RUN [ Part 3 (End) ]


run

RUN

 

Author : Kwon Yura

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Ok Taecyeon

Support : SNSD, Super Junior, 2PM members

PG : +17 and BO

Genre : Fluff, Angst and Romance

Art :

Disclaimer : They belong to God, I just have this plot. All of story is my Mine, Own, and Pure for me.

 

Do Not Try to Copy-Paste / Take Out / Plagiat, please!

I don’t ever permit it.

 

Respect me as who’s person you like.

 

Aku akan berhenti berlari karena hatimu adalah tempat peristirahatanku untuk pertama dan terakhir. –Kwon Yura.

 

Listening :

MBLAQ – Running and Running

(Ost. The Fegutive Plan B)

 

 

Aku tiba dilantai dasar dan mendapati EunHyuk tengah menungguku di depan lift dengan raut wajah yang sedikit kesal. Aku tahu, ia paling tidak suka menunggu, begitupun juga denganku. Aku berjalan lebih dahulu dibandingkan dengan KyuHyun yang sibuk memijit tombol PSP kesayangannya itu. Entahlah, biasanya aku akan marah jika ia mengacuhkanku sedikit saja. Tapi, kali ini tidak. Energiku sudah hampir terkuras habis untuk satu hari ini. Hanya untuk satu hari ini.

 

EunHyuk membawaku ke sebuah tempat kolam renang yang saat ini tengah berisikan orang-orang asing yang tidak ku kenali. Tetapi, sepertinya Lee HyukJae itu mengenali mereka dengan baik begitupun juga sebaliknya. Mereka saling menyapa satu sama lain. Aku mengedarkan pandanganku untuk melihat-lihat keadaan sekitar. Tidak ada yang ku kenali, kecuali… seorang gadis bertubuh langsing dan ideal dengan rambut panjang yang sengaja ia biarkan tergerai begitu saja, Im YoonA. Ia melambaikan tangannya padaku sembari menyunggingkan senyum lebar ramah padaku. Aku membalasnya dengan sedikit canggung karena merasa sedikit kaget mendapat perlakuan seperti itu secara tiba-tiba.

 

“Perkenalkan, ini Kwon Yuri. Yuri, ini adalah Nickhun yang akan menjadi lawan mainmu.” Ucap EunHyuk sembari memperkenalkan seorang laki-laki bernama Nickhun. Aku membalas senyuman dan jabatan tangannya. “Ah, masih ada beberapa pemain lagi tetapi sepertinya mereka belum datang. Well, kalian bertiga berbincang-bincang saja. Ada beberapa hal yang ingin ku bicarakan dengan Tuan Kim. Yuri, tunggu disini, jangan pergi kemana-mana.” Titah EunHyuk padaku sebelum ia pergi meninggalkanku begitu saja. Aku mengangguk pelan untuk menanggapi ucapannya.

 

“Hm, ini bukan kali pertamanya kita bekerja sama, benarkan Kwon Yuri?” tanya YoonA padaku, membuka pembicaraan.

 

“Tentu, untuk beberapa CF kita sudah bekerja sama.” Jawabku sembari menyunggingkan senyum ramah padanya.

 

“Kalau begitu, ini kali pertama nya kita berkerjasama.” Sahut Nickhun sembari menatapku lembut. Aku mengangguk pelan sebagai jawabannya.

 

“Oh ya, Nickhun-ssi, aku dengar kau berasal dari Thailand. Apa itu benar?” tanya YoonA, membuat Nickhun mengalihkan perhatiannya dariku. Nickhun tersenyum pada YoonA.

 

“Benar, apa kau tertarik untuk pergi kesana?” balas Nickhun.

 

Aku menatap mereka berduka dengan senyum kecil yang menghiasi wajahku. Sepertinya mereka terlibat obrolan mereka sendiri. Well, apakah aku harus pergi sekarang dan meninggalkan mereka berdua? Aku rasa, aku harus melakukannya. Tidak peduli ucapan EunHyuk yang melarangku pergi kemanapun, toh aku tidak pergi kemana-mana selain memutari tempat ini. Aku berjalan menjauh dari mereka lalu menghampiri tempat minuman yang telah disediakan.

 

Apa ini? Apa ini minuman beralkohol? Batinku sembari mengambil segelas minuman berwarna coklat bening.

