Way Back Into Love [ Part 2 ] [End]


thewaybackintolove

Way Back Into Love

 

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Lee DongHae

Seo Jo Hyun

 

Support Cast : Lau Yixiau, YooKyung, SNSD and Super Junior members

 

PG : +17 and BO

 

Length : Series

 

Art : Adinarima ^^

 

POV : Just me, Author’s side.

 

Disclaimer : The all of story is my MINE, PURE, and OWN. Do not try to copy or plagiat, please! Because I don’t ever permit you!

And Happy Reading!😀

I just want you, not anymore or somebody else. Cause I need you and I love you.” -Kwon Yura.

 

Listening: 2AM – One Spring Day

Davichi – Turtle

Super Junior – From U

 

All rights reserverd © Kwon Yura 2013.

 

Seoul-Paris-Amerika-Seoul-New York-Seoul. Yuri harus bolak-balik ke beberapa negara untuk melakukan syuting drama. Dan, disinilah ia saat ini, Seoul. Ia baru saja menyelesaikan syuting drama. Yuri sengaja meminta pulang ke Korea terlebih dahulu dibanding lainnya karena jadwal SNSD yang juga menunggu. Untuk beberapa acara kegiatan, Yuri tidak menghadirinya seperti biasa begitupun dengan acara perfom. Yuri menyentuh beberapa tombol pada layar ponsel, menghubungi Tiffany yang berjanji akan menjemputnya dibandara pagi ini. Tapi sampai saat ini batang hidung gadis itu belum juga muncul.

 

“Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan saat ini. Silahkan…”

 

“Aish! Apa-apaan ini? Kenapa seperti ini?” kesal Yuri saat mendapati ponsel Tiffany tidak dapat dihubungi. “Apa boleh buat, naik taksi saja kalau begitu.” putus Yuri saat mencoba menghubungi Tiffany kembali. Ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dan berharap Tiffany sudah menunggu depan, walau harapannya mungkin sia-sia saja.

 

“Oh, oppa…” ucap Yuri sedikit terkejut dan percaya saat mendapati sesorang yang familiar di depannya, menatapnya dengan lembut dan senyum tulus. Ia berani bertaruh, hampir semua wanita akan luluh padanya jika ditatap seperti itu olehnya.

 

“Hai, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?” tanyanya sembari menyunggingkan sebuah senyum manis diwajahnya lalu memeluk Yuri tiba-tiba, membuat gadis itu tidak mengerti beberapa saat apa yang dilakukan pria dihadapannya.

 

“Ba-baik, bagaimana denganmu?” tanya Yuri sembari membalas kaku pelukan DongHae. Pasalnya ini adalah tempat umum dan mungkin saja ada paparazi yang mencari keuntungan memanfaatkan situasi ini.

 

“Baik, setelah bertemu denganmu.” Jawabnya santai dengan senyum yang masih tersungging diwajahnya.

 

Yuri tertawa pelan, mendengar lelucon yang DongHae katakan. “Hahaha, dasar oppa.” Ucapnya lalu melepas pelukan DongHae.

 

“Hei, aku serius dengan ucapanku.” Sahutnya sembari menatap Yuri lembut dan menyunggingkan sebuah senyum.

 

“Haha… mwoya?” tanya Yuri tak mengerti. Baginya, ucapan DongHae yang tadi itu hanya sebuah ucapan yang biasa Yuri dengar darinya.

 

“Hei, kau tidak percaya?” tanya DongHae sembari menarik tubuh Yuri ke dalam dekapannya. Yuri hanya bisa terkejut dan diam saat wajah DongHae berada dekat dengannya.

 

Ya Tuhan, ada apa dengannya? “Oppa, ada apa denganmu?” tanya Yuri dengan tatapan tak mengerti.

 

“Tidak ada.” Jawabnya lalu melepas dekapannya. Jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya, napasnya tidak beraturan, dan juga ia hampir saja hilang kendali jika bayang seseorang tidak datang menghampirinya. “A-ayo pulang!” ajaknya gugup sembari meraih koper Yuri asal dan berjalan lebih dulu. Yuri hanya menatapnya dengan bingung melihat sikap DongHae yang langsung berubah seperti itu.

 

***

 

“Kyuriii!” panggil Yuri senang saat melihat anjingnya sedang menunggu dirinya di depan pintu. Anjing itu langsung berlari ke dalam pelukan Yuri saat melihat pemiliknya datang menemuinya. “Ahh, aku sungguh merindukanmu.” Ucapnya sembari mengelus-elus punggung Kyuri dengan rasa sayang.

 

“Yuri-ya, kau sudah pulang?” tanya Gyui dengan senang saat melihat kepulangan Yuri dari Amerika.

 

Yuri hanya tersenyum samar menjawab pertanyaan Gyui lalu melewatinya begitu saja sembari menggendong anjingnya. Baginya, Gyui adalah seseorang yang hanya membuatnya mengingat seseorang. Seseorang yang seharusnya sudah ia lupakan dari beberapa bulan yang lalu.

 

“Bagaimana kabarmu? Apakah kau makan dengan baik selama aku tinggal pergi?” tanya Yuri pada anjingnya. Ia hendak mengambilkan beberapa makanan anjing untuk Kyuri di dalam kulkas. Matanya membulat terkejut saat melihat beberapa kaleng minuman soda yang familiar. Ia yakin, ia sudah membuangnya dan tidak pernah membelinya lagi.

 

“Apa ini? Apa ini milik Gyui? Tsk!” Kesalnya sembari melirik kesal ke arah Gyui yang saat ini tengah membersihkan lantai. “Kyuri-ya, bagaimana jika kita berjalan-jalan sebentar?” tanya Yuri sembari menutup pintu kulkas. “Gyui-ssi, kami akan berjalan-jalan sebentar. Aku berharap kau bisa menyelesaikan tugasmu sebelum kami pulang.”

 

Gyui hanya menatap Yuri sembari menganggukkan kepalanya pelan. Gyui tidak bisa berkata apa-apa ataupun melakukan sesuatu. Terlalu banyak yang ingin dikatakan, terlalu banyak yang ingin dilakukan. Hingga membuatnya memilih diam daripada melakukan sesuatu.

 

Yuri hanya menatap Gyui dengan pandangan aneh, lalu mengendikkan ke dua bahunya sembari membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi keluar. Yuri menghela napas dalam-dalam saat ia sudah berada diluar apartementnya.

 

It’s gonna be alright, rite?

 

“Yuri?” panggil seseorang yang familiar diteliganya. Yuri menoleh dan mendapati DongHae tengah berjalan ke arahnya. Sepertinya ia baru saja selesai memakirkan mobilnya.

 

“Oh, oppa.” Sapa balik Yuri sembari memaksakan sebuah senyum diwajahnya.

 

“Ya, kau terlihat gendut sekarang. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Apa karena kesibukanmu itu kau jadi makan terus?” goda DongHae ketika berada disampingnya. Yuri hanya membalas ucapan DongHae dengan senyum paksa. “Kau ingin pergi kemana? Ayo aku temani.”

 

“Jalan-jalan disekitar sini saja, mungkin ke taman?”

 

“Baiklah, ayo!” ajak DongHae bersemangat.

***

 

Di dalam apartement Yuri, KyuHyun hanya bisa memaki kesal dirinya. “Seharusnya aku yang menjemputnya di bandara tadi. Seharusnya sekarang ini aku yang menemaninya pergi, bukan ikan sialan itu! Aish, kenapa aku bodoh sekali.” Kesalnya sembari menendang pinggiran sofa dengan kesal dan kuat tetapi langsung merintih kesakitan karena sakit yang ia terima. “AAAA!!”

 

KyuHyun mendengar pembicaraan Yuri dan DongHae diluar tadi. Awalnya ia bencananya akan mengikuti Yuri kemanapun Yuri pergi dan meminta salah satu pelayan dirumahnya untuk menggantikan tugasnya. Tetapi, karena ada DongHae, ia mengurungkan niatnya itu. “Ikan menyebalkan! Ke laut saja kau!” maki KyuHyun lagi sembari menendang kembali pinggir tepi sofa dengan salah satu  kaki lainnya tetapi langsung merintih kesakitan karena rasa sakit. “Aakh! Benar-benar…” runtuknya kesal. Sebuah getaran menyadarkannya, KyuHyun mengambil ponsel miliknya di atas laci. SeoHyun calling.

 

“Untuk apa ia meneleponku?” tanya KyuHyun bingung sebelum ia menjawab panggilannya. “Yeoboseyo?” sapa KyuHyun.

 

“Yeoboseyo oppa?” sapa SeoHyun dengan senang.

 

“Ada apa kau meneleponku?”

 

“Aku ingin mengajakmu pergi ke luar hari ini, bagaimana? Apa kau bisa oppa?” ajak SeoHyun dengan senyum yang tersungging diwajahnya.

 

Untuk beberapa saat KyuHyun berpikir sejenak, secara logika ini ada sebuah kebetulan yang bagus. KyuHyun tersenyum senang memikirkan bagaimana ia bisa melihat dan mengawasi Yuri dari jauh tanpa harus berpura-pura atau bersembunyi sekalipun. “Tentu, tetapi aku yang menetukan tempatnya. Bagaimana?”

 

“Benarkah? Baik, tidak masalah.” Ucap SeoHyun senang dan bersemangat.

 

“Kita bertemu setengah jam lagi. Aku akan memberitahumu dimana tempat kita bertemu.” Ucap KyuHyun dan beberapa menit kemudian sambungan terputus setelah terlibat perbincangan singkat diantara ke duanya.

 

***

 

“Yuri?” panggil DongHae lembut ketika mereka tengah duduk dibangku taman setelah berjalan-jalan mengelilingi tempat itu. Mereka memilih tempat duduk ditengah taman dekat danau dan pepohonan tinggi menjulang.

 

“Hm?” sahut Yuri malas-malasan sembari mengelus-elus Kyuri.

 

“Bagaimana rasanya berciuman dengan pria lain selain KyuHyun?” tanya DongHae sembari menatap Yuri. DEG! Yuri terdiam untuk beberapa saat. Entah apa maksud dari pertanyaan DongHae tadi, apakah ia sedang menyindirnya atau memang hanya sedang bertanya saja.

 

“M-mwoya…? Hahaha…” sahut Yuri sembari tertawa kaku untuk menetralkan suasana disekitar mereka.

 

“Yaa, aku serius.” Ucap DongHae sembari menepuk-nepuk bahu Yuri. Yuri tahu jika DongHae sedang bersikap seperti ini maka ia sedang mencoba membujuknya untuk mendapatkan sesuatu yang DonHae inginkan.

 

“Waeyo?” tanya Yuri sembari menatap lurus DongHae.

 

“Ania, ayo beritahu aku.” Balas DongHae sembari menepuk-nepuk bahu Yuri lagi, membuat gadis itu mengernyitkan keningnya lalu tertawa geli melihat tingkah DongHae yang seperti itu.

 

“Tidak mau.” Tolak Yuri sembari tertawa.

 

“Yaa!” Rayu DongHae sembari menarik-narik lengan Yuri pelan.

 

“Sirheo, andwae, ani.” Sahut Yuri sembari membentuk tanda X ke dua tangannya.

 

“Kenapa? Apa kau takut aku akan memberitahu KyuHyun?” tanya DongHae penuh selidik.

 

“Mworago? Haha, tidak, tidak, ini tidak seperti itu.” Jawab Yuri sembari menggelengkan kepalanya.

 

“Lalu?”  tanya DongHae, mencoba mencari tahu sesuatu.

 

“Yaa, Lee DongHae-ssi, apa saat ini kau telah beralih profesi menjadi detektif?” tanya Yuri balik sembari menatap lurus DongHae sembari menahan tawa.

 

“Aish, dasar kau ini.” Sahut DongHae sembari menatap Yuri gemas.

 

Yuri hanya tersenyum melihat DongHae seperti itu. “Itu… bukankah itu KyuHyun?” tanya DongHae ragu sembari mengacungkan jari telunjuknya menunjuk seseorang. Yuri menoleh ke arah yang ditunjuk jari telunjuk DongHae. Pertama kali yang ia ketahui saat melihat orang itu kembali adalah rasa rindu yang menyesakkan juga bahagia dan terakhir… perih. Perih melihat KyuHyun sedang bersama wanita lain disampingnya.

 

Ah ya, kau pasti bahagia saat ini..

 

Tes! Air mata Yuri turun begitu saja tanpa ia sadar. Ia lalu menghapusnya buru-buru sebelum ada yang menyadarinya. Ia tidak ingin ada seseorang yang melihatnya menangis saat ini.

 

“Apa kau baik-baik saja?” tanya DongHae khawatir. Yuri menoleh lalu menatap DongHae, memaksakan sebuah senyum diwajahnya.

 

“Oh, tentu. A-aku baik-baik saja, sepertinya ada debu yang masuk ke mataku tadi…” bohongnya dengan bibir bergemetar, menahan suara tangis yang mungkin akan keluar jika ia tidak bisa mengendalikannya.

 

Sungguh, kau bukan pembohong yang baik, Yuri. Batin DongHae menatap Yuri dengan iba. “Bagaimana jika kita pulang ke apartementmu? Aku rasa sudah cukup berjalan-jalannya hari ini. Dan Kyuri pasti lapar.” Sarannya.

 

“A-aku baik-baik saja, sungguh. Bisakah kita lebih lama disini untuk sebentar saja?” pintanya memohon.

 

DongHae menatap Yuri dengan pandangan khawatir. Apa ia akan baik-baik saja? Gadis bodoh, untuk apa bertahan lebih lama lagi? Tidakkah kau terluka melihatnya bersama wanita lain?

 

“Aku mohon.” Pinta Yuri lagi dengan tatapan memohon.

 

DongHae menghela napas dalam. “Baik, terserah kau saja.”

 

Yuri tersenyum mendengar jawaban dari DongHae. Tidak masalah jika nantinya ia akan merasakan sakit. Tidak masalah jika nantinya ia akan menangis. Tidak masalah jika nantinya ia akan menjadi seseorang yang berbeda. Tidak masalah jika nantinya ia akan menjadi pembohong bagi dirinya. Semua itu tidak masalah baginya, asalkan ia diberikan waktu untuk melihat senyum pria itu lebih lama lagi, walau hanya satu detik sekalipun. Setidaknya ia harus memastikan bahwa pria itu baik-baik saja tanpa dirinya.

