Hello, She’s My Girl.


Hello, She's My Girl (600 x 600)

Hello, She’s My Girl.

 

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Support Cast : All member SM, Cho and Kwon’s Family

Genre : Fluff, alit’ angst, and romantic (?)

Pg: 17+ || NC

Art : Kwon Yura

Disclamer : They belong to God. All of story is Belongs to Me, so please respect ya.

Don’t try to plagiat / copy-paste / take out , please. I don’t ever permit you.

Be creative, no need to copy-paste. Just show it to the world who you’re.

Thank you and happy reading all🙂

Listening to : Super Junior –Bad Girl (Boom Boom)| Ryeowook ft Donghae – Just Like Now | Taeyeon ft Kim BumSoo – 7989

All rights reserved to © Kwon Yura, 2014.

 

“Kau yakin tidak ingin ikut bergabung dengan kami?” tanya EunHyuk sekali lagi untuk memastikan pendirian seorang laki-laki yang saat ini tengah sibuk dengan koper dan barang-barangnya. Laki-laki itu hanya membalas pertanyaan EunHyuk dengan senyuman sembari menggelengkan kepala yang entah ke berapa kalinya untuk menjawab pertanyaan sama itu.

“Tidak, kalian saja. Aku ingin segera menemui gadisku.” Tambah laki-laki itu santai lalu berjalan pergi meninggalkan grupnya sendiri dibandara Incheon, sedangkan mereka semua hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat laki-laki itu bergegas pergi menggunakan mobil pribadi miliknya.

“Aish, benar-benar! Selalu gadis itu yang ia prioritaskan.” Gumam EunHyuk sembari tersenyum kecil disela ucapannya, tentu saja laki-laki itu sudah tidak mendengarkan ucapannya. Laki-laki itu segera menekan angka 9 diponselnya, lalu segera menghubunginya. Suara panggilan tunggu terdengar beberapa kali, seperti biasa gadisnya itu selalu mengabaikan ponselnya dan melakukan berbagai aktifitas hingga melupakannya begitu saja.

“Aish, kenapa lama sekali?” gerutunya, saat gadis itu tak kunjung mengangkat panggilan. Nada sambungan terputus terdengar ditelinganya, ia menatap ponsel dengan kening berkerut. “Apakah SNSD sedang ada kegiatan sehingga ia tidak menjawab teleponku?”

“Sepertinya beberapa member mereka menjadi bintang tamu juga MC diacara MBC Gayo Daejun.” Sahut supir pribadinya.

“Benarkah?” tanya KyuHyun tak percaya.

“Ya, bersama EXO dan SHINee.” Jawabnya lagi.

“Kalau begitu, kita ke sana sekarang.” Titah KyuHyun—nama laki-laki itu—dengan perasaan sedikit kesal mengingat gadisnya itu tidak memberi tahukannya apapun.

***

Dua orang gadis turun dari mobil secara bersamaan dan berjalan menuju karpet merah yang telah disediakan. Salah seorang member grup boyband ternama ikut bergabung dengan mereka dengan cekatan. “Eh, Minho-ssi?” panggil SooYoung terkejut saat menyadari bahwa hoobaenya ikut bersama mereka.

“Minho-ssi?” panggil gadis lainnya, Yuri.

Laki-laki bernama Minho itu hanya tersenyum kepada sunbaenya sembari sedikit membungkukkan tubuhnya. “Selamat malam, nuna.” Sapanya. “Bolehkah aku ikut bergabung? Grupku sepertinya sudah lebih dulu datang.” Lanjutnya.

“Tentu saja!” jawab Sooyoung antusias. Mereka bertiga lalu berfoto ditempat yang sudah ditentukan, dengan pose Sooyoung dan Minho saling merebutkan piala sedangkan Yuri hanya berdiam diri sembari tersenyum. Ia tidak terlalu berniat pada perdebatan kecil saat ini. Mereka bertiga mulai memasuki ke dalam acara dan menduduki tempat duduk yang telah disediakan. Beberapa saat kemudian, acara telah dimulai dan tampaklah Taeyeon dan Tiffany juga salah satu laki-laki, menjadi MC. Yuri mencoba menikmati suasana dan acara malam ini, walau hatinya sedikit gelisah karena tidak membawa ponsel miliknya. “Sooyoung-ah?” panggil Yuri sedikit keras karena suara musik salah satu grup begitu berisik. Sooyoung menoleh, menatap Yuri. “Bolehkah aku meminjam ponselmu? Aku lupa membawa ponselku sendiri.”

