Let Me Have You Tonight


Let Me Have You Tonight (800 x 600)

Let Me Have You Tonight

 

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Support Cast : Super Junior and SNSD members

Genre : Fluff, alitbit’ angst, and romantic (?)

Pg: 17+ || NC

Art : Kwon Yura

Disclamer : They belong to God. All of story is Pure of Me. Don’t try to plagiat / copy-paste / take out , please. I don’t ever permit you. Thank you and happy reading all😉

Listening to : Sistar – Give It To Me | Super Junior – Club No. 1 | NeYo – Let Me Love You | Bruno Mars – Just The Way You’re

All rights reserved to © Kwon Yura, 2013.

 

 

Jika kau ditanya apa pendapatmu tentang cinta, apa yang kau pikirkan kali pertamanya tentang kata itu? Sepasang kekasih, orang yang kau cintai, atau mungkin kau tidak terpikirkan apapun saat kata itu terlintas dalam benakmu? Terkadang hal yang paling tidak masuk akal didunia ini adalah cinta. Satu kata tetapi memiliki definisi berbeda bagi setiap orang yang memikirkannya, atau bahkan sesuatu hal bodoh dan omong kosong untuk seseorang yang tidak memercayai hal tersebut.

 

Jika kau saat ini sedang tersenyum ataupun bersedih saat mengingat seseorang yang sedang mengusik hatimu, itu mungkin jauh lebih mendebarkan atau mungkin memilukan. Tapi tidak untuk seorang gadis bernama Kwon Yuri ini, ia sudah berulang kali memikirkannya dan memerhatikan seseorang laki-laki dihadapannya dengan seksama.

 

“… Jadi, apa kau sudah mengerti sekarang?” tanya laki-laki itu lagi, yang entah keberapa kalinya. Yuri hanya diam sembari mengangkat ke dua bahunya dengan enteng, membuat laki-laki itu memenjamkan ke dua matanya dalam-dalam sembari menghela napas panjang. “Kau benar-benar membuatku hampir gila.” Gumamnya pelan. Yuri hanya menatapnya cuek dan dingin, memperhatikan setiap lekukan wajah laki-laki itu dengan seksama. Jika diperhatikan dengan seksama, ada guratan-guratan lelah diwajahnya.

 

“Apa kau kurang tidur semalam? Wajahmu semakin tua saja.” Ucap Yuri asal sembari bangkit dari duduknya. Laki-laki itu membuka ke dua matanya dalam sekali kejapan.

 

“Kau mau pergi kemana?” tanyanya sedikit tak rela saat Yuri hendak pergi meninggalkannya.

 

“Pulang, kau butuh istirahat.” Jawabnya singkat menatap laki-laki itu sesaat, lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.

 

“Tunggu!” pinta laki-laki itu sembari menggenggam salah satu tangan Yuri dengan erat. Selalu ada desir-desir aneh saat ia melakukannya, terkadang membuatnya hampir kehilangan akal sehat. “Apa kau tidak ingin mengetahui lagi pengertian tentang cinta?” tanyanya sedikit gugup tetapi sebisa mungkin ia membiasakan dirinya terlihat biasa saja.

 

Yuri menaikkan salah satu alisnya menatap laki-laki itu, dan itu membuatnya terlihat sedang menantang. “Aku akan mencarinya lagi dikamus atau mungkin di internet.”

 

“Bagaimana jika aku memberikan contoh langsung padamu?” tanya laki-laki itu lagi dengan senyum khas diwajahnya. Yuri mengernyitkan keningnya.

 

“Hm, apa?” tanyanya tak mengerti. Dalam sekali gerakan cepat, tubuh Yuri dan laki-laki itu berdekatan hingga tidak ada ruang sedikitpun dianatara mereka atau mungkin lebih tepatnya laki-laki itu tidak mengijinkan ada jarak sedikitpun diantara mereka.

 

“Seperti ini contohnya.” Jawab laki-laki itu sembari mempererat dekapannya dan menatap lurus ke manik mata Yuri. Yuri hanya menatapnya dengan tatapan tidak mengerti dan polos. Jika saja mereka sedang tidak berada diruang kelas pagi ini dan juga ada cukup banyak orang di dalamnya, mungkin ia sudah kehilangan akal sehatnya sekarang untuk tidak menjadikan gadis itu menjadi miliknya saat itu juga. “Apa kau merasakan debaran jantungmu semakin cepat atau mungkin desir-desir aneh yang tengah kau rasakan saat ini?”

 

Yuri mengernyitkan keningnya lagi, menatap KyuHyun dengan tatapan tidak mengerti. “Tidak sama sekali.” Jawabnya, dan itu membuat KyuHyun hampir frustasi karenanya. “Well, jangan terlalu dekat Cho KyuHyun, aku tidak mau pulang-pulang nanti diterkam oleh para penggemarmu itu.” Ucap Yuri sembari mencoba melepaskan diri. Tetapi, sepertinya KyuHyun tidak akan membiarkan gadis itu lepas darinya lagi. “Hm, apa?” tanya Yuri saat ia mencoba menjauhkan tubuhnya dari laki-laki itu, tetapi KyuHyun mempererat dekapannya. “Ku tegaskan sekali lagi, Tuan Cho, jangan terlalu dekat.” Pinta Yuri sedikit kesal sembari menyunggingkan sebuah senyum manis diwajahnya.

 

“Jika aku tidak mau?” tantang KyuHyun.

 

“Aish, kau ini! Kau ingin aku menjadi santapan mereka nantinya? Lihat para penggemarmu itu, mereka terlihat sedang kelaparan.”

 

“Kalau begitu tetaplah disisiku, kau akan aman jika tetap berada disisiku.” Sahut KyuHyun lembut sembari menatap Yuri dengan tatapan berbinar-binar. Yuri tertawa pelan saat KyuHyun mengatakan hal yang menurutnya tidak berarti apa-apa.

 

“Apa kau ini sedang membuat lelucon lucu? Well, cukup lucu. Sekarang tolong lepaskan aku, Cho KyuHyun.” Pintanya sembari mencoba mendorong tubuh KyuHyun menjauh darinya.

 

“Aku sedang tidak bercanda, Kwon Yuri.” Ucap KyuHyun dengan sedikit tegas.

 

Yuri menatap lurus ke arah KyuHyun. “Apa kau selalu mengatakan itu pada mereka? Hm, maksudku orang-orang yang kau kencani. Satu hal yang harus kau ketahui Tuan Cho, aku berbeda dari mereka.”

 

“Apa bedanya kau dengan mereka?” tanya KyuHyun pura-pura tak mengerti, yang jelas-jelas sudah ia ketahui kebenarannya.

 

“Bedanya, mereka mencintaimu sedangkan aku tidak.” Jawab Yuri dingin lalu melepaskan dirinya dari dekapan KyuHyun saat pelukan itu sedikit mengendur.

 

“A-apa kau tidak menyukaiku sama sekali?” tanya KyuHyun dengan perasaan kecewa.

 

“Entahlah, tapi mungkin tidak.” Jawab Yuri sembari menerawang jauh.

 

“Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak menyukaiku?” tanyanya lagi, kali ini sembari duduk lemas dikursinya. Seluruh tenaganya seperti terserap habis keluar begitu saja saat Yuri mengatakan kata-kata tersebut.

 

“Aku cukup egois dalam hal cinta, kau tau itu.” Jawab Yuri sembari menatap KyuHyun dengan lembut tetapi tegas.

 

“Aku juga seperti itu.” Sahut KyuHyun tak mau kalah.

 

“Jika sesuatu hal milikku, maka selamanya milikku dan aku tidak ingin berbagi dengan siapapun.” Tegas Yuri lagi.

 

“Aku juga seperti itu.” Sahut KyuHyun lagi.

 

“Aku juga tidak menyukai seorang laki-laki player dan pembohong.” Tambah Yuri lagi.

 

“Apa aku terlihat seperti itu dimatamu?” tanya KyuHyun sedikit kesal tetapi memang itulah kenyataannya kecuali kata terakhir yang diucapkan Yuri barusan.

 

Yuri tersenyum pada KyuHyun, bukan, bukan sebuah senyum manis yang ia tunjukkan tetapi senyum mematikan Yuri ketika sedang menahan amarah dan itu bukanlah pertanda baik. “Pertanyaanmu tidak perlu dijawab bukan?” tanyanya lalu membalikkan tubuhnya dan pergi begitu saja tanpa pamit. Sedangkan KyuHyun hanya bisa menghela napas panjang sembari menatap punggung Yuri yang semakin menjauh.

 

***

 

Bisik-bisik dan tatapan tajam yang diarahkan kepada Yuri cukup mampu membuat gadis itu sedikit terusik karenanya. Yuri adalah gadis yang supel, jujur dan apa adanya dengan prestasi yang sangat memukau. Jika diperhatikan baik-baik, banyak laki-laki yang mengagumi dan menyukainya diam-diam tetapi tidak ada seorangpun yang berani mendekatinya karena disisinya selalu ada seorang laki-laki berwajah dingin dan menyeramkan semenjak ia menginjakkan kakinya di Universitasnya saat ini. Siapa lagi kalau bukan laki-laki itu, Cho KyuHyun, senior dikampusnya. Saat ini Yuri tengah berada disemester 6 sedangkan KyuHyun disemester 8, dimana puncak kesibukan dunia perkuliahan. Tapi tidak terlihat sama sekali laki-laki itu sibuk sama sekali, ia bahkan cenderung sibuk bermain-main dengan para gadis yang mendekatinya.

 

Ia sendiri tidak tahu mengapa bisa menjadi dekat dengan laki-laki itu ketimbang lainnya. Padahal mereka memiliki hobi yang bertolak belakang satu sama lain kecuali satu, menyanyi. Mereka sangat menyukainya.

 

“Yuri!” panggil seseorang padanya. Yuri menoleh dan mendapati YoonA sedang berlari kecil ke arahnya.

 

“Ada apa?” tanyanya saat YoonA sudah berada disisinya.

 

“Apa kau sudah makan siang? Bagaimana jika kita makan bersama?” ajak YoonA antusias. Yuri hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. “Baiklah, ayo kita pergi!” ajak YoonA antusias. YoonA adalah salah teman semasa sekolahnya dulu, dan mereka sangat dekat sampai sekarang.

 

Ketika sampai disebuah kafeteria, disalah satu meja sudah ada teman-teman mereka lainnya. SooYoung melambaikan tangannya pada YoonA dan Yuri, tanpa menunggu apapun lagi mereka segera menghampiri meja yang telah berada SooYoung, Jessica, Tiffany dan TaeYeon.

 

“Mana KyuHyun-mu itu? Apa dia tidak ikut? Bukankah kalian selalu bersama-sama?” tanya SooYoung begitu Yuri sudah duduk disampingnya.

 

“Dia tidak ikut, mungkin dia masih ada kegiatan lain setelah kelas terakhir pagi hari ini.” Jawab Yuri.

 

“Tumben sekali ia melepaskanmu, biasanya dia akan mencegahmu untuk pergi dari sisinya begitu saja.” Ucap SooYoung sembari menatapku dengan tatapan menyelidik diikuti tatapan lainnya.

 

Yuri menatap mereka satu-per-satu dengan kening berkerut. “Hm, apa ada yang salah?” tanya Yuri tidak mengerti.

 

“Tidak, tetapi aneh saja KyuHyun membiarkanmu berjalan seorang diri tanpa dia disisimu.” Tambah SooYoung menatapku lekat-lekat untuk mencari kebenarannya. Memang benar apa yang dikatakan SooYoung barusan, biasanya KyuHyun akan tetap berada disisinya tidak peduli ia akan kena omel Yuri atau pukulan dari Yuri saat KyuHyun benar-benar membuatnya kesal.

 

“Aku kan bersama kalian, jadi kenapa dia harus ada?” tanya Yuri masih tidak mengerti apa maksud inti pembicaraan mereka.

 

“Ya Tuhan, Kwon Yuri!” kesal mereka bersamaan dengan gemas sembari menatap gadis itu, rasanya ingin sekali mereka memakannya hidup-hidup.

 

“Apa?” sahut Yuri lagi. “Ya! Sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan? Kenapa tidak ke intinya saja?” tanya Yuri kesal karena ia merasa dibuat berputar-putar terlebih dahulu tanpa mengetahui inti pertanyaan SooYoung.

 

“Jadi maksudku, apa kalian sedang bertengkar?” tanya SooYoung lagi, kali ini dengan sedikit kesabaran yang masih tersisa pada dirinya.

