Way Back Into Love [ Part 1 ]


thewaybackintolove

Way Back Into Love

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Lee DongHae

Lou Yixiao

SeoHyun

Lee HyukJae

 

Support : SNSD and Super Junior members

 

PG : +17 and BO

 

Length : Series

 

Art :  Adinarima ^^

 

POV : Just me, Author’s side.

 

Disclaimer : The all of story is my MINE, PURE, and OWN. Do not try to copy or plagiat, please! Because I don’t permit you!

And Happy Reading!😀

“Cinta. Apa yang kau ketahui tentang cinta? Hanya perasaan egoiskah yang hanya kau miliki untuk mencintai seseorang dengan keangkuhanmu?” -Kwon Yura.

 

Please, Listen It:

Yozoh – Again and Again (Ost. Love Rain)

Davichi – Because It’s You

Cho KyuHyun – Love Again


Suara iringan music terdengar begitu jelas ditelinga ke duanya, KyuHyun dan Yuri. Mereka saling menatap dengan tatapan geram, kesal, marah, dan bahkan membenci. Ke dua tangan mereka sama-sama saling terkepal menahan emosi yang ada. Sedangkan para member lainnya menatap mereka dengan takut juga khawatir dengan apa yang akan terjadi.

“ Ya! Sudahlah! Kalian jangan bertengkar terus! Kalian inikan sudah menjalin hubungan lebih dari tiga tahun, kenapa kalian masih tetap saja bertengkar? Sudah, hentikan.” Ucap seorang laki-laki yang notebanenya sebagai leader itu. Tetapi, sayangnya ucapannya itu tak diindahkan oleh ke dua pasangan itu.

“ Ya! Kalau kau seperti ini terus, mati saja kau!” maki Yuri pada laki-laki dihadapannya dengan suara yang terdengar cukup keras.

“ Kau saja sana! Kau pikir hanya aku yang melakukannya? Kau juga! Kau tidak sadar ya? Huh?” balas laki-laki itu dengan nada dan emosi yang sama.

“ Ya! Cho KyuHyun! Dari dulu kau tidak pernah berubah! Kau selalu egois dan keras kepala! Kau tidak pernah memikirkan aku sama sekali! Kau selalu memperlakukanku dengan seenaknya! Jerk!” maki gadis itu –Yuri- sambil mengacungkan jari telunjuknya didepan wajah KyuHyun. KyuHyun menepisnya dengan kasar dan keras hingga berhasil membuat Yuri meringis merasakan sakit.

“ Dengar baik-baik, Kwon Yuri! Kau yang keras kepala dan egois! Kau yang tidak pernah mengerti aku! Kau yang selalu seenaknya memperlakukan aku! Bukan aku yang seenaknya memperlakukanmu!” balas KyuHyun dengan suara yang keras.

Yuri mengepalkan tangannya kuat-kuat sambil menatap marah pada laki-laki itu. “ Lakukan saja sesuka-mu, Cho KyuHyun! Jangan pernah kau berdiri dihadapanku, brengsek! Kita putus!” ucapnya dengan napas yang tersengal-sengal saat menyelesaikan kalimatnya itu.

Mata laki-laki di hadapnnya kini membulat kaget dan diikuti oleh suara kaget member lainnya. “ Hah? A-apa? Apa aku salah dengar tadi?” tanya Sunny yang sedaritadi memperhatikan pertikaian pasangan itu pada Leeteuk yang hanya diam pasrah melihat mereka berdua.

“ A-apa kau bercanda, Kwon Yuri?” tanya laki-laki itu dengan tidak percaya.

“ Aku serius, Cho KyuHyun!” jawab Yuri dengan hampir berteriak.

“ Ya! Kenapa kau selalu saja berpikir pendek? Kau pikir ini adalah jalan yang terbaik untuk hubungan ini? Huh?” tanya laki-laki itu dengan nada suara yang sangat mengejek dan menjengkelkan.

“ Sudahlah! Aku sudh tidak tahan lagi denganmu! Aku ingin kita berpisah saja!” jawab gadis itu dengan nada yang sama.

“ Baik! Kalau itu mau-mu! Kau pikir, hanya ada kau saja wanita di dunia ini, huh? Masih banyak yang ingin menjadi kekasihku, bahkan ia lebih baik darimu!” balas laki-laki itu dengan suara bangga dan menjengkelkan.

“ Kalau begitu, pacari saja mereka! Dasar brengsek!” maki gadis itu lagi dengan emosi yang masih bergemuruh di dadanya.

“Baik! Jika itu maumu aku akan berpacaran dengan para gadis yang jauh lebih baik darimu! Kau tahu? kau ini tidak ada apa-apanya, heh.” Ucap KyuHyun merendahkan Yuri sembari menahan emosi. Hatinya terlalu panas saat ini. Tetapi dirinya terlalu bodoh untuk mengiyakan perkataan Yuri.

PLAAKK!!

Satu tamparan berhasil menyentuh pipi kiri laki-laki itu dengan baik sebelum gadis itu pergi dengan air mata yang sudah tidak mungkin lagi dibendung olehnya.

KyuHyun hanya meringis sesaat lalu menatap kepergian gadis itu dengan tatapan kesal.

Lihat? Siapa yang akan nantinya hidup bergantungan? Cih! Sial! Batin KyuHyun dalam hati.

***

“ Yuri!” panggil seorang gadis dibelakang punggung gadis itu saat ia pergi berlari dari ruang latihan menari milik perusahaan terbesar dan berpengaruh di Korea Selatan, SMEnt.

Yuri membalikkan tubuhnya dan mendapatkan Tiffany sedang berusaha berlari mengejarnya. Ia lalu berlari ke arah Tiffany dan menghambur kepelukannya.

Sakit, hanya itu yang saat ini ia rasakan. Keputusan yang salah dan bodoh, telah ia ambil begitu saja tanpa berpikir panjang.mungkin benar yang dikatan KyuHyun tadi, ia selalu berpikir pendek dalam beberapa situasi. Tiffany membiarkan sahabatnya itu menangis di dalam pelukannya. Ia tahu, sahabatnya itu butuh tempat untuk menumpahkan segala sesuatu yang ia rasakan. Terlebih ia sangat mengenali dengan baik, siapa Yuri sebenarnya dibandingkan dengan para member lainnya. Hanya dia yang tau.

“ Tidak apa-apa, ada aku disini. Aku akan menemanimu.” Tuturnya lembut dan penuh perasaan sembari menepuk-nepuk pelan punggung Yuri.

***

“ Kau gila, Cho KyuHyun!” maki seorang laki-laki yang sangat familiar ditelinganya. Lee HyukJae, atau biasa dipanggil EunHyuk itu kini berjalan pelan mendekatinya. KyuHyun menatap tajam ke arah sahabatnya itu.

“ Kau tidak perlu ikut campur.” Peringatnya dingin. EunHyuk membalas tatapan tajam KyuHyun dengan senyum sinis diwajahnya.

“ Huh? Dia pasanganku dalam menari nanti! Tentu saja segala sesuatunya akan menjadi masalahku juga, jika ada yang mengganggu pasanganku.” Jawab EunHyuk dengan dingin dan datar.

“ Urusi saja urusanmu, Lee HyukJae.” Balasnya datar dan dingin. Lalu, pergi begitu saja dari ruang latihan itu dan pergi keluar entah kemana.

“ Cih! Dasar keras kepala!” maki EunHyuk kesal.

Sedangkan para member lainnya kembali melanjutkan latihan menari mereka untuk acara music tahun baru yang beberapa hari lagi akan berlangsung dengan terhanyut oleh pikiran mereka masing-masing, tanpa ada yang benar-benar berkonsentrasi penuh.

Di sudut ruangan, seorang gadis hanya menatap nanar pada pintu ruang latihan. Ia hanya menghela napas dalam dengan kepala yang tertunduk.

“ SeoHyun-ah,ayo kita latihan!” ajak EunHyuk dengan tidak begitu bersemangat. Tetapi, karena melihat gadis itu dengan raut wajah sedih, ia tidak tega melihatnya dan memilih gadis itu untuk berlatih bersamanya. Daripada hanya berdiam diri saja.

“ Baiklah, oppa.” Sahutnya dengan tidak bertenaga.

***

Cih! Kemana perginya perempuan menyebalkan itu? Aku yakin, ia tak akan mungkin pergi jauh secepat ini.

KyuHyun berlari-lari kecil menelusuri setiap lorongan yang ada di dalam gedung ini sembari mencari-cari seseorang yang ingin ia ketahui keadaannya.

Ah! Perempuan itu! Kenapa bodoh sekali? Apa ia tidak memiliki pikiran sama sekali untuk berpikir lebih panjang sekali saja? Tsk! Menyusahkanku saja!

“Kemana dia?” ucapnya pelan sembari melihat-lihat disekelilingnya. Tetapi, sepertinya orang yang ia cari tidak ada.

“ Aish! Menyusahkanku saja!” makinya kesal dan berjalan ke arah pintu keluar perusahaan SMEnt.

Ia berjalan menuju parkiran mobil Super Junior diparkirkan dengan langkah kaki yang lebar dan panjang.

Dasar keras kepala!

“Akan ku pikirkan lagi nanti.” ucap seseorang yang sangat familiar ditelinganya. Ia menoleh dan membalikkan tubuhnya. Matanya mencari-cari sosok yang sangat ingin ia temui.