 

Yuri memaksakan senyum melihat KyuHyun terlihat senang saat ini. Mereka berdua berjalan menyusuri danau sembari membicarakan sesuatu, sesekali mereka berdua tertawa ditengah perbincangan mereka dan Yuri hanya memperhatikan mereka dari kejauhan dengan senyum pedih diwajahnya.

 

Benar, sudah beberapa bulan berlalu dan kami tidak saling bertemu atau menghubungi diri satu sama lain. Dan benar juga, sudah lama sekali. Ia pasti sudah melupakanku dan mendapatkan gadis yang lebih baik dariku. Terkadang aku ingin mengatakan ini padamu tetapi terlalu sulit untuk mengungkapkannya. Bahkan dalam pesan draf miliknya, Yuri tidak mampu menekan tombol send sekalipun.

 

Ya~ Cho KyuHyun, lama tidak berjumpa denganmu. Bagaimana kabarmu? Apakah kau baik-baik saja? KyuHyun-ah, apa kau bahagia sekarang? Aku selalu berharap, setiap saatnya kau selalu bahagia. Jika aku mengatakan ini, kau pasti akan tertawa. Menertawakan kebodohanku. Aish, kau ini terkadang memang menyebalkan. Tapi bolehkah aku mengatakan kalimat ini padamu? Aku sangat merindukanmu, Cho KyuHyun…

 

Yuri tersenyum getir sembari menatap tanah dengan perasaan hati yang mulai kacau. Ia lalu berdiri dari duduknya yang diikuti oleh tatapan bingung dari DongHae. “Ayo kita pergi.” Ajak Yuri tidak bertenaga. DongHae hanya mengangguk lalu menuruti ajakan gadis itu dengan perasaan bimbang, jika boleh ia ingin sekali memeluk Yuri dan menenangkan gadis itu tapi, ia sudah berjanji untuk menjaga Yuri pada seseorang. DongHae menghela napas berat, setiap langkah yang ia langkahkan terasa jauh lebih berat dari biasanya.

 

***

 

Sesekali KyuHyun melirik ke arah Yuri dan DongHae berada. Bukan, bukan ia sengaja melakukannya atau ingin membuat Yuri berpikir salah. Tetapi, semua ini diluar dugaannya. Ia hanya berharap bisa berjalan-jalan santai dengan SeoHyun sembari memperhatikan Yuri dan DongHae dari tempatnya. Tetapi, yang ia dapatkan hanyalah wajah sendu Yuri dengan senyum tipis diwajahnya.

 

Apa aku melakukan kesalahan? Apakah ia sedang berpikir yang tidak-tidak tentangku dan SeoHyun? Ayolah, ini tidak seperti yang kau pikirkan Kwon Yuri, jangan berpikir aneh-aneh dan jangan biarkan hatimu dimasuki pria lain selain aku! Sampai detik ini, aku masih sangat mencintaimu seperti dulu, tidak ada yang berubah. Apakah kau juga masih memiliki perasaan yang sama denganku, Kwon Yuri?

 

“Oppa, bagaimana jika setelah ini kita makan bersama?” ajak SeoHyun, membuyarkan lamunannya. KyuHyun menatapnya dan untuk beberapa saat mencerna apa yang baru saja SeoHyun bicarakan.

 

“Eh? Hm, sepertinya aku tidak bisa, a-aku ada jadwal lain setelah ini. Maafkan aku.” Sesalnya.

 

Terlihat dari raut wajah SeoHyun, ia kecewa mendengar ucapan KyuHyun tetapi segera ia tutupi dengan senyuman. “Baiklah, tidak masalah. Kita bisa makan bersama lain waktu.” Ucapnya, menyemangati dirinya sendiri. “Oppa kenapa kau membawaku ke tempat ini?” tanyanya sembari memperhatikan sekelilingnya.

 

“Aku menyukai tempat ini.” Jawab KyuHyun sembari tersenyum lembut saat mengingat ia dan Yuri pernah pergi bersama-sama ke tempat ini untuk makan siang bersama. SeoHyun menatap KyuHyun lalu ia ikut tersenyum melihat senyuman KyuHyun seperti itu.

 

Kenangan-kenangan kau dan Yuri unni pasti sangat berharga untukmu, oppa. Ah, sungguh, betapa beruntungnya Yuri unni dicintai olehmu sampai seperti itu. Seharusnya kalian harus tetap bersama-sama. Bukan berpisah seperti ini. Aku tahu kau membawaku kemari bukan untuk bersenang-senang, melainkan…, SeoHyun menoleh ke arah Yuri berada sembari menyunggingkan senyum diwajahnya. …memperhatikan Yuri unni, aku benarkan KyuHyun oppa?

 

***

 

Kesibukan SNSD dan Super Junior semakin bertambah saat mendekati akhir tahun 2012, banyak jadwal perfom dan juga pemotretan majalah ataupun syuting iklan komersial lainnya. Ditambah lagi mereka harus latihan tari dan suara untuk syuting pembuatan music video terbaru untuk album mereka nantinya serta album terbaru. Jadwal tidur mereka menjadi berkurang, terlebih Yuri dan YoonA yang memiliki jadwal lebih dari yang lain. Kali ini SNSD dan Super Junior tidak tampil bersama, mereka memiliki jadwal masing-masing ditempat yang berbeda.

 

“Bukan, tidak seperti itu noona, kau harus lebih lentur dari biasanya.” Ucap MinHo saat mereka sedang melakukan latihan untuk acara tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi tersisa.

 

“Benarkah? Apakah aku terlalu kaku saat melakukannya?” tanya Yuri sembari mencoba mempraktikannya lagi.

 

“Hm, begini saja, anggap aku sebagai KyuHyun-hyung, bagaimana?” sarannya, membuat Yuri sedikit terkejut mendengar nama seseorang yang sangat familiar terdengar kembali ditelinganya.

 

“M-wo.. Mwoya? Haha” jawab Yuri kaku sembari memaksakan tawa dari bibirnya untuk menetralkan suasana, terlebih hatinya.

 

“Kenapa? Apakah hatimu berdebar lebih cepat dari biasanya ketika aku menyebutkan nama KyuHyun-hyung?” goda MinHo sembari tersenyum geli melihat wajah Yuri seperti orang yang gugup.

 

“Mwo-ya? A-aniyo…” bantah Yuri, mencoba menjelaskan pada MinHo walau pada kenyataannya memang seperti itu.

 

“Lihat, uri Yuri noona tidak bisa berbohong hahaha…” sahut MinHo sembari menatap Yuri penuh selidik lalu tertawa ketika dugaannya tepat sasaran.

 

“Mwoya? Ani, ani, aniya.” balas Yuri, berusaha membantah ucapan MinHo tetapi MinHo tidak menghiraukan dan terus tertawa. “Yaa, Choi MinHo.” Panggil Yuri sedikit kesal.

 

“Wae? Haha, latihan hari ini cukup disini aja, istrihatlah yang cukup untuk latihan besok.” Ucapnya sembari menatap Yuri lembut. Bukan sebagai seorang perempuan, tapi sebagai seorang kakak perempuan.

 

“Apa kau ada janji dengan Suli?” tanya  Yuri sembari menatap punggung MinHo yang mulai menjauh. MinHo menoleh lalu menganggukkan kepalanya.

 

“Kami ada janji untuk makan malam bersama.” Ucap MinHo sembari tersenyum bahagia.

 

“Terdengar sangat bagus. Selamat! Semoga kalian selalu bersama dan bahagia selalu.” Ucap Yuri sembari tersenyum senang.

 

“Tentu, terima kasih, noona.” Sahut MinHo suka cita lalu membuka pintu ruang latihan kemudian menghilang dibalik pintu.

 

“Benar, benar-benar terdengar sangat baik. Tapi lebih baik lagi jika aku dan KyuHyun…” Yuri menghentikan ucapannya. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan semua perasaan yang ia rasakan. “KyuHyun oppa, aku merindukanmu.” lanjut Yuri pelan sembari merundukkan kepalanya. Air matanya jatuh begitu saja saat bayangan-bayangan KyuHyun melintas dibenaknya, memutar kembali kenangan-kenangan mereka saat sedang bersama. “Ah, apa-apaan ini?” runtuknya kesal sembari mencoba menghapus air matanya walau sia-sia saja. Karena kenyataannya, air matanya semakin turun dengan deras tanpa memedulikan dirinya yang berusaha menghentikan.

 

Dibalik pintu, MinHo masih berdiri melihat Yuri seperti itu melalui celah pintu. MinHo menghela napas dalam-dalam, sedikit rasa iba menghampirinya. Terlalu bingung apa yang saat ini ia lakukan? Ia ingin sekali menghibur noona kesayangannya itu tetapi, ia sudah memiliki janji dengan orang lain. Dan orang lain itu sendiri sangat penting bagi dirinya. Bayangan-bayangan KyuHyunterlintas dikepalanya, dengan buru-buru ia mengambil ponsel disakunya lalu menghubungi laki-laki itu.

***

Di sebuah ruang apartement Yuri, seorang gadis berambut panjang tidak, lebih tepatnya seorang gadis palsu sedang duduk-bangun-duduk dengan resah menanti kedatangan seseorang. Televisi yang ia nyalakan tak mampu membuat perhatiannya beralih ke acara itu. Sesekali ia melihat ke arah luar jendela atau jalanan apartement, berharap dengan begitu ia dapat melihat sosok gadis itu. Tapi hasilnya? Tidak ada.

 

“Aish, pergi kemana saja? Ini hampir larut malam dan ia belum kembali.” Kesalnya sembari bertolak pinggang menatap jam dinding. Pukul 20.25 KST. “Selalu saja membuat orang khawatir.” Tambahnya lalu kembali duduk disofa.

Sebuah suara mengalihkannya, ia menoleh ke arah ponsel tersebut dan mengambilnya. MinHo calling. Ada apa ia meneleponku?

 

“Yeoboseyo hyung?” sapa MinHo begitu tersambung.

 

“Yeoboseyo, ada apa kau menghubungiku?” sahut KyuHyun.

 

“Apa saat ini kau sibuk? Aku butuh bantuanmu sekarang.” Pinta MinHo.

 

“Tidak, katakan saja. Sebisa mungkin aku akan membantumu.” Jawabnya sembari menatap sekelilingnya. Tentu saja saat ini ia tidak sibuk, apa yang ia lakukan selain menunggu ke datangan seseorang?

 

Hening sesaat. “Pertama, datanglah ke tempat….” ucapnya sembari memberi instruksi apa yang harus dilakukan KyuHyun untuk membantunya. KyuHyun mengangguk mengerti, dan tanpa pikir panjang ia pergi ke kamarnya untuk ganti pakaian tanpa bertanya-tanya mengapa MinHo memintanya melakukan hal itu.

 

***

 

Peluh keringat bercucuran membasahi tubuh Yuri. Ia berusaha mengingat dan berlatih untuk lebih baik lagi gerakannya. Yuri menghela napas dalam saat ia mulai merasa lelah, ia menatap bayangan dirinya lekat-lekat. Ada sesuatu yang berubah dari dirinya, Yuri mengernyitkan keningnya saat menyadari dirinya terlihat sedikit lebih gendut dari biasanya.

 

“Ini pasti karena tidak menjaga pola makanku.” Ucapnya sembari memperhatikan beberapa tempat yang mengalami pembengkakkan lemak(?).

 

“Kenapa kau melihat bayanganmu seperti itu? Terlihat lebih gendutkah dirimu?” ejek seseorang, membuat Yuri mencari pemilik suara tersebut melalui kaca dinding ruangan itu. Ia tahu dengan baik pemilik suara itu, hanya saja ia ingin lebih memastikannya lagi agar dugaannya tidak salah. Napasnya tercekat, jantungnya seketika berhenti berdetak sesaat, dan sistem sarafnya bekerja secara lambat saat mendapati pemilik suara tersebut berada diruang yang sama dengannya. “Lama tidak bertemu, Kwon Yuri.” Ucap orang itu lagi sembari memaksakan senyum kaku tersungging diwajahnya dan berjalan mendekat.

 

Kyu-Hyun.

 

“Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja?” tanya KyuHyun lagi karena Yuri tidak merespon ucapannya atau bergerak sedikitpun. KyuHyun berjalan lebih dekat lagi hingga tepat berdiri disamping Yuri, memperhatikan setiap lekukan wajahnya. Sedangkan Yuri hanya menatap bayang KyuHyun melalui pantulan kaca. “Sudah lama tidak bertemu.” Bohongnya untuk mencari topik pembicaraan. Karena kenyataannya KyuHyun bertemu Yuri setiap saat di dalam apartement gadis itu.

 

“Ingin minum?” tawarnya karena Yuri tak kunjung merespon juga. Yuri menoleh menatap minuman kaleng yang ditawarkan KyuHyun. Sebuah perasaan senang menghampirinya, minuman kesukaannya. Tanpa sadar seulas senyum tersungging diwajah Yuri saat ingin menerima minuman kaleng dari KyuHyun.

 

“Terima kasih.” Ucap Yuri pelan, yang membuat KyuHyun senang setengah mati. Setidaknya ia masih menganggap dirinya ada saat ini daripada ia hanya diam seperti boneka.

 

“Bukan apa-apa.” Balas KyuHyun sembari senyum-senyum sendiri dan menatap sekelilingnya. Yuri menoleh untuk melihat ekspresi KyuHyun dan tertawa pelan saat mendapati dirinya tidak berubah sama sekali.

 

“Yaa, kenapa kau belum pulang? Ini sudah malam, kau tahu?” tanya KyuHyun sembari menatap kesal ke arah Yuri mengingat ia menunggu kepulangan Yuri hampir mati karena terlalu khawatir.

 

“Eh? Itu… a-ku baru saja selesai berlatih menari.” Jawab Yuri, sedikit gugup saat ia menjawabnya.

 

“Apa saat ini telah selesai?” tanya KyuHyun lagi.

 

Yuri mengangguk pelan sembari menatap KyuHyun. “Tinggal sedikit lagi aku akan menyelesaikannya.” Tambahnya.

 

“Ingin ku bantu? Ku dengar hari ini tarianmu buruk sekali. Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya KyuHyun sembari menatap lekat ke arah Yuri.