“Apa kau merindukan, Kyuhyun oppa?” godanya sembari menatap Yuri dengan tatapan jahil.

“Eish, kau ini! Ayolah, berikan aku pnselmu.” Pinta Yuri.

“Arra, arra. Ini.” Ucapnya sembari memberikan ponsel miliknya. Detik berikutnya, ponsel itu telah beralih ke tangan Yuri. Ia segara mengirimi Kyuhyun pesan singkat tanpa memberitahukan identitasnya.

Apa kau hari ini akan pulang ke Korea?

To: KyuHyun

Yuri kembali memfokuskan dirinya pada grup yang berada di atas panggung, kali ini adalah hoobaenya tampil. Para penggemar EXO berseru gembira saat giliran idolanya tampil. Tak berapa lama kemudian suara musik mereka terdengar, Growl. Selama beberapa saat Yuri mulai hanyut dengan irama musik mereka, sesekali ia ikut bernyanyi dan menggerak-gerakkan salah satu tangan dan kakinya. Sebuah getaran menyadarkannya, dengan cepat ia membuka pesan. Ia sedikit kecewa saat menerima balasan dari laki-laki itu, hanya satu kata saja.

Iya

From: KyuHyun

Aish, benar-benar menyebalkan. Tetapi detik berikutnya, sebuah senyuman tersungging manis diwajahnya. KyuHyun benar-benar sangat dingin pada gadis lainnya. Dan itu membuatnya merasa gadis teristimewa untuk KyuHyun.

Hati-hatilah dijalan. Jaga dirimu, KyuHyun-ah.

To: KyuHyun

Yuri kembali menyibukkan dirinya pada perfom hoobaenya itu. Ponsel SooYoung kembali bergetar, tetapi Yuri tidak menyadari ada sebuah pesan maupun panggilan masuk karena terlalu fokus oleh acara malam ini.

Yaa, Cho Yuri! Kenapa kau tidak menggunakan ponselmu sendiri? Apa kau lupa membawanya lagi, eoh?

From: KyuHyun

3 new missed call.

KyuHyun benar-benar merasa kesal dan khawatir di dalam mobil karena Yuri tak kunjung membalas ataupun mengangkat panggilan darinya. “Aish, Kwon Yuri, sedang apa kau?” gerutunya, sembari mencoba menghubungi ponsel SooYoung kembali tetapi hasilnya nihil.

 

***

Acara musik malam itu telah selesai, ke-empat member SNSD itu berjalan menuju mobil mereka sembari berbicara terus mengenai malam ini. SNSD mendapatkan penghargaan girl band paling terbaik tahun ini. Tentu saja ini semua berkat dukungan dan hasil kerja keras fandom mereka, SONE. Hanya seorang gadis yang tidak terlalu fokus pada perbincangan kali ini, rasa dingin menusuk kulit hingga dagingnya. Ia lupa membawa mantelnya karena terburu-buru saat menuju tempat ini sedangkan ke-tiga temannya telah memakai mantelnya. “Yuri, kau ke dinginan?” tanya Taeyeon saat melihat Yuri mengusap-usap lengannya untuk mendapatkan kehangatan.

“Sedikit. Ayo, kita bergegas menuju mobil!” ajaknya dengan bersemangat. Baru saja ia ingin mempercepat langkahnya, tetapi sebuah benda hangat sengaja dilekatkan pada tubuhnya. Yuri terdiam beberapa saat, lalu menolehkan kepala dan mendapati sesosok laki-laki familiar tengah berdiri disampingnya dengan senyum manis diwajahnya. KyuHyun melekatkan mantelnya ditubuh Yuri.

“Hai, sayang.” Sapanya lembut lalu mendaratkan sebuah ciuman dikening Yuri selama beberapa saat. “Aku merindukanmu.” Tambahnya saat ia kembali menatap lurus gadisnya itu.

“Kyu-Hyun?” panggil Yuri tidak percaya, ke dua matanya sedikit merah dan berair saat ini. Bukankah seharusnya laki-laki itu segera beristirahat di dormnya, bukan berkeliaran seperti ini? Ia baru saja tiba di Korea malam ini. Dan hei! KyuHyun datang menemuinya hanya karena ingin melihatnya? Tidakkah itu membuat Yuri merasa gadis teristimewa untuk KyuHyun.