Dua orang wanita sedang duduk disebuah kafe yang letaknya tak jauh dari KyuHyun berada. Matanya membulat kaget pada wanita yang kini sedang tertawa dengan seorang laki-laki yang entah itu siapa. Ia tidak peduli dengan teman gadis itu ingin tertawa atau tidak, yang ia tidak percayai adalah seseorang yang telah membuatnya hancur kini tertawa dengan pria lain. KyuHyun melangkahkan kakinya ke kafe itu dengan amarah yang masih tersimpan.

“ Oh… rupanya kau disini.” Ucap KyuHyun angkuh sembari menatap Yuri tajam. Hening sesaat, semua mata kini saling menatap KyuHyun dengan bingung.

“Ah, KyuHyun!” panggil laki-laki itu sembari berdiri ketika ia menyadari siapa dirinya. Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan, yang dibalas dengan senyum terpaksa dari KyuHyun sembari membalas jabatan tangan itu.

“Bagaimana kabarmu? Ayo, silahkan duduk.” Tawar ramah laki-laki itu sembari mempersilahkan duduk disamping Yuri.

“Tentu.” Sahutnya dengan percaya diri. Yuri menghindari bertatapan dengan KyuHyun.

“JaeHoon-ah, sampai bertemu lagi nanti. Aku masih memiliki urusan. Sampai jumpa.” Pamit Yuri dengan sopan dan manis lalu bangkit berdiri.

“Waeyo? Baru saja kita akan membicarakan soal akting.” Tanya JaeHoon tak mengerti.

“Mianhae, aku memiliki urusan lain.” Jawab Yuri sembari memberikan senyum manis. “Ayo, Tiff kita pergi.”

“Baiklah, aku mengerti.” Ucap JaeHoon.

“Ah, nanti aku akan menghubungimu lagi.” ucap Yuri saat ingin berbalik badan.

KyuHyun hanya tersenyum sinis mendengar perkataan yang keluar dari mulut gadis itu.

“Baiklah, aku tunggu.” Sahut JaeHoon lalu Yuri dan Tiffany-pun pergi meninggalkan tempat itu.

“Kau tidak memesan minum atau mungkin makanan?” tawar JaeHoon ramah.

KyuHyun menatap tajam ke arah JaeHoon. “Tidak perlu, aku ingin pergi.” Jawabnya dengan dingin lalu pergi begitu saja dengan tatapan bingung dari JaeHoon.

***

Alunan music Beast – Fact terdengar terus-menerus tanpa henti. Yuri menatap langit malam tanpa bintang. Gersang dan tandus. Hanya ada bulan yang menemani langit malam hari ini. Ia masih bisa mengingat-ingat kata-kata KyuHyun diruang latihan tadi.

Air matanya turun begitu saja disalah satu ke dua mata indahnya. Tidak, tidak, tidak, ia bahkan tidak ingin mengingat kata-kata yang menyakitkan itu. Tetapi, memori itu terus berputar dalam benaknya dengan baik. Dalam hatinya, Yuri ingin menghapus kenangan itu dan berharap hari ini adalah mimpi belaka saja. Tetapi, sayangnya ini adalah sebuah kenyataan pahit yang harus ia hadapi. Bodoh, kenapa begitu dengan mudahnya aku mengatakannya?

Ya, Cho KyuHyun, mengapa kau semudah itu mengiyakannya? Ah, ya, pasti kau sudah tidak mencintaiku lagi. Benarkan? Tapi, Cho, tidakkah kenangan yang selama ini kita lewati terasa begitu berharga? Ah, aku lupa lagi, tentu saja tidak. Bagimu aku ini bukanlah apa-apa. Bagimu aku ini hanya angin lalu. Benarkan?

Maka dari itulah, aku tidak ingin berharap lebih lagi padamu. Aku memaksakan sebuah senyuman tersungging diwajahku sembari menghapus air mataku.

***

“KyuHyun.”panggil seseorang, KyuHyun menoleh dan mendapati para hyung-hyungnya sedang menatap dirinya dengan tatapan khawatir dan takut.

“Wae?” Tanya KyuHyun bingung.

“Apa kau dan.. hm.. Yuri, benar-benar sudah putus?” tanya Leeteuk ragu, membuat KyuHyun berhenti mengunyah makanan.

Ia terdiam selama beberapa saat lalu memaksakan sebuah senyuman. “Te-tentu. Ia yang telah memutuskanku.” Jawabnya dengan secuek mungkin lalu melanjutkan kegiatan mengunyah.

Pikirannya kembali melayang jauh ke beberapa jam yang lalu. KyuHyun tersenyum sinis mengingat kata-kata Yuri dengan lelaki yang bernama JaeHoon itu, bahwa ia akan kembali  menghubungi pria itu malam ini.

Cih, apa ia ingin segera menyingkirkan diriku dari hatinya?

Suara ponsel EunHyuk berbunyi, membuat semua member menoleh ke arahnya. EunHyuk terdiam beberapa sesaat, melihat ke arah KyuHyun dengan sinis, lalu ia segera pergi menjauh untuk mengangkat telepon itu.

“Yeoboseyo?” sapanya dengan ramah sembari berjalan menjauh.

KyuHyun menatapnya dengan bingung. Aneh, tidak biasanya monyet itu menjawab telepon sembunyi-sembunyi seperti ini?

Tiga menit kemudian, EunHyuk kembali terlihat dengan raut wajah cerah, membuat para member menatapnya dengan heran. “Aku pergi dulu.” Pamitnya pada mereka semua, lalu pergi menuju kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang ia perlukan.

“Kau mau kemana?” tanya Leeteuk.

“Bertemu dengan seseorang, aku ada perlu dengannya. Mungkin sampai larut nanti aku baru kembali.” Jawabnya.

“Kau tidak menghabiskan makananmu?” tanya RyeoWook sembari melirik makanan EunHyuk yang masih utuh.

“Nanti aku akan makan dengannya. Sudah ya, aku pergi dulu.” Pamitnya lagi yang hanya dibalas dengan anggukan dari para member.

KyuHyun menatap punggung EunHyuk dengan tatapan menyelidik. “Aku kenyang.” Ucapnya dengan malas lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

“Eh… KyuHyun-ah, makananmu masih utuh? Ya! Habiskan makananmu dulu!” omel LeeTeuk pada KyuHyun yang tidak dihiraukan olehnya sama sekali.

“Sudahlah, mungkin saja ia masih shock karena putus dengan Yuri.” Ucap RyeoWook dengan pelan, tidak ingin KyuHyun mendengar ucapannya.

LeeTeuk menatapnya, lalu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.

“Tetapi, bukankah mereka lebih baik seperti itu dari awal?” ucap DongHae tanpa sadar dan cuek. Semua mata menatapnya dengan kaget, sedangkan yang ditatap tidak merasa bersalah sama sekali apa yang telah ia katakan. “Apa?” tanyanya polos.

“Apa maksudmu?” tanya LeeTeuk.

“Tidak ada, hanya merasa kasihan kepada Yuri.” Ucapnya sembari tersenyum miris. Ah, wanita bodoh itu kenapa tidak pernah mendengarkanku?

“Lanjutkan.” Tegas LeeTeuk dengan suara pelan, ia merasa tertarik dengan ucapan DongHae tadi tetapi ia memutus ucapannya begitu saja.

“Tidakkah kalian ini sadar selama ini Yuri lah yang terlalu baik kepada KyuHyun? Bahkan, ia yang selalu mengalah dari laki-laki egois itu. Tidakkah ia cukup bersabar selama tiga tahun ini? Jadi tidak ada salahnya jika kesabarannya itu sudah habis dan mengambil keputusan untuk berpisah. Aku rasa itu yang terbaik untuknya.” Lanjut DongHae sembari mengingat-ingat kenangan KyuHyun dan Yuri bersama-sama dengan senyum getir. Hatinya kembali terasa pilu namun, ia segera menepisnya. Tidak, ia tidak ingin merasakan sakit yang sama ke dua kalinya.

“Kau benar, mungkin ini yang terbaik untuk Yuri dan KyuHyun.” Ucap RyeoWook menyetujui.

Seulas senyum puas tersungging di wajah DongHae. Kita lihat, siapa yang akan menang Kwon Yuri? Aku akan memberimu satu kali kesempatan, lalu setelahnya tidak akan pernah lagi. Kali ini kalian harus mendengarkanku dengan baik.

Dibalik pintu kamar yang sedikit terbuka, KyuHyun dapat mendengar dan melihat itu semua dengan hati yang pilu saat ia ingin pergi keluar. Terlebih tatapan DongHae yang menunjukkan bahwa ia benar-benar puas akan hal putusnya ia dengan Yuri.

Apa ia menyukai Yuri?

***

“Sowoneul malhaebwa! I’m genie for you boy! Sowoneul malhaebwa! I’m genie for you wish! Sowoneul malhaebwa! Naegaeman malhaebwa! I’m genie for your world!”

Lantunan lagu Genie terdengar dari bibir Yuri yang saat ini tengah menari sambil bernyanyi lagu milik grupnya. Ia tengah menunggu seseorang di ruang latihan milik SMEnt. ini. Ia tengah menunggu seseorang itu semenjak 15 menit yang lalu, tetapi batang hidung orang itu belum juga terlihat.