 

“Apa kau sendirian saja?” tanya seseorang dibelakangku. Aku menoleh ke belakang dan mendapati seorang laki-laki yang tak asing lagi bagiku. “Hai, senang bertemu denganmu lagi, Yuri-ya.” Ucapnya sembari menyunggingkan sebuah senyum lebar yang menampakkan sederatan gigi yang tersusun apik dan rapih.

 

“Kau? Oh.” Hanya kata-kata itu saja yang dapat keluar dari bibirku.

 

Taecyeon mengernyitkan keningnya lalu tertawa sembari menatapku. Apa ada yang salah denganku? “Ya, Kwon Yuri, tidak bisakah kau menanggapiku lebih dari dua kata itu?” tanyanya ditengah tawanya. Aku diam, menatapnya dengan tatapan tidak mengerti. Taecyeon berhenti tertawa saat mendapati ekspresi yang seperti itu dariku. “Aish, kau ini. Apa kau ingin berjalan-jalan sebentar?” ajaknya. Aku menggeleng pelan padanya.

 

“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa.” Tolakku halus.

 

“Tenang saja, managermu itu tidak akan marah padamu hanya karena soal ini.” Ucapnya, mencoba merayuku.

 

Tentu saja, EunHyuk tidak akan marah padaku. Hanya saja bagaimana dengan seorang laki-laki yang saat ini menatapku tajam dan dingin? “Aku tahu kalau itu.” Balasku dengan tenang dan lembut sembari menyunggingkan senyum diwajahku.

 

“Lalu, apa yang kau khawatirkan lagi?” tanyanya lagi.

 

Aku menatap lurus ke dua manik mata Taecyeon sembari menyunggingkan senyum pasti. “Suamiku. Aku sangat mengkhawatirkannya.” Jawabku dengan tegas, yakin, dan tenang. “Aku permisi dulu.” Lanjutku lalu pergi berjalan menjauh darinya menuju tempat KyuHyun menatapku dengan tatapan posesif dan tajamnya. KyuHyun melirikku sekilas lalu kembali sibuk dengan PSPnya dengan raut wajah kesal. “KyuHyun-ssi.” Panggilku saat aku telah duduk dikursi sampingnya. KyuHyun diam, tidak bereaksi apapun padaku kecuali memijit-mijit tombol PSP ditangannya. Aku menghela napas pendek. “Ya! Cho KyuHyun!” panggilku sekali lagi padanya, tetapi hasilnya tetap sama. Ia tidak menggubrisku sama sekali. “Apa PSP-mu itu sangat menarik dibandingkan denganku?” tanyaku sedikit kesal, tetapi pria di depanku ini sepertinya telah membuat tameng untuk tidak menghiraukanku sama sekali saat ini. “Tsk! Menyebalkan!” gerutuku sembari bangkit dari dudukku lalu pergi menjauh darinya.

 

***

 

Aku melirik jam didinding dengan perasaan kecewa. Pukul 23.30 KST dan KyuHyun masih mengacuhkanku. Aku menatap wajah KyuHyun yang sedang tertidur, begitu polos dan tampan. Apa ia sudah tidur? Kenapa ia tidak memelukku sama sekali? Biasanya ia akan tidur sembari memelukku dengan posesif dan protektif, tapi kali ini… kenapa? Pria menyebalkan, tidak tahukah ia betapa aku sangat merindukannya? Aku mencoba mendekatkan tubuhku padanya, memeluk pinggulnya lalu mencoba tertidur. Ada sebuah erangan kecil dari bibir KyuHyun. Aku  mencoba melihatnya tetapi tidak bisa karena KyuHyun memiringkan tubuhnya menghadapku lalu memelukku tiba-tiba.

 

“Ini adalah kali pertamanya kau memelukku lebih dulu.” Ucap KyuHyun dengan ke dua mata yang masih terpenjam.

 

Sebuah perasaan lega dan bahagia menghampiriku. “Apa kau menyukainya?” tanyaku sembari tersenyum tanpa sadar.

 

KyuHyun mengangguk pelan. “Aku sangat menyukainya.” Tambahnya.

 

“KyuHyun-ah?” panggilku lembut.

 

“Hm?”

 

“Maukah kau menciumku?” tanyaku padanya.

 

“Tidak, besok pagi-pagi kau harus bekerja, Kwon Yuri.” Tolaknya lembut sembari menyunggingkan sebuah senyum diwajahnya dengan ke dua mata masih terpenjam.

 

“Lalu kenapa?” tanyaku tak mengerti.

