung ama alur waktunya..
    Dr ptemuan pjodohan yg kurang menyenangkan, tp skarang udh nikah aj..
    Penjelasan tntang siapa yg nyium yuri d part sbelumnya jg blum terungkap…
    Tp aku suka kok ama ide critanya.

  23. ahh…ketemu. huh susah bgt nyarinya. koment-nya…??? bingung mo ksh koment apa. yang jelas aq suka bgt segala cerita tentang kwon yuri.

  24. Kenapa harus TBC di saat seperti ini ckckck wkwkwkwkwk
    Seru bgt min hehehe
    Tadi Ɣɑ̤̈ŋg ngo kw adlah istriku itu kyu at wonpa bingung sih hehehe
    Yul kan Ɣɑ̤̈ŋg slh seo kok gtu sih sm fany heheheheheh
    To eonnie author Ɣɑ̤̈ŋg baik, Ɣɑ̤̈ŋg cantik Ɣɑ̤̈ŋg pintar *gombal * lanjut cepet” donk min ak doain deh ketemu ama biasnya wkwkwk , kl temu snsd numpang ya min ikut” gitu wkwkwk #ngawur#

  25. Kyu.a suka sm syp sbener.a? Knapa dia jga prnah dketin seo? Jdi retak dech pershabatan mreka.. Yuri jgn lemah dunk sm kyu..

  26. Satu kata. Bingung.
    Aq gak larang sii buat maen tebak”an gt, tp apa gak sebaikny jg dikasi tau siapa yg ngm gt? Sungguh aq bingung bgt bacanya. Smoga part selanjutny lbh baik yaa. Soalny aq baca ff yg laen tu keren bahasanya.

  27. eonnie, aku udah baca dari tahun lalu😦 tapi part 8 nya masih belum ada tah? atau gimana ?😦 penasaran bngt T_T

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s