 

“Oh, jadi maksudmu seperti itu? Kenapa tidak bilang daritadi?” sahut Yuri sembari tertawa pelan menertawai kebodohannya, sedangkan lainnya menatapnya dengan kesal. “Tidak.” Jawab Yuri polos. Lalu semuanya menghela napas panjang sembari memijit-mijit pelipis mereka yang mulai terasa pening. “Kalian semua kenapa?” tanya Yuri tidak mengerti.

 

“Sepertinya untuk menghadapimu dibutuhkan tenaga dan kesabaran lebih. Aku akui KyuHyun cukup handal untuk segala hal tentangmu.” Celetuk Sica yang masih memijit pelipisnya, dan Yuri hanya tersenyum manis karena ucapannya barusan lalu berdiri dari kursinya karena ingin pergi ke toilet.

 

“Hei, ladies!” sapa seseorang yang membuat ke enam gadis itu menoleh. Belum sempat Yuri melihat laki-laki itu, ia sudah dibuat kaget oleh seseorang yang memeluknya dari belakang dan menaruh dagunya dibahu Yuri. “Ya! Kau kan tidak harus memeluknya seperti itu!” kesal laki-laki itu sembari menatap seseorang dibelakang Yuri.

 

“Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya, ikan.” Ucap laki-laki itu dengan dingin dan tegas. Yuri menolehkan kepalanya untuk melihat siapa pemilik tangan kekar yang kini melingkari perutnya, walaupun ia sudah tahu jawabannya tanpa melihat sekalipun ia sudah dapat menebaknya.

 

“Apa kau cari mati padaku?” tanya Yuri dingin sembari meliriknya tajam.

 

“Kalau begitu buatlah aku tidak berkutik sama sekali dihadapanmu.” Tantang KyuHyun dengan senyum khasnya.

 

Yuri mencoba melepaskan dirinya dari pelukan KyuHyun lalu menatap KyuHyun dengan tatapan tajam. “Sekali lagi kau menyentuhku ditempat umum, maka kau akan mati.” Peringat Yuri lalu meninggalkan mereka semua begitu saja.

 

***

 

Ya Tuhan, laki-laki itu benar-benar membuatku gila! Semakin hari ada saja yang ia perbuat untuk menggangguku, tsk! Aku mengacak-acak rambut dengan sedikit kesal saat sudah sampai ditoilet lalu menatap bayangan diriku dicermin.

 

Aku menghela napas panjang lalu menyalakan kran westafel dan mencuci wajahku. Setidaknya terasa lebih baik dan segar setelahnya.

 

“Yuri?” panggil seseorang padaku. Aku menoleh dan mendapati ketua klub danceku menghampiriku.

 

“Oh, HyoYeon.” Sapaku balik sembari menyunggingkan senyum ramah.

 

“Hari ini jangan lupa latihan, tanpa kau diklub aku sedikit frustasi karena tidak ada yang bisa ku jadikan rival saat menari. Lagipula, kenapa akhir-akhir ini kau sering sekali absen, bukankah biasanya kau sangat rajin?” tanyanya sedikit beruntun.

 

“Akhir-akhir ini aku mulai sibuk, makanya jadi jarang masuk.” Jelasku padanya, berharap dia mau mengerti dan tidak bertanya lebih.

 

“Sibuk apa?” tanyanya lagi.

 

“Maaf, aku tidak bisa memberitahumu.” Jawabku sembari menyunggingkan senyum, berharap ia mengerti.

 

“Baiklah, tidak masalah.” Sahutnya lalu menepuk-nepuk bahuku dan masuk ke dalam salah satu pintu toilet. Aku mulai bernapas lega. Setidaknya, aku tidak ingin ada seseorang yang tahu tentang kesibukanku sekarang. Aku keluar dari toilet wanita dan mendapati KyuHyun tengah berdiri menunggu. Walaupun ia sudah sering melakukannya, tetap saja aku tidak bisa menghilangkan rasa kekagetanku ini padanya.

 

“Untuk apa kau disini?” tanyaku padanya, yang sering sekali ku tanyakan saat aku keluar dari toilet.

 

“Menunggumu.” Jawabnya santai sembari berjalan menyamai langkahku.

 

“Sudah ku bilang, jangan mengikutiku terus. Aku akan baik-baik saja.” Ucapku sembari menoleh ke arahnya dengan dingin lalu melihat ke depan lagi. Mataku membulat kaget saat melihat sekerumunan laki-laki dan perempuan berjalan berlawanan arah denganku dihadapanku. Aku memejamkan ke dua mataku erat-erat karena aku yakin akan bertabrakan dengan salah satu diantara mereka. Tapi sebuah tangan kekar menarik pinggulku untuk mendekati tubuhnya dan mendekapku dengan erat sebelum aku benar-benar bertabrakan dengan salah satu diantara mereka.

 

“Dasar ceroboh!” maki KyuHyun saat kerumunan itu telah berlalu begitu saja dan melepaskan dekapannya. Aku membuka ke dua mataku dan melihatnya berjalan lebih dulu dariku.

 

“Ya! Siapa yang kau maksud ceroboh?” tanyaku sembari berlari kecil untuk menyamai langkahnya.

 

“Kau, memangnya siapa lagi?” tanya KyuHyun mengejek.

 

“Aku tidak! Aku kan hanya tidak melihat dengan baik tadi, lagipula siapa yang tahu ada sekerumunan orang-orang itu?” belaku.

 

“Lalu kau melihat apa daritadi? Apa kau terlalu terhipnotis dengan ketampananku hingga kau tidak menyadari mereka?” goda KyuHyun senang.

 

“Apa? Tsk, percaya diri sekali kau!” kesalku.

 

“Sudahlah, Kwon Yuri, akui saja aku ini memang tampan.” ucapnya dengan penuh percaya diri lagi. Selanjutnya, kami bertengkar sampai tiba dikafeteria dimana yang lain menunggu.

 

***

 

Yuri melirik jam tangannya sekilas lalu menghembuskan napas berat. Ia lalu berdiri dari duduknya sembari merapikan beberapa buku dan tasnya.

 

“Kau mau kemana, Yul?” tanya YoonA dengan kening berkerut menatap temannya itu.

 

“Aku harus pergi sekarang. Sampai bertemu lagi!” pamit Yuri lalu pergi begitu saja sebelum KyuHyun menanyakan atau menawarkan tumpangan untuknya.

 

“Sampai bertemu lagi!” ucap DongHae padanya tetapi tidak Yuri gubris sama sekali karena terburu-buru.

 

Yuri bernapas lega karena KyuHyun tidak mengikutinya karena ia pasti masih sibuk dengan PSPnya, itulah salah satu alasan kuat Yuri ia sedikit terburu-buru sebelum ia menyadari bahwa dirinya sedang tidak disana. Yuri telah sampai gerbang dan berjalan ke arah halte.

 

“Naiklah!” titah seseorang padanya saat sebuah mobil mewah berhenti dihadapannya dan menurunkan kaca pintu sisi kemudi.

 

“Tidak perlu, terima kasih.” Tolak Yuri halus. Sejak kapan ia menyadariku dan mengejarku secepat ini?

 

“Aku bilang naik.” Titahnya dingin dan tegas, semabri menatap Yuri tajam. Yuri mendengus kesal padanya. Apa boleh buat, harus bolak-balik nantinya? Kapan laki-laki itu akan mendengarkanku dengan baik?

 

***

 

Yuri terburu-buru saat memasuki sebuah gedung bangunan yang cukup mewah dan elegan desain interiornya. Ia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum ia memasuki sebuah ruangan. “Dari mana saja kau?” tanya seorang laki-laki berumur 30-an sedang duduk dikursi bosnya setelah ia diijinkan masuk.

 

“Maaf aku terlambat, aku ada sedikit urusan tadi.” Jawab Yuri datar.

 

“Ingat, kau harus bekerja lebih giat lagi untuk melunasi hutang-hutang keluargamu padaku.” Ucapnya mengingatkan.

 

“Tak perlu kau ingatkanpun aku sudah tau.” Sahutnya dingin.

 

“Sudahlah! Cepat ganti pakaianmu dan naiklah ke atas panggung! Mereka telah menantikanmu.” Ucap Tuan Park sedikit kesal karena jika perdebatan itu tetap dilanjutkan akan menjadi panjang.

 

Yuri mendengus kesal lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

 

***

 

Ia telah menggangtikan pakaiannya dengan pakaian sexy. Jika dia harus memilih pakaian mana yang harus ia kenakan anatara pakaian  yang ia kenakan untuk datang kemari atau pakaiannya yang tengah ia kenakan, maka ia akan menjawab pakaian yang ia kenakan untuk datang kemari. Pakaian ini membuat lekukkan tubuhnya terkekspos dan membangkit nafsu bagi laki-laki yang melihatnya.

 

Ia melihat HyunA sedang menari di atas panggung dengan tarian sexynya. Tidak sedikit orang-orang meneriaki nama HyunA dan dibuat gila olehnya. Yuri sempat kagum melihat HyunA yang sepertinya terlihat bahagia di atas panggung tetapi jika sudah dibelakang panggung, Yuri sering sekali melihat HyunA menangis ataupun melamun. Benar, HyunA sama seperti dirinya, sama-sama terpaksa melakukan pekerjaan menjijikan ini. Ia butuh uang untuk mencukupi dirinya dan keluarganya yang notebanenya dibawah rata-rata maka dari itu ia berusaha lebih giat lagi untuk bekerja. Sedangkan dirinya, untuk melunasi hutang keluarganya pada Tuan Park karena ke dua orang tuanya meninggalkannya begitu saja tanpa memberitahu apapun padanya soal hutang-piutang tersebut. Kecewa? Sangat. Sebentar lagi, giliran Yuri akan tiba. Yuri menghembuskan napasnya dan mengendalikan dirinya agar tidak terlalu gugup.

 

***

 

“KyuHyun oppa!” panggil manja seseorang padaku sembari memain-mainkan rambut KyuHyun. “Aku bosan, tidakkah kau ingin bermain-main denganku?” tanyanya mencoba merayu.

 

“Diamlah, aku sedang tidak bosan sekarang.” Ucap KyuHyun dingin tanpa mengalihkan perhatiannya sama sekali pada benda ditangannya sembari memijit-mijit benda itu.

 

“Tapi aku bosan.” Rengeknya lagi.

 

“Lebih baik kau pulang sekarang juga dan jangan pernah temui aku lagi.” Titahnya tegas tanpa melirik sedikitpun ke wanita itu.

 

“Apa maksudmu? Hei, aku inikan pacarmu!” kesal gadis itu lagi.

 

KyuHyun menoleh ke arahnya dengan tatapan tajam. “Kau bukanlah gadisku. Lagipula, sejak kapan kau menjadi gadisku? Aku tidak pernah serius denganmu ataupun yang lainnya, jadi jangan bermimpi.” Jelasnya dengan dingin diiringi tatapan tajam darinya.

 

“Apa katamu! Ku kira kau sungguh-sungguh denganku! Ternyata yang diucapkan orang-orang itu benar, bahwa kau itu j*rk! Ku kira mereka salah tetapi ternyata benar!” maki gadis itu lagi tetapi tidak dihiraukan KyuHyun karena ia masih asyik dengan PSPnya. Wanita itu merebutnya dan hampir membanting benda itu ke lantai tetapi tidak jadi karena tangan KyuHyun mencengkram lengannya dengan kuat.

 

“Jangan membuatku marah jika kau masih ingin hidup!” peringatnya, yang membuat wanita itu merasa ketakutan setengah mati lalu memberikan benda itu dengan tangan bergetar. Siapa yang tak mengenal Cho KyuHyun, laki-laki berparas tampan dengan otak yang sangat jenius, anak pengusaha kaya raya dan memiliki segalanya. Bahkan ia sudah dapat menghasilkan uang sendiri tanpa bantuan ke dua orang tuanya dengan otaknya yang cerdas. KyuHyun melepaskan cengkramannya lalu membiarkan wanita itu pergi berlari dengan ketakutan. “Untung saja tidak apa-apa.” Gumamnya pelan sembari memeriksa tidak ada luka atau lecet sedikitpun dibenda itu. Sebuah getaran menyadarkannya, ia lalu mengambilnya dan mendapati sebuah panggilan dari EunHyuk.

 

Saat KyuHyun mengangkatnya, terdengar suara ricuh dan teriakan-teriakan menggila yang membuatnya sedikit sakit saat mendengarnya hingga ia menjauhkan sedikit dari telinganya. “Ya! Kau dimana sekarang? Kenapa berisik sekali, huh?” tanya KyuHyun kesal.