 

KyuHyun membuka ke dua matanya, menatapku dengan begitu lembut dan penuh kasih. “Aku tidak ingin kau terlalu lelah untuk besok. Lagipula, jika aku mencium-mu sekarang aku tidak mungkin melepaskanmu begitu saja sampai besok pagi, Cho Yuri.”

 

“Dasar mesum!” makiku bercanda sembari membalas tatapan matanya lembut.

 

“Tidak masalah asalkan itu kau.” Sahutnya sembari menyunggingkan senyum evil miliknya. Sebuah kecupan singkat mendarat dibibirku begitu saja tanpa bisa ku duga. “Tidurlah, selamat malam.” Bisiknya lembut lalu mengecup sekali lagi bibirku. Tapi, sepertinya ia menjadi candu untuk itu karena ia mencium bibirku beberapa kali dari ciuman ringan menjadi ciuman panas dan berat. KyuHyun merubah posisinya untuk berada di atasku.

 

“KyuHyun-ah…” panggilku ditengah ciuman kami. KyuHyun tidak merespon panggilanku, sebagai gantinya ia memperdalam ciuman kami. Aku mencoba menghentikan ciuman kami. “… sebaiknya kita melakukannya saat dirumah nanti. Bersabarlah sebentar lagi.” Ucapku lembut sembari menatapnya lalu mengecup bibirnya sekilas. KyuHyun menghela napas lalu menidurkan tubuhnya disampingku.

 

“Ayo kita tidur!” ajaknya sedikit terdengar sedang merajuk sembari menarik tubuhku pelan untuk berada dalam pelukannya. Aku tersenyum kecil mendengar ucapan dan perilakunya. Bagaimanapun ia tetap Cho KyuHyun. Tidak peduli sesulit dan seaneh apapun permintaanku padanya, ia akan mencoba mewujudkannya selama itu aku.

 

***

 

“… Satu, dua, tiga! Action!” instruksi syutradara pada YoonA dan Taecyeon yang saat ini tengah menjalani syuting drama film komersial. Aku memperhatikan mereka bersama yang lainnya dari jauh dengan dibalut handuk tebal dan besar hingga sanggup menutupi bagian lutut hingga pundak.

 

“Lihat! Bagus sekali akting mereka.” Puji Changsung.

 

“Yuri-ya, selanjutnya giliran kita.” Ucap Nickhun sembari menatapku.

 

“Aku tahu. Tunggu sebentar!” sahutku lalu pergi berlari ke arah seseorang yang saat ini tengah menungguku melakukan syuting. Aku tersenyum kepadanya yang dibalas dengan senyum tipis di wajah pria itu. “Aku mencintaimu, Cho KyuHyun.” Ucapku sembari memeluknya begitu saja.

 

“Aku juga mencintaimu, Kwon Yuri.” Balasnya sembari membalas pelukanku. Aku menjauhkan wajahku dari tubuhnya lalu menatap lurus ke dua matanya.

 

“Apa kau percaya padaku?” tanyaku lagi padanya.

 

KyuHyun mengangguk pelan tetapi pasti. “Aku percaya padamu.” Tambahnya.

 

“Maaf, aku harus melakukan ini untuk sementara waktu saja. Apa kau mengijinkanku untuk melakukannya?”

 

“Aku mengerti. Lakukanlah yang terbaik!” balasnya sembari memberiku semangat. Aku tersenyum puas dan bangga padanya.

 

“Fighting!” sahutku tak kalah semangat darinya.

 

“Kwon Yuri! Giliranmu sudah tiba! Cepatlah!” titah EunHyuk padaku sembari berteriak karena ia berdiri ditempatku melihat akting YoonA dan Taecyeon tadi. Aku mengangguk mengerti sebagai balasannya lalu menatap KyuHyun kembali.

 

“Aku harus pergi sekarang. Aku mencintaimu, Cho KyuHyun.” Ucapku lembut padanya sembari mencium sekilas salah satu pipinya lalu berlari pergi sebelum KyuHyun membalas perlakuanku.

 

***

 

Sudah beberapa jam berlalu begitu saja selama syuting ini berlangsung tetapi belum selesai juga karena ada beberapa adegan NG yang dilakukan secara tidak sengaja. Dan saat ini, baru saja selesai setelah melewati waktu yang panjang dan melelahkan hampir satu hari ini. Aku mencari-cari KyuHyun di tempat tadi, dimana aku bersamanya beberapa jam yang lalu tetapi tidak ada. Suara operator terdengar kembali ditelingaku, ini sudah 3 kalinya KyuHyun tidak mengangkat telepon dariku saat ini. Asih, kemana laki-laki itu pergi? Mataku kembali mencari sesosok yang sangat familiar untukku, tetapi ia tidak berada dimanapun. “Akh!” erangku pelan saat merasakan sebuah benda hangat menempel disalah satu pipiku. Aku membalikkan tubuhku sembari mengelus-elus pipiku pelan.