“Aku berharap kau kembali ceria dan bersemangat lagi.” ucap seseorang yang terdengar familiar ditelinganya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati EunHyuk sedang menatapnya dengan tersenyum. EunHyuk lalu mendekati gadis itu dengan tangan yang terlipat di depan dada. “Kwon Yuri-ssi,” panggilnya saat ia telah berada disisi Yuri. “mohon bantuannya. Karena kau ini adalah pasangan menariku, jika kau mengalami kesulitan kau boleh memintaku untuk mengajarimu gerakan mana yang belum kau bisa dan mengerti.” Tawarnya sembari menatap Yuri dengan senyum ramah.

“Tentu saja, jika bukan masalah seperti itu, aku mana mungkin memintamu datang kemari?” ucap Yuri sembari tersenyum sendiri. “Karena hari ini aku bolos latihan, maukah kau mengajariku gerakan-gerakannya, Lee sunbae?” pinta Yuri dengan sesopan mungkin. EunHyuk tertawa pelan saat namanya dipanggil hanya marganya saja. Belum pernah ada yang memanggilnya seperti itu, dan ia berharap suatu saat nanti kekasihnyalah yang memanggilnya seperti itu. Tetapi, kenyataannya adalah hoobae happy virus-nya ini yang memanggilnya seperti itu.

“Baiklah, nona Kwon.” Balas EunHyuk mengikuti nada yang sama seperti Yuri lakukan kepadanya.

Yuri tertawa geli sesaat melihat tingkah EunHyuk, sedangkan EunHyuk ikut tertawa menertawakan dirinya sendiri. Obralan itu berlangsung lama, bahkan sampai menaripun mereka bercanda dan tertawa bersama. Satu jam telah berlalu begitu saja tanpa mereka sadari. Kali ini mereka sedikit focus karena Yuri melakukan beberapa kesalahan saat latihan tadi.

“Jadi, saat aku sedikit memelukmu, kau dorong sedikit badanmu ke arahku.” Ucapnya sembari mempratikkan gerakan yang ia maksud kepada Yuri, sedangkan Yuri memperhatikan setiap gerakan yang diajarkan EunHyuk kepadanya.

“Oh,” sahut Yuri yang mulai mengerti lalu segera mempratikkannya. Ia melingkarkan salah satu tangannya di balik punggung EunHyuk, yang membuat EunHyuk shock, lalu Yuri sedikit mendorong tubuhnya ke arah EunHyuk dengan polos.

EunHyuk terdiam selama beberapa saat sembari menatap Yuri. Belum pernah ia merasa sedekat ini dengan wanita. “Wae?” tanya Yuri tak mengerti. “Apa aku salah lagi?”

“A-ani!” jawab EunHyuk gugup. Jantungnya saat ini berdetak dengan tidak normal seperti biasanya. Aneh, ada apa denganku?

“Benarkah? Lalu kau kenapa diam saja?” tanya Yuri lagi.

“Tidak, tidak apa-apa. A-aku hanya ingin melihat gerakanmu saja.” ucapnya meyakinkan Yuri yang hanya dibalas dengan sebuah anggukan.

“Bagaimana, apa aku salah lagi?” tanya Yuri sekali lagi.

“Ti-tidak, gerakanmu sudah benar.” Jawabnya dengan gugup.

“Kalau begitu ayo kita lanjutkan lagi.” ajak Yuri semangat sembari tersenyum kepada EunHyuk.

DEG! Debaran jantung EunHyuk kembali tidak normal lagi. Ia terdiam, terpesona kepada seorang gadis yang saat ini tengah di depannya.

“EunHyuk-ah?” panggil Yuri kepadanya karena EunHyuk tidak menanggapi sama sekali ucapannya barusan.

“Eh, ya?” sahutnya gugup.

“Ayo kita lanjutkan.” Ulang Yuri sekali lagi. EunHyuk menganggukkan kepalanya. Ia lalu melingkari pinggul Yuri dengan tangannya. Yuri tersentak kaget karena sikap EunHyuk yang seperti itu. Ia buru-buru melepaskan diri dan mengambil selangkah mundur kebelakang untuk menjauhi EunHyuk.

“Wae?” tanya EunHyuk tidak mengerti perubahan sikap Yuri yang tiba-tiba.

“A-aniyo…” jawabnya sembari menunduk ke bawah. “A-apakah kau harus memelukku seperti itu?” tanya Yuri canggung.

EunHyuk terdiam, lalu mengangguk pelan. “Semuanya seperti itu, apa kau tidak ingin dipeluk? Tetapi jika tidak, akan terlihat aneh dimata fans. Anggap saja pelukan itu seperti angin lalu.”

Yuri mengernyitkan keningnya. Angin lalu? Bagaimana bisa aku melakukannya?

“Aish! Kemarilah.” Pinta EunHyuk sembari menggenggam tangan Yuri dan menariknya pelan ke tubuhnya. Ia lalu melingkarkan tangannya dipinggang Yuri, membuat jarak dianatara mereka semakin hilang.

“Hanya seperti ini, mengerti?” ucap EunHyuk setenang mungkin seakan tidak ada apa-apa.

Yuri terdiam selama dua detik, lalu ia menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Sudah waktunya untuk menghapus kenangan itu. Batinnya, hati kecilnya seakan berteriak keras untuk menolak perintah.

“Ehem!” suara berdeham keras terdengar ditelinga Yuri dan EunHyuk. Yuri tersontak kaget dan menjauhkan dirinya dari EunHyuk lagi. Dan ia mendapati seseorang yang tidak ingin ditemui, berdiri tidak jauh darinya.

“Apa kami mengganggu kemesraan kalian?” sinisnya. Hati KyuHyun benar-benar panas melihat Yuri membiarkan orang lain memeluk dirinya.

“Eonni…” panggil seorang gadis yang familiar. Yuri memaksakan ke dua matanya dan juga hatinya kepada gadis itu.

“Oh, SeoHyun-ah.” sapa Yuri balik sembari memaksakan sebuah senyuman tersungging diwajahnya. “Apa kau ingin berlatih? Kebetulan sekali kami telah selesai berlatih. Kau pakai saja ruangan ini.” Ucap Yuri, suaranya sedikit bergetar.

KyuHyun tersenyum sinis melihat Yuri yang sengaja mengabaikannya. Ia tidak percaya terhadap sikap Yuri itu.

“Ne, eonni sudah selesai berlatih?” tanya SeoHyun lembut sembari tersenyum.

“Tentu, aku dan EunHyuk akan beristirahat dulu. Ayo, Hyuk!” jawabnya lalu melihat EunHyuk dengan tatapan memohon untuk menuruti keinginannya.

EunHyuk hanya menatap dengan bingung lalu mengangguk pelan, mengikuti Yuri yang sudah berjalan lebih dulu darinya menuju sudut ruangan. Ia tahu dengan baik situasi macam apa saat ini. SeoHyun hanya menatap punggung Yuri dengan tatapan sedih. Entah ia harus merasa senang atau sedih saat ini? Disisi lain, KyuHyun adalah pasangannya untuk menari dan itu membuatnya sangat senang setelah ia mendambakannya selama satu tahun terakhir ini. Ia kembali dipasangkan dengan KyuHyun. Sisi lain, Yuri sudah ia anggap sebagai salah satu kakak kesayangannya.

KyuHyun hanya menghela napas dalam lalu mulai mengabaikan gadis itu. Hati dan pikirannya kacau sekarang. Ia berjalan menuju radio recorder untuk menyalakan musik yang akan dipakai nanti dan memutarnya dengan volume keras. SeoHyun dan EunHyuk terlonjak kaget karena mendengar suara lagu yang begitu keras, mungkin bisa saja memecahkan gendang telinga jika tidak segera ditutupi telinga mereka sendiri. KyuHyun tidak peduli, mungkin untuk saat ini ia benar-benar tidak ingin peduli. Mereka berdua merutuk sebal, sedangkan Yuri? Hanya diam sembari memfokuskan dirinya pada kotak bekal yang ia bawa. Ia memberi EunHyuk satu, karena ia membawa dua. Membawa dua? Itu adalah kebiasaan Yuri membawakan bekal satu lagi untuk seseorang yang ia cintai. Ia menatap nanar kotak bekal itu yang mungkin sudah tidak akan lagi disentuh oleh orang itu. Matanya mulai terasa panas dan ia buru-buru menyumpit makanannya untuk tidak terfokus pada hal-hal tidak berguna itu lagi.

“Oppa…” panggil SeoHyun lirih sembari mendekati KyuHyun lalu mengecilkan volume radio. Ia menatap KyuHyun dengan sedikit kesal. “Oppa, bagaimana bisa kau melakukan ini? Kau hampir membuat telinga kami sakit.” Omel SeoHyun yang hanya dibalas senyum tipis KyuHyun.

“Ayo, latihan.” Ajaknya lalu mengambil posisi. SeoHyun menurutinya dan berlari ke samping KyuHyun untuk mengambil posisi. EunHyuk melihat KyuHyun dan SeoHyun dengan tatapan datar lalu menatap Yuri yang masih menikmati bekalnya. Jujur, ia merasa iba pada gadis ini. Gadis yang saat ini berada dihadapannya terlihat lemah dan rapuh tetapi ia hanya sedang berpura-pura kuat.

“Makanlah dengan baik.” Ucap EunHyuk sembari mengelus-elus kepala Yuri dengan lembut tanpa sadar. Yuri terdiam, berhenti mengunyah, lalu menatap EunHyuk dengan terpaku selama beberapa detik.