 

“Hm? Tidak ada. Kau dengar dari siapa?”

 

“MinHo yang memberitahuku, ia bilang hari ini kau tidak seperti biasanya.” Jelas KyuHyun, mengingat kembali perbincangan dirinya dan MinHo di depan gedung SMEnt. sebelum ia datang ke ruangan itu.

 

Yuri mendecak kesal mendengar MinHo yang memberitahu KyuHyun tentang keadaannya. “Tsk, dasar orang itu. Kenapa ia sok tahu sekali tentangku?” gumam Yuri kesal.

 

KyuHyun mencuil hidung Yuri dengan penuh kasih. “Jangan marahi MinHo, berkatnya aku bisa bersamamu.” Ucap KyuHyun tanpa sadar, dan saat sadar ia merutuki kebodohannya sendiri. Yuri menatapnya tak percaya. Apa ia salah dengar? Benarkah apa yang dikatakannya barusan? Apa aku tengah bermimpi? Ya Tuhan, beri tahu aku.

 

“A-ayo ku temani kau berlatih!” ajak KyuHyun sedikit gugup untuk mencairkan suasana. Yuri lalu mengangguk. “Anggap aku adalah rivalmu.” Intruksi KyuHyun sembari mengambil posisi. Ia telah diberitahukan MinHo gerakan-gerakan apa saja saat mereka saat bertemu tadi, jadi ia masih dapat mengingatnya dengan baik. Dan kemudian ke duanya terlibat dalam tarian masing-masing. KyuHyun harus bekerja dua kali lipat bagi dirinya untuk menahan perasaan-perasaan yang selalu mengganggunya. Setidaknya perasaan atau lebih tepatnya mungkin hasrat, untuk tidak mendekap erat gadis dihadapannya saat ini ke dalam dekapannya.

 

***

 

“Masuklah, aku akan pergi setelah melihatmu masuk ke dalam.” Ucap KyuHyun saat telah tiba tepat dilobi apartement Yuri. Yuri mengangkat salah satu alisnya sembari menatap KyuHyun.

 

“Terima kasih telah mengantarku untuk sampai disini. Sampai jumpa lain waktu, selamat malam.” Balas Yuri lalu berjalan pergi meninggalkan KyuHyun tanpa mendengarkan sepatah katapun darinya. KyuHyun tidak mempermasalahkan sikap Yuri yang seperti itu, yang ia pedulikan hanya satu untuk saat ini. Ya, hanya satu itu, tidak lebih. Ia berbalik arah dengan terburu-buru. Bagaimanapun ia harus lebih dulu tiba diapartement Yuri sebelum gadis itu tiba. KyuHyun memasuki mobilnya, mengendarai mobilnya, lalu memakirkan mobilnya dibasement dengan terburu-buru. Begitu selesai, ia mengganti pakaiannya dengan pakaian maid dan berlari begitu saja begitu ia selesai berpakaian. Seperti inilah yang KyuHyun lakukan jika ia berdempetan dengan jadwal. Antara jadwal pekerjaan yang mulai padat dan menjadi maid dirumah Yuri.

 

KyuHyun menaiki tangga darurat khusus dengan terburu-buru. Bagaimanapun ia harus lebih dulu tiba dari Yuri agar wanita itu tidak mencurigainya. Setidaknya, itu yang dipikirkan KyuHyun saat ini.

 

***

 

Tepat perkiraan KyuHyun, ia lebih dulu dari Yuri. Napasnya tersengal-sengal ketika ia sudah berada di dalam apartement Yuri, ia berusaha mengatur napasnya untuk bisa bernapas normal kembali. Itu semua ia lakukan agar tidak membuat Yuri curiga. Suara pintu terbuka, KyuHyun memposisikan dirinya untuk berdiri tegap dan menghembuskan napas panjang untuk bernapas normal kembali.

 

“Kau belum tidur?” tanya Yuri sembari mengganti alas kakinya dengan sandal rumah miliknya. KyuHyun menoleh untuk melihat Yuri.

 

“Aku belum mengantuk.” Jawab KyuHyun pendek sembari tersenyum.

 

“Oh. Bagaimana dengan Kyuri? Apa hari ini kau telah menjaganya dengan baik?” tanya Yuri sembari menghampiri kulkas yang letaknya tidak jauh darinya. Yuri melihat-lihat apakah ada yang bisa ia minum atau tidak? Yuri menghela napas pendek, tidak ada yang bisa ia harapkan jika ia mengkonsumsi makanan-makanan di dalam kulkasnya. Jika ia memakannya saat ini, kemungkinan besar berat badannya akan naik lagi dan itu membuat managernya berkicau seperti burung. Yuri lalu menutup pintu kulkas kembali sembari berjalan menuju kamarnya.

 

“Tentu, Kyuri baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya.” Jawab KyuHyun sembari menatap Yuri dari tempatnya berdiri.

 

“Baguslah jika seperti itu. Aku tidak perlu mengkhawatirkan ia lagi. Oh ya, aku ingin mandi dulu. Tolong buatkanku teh hangat.” Titah Yuri sembari membuka pintu kamarnya. KyuHyun mengangguk mengerti lalu segera pergi ke dapur untuk membuatkannya.

 

Sebuah senyum tersungging diwajahnya. Bagaimanapun ia sangat bahagia bisa tetap berada disisi Yuri walau dengan cara seperti ini sekalipun. Setidaknya, ia dapat memastikan keadaan gadis itu baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri.

 

Dibalik pintu kamarnya, Yuri masih berdiri mematung, menyenderkan punggungnya dipintu tersebut sembari mengatur napas kembali. Pikirannya kacau sekali saat ini. Semakin Yuri melihat Gyui, maka semakin ia melihat bayang-bayang KyuHyun di diri Gyui. Ia sempat berpikir bahwa Gyui itu mungkin adik KyuHyun yang sempat terbuang(?) karena tidak diinginkan kelahirannya? Tetapi, sepertinya hal itu tidak mungkin terjadi mengingat fakta bahwa KyuHyun adalah anak terakhir dan putra tunggal satu-satunya dikeluarga itu. Yuri menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk menepis pikiran-pikiran tak masuk akal tersebut sebelum pikiran-pikiran itu semakin menjad-jadii. Ya Tuhan, aku pasti terlalu memikirkan kesamaan mereka. Yuri menghela napas dalam-dalam lalu berjalan pergi meninggalkan pintu kamarnya menuju kamar mandi. Ia melepas semua pakaiannya lalu membasahi dirinya dengan air shower. Yuri memejamkan ke dua matanya, mencoba menenangkan dirinya.

 

Tetapi sepertinya ia gagal karena bayangan-bayangan KyuHyun terngiang kembali dalam benaknya. Kenangan saat mereka bersama, tertawa bersama, pertengkaran kecil yang berujung dengan pelukan hangat dari KyuHyun, cerita-cerita konyol KyuHyun yang membuatnya sulit untuk berhenti tertawa, sikap-sikap manis KyuHyun memperlakukan dirinya seperti seseorang yang sangat berarti dan berharga, serta kejujuran KyuHyun tentang perasaannya terhadap dirinya. Semuanya… KyuHyun. Jika diingat-ingat, dirinyalah yang paling egois dibandingkan dengan KyuHyun. Hatinya sedikit pilu dan kecewa saat ia kembali mengingat KyuHyun disalah satu acara reallity show ditelivisi saat Jessica tengah mencari-cari acara yang membuatnya tertarik, KyuHyun dan seorang perempuan dari China yang bernama Lau Yixiau. Jujur, ia sedikit cemburu dan kecewa saat KyuHyun dekat dan memperlakukan perempuan itu dengan cukup baik. Sebuah butiran lembut mengalir begitu saja tanpa Yuri sadari. Jika ia boleh jujur, ia tidak ingin berpisah atau mengucapkan kalimat terkutuk itu. Tapi, jika ia tidak mengatakannya maka itu akan sulit bagi dirinya dan akan membuat KyuHyun tersiksa atas sikapnya yang egois. Entah apa yang dipikirkan laki-laki itu tentangnya saat ia mengatakan kalimat terkutuk itu, tapi Yuri benar-benar tidak dapat membohongi perasaannya tentang kekecewaannya terhadapnya. KyuHyun berselingkuh dibelakangnya. Bagaimana bisa Yuri mengetahuinya? Ia sendiri juga tidak tahu dengan pasti karena sampai saat ini ia masih belum bisa mengerti dengan baik maksud dari semuanya. Ia bahkan tidak belum bisa bertanya apapun pada KyuHyun untuk menuntut penjelasan. Lidahnya terlalu kelu untuk mengatakannya.

 

Waktu itu saat Yuri pergi untuk berbelanja ke super market terdekat di gedung SMEnt. ia tidak sengaja melihat KyuHyun sedang berjalan seorang diri lengkap dengan penyamarannya. Tapi satu hal yang ia yakini, laki-laki itu adalah KyuHyun dan ia tidak mungkin salah. Yuri ingin memanggilnya tetapi ia urungkan untuk membuat laki-laki itu terkejut. Jadi, ia putuskan untuk mengikuti kemanapun KyuHyun pergi. Yuri berjalan dibelakang KyuHyun dengan senyum cerah diwajahnya sembari menikmati sinar matahari sore yang mulai tenggelam dan punggung KyuHyun yang tidak terlalu jauh dari pandangannya. KyuHyun berhenti disebuah kafe bergaya klasik lalu memasukinya, sedikit terpencil tempat kafe itu berada. Tapi hal itu tidak membuat Yuri berhenti ataupun berpikir. Yuri masih tetap mengikutinya dengan hati riang sembari menyamar lengkap dengan alat-alat yang biasa ia gunakan, ia memasuki kafe dan memilih tempat duduk dibelakang KyuHyun sembari duduk membelakanginya. Jadi, ia bisa tahu apa saja yang dibicarakan lelaki tersebut. Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang menghampirinya.

 

“Tuan, anda ingin memesan apa?” tanya ramah pelayan itu.

 

“Tidak ada, saya sedang menunggu seseorang.” Jawabnya sopan. Pelayan itupun mengangguk mengerti lalu meninggalkan KyuHyun sendiri dan beralih kepada Yuri. Yuri tidak bisa menahan senyuman bahagia diwajahnya saat mendengar jawaban dari KyuHyun tadi.

 

“Ice cappuchino.” Jawab Yuri ramah ketika ditanya ia ingin memesan apa, kemanapun ia pergi jika ditepat itu menyediakan ice cappucino minuman kesukaannya maka ia akan memilihnya sebagai pilihan pertama. Pelayan itupun mencatat pesanannya lalu mengangguk mengerti dan pergi meninggalkan Yuri. Yuri menatap ponselnya dengan hati yang berdebar-debar. Menanti telepon dari KyuHyun. Tapi belum juga KyuHyun meneleponnya, tak berapa lama kemudian KyuHyun berdiri dan melambaikan tangannya pada seseorang. Yuri mengetahui gerakan-gerik KyuHyun melalui kaca cermin kecil miliknya yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. KyuHyun melambaikan tangannya pada seorang gadis. Gadis itu menoleh ke arah KyuHyun dengan sebuah senyum manis diwajahnya sembari berjalan menuju ke arah KyuHyun.

 

“Apa kau menungguku lama?” tanya gadis itu sembari menarik kursi di depan KyuHyun.

 

“Tidak, aku baru saja tiba.” Jawab KyuHyun, yang Yuri yakini dengan senyum manis diwajahnya.

 

“Apa kau sudah memesan sesuatu?” tanya gadis itu lagi sembari mentap KyuHyun dengan mata yang berbinar-binar.

 

“Tidak, belum. Kau ingin pesan apa?” tawarnya. Yuri hanya bisa menghela napas panjang dan membuang jauh-jauh pikiran-pikiran negatif dari benaknya. Yuri menyipitkan ke dua matanya sembari mengingat-ingat siapa gadis itu sebenarnya? Ia yakin sekali tidak pernah melihat gadis itu dimanapun dan KyuHyun tidak pernah memperkenalkannya.

 

“Orange juice saja.” Jawab gadis itu dengan senyum yang belum pudar dari wajahnya.

 

“Baiklah, akan ku pesankan untukmu.” Balas KyuHyun lalu memanggil salah satu pelayan dikafe ini. Pelayan itu sedikit berlari kecil menghampiri KyuHyun sembari brsiap mengeluarkan buku catatannya untuk pesanan. “Orange juice satu dan ice cappuchino satu.” Pelayan itu mengangguk mengerti lalu meninggalkan mereka berdua. Yuri hanya bisa menatapnya dengan senyuman yang ia paksakan.

 

“Marcus oppa!” panggil gadis ceria. Yuri mengernyitkan kening saat sebuah nama asing terdengar ditelinganya. Marcus? Siapa Marcus?

 

“Hm, apa?” sahut laki-laki di depan gadis itu yang tak lain adalah KyuHyun sendiri. Yuri terperanjat kaget saat KyuHyun yang menyahutinya. Apa maksudnya ini? Marcus?

 

“Sejak kapan kau menyukai kopi?” tanya gadis itu dengan sinar mata yang berbinar-binar. “Oh ya, di acara EunHyuk oppa nanti, kau datang dengan siapa?” tanya gadis itu lagi. Seorang pelayan datang menghampiri Yuri untuk memberikan pesanannya. Yuri mengangguk pelan dan mengucapkan terima kasih kepada pelayan itu walau ia yakini pelayan itu tidak bisa mendengarnya karena saking pelannya suara Yuri.

 

“Aku hanya ingin mencobanya. Hm, mungkin dengan teman-temanku atau dengan seseorang.” Jawab KyuHyun santai yang membuat Yuri tidak percaya. A-apa? Ya! Bukankah kau berjanji akan datang bersamaku, huh? Marcus oppa? Apa maksudnya ini?

 

“Bagaimana jika datang bersamaku? Aku tidak tahu datang dengan siapa nantinya?” balas gadis itu lagi dengan wajah sedikit memelas. Ya Tuhan, kenapa gadis itu genit sekali?

 

“Aku tidak tahu apakah bisa datang atau tidak? Jika bisa aku akan mengajakmu, YooKyung-ssi.” Jawab KyuHyun sopan.

 

YooKyung? Bukankah dia itu… salah satu member girlband rookie Korea Selatan? Apa aku salah dengar?