 

“Minumlah selagi hangat.” Tawarnya dengan senyum lebar diwajahnya. Aku menatapnya kesal lalu terganti dengan senyum diwajahku karena melihatnya seperti itu.

 

“Terima kasih.” Balasku padanya sembari mengambil minuman itu darinya. KyuHyun tersenyum puas saat menlihat senyum diwajahku.

 

“Tidak masalah.” Sahutnya sembari menatap arah lain dengan senyum yang ia tahan-tahan. Aku mengernyitkan keningku saat melihatnya seperti itu, seperti seoarang anak kecil yang mendapati mainan yang diinginkan tetapi terlalu gengsi menunjukkan rasa senang karena mendapatkan maianan tersebut. “Setelah, syuting ini selesai kita akan kembali ke rumah yang telah ku beli disini.” Ucapnya memperingatkanku pada janjiku sendiri. Aku mengangguk pasrah saat mendengarnya. “Tidak ada lagi alasan penolakan, Kwon Yuri.” Tambahnya sembari menatapku.

 

“Apa kita tidak ikut merayakan…” sahutku tetapi terpotong karena KyuHyun menyela ucapanku lebih dulu.

 

“Tidak, aku tidak ingin istriku didekati pria manapun lagi.” Ucapnya dengan tegas.

 

Aku mengangguk pasrah padanya. “KyuHyun-ah, ingin jalan-jalan ke suatu tempat?” ajakku padanya. KyuHyun mengernyitkan keningnya sembari menatapku.

 

“Hm, kemana?” tanyanya.

 

“Tidak tahu, lihat nanti saja.” Jawabku sembari menyentuh dada bidang KyuHyun lalu menggambar benang kusut disana(?).

 

“Ya! Cho Yuri, apa kau sedang menggodaku, hm?” tanya KyuHyun sembari menatapku dengan tatapan aku adalah ‘mangsa’ untuknya.

 

“A-apa?” tanyaku tak mengerti.

 

“Dengar, aku tak segan-segan membawamu ke kamar saat ini juga Cho Yuri, jika kau terus menggodaku.” Jawabnya sembari menatapku dengan senyum evil miliknya. Untuk beberapa saat sebenarnya aku tidak begitu mengerti ucapannya, tetapi karena ia menyebutkan kata ‘kamar’ aku langsung mengerti apa yang ia maksud.

 

“Ya!” protesku kesal sembari memukul pelan dada KyuHyun.

 

“Kenapa? Apa kau benar-benar ingin melakukannya saat ini?” goda KyuHyun. Ya Tuhan, laki-laki ini…

 

Sebuah senyum evil tersungging diwajahku. Apa ia sedang menggodaku? Aku menyentuh wajahnya sembari menatapnya dengan senyum puas diwajahku. “Melakukan apa, Tuan Cho?” tanyaku dengan muka polos.

 

KyuHyun terdiam sembari menatapku dengan tatapan tidak percaya, sedangkan aku masih menatapnya dengan tatapan polos. “Kwon Yuri, kau!” kesalnya sembari memeluk erat pinggulku.

 

“Hm, apa?” balasku, masih sama.

 

“Ayo kita ke kamar sekarang!” putusnya lalu membopongku dengan mudah seolah-olah aku tidak memiliki massa berat samasekali seperti kapas.

 

“Ya, ya, ya! Cho KyuHyun! Turunkan aku!” titahku mulai panik.

 

“Tidak akan ku lakukan sebelum sampai diranjang, Cho Yuri.” Ucapnya santai dan tenang sembari terus berjalan.

 

“KyuHyun oppa! Turunkan aku!” pintaku padanya, tetapi merutuki kebodohanku sendiri karena memanggilnya seperti itu.

 

“Kau memanggilku apa tadi? Aku tidak mendengarnya, coba katakan sekali lagi.” Pintanya dengan senyum puas diwajahnya. Kami memasuki lift dan dengan mudahnya KyuHyun menekan tombol lift tanpa ada kesulitan sama sekali. Apakah tubuhku ini terlalu ringan seperti kapas?