“Kau boleh memintaku untuk menemuiku jika kau mau, aku akan datang menemuimu.” Tuturnya lembut yang membuat Yuri bingung. EunHyuk tersenyum lembut padanya sebagai balasan dari tatapan bingung yang Yuri tujukan kepadanya.

“Terima kasih atas tawaranmu.” Balas Yuri dengan senyum tulus. “Tapi kau tidak perlu repot-repot untuk itu.”

“Kau menolak tawaranku ini? Aku tidak akan menawarkan ke dua kalinya untukmu.” Ucap EunHyuk sembari mulai memakan bekal yang Yuri berikan.

“Kalau begitu aku tidak akan menyesal.” Balasnya yang diselingin suara tawa geli melihat tingkah berubah EunHyuk.

“Aish! Kau ini, hoobae macam apakau ini yang tidak menghargai sunbaemu sama sekali?” protesnya pura-pura kesal.

Yuri tertawa pelan. “Maaf, aku tidak bermaksud begitu, sunbaenim.” jelas Yuri sedikit bercanda.

“Lalu jika tidak itu apa?” tanya EunHyuk lagi pura-pura kesal.

“Hanya menolak.” Jawab Yuri tenang diselingi senyum.

“Aish! Kau ini.” Ucap EunHyuk yang dibalas dengan senyuman Yuri.

Sepasang mata, diam-diam memperhatikan gerak-gerik meraka dari tadi. Rasa kesal mulai menghampirinya.

“Aku sudah selesai latihan. Kalau kau belum selesai, latihan saja, aku ada urusan.” Ucap KyuHyun dingin lalu pergi begitu saja tanpa menoleh menatap SeoHyun sedikitpun.

SeoHyun diam, memandang punggung KyuHyun dengan sendu. Ia tahu dengan baik, KyuHyun daritadi tidak begitu serius dalam latihannya. Yah, walaupun ia bisa mengikuti dan menghafal dengan baik setiap gerakannya tetapi, hati dan pikirannya tidak benar-benar ada disetiap saat itu. Matanya hanya tertuju pada bayangan pantulan kaca, ia menatap lekat-lekat dan memperhatikan dengan baik bayangan itu. Dengan berat hati ia memutuskan untuk melanjutkan latihannya tanpa KyuHyun. Toh, percuma berharap lebih pada laki-laki itu. Padahal mereka baru 15 menit bersama.

EunHyuk hanya menatap wajah SeoHyun lewat cermin besar, merasa iba pada gadis itu juga. Ia lalu menghela napas dalam, mencoba menjernihkan pikirannya dan memahami keadaan KyuHyun. Eunhyuk melihat Yuri lagi, kali ini wajah Yuri sedikit tertunduk, bibirnya bergetar, dan alisnya berkerut. Ia tahu, Yuri sedang menahan dirinya untuk tidak menangis saat ini.

Dua orang perempuan sedang lemah, apa yang harus aku lakukan?

“EunHyuk-ah, aku pulang dulu. Maaf, kita tidak bisa melanjutkan latihan saat ini. Aku harus kembali ke rumah dan menjemput hewan peliharaanku.” Ucap Yuri buru-buru sembari merapikan kotak bekal makanannya, memasukkannya ke dalam tas, lalu pergi.

EunHyuk hanya bisa mengangguk pasrah, merelakan kepergian Yuri.

***

“Terima kasih kau telah menjaganya.” Ucap Yuri pada dokter hewan yang juga membuka jasa sebagai tempat penitipan hewan. Dokter itu mengangguk sembari tersenyum ikhlas. Yuri lalu menggendong hewan peliharaannya itu menuju tempat parkir lalu membawa pulang menuju apartement pribadinya.

Setelah sampai, ia menatap apartementnya yang terlihat sedikit tidak terawat. Sepertinya ia membutuhkan tenaga tambahan untuk mengurusi rumahnya ini. Ia mengelus-elus anjing peliharaannya itu dengan lembut. Ia baru membeli anjing kecil itu sehari hari yang lalu untuk menghilangkan kejenuhan. Kejenuhan menunggu kabar dari KyuHyun. Yuri duduk disofa, menyalakan telivisi sembari merebahkan tubuhnya. Ia mengangkat dan menatap hewan peliharaan itu.

“Aku baru ingat, aku belum memberimu nama sama sekali.” Ucap Yuri lalu berpikir nama apa yang pantas untuk hewan ini. “Mari kita ingat kembali sifatmu yang kemarin. Hm.. Kau ini lucu, pintar, menyebalkan, tidak patuh terhadapku, kau ini sesekali terlihat seperti setan…” Yuri menghentikan ucapannya, mengingat seseorang, ia menatap anjingnya itu lagi. “… tetapi terkadang terlihat seperti malaikat…” ucapnya pelan. “Kau… sifatmu mirip sekali dengan seseorang…” ucapnya dengan sendu. “Namamu adalah… Kyu-, ah tidak, tidak, namamu adalah HanChan, terdengar aneh..Ah, tidak, daripada namamu KyuHyun, lebih baik HanChan.” Putus Yuri dengan begitu  bersemangat. Anjing itu menggeleng kuat, membuat Yuri mengerutkan keningnya.

“A-apa? Kau tidak menyukai namamu itu?” tanya Yuri bingung padanya. Anjing kecil itu lalu menoleh dan menunjuk salah satu foto di meja kecil samping sofa dengan tangan mungilnya. Yuri mengikuti arah tangan anjing itu lalu terpaku selama beberapa saat. Foto dirinya dengan KyuHyun disalah satu taman kota Seoul, saat itu mereka terlihat bahagia dan tersenyum bersama. Yuri menghela napas dalam lalu menatap anjingnya itu lagi. “Maksudmu, kau ingin diberi nama aku dan KyuHyun, begitu?” tanya Yuri pelan dan tidak percaya. Anjing kecil itu lalu menggonggong senang, seperti menyetujui ucapan Yuri barusan.

“Baiklah, ini hanya nama Yul, hanya nama…” ucapnya meyakinkan dirinya sendiri. “Hm.. Chokwon?” ucapnya mulai berpikir. “Ah, tidak, tidak, terdengar aneh dan resmi. Bagaimana jika… Yukyu? Justru terdengar aneh. Hm… Chori? Terdengar seperti sorry? Grrr… Apa nama yang baik untukmu? Yaa, kenapa kau pemilih sekali dalam nama? Seharusnya kau pasrah saja diberi nama olehku.” Omel Yuri pada anjingnya itu tetapi dibalas dengan tatapan memelas oleh anjingnya, membuat hatinya luluh. “Oh, baiklah, baiklah, jangan menatapku seperti itu. Hm.. namamu adalah… Kyuri? Bagaimana? Apa kau menyukainya? Aku rasa itu nama yang cocok untukmu. Kyuri. KyuHyun-Yuri…” sekelebat perasaan sesak menghampirinya tetapi ia tepis dan kembali memfokuskan dirinya kepada hewan peliharaannya.

Anjing itu mengangguk seakan mengerti benar apa yang diucapkan majikannya. Yuri tersenyum puas melihat sikap manis anjingnya itu. “Kyuri.” Ucap Yuri sembari mengelus-elus puncak kepala anjing itu sembari menahan air mata yang ingin keluar. “Kyuri..”

Ia lalu menaruh anjing peliharaannya itu disampingnya dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil beberapa makanan kecil. Ia tidak ingin menangis lagi. Cukup sekali ia menangisi kejadian hari ini, dan ia berharap itu adalah terakhir kalinya ia menangis.

Ia membuka kulkas dan sedikit membungkukkan tubuhnya, ingin mengambil sesuatu yang bisa dimakan. Matanya tertuju pada beberapa jajaran kaleng soda yang familiar. Ia menghela napas panjang. Minuman ke sukaan KyuHyun. KyuHyun selalu meminumnya jika sedang berada dirumah Yuri. Ia memenjamkan ke dua matanya dan mencoba mengambilnya satu lalu membawanya pergi.

Ia duduk disamping Kyuri dengan lemas, pikirannya saat ini melayang entah kemana.  Ia mencoba memenjamkan ke dua matanya, membiarkan dunia fantasi membawanya pergi sesukanya.

Bodoh, kenapa aku masih saja merindukan laki-laki itu?

***

“DongHae!” panggil Yuri setengah berteriak ketika melihat laki-laki itu tengah berjalan sendiri digedung SMEnt. pagi-pagi. DongHae menoleh ke arah Yuri sembari menyunggingkan senyum.

“Pagi nona Kwon.” Sapa DongHae ramah saat Yuri berada di depannya.

“Hai, bisakah aku meminta bantuanmu?” tanya Yuri tanpa basa-basi.

“Tentu, tentang apa?”

“Bisakah kau membantuku mencari tenaga kerja lebih? Aku butuh seorang bibi untuk mengurusi apatementku? Aku tahu kau pintar menilai wanita, jadi aku memohon bantuanmu.”

“Pembantu maksudmu? Perempuan? Hm…” DongHae mencoba mengingat-ingat sesuatu. Apakah ia memiliki teman perempuan yang saat ini butuh pekerjaan? Sepertinya tidak. Apakah para hyung-hyung dan dongsaengnya memiliki teman perempuan yang butuh pekerjaan? Ia menjentikkan jarinya dengan senyum puas. Sebuah ide gila terlintas dibenaknya.

Yuri menatap DongHae dengan tatapan tak mengerti.