 

Tak berapa lama kemudian pesanan mereka sudah tiba. Untuk sejenak, mereka menghentikan perbincangan mereka, setelah pelayan itu pergi mereka melanjutkan kembali. Yuri hanya bisa menatap nanar melihat dan mendengar perbincangan mereka melalui cerminnya. Ada beberapa hal yang tidak Yuri mengerti, soal nama KyuHyun yang berubah menjadi Marcus, sikap dan perkataan KyuHyun yang seolah-olah ia belum memiliki seorang kekasih, dan terakhir gadis itu. Siapa dan apa hubungan mereka sebenarnya? Yuri hanya bisa menahan rasa kecewa dan amarah melihat kedekatan mereka. Yuri mengambil ponselnya, menekan beberapa huruf lalu mengirimnya. Ia bahkan baru menyadari bahwa KyuHyun hanya mengiriminya pesan singkat yang berupa ucapan selamat pagi lalu setelahnya ia tidak mengirimi pesan apapun padanya. Bahkan ia tidak memberitahukannya tentang keberadaannya saat ini.

 

Kau sedang dimana? Bisakah kita bertemu sekarang?

 

Yuri mengangkat wajahnya ke atas untuk menahan air mata yang mungkin keluar begitu saja tanpa ia inginkan. Tak berapa lama kemudian ponselnya menyala, tanda sebuah pesan masuk. Ia sengaja merubah profil ponselnya menjadi diam agar KyuHyun tidak menyadari keberadaannya.

 

Maaf hari ini aku terlalu sibuk.

 

Yuri tersenyum sinis membaca kalimat tersebut. Terlalu manis dan memuakkan, membuatnya ingin muntah saat itu juga. Entah mengapa, ia tidak heran ataupun shock saat membacanya. Munkin ia sudah tahu lebih dulu jawaban dari KyuHyun. Tidak perlu waktu lama lagi untuk Yuri agar segera pergi dari kafe itu, karena saat itu juga ia mengeluarkan uang untuk membayar pesanannya lalu berdiri dari duduknya tanpa peduli kembalian dari pesanannya. Ia tidak peduli. Bahkan ia tidak menyentuh sama sekali minuman kesukaannya itu. Biasanya ia tidak akan tega mengabaikan minumannya, ia pasti akan meminumnya walau sedikit.

 

Yuri pergi dengan perasaan kecewa dan sakit saat ia meninggalkan kafe tersebut. Ia menghentikan taksi pertama yang dilihatnya saat itu juga. Dan semenjak itu, Yuri menjadi dingin dan tidak terlalu peduli terhadap KyuHyun tanpa menuntut penjelasan apapun dari KyuHyun atas pertanyaan-pertanyaan yang ia simpan. Lidahnya terlalu kelu untuk berkata-kata.

 

***

 

Hari pesta dansa yang diadakan EunHyuk-pun tiba. Yuri mengenakan gaun berwarna putih gading yang ukurannya diatas lutut dan potongan atas menampilkan bahu indah Yuri. Member SNSD sudah berangkat lebih dulu darinya, hanya yang tersisa SeoHyun dan dirinya saja. “Unni, apa kau akan pergi bersama KyuHyun oppa?” tanyanya saat Yuri berada diruang tengah. Yuri memaksakan sebuah senyum diwajahnya sembari mengangguk pelan. Entah mengapa setiap mendengar nama KyuHyun hatinya seperti teriris mengingat kejadian KyuHyun dan YooKyung dikafe beberapa hari yang lalu. Ia sendiri ragu, apakah ia akan menepati janjinya atau melupakannya dan lebih memilih gadis yang bernama YooKyung itu daripada dirinya.

 

“Apa kau ingin ikut bersama kami?” tawarnya pada SeoHyun. SeoHyun tersenyum lembut, menambah kecantikan alami dari dirinya.

 

“Tidak unni, aku sudah ada janji dengan Krystal untuk pergi bersama-sama.” Tolaknya halus.

 

“Apa kalian akan pergi bersama?” tanya Yuri, sedikit iri padanya. Terlintas dibenak Yuri untuk pergi dengan mereka dibandingkan dengan KyuHyun, tetapi ia sudah berjanji pada KyuHyun untuk pergi bersama. Dan ia bukan tipe orang yang beringkar janji.

 

Sebuah dering membuyarkan lamunannya. KyuHyun calling. Yuri menekan salah satu tombol sembari mendekatkannya ke salah satu telinganya. “Aku sudah berada di depan dorm-mu.” Ucapnya. Yuri menghela napas pelan sembari mengangguk lemah walau KyuHyun tidak bisa melihatnya sekalipun. “Aku mengerti.” Sahut Yuri, lalu sambunganpun terputus. Yuri menatap SeoHyun dengan tatapan tak rela untuk meninggalkan magnae itu sendirian. “Kau tak apa jika ku tinggal sendiri?” tanya Yuri. SeoHyun mengangguk yakin.

 

“Tenanglah unni, aku sebentar lagi akan berangkat. Have a good time with KyuHyun oppa.” Ucapnya ceria sembari menepuk-nepuk bahu Yuri pelan. Yuri hanya bisa tersenyum lembut padanya.

 

“Terima kasih. Jaga diri kalian baik-baik.” Pesannya sebelum berjalan pergi meninggalkan SeoHyun sendirian. SeoHyun mengangguk yakin. Yuri membuka pintu dorm dan mendapati KyuHyun tidak berada di depan pintu melainkan berada di dalam mobilnya. Yuri menghela napas panjang. Setahunya, seharusnya laki-laki itu menunggu wanitanya di depan pintu dan membukakan pintu mobil untuk wanita tersebut. Ia selalu mendapat perlakuan seperti itu dari laki-laki manapun, kecuali laki-laki yang saat ini yang tengah menunggunya di dalam mobil. Yuri membuka pintu mobil untuknya sendiri dan ini membuatnya sedikit kecewa pada KyuHyun untuk kesekian kalinya tapi segera ia tepis karena ini bukan masalah besar. Ia segera memakai seatbelt miliknya. Ia sama sekali tidak menatap KyuHyun sekalipun pria itu melihat ke arahnya.

 

“Siap untuk pergi? Let’s go!” ucap KyuHyun, membuka pembicaraan diantara mereka. Tapi Yuri hanya diam ketimbang harus membuka suara. Ia terlalu malas untuk berpura-pura ceria seolah-olah tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Lagipula, ia paling benci jika harus berbohong. KyuHyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, membuat Yuri memejamkan ke dua matanya kuat-kuat. Satu lagi yang membuat Yuri merasa semakin kecewa, KyuHyun mengabaikan keselamatan. Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di acara pesta dansa yang EunHyuk adakan. Yuri turun dari mobil KyuHyun tanpa berpikir panjang, toh ia sudah tahu bahwa KyuHyun tidak akan membukakan pintu untuknya. Yuri dan KyuHyun masuk bersama-sama tapi tidak bergandengan tangan. Mungkin jika para tamu undangan yang melihat mereka tanpa tahu hubungan yang tengah mereka jalani, akan menganggap itu hal biasa atau lebih parahnya lagi mungkin menganggap hubungan mereka tidak lebih dari hoobae-sunbae.

 

“Aku ingin bersama teman-temanku dulu.” Ucap Yuri cuek pada KyuHyun. KyuHyun hanya bisa mengiyakan ucapan Yuri sembari menatap punggung Yuri yang mulai menjauh. Ia hanya menghela napas berat. “Suzy-ah!” panggil Yuri saat bertemu dengan seseorang yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri ditengah kerumunan tamu yang teramat banyak itu. Tidak ada media pers ataupun wartawan sekalipun, acara ini EunHyuk buat secara serahasia mungkin kecuali untuk para tamu undangan dan perusahaan-perusahaan entertaiment lainnya. Mereka cukup bisa dipercaya untuk ini dan juga bisa diandalkan.

 

“Unni!” balas gadis itu senang lalu memeluk tubuh Yuri. Yuri membalas pelukannya, sudah lama sekali mereka tidak bertemu karena kesibukan mereka masing-masing. “Apa kau datang bersama KyuHyun oppa?” tanyanya ceria. Yuri mengangguk pelan sembari tersenyum tipis. “Aish, jangan malu-malu seperti itu padaku unni.” Tambahnya dengan senyum jahil diwajahnya. Yuri hanya bisa membalas dengan sebuah senyum tipis. Untuk beberapa saat mereka berbincang-bincang lalu kemudian Yuri memutuskan untuk menemui seseorang. Beberapa orang memang mengetahui hubungannya dengan KyuHyun dan beberapa orang lagi tidak, karena hubungannya ini sangat rahasia. Yuri menghela napas berat mengingat kebohongan yang KyuHyun buat padanya. Ponsel Yuri bergear beberapa saat, Yuri mengambilnya dari tas tangan kecil yang ia genggam.

 

Aku pergi sebentar, aku akan kembali lagi nanti.

 

Yuri tersenyum kecut saat membaca pesan singkat itu dan berusaha mengabaikan perasaan pilu yang menghampirinya. Ia berjalan mendekati Krystal dan SeoHyun yang dibalas dengan senyum ceria dari mereka berdua. Walau mereka sering bertemu tetap saja mereka tidak bisa membohongi perasaan senang saat sedang bersama-sama. “Dimana KyuHyun oppa? Kenapa kau sendirian saja?” tanya Krystal sembari mencari-cari sosok yang dicarinya.

 

Yuri tersenyum tipis dalam hatinya ia berharap  untuk tidak ada yang bertanya lagi keberadaan KyuHyun karena ia tidak tahu dimana laki-laki itu berada sekarang. “Aku tidak tahu.” Jawab Yuri jujur.

 

“Apa kalian sedang bertengkar?” tanya Krystal lagi.

 

“Tidak, ku rasa seperti itu.” Jawab Yuri ragu. Ia tidak tahu apakah ia dan KyuHyun sedang bertengkar secara sengaja atau tidak. Ia benar-benar tidak tahu, jika boleh jujur hatinya kacau sekarang. Terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia katakan tapi tidak sanggup mengatakannya.

 

“Kalau begitu Yuri unni bersama kami saja.” Tawar Krystal dengan suka cita. Yuri tersenyum lega mendengarnya.

 

“Boleh juga.” Sahutnya lalu mereka duduk dikursi tamu yang sudah disediakan yang letaknya tak jauh dari mereka berdiri tadi. Yuri menatap sekeliling, berharap bertemu EunHyuk sang pemilik acara. Tapi, EunHyuk tidak ada dimanapun. Mata Yuri menatap sebuah pemandangan yang cukup menarik untuk bisa mengalihkan perhatiannya. Seorang laki-laki dan seorang gadis dikelilingi beberapa orang tengah tertawa bersama-sama. Yuri menghela napas dalam-dalam sembari menutup ke dua matanya. “Aku permisi sebentar.” Pamit Yuri pada SeoHyun dan Krystal yang tengah berbicara sesuatu, mereka hanya mengiyakan lalu melanjutkan kembali obrolan mereka yang sempat terhenti. Yuri berjalan mengambil minuman yang telah disediakan, tanpa ia sadari ia mengambil minuman berakhol lalu berjalan ke arah KyuHyun dengan sembunyi-sembunyi. Ia menutupi dirinya dengan bersembunyi dibalik punggung para tamu yang hadir saat itu hingga tepat dibelakang KyuHyun, mendengarkan apa yang dibicarakan mereka. Sama seperti yang dilakukannya saat dikafe dulu. Pergi sebentar itu apa maksudnya, Cho KyuHyun? Pergi ke sisi wanita lain lalu kembali lagi padaku, huh?

 

“Aku rasa kalian cukup serasi.” Ucap seseorang yang memiliki suara berat. Yuri tidak bisa mengetahui siapa pemilik suara itu tapi siapapun pemiliknya, ia berhasil membuat jantung Yuri berhenti berdetak beberapa saat karena terlalu terkejut. Jika saja ia tidak memiliki tenaga lebih untuknya, mungkin gelas berleher jenjang itu akan pecah karena terlalu lemasnya. Sial!

 

“Benarkah? Apakah kami terlihat serasi?” tanya gadis itu, yang Yuri yakini itu adalah YooKyung sendiri.

 

“Tentu, kalian sangat cocok.” Jawab pemilik suara berat itu lagi.

 

“Oppa, apa kau mendengarnya?” tanya gadis itu pada seseorang. “Mereka bilang kita serasi! Tidakkah kau juga senang mendengarnya?”

 

KuHyun hanya diam tidak merespon apapun yang dibicarakan mereka.

 

“Bagaimana jika kalian menjalin hubungan saja? Tidak usah terburu-buru, coba saja dulu. Mungkin kalian bisa memulainya dari berpegangan tangan atau mungkin sedikit lebih jauh lagi, berciuman misalnya?” saran laki-laki bersuara berat lainnya yan disambut dengan tawa disekitar mereka.

 

Yuri sedikit menolehkan kepalanya untuk melihat sikap KyuHyun. Hatinya sedikit pilu dan perih saat tangan gadis itu merangkul lengannya, KyuHyun membiarkannya seolah itu tidak masalah sama sekali. KyuHyun tidak menolak ataupun mengelak sama sekali ucapan teman-temannya itu. Padahal biasanya jika ada perempuan lain yang mendekatinyapun ia akan menjaga jarak dan berdiri tepat disamping Yuri sembari merangkul pinggulnya. Kenapa kau hanya diam saja seperti orang bodoh, huh? Kenapa… kau tega melakukan ini padaku?

 

Gadis itu lalu sedikit berjinjit dan mencium salah satu pipi KyuHyun. Membuat suasana hati Yuri menjadi kacau. KyuHyun menoleh menatap gadis itu dengan tatapan tak percaya. “Apa yang kau lakukan!” maki KyuHyun kesal pada gadis itu sembari menatapnya tajam. Tes! Air mata Yuri jatuh begitu saja membasahi salah satu pipinya tanpa bisa ia tahan lagi.

 

“Ma-af… a-aku tak sengaja melakukannya.. Aish, oppa kenapa kau semarah itu padaku? Kau belum memiliki kekasih sama sekalikan, jadi apa salahnya jika aku menciummu seperti itu? Lagipula itu hanya sebuah ciuman.” sesal gadis itu dengan tatapan tidak percaya bahwa KyuHyun akan semarah ini padanya tetapi kembali kesal karena menurutnya KyuHyun tidak sepatutnya marah seperti itu padanya.