 

“Aku sedang berada diklub. Kau datanglah kesini jika kau tidak ingin menyesal!” ucap EunHyuk sedikt berteriak karena memang disana benar-benar berisik.

 

“Aku sedang tidak tertarik untuk pergi kemanapun.” Sahut KyuHyun dengan malas-malasan.

 

“Kalau begitu kau akan menyesal! Disini ada beberapa penari sexy melebihi penari yang dulu pernah kita sewa ataupun lihat!”

 

“Oh, maksudmu penari skriptis?”

 

“Bukan, tetapi penari biasa karena mereka hanya menari saja tetapi ku jamin, saat kau melihat salah satu dari mereka kau ingin menjadikannya milikmu malam ini.” Jelas EunHyuk lagi kali ini dengan senyum diwajahnya.

 

“Benarkah? Tapi bagaimana jika tidak?” tanya KyuHyun yang saat ini benar-benar malas keluar rumah karena moodnya sedang tidak bagus karena sikap wanita tadi.

 

“Sudah datang saja! Lagipula disini sudah ada DongHae, Siwon, dan Sungmin. Untuk sementara waktu, lupakan dulu Yuri-mu itu.” Goda EunHyuk lalu tertawa puas setelahnya.

 

Melupakan Yuri? Bagaimana bisa? Gadis itu benar-benar membuatku hampir gila karenanya! “Baik, aku akan segera kesana.” Sambunganpun terputus. KyuHyun mulai memijit-mijit pelipisnya karena bayangan Yuri kembali memenuhi hati dan pikirannya. Kebodohannya, kecerobohannya, kepolosannya, dan terakhir yang benar-benar tak habis pikir bagaimana bisa ia jatuh terlalu dalam pada pemilik ke dua mata coklat yang selalu menatapnya dengan tajam tetapi sesekali lembut dan tidak bisa ia artikan.

 

Bahkan, jika ia sedang bersama ataupun berciuman dengan gadis lain, ia membayangkan bahwa gadis itu adalah Yuri. Bukan yang lain.

***

 

KyuHyun tiba disebuah klub familiar yang ditunjukan EunHyuk kepadanya. Ia sudah jarang ke klub ini karena letaknya yang cukup jauh dari Seoul. KyuHyun menghela napas berat  saat perempuan-perempuan yang menatapnya, memang sudah terbiasa jika ia ditatap seperti ini hanya saja itu membuatnya sedikit kesal saat mengingat seseorang yang tidak terpengaruh oleh ketampanannya.

 

KyuHyun mencari-cari sosok teman-temannya yang letaknya tidak jauh dari panggung tari. Ia menatap sekilas pada seseorang yang sedang menari tetapi tidak menunjukkan ketertarikan sama sekali. Baginya, pemandangan seperti itu sudah biasa. “KyuHyun, disini!” panggil EunHyuk padanya, ia pun langsung menghampiri mereka.

 

“Lihat, HyunA sangat menggoda sekali!” ucap DongHae terkesima melihat penari itu.

 

“Dia benar-benar sudah membuatku menegang.” Timpal EunHyuk.

 

“Tapi ku dengar, mereka tidak dibayar untuk melayani para tamunya. Mereka hanya menari saja, tidak lebih.” Ucap Siwon sembari menatap DongHae dan EunHyuk.

 

“Kita bayar berkali-kali lipat saja, apa susahnya?” usul Sungmin, yang membuat mereka berempat tersenyum menganggukkan kepala. KyuHyun hanya diam saja tidak menanggapi ucapan mereka, ia benar-benar tidak mood sekarang.

 

Tibalah giliran HyunA sudah berakhir, ia membungkukkan tubuhnya sebelum meninggalkan panggung tersebut. Suara teriakan sorak-sorai gembira terdengar ditelinga ke-lima laki-laki tersebut, membuat mereka semua menutup telinganya.

 

Seorang gadis naik ke atas panggung dengan pakaian minimnya, membuat suasana semakin riuh. Sedangkan ke-lima laki-laki membelalakkan ke dua matanya, menatap gadis itu tidak percaya. “Yuri?” ucap DongHae tidak percaya.

 

“Apa benar itu Kwon Yuri? Aku salah liat atau apa?” tanya Sungmin tak percaya.

 

“Aku rasa bukan tapi… mereka terlihat sama.” Jawab EunHyuk masih tidak percaya.

 

“Tapi mana mungkin Yuri di atas panggung itu, terlebih Yuri mengenakan pakaian minim seperti itu?” tanya Siwon kali ini yang ikut bicara. Sedangkan ke-empat temannya beradu argumentasi, KyuHyun hanya bisa menatap tajam dan marah ke arah gadis itu. Bagaimana bisa dirinya dibodohi gadis itu?  Bagaimana bisa dirinya mempercayai kata-katanya begitu saja? Dan bagaimana bisa dirinya tertipu oleh penampilan Yuri? Sungguh, ia sangat marah sekarang. Tetapi, ia tidak melakukan apapun selain memperhatikan setiap gerakan Yuri dengan seksama walau hatinya kini panas dan sakit melihat gadisnya dilihat banyak orang dengan tarian dan pakaian seperti itu.

 

***

 

Yuri mengemasi barang-barangnya dengan sedikit terburu-buru sembari memastikan tidak ada satu barangpun miliknya yang tertinggal. Lalu setelah itu ia keluar dari klub dengan sedikit menundukkan kepalanya karena masih memastikan tidak ada satu barangpun yang tertinggal.

 

BUK!

 

Ia menabrak seseorang dan hampir saja ia terjatuh jika saja tidak ada lengan kekar yang melingkari pinggulnya dan menahannya agar tidak terjatuh. Yuri menatap seorang laki-laki dengan tatapan tidak percaya sekaligus kaget. “Kyu-Hyun!” panggilnya tak percaya. Namun, laki-laki yang dihadapannya tidak menggubris atau menampilkan senyum khasnya seperti biasanya, melainkan tatapan tajam dan membunuh darinya. Yuri berusaha bangun dan mencoba menjauhkan diri darinya, tetapi KyuHyun menggenggam dan menarik salah satu tangannya untuk mengikuti laki-laki itu kemanapun ia pergi.

 

“KyuHyun, lepaskan! Sakit!” kesal Yuri sembari meringis kesakitan karena KyuHyun menggenggam dan menariknya dengan keras. “Cho KyuHyun!” panggil Yuri sekali lagi. Tapi, KyuHyun tidak menggubrisnya sama sekali. Ia benar-benar marah dan tak habis pikir pada Yuri. Berkali-kali Yuri memanggil namanya, KyuHyun hanya diam dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

 

***

 

Sesampainya dirumah KyuHyun, KyuHyun langsung menarik Yuri keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam membuat Kim Ahjussi keluar dan bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang sedang terjadi? Namun, segera ia urungkan saat melihat raut wajah KyuHyun dan seorang gadis dibelakangnya. Ia tidak tahu benar apa yang sedang terjadi kepada mereka, tetapi ia cukup tau raut wajah KyuHyun.

 

KyuHyun membawa Yuri ke kamarnya lalu mengunci pintunya, memojokkan Yuri ke dinding pintu lalu mencium bibir Yuri dengan sedikit kasar. Yuri memukul-mukul dada KyuHyun dan mencoba mendorong tubuhnya menjauh, tetapi sepertinya percuma. Tenaga KyuHyun lebih besar dari tenaganya. KyuHyun mencoba mengelus-elus punggung ataupun menekan tengkuk Yuri agar gadis itu membuka mulutnya dan membiarkannya masuk. Tetapi, Yuri bersikukuh untuk tetap diam dan tidak memberi ijin KyuHyun untuk melakukannya. Dan itu membuat KyuHyun semakin menginginkan lebih dan menjadikan Yuri miliknya seutuhnya. KyuHyun meremas pantat Yuri dengan gemas, membuat Yuri terkejut dan membuka bibirnya. Saat itulah, KyuHyun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia langsung memasukkan lidahnya dan mengajak lidah Yuri menari bersama. Yuri memukul-mukul dada KyuHyun dengan cukup keras dan juga mendorong tubuhnya, tetapi lagi-lagi KyuHyun menggenggam ke dua tangan Yuri dengan ke dua tangannya dan menekan tubuhnya dengan tubuh Yuri hingga tidak ada jarak sama sekali tubuh mereka. Bulir-bulir lembut mengalir di kedua pipi Yuri, membuat KyuHyun merasakan basah di salah satu pipinya.

 

KyuHyun membuka ke dua matanya dan mendapati Yuri tengah menangis. Ia melepas ciumannya lalu menciumi ke dua mata, pipi, hidung dan kening Yuri secara bergantian. Ia juga melemahkan genggaman kedua tangannya, menuntun ke dua tangan Yuri untuk melingkari lehernya sembari menciumi wajah Yuri secara bergantian.

 

“KyuHyun, ku mohon hentikan…” pintanya disela-sela isak tangis.

 

“Kenapa? Tidakkah kau juga menginginkannya?” tanya KyuHyun lembut sembari terus menciumi wajah Yuri.

 

“Aku tahu kau marah padaku, tapi jangan seperti ini…” balas Yuri masih disela isak tangis.

 

“Aku menginginkanmu, Yul. Aku akan membayarmu sesuai dengan yang kau minta.” Ucap KyuHyun sembari mengecup sekilas bibir Yuri berkali-kali.

 

“Aku bukan seperti itu…” jelas Yuri dengan kecewa dan sedih.

 

“Lalu, seperti apa?” tanya KyuHyun, masih menciumi bibir Yuri.

 

“Aku terpaksa bekerja disana..” jelas Yuri tapi terpotong karena KyuHyun menghisap bibirnya pelan. Sial! Rasa strawberry, batin KyuHyun, membuatnya semakin kehilangan kendali dan kesadaran. Ia menginginkan Yuri sekarang. Yuri menyentuh ke dua sisi wajah KyuHyun dan sedikit menjauhkannya, agar ia bisa lebih leluasa berbicara. KyuHyun yang merasa terganggu dengan sikap Yuri lalu membuka ke dua matanya dan menatap gadis itu. “Ayahku memiliki hutang pada Tuan Park, pemilik klub itu. Dan, kedua orangtuaku entah pergi kemana meninggalkanku seorang diri disini tanpa memberi tahu apapun soal hutang itu. Salah satu cara tercepat untuk melunasi hutang ayahku adalah dengan cara bekerja disana, mungkin selama satu atau dua tahun lebih.” Jelas Yuri lembut, berharap KyuHyun mau mendengarkan dan tidak berpikir yang macam-macam tentang dirinya.

 

“Kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya KyuHyun kesal.

 

“Untuk apa memberitahumu?” tanya Yuri tak mengerti.

 

“Ya! Setidaknya kau bisa mengandalkanku, Kwon Yuri.” Kesalnya.

 

“Aku tidak mungkin membuatmu ikut ke dalam masalah keluargaku, Cho KyuHyun.” Balas Yuri lembut sembari menyunggingkan senyuman, membuat KyuHyun terbius dan terhipnotis. Ia sudah tidak tahan lagi untuk selalu menahannya, sekarang atau tidak sama sekali.

 

“Aku akan membantumu. Jadilah milikku malam ini.” Pinta KyuHyun sembari melumat sekilas bibir Yuri.

 

“Ya! Kau-” protes Yuri, tetapi sebelum ia melanjutkan ucapannya, KyuHyun sudah memotongnya terlebih dahulu.

 

“Aku tidak suka ada penolakan, Cho Yuri.”

 

“Tapi, Cho KyuHyun, aku tidak ingin melakukannya dengan seseorang yang tidak ku cintai.” Ucap Yuri yang berhasil membuat KyuHyun berhenti melakukan aktivitasnya. KyuHyun menatap Yuri tidak percaya.

 

“Apa kau sedang mencintai seseorang?” tanyanya dingin.

 

“Tidak.” Jawab Yuri jujur, yang membuat KyuHyun tersenyum penuh arti.

 

“Apa kau menyukaiku?” tanyanya sembari tersenyum.

 

“Tidak, aku membencimu.” Jawab Yuri asal karena ia benar-benar tidak ingin malam ini berakhir diranjang king size-nya KyuHyun. Lagipula, ia tidak ingin lagi jatuh ke dalam pesona KyuHyun.

 

“Kalau begitu, aku akan membuatmu mencintaiku, Kwon Yuri.” Ucapnya dengan senyum penuh kemenangan dan kebahagian.