“Kau tenang saja, serahkan ini padaku. Kau bisa duduk manis diapartementmu untuk menunggunya.” Jelas DongHae yang membuat Yuri sedikit merasa lega.

“Benarkah? Apakah tidak merepotkanmu?”

“Tidak, tidak, kau tenang saja.” Ucapnya dengan senang.

“Baiklah, kalau begitu terima kasih. Aku permisi dulu.” Pamit Yuri yang dibalas dengan senyum, lalu pergi.

DongHae menatap punggung Yuri yang semakin menjauh, memastikan perempuan itu benar-benar hilang dari pandanganya, lalu setelah itu ia berbalik arah dari yang ditujunya tadi. Pertama, ia harus menyelesaikan satu masalah baru baginya. Senyum puas dan geli membayangkan apa yang akan terjadi, terlihat diwajah tampannya.

Mungkin, jika hal itu benar-benar terjadi ia akan tertawa puas melihatnya. Dan, orang itu harus membayar setimpal pada apa yang ia perbuat nantinya.

***

Yuri memasuki ruang latihan yang cukup sepi dan hening. Mereka terlihat tidak begitu bersemangat. Yuri menatap mereka dengan kening yang berkerut.

“Kalian semua kenapa?” tanyanya sembari berjalan mendekati para member SNSD dan Super Junior yang dibalas langsung dengan senyum kaku dan gelengan kepala oleh mereka semua. “Aneh, ada sesuatu yang terjadikah?” tanya Yuri lagi.

“A-aniyo, kami semua baik-baik saja, Yul.” Jawab Sunny sembari menyunggingkan sebuah senyum tipis.

“Benarkah? Lalu kenapa kalian semua terlihat tidak begitu semangat?” tanya Yuri lagi, masih tidak percaya pada apa yang terlihat sekarang.

“Ti-tidak, kami semua bersemangat..” sahut mereka hampir bersamaan lalu menggerak-gerakkan tubuh mereka untuk melakukan olahraga kecil-kecilan (?) dan Yuri hanya bisa menatap mereka dengan kening berkerut.

EunHyuk berjalan menghampiri Yuri dengan sebuah senyum cerah. “Ayo kita latihan.” Ajaknya. Yuri menoleh lalu mengangguk mengiyakan. Lewat sudut matanya ia mencari-cari seseorang, tetapi orang itu tidak ada. Ia menghela napas dalam sembari menutup ke dua matanya.

Benar-benar harus terbiasa mulai saat ini.

***

Mata Yuri membalalak kaget melihat pemandangan didepannya. Mulutnya sedikit terbuka karena begitu terkejut.

“Bagaimana? Aku sudah menyeleksi seluruh teman perempuanku yang ekonominya dibawah rata-rata dan membutuhkan pekerjaan. Dan aku mendapati perempuan ini.” Ucap DongHae dengan bangga saat ia berhasil menyelesaikan permohonan yang Yuri ajukan tadi pagi sembari menepuk-nepuk keras bahu perempuan itu.

“T-tapi…” ucap Yuri masih sedikit tidak percaya. “Ia terlihat mirip dengan seseorang?” lanjutnya sembari menunjuk perempuan itu.

“Siapa? Aku rasa tidak, sudah kau terima saja pilihanku ini. Kau bilang mempercayaiku, dan aku sudah memilihkannya untukmu dari yang baik ke terbaik .” ucap DongHae puas sembari senyum yang tak bisa hilang di wajah tampannya. “Ayo perkenalkan dirimu pada nona ini.” Titah DongHae pada perempuan itu dengan bangga yang dibalas tatapan tajam dari perempuan itu sebelum ia melihat Yuri dan memperkenalkan dirinya. “Selamat siang, nona Yuri. Saya Cho.. ah, maksud saya Gyui imnida. Mohon bimbingan anda.” Ucap perempuan itu dengan sopan sembari sedikit menundukkan kepalanya.

Yuri hanya diam menatapnya. Perempuan ini benar-benar mirip dengan seseorang, batinnya. Yuri hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan. Ayolah, Yul, mungkin mereka mirip tetapi tak sama. Berhenti memikirkan laki-laki itu, kau sudah harus melupakannya.

“Kau bisa melakukan pekerjaan rumah dengan baik?” tanya Yuri sembari melihat Gyui dari ujung kaki sampai ujung kepala. Aneh, bagaimanapun ia tidak terlihat seperti gadis yang  kesusahan membutuhkan lowongan pekerjaan, justru ia terlihat lebih royal.

“Tentu, saya akan melakukannya dengan baik, nyonya.” Jawab perempuan itu dengan lembut.

“Berapa usiamu saat ini?” tanya Yuri lagi sembari menggendong Kyuri yang datang menghampirinya setelah bermain dengan mainannya. Anjing itu lalu menjilati-jilati wajah Yuri dengan suka cita membuat Yuri merasa geli sekaligus senang.

“Eh? Dua puluh li.. empat tahun.” Jawabnya ragu-ragu. “Dua puluh empat tahun.” Tegasnya sekali lagi.

“Kalau begitu, panggil namaku saja. Aku tidak ingin dipanggil nona ataupun nyonya, cukup panggil Yuri saja. Siapa tahu kita bisa berteman dengan baik?” ucap Yuri lalu menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Gyui membalas jabat tangan itu dengan ragu pada awalnya lalu mempererat saat ia menyentuh tangan Yuri. Yuri merasakan desir-desir aneh saat mendapatkan perlakuan Gyui yang seperti itu, lalu segera ia abaikan.

Tangannya lebih besar dariku, apakah ia tipe orang pekerja keras? Pikir Yuri. Yuri mengakhiri jabatan tangan itu, lalu menatap DongHae. “Terima kasih telah membantuku, DongHae-ya.” Ucap Yuri sembari menyunggingkan senyum tulus.

“Tidak masalah. Baiklah, sepertinya aku harus ke studio latihan sekarang. Aku membolos dari tadi.” Ucapnya sembari melihat jam ditangannya. “Selamat menikmati hari-hari kalian dengan suka cita.” Tambahnya dengan senyum bahagia diwajahnya sembari menatap Yuri dan Gyui.

“Nah, Gyui, aku pergi dulu. Bekerjalah dengan baik, jangan kecewakan gadisku ini dengan kemampuanmu atau aku akan merebutnya darimu. Ahahaha…” ucap DongHae sembari merangkul bahu Gyui dan menekan beberapa kata-kata.

“Ah, tentu saja tidak akan, oppa… aku akan menjaga gadis ini sebaik~ mungkin.” Balas Gyui tidak mau kalah dengan manis dan lembut.

“Ahahaha… kita lihat saja nanti.” Ucap DongHae ditengah-tengah tawanya dengan dingin.

“Tentu, siapkanlah tisu pada hari H-nya, aku takut kau akan menangis nanti.” Balas Gyui dengan cara yang sama seperti DongHae.

DongHae hanya tersenyum paksa lalu menatap Yuri. “Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik. Jika ada apa-apa, hubungi aku sesegera mungkin.” Ucapnya yang hanya dibalas oleh senyuman dan lambaian dari Yuri. DongHae lalu beranjak pergi dari apartemant milik Yuri. Dan sekarang, tinggalah mereka berdua.

“Kau bisa bekerja mulai saat ini. Besok kau bisa mulai datang pukul tujuh pagi sampai aku pulang.” Ucap Yuri memberi instruksi. Gyui mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti. “Mungkin selama bekerja kau akan jarang melihatku, jadi kau boleh tinggal disini untuk menemani anjingku ini.” Lanjutnya lagi.

“Apa kau benar-benar akan jarang dirumah?” tanya Gyui tanpa sadar, dan ketika sadar ia merutuki dirinya sendiri.

“Aku akan dipenuhi jadwal syuting film drama terbaru. Jadi, aku mohon padamu untuk menjaga anjingku ini karena aku tidak mungkin mengandalkan penitipan hewan. Aku takut ia malah tidak dirawat atau diculik oleh orang yang sedang menyamar sebagai petugas saat itu.” Jelasnya. Gyui mengangguk mengerti lalu mencoba mendekati anjing peliharaan Yuri yang dibalas dengan wajah sangar Kyuri.

“Namanya Kyuri.” Ucap Yuri memperkenalkan anjingnya itu pada Gyui. Gyui menoleh dan mengernyitkan keningnya.

“Kyuri?” ulang Gyui bingung. Yuri menoleh dan menatapnya lalu mengangguk.

“Ia sendiri yang ingin nama itu. Awalnya aku memberi nama HanChan, tetapi ia menolaknya.” Yuri tersenyum getir saat mengingat kejadian kemarin. “Ia melihat salah satu bingkai foto yang berisikan aku dengan seseorang, lalu ia menunjuk foto itu sembari menatapku dengan tatapan memelasnya. Ahahaha… tidakkah itu aneh?”

Gyui menatap Yuri lembut sembari menyunggingkan sebuah senyum. “Ku rasa tidak, hewan peliharaan peka terhadap perasaan pemiliknya.” Ucapnya sembari menyunggingkan senyum lembut lalu mengelus-elus pucuk kepala Yuri dengan penuh kasih tanpa sadar. Yuri terpaku mendapat perlakuan Gyui yang seperti itu. Ia diam, tubuh dan matanya terpaku menatap Gyui.