 

“Jangan lakukan lagi! Aish, sial! Istriku pasti akan marah nantinya.” Gumam Kyuhyun sembari mengeluarkan sapu tangan miliknya dari saku tuxedonya lalu membersihkan sisa lipstik yang mungkin terjiplak disalah satu pipinya. Deg! Jantung Yuri berhenti berdetak untuk beberapa saat, saat KyuHyun menyebutkan kata istri dari bibirnya. Istri? Apa maksudnya?

 

“Istri? Apa maksudmu?” tanya gadis itu menatap KyuHyun dengan tak percaya. KyuHyun lalu merutuki dirinya sendiri karena kelepasan bicara tanpa sadar.

 

“Tidak bukan apa-apa.” Jawab KyuHyun santai dengan senyum bahagia yang tersungging diwajahnya tanpa rasa bersalah. Yuri hanya bisa menatap nanar sosok KyuHyun. Sebelumnya Yuri tidak pernah menyangka kalau KyuHyun akan mencampakkannya seperti ini. Hatinya kini terlalu sakit dan pilu mendengar ucapan dan senyum KyuHyun yang seperti itu. Bad guy.

 

Kali ini kau benar-benar keterlaluan, Tuan Cho. Kesal Yuri sembari meminum minuman yang ia ambil tadi dalam sekali teguk lalu berjalan cepat menjauh dari kerumunan itu dan segera mencari EunHyuk untuk pamit pulang terlebih dahulu. Lampu-lampu ruangan tiba-tiba berubah menjadi gelap membuat suasana ramai berhenti sejenak digantikan sebuah teriakan kecil oleh beberapa gadis. Yuri hampir saja berteriak ketakutan jika saja sebuah lampu tidak menyala. Yuri membuka ke dua matanya kembali dan mendapati EunHyuk berdiri ditengah-tengah ruangan yang disoroti beberapa lampu berwarna biru.

 

“Hadirin sekalian, maaf telah membuatkan kalian menunggu lama. Aku mengadakan pesta dansa bukan berarti tanpa maksud tujuan, melainkan aku mengadakan pesta dansa ini karena aku ingin menyatakan perasaanku terhadap seseorang.” Ucap EunHyuk yang disoraki riang oleh beberapa tamu undangan. Yuri hanya bisa menatapnya dengan sabar untuk tetap menghargainya. “Tenanglah! Kalian jangan cemburu seperti itu padaku!” ucapnya penuh percaya diri. EunHyuk lalu berjalan menghampiri seseorang diikuti oleh beberapa pasang mata yang menatapnya. Ia berhenti di depan seorang gadis dengan polesan wajah seperti boneka Barbie dengan gaun diatas lutut dan menampilkan sedikit belahan dadanya yang menambahkan kesan keseksian gadis tersebut. Mata Yuri membulat lebar saat menyadari gadis itu adalah Jessica! “Jessica Jung, aku benar-benar telah mempersiapkan ini semua dari jauh-jauh hari. Ini mungkin terlalu cepat untukmu dan membuatmu sedikit terkejut. Tapi aku sudah tidak dapat menahan perasaanku lagi, aku mencintaimu, Jessica Jung.” Ucapnya sembari berlutut dihadapan Jessica. “Would you want to be mine, please?” tanya EunHyuk dengan suara sedikit bergetar namun penuh keyakinan. Jessica terkejut mendengar pernyataan yang baru saja EunHyuk nyatakan. Seulas senyum bahagia diwajah Yuri, ia tahu dengan baik jawaban sahabatnya itu apa?

 

“Yes, I would.” Setuju gadis itu lalu sebuah sorak riuh bahagia terdengar, terlebih EunHyuk dengan bahagianya berteriak. Yuri ikut bahagia melihat kedua manusia itu tersenyum bahagia dalam pelukan mereka masing-masing.

 

Yuri tidak terlalu menikmati pesta yang EunHyuk adakan, ia tidak bisa berkonsentrasi penuh pada acara itu. Semakin ia berada ditempat itu, maka ia merasa semakin sakit. Salah satu cara untuk menenangkan hatinya adalah pergi dari tempat itu secepat mungkin dan sebisa mungkin. Yuri berjalan menghampiri EunHyuk dan Jessica yang baru saja menjalin hubungan khusus. Jessica menyambut kedatangan Yuri saat menghampirinya dengan sebuah senyuman yang tersungging diwajahnya.

 

“Selamat atas hubungan kalian berdua!” ucap Yuri sembari memeluk Jessica yang dibalas olehnya. “Aku berharap hubungan kalian baik-baik saja sampai kapanpun.” Doa Yuri dengan posisi masih memeluk Jessica.

 

“Terima kasih Yul, semoga hubungan kau dan KyuHyun juga baik-baik saja sampai dunia ini terbelah sekalipun.” Balas Sica tulus. Yuri mengangguk pelan dengan perasaan pilu lalu mengakhiri pelukan mereka dan untuk beberapa saat mereka beradu tatapan dengan senyum bahagia diwajah keduanya masing-masing. Yuri lalu beralih menatap EunHyuk dengan senyum bahagia diwajahnya. “Hm, anyways aku ingin pulang lebih dulu. Maaf aku tidak bisa lebih lama lagi disini.” Pamitnya, memaksakan sebuah senyuman diwajahnya.

 

“Apa kau sakit?” tanya Sica khawatir. Yuri menggeleng pelan walau kenyataannya memang seperti itu. Disini, dihatinya ia merasakan perih dan pilu.

 

“Aku hanya lelah saja. Jangan khawatirkan aku.” Bohong Yuri sembari memaksakan sebuah senyuman dan meninggalkan mereka berdua yang masih tidak mengerti tetapi mencoba mempercayainya.

 

Yuri berjalan sedikit terburu-buru saat keluar dari gedung pesta itu. Matanya basah dan mulai memerah tapi ia mencoba untuk tidak memedulikannya. Ia menghentikan taksi pertama yang kebetulan saat itu lewat dan langsung memasukinya tanpa pikir panjang.

 

“Yuri!” panggil seseorang yang meneriaki namanya. Yuri kenal dengan baik siapa pemilik suara tersebut, tapi ia sedang tidak mau bertemu dengan sang pemilik suara itu untuk saat ini. Ponselnya bergetar, sebelum ia menjawab panggilan tersebut, ia mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu dengan cara menghela napas dalam. Ia ingin mengangkat, tetapi energinya sedang tidak cukup saat ini. Rasa sakit dan pilu dihatinya telah menguras energi Yuri tanpa ampun. Yuri lebih memilih mengabaikan panggilan KyuHyun ketimbang menjawabnya. Ia tahu KyuHyun berusaha menghubunginya berkali-kali tapi sia-sia saja usaha laki-laki itu, tidak ada satupun panggilan yang Yuri jawab. KyuHyun menyerah, ia memilih untuk mengirimi Yuri pesan daripada harus menghubungi Yuri lagi tetapi tidak ada satupun yang Yuri jawab.

 

Kenapa kau pergi begitu saja? Aku menunggumu daritadi, kau tahu? Turun dari taksi sekarang juga! Aku akan menghampirimu secepat mungkin.

 

Yuri menghela napas dalam. Ya Tuhan, sampai kapan ia berhenti membohongi ku?

 

Pulanglah, aku sudah sampai di dorm. Selamat malam.

 

Yuri menatap kosong ke arah luar jendela kaca mobil. Ia terpaksa harus berbohong untuk kepentingannya sendiri. Jika dipikir-pikir ia tidak ada bedanya dengan KyuHyun saat ini, sama-sama saling membohongi pasangannya masing-masing. Tetapi saat ini, ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan laki-laki yang bernama Cho KyuHyun. Perasaannya terlalu kacau saat ini. Sepertinya, malam itu banyak orang-orang yang merasakan bahagia, kecuali dirinya. Ia tidak dapat mempungkiri bahwa ia sedikit iri jika mengingat kebahagian yang mereka dapatkan hari ini. Bulir-bulir lembut keluar begitu saja tanpa bisa Yuri tahan lagi. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat untuk menahan suara isak tangis yang mungkin akan keluar dari bibirnya. Dan semenjak dari kejadian itu, waktu-waktu KyuHyun dan Yuri saat bersama hanya dihabiskan untuk mempersalahkan hal kecil sekalipun, hingga Yuri tidak bisa menahannya dan mengucapkan kata-kata terkutuk baginya. Hingga saat ini, pertanyaan-pertanyaan itupun masih ada. Ia hanya berharap, KyuHyun sendiri yang memberikan penjelasan tanpa ia pinta pada akhirnya.

                                       

Yuri telah selesai mandi, ia lalu berganti pakaian gaun tidur berbahan satin berwarna merah marun dengan handuk yang masih bertengger dibahunya. Ia lalu keluar untuk meminum teh yang ia pinta dari Gyui sembari menunggu keringnya rambut tanpa harus menggunakan hairdryer sekalipun.

 

KyuHyun menelan ludahnya sendiri dengan susah payah saat mendapati Yuri berpakaian seperti itu. Ia tidak mengira kalau Yuri itu sangatlah sexy dibadingkan perkiraanya.

 

“Apa ada yang aneh dari diriku?” tanya Yuri saat mendapati Gyui menatapnya dengan tatapan tak percaya.

 

KyuHyun menggeleng cepat lalu pergi meninggalkan Yuri sebelum imajinasi-imajinasinya membuat usaha yang ia lakukan selama ini sia-sia. Yuri hanya bisa menatapnya dengan tatapan bingung dengan sikap Gyui yang aneh tiba-tiba.

 

***

 

Acara pergantian tahun baru sudah dimulai, Yuri dan MinHo bersiap-siap karena sebentar lagi giliran mereka akan tiba. Yuri mengatur napasnya untuk menenangkan ketegangan dirinya. Walaupun ia sering tampil dilayar kaca, ia tetap saja masih merasa canggung dan tegang saat gilirannya tiba. Giliran merekapun tiba, ia menari dengan MinHo dengan pakaian eksotis dan menggoda. Yuri menari seperti biasanya, hanya saja sedikit berbeda karena ia harus menari se-eksotis mungkin. Ingatannya kembali tertuju ke beberapa hari yang lalu saat ia melakukannya dengan KyuHyun. Mereka mengakhiri tariannya dengan beradu tatapan dengan posisi memeluk satu sama lain lalu setelah itu mereka kembali ke backstage untuk bergegas ke suatu acara berikutnya.

 

Yuri mengecek ponselnya. Ada satu pesan disana.

 

Bersemangatlah! Lakukan yang terbaik!

 

Seulas senyum bahagia tersungging diwajah cantik Yuri. Ia sudah tahu siapa pengirim pesan itu tanpa harus melihat atau mengecek kembali nama sang pengirim. Sedikit rasa rindu pada laki-laki itu menghampirinya tapi segera ia tepis karena Yuri sendiri tidak ingin mengganggu apa yang sudah Yuri lakukan selama ini, mencoba melupakan KyuHyun perlahan-lahan. Ia menatap langit malam yang bertaburkan bintang-bintang saat ia berjalan menuju parkiran mobilnya setelah mengganti pakaiannya menjadi gaun putih panjang. Yuri kembali memfokuskan dirinya pada ponselnya, ia menekan beberapa huruf lalu mengirimnya kepada sang pengirim pesan tersebut.

 

Kau juga lakukanlah yang terbaik! Jangan kecewakan para penggemarmu di China!

 

Yuri kembali teringat pada Gyui yang kembali meminta ijin beberapa hari karena ada suatu urusan yang tidak bisa ia ceritakan kepada Yuri sekalipun. Yuri dengan berat hati mengiyakan permintaan Gyui melihat tatapan memohon Gyui dan ia bisa perkirakan bahwa masalah itu cukup berat baginya. Sebagai gantinya, Gyui menjanjikan seorang maid untuk mengganti dirinya bekerja selama ia tidak ada. Dan Yuri tidak punya alasan lain untuk menolak atau menahan Gyui lagi. Apakah pelayan baru itu bisa dipercaya? Aku mengkhawatirkan keadaan Kyuri.

 

***

 

Dibelahan dunia lain, China lebih tepatnya, beberapa orang sepertinya tengah sibuk kesana kemari untuk persiapan acara perayaan tahun baru. Hanya seorang laki-laki yang duduk dengan manis sembari menatapi layar ponselnya, melihat-lihat foto-foto ia dan gadis itu kembali. Sesekali ia tersenyum senang saat mengingat kejadian-kejadian yang mereka lalui bersama saat mengambil gambar tersebut, ingatannya kembali mundur pada kenangan-kenangan itu.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya seseorang pada KyuHyun. KyuHyun mencari asal suara tersebut dengan malas dan mendapati Siwon sedang bersandar di dinding sembari memperhatikannya.

 

“Tidak ada.” Jawab KyuHyun cuek lalu memfokuskan diri kembali pada layar ponselnya.

 

“Apa maksudmu tidak ada? Dari sini saja aku bisa melihat kau sedang melihat-lihat foto kalian yang sedang berdua.” Bantah Siwon sembari mengangkat salah satu alisnya.

 

“Kalau begitu kenapa kau masih saja bertanya?” tanya KyuHyun sedikit kesal karena Yesung mengganggunya.

 

“Apa kalian benar-benar sudah mengakhiri hubungan kalian?” tanya Siwon lagi, kali ini ia memilih duduk disebelah KyuHyun dibanding harus berdiri menatap magnae Super Junior itu.

 

“Tidak, belum berakhir. Kami akan segera memulainya lagi dari awal.” Yakinnya dengan antusias dan semangat yang tinggi.

 

“Kalau begitu baguslah!” sahut Siwon yang ikut senang melihat KyuHyun seperti itu. “Ayo kita segera bersiap, sebentar lagi kita akan tampil di atas panggung.” Ajaknya yang disambut sebuah anggukan dari KyuHyun. KyuHyun menatap layar ponselnya sembari menekan beberapa huruf lalu mengiriminya pada seseorang. Walau hatinya kini sedang merasa sakit dan pilu mengingat gerakan tarian Yuri saat ia menjadi rivalnya beberapa hari yang lalu kini sedang melakukan duet dengan laki-laki lain, tetapi setidaknya ia ingin menyemangati gadis itu. Gadis yang telah mencuri hati dan perhatiannya.