 

“Kau bercanda? Bagaimana caranya akhh…” belum sempat Yuri menyelesaikan kalimatnya, ia dibuat geli dan merasakan sensai aneh saat KyuHyun menjilat bagian dada Yuri yang masih dilapisi baju dan bra.

 

“Kau menyukainyakan?” goda KyuHyun sembari meremas salah satu dadanya dengan tangannya yang bebas.

 

“Ahh.. apa yang kau lakukan?” tanya Yuri mencoba mempertahankan akal sehatnya.

 

“Memanjakanmu.” Jawab KyuHyun santai sembari melepaskan pakaian luar Yuri dan membuangnya kesembarang tempat tanpa sempat Yuri cegah.

 

“ KyuHyun hentikan! Lepaskan aku!” ucap Yuri sambil merancau dan meremas bahu KyuHyun karena ia menciumi perut Yuri, membuat gadis itu merasakan geli dan sensasi aneh.

 

“Kau menikmatinya? Jangan ditahan, itu akan membuatmu sedikit tersiksa.” Sarannya sembari membopong Yuri ke kasur dengan senyum evil miliknya lalu membaringkan tubuh Yuri.

 

“Tuan Cho muda.” Panggil Yuri saat KyuHyun tengah menindihnya. KyuHyun menatap Yuri dengan kening berkerut. “Bisakah kau membiarkanku pulang dan istirahat sekarang? Aku lelah sekali.” Pinta Yuri dengan tatapan memelas.

 

“Baiklah, kau boleh istirahat tetapi kau tidak boleh pulang. Kau harus membayar hutangmu dulu padaku.” Jawabnya santai sembari menampilkan senyum khasnya.

 

“Hutang apa? Apa aku memiliki hutang padamu?” tanya Yuri tidak mengerti.

 

“Hutang karena kau sudah membuatku gila tentangmu. Hutang karena kau membuatku menginginkanmu setiap saatnya. Dan hutang karena kau membuatku mencintaimu melebihi diriku sendiri. Aku tidak peduli pada apapun alasanmu, kau harus tetap membayarnya.” Jawabnya lembut dan tegas lalu mencium kening Yuri dengan begitu dalam dan cukup lama, membuat Yuri seperti tersengat listrik dan merasakan desiran asing. “Aku mencintaimu, Kwon Yuri. Jadilah milikku seutuhnya.” Pintanya sembari menatap lurus dan lembut ke arah Yuri.

 

Eh? Apa ia sedang menyatakan cinta padaku? Itu bohongkan? Batin Yuri sembari menatap lurus KyuHyun dengan dalam dan lama. Ia baru menyadari satu hal, KyuHyun sangat tampan. Seakan terbius dengan tatapan KyuHyun saat wajahnya mendekati wajah Yuri, Yuri memejamkan ke dua matanya lalu membuka mulutnya tanpa sadar. KyuHyun mencium, melumat, menghisap, dan menggigit pelan bibir Yuri. Sesekali lidah mereka beradu satu sama lain. Yuri sepertinya terhanyut dalam permainan KyuHyun karena ia melingkarkan tangannya dileher KyuHyun. Sebuah senyum tersungging diwajahnya saat Yuri mulai kecanduan dengan ciumannya, sedangkan tangannya mengelus-elus punggung Yuri dan melepaskan pengait bra-nya lalu melepaskannya dari tubuh Yuri dan membuangnya kesembarang tempat. Ia lalu melepaskan pakaiannya sendiri dan membuangnya kesembarang tempat, kemudian mendekatkan tubuhnya pada Yuri sembari meremas-remas dada Yuri, membuat gadis itu mendesah dalam ciuman mereka. Sepertinya malam ini akan menjadi malam terpanjang untuk mereka berdua.

 

***

 

Sinar matahari membangunkan Yuri dari tidurnya. Ia mencoba membuka ke dua matanya lalu mengerjap-kerjapkannya beberapa kali saat melihat seorang laki-laki tengah menatapnya dan tersenyum. Hm, tampan. “Selamat pagi!” ucapnya ceria. Aish, aku pasti bermimpi sekarang. Yuri mencoba memejamkan ke dua matanya lagi, mencoba kembali tertidur karena memang masih mengantuk.

 

“Bangunlah, mana morning kiss untukku?” tanyanya sedikit manja. Yuri kembali membuka ke dua matanya, menatap KyuHyun dengan tatapan polos dan tidak mengerti.

 

“Apa aku sedang bermimpi?” tanyanya polos pada KyuHyun, membuat laki-laki itu tertawa terbahak-bahak kearahnya. Melihatnya tertawa seperti itu… berarti ini bukan mimpi. Yuri terduduk dalam sekali gerakan cepat. Apa! Jadi ini bukan mimpi?! Mata Yuri membulat saat melihat dada bidang KyuHyun dengan terkejut. “Ya! Kemanakan bajumu? Cepat pakai!” titahnya panik.

 

“Kenapa kau panik seperti itu? Kau kan sudah melihat tubuhku semalam.” Ucap KyuHyun dengan senyum khasnya, serasa ia puas sekali.

 

Mata Yuri membulat kaget saat ia mengatakan kata semalam. “Memangnya kita melakukan apa semalam?” tanyanya masih tidak mengerti.

 

KyuHyun menarik salah satu tanganku hingga aku jatuh tertidur dan ia mulai menindihku. Aku baru menyadari saat kulit kami bersentuhan, bahwa bukan hanya dia yang naked melainkan aku juga. “Apa kau lupa, hm?” tanya KyuHyun sembari menciumi daguku. “Dengan senang hati aku akan membuatmu mengingatnya kembali.” Lanjutnya sembari menciumi bibirku beberapa kali.

 

“Mesum!” makiku sembari menjitak kepala KyuHyun. “Aku ada kelas pagi ini.” Ucap Yuri sembari menatap KyuHyun dengan tatapan memelasnya.

 

“Morning kiss?” tagihnya sekali lagi, aku mengernyitkan keningku tanda tidak mengerti. “Kau ingin pergi atau tidak?” tanya KyuHyun sedikit kesal.

 

“Lalu apa hubungannya dengan morning kiss?” tanyaku masih tidak mengerti.

 

“Ya, Cho Yuri! Kau ingin menciumku atau tidak?” kesalnya lagi.

 

“Sudahlah, aku pasti akan terlambat jika harus menuruti semua keinginanmu itu.” Ucapku sembari mendorong tubuhnya kesamping dan ia benar-benar kesal. Aku bangun dari tidurku lalu berdiri sembari menarik selimut untuk menutupi tubuhku. KyuHyun membalikkan tubuhnya  membelakangiku, sepertinya dia benar kesal karena itu. Aku menghela napas pelan lalu membungkukkan sedikit tubuhku. “Cho KyuHyun?” panggilku padanya tetapi ia sepertinya tidak menghiraukan panggilanku. “KyuHyun-sunbae?” panggilku sekali lagi, tetap tidak ada jawaban. “KyuHyun-oppa?” panggilku padanya dengan berat hati karena ini panggilan kali pertama yang keluar dari bibirku. Ia membalikkan tubuhnya dan menoleh ke arahku. Chu~

 

“Morning kiss.” Ucapku padanya lalu segera pergi ke kamar mandi. Baru saja aku masuk dan ingin membalikkan badan untuk mengunci, pintunya sudah terkunci dan menampakkan seorang laki-laki yang hanya mengenakan boxer berdiri didepanku. “Apa?” tanyaku tidak mengerti.

 

“Aku ingin kau memanggilku oppa sekali lagi.” Jawabnya lalu memojokkanku pada dinding.

 

“Tidak mau.” Tolakku sembari mengerucutkan bibirku dan memalingkan wajahku darinya.

 

“Kalau begitu aku akan membuatmu mengatakannya.” Ucap KyuHyun sembari mencium lembut leherku. Aku baru menyadari satu hal, tubuhku terasa sakit semua tapi aku menyukainya.

 

***

 

“Ya, Cho KyuHyun! Jangan memelukku seenakmu saja!” kesalku padanya saat KyuHyun memelukku dari belakang dihadapan teman-teman kami.

 

“Memang apa salahnya?” tanyanya tanpa rasa bersalah dan masih memelukku, malah semakin erat.

 

“Ini tempat umum, Cho KyuHyun. Jadi, jaga sikapmu itu.” Jawabku masih kesal. Sedangkan yang lainnya menertawakan kami.

 

“Biarkan saja, jika mereka mau mereka bisa memeluk pasangan sendiri-sendiri.” Bela KyuHyun tak mau kalah.

 

“Aish, sejak kapan kau jadi kekanak-kanakkan seperti ini?” tanyaku sembari mencoba melepas pelukannya tapi sepertinya percuma.

 

“Aku tidak peduli, pokoknya aku ingin memelukmu seperti ini sekarang.” Balasnya yang bersikukuh pada pendiriannya. Aku menoleh dan melirik tajam kearahnya dengan kesal, bukannya takut tapi ia malah mencium sekilas pipiku dengan wajah polosnya. “Ya!” kesalku.

 

“Sudahlah, Yuri. Biarkan saja dia seperti itu, kami tidak keberatan kok daripada kalian bertengkar terus.” Ucap Sungmin mencoba menenangkanku.

 

“Tapi aku merasa tidak leluasa dan aneh.” Jelasku pada Sungmin, mereka semua lalu menatapku dengan aneh dan kening berkerut.

 

“Bukankah kalian sudah terbiasa seperti itu dari dulu?” tanya Sungmin lagi.

 

“Memang, tapi kali ini… berbeda.” Jawabku jujur lalu menundukkan kepalaku, menahan rona merah yang mungkin terlihat diwajahku.

 

“Apanya yang beda?” kali ini EunHyuk yang bertanya.

 

Aku mengangkat wajahku lalu menatap mereka satu-per-satu. “Tidak harus dijawabkan?” tanyaku pada EunHyuk dengan sedikit kesal. Kenapa mereka jadi ingin tahu sekali urusanku?

 

“Kenapa kau tidak menjawabnya? Biasanya kau akan menjawabnya.” Balas EunHyuk dengan tatapan tidak mengerti.

 

“Aku ada kelas. KyuHyun lepaskan aku!” ucapku mengalihkan pembicaraan lalu meminta KyuHyun untuk melepaskanku. “Cho KyuHyun, aku benar-benar tidak ingin cari ribut dengan penggemarmu!” lanjutku lagi saat menyadari beberapa pasang mata menatapku dengan tatapan ingin membunuh.

 

“Aku akan berbicara pada mereka semua untuk tidak menyentuhmu sedikitpun.” Balasnya santai tanpa mengendurkan pelukannya sedikitpun.

 

“Ya Tuhan, sepertinya aku benar-benar harus bersabar saat menghadapimu.” Gumamku yang dapat di dengar oleh KyuHyun ataupun teman-temanku dan mereka benar-benar tertawa puas terlebih KyuHyun. Aku menghela napas panjang.

 

“Aku mengerti.” Ucapnya lalu mencium pipiku sekilas lagi dan melepaskan pelukannya. Aku membalikkan tubuhku lalu menatapnya sembari mengernyitkan kening. “Ada apa lagi?” tanyanya. Tidakkah sedikit terasa aneh?

 

“Tidak ada. Oh ya, hari ini aku ada urusan jadi, tidak usah menungguku. Kau pulang saja.” Jawabku.

 

KyuHyun menatapku dengan tatapan lembut. “Urusan apa?” tanyanya sembari menyentuh ke dua pipiku lalu mengelus-elusnya.

 

“Bukan urusanmu. Lagipula, karena kau menarikku kemarin aku tidak mendapatkan gajiku hari itu.” Jawabku kesal saat mengingat ia datang dan membawaku pergi sesukannya. Tatapan KyuHyun berubah menjadi tajam dan tidak suka.

 

“Aku akan membayarmu.” Ucapnya dingin.

 

“Tidak perlu, kau lebih baik simpan saja uangmu itu.” Balasku dengan sedikit kesal.

 

“Aku tidak akan pernah mengijinkanmu untuk pergi ke sana.” Ucapnya lagi dengan tegas.

 

“Lalu apa peduliku? Kau kan bukan siapa-siapaku, kenapa aku harus mendengarkanmu?” tanya Yuri sedikit menantang dan juga membuat KyuHyun tersadar.

 

Benar, aku memang bukanlah siapa-siapanya kau, tetapi tidakkah kau mengerti perasaanku padamu? Batin KyuHyun sedih saat mendengar kata-kata Yuri barusan.