“Iya, sayang. Ini aku, KyuHyun, kekasihmu.” Jawabnya sembari menelungkapkan wajah Yuri ditangannya. “Jangan menangis, tidakkah kau merindukanku?” lanjutnya sembari menatap Yuri dengan lembut.

“O-ppa…” panggil Yuri tak percaya, sembari menatap Kyuhyun dalam. Hatinya benar-benar merasa bahagia saat ini, KyuHyun berada dalam gapaiannya sekarang. Ia terlalu merindukan pria ini melebihi apapun, menyembunyikan dan merahasiakan rasa sakitnya selama sebulan lebih untuk menahan semuanya hingga saat seperti ini kembali tiba dikehidupannya, yaitu dimana KyuHyun datang menghampirinya dengan segenap hatinya dan meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.

“Iya, sayang?” sahut Kyuhyun lembut, senyum yang ia tunjukkanpun masih tidak pernah pudar diwajahnya. Yuri diam, ia tidak bisa berkata apa-apa lagi saat ini. Kegiatan Kyuhyun terlalu padat saat ini hingga membuat laki-laki itu bersama grupnya harus bolak-balik ke luar negeri, maka tak jarang mereka sulit bertemu dan bersama. Sekalipun mereka saling merindu, mereka tidak bisa bertemu saat itu juga. Alih-alih untuk berbicara, Yuri lebih memilih memeluk KyuHyun. Lidahnya terlalu kelu, untuk mengatakan semua hal yang ia rasakan.

Aiguu, lihat gadisku ini. Sangat menggemaskan.” Ucap Kyuhyun senang sembari membalas pelukan Yuri dan mendekapnya dengan erat. “Aku merindukanmu, sayang.” Lanjutnya dengan berbisik lembut tepat ditelinga Yuri.

Tiga orang gadis itu telah lama meninggalkan mereka berdua dan memberikan mereka waktu untuk bersama, ketimbang harus melihat dan mengganggu kebersamaan mereka. Bahkan mereka bertiga merasa bahagia melihat pasangan itu kembali bersama setelah hampir sebulan lebih tidak bertemu.

***

“Bagaimana hari mu di Thailand?” tanya Yuri sembari memakan es krim kesukaannya, rasa pisang. Kyuhyun menatap gadisnya itu dengan lembut. Saat ini mereka tengah berada ditaman dekat apartement KyuHyun tinggal. Waktu memang sudah semakin larut, tetapi ke duanya tidak terlihat ingin mengakhiri pertemuan mereka begitu saja.

“Bagaimana harimu tanpa aku?” tanya KyuHyun balik. Yuri menatap KyuHyun dengan penuh tanya. Ia tahu benar bahwa prianya ini bukanlah tipe laki-laki romantis, tetapi terkadang prianya ini benar-benar bersikap manis padanya melebihi apapun. Salah satu contohnya, seperti yang ia katakan tadi.

Yuri kembali menatap es krimnya lalu memakannya. “Baik.” Jawabnya asal. Sebuah kecupan singkat mendarat dibibirnya. Kyuhyun menatapnya lagi dengan lembut. Yuri hanya menatapnya dengan tidak percaya pada apa yang baru saja terjadi.

“Apa kau memikirkanku setiap saatnya?” tanyanya lagi.

“Er.. tidak.” jawabnya asal lagi. Sebuah kecupan kembali mendarat dibibirnya, kali ini Kyuhyun menyesap bibir Yuri dengan lembut dan sedikit lama. Tanpa sadar, Yuri sedikit mendesah saat mendapatkan ciumannya, membuat Kyuhyun tersenyum senang.

“Kau menginginkan lebih, sayang.” Godanya sembari menatap dan mengelus rambut Yuri dengan penuh kasih.

“Apa? Aku tidak menging-“ ucapannya terpotong karena KyuHyun kali ini melumat bibir Yuri lebih dalam dan mengeksplor seluruh rongga mulut miliknya. Rasa pisang, gumam KyuHyun saat ia menjelajahi rongga mulut Yuri. Damn, I love her. Yuri membalas ciuman KyuHyun, mengikuti setiap permainan yang dibuat olehnya tanpa mau kalah sedikitpun.

Air mancur, lampu hiasan taman, bintang bertaburan dilangit, dan juga keindahan taman memberikan mereka kesan romantis malam ini. Ke duanya larut dalam kebersamaan mereka saat ini. Bulan bersinar dengan terang, menambah kedamaian dan kesejukan dihati mereka. Rasa geli seperti digelitik kupu-kupu dan debaran jantung berdegup cepat, tak pernah luput dari hati ke duanya.