 

***

 

1 Januari 2013, SNSD melakukan perfom meraka menampilkan lagu-lagu terbaru yang baru saja dirilis 28 Desember 2012 dengan lagu utamanya yaitu ‘I Got A Boy.’ Dan Super Junior M mempromosikan album barunya di China, ‘Break Down.’ Dengan kesibukan mereka yang mulai padat, membuat para anggota SNSD ataupun Super Junior harus tetap menjaga kondisi mereka agar tetap sehat dan prima. Terlebih jadwal KyuHyun yang membuatnya harus bolak-balik dari China-Korea-China karena jadwalnya di Korea Selatan pada beberapa acara masih harus ia selesaikan. KyuHyun memang kembali ke Korea tapi ia tidak kembali bekerja di rumah Yuri lagi karena jadwalnya yang terlalu sibuk. Dan saat ini ia mencoba memejamkan ke dua matanya untuk beristirahat, tetapi sepertinya usaha itu sia-sia saja. Jiwa-raganya benar-benar membutuhkan Yuri untuk berada disisinya. Kalaupun itu sedikit mustahil untuk saat ini, ia berharap bisa melihat Yuri sebentar saja. Memastikan keadaan gadis itu bahwa ia dalam keadaan baik-baik saja. Tetapi ini sudah hampir larut malam dan kemungkinan, Yuri sudah tidur dan tidak mungkin keluar.

 

Sial! Aku harus menahannya sedikit lagi. Gumamnya sembari memukul kesal sofa yang ia tiduri.

 

***

 

Di tempatnya Yuri berada, ia sedang terduduk lemas saat mendapati kenyataan bahwa Gyui adalah KyuHyun! Otaknya berusaha mencerna setiap kata yang bibi Han katakan.

 

“Tuan muda Cho mengatakan saya yang akan menjaga rumah Nona.” Ucap seorang wanita hampir separuh baya yang baru ia temui sore menjelang malam tadi. Keningnya mengernyit saat nama seseorang tersebut dalam ucapan bibi itu. Tuan Cho? Apa maksudnya?

 

“Ia berpesan kepada saya untuk menjaga Nona Yuri selama ia tidak ada. Dan juga ia berpesan untuk menggantikan tugasnya disini.” Lanjutnya, yang membuat Yuri semakin tidak mengerti. Ia memang jarang berada dirumah atau mungkin ia tidak pernah dirumah lagi, waktunya ia habiskan untuk tinggal di dorm SNSD karena jadwal yang memang tidak bisa ditinggalkan. Dan baru hari ini ia bisa kembali ke rumah karena ia sangat merindukan anjing kesayangannya itu. Bahkan ini kali pertamanya bertemu dengan pelayan barunya setelah beberapa bulan ia bekerja dirumahnya.

 

“Ahjuma, bisakah anda memberitahuku lebih terperinci lagi tentang perkataan Tuan Cho?” ucap Yuri dengan jantung berdebar lebih cepat. Kepalanya terasa pening dan sakit.

 

“Ia hanya berpesan seperti itu kepada saya sebelum ia pergi ke China. Apa anda tidak tahu tentang ini sebelumnya Nona?” tanya bibi Han sembari menatap Yuri dengan kening berkerut. Yuri mengangguk lemah sebagai jawaban atas pertanyaan bibi Han. Wanita paruh baya itu sedkit terkejut saat mengetahuinya. Bagaimana bisa ia seceroboh itu dalam pekerjaannya? Secara tidak sengaja membocorkan rahasia Tuannya sendiri. Wanita paruh baya itu memang tidak tahu bahwa identitas Tuannya adalah rahasia karena KyuHyun sendiri tidak memberitahukan atau berpesan apapun kepadanya selain apa yang ia pesankan kepada wanita paruh baya itu. “A-a.. aku benar-benar minta maaf atas kesalahanku. Sungguh, aku tak sengaja mengatakannya.” Sesalnya dengan panik dan takut. Yuri menatapnya tak mengerti karena tiba-tiba sikap bibi Han menjadi aneh.

 

“Ada apa bibi? Tenanglah…” saran Yuri sembari menyentuh ke dua bahu bibi Han.

 

Bibi Han menatap Yuri dengan panik dan takut. “Bagaimana ini? Aku pasti akan dipecat oleh Tuan Cho!” lanturnya panik.

 

Yuri tidak tahu harus melakukan apa untuk saat ini, yang ia tahu hanya satu: membuat bibi itu tenang terlebih dahulu. “Bibi tenang saja, ia pasti tidak akan memecat bibi. Jadi, sekarang tenangkan dirimu dulu.” Pinta Yuri lembut dan tulus. Bibi Han menuruti perkataan Yuri, entah mengapa melihat ketulusan dari gadis itu ia meyakini ucapan yang Yuri katakan. “Bibi istirahat pulang saja dirumah untuk menenangkan diri anda lebih dulu. Saya sudah berada dirumah, jadi bibi jangan khawatir!” ucap Yuri, berusaha menenangkan bibi Han lagi. Wanita tua itu mengangguk mengerti lalu mengemasi beberapa barangnya untuk dibawa pulang dan sisanya ia tinggalkan di rumah Yuri, toh ia akan kembali lagi nantinya. Yuri hanya bisa menyunggingkan senyum untuk menghibur bibi Han sebelum ia pergi meninggalkan rumahnya. Yuri menghela napas dalam-dalam sembari memikirkan kemungkinan-kemungkinan mengapa KyuHyun dan DongHae melakukan ini kepadanya? Jauh dilubuk hatinya, Yuri merasa kecewa karena ia dengan mudahnya dibodohi oleh mereka, seseorang yang berarti baginya dan seseorang yang sudah ia anggap sebagai kakak laki-laki sendiri selain kakak kandungnya. Disisi lain ia merasa senang dan bahagia mendapati KyuHyun tidak pernah pergi darinya. Tetapi, ia benar-benar tidak habis pikir KyuHyun dan DongHae tega membohonginya seperti itu. Baginya, bohong tetap saja bohong. Tanpa harus ada sebuah alasan penjelas.

 

Yuri ingin menemui KyuHyun saat itu juga, meminta penjelasan lebih lanjut tetapi tubuhnya terlalu lelah dan tidak bertenaga saat ini. Tenaganya benar-benar sudah terkuras untuk beberapa hari terakhir ini karena jadwal yang padat. Ia akan menemui KyuHyun keesokan paginya karena kebetulan jadwal SNSD sedang kosong. Yuri menghela napas berat. Ia bangun dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya untuk mngistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.

 

***

 

Sebuah ketukan pintu yang cukup keras dan tidak sabaran membuat kegaduhan dipagi itu dalam ruang kamar tidur yang besar dan mewah. Sang pemilik kamar masih enggan dan tidak ingin bangun dari tidurnya setelah berhasil pada akhirnya ia tidur juga setelah beberapa jam ia memaksakan dirinya untuk tidur. Ia mengerang kesal saat masih terdengar suara ketukan pintu kembali terdengar berkali-kali padahal ia sudah mencoba menutupi telinganya dengan bantal. “Akh! Sial! Berani sekali kau membangunkanku! Cari mati ya!” runtuknya kesal lalu bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu kamarnya dengan tatapan kesal.

 

“Apa!” bentak KyuHyun kesal saat ia sudah membuka pintunya. Matanya membulat kaget saat mendapati seorang gadis yang familiar berdiri dihadapannya. Gadis itu menatapnya dengan tatapan dingin dan tajam. “Yu-ri, a-aku tidak sengaja membentakmu tadi, maafkan aku.” Sesalnya sembari mencoba menyentuh lengan gadis itu tapi sia-sia saja. Gadis itu menepisnya dan melangkah mundur kebelakang menjauhi dirinya.

 

“Jangan sentuh! Aku tidak peduli apa yang baru saja kau lakukan tadi. Aku kemari untuk menanyakan satu hal padamu, apakah aku ini mainanmu dan DongHae, huh?” ucap Yuri membuka suara. KyuHyun mengernyitkan keningnya, tidak mengerti apa maksud dari ucapan Yuri. “Apa maksudmu berpura-pura menjadi Gyui, huh! Apa kau tak cukup sekali saja membohongiku? Apa kau belum puas menyakitiku, Tuan Cho? Aku benar-benar tak habis pikir padamu dan DongHae untuk apa melakukan semua ini? Aku bahkan tidak peduli hubunganmu dengan YooKyung atau Lau Yixiau sekalipun dan kebohongan-kebohongan yang kau buat selama ini. Bahkan namamu yang berubah menjadi Marcus atau mungkin seseorang yang kau sebut istri, aku tidak peduli.” ucap Yuri sinis dan dingin dengan senyum getir diwajahnya. Hatinya terasa pilu dan sakit saat ini. Mata KyuHyun terbelalak kaget saat Yuri mengetahui keadaan sebenarnya. Ia tidak pernah menyangka bahwa Yuri hampir tahu semuanya.

 

“Yuri dengar…” ucap KyuHyun mencoba menjelaskan sembari menyentuh lengan gadis itu agar tidak menjauh tetapi ditepis oleh Yuri.

 

“Cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun darimu!” Sahut Yuri masih dingin dan sinis dengan bibir yang bergetar. Kali ini salah satu air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa ia tahan lagi dan itu membuat hati KyuHyun menjadi pilu melihatnya. “Aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi untuk kesekian kalinya.” tambahnya lalu pergi berlari begitu saja dengan terburu-buru. Yuri mencoba menghapus air matanya walau ia tahu itu akan berujung sia-sia tapi air matanya ini sangatlah mengganggunya.

 

“Yuri tunggu!” pinta seseorang dibelakangnya setengah berteriak dan berusaha mengerjarnya. Tapi Yuri menolak untuk mendengarkan dan mencoba mengabaikannya. Bukan Kwon Yuri namanya jika ia tidak bisa berlari cepat, ia pernah menjuari lomba lari dan ia juga pelari tercepat ke dua setelah HyoYeon SNSD. Ia keluar dari rumah KyuHyun begitu saja dan langsung menaiki mobil pribadinya yang terdapat sopir di dalamnya, membuat KyuHyun kehilangan jejak dirinya.

 

KyuHyun hanya bisa menatap kesal saat mobil yang ditumpangi Yuri melaju dengan kecepatan tinggi. Ia tidak mungkin bisa mengejarnya karena ia sendiri tidak membawa kunci mobilnya sama sekali. Kejadian ini terlalu tiba-tiba dan membuatnya kaget untuk mencerna semuanya. “Aish!” desis KyuHyun kesal sembari meninju udara. Sebauh getaran dari saku celananya membuat KyuHyun mengalihkan perhatiannya. Ia segera mengambil benda itu dan melihat layar ponselnya. DongHae calling. KyuHyun menyentuh salah satu tombol lalu mendekatkan benda itu ke telinganta.

 

“Apa Yuri sudah menemuimu?” tanya DongHae sedikit panik disebrang sana.

 

KyuHyun menghela napas dalam sembari menganggukkan kepalanya walau DongHae tidak bisa melihatnya. “Kami baru saja bertemu.” Jawabnya sembari menahan emosinya.

 

“Apa kalian sempat bertengkar? Apa kau baik-baik saja?” tanyanya lagi.

 

“Kami bertengkar tadi. Tidak, aku sedang tidak baik-baik saja.” Jawab KyuHyun jujur sembari memijat pelipisnya yang mulai terasa pening. “Apa Yuri juga menemuimu sebelum datang menemuiku tadi?” tanya KyuHyun tidak bertenaga.

 

“Tidak, ia tidak menemuiku. Ia hanya meneleponku beberapa menit yang lalu sebelum tiba dirumahmu mungkin.” Jawab DongHae sedikit lemas. Sebuah rasa senang dan lega menghampiri KyuHyun saat mendengar jawaban dari DongHae. KyuHyun melangkahkan kedua kakinya ke dalam rumah, membersihkan dirinya terlebih dahulu baru akan menemui Yuri. Ia tahu dengan baik apa yang dibutuhkan gadis itu saat ini, menyindiri dan menenangkan dirinya terlebih dulu sebelum bertemu kembali dengan dirinya.

 

***

 

Ucapan dari Yuri yang ia katakan padanya benar-benar tidak bohong. Gadis itu benar-benar sulit ditemui, KyuHyun sudah mencoba menemui Yuri diapartementnya dan mendapati kenyataan bahwa apartement itu sudah tidak berpenghuni lagi saat keesokan harinya. Ia juga sudah mengecek dorm SNSD untuk menemui Yuri, tetapi hasilnya nihil. KyuHyun bahkan mencoba mendatangi acara-acara SNSD, Yuri memang hadir diacara itu tetapi sulit baginya untuk bertemu dengannya karena Yuri selalu datang tepat acara itu dimulai. Kalaupun sudah selesai dan KyuHyun mencoba menghampirinya, entah bagaimana ia bisa lolos dari pandangannya dan itu semua membuatnya semakin frustasi. Ia memang memberikan waktu untuk Yuri agar dirinya lebih tenang dan berpikir lebih segar lagi sebelum mereka bertemu. Tetapi, ia tidak menyangka dan berpikir bahwa Yuri akan menghindari dirinya sampai saat ini. Sudah 3 bulan berlalu begitu saja, tetapi tidak ada yang berubah apapun sikap Yuri padanya.

 

Dan disinilah KyuHyun, di club malam untuk menghilangkan rasa frustasi yang menyelimutinya. Entah berapa banyak botol bir yang ia minum, ia sendiri bahkan tidak tahu. Anggota Super Junior dan beberapa anggota SNSD yang juga disana sudah mencoba menghentikannya untuk berhenti minum, tapi KyuHyun tidak mendengarkan ucapan mereka sama sekali dan itu membuat mereka semua menjadi sedikit frustasi. Jika seperti ini terus, KyuHyun bisa mati!

 

Mereka hanya bisa berharap pada satu orang gadis yang tengah menatap kesal ke arah mereka semua. Gadis itu mengenakan jaket tebal berwarna coklat tua yang hampir menutupi tubuhnya hingga bagian paha dan jelana jeans berwarna hitam serta sepatu boots setinggi lutut, saat ini memang sedang musim dingin di Korea. Yuri masih berdiri di depan pintu dengan tatapan kesalnya tetapi dibalas dengan tatapan memelas para semua member SNSD dan Super Junior. Ia hanya bisa menghela napas dalam-dalam untuk meredakan emosinya sebelum ia mendekati laki-laki yang tengah mabuk dengan menempelkan wajahnya di atas meja. Mereka menyewa ruangan khusus untuk merayakan keberhasilan ke dua grup tersebut.