 

Yuri masih menatap KyuHyun, menunggu jawaban yang akan keluar dari mulutnya, berharap KyuHyun mengatakan sesuatu hal yang ingin dia dengar. Lalu menggelengkan kepalanya pelan sembari tersenyum getir, karena sesuatu hal yang baru saja ia harapkan sepertinya mustahil akan terjadi. “Aku pergi.” Pamitnya lalu pergi meninggalkan KyuHyun dan teman-temannya tanpa menunggu sepatah katapun dari mereka.

 

Ia tidak dapat memungkiri rasa kecewa jika ia mengingat kejadian semalam, rasanya ia ingin menangis karena kesuciannya dirampas begitu saja. Padahal ia ingin memberikan kesuciannya hanya untuk seseorang yang akan ia cintai sampai nantinya. Tapi ia juga tidak dapat memungkiri bahwa ia juga menikmati dan menyukai setiap sentuhan KyuHyun padanya, dan itu membuatnya sedikit candu.

 

“Yuri?” panggil TaeYeon lembut saat Yuri tengah duduk dikursinya dengan tidak begitu bertenaga. Yuri menoleh lalu menyunggingkan senyum tipis. “Ada apa denganmu? Apa kau baik-baik saja?” tanyanya lagi.

 

Yuri mengangguk sekali. “Jangan khawatir, aku baik-baik saja.” Jawabnya yang berkebalikan dari kenyataan. Selama kelas berlangsung, pikirannya tidak sepenuhnya berada dikelas melainkan melayang jauh. Ia kembali mengingat saat gadis-gadis itu mencoba mencuri perhatian dan mendekati KyuHyun dengan cara apappun. Ia juga mengingat bahwa ia sering memergoki KyuHyun sedang berciuman dengan salah satu dari gadis-gadis itu, mengingat semua kejadian itu membuatnya sedikit kesal dan marah. Tapi ia tahu satu hal, KyuHyun bukan siapa-siapanya, hanya teman.

 

***

 

“… Kemarin aku tidak sengaja menonton salah satu dvd yaoi, sepasang laki-laki yang saling menyukai.” Cerita SooYoung saat mereka tengah makan siang bersama. “Awalnya, aku sedikit jijik dan geli melihat mereka tapi saat aku benar-benar memperhatikan mereka, ternyata mereka seperti kita hanya saja mereka menyukai sesama jenis. Dan saat mereka melakukan hal intim, aku sedikit terkesan pada laki-laki yang menjadi uke-nya daripada seme-nya!” ceritanya dengan antusias dan tanpa rasa bersalah.

 

“Ya, Choi SooYoung!” panggil TaeYeon sedikit kesal lalu menjitak kepalanya dengan sendok makan. SooYoung meringis kesakitan dan ingin protes tapi saat melihat raut wajah teman-temannya yang berubah menakutkan, kecuali Yuri tentunya, ia urungkan niatnya itu. “Kau tahu kita ini sedang makan! Jadi, jangan berbicara hal seperti itu!” kesal TaeYeon.

 

Ada sebuah tatapan penuh tanya dan polos dari seseorang yang duduk dihadapannya SooYoung, tetapi gadis itu pura-pura tidak melihat dan menyadarinya. Alih-alih ia menatap sekeliling ruang kafeteria itu. “Tunggu, uke-seme itu apa?” tanya gadis polos itu sembari menatap teman-temannya dengan penuh tanda tanya. Beberapa diantara mereka hampir saja tersedak saat mendengar pertanyaan itu, kecuali SooYoung, ia sudah menyadari Yuri akan menanyakan hal seperti ini ketika mata mereka bertemu.

 

“Ya, Kwon Yuri! Kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Jessica sembari memukul-mukul dadanya pelan setelah ia meminum air mineral miliknya, ia hamir saja tersedak saat Yuri menanyakan hal itu.

 

“Kenapa? Aku kan ingin tahu.” Jawab Yuri jujur.

 

“Kau benar-benar tidak tahu?” tanya YoonA sembari menoleh dan menatap Yuri yang duduk disampingnya.

 

“Tidak, memangnya itu apa?” tanya Yuri lagi.

 

“Kau cari saja di internet.” Saran Tiffany sembari memasukkan kembali makanannya ke dalam mulutnya.

 

“Jika aku mencari di internet, maka hasilnya akan sama seperti waktu itu.”

 

“Sama apanya?” tanya TaeYeon.

 

“Seperti foreplay.” Jawab Yuri polos dan jujur.

 

“Tidak apa-apakan?” tanya SooYoung.

 

“Tidak apa-apa bagaimana? Itu area khusus dewasa!” bela Yuri.

 

“Ya, Kwon Yuri! Memangnya usia-mu berapa sekarang? Kau kan bukan anak dibawah umur lagi, melainkan sudah tua .” ucap YoonA yang kerap sekali menyebut Yuri tua.

 

“Ya, Im YoonA!” protes Yuri dan YoonA hanya menanggapinya dengan tawa puas begitu juga dengan yang lainnya.

 

***

 

Sesuai ucapannya, KyuHyun tidak mengijinkan Yuri pergi ke klub tempatnya bekerja. KyuHyun mengurung Yuri di dalam kamarnya, bersama dirinya. Tidak peduli ke kesalan Yuri padanya yang saat ini tengah mengomelinya panjang lebar atau apapun itu, ia masih tengah asyik memijit beberapa tombol PSP miliknya.

 

“Cho KyuHyun!” panggil Yuri kesal dan geram saat melihat laki-laki dihadapannya kini membuatnya seperti orang tidak waras karena ia sepertii berbicara pada angin lalu.

 

“Hm?” sahut KyuHyun malas-malasan.

 

“Keluarkan aku.” Pinta Yuri memohon.

 

“Tidak akan pernah.” Tegas KyuHyun cuek.

 

“Ya! Aish! Kau ini kenapa sih?” tanya Yuri kesal sembari melipat ke dua tangannya didepan dada.

 

“Aku tidak ingin gadisku disentuh, dilihat, dan dimilikku orang lain selain aku.” Tegasnya sembari menatap lurus ke manik mata Yuri. Yuri mengernyitkan keningnya sembari menatap laki-laki dihadapannya dengan pandangan tidak mengerti seutuhnya.

 

“Apa yang sedang kau katakan?” tanyanya sembari berpikir lebih keras dari biasa ia lakukan untuk mencerna setiap kata-kata yang akan KyuHyun ucapkan. Ia bahkan tidak menyadari bahwa ia berbicara lebih dari 2 kata, biasanya ia hanya akan berkata; ‘apa maksudmu?’ dengan sedikit dingin dan cuek. Dan itu cukup membuat lawan bicaranya kalah telak karena kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan maksud mereka, lagipula Yuri tidak akan mendengarkannya baik-baik dan penuh perhatian untuk sesuatu hal yang menurutnya sia-sia. Tapi kali ini berbeda, gadis itu menatap penuh perhatian pada KyuHyun dan ia tidak menunjukkan sikap dingin ataupun ketidak tarikan melainkan sebaliknya, hangat dan sangat tertarik.

 

“Dengarkan aku baik-baik Kwon Yuri,” ucap KyuHyun pelan dan tegas sembari mendekatkan tubuhnya kepada Yuri dengan tatapan membiusnya, yang mampu mematikan akal sehat saat itu juga selama beberapa saat. Yuri diam, tidak bergerak ataupun protes seperti biasanya melainkan menanti-nanti apa yang akan dikatakan KyuHyun padanya. “kau telah mencuri hatiku sejak kali pertama kita bertemu, dan kau harus mempertanggung jawabkannya dengan seluruh jiwa-ragamu.” Lanjutnya dengan lembut tetapi tegas. Selama beberapa saat, Yuri menatap KyuHyun dengan cukup lama untuk mencari kebohongan dimatanya, tapi hasilnya nihil.

 

“Kau sedang bercanda?” tanya Yuri dengan dingin saat mengingat kembali berapa banyak perempuan yang telah KyuHyun kencani atau mungkin… tiduri, hanya dengan rayuan maut darinya. “Aku tidak tertarik dengan leluconmu, Tuan Muda Cho.” Tambahnya sembari mendorong tubuh KyuHyun untuk menjauh darinya agar ia bisa lebih leluasa duduk dengan normal. KyuHyun menatapnya dengan tatapan kesal dan tidak percaya.

 

Kenapa hanya dia yang sulit sekali percaya padaku? Kesal KyuHyun sembari memukul pelan lengan sofa saat Yuri berdiri dari duduknya.

 

“Kenapa?” tanyanya saat mendapati KyuHyun memukul pelan lengan sofa dengan wajah ditekuk. KyuHyun menatap Yuri sekilas lalu menatap ke arah lain lagi. “Aish, kau ini kenapa? Ayo makan, aku sudah lapar.” Ajaknya sembari mengulurkan tangannya pada KyuHyun yang mau tak mau KyuHyun menerimanya, ia tidak mungkin menolak ajakan Yuri atau ia akan menyesalinya nanti. “Hm, bagaimana jika kita makan diluar?” saran Yuri saat KyuHyun telah berdiri disampingnya sembari menggenggam tangannya kuat dan erat. KyuHyun menatapnya tajam dan kesal.

 

“Tidak mau, aku tahu setelah itu kau akan mencoba kabur.” Jawabnya dingin.

 

Yuri menatap KyuHyun dengan tidak percaya. “Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Yuri polos.

 

“Aku sudah mengenalmu, Cho Yuri.” Jawab KyuHyun santai.

 

“Hei, berhenti memanggilku, Cho Yuri. Aku Kwon Yuri dan margaku belum berubah.” Kesal Yuri sembari mengacungkan jari telunjuknya.

 

“Secepat mungkin akan berubah.” Balas KyuHyun lalu menjulurkan lidahnya ke arah Yuri, membuat gadis itu membulatkan ke dua matanya.

 

“Apa-apaan kau ini?” tanyanya kesal sembari memukul lengan KyuHyun pelan, membuat laki-laki itu tertawa senang.

 

“Sudahlah, ayo kita makan! Kasihan janin yang kau kandung belum mendapati asumsi makanan malam ini.” Ucap KyuHyun sembari memeluk pinggul Yuri dan menariknya pelan ke tubuhnya untuk menghilangkan jarak diantara mereka.

 

Yuri menatap tajam ke arah KyuHyun dengan tatapan kesal dan tidak percaya. “Janin? Kau bercanda?” tanyanya dingin.

 

KyuHyun menatap Yuri dengan tatapan lembut. “Kita sudah melakukannya semalam, walaupun tidak mungkin langsung pembuahan tapi setidaknya benihku ada di dalam rahim-mu.”

 

PLETAK!

 

Sebuah jitakan yang cukup keras mendarat dengan baik dikepala KyuHyun. Ia merintih kesakitan sembari mengelus-elus kepalanya, jitakan dari Yuri cukup membuatnya benar-benar sakit tapi saat melihat tatapan Yuri rasa itu menghilang begitu saja tanpa berbekas sedikitpun. “Aku tidak ingin anakku memiliki ayah yang banyak istri.” Ucap Yuri dengan suara bergetar dan dingin. Untuk beberapa saat KyuHyun masih belum bisa mengerti maksud ucapan Yuri, tapi sesaat para gadis yang pernah ia kencani terlintas dibenaknya.

 

“Hei, kau salah paham tentangku.” Ucap KyuHyun mencoba menjelaskan, tapi Yuri memalingkan wajahnya lalu kemudian membalikkan tubuhnya. Butiran lembut mengalir begitu saja disudut mata kiri Yuri, ia benar-benar sedih.

 

“A-ku lelah, selamat malam.” Ucapnya sembari berjalan menjauh dari KyuHyun tetapi tertahan karena KyuHyun memeluknya dari belakang dalam sekali gerakan cepat.

 

“Aku memang berkencan dengan mereka, tetapi aku tidak melakukan apapun pada mereka seperti aku melakukannya padamu.” Jelas KyuHyun lembut sembari menaruh dagunya dibahu Yuri.

 

“Apa kau selalu mengatakan ini pada mereka? Lucu sekali, sayangnya aku tidak tertarik dengan ucapanmu.” Balas Yuri sembari mencoba melepaskan pelukan KyuHyun.