KyuHyun… Batinnya tanpa sadar lalu segera ia tepis ketika nama itu terbesit dibenaknya. Yuri mengedarkan pandangannya ke arah lain. Gyui lalu tersadar atas sikapnya yang seperti itu, buru-buru ia menurunkan tangannya dan merutuki dirinya sendiri.

“Maaf, Yul, aku tidak sengaja melakukannya.” Sesalnya sembari merutuki dirinya lagi.

Yuri menatapnya lalu menyunggingkan senyum tipis. “Tidak masalah, maaf, seharusnya aku tidak bercerita hal yang tidak penting seperti itu.”

“Aku mendengarkannya, jika kau mau, aku bisa menjadi pendengar yang baik.” Tawar Gyui dengan senang hati.

Yuri menatap Gyui dengan tatapan bingung. Apakah ia bisa dipercaya?

“Aku bisa dipercaya.” jawabnya, seakan bisa membaca pikiran Yuri.

“Terima kasih, aku akan bercerita padamu jika aku ingin.” Balas Yuri sembari menyunggingkan senyum.

“Aku akan menantikan saat-saat itu.” Balas Gyui dengan yakin.

Yuri hanya membalas ucapannya dengan senyum lembut, entah mengapa hatinya mempercayai orang ini dengan begitu mudah.

***

Hari perfomance sudah tiba dan para members Suju ataupun SNSD telah bersiap-siap dibackstage. Kali ini mereka adalah opening dalam acara itu yang diawali oleh 4 members main vocal SNSD lalu diikuti 4 members main dancer. Sebuah bentuk bangun ruang yang menyurupai bentuk berlian, berada di depan panggung SBS Gayo Daejun. Salah satu sisi depan bangun ruang itu terbuka, menampakkan Jessica, Tiffany, Taeyeon, dan Sunny yang telah mempersiapkan dirinya dengan baik. Lantunan lagu yang telah ditentukan berbunyi, dan mereka berempat menarikan pada apa yang telah mereka latihi sebelumnya selama 10 detik. Selanjutnya, Hyoyeon, Sooyoung, Yuri, dan SeoHyun segera memposisikan diri mereka pada tengah panggung. Alunan musik terdengar, mereka berempat lalu menari selama 27 detik. Setelah itu, disambung dengan perfom dari Super Junior selama 35 detik. Pada detik berikutnya, barulah mereka tampil bersama. Semua pikiran mereka fokus pada gerakan tari saat ini, tetapi tidak untuk Yuri. Ia menatap kesal pada saat KyuHyun menyentuh bahu SeoHyun dan memegang pinggul gadis itu ketika ia menoleh. EunHyuk segera menarik bahu Yuri pelan untuk menghadapnya, Yuri lalu menyentuh tangan EunHyuk dan menyingkirinya dari bahunya. Ia pun menggerakkan badannya ke kanan untuk menghindari EunHyuk, jika saja ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya ia mungkin akan terjatuh dipelukan KyuHyun karena jarak mereka berdua cukup dekat. Detik berikutnya, ia sedikit lupa gerakan apa yang harus ia lakukan. EunHyuk lalu memindahkan posisinya, membuat Yuri mengingat kembali gerakan selanjutnya. Walau awalnya ia merasa canggung untuk memulai lagi, ia mencoba memfokuskan dirinya pada waktu ini, bukan pada waktu sebelumnya. Ia sedikit tersenyum untuk menutupi kecanggungannya dan menenangkan hatinya.

Yuri, fokuskan dirimu.

Detik berikutnya, ia mencoba merasa nyaman di dekat EunHyuk dan tersenyum lebar untuk itu. Lantunan telah berakhir, mereka semua mendekatkan diri ke pasangan masing-masing. Selama itu KyuHyun berusaha tidak melihat ke arah Yuri. Ia sengaja melakukannya. Tentu saja. Kalian pikir, pria mana yang suka melihat gadisnya disentuh oleh orang lain? Ia hanya menatap lurus ke depan dan memfokuskan dirinya pada lantunan lagu ini. Tentu saja ia sengaja memperlakukan SeoHyun sebaik mungkin, ia ingin lihat bagaimana reaksi Yuri saat ini? Terkejutkah? Atau sedih?

Kita lihat saja, Kwon Yuri, siapa yang akan menyesal nantinya? Kau atau aku? Bukankah sudah aku bilang sebelumnya, kau tidak akan bisa hidup tanpa diriku.

Seulas senyum bangga tersungging diwajah tampan pria itu. Ia menepuk-nepuk bahu SeoHyun dan mengucapkan terima kasih banyak atas kerja samanya lalu berjalan pergi tanpa melirik sedikitpun ke arah Yuri.

Yuri berjalan dibelakang KyuHyun, sebisa mungkin ia tidak melakukan kesalahan yang mencolok untuk saat ini. Ia tidak akan mau tertangkap basah oleh pria itu bahwa saat ini ia benar-benar canggung dan berdebar-debar. Tidak, tidak untuk saat ini dan mungkin juga tidak untuk seterusnya.

“Yuri-ya~” panggil Taeyeon saat dibackstage. Yuri menoleh dan mendapati Taeyeon sedang menatapnya lembut.

“Ne?” sahut Yuri.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir sembari membelai lembut rambut Yuri.

Yuri memaksakan senyum. “Seperti yang kau lihat unni, aku baik-baik saja.”

Taeyeon menatap Yuri lembut. “Aku berharap, kau benar-benar baik saja saat ini.” Yuri hanya bisa tersenyum dan berharap dalam hati membalas ucapan Taeyeon barusan. “Bagaimana jika setelah acara ini selesai kita pergi bersama?” tanyanya lagi.

“A-aku tidak bisa, aku rasa lebih baik pulang.” Tolak Yuri sopan. Taeyeon hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

Mereka menempati tempat duduk yang telah disediakan oleh kru di depan panggung. Yuri memilih tempat duduk yang membelakangi KyuHyun, ia tidak ingin melihat pria itu untuk saat ini. Tidak. Luka yang ia terima belum tertutup dengan baik. Selama acara musik itu berlangsung, pikiran Yuri benar-benar tidak fokus. Beberapa members SNSD mendapati Yuri tengah melamun, sedangkan member lainnya berbicara dan bercanda bersama. Perlahan-lahan wajah Yuri menjadi pucat.

“Yuri-ya.” Panggil Sica lembut. Yuri diam. Sica menghela napas dalam lalu menepuk-nepuk bahunya lembut. “Hanya melupakan pria itu, Yul. Dan itu akan baik-baik saja.”

Yuri menoleh, ia memaksakan senyum tipis diwajahnya. “Aku ke toilet dulu.” Pamitnya sembari bangkit berdiri dengan lemas. Jessica hanya mengangguk dengan tatapan iba.

Yuri berjalan dengan langkah lunglai. Tubuhnya terasa lelah. Ia membuka pintu toilet dengan tidak bersemangat. Yuri menyalakan air kran lalu mencuci ke dua tangannya. Ia menatap bayangan dirinya di cermin. Ia benar-benar terlihat sedikit buruk untuk ini. “Kwon Yuri fighting!” ucapnya sembari mengepalkan ke dua tangannya dengan sesemangat mungkin. Yuri lalu ingin kembali ke tempat duduknya, tetapi ditarik Jessica untuk mengikutinya. “Ayo ke ruang ganti, beberapa saat lagi kita tampil.” Jelasnya yang hanya dibalas anggukan kecil dari Yuri.

KyuHyun hanya menatap punggung Yuri dengan senyum kecil diwajahnya. Setidaknya ia berharap gadis itu benar-benar baik-baik saja.

“KyuHyun-ah, ayo kita ke ruang ganti juga. Kita akan melakukan beberapa perfomance setelah SNSD dan beberapa artis lainnya nanti.” Jelas Sungmin. KyuHyun menurutinya.

***

Perfomance mereka semua tampil dengan baik. Mereka juga medapat beberapa penghargaan di akhir acara itu. Setelah acara selesai, mereka semua kembali ke dalam mobil masing-masing dan berjalan menuju rumah. KyuHyun pulang lebih dulu tanpa sepengetahuan mereka karena beberapa hal. Hanya DongHae yang tau dan mengerti keadaan KyuHyun saat ini.

***

Penandatangan kontrak syuting drama telah disetujui oleh Yuri di awal tahun baru. Mungkin jadwal syuting tersebut akan memenuhi hari-harinya nanti. Awalnya, Yuri merasa lega akhirnya ia tidak perlu lagi memikirkan Kyuri karena sudah ada yang menjaga dan merawatnya. Tetapi, Gyui meminta izin selama empat hari karena ada keperluan mendadak. Terlalu tiba-tiba memang, apalagi ia pekerja baru yang baru saja bekerja selama sebulan semenjak kali pertama ia diterima. Yuri tidak mau dituntut hukum karena ia melarang pembantunya itu untuk melakukan suatu hal yang jika memang penting.

“Maafkan aku, Yuri-ya, aku akan kembali sesegera mungkin untukmu. Aku janji akan menyelesaikannya dengan secepat mungkin. ” ucap Gyui dengan sangat menyesal. Yuri hanya bisa melepasnya dengan senyum terpaksa. Entah mengapa ia benar-benar merasa kehilangan sesuatu, entah itu apa? Ia sendiri juga tidak tahu.

“Tidak apa-apa, Gyui-ya, ibumu lebih penting dariku. Jaga dan rawatlah ibumu sampai benar-benar membaik, jangan terburu-buru untuk itu.” Ucap Yuri mencoba menenangkannya.