 

“Tidak, tidak, aku tidak akan melakukannya lagi.” Sahutku padanya sembari menutupi wajahku dengan handuk yang membaluti tubuhku.

 

“Kalau begitu aku akan membuatmu melakukannya.” Putus KyuHyun dengan tenang dan senyum bahagia diwajahnya.

 

“A-apa? Aish, kau ini! Cho KyuHyun lebih bagus dibandingkan dengan sebutan panggilan manapun!”

 

“Hm, bagaimana jika panggilan chagi atau yeobo? Atau wangjanim (prince)?” tanya KyuHyun tanpa menghiraukan perkataanku sama sekali.

 

“Apa? Aku tidak mau memanggilmu seperti itu.” Tolakku sembari menutup kembali wajahku dengan handuk.

 

“Bagaimana jika oppa?” tanyanya, tepat saat pintu lift terbuka. KyuHyun lalu melangkah keluar dari lift dengan langkah kaki ringan serta pangjang menuju kamar kami.

 

“Itu juga aku tidak mau. Ya! Kau tidak akan melakukannya kan?” tanyaku padanya sembari menatap wajah tampannya dari samping.

 

“Kita akan melakukannya selama seharian ini, disini maupun dirumah nantinya.” Putusnya tenang dan dengan senyum puas diwajahnya saat telah berada di depan pintu kamar kami.

 

“A-apa?” tanyaku tak percaya. KyuHyun membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam.

 

“Pertama kita akan melakukannya dimana?” tanya KyuHyun dengan sebuah smirk diwajahnya. “Karena tubuhmu sedang basah saat ini, aku akan membantu membersihkan tubuhmu.” Putusnya sendiri tanpa menunggu apapun lagi sembari membopongku ke kamar mandi.

 

“Ya! Ya Tuhan, sejak kapan kau jadi genit seperti ini Cho KyuHyun?” tanyaku sembari mencubit gemas ke dua pipinya.

 

“Asalkan itu kau, ku rasa tidak masalah sama sekali.” Jawabnya lalu menuruniku tepat dibawah shower. Ia melepaskan handukku dan menaruhnya disembarang tempat lalu mengatur air shower menjadi hangat. KyuHyun menatapku lembut dan dalam, membuatku kehilangan akal sehat saat melihat wajah basahnya yang terkena air. Sial! Aku menarik tubuh KyuHyun ke dalam dekapanku lalu melumat bibirnya lembut. KyuHyun membalas pelukan dan ciumanku. Aku mengerang kesal saat KyuHyun masih belum juga memulai aktifitasnya. Sial! Apa ia sedang menggodaku? Kenapa jadi aku yang bernapsu padanya? Tanpa aku sadari, tanganku bergerak nakal ditubuh KyuHyun. Membuka bajunya lalu mengelus-elus dadanya. KyuHyun mengerang pelan di dalam ciuman kami saat aku tengah menggodanya.

 

***

 

Aku berjalan dilobi menuju taman hotel ini, ingin mencari seseorang yang pergi begitu saja saat aku sedang tidur. Aku memperhatikan dengan seksama sembari memicingkan ke dua mataku saat melihat-lihat beberapa sekerumunan orang ditaman. Aku menghela napas berat.

 

“Yuri, apa yang sedang kau lakukan?” tanya seseorang dibalik punggungku. Aku menoleh dan mendapati Taecyeon sedang menatapku dengan kening berkerut sembari menyunggingkan senyum lebar diwajahnya.

 

“Oh, kau. Aku sedang mencari seseorang.” Jawabku singkat.

 

“Suamimu?” tanyanya lagi. Aku mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaannya. “Ingin ku bantu?” tawarnya tulus.

 

“Selama tidak merepotkanmu, tidak masalah.” Sahutku. Sebuah senyum senang tersungging diwajahnya.

 

“Tidak masalah. Apa kau sudah mencarinya dikamar atau menghubunginya terlebih dulu mungkin?” usulnya sembari menyamai langkahnya denganku.

 

“Sudah, aku sudah mencoba melakukannya tetapi ia tidak menjawab panggilan dariku.”

 

“Kalau begitu, tenanglah dulu. Kita akan mencarinya bersama-sama.” Saran Taecyeon sembari menepuk-nepuk pundakku, mencoba menenangkanku.

 

Well, dia tidak seburuk yang aku kira. Aku mencoba kembali menghubungi ponsel KyuHyun, suara operator kembali terdengar.