 

“Kau tahu? Kau adalah gadis keras kepala yang pernah ku temui.” Ucap KyuHyun sembari melepas pelukannya, lalu membalikkan tubuh Yuri untuk menghadapnya. Matanya membulat kaget saat mendapati Yuri tengah menangis, dihapusnya bulir-bulir lembut itu dengan ke dua ibu jarinya. Ditatapnya Yuri lekat-lekat tanpa memedulikan Yuri yang masih menatap ke bawah. Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun, ia mencoba menengadahkan wajah Yuri untuk menatapnya, membuat gadis itu menatap KyuHyun dengan tatapan tidak mengerti. KyuHyun tersenyum, dari sekian ekspresi wajah Yuri, ia paling menyukai ekspresi wajah Yuri yang seperti ini saat menatap dirinya. Karena menurutnya, itu adalah tatapan maut milik Yuri untuk tetap berada disisi gadis itu. “Aku mencintaimu, Kwon Yuri.” Ucap KyuHyun tulus.

 

Yuri terdiam dan bengong, tidak tahu harus melakukan apa. Apakah ia harus percaya pada indra pendengarannya atau hanya diam seperti orang bodoh saja? Pertama yang ia merasakan saat ini adalah hatinya berbunga-bunga dan… tubuhnya terasa ringan seperti sedang melayang-layang di udara hingga terbang ke langit ke tujuh. Apakah ini mimpi? Cho KyuHyun, seorang laki-laki yang disukai dan dipuja-puja oleh para wanita dibelahan dunia tengah menyatakan cinta padaku? Tsk! Aku pasti bermimpi. Sebuah benda mendarat dibibirnya saat Yuri masih bergelut dengan pemikirannya, membuatnya membulatkan ke dua matanya karena terkejut.

 

Cho KyuHyun menciumku? Aaa, tidak mungkin!

 

KyuHyun mulai menyesap, melumat, dan mencium lembut bibir Yuri sedangkan Yuri masih bergulat dengan pemikirannya. KyuHyun menarik tubuh Yuri pelan untuk lebih dekat dengannya dan menahan tengkuk Yuri agar tetap dalam jangkauannya. Ciuman itu berlangsung cukup lama hingga membuat Yuri tersadar dan membalas ciuman KyuHyun. Merakapun terlarut dalam ciumannya masing-masing.

 

***

 

Sinar matahari membuat Yuri sedikit terganggu dari tidurnya, ia mengulatkan tubuhnya sebelum membuka ke dua matanya seutuhnya. “Selamat pagi, Nyonya Cho.” Bisik seseorang lembut lalu sebuah kecupan lembut dan penuh perasaan mendarat dikening Yuri.

 

“Hm?” gumam Yuri yang masih tidak mengerti dan enggan membuka ke dua matanya.

 

“Jangan mendesah seperti itu, apa kau mau kita melakukannya lagi?” goda pemilik suara itu yang membuat Yuri mengernyitkan kening dengan ke dua mata yang masih tertutup lalu membukanya dengan sangat terpaksa dalam sekali gerakan.

 

“Kau!” kagetnya sembari terduduk lalu menendang laki-laki yang berada satu ranjang dengannya begitu saja hingga membuat laki-laki itu jatuh ke bawah dengan rintihan.

 

“Yaa, sakit! Kau ini kenapa menendangku?” tanyanya kesal sembari bangkit berdiri.

 

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yuri sembari memicingkan ke dua matanya.

 

“Memangnya apa lagi? Kau bisa melihatnya sendirikan?” tanyanya sedikit kesal sembari mengelus-elus pinggangnya yang terasa sakit. Yuri lalu menatap dirinya dengan sangat terkejut, tidak ada sehelai benangpun yang menutupi dirinya hanya ada sebuah selimut yang menutupi tubuhnya.

 

“Yaa! Kenapa kau melakukannya lagi?” protes Yuri kesal.

 

“Aku? Melakukannya lagi? Yaa, Cho Yuri, dengarnya kau yang menginginkan dan membutuhkannya kemarin, jadi aku melakukannya dengan suka rela.” Bela KyuHyun tak mau kalah saat mengingat wajah dan tubuh Yuri yang meminta lebih. Sebenarnya, bukan hanya Yuri saja yang meminta lebih, melainkan dirinya juga ingin benar-benar mengingkan lebih, seperti memiliki Yuri seutuhnya misalnya. Sebuah jitak mendarat dikepala KyuHyun dengan mulus membuat meringis kesakitan dan mengelus-elus kepalanya. “Akh! Kau!”

 

“Dengar ya Cho KyuHyun, bersihkan pikiran mesum-mu itu dari kepalamu!” peringat Yuri sembari menatap KyuHyun dengan tatapan deathglarenya, sedangkan yang ditatap hanya bisa nyengir kuda. Yuri bangkit berdiri dari duduknya sembari mengumpulkan selimut untuk menutupi tubuhnya.

 

“Kau mau kemana?” tanya KyuHyun sembari menatap Yuri yang masih sibuk sendiri.

 

“Mandi, tentu saja. Memangnya mau apa lagi?” jawab Yuri cuek lalu pergi ke kamar mandi. Sebuah senyum bahagia tersungging diwajah KyuHyun dengan langkah ringan ia berlari kecil menghampiri Yuri. “Eits!” ucap Yuri sembari membalikkan tubuhnya menghadap KyuHyun, membuat KyuHyun berhenti tepat dihadapan Yuri. “Kau tidak boleh ikut. Jika kau memaksa, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.” Ancam Yuri sembari mengacungkan salah satu jari telunjuknya tepat diwajah KyuHyun, jika seperti ini tidak ada yang boleh membantahnya atau ia akan melakukan hal sesuai dengan ucapannya barusan.

 

“Kenapa? Kitakan sudah melakukannya berkali-kali.” Tanya KyuHyun, terlihat sekali raut wajah kecewa diwajahnya dan senyumnyapun sudah pudar.

 

“Kalau begitu kali ini tidak, Tuan Muda Cho.” Tegas Yuri sekali lagi dengan senyum puas diwajahnya. Bahu KyuHyun sedikit mengendur, merasa tidak bersemangat saat mendengar ucapan Yuri barusan. Yuri lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

 

***

 

Yuri tengah duduk disofa ruang tamu sembari membaca beberapa majalah otomotif yang sengaja diletakkan di atas meja ruang tamu, sebenarnya ia tidak tertarik untuk menyentuh benda itu sama sekali tapi jika ia tidak melakukannya mungkin Yuri sudah mati dalam kebosanan. Ia sudah membolak-balikkan halaman majalah itu beberapa kali dengan bosan dan suntuk, sesekali ia melirik ke jam dinding ruang itu lalu menatap ke arah pintu sembari  mencibir kesal. Ini sudah 4 jam berlalu dan KyuHyun belum menampakkan batang hidungnya sedikitpun, Yuri juga sudah mencoba memghubungi ponsel KyuHyun namun tidak ada satupun panggilannya diterima. Pukul 23. 45 KST.

 

“Aish, pergi kemana dia?” gerutunya lagi sembari bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu. Ini sudah larut malam dan akhir-akhir ini KyuHyun sering sekali pulang malam tanpa kabar. Ia bahkan juga sering mengacuhkan Yuri selama 3 minggu lebih akhir-akhir ini, jika ditanya ada apa dengannya, KyuHyun hanya mengatakan dengan datar dan dingin ‘aku baik-baik saja’. Dan itu hampir membuat Yuri frustasi. Yuri bahkan tidak tahu mengapa ia jadi begitu peduli dengan laki-laki itu, padahal sejauh yang ia ingat ia akan cuek dan mengacuhkan KyuHyun apapun yang terjadi ia tidak akan begitu peduli terhadap laki-laki itu.

 

Oh, ayolah Yuri, apa yang sedang kau lakukan saat ini? Membuang-buang waktumu hanya untuk lelaki macam dia? Apa kau sedang bercanda? Yuri menghela napas dalam sembari menutup ke dua matanya. Hal bodoh apa yang tengah ku lakukan?  Ia membalikkan tubuhnya dengan lemas, memaksakan kakinya untuk melangkah, dan mencoba berpikir jernih. Lebih baik aku pulang, lagipula tidak baik aku menginap terlalu lama dirumah seorang laki-laki. Semua hutang keluarganya pun sudah lunas dibayarkan oleh KyuHyun, jadi untuk apa ia tetap berada disini? Sudah tidak ada alasan lain lagi bukan?

 

***

 

Suara dentuman musik yang cukup keras, gelas-gelas dan botol-botol bir berserakan dimeja, hampir sebagian orang tengah menari dengan gembira untuk melewati malam ini, beberapa gadis tengah duduk dan menggoda beberapa laki-laki yang tengah duduk disofa ruang VIP. Tatapan matanya kosong hanya ada tatapan dingin, marah, dan benci. Terlebih saat bayang-bayang gadis itu melintas dalam benaknya dengan senyum dan tawa tulus diwajahnya, membuatnya semakin cantik melebihi apapun yang ada di dunia ini. Namun, membuat laki-laki itu semakin membencinya, ia sangat membenci gadis itu. Ia kembali menuguk gelas bir untuk kesekian kalinya, berharap dengan meminumnya ia akan lupa tentang apapun gadis itu.

 

“Tuan Cho, lebih baik kau berhenti meminum bir itu lalu bermain-main denganku.” Rayu gadis cantik disampingnya sembari mengelus-elus dada bidang KyuHyun. KyuHyun menoleh ke arah gadis itu, menatap lekat-lekat setiap lekuk wajahnya, lalu tersenyum sinis dan kembali meneguk bir miliknya. Cantik, tapi sayang hanya fisiknya saja, sinis Kyuhyun dalam hati.

 

“KyuHyun-ah, berhentilah meminum minuman itu! Apa kau sepatah hati ini ditolak oleh Yuri? Lagipula bukankah Yuri memang selalu seperti itu?” tanya DongHae dengan nada meledek sembari tertawa pelan diikuti oleh ke tiga teman lainnya. “Bukankah kau ini seorang playboy? Kenapa hanya karena satu gadis yang menolakmu, kau jadi seperti ini?” lanjutnya. “Kau kan bisa mencari yang lain.” Tambahnya. KyuHyun hanya diam, tidak menyahuti semua perkataan DongHae ataupun yang lainnya.

 

Well, Yuri memang gadis pintar dan tangguh untuk bisa menghadapi dan menakhlukan KyuHyun hingga ia seperti ini. Ia bahkan juga bisa menakhlukan Kris, junior kita yang notebanenya cukup populer dikalangan perempuan. Dan kabarnya, Yuri dan Kris memiliki hubungan dekat melebihi dari batas pertemanan.” Ucap Siwon tanpa sadar saat ia tidak sengaja mengingat, ia melihat Yuri dan Kris sedang berjalan bersama dengan cukup dekat. KyuHyun melirik tajam ke arah Siwon lalu berdiri dengan kesal sembari mendorong meja asal. Moodnya benar-benar hancur sekarang. KyuHyun tahu selama ia tidak berada disisi Yuri banyak laki-laki yang mencoba mendekatinya dengan berbagai cara dan alasan apapun untuk menarik perhatian Yuri. Bodohnya, gadis itu tidak menyadarinya sama sekali, batin KyuHyun kesal. Ia meninggalkan klub itu, berjalan mendekati mobilnya yang terpakir tidak terlalu jauh, lalu menyalakan dan melajukannya dengan kecepatan tinggi. Tidak perlu khawatir dengan efek alkohol yang baru saja diminumnya, karena semakin ia minum maka semakin ia sadar dan menginginkan Yuri lebih. Dan itu membuatnya semakin frustasi untuk mengendalikan candu di dalam dirinya.

 

***

 

KyuHyun menekan-nekan bel pintu dengan tidak sabaran. Kepalanya terasa berat dan tubuhnya terasa memanas saat bayangan Yuri berkeliaran dengan liar dikepalanya. Pintupun terbuka, menampakkan seorang gadis yang tengah menatapnya dengan tatapan khawatir dan marah. KyuHyun tersenyum getir saat melihat pakaian Yuri yang cukup menggodanya, padahal ia berpakaian sopan hanya saja pakaian itu sedikit membentuk tubuhnya.

 

“KyuHyun? Kau mabuk lagi?” tanyanya lembut lalu mencoba memapah tubuh KyuHyun yang sepertinya bisa ambruk kapan saja jika ia tidak membantunya.

 

“Jangan sentuh aku!” titah KyuHyun dengan setengah berteriak dan tatapan tajamnya. Yuri terdiam sembari menatap KyuHyun dengan tatapan tidak percaya, belum pernah KyuHyun berteriak dan menatapnya seperti itu. KyuHyun melewati Yuri dengan cuek dan tidak peduli sembari memegangi kepalanya. Hampir saja KyuHyun terjatuh jika saja Yuri tidak menahannya, tapi detik berikutnya KyuHyun tersadar dan mendorong pelan tubuh Yuri untuk menjauh darinya. “Jangan dekat-dekat!” titah KyuHyun dengan kesal.