 

“Kami bergantung padamu.” Ucap Siwon saat ia telah berjalan mendekatinya dan berdiri tepat disamping Yuri sembari menepuk-nepuk bahunya pelan. Semua member ke dua grup tersebut meninggalkan Yuri dan KyuHyun dalam ruangan itu dengan pintu tertutup. Yuri menghela napas berat sebelum ia mendekati laki-laki yang masih meminum alkohol tak karuan. Ia duduk disamping KyuHyun lalu mengambil alih minuman berakohol itu darinya. KyuHyun merasa terganggu dan saat ini ia benar-benar tidak ingin ada satu orangpun yang mengganggunya.

 

“Jangan minum lagi.” Titah Yuri dingin sembari menjauhkan botol-botol itu dari gapaian KyuHyun. KyuHyun menoleh ke arah suara tersebut, sebenarnya ia tidak benar-benar mabuk karena kenyataannya ia masih dapat mengenali suara Yuri dengan baik walau matanya berkunang-kunang sekalipun. “Berhentilah meminum-minuman seperti ini! Dan jangan lakukan hal-hal bodoh lagi.” Lanjutnya sembari menatap nanar KyuHyun. KyuHyun mencoba menyentuh wajah Yuri lalu mengelusnya lembut, berharap ini bukanlah sebuah mimpi belaka melainkan kenyataan. Sebuah senyum lemah tersungging diwajah KyuHyun, ia senang Yuri berada disisinya saat ini. “Aku akan menelepon Tuan Kim untuk menjemputmu.” Tambah Yuri sembari mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang tetapi dicegah oleh tangan KyuHyun.

 

“Aku tidak ingin kau pergi lagi dariku.” Ucap KyuHyun sedikit melantur dan tidak jelas, tetapi dapat Yuri tangkap bahwa ia menginginkan dirinya untuk tidak menjauhi dirinya. Yuri menghela napas dalam sembari memaksakan senyum tipis diwajahnya.

 

“Ini sudah malam, lebih baik kau pulang dan istirahat dirumah.” Saran Yuri lembut, berharap KyuHyun dapat mendengar dan mengerti perkataannya.

 

“Aku tidak ingin pulang! Aku hanya ingin kau, Kwon Yuri!” tegas KyuHyun sembari menggenggam tangan Yuri sekuat yang ia bisa.

 

“Aku mengerti. Aku tidak akan pergi kemanapun, sekarang lebih baik kita kembali ke rumah.” Sarannya lagi sembari membalas genggaman tangan KyuHyun. Yuri tahu betul apa dan bagaimana ia harus bersikap jika KyuHyun sedang seperti ini. Ia hanya butuh menyingkirkan emosi dan egonya saat menghadapi keadaan KyuHyun saat ini atau jika tidak, mungkin sesuatu hal buruk akan terjadi.

 

“Tidak mau.” Tolak KyuHyun tegas. Ia lalu memeluk tubuh Yuri, mendekapnya dengan kuat dan erat. Ia benar-benar takut kehilangan gadis itu untuk kesekian kalinya.

 

“KyuHyun, aku tidak bisa bernapas.” Sahut gadis itu sembari berusaha melepaskan dirinya dari dekapan KyuHyun. KyuHyun menurut, ia sedikit melonggarkan pelukannya untuk memberi ruang Yuri agar bisa bernapas dengan normal. “Kau harus pulang.” Ucap Yuri lagi sembari mencoba menekan beberapa tombol, mengirimi pesan singkat kepada seseorang. KyuHyun mencoba mengangkat dagunya untuk melihat wajah Yuri lebih jelas lagi. Untuk beberapa saat mereka saling beradu tatapan kemudian dilanjutkan dengan sebuah ciuman manis dan lembut diantara ke duanya hingga menimbulkan sebuah suara decakan-decakan yang memenuhi ruangan itu. Yuri tidak menolak atau menghindar saat bibir KyuHyun mendarat dibibirnya, karena ia juga sangat merindukan KyuHyun. Walaupun ia berusaha untuk menghindari laki-laki itu tetapi tetap saja ia tidak bisa membohongi dirinya bahwa ia memang menginginkan KyuHyun selalu berada disisinya.

 

Dibalik pintu ruangan, sekumpulan orang-orang tengah berebut untuk melihat pemandangan di dalam ruangan tersebut. Mereka tidak ingin mengalah satu sama lain untuk melihat moment yang jarang ini. Hanya satu dari mereka yang menjauhkan dirinya dari kerumunan ke dua grup itu dengan sebuah senyum diwajahnya.

 

Kau menang, KyuHyun-ah. Seperti yang kau bilang, aku sepertinya butuh beberapa kotak tisu. Batinnya dengan senyum getir diwajahnya.

 

***

 

Sebuah sinar matahari pagi membuat seseorang terganggu dalam tidurnya. Ia mendecak kesal sembari mengerjap-kerjapkan ke dua matanya. Bau harum sebuah masakan tercium dihidungnya, membangunkan rasa lapar yang baru saja ia sadari. KyuHyun lalu duduk dari tidurnya sembari memijat-pijat pelipis yang terasa pening. Ia berusaha mengingat kejadian semalam apa saja yang terjadi selama ia mabuk. Apa ia telah menghancurkan tempat itu? Membuat keributan besar? Atau bermain dengan wanita lain? Tunggu! Wanita? Sekelebat bayangan ia dan Yuri kembali terlintas di kepalanya pada malam itu. Yuri datang untuk membujuknya berhenti meminum alkohol lalu… mereka berciuman. KyuHyun berdiri dari duduknya dan hendak pergi keluar dari kamar. Sungguh, ia benar-benar tidak ingin kehilangan Yuri untuk kesekian kalinya. Kenapa ia bisa ceroboh sekali? Sial! Yuri pasti telah pergi dan sayangnya tak tahu ia berada dimana sekarang!

 

KyuHyun menuruni tangga rumahnya dengan terburu-buru tetapi hidungnya mencium bau yang lain. Bau masakan yang baru saja masak dan itu membuat rasa lapar yang di deritanya kembali menyiksa dirinya. Kali ini KyuHyun harus berpikir dua kali, anatara makan atau mencari Yuri yang keberadaannya entah dimana. “Selamat pagi Tuan. Apakah tidur anda menyenangkan? Satu pagi yang indah hari ini.” sapa ramah dari Tuan Kim dengan senyum cerah diwajahnya, kepala rumah tangga dirumahnya. KyuHyun hanya tersenyum tipis lalu meninggalkan laki-laki separuh baya itu menuju meja makan, mengabaikan perkataan Tuan Kim yang baru saja ia ucapkan. Matanya membulat kaget saat mendapati seorang gadis tengah merapikan hidangan makan dengan celemek yang masih mennggantung dileher dan terikat dipinggulnya. KyuHyun benar-benar tidak percaya bahwa gadis itu kini tengah berada dirumahnya dan sedang menyiapinya sarapan khusus untuk dirinya. Tanpa pikir panjang lagi, KyuHyun menghampiri gadis itu dan memeluknya dari belakang. Jika saja gadis itu tidak menjaga keseimbangan tubuhnya karena terkejut, mungkin makanan yang tengah ia pegang akan tumpah dan mengotori makanan lainnya.

 

“KyuHyun apa yang kau lakukan? Hampir saja aku menumpahkannya.” Kesal Yuri sembari meletakkan makanan itu. “Lepaskan aku!” pinta Yuri.

 

KyuHyun menggeleng cepat sembari semakin memeluk erat perut Yuri. Ia menaruh dagunya di atas bahu Yuri. “Perempuan yang bernama YooKyung itu adalah temanku waktu kecil yang sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Ia sering memanggilku Marcus karena itu adalah nama lainku. Soal Lau Yixiau itu aku tidak pernah lagi berhubungan dengannya semenjak kami menyelesaikan syuting reallity show dan SS4. Aku tidak bermaksud mencoba membohongimu dan tidak bercerita apapun padamu tentang ini karena ku pikir itu tidak perlu dan penting. Satu lagi, percayalah aku berpura-pura menjadi maid dirumahmu untuk selalu memastikan keadaanmu dan aku masih belum bisa pergi jauh darimu. Dan soal istri itu, aku tidak mengerti kenapa kau begitu bodoh sekali hingga tidak tahu apa maksudku.” Jelas KyuHyun sembari memeluk tubuh Yuri dari belakang dengan kuat dan erat.

 

Sebuah perasaan lega menghampirinya walaupun masih sedikit kesal karena KyuHyun memberitahukan semuanya sedikit terlambat tapi setidaknya KyuHyun telah berusaha menjelaskannya walau butuh waktu lama dan itu sudah cukup untuk Yuri. Lagipula tidak ada alasan lagi bagi Yuri untuk marah pada KyuHyun setelah mengingat dan mencoba memahami tindakan KyuHyun yang berpura-pura menjadi maidnya ditengah jadwal sepadat itu. “Apa kau tidak ingin makan masakanku?” tanya Yuri lagi sembari mencoba menoleh ke arahnya.

 

“Tentu saja aku akan memakannya.” Tegas KyuHyun.

 

“Kalau begitu lepaskan aku lalu makanlah dengan baik.” Titah Yuri, yang dijawab dengan anggukan lemah KyuHyun. Ia melepaskan Yuri lalu beralih ke salah satu kursi meja makan. Yuri menatapnya dengan sendu tetapi dibalas dengan tatapan senang dari KyuHyun. Yuri menjitak kepala KyuHyun dengan kesal hingga membuat laki-laki itu merintih kesakitan. “Apa kau ingin mati, huh?” tanya Yuri kesal sembari menatap nanar ke arah KyuHyun. “Jangan melakukan hal bodoh lagi! Apa kau ingin mati perlahan-lahan dengan meminum alkohol sebanyak itu tanpa memasukkan makanan apapun ke dalam perutmu, huh?” lanjutnya dengan bibir bergetar mengingat perkataan Tuan Kim padanya semalam saat berhasil memapah KyuHyun ke kamarnya. Pria itu benar-benar keras kepala dan egois untuk menahan dirinya lebih lama lagi agar tetap selalu disisinya. KyuHyun tidak mau dipapah dengan siapapun selain Yuri saat mereka hendak membawa KyuHyun pulang. Hingga mau tak mau Yuri menuruti permintaan KyuHyun. KyuHyun berdiri dari duduknya, menghampiri Yuri lalu mencoba memeluk gadis itu. Sekelebat perasaan bersalah menghampirinya melihat Yuri yang hampir menangis karena khawatir.

 

“Aku mengerti, maafkan aku telah membuatmu khawatir.” Sahutnya lembut sembari mendekap tubuh Yuri erat.

 

***

 

“Apa kita masih belum sampai juga? Sampai kapan aku harus menutup mataku?” tanya Yuri pada Tiffany yang tengah menuntunnya ke suatu tempat. Saat ini Yuri hanya bisa pasrah kepada temannya itu yang membawa dan menuntunnya ke suatu tempat. Hubungan KyuHyun dan Yuri kembali membaik perlahan-lahan semenjak insiden mabuk ataupun dirumah KyuHyun beberapa hari lalu.

 

“Bersabarlah, sedikit lagi Yul. Hati-hati ada anak tangga. Naiklah dengan hati-hati.” Instruksi Fany sembari menggenggam ke dua tangan Yuri kuat-kuat, memastikan agar temannya itu tidak jatuh. Tiffany berjalan mundur untuk menuntun Yuri ke tempat yang telah direncanakan sebelumnya.

 

“Apakah hari ini ada yang istimewa?” tanya Yuri lagi sembari menaiki anak tangga.

 

“Hari ini memang sangat istimewa, Kwon Yul.” Jawab Tiffany antusias.

 

“Benarkah? Apa itu?”

 

“Nanti kau juga akan tahu.” Balas Fany sembari memposisikan Yuri ke tempat yang telah ditentukan. “Nah sudah sampai!” tambahnya ceria. Yuri menunggu Tiffany untuk membuka kain yang menutupi ke dua matanya. Suara iringan musik yang familiar terdengar ditelinganya ketika ia mencoba membuka ke dua matanya kembali. Beberapa lampu panggung menyinari dirinya dan beberapa laki-laki yang tengah berada diposisi mereka masing-masing. Ke dua mata Yuri membulat kaget saat mendapati para sunbaenya tengah berada di atas panggung sama sepertinya. Terlebih seorang sunbae yang telah mencuri hati dan seluruh perhatiannya. Dari dulu sampai saat ini dan mungkin selamanya KyuHyun selalu berhasil mencuri hatinya.

 

This song is dedicated to the world’s biggest fan club
The “ELF”, my girls, my angels.
We, met for the first time years ago then fell in love at first sight
Baby, no matter where I go, you stand by my side just like my shadow
From time to time, there are so many things to prove our love
Even when I’m sick, even when I collapse, she’s the only one remaining by my side
Baby baby baby baby baby, let us never break up
Oh my lady lady lady lady lady I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty it’s only you the one that I chose
Even my tears, even my little smiles.. Do you know? They all come from you
That you’ve got old already because I make you worry so much, don’t say such things
No matter how I look at it, to me there’s no one in this world that is as beautiful as you (don’t say such things either)
I don’t know why you keep staying with me. Also, I’m sorry because I fall short to you
Just believe me, I, I will do well
Baby baby baby baby baby, let us never break up
Oh my lady lady lady lady lady I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty it’s only you the one that I chose

 

KyuHyun berjalan mendekati Yuri dan berdiri tepat disampingnya sembari menyanyikan lagu bagiannya sembari menatap Yuri lembut, yang membuat Yuri mengernyitkan keningnya melihat sikap KyuHyun seperti itu.

 

Even my tears, even my little smiles.. Do you know? They all come from you
Even when the words “I have no one but you” sound all so cheeky, how do I show you my heart?
Even though there are times when we fight, when we say we hate each other to death, don’t your heart know already?