 

***

 

Seorang laki-laki menghela napas berat sembari menatap rerumputan dibawahnya. Ia dan seorang perempuan saat ini tengah berada dipuncak bukit yang letaknya cukup jauh dari hotel. Ia tidak menyukai situasi saat ini, terlebih bersama dengan seorang gadis yang tidak ingin ia ingat lagi kenangannya dan ini sudah hampir satu jam berlalu begitu saja. Well, bagaimanapun ia sudah tidak sendiri lagi saat ini dan selamanya.

 

“Oppa, apa kau mengingatnya? Dulu kita pernah datang kesini bersama-sama untuk berkencan. Apa kau masih mengingatnya?” tanya seorang gadis yang saat ini tengah memunggunginya sembari merentangkan ke dua tangannya kesamping. Hembusan angin sepoi-sepoi sore ini membuat anak rambut perempuan itu menari-nari diudara. Gadis itu menolehkan kepalanya ke arah seorang laki-laki dibelakangnya. Tatapan laki-laki itu begitu datar dan segela sesuatu di dirinya menunjukkan ketidaktarikan terhadap apa yang dilakukan gadis itu.

 

Senyum kecut tersungging diwajah gadis itu lagi. “Kau benar-benar telah menghapusku dari benakmu, oppa.” Ucapnya pelan.

 

“Tempat ini cukup bagus.” Ucap laki-laki itu sembari memperhatikan sekelilingnya. Perempuan itu menoleh ke arahnya dengan tatapan tidak percaya tanpa bisa menahan rasa senang dihatinya. “Aku ingat dulu kita pernah pergi kemari lalu kita menghabiskan waktu berdua disini.” Tambahnya.

 

“Kau mengingatnya?” tanya gadis itu dengan senyum mengembang diwajah.

 

KyuHyun mengangguk pelan. “Bisakah kita kembali sekarang? Seseorang pasti telah menungguku dan mengkhawatirkanku.” Pinta KyuHyun sembari menatap lurus ke arah SeoHyun. SeoHyun mengangguk pelan, sebersit perasaan kecewa menghampirinya tetapi ia cukup senang tentang kenyataan bahwa KyuHyun belum melupakan kenangan mereka dan itu sudah lebih dari cukup. Sekarang saatnya, ia harus melepas kepergian laki-laki itu dengan wanita yang dicintainya. Lalu menemukan kebahagian sendiri dengan pria lain yang jauh lebih baik darinya. KyuHyun berjalan lebih dulu diikuti SeoHyun dibelakangnya.

 

***

 

Aku menghela napas lega saat mendapati seseorang yang familiar berjalan memasuki lobi hotel dengan kacamata hitamnya sembari berjalan menghampirinya. “Kau darimana saja? Pergi begitu saja tanpa memberitahuku.” Ucapku pura-pura kesal pada laki-laki itu. Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun sembari menatapku dengan tatapan mautnya.

 

“Berjalan-jalan sebentar. Kenapa? Apa kau merindukanku?” godanya puas. Aku memukul lengannya pelan.

 

“Berhenti menggodaku, Cho KyuHyun!”

 

“Lucu sekali, Nyonya Cho ini saat sedang kesal.” Godanya lagi. Ya Tuhan, pria ini benar-benar…

 

“Apa kau kira ini lucu?” tanyaku lagi.

 

“Tidak.” Jawabnya tenang dan yakin. Seulas senyum tersungging diwajah tampannya. “Tapi ini sangat membahagiakan.” Lanjutnya sembari menatapku dalam dan lembut, membuatku terpaku dan lupa bagaimana caranya bernapas.

 

Ya Tuhan… “A-apa maksudmu?” tanyaku lagi, masih tidak mengerti ucapannya.

 

“Karena kau mengkhawatirkanku.” Jawabnya santai dan tenang.

 

“Wajar jika aku mengkhawatirkanmu. Karena kau adalah suamiku, seseorang yang paling aku cintai melebihi apapun.” Balasku padanya dengan tulus dan lembut. KyuHyun terdiam, menatapku dengan tatapan yang tak dapat ku artikan. Ia berjalan mendekatiku lagi, memeluk tubuhku erat dan kuat, lalu mencium keningku dengan penuh kasih dan tulus.

 

You’re always my mine.” Bisiknya lembut membuatku benar-benar terpaku dan tidak percaya pada apa yang baru saja ku dengar. Beberapa saat kemudian seulas senyum bahagia tersungging diwajahku lalu, aku membalas pelukannya dengan kuat dan erat.