 

“Sebenarnya ada apa dengamu? Kenapa kau jadi seperti ini, huh? Jika kau tidak menginginkanku berada di dekatmu, mengapa kau tetap saja menahanku? Lagipula, apa aku melakukan kesalahan padamu hingga membuatmu menjadi seperti ini?” tanya Yuri dengan kesal dan tak kendali. Hatinya begitu sakit saat melihat KyuHyun berubah menjadi seseorang yang tidak dikenalnya. “Seharusnya aku memang tidak peduli padamu.” Tambahnya lalu pergi ke kamarnya begitu saja meninggalkan KyuHyun. Seharusnya a-ku juga tidak perlu mencintaimu lagi…

 

Yuri menutup pintu kamarnya dengan cukup keras lalu menguncinya. Ia menyandarkan punggungnya pada dinding pintu, air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia tahan lagi. Ia membenci posisinya saat ini, hatinya begitu sakit dan pilu melihat KyuHyun seperti itu. Bayangan seorang laki-laki kembali terlintas dalam benaknya. Seringaian tajam dan sinis, kata-kata yang tidak memiliki arti, pelukan dan ciuman hangat serta canda tawa saat mereka bersama kembali terputar dalam benak Yuri. Tangis Yuri semakin menjadi-jadi saat semua kejadian itu terputar kembali dikepalanya. Ia menjatuhkan tubuhnya begitu saja ke lantai saat mengingat kembali bagaimana laki-laki itu mengakhiri hubungannya. Inilah salah satu alasan Yuri untuk tidak peduli terlalu banyak dan tidak mencoba menjalin hubungan dengan laki-laki lainnya, termasuk KyuHyun.

 

“Kwon Yuri, aku mencintaimu. Would you be mine?” Ucapnya saat mereka tengah berada dilapangan basket tertutup karena ia baru saja menyelesaikan latihannya. Yuri terdiam untuk beberapa saat, walau ia tahu bahwa laki-laki dihadapannya ini menyukainya tetapi tetap saja ia tidak percaya bahwa ia akan mendengarnya secara langsung.

 

“Hm, apa kau sedang bercanda?” tanya Yuri, mencoba mengulur waktu dan membuat laki-laki dihadapannya kini merasa berdebar-debar.

 

“Apa aku terlihat sedang terlihat bercanda?” tanya laki-laki itu sedikit kesal karena Yuri membuatnya menunggu.

 

Yuri terkekeh pelan lalu menganggukkan kepalanya. “Yes, i would, Zhang YiXing.” Jawab Yuri sembari menatap lembut laki-laki itu. Senyum kemenangan tersungging diwajah laki-laki itu dengan penuh arti.

 

“Terima kasih.” Ucapnya sembari memeluk Yuri erat.

 

Hubungan mereka berjalan cukup baik selama beberapa hari. Seperti biasa, mereka bertemu dan berciuman di atas atap gedung sekolah. Ciuman yang awalnya lembut dan manis berubah menjadi panas dan menggairahkan untuk YiXing. Ia mencoba meraba-raba beberapa bagian tubuh Yuri untuk memenuhi napsu birahinya, tetapi Yuri tolak dan langsung menghentikan ciuman diantara mereka. YiXing menghela napas dalam untuk menahan emosi dan napsu birahinya.

 

“Aku belum siap.” Ucap Yuri sedikit takut sembari menggigit bibir bawahnya.

 

YiXing menoleh lalu menatapnya. “Aku akan menunggumu sampai kau siap.” Ucapnya lalu mencium kening, mata, hidung, dan bibir Yuri sekilas membuat Yuri lupa dan sedikit lebih tenang. Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, YiXing mencoba melakukannya lagi dan hasilnya tetap sama, Yuri menolaknya.

 

“Apa kau mencintaiku, Kwon Yuri?” tanya YiXing dalam pelukan mereka, hidung mereka saling bertemu. Yuri menatap Yixing dengan tatapan tidak mengerti. Saat ini mereka tengah berada dirumah YiXing karena tugas kelompok yang mengharuskan mereka bekerja sama dan kebetulan rumah YiXing terpilih.

 

“Kenapa kau menanyakan hal itu?” tanya Yuri.

 

“Tidak apa-apa, hanya saja setiap aku ingin menyentuhmu kau selalu menolaknya.” Jawab YiXing jujur dan santai.

 

“Itu karena aku belum siap.” Balas Yuri sembari berpikir alasan apa yang tepat untuk keadaan seperti ini.

 

“Kalau begitu kapan kau siap?” tanya YiXing lagi, kali ini ia menatap lurus ke manik mata Yuri, membuat Yuri tidak bisa berkutat apapun lagi selain terhipnotis oleh tatapan mautnya. Yuri terdiam, mencoba berpikir lagi namun pikirannya sedikit kacau sekarang.

 

“Err… ini sudah malam, lebih baik aku pulang.” Pamit Yuri mencoba melepaskan diri dari dekapan laki-laki itu, tetapi YiXing sepertinya tidak ingin melepaskan Yuri begitu saja sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan.

 

“Tinggalah disini malam ini, besok kita libur dan disini tidak ada siapapun selain kau dan aku.” Pintanya sembari menaruh kepalanya dibahu Yuri. Jika diperhatikan dengan baik, tubuh Yuri sangat ketakutan tetapi ia berusaha menutupinya.

 

“Kita terlalu dini untuk melakukannya, oppa.” Ucap Yuri untuk bersikukuh menolak ajakan YiXing dan berharap laki-laki itu mengerti.

 

“Kau tahu? Aku selalu ditertawakan teman-temanku karena aku belum pernah sama sekali menyentuhmu.” Jujurnya.

 

Yuri mengernyitkan keningnya, menatap Yixing dengan tatapan tidak mengerti. “Kenapa?”

 

“Kau tahu dengan baik pergaulan saat ini Yuri, sepasang kekasih yang belum pernah melakukannya tidak benar-benar dikatakan sepasang kekasih jika ia belum milikmu seutuhnya.” Jawab YiXing lembut.

 

“Benarkah? Apa harus seperti itu?” tanya Yuri polos.

 

“Tentu, sekarang apa kau ingin mencobanya?” tanya Yixing sekali lagi. Yuri menghela napas dalam dan berat, ia masih memiliki akal sehat dan hati nurani yang bersih tapi disisi lain ia tidak ingin lebih mengecewakan YiXing yang notebanenya kekasihnya saat ini. Yuripun mengangguk pelan dan sebuah senyum puas dan penuh kemenangan tersungging diwajah laki-laki itu. “Ayo kita ke kamar!” ajaknya sembari merangkul bahu Yuri lembut.

 

Sejauh ini, YiXing berhasil membuat Yuri mengikuti permaianannya tapi tidak melakukan lebih intim dari sekedar menyentuh. “Aku benar-benar belum siap, oppa.” Pinta Yuri tengah menangis saat YiXing ingin melepaskan rok seragam Yuri. Ia menahan tangan YiXing untuk tidak melepaskan roknya dengan kepala tertunduk. Lagi, untuk kesekian kalinya YiXing harus  menahan nafsu birahinya.

 

“Baik, kita berhenti sampai disini saja. Ayo kita tidur!” ajaknya sembari mencium pucuk kepala Yuri.

 

Beberapa hari kemudian, sifat dan perilaku YiXing berubah dia jadi lebih agresif dan menuntut untuk melakukannya tapi selalu Yuri tolak. Hingga suatu hari mereka berpisah, YiXing memutuskan Yuri karena ia memiliki urusan lain. Yuri mengiyakan permintaan YiXing dengan berat hati. Malamnya, Yuri tidak sengaja bertemu dengan YiXing tengah merangkul dan mencium pipi gadis lain dengan mesra. Awalnya Yuri tidak percaya orang yang ia sukai akan melakukan hal seperti itu padanya, dengan tekad bulat Yuri mengikuti mereka ke hotel lalu menghampiri mereka.

 

“Zhang YiXing!” panggil Yuri setengah berteriak. Laki-laki itu menoleh bersamaan dengan gadis yang bersamanya, menatap Yuri yang kini tengah menatap mereka dengan tatapan marah dan benci. “Siapa gadis ini, huh? Kau bilang kau memiliki urusan penting, apa ini urusan barumu, huh? Apa ini alasan kau mengakhiri hubungan kita?” tanya Yuri setengah berteriak dan marah. Matanya kini berkaca-kaca menatap laki-laki dihadapannya kini.

 

Senyum sinis tersungging diwajah laki-laki itu. “Heh, dengar ya! Jangan salahkan dia kalau aku berpaling darimu! Salah kau sendiri tidak mau melakukannya denganku! Dan lagipula Kwon Yuri, aku sudah lelah denganmu! Lagipula, tubuh dan tingkahlakumu sangat berbeda! Ternyata kau tidak semenarik tubuhmu yang indah itu, huh! Pergi sana dan jangan coba-coba temui aku lagi!” titahnya setengah berteriak pada Yuri sembari mencengkram kuat lengan Yuri untuk pergi menjauh. Yuri menringis kesakitan saat YiXing mencengkram lengannya kasar dan menariknya pergi untuk menjauh. Lalu meninggalkan Yuri begitu saja. Yuri hanya bisa menatap kepergian mereka dalam diam dan mata yang nanar. Setelah kejadian itu lengan kiri Yuri menjadi sakit dan memar selama 1 minggu akibat cengkraman YiXing yang terlalu keras.

 

Sepertinya kali ini akan sama saja, KyuHyun tidak menyukaiku lagi mungkin ia hanya munyakai tubuhku. Yuri menghela napas berat. Ia mencoba menguatkan dirinya untuk berdiri dan berjalan menuju kasur. Belum juga Yuri melangkah, suara ketukan pintu dan knop pintu yang mencoba dibuka terdengar oleh telinganya.

 

“Yuri?” panggil seseorang familiar ditelinganya dibalik pintu. “Apa kau mendengarkanku?” tanya KyuHyun, yang Yuri yakini orang dibalik pintunya kini adalah KyuHyun. “Apa kau sudah tidur?” tanyanya lagi. Yuri membalikkan tubuhnya lalu menatap pintu dalam diam. Tidak ada niatan untuk menyahuti semua yang akan dikatakan KyuHyun padanya, ia takut memperburuk keadaan.

 

“Kau tidak bersalah sama sekali, maaf akhir-akhir ini aku terlalu kenak-kanakan padamu. Maaf akhir-akhir ini aku bersikap dingin, mengabaikan, dan tidak peduli padamu. Itu semua aku lakukan karena… aku juga tidak tahu, tetapi setiap kali aku bersamamu kau seperti candu bagiku. Selalu ingin bersamamu dan tidak ingin melepaskanmu sedikitpun, bahkan aku merasa sangat kesal dan marah sekali jika ada yang mendekatimu bahkan jika menyentuhmu walau seujung jari-pun. Bahkan saat aku minumpun, bayanganmu tidak bisa lepas dari benakku. Aku mencoba berbagai cara untuk menghapusmu dari benakku, tapi semakin aku mencobanya aku semakin tersiksa karenanya. Terlebih harus melihatmu dari jarak jauh dan mengabaikan keberadaanmu, a-aku… melakukannya karena aku tidak benar-benar mengerti apa yang tengah ku rasakan saat ini. Walaupun aku sudah berkencan dengan banyak gadis, ta-pi aku tidak merasakan apapun terhadap mereka seperti aku merasakan debaran atau kupu-kupu diperutku saaat bersamamu. Banyak yang bilang bahwa jika kau seperti itu, maka kau mencintai orang itu. Dan aku tidak dapat memungkirinya, aku rasa pernyataan itu benar. Aku mencintaimu, Kwon Yuri. A-ku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku tapi, maukah kau memberikanku kesempatan?” Jujur KyuHyun dibalik pintu. Yuri hanya diam mematung mendengar pengakuan KyuHyun barusan. Walau memang selama ini KyuHyun pernah mengatakannya serta menunjukkannya dengan sikap dan tingkahnya yang memperlakukan dirinya secara berbeda dengan gadis lainnya, tapi Yuri belum bisa mempercayai KyuHyun karena ia terlalu takut memulainya lagi. Terlebih KyuHyun sangat terkenal dengan keplayboyannya, jadi mana bisa ia menyerahkan hatinya begitu saja?