 

KyuHyun mengerlingkan salah satu matanya pada Yuri  hingga membuat gadis itu menatapnya tak percaya. Pasalnya, sejak kapan KyuHyun menjadi sedikit genit padanya? KyuHyun tersenyum senang mendapati ekspresi Yuri yang seperti itu. KyuHyun menyentuh bagian belakang kepala Yuri lalu mencium keningnya dengan penuh perasaan, meninggalkan bagian lirik lagunya.


The days of mere beauty, with the mere good things that you and I, we two used to see each other, eat together, hear together, cry together, laugh together
Thank you for standing by me, believing in me so I wouldn’t collapse, really thank you
Baby baby baby baby baby, let us never break up
Oh my lady lady lady lady lady I really love you
Shawty shawty shawty shawty shawty it’s only you the one that I chose
Even my tears, even my little smiles.. Do you know? They all come from you

Always, I thank you and I love you

(Super Junior – From U)

 

Always, I thank you and I love you.” Bisik KyuHyun lembut tepat ditelinga Yuri, mengikuti lirik terakhir dari lagu itu. Yuri menatap KyuHyun dengan tatapan tak percaya. Apa ia sedang salah dengar? KyuHyun menatap Yuri lembut. “Aku masih mencintaimu, Kwon Yuri.” Jelas KyuHyun lembut. Yuri masih diam, menatap KyuHyun dengan tatapan yang sama. Hatinya terlalu senang dan bahagia saat ini walau ia tahu KyuHyun masih mencintainya tetapi tetap saja ia masih terkejut saat KyuHyun mengatakannya. Terlebih caranya ia mengungkapkan perasaannya tersebut. “Aku mohon padamu, tetaplah disisiku dan jangan pernah pergi dariku sampai kapanpun. Sekali kau milikku maka selamanya kau tetap milikku apapun yang terjadi.” tegas KyuHyun sembari menatap lurus ke mata Yuri. “Kuanggap jawabanmu setuju jika hanya diam seperti itu.” Putus KyuHyun sebelum mengecup bibir Yuri sesaat.

 

“Ya!” protes Yuri sembari memukul pelan lengan KyuHyun. “Apa kau yang mempersiapkan ini semua?” tanyanya sembari menatap sekeliling.

 

KyuHyun menggeleng cepat. “Tidak, bukan aku tapi mereka.” Elak KyuHyun sembari menunjuk para anggota SNSD dan Super Junior yang saat ini tengah tertawa sembari membuat huruf ‘v’ dijarinya. Yuri mencibir kesal tetapi langsung tersenyum mengingat usaha mereka yang mempersiapkan ini semua untuk dirinya dan KyuHyun. KyuHyun memeluk Yuri dari samping yang dibalas tatapan dan senyuman lembut dari Yuri.

 

“Aku mencintaimu, Kwon Yuri.” Bisik KyuHyun lembut.

 

Yuri tersenyum menatap KyuHyun. “Aku juga mencintaimu, Cho KyuHyun.” Balas Yuri. Suara riuh dan teriakan kesenangan terdengar ditelinga KyuHyun maupun Yuri.

 

“Rencana kita berhasil!” teriak mereka bersamaan sembari melakukan high five. “Horeee!” sahut mereka bersamaan dengan bangga dan puas pada hasil yang mereka lakukan. Tidak sia-sia mereka telah merencanakan dan mempersiapkan ini semua agar kembali bersatunya lagi sepasang kekasih yang telah berpisah menjadi kembali bersatu. KyuHyun dan Yuri hanya bisa menatap tingkah para ke dua grup itu dengan gelengan kepala serta senyum bahagia di wajah mereka.

 

“Terima kasih kau kembali lagi padaku.” Bisik KyuHyun lembut sembari menatap Yuri lurus dengan senyum manis diwajahnya yang belum pudar. Yuri hanya bisa menatap lembut KyuHyun sembari tersenyum tulus. Ia tidak tahu apa lagi yang ingin ia katakan pada KyuHyun saat ini? Semuanya terlalu membuatnya melayang terbang ke langit ke tujuh ditemani kupu-kupu disekitarnya. KyuHyun mendaratkan bibirnya tepat dikening Yuri sembari memejamkan ke dua matanya, sebuah ciuman ringan yang tulus dan dalam. Yuri memejamkan ke dua matanya, menikmati ciuman KyuHyun dan sensasi-sensasi aneh yang menjalari tubuhnya.

 

====================== THE END ====================

 

A-YO GG! Yeah yeah shall we start? Kkk~ Long time no see you all *huguonebyone* haha

What do you think about this ff? Bad or good? I was try to do best and had been to finished. Kkk :p sorry for so long of waiting on me(?) *plakk* lol

Like usually, Support and Keep RCL (Read, Comment(s), and Like), please. xoxo

(Yura sok inggris nih -_-) Haha lol

Anw, aku mau tanya sama kalian dong tentang beberapa ff yang mau dilanjutin sama yang enggak. Kasih sarannya🙂 Itu yang Together-nya boleh ga aku cut aja? Kkk :p Btw, aku baru nyadar kalo aku ga pernah nulis kata “rights” di All right reserved © Kwon Yura. Dan itu sangat memalukan -_- pasti ke tulis dihati(?) pas mau nulisnya lol

See you next story guys! Paipai ^^

41 thoughts on “Way Back Into Love [ Part 2 ] [End]

  1. akhirnya ff nya dipublish juga… :p
    suka ff nya unnieeeeee…. :* <3<3<3
    aaaaaa…

    tapi masih ada typo, terus bingung: kenapa nama siwon berubah jadi yesung?
    “Apa maksudmu tidak ada? Dari sini saja aku bisa melihat kau sedang melihat-lihat foto kalian yang sedang berdua.” Bantah Siwon sembari mengangkat salah satu alisnya.

    “Kalau begitu kenapa kau masih saja bertanya?” tanya KyuHyun sedikit kesal karena Yesung mengganggunya.

    tapi overall baguuuuusssss…. ^^

    ff together gak dilanjut? padahal aku suka & penasaran sama kelanjutannya😦
    terus semoga ff the princess mermaid dilanjut yah… :p
    terus run juga…
    pokoknya semuaaaaa ff nya tolong dilanjutin ya…
    gomawo ^^

  2. Akhirnyaaaa kwon yura comeback ^^

    Wow, ini bener2 luar biasaaaa.. Aaaaah, Kyuriiii Berasa nyataaa.. Feelnya dapet bangeeeet.. So sweet happy ending🙂

    Chingu, please togethernya jngan dicut😥
    Klo bisa lanjutin semua ff yg belum selesai,, kita semua pasti sbar menunggu kok.. Yaa yaa yaaaa,, lanjutin please..

  3. akhirnya post jg nih eon,aku kira ga bkal dilnjutin…
    awlnya aku kurng dpt feelny,mungkin krn aku lpa crita sblumnya…tp dr tengah smpe akhir aku suka bgt…trutma yg di akhir,so sweet bgt
    ad beberp typo n kta2 yg diulng dlm stu klimat jd agk ganda mkna kalimtny…
    tp overall it’s nice story,,,

    jd together nya mau ga dilnjutin gt? sbnernya aku suka bgt sih critanya,,,tp gpp deh…aku ngrt,,mungkin eonni lbh bnyk ide buat bkin next story nya…
    keep writing ya, n see you too

  4. unnie udh comebak ? ckckck
    miss your ff iya ada typo pas bagian siwon malah diganti yesung tapi bagus kok ternyata putus gara2 itu dijelasinnya di part ini
    run sama together nya dilanjut dong eon suka sama ff yang itu please..
    keep writing eon fighting..:)

  5. akhir ny di post jga eonni, ahhh sneng akhir ny happy ending. Sempet kget sma EunSica.. Jrang2 kn couple mereka🙂 nice story eonni🙂
    maaf eonni sya blm smpet bca ff yg sleaping beauty, twitter sya lgi ga tau deh knpa. Ok eonni di tunggu kelanjutan ff eonni yg lainny, hiatus ny udhan dong eonn. Keep writing dn gomawo🙂

  6. Daebaaaakkk akhirnya post juga eon😀 pleas eon yang ff together sama run di lanjutin ya soalnya aku suka banget sama tu ff,pokonya jangan berhenti berkarya untuk kyurishipper eon🙂

  7. bagus unnie ^^
    ceritanya keren badai cetar membahana halilintar *ups ._.
    aku fansnya ff unnie, fighting terus ya unn!! \(^o^)/

  8. bagus unnie ^^
    ceritanya keren badai cetar membahana halilintar *ups ._.
    alurnya mudah dimengerti dan ceritanya menarik..😀
    aku fansnya ff unnie, fighting terus ya unn!! \(^o^)/

  9. bagus unnie ^^
    akhirnya ngepost juga😀
    ceritanya keren badai cetar membahana halilintar ulalaa *ups ._.
    alurnya mudah dimengerti dan ceritanya menarik..😀
    aku fansnya ff unnie, fighting terus ya unn!! \(^o^)/
    kyuri daebak!! ^^

  10. Hoaaaaaa akhirnya comeback juga, kerennnnnnnnn ><, ga tau mau komen apa apa yg jelar keren😉

  11. woah, ff nya bagus, eon. menegangkan, mengharukan, semuanya campur aduk jadi satu disini^^)b
    Dan, oke. yang tiba2 enggan lihat KyuRi ciuman itu Donghae kan?!! muahahahaha. bahagia banget saya xD #plak. kkkk. duh, kasihan ikanku, sini sama mami aja :3 (?)
    hihihi. overall, i’m very thankful coz u made my baby Donge hurts in here. fufufu. lagi sebel sama dia soalnya-____- xD

  12. Nice,akhirnya dipost
    selama ini eonnie kemana? kok lama bener munculnya?
    hahaha .-.
    eonnie,tolong lanjutkan i wanna say i love you ya!
    Fighting!

  13. dari sekian lama nunggu akhirnya ff ini di publish.
    suka bgt sama ff kak yura.
    feelnya dapet bgt.
    kyuri romance xD
    di tunggu kelanjutan ff yang lain ^^

  14. wahhh wlcomeback thor dah lama banget thor ga post ff lg
    happy ending nih buat kyuri
    thor lanjutin part dr the fourth flower boys dan i wanna say i love you yaa

  15. Mian baru koment eonnie..
    Sneng eonnie comeback.. ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ bner2 rindu ff karya eonnie.. Way Back Into Love nice ff.. Walaupun gkk banyak part sperti ff lainnya, tapi ff ini konflik, bahasa, alur, tata cara penulisan semuanya teratur rapi. Jadi sneng bacanya..

    Kok together mau di cut sih eonnie (⌣́_⌣̀) penasaran loh sma ff yang satu itu, ceritanya marriage life, tapi ceritanya beda sama marriage life lainnya, konfliknya beda jadi kayak warna tersendiri aja, terus feelnya jga dpet banget.

    Selain together, Run jga ceritanya menarik.. Pngen banget baca kelanjutannya..

    Apapun ff yang eonnie lanjutin semuanya bagus kog.. Ff yang eonnie bkin bahasanya baku, bisa di mengerti. Jadi feelnya dapet banget.. Di tunggu lanjutan ff lainnya eonnie *bow*.. ( ื▿ ืʃƪ)

  16. Wah… akhirx ada jg lanjutanx. kirain ga akn d publish. keren thor, buat sequelx downk… ^_^

  17. Unnie yg baik hati please together,run,i wanna say ” i love you ”, the fourth flower boys!, terus apa lagi ya pokoknya semua karya unnie di lanjut please aku aku sangat penasaran ya2 boleh ya *puppy eyes*

  18. kwon yura is back huahaahahaha

    i don’t why?! setelah banyak baca ff kyuri, aku msh bs dapet feel ke kamu, stlh kamu vakum dr dunia perffan hampir 2bulan right? #forget

    but i’m still happily ever after about your ff yeaaaahhh A~YO!! KWON YURA haghaghag

    seneng sedih juga, akhirnya mrk kembali bersatu..
    ternyata tanpa baca part 1 nya, msh inget sm cerita diawal

    oia, yg RUN lanjut aja 18+ kan? wakakakaka
    eon kan udah 25 gpp dong ya, ya iyalah hewhewhew

    ayooo semangat buat ff! keknya utk sementara waktu eonn, vakum nulis ff kyuri, kemarin ada yg ngebash, luar biasa dalemnya, jadi yeaaahhh, skrg fokus nulis exopink atau exovenus

    fighting!! dwi wkwkwk XDD

  19. Seruuuuu thorrrr!!
    Suka bgt sama pairing kyuri🙂
    Oh ya pw sleeping beauty part 10 apa thor? Udh baca dari awal masa ga tau ending nya gimana, bagilah pw nya thor hehe
    Gomawo, teruskan thor!

  20. unnie salam kenal ya aku sudah baca ff yg eon bikin seru dan keren abis ceritanya apalagi yang ini. eonni ff yang the fourth flower boys sma yg I Wanna Say I Love You dilanjutin dong eon aku sdh penasaran sama ceritanya

  21. Looovee thia ff so much.
    Aku auka karakter mereka ber2 yg menurut aku bnr2 pas.
    Luci bgt ngebayangin Kyu pura2 jd housemaid dan nyamar jd cewek, haha!
    Eonni, I love this ff.
    I love Kyuri couple.
    Akhirnya mereka bersatu lg~

  22. waaaaw. .. daebak eonni… crita’y baguz bnget. berasa nyata.. bang epil demen ya bkin yulnie sedih mlu. . tpi so wiiiiit bnget crita’y. pa lagi ps mau ending, paz bang epil mabuk. ha ha..

  23. Akhirnya yulkyu balikan lagii..klo aja maid pengganti gyui itu ga keceplosan..pasti yuri ga akan tau kebenarannya yaa..untunglah akhirnya yuri tau yaa meskipun yuri marah besar sama kyu..sampe 3bln ga bisa dihubungin dan ditemuin..tapi rasa cinta nya mengalahkan rasa marah..akhirnyaaa balikan lagi deh..hihihi

  24. Wowwwwwe daebak ini ff yg paling panjang dalam satu part kyknya. Hahahaha suka jalan ceritanya dibikin ga booring.

  25. baguss eonn, ff i wanna say i love you dilanjut yaa part 9 and seterusnyaa..
    keep writing and fighting eonniiiii..
    love u muah muah mmmuuaahh

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s