“Apa kau akan pergi ke Paris?” tanya Gyui, menatap lurus ke arahnya. Yuri mengangguk pelan untuk mengiyakan. Desir-desir aneh kembali ia rasakan. Ia menyentuh dadanya pelan. Ada apa denganku?

“Berapa lama?” tanya Gyui dengan berat hati. Ia tahu, seharusnya ia tidak menanyakan ini kepadanya.

“Sampai syutingnya selesai. Hm, mungkin hampir sebulan aku disana atau kurang. Sekembalinya aku ke Korea mungkin akan jarang berada dirumah karena aku akan kembali sibuk dengan syuting drama tersebut. Kunci duplikat apartemant ini, ada padamukan? ” tanyanya. Gyui mengangguk pelan. Kyuri mendekati mereka perlahan-lahan dan mendekati Yuri, yang disambut hangat olehnya. Yuri menggendong anjing jantan itu ke dalam dekapannya. Kyuri lalu menjilati wajah Yuri hingga perempuan itu merasa geli sekaligus senang. Gyui melemparkan tak senang pada anjing itu. Apa-apaan anjing itu? Rasanya Gyui ingin melempar anjing itu jauh-jauh agar tidak dekat-dekat dengan Yuri. Ya, ya, ya! Jangan sentuh dia! Dia itu gadisku!

Gyui lalu melirik jam dinding yang terpasang dengan manis di ruangan itu. Ia menghela napas dalam. Sudah waktunya pergi. “Aku harus pergi sekarang.” Ucapnya dengan berat hati, membuat Yuri dan Kyuri menoleh ke arahnya. Yuri mengangguk pelan. Sungguh, ia tidak mengerti pada dirinya sendiri saat ini. Kenapa ia tidak rela melepas perempuan itu hilang dari pandangan matanya? Apakah setelah putusnya ia dengan KyuHyun, dirinya menjadi suka sesama jenis? Ya Tuhan, katakan itu tidak benar! Tidak, tidak, dan tidak. Baiklah, Kwon Yuri, sepertinya kau hanya kelelahan saja jadi berhentilah berpikir yang tidak-tidak.

“Aku pergi.” Pamitnya lagi yang hanya dibalas anggukan kecil dari Yuri. Kyuri hanya menatapi punggung perempuan itu yang perlahan-lahan berjalan menjauh tetapi tidak jadi karena ia membalikkan tubuh dan berjalan mendekati majikannya dengan koper disalah satu tangan. “Bisakah selama kita saling tidak bertemu kau tetap menjaga hatimu untukku?” ucapnya dengan tergesa-gesa dan berat, Gyui sedang menahan semua emosi yang ditahannya.

Yuri terdiam selama beberapa saat. Ia mencerna kata-kata dan suara yang ditangkap oleh indra pendengarannya. Itu bukanlah suara perempuan, tetapi itu adalah suara laki-laki yang sangat ia kenali setiap hembusan napasnya. “C-cho…?” ucapnya tanpa sadar. Sisi lain Yuri seperti terusik, ia sudah susah payah menidurkan dan menutup rapat-rapat sisi ini. Sisi dimana ia sangat mencintai seseorang yang bernama Cho KyuHyun. Tubuh Yuri sedikit bergetar takut, matanya basah, dan ia lupa bagaimana caranya untuk bernapas karena rasa sesak di dadanya tak bisa ia bendung kembali. Pilu.

Mata Gyui membulat kaget saat Yuri menyebutkan nama seseorang yang sangat familiar tetapi segera ia sembunyikan dan kembali bersikap normal. “Cho? Siapa dia?” tanyanya dengan berusaha lembut layaknya seorang perempuan. Tetapi ia tidak bisa menutupi sengatan-sengatan listrik ataupun kupu-kupu yang memenuhi perutnya. “Ah, aku harus benar-benar pergi sekarang atau aku akan ketinggalan bus nantinya. Sampai bertemu lagi, Yuri-ya. Dan saat kita bertemu lagi, ku harap kau mau mencerita seseorang yang bernama Cho itu.” Pamitnya terburu-buru. Sedangkan Yuri hanya bisa berdiam diri memeluk erat anjingnya, berusaha menutup rapat-rapat kembali sisi lain dirinya. Air matanya turun membasahi ke dua pipinya. Perasaan perih dan pilu mulai menghampirinya. Pintu itu terlalu sulit untuk ditutup. Tidak peduli sekeras apapun ia berusaha mendorong pintu itu, kenyataannya pintu itu tidak bergerak maju sedikitpun. Ia hanya menangis dalam diam, menggigiti kuat bibirnya agar tidak mengeluarkan suara.

Di balik pintu apartement Yuri, Gyui hanya bisa diam mematung menundukkan kepalanya. Hatinya kembali berkobar-kobar menginginkan Yuri dalam dekapannya saat ini.

“KyuHyun-ah, apa yang kau lakukan? Ayo cepat! Aku sudah harus membawamu ke Incheon Airport sekarang.” Ucap DongHae yang tengah menunggu KyuHyun daritadi untuk keluar dari apartement milik Yuri. DongHae mendekati KyuHyun, menepuk-nepuk bahunya pelan. “Aku tahu ini sulit bagimu, tetapi kau harus bersikap profesional dalam hal ini. Yuri akan baik-baik saja, ia juga akan sibuk sama sepertimu. Jika kau tetap tinggal disini, kau hanya akan membuang-buang waktumu. Ingatlah, aku memang membantumu untuk tetap bisa mengawasi Yuri walau dengan cara konyol sekalipun yang kau lakukan saat ini, tetapi pekerjaanmu juga sangat penting untuk masa depanmu nantinya.” Tutur DongHae lembut, berharap dengan cara seperti itu, KyuHyun mengerti apa yang harus ia pilih lebih dulu. “Saat ini kau hanya perlu menyelesaikan acara reality show itu secepat mungkin. Ingat, kau hanya menyelesaikannya dalam waktu empat hari jika kau mau. Dan, selama itu aku yakin, Yuri tidak akan tahu apapun soal ini.” Tambahnya.

KyuHyun lalu berjalan lebih dulu dengan berat hati. Jika kalian berpikir ia mendengar perkataan DongHae, kalian salah. Ia justru memiliki rencana lain untuk itu. Walaupun ia mencintai perempuan itu, tetapi ia juga membencinya. Kau akan tahu seberapa benci dan cintanya yang KyuHyun miliki. Kwon Yuri, kita lihat seberapa hancurnya dirimu nanti.

Sebuah smirk khas darinya tersungging dengan puas diwajahnya. Yuri-ya, kau akan merasakan seberapa sakitnya yang aku terima saat melihat kau berpelukan dengan pria lain, huh. Kau pikir apa hanya kau saja yang bisa melakukannya? Kita lihat saja nanti, Kwon Yuri.

***

KyuHyun memandang keluar hotel yang ia tempati dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang-layang ke negara lain. Baru saja ia sampai di China beberapa menit yang lalu dan ia tidak merasa lelah sama sekali. DongHae tidak ikut dengannya ke China karena memang tidak ada keperluan disini. Ia hanya bersama managernya disini.

“KyuHyun-ah, kau akan syuting acaranya nanti, pukul tujuh malam.” Ucap sang manager yang hanya di dengar sekilas oleh KyuHyun.

Jika saja ini bukan kepentingan negara, ia tidak akan mau melakukan ini semua. Ia akan lebih menyukai bersantai di rumah menjaga gadis itu agar tetap aman.

Apa ia benar-benar akan ke Paris? Apa ia sudah tahu kabarku tentang pernikahan sialan ini? Lalu apa reaksinya?

KyuHyun menundukkan kepalanya. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini? Yang ia tahu saat ini adalah ia sangat merindukan Yuri setiap hembusan napasnya. KyuHyun melirik jam ditangannya dengan senyum kecut. Jam pemberian Yuri saat ulang tahunnya ke-23 dua tahun yang lalu.

Ia lalu memaksakan ke dua kakinya untuk berjalan. Ia harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam.

***

KyuHyun menunggu pengantin wanitanya di balik dinding sembari menghela napas. Jika saja yang saat ini temui adalah Yuri, ia akan menantinya dengan suka cita. Tetapi, kenyataannya adalah ia sedang menanti wanita asing yang tidak pernah ia temui sama sekali. Tak lama kemudian, seorang wanita datang dan melewati KyuHyun begitu saja. KyuHyun hanya menatapnya dengan tidak percaya. Bagaimana bisa ia mengabaikanku setelah lama aku menunggunya, huh? Wanita itu berbalik. Mungkin ia menyadari kesalahannya lalu tertawa malu karena ulahnya sendiri dan meminta maaf kepada KyuHyun atas sikapnya itu.  Wanita itu lalu memperkenalkan dirinya, Lou Yixaio. KyuHyun lalu ikut memperkenalkan dirinya juga. Terjadilah pembicaraan yang cukup panjang selama perjalanan menuju suatu tempat yang telah KyuHyun siapkan.