 

I knows and I’m yours.” Bisikku lembut dalam pelukan kami.

 

Walau terkadang seseorang butuh berlari untuk mencari sesuatu yang hilang, pada akhirnya perlahan-lahan seseorang itu akan berhenti berlari dan beristirahat ditempat yang membuatnya nyaman dan yakin, bahwa tempat itulah tempat terakhir yang ia cari selama ini.

 

================================ The End =================================

 

Aigu, aigu, aigu… Aaa /gegulingan/ Cerita macam apa ini? Oke, ini bukan kali pertamanya Yura hilang dan telat post/? Pertama, maaf untuk itu *deeply bow* Yura abis ditahan dirumah yang sakit/? Lol selama beberapa minggu. Maaf ya, baru bisa post sekarang *bow again* Kedua, ngga boleh capek sama sekali. Jadi harus bener-bener jaga kesehatan.

Ahayde~(●́д ●̀)

So, as always how do you think about this FF? Bad or good? Tell me, juseyo🙂

 

Keep RCL (Read, Comment(s), and Like Please)!

Comment(s) like oxygen.

Thank You and Keep Support Us (KyuRi-shipper)!🙂

40 thoughts on “RUN [ Part 3 (End) ]

  1. argh, this is very good.. daebak author-Nim (y)

    akhirya ff ini the end,, sebenernya gak rela klo ini end,, huhuhu, pngen dilanjutin teruus. hehe
    tp gpp lah, ah, ini happy ending, kyuri so sweet.. ak sangat suka cerita ini..

    omo,, km habis sakit author-nim… huwaaaaa, aku doakan sehat selalu yaaa, biar bisa melnjutkan ff kyuri yg lainnya.. ak sangat menantikan semua ff km…
    fightiing😀

  2. Akhirnya setelah ditunggu beberapa bulan eonni ff ini keluar juga hehe😀 jujur aku seneng banget ama ceritanya eonni oh iya eonni endingnya kurang, kenapa gitu misalnya yurinya hamil kekeke~ ^.^
    Jadikan lebih gimana gitu hehehe😀

  3. yahyhhh ending … tp good kog🙂
    aduh tu adeganny bkn senyum gaje ajh , romantis euy . hahahha

    ff yg lain lnjutin dong , hehe

    drwat knp ? tp ud smbuh kn ?
    jaga ksehatan ne🙂

  4. Bsa” ny seo dtng lg ituu, untung yuri gak tau. Bsa ngamuk lg ntr. Alur dr kmrn asa telalu cepet. Kmrn banyak konflik dan skrg gak ad sama skali. Sptny setiap ff perlu konflik jg yaa.
    Tp jalan cerita sii bagus. Akirnya bsa ttp sama kyu lbh bagus lagi hahahaa.
    Ditgg lanjutan ff laennya yaa..

  5. Stelah sekian lama akhirnya d update jga ff ini. D tnggu2.
    Ak kira author udah lupa. Hehe.
    Gomawo..
    Update jga ya ff yg lain..
    Always support you.

  6. Author deabakkk…Finally thor post sambungan ff…Selepas ini post sambungan WHITE LOVE,TO BE MY IN SIDE,THE PRINCESS MERMAID (SEQUEL OF SLEEPING BEAUTY),THE FOURTH FLOWER BOY,THANK YOU FOR EVERTHING,LOVE AGAIN,LET IT RAIN,I WANNA SAY “I LOVE YOU”,HEART BEAT,DON’T CRY dan DESTINY…

    Semoga author cepat sembuh… Dan sa slalu menunggu ff kamu..

  7. Seneng akhirnya kamu bisa lanjutin ff ini lagi. Entah kenapa aku ngerasa ini fanfic terpendek buatanmu. Take care ur self ya. FF ini udah membuatku komat-kamit pas bacanya, apalagi udah menjurus ke arah ciuman. Emang ya dimana2 kyu yg pasti kelihatannya sangaaaaaaat evil. Jujur aja, selama aku membaca ff kamu berulang2, aku ga pernah bosen sama sekali. Malah jadinya nambah feel. Dan aku malah jd delus soal KyuRi. Setelah galau beberapa saat dengan Jessica- Yoona- Seohyun. Ada sequel buat ini gak? Aku terus nunggu fanfic terbaru kamu. Figthing!!! ^^

  8. Daebakk Thor… ^^
    Ya.. Author sakit. Aku doa’in semoga cepat sembuh dan sehat selalu.
    D tunggu klanjutan FF yang lainnya…
    Mian kalo baru bisa comment sekarang🙂

  9. Daebak thor ohya ngomong” the fourth flower boys nya lanjutin ya thor udh nunggu nihh><

    Keep writing!!
    Get well soon!!^^

  10. anyeong salam kenal eonn, aku reader baru.
    aku panggilnya eonni aja ya ,aku 95line.
    cerita keren,bikin yang banyak lagi ya kyurinya.
    eonni habis sakit ya.
    semoga sekarang dah sembuh , dan di beri kesehatan selamanya.
    amin.