 

Pintu terbuka, menampakkan Yuri yang saat ini tengah menatap KyuHyun dengan tatapan takut. Takut ia akan menyakiti laki-laki itu jika Yuri memberi tahukan masa lalunya. “Yuri?” panggil KyuHyun dengan perasaan anatara senang dan malu, senang karena ia bisa melihat Yuri lagi dan malu karena ia baru saja mengatakan perasaannya.

 

“Jika aku memberitahu ini, apa kau akan tetap mencintaiku?” tanya Yuri dengan suara bergetar. Kening KyuHyun mengernyit saat mendengar pertanyaan Yuri dan firasatnya mengatakan itu bukan suatu hal yang baik. Yuri menghela napas dalam dan berat, ia tidak ingin menyakiti hati KyuHyun nantinya. “Dulu aku pernah… disentuh oleh lelaki lain, tapi tidak benar-benar disentuh. Maksudku, ia tidak benar-benar menyentuhku lebih jauh lagi karena aku menolaknya.” Ucap Yuri yang tanpa sadar menangis. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan lagi, ia bahkan tidak berharap KyuHyun akan tetap mencintainya lagi seperti sebelumnya. KyuHyun pasti membenciku atau mungkin ia akan merasa… jijik padaku. Semakin Yuri berpikir kemungkinan-kemungkinan reaksi KyuHyun nantinya, semakin jadi tangisan Yuri dan rasa pilu dihatinya.

 

KyuHyun menarik pelan tubuh Yuri lalu memeluknya erat, membuat Yuri tidak percaya dan terdiam untuk beberapa saat. “Aku mencintaimu dengan tulus Kwon Yuri, aku bukan mencintaimu dari fisik.” Ucap KyuHyun lembut lalu mencium pucuk kepala Yuri dengan lembut dan penuh perasaan. Yuri merasa terharu dan tidak tahu berbuat apa, ia terharu karena bahagia hingga menangis semakin keras dipelukan KyuHyun. “Yaa, kenapa kau menangis?” tanya KyuHyun sembari menatap Yuri lembut.

 

“Aku kira kau.. akan membenciku dan menjauhiku tapi.. tapi.. huaa.. aku tidak tahu lagi hiks, tapi aku bahagia saat ini.” Jawab Yuri disela isak tangisnya.

 

“Bodoh.” Maki KyuHyun lembut sembari tersenyum bahagia diwajahnya, lalu memeluk tubuh Yuri. “Lagipula aku tahu kau belum pernah melakukannya karena aku yang pertama melakukannya padamu.” Tambah KyuHyun.

 

“Bagaimana kau tahu? Hiks, tapi a-ku.. aku juga mencintaimu, Cho KyuHyun.” Ucapnya disela isak tangisnya, membuat KyuHyun bernapas lega dan ringan. Seulas senyum bahagia tersungging diwajahnya. Yuri benar-benar miliknya kini.

 

***

 

“Jadi kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih sekarang?” tanya EunHyuk masih tidak percaya. KyuHyun dan Yuri mengangguk dengan yakin dan pasti. “Akhirnyaaa!” tambah EunHyuk dengan senang dan lega diikuti oleh teman-teman mereka lainnya diiringi ucapan selamat. Saat ini mereka semua tengah berkumpul bersama dikafeteria seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan obralan-obrolan kecil dan candaan hangat dari masing-masing mereka untuk menggoda KyuHyun dan Yuri yang baru saja resmi menjadi sepasang kekasih.

 

***

 

“Aku benar-benar tidak kuat lagi, Yuri. Ku mohon manjakan aku…” pinta KyuHyun dengan tatapan memohonnya saat mereka berada di atas gedung universitas. Saat ini KyuHyun tengah duduk di atas kuris dengan Yuri duduk di atas pahanya. Yuri menatap KyuHyun dengan tatapan tidak percaya sembari mencoba menahan tawanya. Ia bisa melihat sesuatu menonjol dengan keras milik KyuHyun dibawah sana.

 

“Semalamkan kita kan sudah melakukannya.” Balas Yuri santai.

 

“Hari ini belumkan? Ayolah, aku benar-benar tidak kuat lagi. Jangan membuatku tersiksa begini!” Pinta KyuHyun memohon.

 

“Tidak mau. Lagipula kenapa kau suka sekali melakukannya?” Balas Yuri sembari menggoda KyuHyun dengan mengelus-elus dada bidangnya.

 

“Yaa, jangan menggodaku lagi!” kesal KyuHyun yang masih mencoba menahan napsu birahinya.

 

Yuri tertawa pelan dengan puas melihat ekspresi KyuHyun lalu mengecup sekilas bibir KyuHyun. “Aku tidak akan memanjakanmu atau melakukannya lagi sampai kita menikah nanti.” Bisik Yuri tepat ditelinga KyuHyun dengan jahil tanpa sadar akan perkataannya barusan, membuat KyuHyun tersadar dan kembali pada pikiran jernihnya. Belum sempat KyuHyun membalas ucapan Yuri, gadis itu tengah pergi meninggalkannya yang masih tersenyum bahagia mendengar ucapan Yuri barusan.

 

Menikah? Tentu saja aku akan menikahimu secepat mungkin, Cho Yuri.

 

Yuri mengibas-kibaskan ke dua tangannya di depan wajahnya, mencoba menghilangkan rona merah diwajahnya.

 

Apa yang baru saja aku katakan? Aish, kenapa tanpa sadar aku mengatakannya? Aduh, kenapa terasa panas sekali wajahku?

 

“Yaa, Cho Yuri! Mau kemana kau? Jangan pergi!” tanya seseorang dibelakang Yuri yang saat ini tengah mengejarnya. Yuri menolehkan kepalanya bertepatan dengan sebuah benda mendarat dibibirnya dengan mulus. Seulas senyum tersungging diwajah keduanya sembari memeluk tubuh satu sama lain dengan bibir yang saling beradu. Cahaya matahari terbenam menyinari mereka, membuat ke duanya terlihat sebagai sepasang kekasih yang terlihat berbahagia dan menambah suasana romantis dianatara mereka.

 

===================== THE END ==================

 

Special thanks to Lee Midah unni kkk berkat salah satu ff-nya membuatku terinspirasi kkk untuk beberapa scene(?) aku meminjam ide unni dulu ya lol haha. Ahayde, aku udah lama ga update lagi ya, sekalinya update publish-in ff yg rada gaje ini heung~

Untuk kalian para reader ku tercinta, ku ucupkan banyak terima kasih karena tetap mendukungku walau aku udah emang jarang update+nulis lagi kkk love you all *love sign* ^^

 

Keep RCL (Read, Comment(s), and Likes) Please.

And don’t forget to keep support our lovely couple Sparkling Pearls (KyuHyun-Yuri shipper).

Thank You.

 

41 thoughts on “Let Me Have You Tonight

  1. klo gak salah ff nc midah eon hehehe
    keren eonn
    hahaha
    sikyu gila -_- ngelakuin itu tanpa persetujuan *eh
    yuri polos bgt
    ff i wanna say i love you nya lanjut eonni hehehe

  2. Eonni,cuma ada dua kata buat ff ini,KEEEEEERRRRREEEENNNNN BANGETTT!!!!! Ffnya keren banget,aku ga bisa komenytar apa apa lagi,daebak eon😀

  3. waaaaaaa…. kyaaaaaa .aaaaaa #plaaak # abaikan
    waaaa eonni bagus , bagus , bagus , !!!
    daebak ceritanya >..<
    semangat eonni !!! jangan hiatus lama lama ya ^.^ aku menunggu ff mu ^.^

  4. ampun deh Kyuppaaa~ >.< *geleng-geleng kepala*
    sesuju bgt ama perkataan Yul Eon 'kenapa kau suka sekali melakukannya?'. Kenapa Oppa? kenapa? #plakk
    hmm.. walaupun ada scene yg mirip ama FF Lee Midah Eonni, tpi ada sedikit perbedaan *ngelus dagu ala orang lagi berpikir keras, Ahahaha :D*
    Well, aku pengen bilang FFNYA DAEBAK CHINGUUUUU~~~~ *minjem mic pak eRTe.
    Ditunggu FF Kyuri yg lainnya. tapi FF yg lain jgn dibiarkan gantung ya?
    Fighting~ Fighting~ Fighting~🙂

  5. daebakkkkkkkkkkk (y)
    dpt bgttt feel’a
    knp stiap bca ff KyuRi tuhhh aq snyum2 GaJe iy???
    Kyu Oppa yadong pdhl mlam bru nglakuin ehhh dh mau lgii -_-
    nkah dulu lahhh *nikah undng2 aq iy #plakkkabaikan*
    Yul Eonni plos bgttt sihhh
    sifat mrka yg kyk gni dh mlkat bgtt sma mrka🙂
    pntesan ad scene yg agk familiar heheh

    oh ya aq pnggil kmu ap iy???
    yura ,eonni ,atw saeng???
    aq 94line ^^
    d tunggu next ff🙂
    fighting ^^

  6. anyeong eonni sekarang jarang banget update padahal aku selalu menunggu semua ff eonni.yuri eonni bikin gila kyuhyun oppa.ff nya daebak.oh ya eon ngga ikut gabung ke yulyulkff eon ? gabung ya biar tambah rame .FIGHTING

  7. Here Yuri being innocent girl…Kyuhyun be a pervert man…Ada persamaan dgn Ff Nc Midah tpi x ada yg kuranglah dgn ff Yura n Midah sama2 BEST!!!Tpi Nc17 Aja knpa Nc21or25..HEHE #terjangkitDenganPervertKYUPPA

  8. Hi,salam kenal aku reader baru.
    Aku suka cara penulisan kamu dengan gaya bahasa gak terlalu campur aduk bahasa korea.
    Ceritanya juga bagus dan feelnya dapat.
    Kyuhyun yang bad boy,over protected juga sedangkan yuri innocent…
    hmmm pokoknya suka
    keep writing ya

  9. Aku suka! Bdw Author-nim, aku ini newbie lho. Hehehe, aku mau surfing di blog mu ini, boleh kah? Wks~ ~,~ itu pake alignment/? Perataan apa y?

  10. Omonaa….Yaa…skian lma akhirnyaa Yura Muncul lgi..
    apkah in Comebackk..kekeke
    Miss u Yuraa..Hahahaha(Maafsokakrab)XDxixix

    Critnya Daebak euy.Bkin squel.donk^_^
    Ff karya mu sllu Luar biasa.n bkin pra readers ssak napasss..^^
    Aq tnggu FF mu yg lain yah.
    Trutama Kyuri^_^

    #Fighting

  11. daebaaaaaaak eon…. ff’y bkin ??… ha ha.. bang epil nappeun bnget.. wkwk. kyuri jjang!!!.. d’tunggu ff lainnya.. he he🙂

  12. Hehh~ aku ky’x udh prnh baca ini . Bt , komen’x blom ada yaa ? Mianhae .. /bow
    ahh~ sllu deh . Lucu , gemes , manis , & haru nyampur di crta ini🙂
    Yul lucu , polos’x kebangetan! Bkin Kyu suka ilng iman . Hha~ xD
    Gak bnyk omong & komen . Feel’x ngena’ , apalagi NC’x /yadongkumat/bletak

    Sblum’x mau mnta maaf dlu nih , Yura . Soal’x komen” aku ky’x bru akn brmunculan di ff” lama kmu . Jgn tnya alasan . Smw krna aku’x rada o’on kmrn” . Pnya alamat email bt gak aktif . Jd baru bkin kmudian , trus mulai komen deh . /curcol/slap

    Pkok’x buatmu smangat sllu yaa .. Makin bersinar & sllu ditunggu karya”mu🙂

  13. Haha .. Yuri polos banget ,, masa cari yg kayk gituan aja mesti ke intertnet .. Aduhhh .. Sooyoung tuh udah pinter padahal dia lebih muda dari kamu ,, yul ..

    Daebak ,, hihi adegan2 nya buat deg degan ,, aku 99L tapi udah berani baca yg kayak gini ..

    Aku tunggu karya2mu yg lebih lebih hot ,, hahah “ngeres” .. Di tunggu ff2 yg lainnya ..

  14. DAEBAK nieh ff (y)
    aq bener” suka semua ff mu yura , tp yg sad ending aq agak gg suka jd aq gg baca , hehehe
    gg sia” deh slama nie kyu nempel trus am yuri akhrinya bsa jga luluhin hati yuri ^^

  15. wahh disini yuri bener-bener polos banget, dan kepolosan yuri tercemar sama ke pervertan nya cho kyuhyun, bhakss suka suka sama ff ini thor.

    KEEP WRITING AND FIGHTING^^

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s