Beberapa menit kemudian, ke duanya mengakhiri ciuman mereka lalu saling bertatapan. KyuHyun mencuil gemas hidung Yuri sembari tersenyum lembut. “Kau benar-benar membuatku merasa gila setiap saatnya.” Ucapnya pelan dan dalam. Ke dua alis Yuri hampir saling bertemu satu sama lain saat mendengar ucapan KyuHyun barusan.

“Bagaimana bisa?” tanyanya tidak mengerti.

“Mau kah kau berjanji padaku?” tanya KyuHyun lembut dan dalam.

Kening Yuri kembali mengernyit, ia mengira-ngira apa yang akan diucapkan KyuHyun nanti. “Hm, apa?” sahutnya.

“Berjanjilah padaku bahwa kau akan selalu membawa ponselmu kemanapun kau pergi, beri tahu aku apapun yang sedang kau lakukan, juga beri tahu aku jika kau rindu padaku. Maka saat itu juga aku akan berlari menemuimu.” Pinta KyuHyun dengan tenang tetapi tegas.

Selama beberapa detik, Yuri menatap KyuHyun lekat-lekat, mencoba mencari ketidak seriusan di ke dua bola mata laki-laki itu. Tetapi hasilnya nihil, KyuHyun benar-benar serius dengan ucapannya. Tidak mungkin! Ia pasti sedang mencoba mengerjaiku, batin Yuri. “Apa kau sedang bercanda?” tanyanya polos.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?” tanya KyuHyun tenang.

Yuri kembali diam dan mencoba mencerna semua kata-kata KyuHyun barusan. Sejak kapan KyuHyun menjadi posesif seperti ini?

“Yaa, apakah kau butuh waktu lama untuk memikirkan permohonanku barusan?” kesalnya.

“Ada apa denganmu? Kenapa kau jadi kesal?”

“Jika kau masih meragukan hatiku, maka aku tak kan sungkan-sungkan untuk menikahimu sekarang.” Ucap KyuHyun lagi dengan tegas dan yakin.

Heol (Wow)!” seru Yuri sedikit terkejut lalu tertawa pelan. “Aigu, kekasihku ini kenapa begitu menggemaskan, hm?” lanjutnya sembari mencubit gemas ke dua pipi KyuHyun. “Arra, arra. Aku berjanji padamu, Tuan Cho.” Tambahnya lagi sembari mengangkat salah satu tangannya setinggi dada untuk berjanji.

Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun dengan puas dan lebar. “Aish, lebih baik kita segera menikah, sayang. Aku sudah bosan dan jengah digosipkan dengan wanita lain selain dirimu.”

“Kau pikir aku tidak kesal saat kau digosipkan dengan wanita-wanita itu, huh?” sahut Yuri dengan kesal tanpa sadar. Lalu, ia menutup mulutnya dengan salah satu tangannya sembari merutuki kebodohan dirinya sendiri. Dengan kedua mata yang berbinar-binar dan tak percaya, KyuHyun menatap Yuri dengan tatapan seperti itu.

“Jadi, kau benar-benar cemburu?” tanyanya dengan gembira.

Moya? Tentu saja tidak!” elak Yuri. Sebuah kecupan kembali mendarat dengan mulus dibibirnya.

“Aku mencintaimu.” Bisik KyuHyun lembut dan penuh kasih. Yuri hanya bisa terdiam menerima perlakuan KyuHyun barusan.

Damn! How can be he does sweet things?

***

Seorang gadis tengah mengscroll ponselnya pada artikel yang tengah ia baca, saat ini ia tengah berada diapartement milik KyuHyun karena semalam ia tidak pulang ke dorm. Hatinya sedikit kesal dan tidak terima pada tulisan diartikel itu. Tetapi, walau bagaimanapun juga ia tahu lebih dulu tentang kebenaran artikel itu. “Apa yang sedang kau lakukan, sayang?” tanya seorang laki-laki sembari memeluk tubuh gadis itu dari belakang. Ia menaruh dagunya dibahu gadis itu sembari ikut membaca artikel diponsel gadis itu. KyuHyun Super Junior dan SeoHyun SNSD akan Berperan dalam Drama Musikal Bersama. “Apa kau sedang cemburu?” tanyanya senang.