Mereka tiba disebuah restorant yang sudah KyuHyun pesan sebelumnya. Ia membuat ini seromantis mungkin. KyuHyun menarik kursi untuk gadis itu dan mempersilahkannya duduk. Lou Yixiao dengan senang hati duduk dikursi sembari menatap KyuHyun. Mereka terlibat dalam perbincangan yang cukup lama hingga KyuHyun beralih tempat ke kursi piano dan mulai memainkan tuts-tutsnya dengan gugup. Ia lalu menyanyikan sebuah lagu setelah merasa sedikit lebih baik. Shin Seung Hun – I Believe. Ia memenjamkan ke dua matanya dalam-dalam. Sekelebat bayangan tentang Yuri hadir dalam benaknya. Senyumnya, suara tawanya, caci makinya, amarahnya, kemanjaannya, caranya memangil nama KyuHyun, semuanya. Semua yang ada pada gadis itu miliki. KyuHyun sangat merindukannya.

I believe… When you are not with me there are no stars in the sky.
I believe… The way back to you will feel a little far.
I’ll carry all those memories deep inside me.
I’ll feel pain, it’ll make tears fall.
When I won’t cry you will leave me
With no change and no tears.
Someday again the tears will come around
You know it
I’ll believe that you are waiting.
I do it for you.
I believe… It’ll hurt me to see, you can’t cry.
I believe… My tears will fall, you should turn back to me again.
Again I’ll glimpse you come into my sight
And it’ll make my tears fall.
When I won’t cry you will leave me
With no change and no tears.
Someday again the tears will come around
You know it
I’ll believe that you are waiting.
I do it for you.
Before I knew you, the world was dazzling.
From that sky I got left with tears.
I will care for that person.
You are the only reason…
To me the wait gives me enough happiness.
Love is the only reason…
As days pass by,
If you forget the way, I’ll be waiting
I do it for you.
I do it for you.

(Shin Seung Hun – I Believe)

***

PRANGG!!!

Bunyi itu terdengar begitu saja saat Yuri tengah berjalan menuju ruang santai. Yuri menoleh dan mendapati mug kesayangannya pecah begitu saja. Ia yakin ia telah menaruhnya dengan benar tadi. Yuri lalu berjalan menghampiri serpihan-serpihan yang bertebaran dilantai dan berjongkok dihadapannya. Tangannya bergetar hebat saat ia ingin meraih serpihan-serpihan tersebut. “W-wae?” tanyanya pada diri sendiri.

Sekelebat perasaan sesak dan pilu menyergapinya. Ia menyentuh dadanya, lalu meremas kuat baju yang ia kenakan tepat dibagian jantungnya berada. Butir-butir lembut membasahi ke dua pipinya tanpa diminta. Yuri bahkan tidak tahu bahwa saat ini dirinya tengah menangis. Menangisi hal yang belum ia ketahui sama sekali membuatnya bingung. Yuri hanya bisa mencoba menghapus air matanya dengan kasar sembari berdiri lalu pergi meninggalkan mug kesayangannya itu.

Dalam hatinya ia berharap, semoga tidak ada kejadian buruk yang menimpa orang-orang yang ia kasihi dan cintai, terlebih… KyuHyun. Ia selalu berharap bahwa KyuHyun akan bahagia setiap saatnya. Hanya itu, hanya sesederhana itu, walau ia merasa sakit sekalipun.

***

KyuHyun berhenti menekan tuts-tuts piano saat ia telah menyelesaikan lagu yang ia nyanyikan. Lou Yixiao bertepuk tangan dengan terharu membuat KyuHyun menoleh dan tersenyum gugup karena ia melakukan beberapa kesalahan dalam melakukannya. KyuHyun bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Yixiao dengan senyum terpaksa. Ia benar-benar merindukan Yuri. Setelahnya, mereka terlibat dalam beberapa adegan untuk acara itu

=============================== TBC ================================

A-YO GG! 

Gimana ada yang tertarik sama ff ini? Kalo nggak dengan senang hati saya menghentikannya muahaha😀

Oya aku membuat ini berdasarkan sedikit fakta yang terjadi ditahun 2012 kemarin ya ^^ Jadi ayo coba diingat-ingat lagi~ Dan, serius aku buat ini nangis. Kenapa? Karena aku harus nonton WGM KyuHyun dulu /garuk tebok/ Hft

Comment(s) like Oxygen.

Keep RCL (Read, Comment(s) and Like) Please.

Thank You for support ^^

WO jjang!! ^^)9

37 thoughts on “Way Back Into Love [ Part 1 ]

  1. taon bru ff bru ni , hehe
    br mlai kog ud brntem ,gra2ny ap ni ? btuh pnjlsan
    kirain donghae pngn ngrebut gtwny ngbntuin toh .
    aduh hyukseo cnta sblh tngn ya ,ckck
    kn bner pmbtu nto kyu toh ,hahaha byngin kyu jd ce ckep

    fakta 2012 ? mg ad apan ? aduh kog aq gtw y ? bs dksi tau gg ?
    aduh ksian saeng hrus nuntn ,untng aq gg nuntn . hahaha

    1. Haii unni ^^)/ longtime no see hahaha
      Nanti kok dijelasinnya muahahaha
      liat aja videonya un, opening sbs gayo daejun ^^b
      -__________-”
      hahaha makasih unni-yaa ^^

  2. Donghae ini awalnya aku pikir doyan sama yuri juga, tp kok bantuin kyuhyun?? Terus taruhan gituu?? Waahh ada apa dibalik ini semua hahha penasaran..
    Dan sih eunhyuk juga naksir yuri, nah ini nih baru oke yuwreee di taksir cowocowo keceeeee hahhaa
    Ga kebayang kyuhyun jadi ceweeee yaaaa……..

  3. eonni seperti biasa ceritanya daebakkkkk..
    wuah eonni,aku kira donghae jahat loh,ternyata dia bantuin kyuhyun biar bisa mengawasi yuri eonni.
    walaupun dengan cara yang konyol seperti itu,tapi aku sukaaa.
    wah,si kyuri bakal jadi saingan kyuhyun ni.kekeke
    aku selalu nunggu ff karyamu eonn,
    fighting🙂

  4. HAHAHAHAHAHAHAHAHA

    ANJIR SUKA BANGEEEEEET SAMA INI FF!!!😄

    Iya,aku tau ko ini dr fakta2 kyuri, anjir kok kyu mau jadi maid? lol lol lol~~

    Overall bagus, yeeeay!!aku yg comment pertama dong :p

    Lanjutkan yaa, ditunggu part selanjutnya eonnie!!

    bagus, feelnya kerasa kok ‘_’) katanya ngga mau dipost, gimana sih :p

    1. Iya tadinya gamau dipost ma T^T tapi tapi.. kitakan lagi butuh ff baru yg banyak muahaha yaudah aku post aja, lain kali aja aku bikin novelnya wks~
      Huaa makasih magnae~ ^^

  5. Hueee, kasian T.T
    Disini seohyun ngejengkelin deh, diam2 suka gtu,
    partnya kalo bisa jangan panjang2 dunk eonn, soalnya ntar nyeseknya juga panjang. wookie dah, fighting unn buat lanjutanx •』•

  6. Wah jd bayangin wjh kyuhyun oppa jd cewek gmna ya hehehe pasti cntk kyk taemin oppa
    unnie apa​ yg oppa kyuhyun perbuat utk yuri unnie jd penasaran Unnie aq punya kaset wgm kyuhyun oppa itu unnie tau gx pas nntn video itu aq langsung mimpi wgm kyuhyun oppa main castnya yuri kyuhyun aq ama hyunseung beast jln cerita hampir ama kyk d wgm itu tp bdanya ne mereka jd nikah betulan dan punya anak anak nya hyunseung dia btul2 evil ama seperti appa nya kekeke wah panjang bngt comment aq pasti unnie bosen ya sampe stu aja deh dlu pokoknya hrz cepat d lanjut ya unnie
    aq tunggu part selanjutnya ^^

  7. wah ternyata tahun baru ada ff baru eon..:)
    sebenarnya ada masalah apa kok mereka putus dilanjut ya eon..hhe penasaran

  8. omg~ feelnya dapet banget unn.. ^^
    si kyu jadi pembantu wkwkwk~ enaknya di kerjain aja itu tapi yul unn g tau..
    ahh so sweet deh ni ff… moga kyu bener” bisa bikin balik lagi ke dia..
    penasaran sama si haeppa.. dia suka yul unn kah? tp kok malah ngebantu kyu ‘-‘a
    lanjut ya unn~ ^^

  9. Wah . . Akhirnya bs koMent jg . . Slm kenal eonnie ReadEr bru . . Eh lbh tptnya aku dlu siders , mian eon krna bngung kalo koMent lwt hp, tp skarang aku akn bs slalu koMent eonnie krna udh bwt uname wp . . *gakadayangnanya
    oiaa Aku trmsk secret admirer nya eon . . Krna ska bgt sma fanfic2 eonnie . .

    D tnggu kLanjtanx eon . . . KYURI JJANG!

  10. mian baru bisa comment sekarang, saya reader baru
    eon ff-nya keren … daebak …:)
    di lanjut ya …
    bikin lagi KyuRi couple sad romance tapi happy ending, hehe

  11. Seru banget nih ceritanya..awal yg menegangkan pas yuri sama kyu bertengkar..parah banget,, sampe2 kata2 kasar keluar dg mudahnya..klo yuri hanya bisa benci kyuhyun sesaat..tapi kyu koq dendaman bgt yaa orgnya..dia terkadang sayang bgt sama yuri tpi terkadang ingin bales kelakuan yuri..pengen klo yuri tersiksa karena pisah sama kyu..donghae ide nya gila masa si kyu itu disuruh jadi pembantu yuri,, cewe lagii..haadeeuuuhh

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s