  11. anyeong… salam kenal thor🙂

    ff nya daebakkk pisan… ^^
    aq suka kta2 nya kyu yg ‘asalkan itu kau’ #sosweeet ahaydeu..😀
    trus yah bkin ff :* ‘kyuri’ nya🙂 ok ok?

    fighting !

  12. Annyeong author, enaknya manggil apa ya?
    Yura aja boleh? Aku 93 line.
    Waahh, ff nya bagus bgt.
    Gpp ya lgsng komen dsni soalnya td baca nya ngebut sih*alesan.
    Yg part ini bikin aku senyum2 gaje.
    Alur critanya dpt bgt lah.
    Dr part 1 smpe 3 ini daebak bgt, smpe aku bingung hrs ngmg apa.
    Kyaknya aku msh hrs bnyk bljar dr ff kamu deh. Hehehe
    Tetep semangat buat ff kyuri yg lainnya ya.
    Aku ijin baca ff yg lainnya jg ya author-nim*bow

    1. Yura aja unnie, aku lbh muda dr unnie kok kkk :p
      Iya gapapa unn kkk
      Wuaa gomawoyo *deeply bow*
      Aku juga msh belajar kok unn *bow*
      Iyaaa, makasih unn ^^

  13. good job thor,,,, tapi bisakah sesekali buat ff dgn author ff az thor…???
    lanjut thor,, di tunggu karya nya yg lain…

  14. Eeoonnn kece banget ini lanjutannya,romancenya sesuatu banget lah hahahahaha,dikira bakalan ada adengan salah paham gitu ternyata engga,aduuhh……itu hampir aja NC tapi sayang di skip #otakyadong #plakk haha,keren eon,daebak banget deh😀

  15. sweet banget part ini,, sayangnya udah ending..
    yuri sama kyu kompak nih soal goda menggoda,,
    hahaha
    pas yuri mau take dan saat yuri udh nemuin kyu di lobi hotel,,
    itu adalah moment paling sweeeeeeettt
    ayolah bikin lagii ff kyuri nya..

  16. sweeet… romantis..
    suka banget, setelah ditunggu2 akhirnya muncul. hai~ Unnie~ hai~ ff~ *lol

    pokoknya part ini the best dan bingung mau koment apa. semangat terus yaa🙂

  17. Yeahh~ selesai jg aku baca’x😀
    KyuRi always Te-O-Pe be-ge-te dehh ..
    Yura’x jg kece banget ..
    crta’x cakep dr awal smpe akhir , Yura .
    Duhh~ romantis banget tuh pas adegan” akhir .
    saling ngungkapin perasaan . Manis~

    Sllu~ truslah smangat , Yura ! Walaupun aku telat ngomen” di brbagai crtamu , bt aku beneran suka smw’x . Yura , chayyo !!

  18. AKU BARU BACA😄
    Selalu suka sama cerita kyuri yang eonni bikin, eonni jadi membangkitkan kyuri shipperku /apah
    Aku bingung eon, aku ini baru baca apa udah pernah ya, tapi kayaknya aku baru coment sekarang -_-
    aku lanjut baca fanfic yang lain ya eon😉

  19. KYuri couplee ^-^
    Happyyy endingg akhinyaa ><
    mian baru coment di part akhir ;')
    Itu seo pnya hub. sma kyuhyun ?
    Ohhiyaa ijin mengebacaa isi blognyaa yaaa eonn ^^
    Salamkenal🙂

  20. Aigoo, sweet banget thor, scane dimana percakapan Yuri ketika Kyuhyun gendong Yuri (?) uwahhh gregetan sendiri, sempet ngira Yuri akan mergokoin kyuhyun seohyun, dan yuri kabur lagi ternyata, wkwkkw. mungkin Yuri udah lelah lari mulu. Hwaiting^^

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s