“Anio…” jawabnya malas. KyuHyun telah mengenal dan mengetahui Yuri lebih lama, menangkap ada sesuatu yang aneh dicara bicara gadisnya itu. “Kau cemburu, Yuri, sayang.”

Yuri menoleh dan menatap KyuHyun kesal. “Aku bilang tidak.”

“Yaa, Kwon Yuri, aku sangat mengenalmu sayang. Jadi, jangan berbohong padaku, mengerti?” ucapnya sembari mencium dan melumat leher jenjang milik Yuri dengan lembut.

“Akh, Cho KyuHyun, hentikan!” pintanya memohon saat KyuHyun terlihat mulai berani berbuat lebih.

“Kalau begitu, jujurlah pada dirimu sendiri dan padaku.” Pinta KyuHyun sembari menatap lurus ke arah Yuri.

“Tentang apa?” tanya Yuri, mencoba menghindar dan mengulur waktu.

“Bahwa kau merasa cemburu saat aku bersama dengan wanita lain.” sahut Kyuhyun sembari melumat kembali leher Yuri.

“Akh, oppa, hentikan! Kau membuatku merasa geli.” Balas Yuri sembari mencoba menjauhkan dirinya dari KyuHyun sembari tertawa renyah.

“Kenapa? Aku merasa senang saat melihatmu seperti ini.” Kekehnya sembari mendekap tubuh Yuri lebih erat lagi lalu melepaskannya dan beralih duduk disamping Yuri.

“Aish, yaa!” protesnya sembari mencubit gemas pipi KyuHyun.

“Akh, sakit!” protes KyuHyun sembari mencoba melepaskan pipinya dari tangan Yuri, sedangkan gadis itu tertawa senang saat melihat ekspresi wajah KyuHyun yang menurutnya menggelikan. “Yaa, dasar kau ini!” ucap KyuHyun tidak terima.

Yuri lalu menghentikan tawanya lalu menatap KyuHyun lembut. Seulas senyum tersungging diwajahnya sembari ke dua tangannya menyentuh wajah KyuHyun. “Kau tahu sebabnya, kenapa aku tidak ingin mencemburuimu saat kau harus dihadapkan dengan wanita lain, bukan?” tanyanya lembut. Yuri menatap lekat-lekat wajah KyuHyun diiringi senyum tulus diwajahnya, tidak ada respon apapun dari KyuHyun selain menatap lurus ke arah Yuri.

“Aku memercayaimu, Cho KyuHyun. Dan aku tidak ingin menjadi salah satu penghalang untuk kau mencapai impianmu. Aku ingin menjadi gadis-mu yang selalu menyemangati dan mendukungmu setiap saatnya.” Lanjutnya lembut, ia lalu menarik pelan wajah KyuHyun sembari memejamkan ke dua matanya. Sebuah kecupan manis mendarat dibibir KyuHyun saat ia mencoba mencerna semua ucapan Yuri barusan. Jika KyuHyun sering kali mencium gadis itu, kali ini Yuri yang mencium pria itu dengan lembut dan penuh kasih, membuat KyuHyun terdiam dan tidak memercayai apa yang tengah terjadi.

“Kenapa kau hanya diam saja, hm?” tanya Yuri ditengah-tengah ciumannya, lalu kembali menyesap bibir KyuHyun. KyuHyun terdiam, tidak merespon apapun karena ia terlalu bahagia saat ini.

Y-yuri menciumku? Ya Tuhan, benarkah ini? Batinnya tidak percaya.

“Kau tidak ingin membalas ciumanku?” tanya Yuri lagi, lalu kembali mencium KyuHyun. “Aish, kau benar-benar menyebalkan.” Kesal Yuri menghentikan ciumannya, lalu menatap KyuHyun dengan kesal. Seakan kembali tersadar ke dunia nyata, KyuHyun tersenyum menatap Yuri dengan smirk miliknya. “Sudah selesai? Sekarang giliranku.” Yuri mengernyitkan keningnya, tidak mengerti apa maksud dari ucapan KyuHyun barusan.

Detik berikutnya KyuHyun mencium, menyesap, dan melumat bibir milik Yuri tanpa ampun. Yuri mengalungkan ke dua tangannya ke leher KyuHyun sembari membalas ciuman KyuHyun. Ciuman itu berlangsung cukup lama dipagi hari itu, dengan lembut dan memabukkan.

***

“KyuHyun oppa?” panggil seorang gadis sembari berlari ke arah laki-laki yang tengah berjalan digedung SMEnt. KyuHyun menoleh dan mendapati seseorang yang familiar untuknya.

“Oh, SeoHyun-ssi?” sapa KyuHyun datar.

“Oppa, mengapa kau berada disini?” tanya SeoHyun.

“Ingin melihat Yuri, kalian sedang ada latihankan?”

“Ah, ya. Hm, soal drama musikal nanti, bagaimana kalau kita juga latihan bersama?” tawar SeoHyun.

“Tentu, tapi tidak sekarang. Aku ingin melihat Yuri lebih dulu.” jawab KyuHyun.

“Aku mengerti, kalau hidupmu itu selalu untuk Yuri unni. Aiguu, dasar kau oppa.” Goda SeoHyun sembari tertawa pelan, sedangkan KyuHyun tersenyum simpul saat mendengarnya. Benar, Yuri adalah gadis yang selalu menjadi istimewa untuknya.

“Bagaimana keadaan Yuri saat aku tidak ada?”

“Dia terlihat sedikit lebih buruk dan tidak bersemangat seperti biasanya.”

Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun. Dasar gadis itu, ia bilang baik-baik saja. “Lalu, bagaimana dengan drama barunya?”

“Sangat baik dan lancar. Ia juga cukup dekat dengan JongSuk oppa dan beberapa pemain lainnya.”

KyuHyun mengangguk-anggukkan kepalanya saat mendengar penjelasan dari SeoHyun. “Lalu, bagaimana dengan kesehatan dirinya?”

“Dia selalu sehat dan memberikan yang terbaik.” Jawab SeoHyun bersemangat.

“Syukurlah kalau begitu. Oh ya, bagaimana hubunganmu dengan YongHwa?”

“Hubungan kami baik-baik saja selama tiga tahun lebih terakhir ini.” Jawab SeoHyun dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

KyuHyun melihat ekspresi wajah SeoHyun yang seperti itu ikut merasa senang. “Aku rasa, hubungan kalian benar-benar baik. Kapan kalian akan mempublikasikannya?”

“Yaa, hubungan kami sudah diketahui oleh banyak orang. Kau sendiri, kapan akan mempublikasikan hubunganmu dengan Yuri unni? Aku sudah jengah digosipkan denganmu, oppa.”

“Sekarangpun, aku siap dan ingin memberitahukan pada dunia bahwa Kwon Yuri adalah gadisku, bukan yang lain. Tetapi, aku rasa gadis itu belum siap untuk satu ini.”

Well, aku berharap Yuri unni tidak salah paham saat kita berakting dalam drama musikal nanti.”

“Aku rasa tidak, dia selalu tahu memposisikan dirinya dimana dan seperti apa.” Sahut KyuHyun dengan senyum mengembang diwajahnya. Satu hal yang KyuHyun sukai dari Yuri, gadis itu benar-benar selalu berpikiran dewasa setiap saatnya.

“Kau benar, bagiku dia bukanlah seorang kakak saja melainkan seorang wanita yang sangat hebat! Ah, kalau begitu aku masuk dulu ke dalam oppa.” Pamitnya saat telah berada di depan pintu ruang latihan. KyuHyun hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, lalu menyusul SeoHyun untuk masuk ke dalam.

Matanya menangkap sesosok gadis tengah berlatih menari dengan Tiffany sedangkan yang lainnya tengah memakan makanan mereka yang dibawakan SeoHyun. KyuHyun tersenyum melihat gadis itu tengah bercucuran keringat, menurutnya aura positifnya semakin bertambah. “Eh, KyuHyun oppa?” sapa YoonA saat melihat KyuHyun berdiri di dekat pintu. KyuHyun hanya tersenyum pada member SNSD lainnya kecuali Tiffany dan Yuri yang masih belum menyadari kehadirannya.

KyuHyun sepertinya mengenali tarian yang sedang Yuri dan Tiffany tarikan. Ma Boy? Gumam KyuHyun. “Eh, KyuHyun oppa?” sapa Tiffany saat ia sedang menolehkan kepalanya. Yuri pun ikut berhenti dan menoleh ke arah KyuHyun berada.

“Oppa?” sapanya tidak percaya. Bagaimanapun juga, Yuri selalu tidak percaya bahwa kekasihnya itu selalu ada dan tahu dimanapun ia berada, sekalipun ia tidak memberitahunya. Ia menghentikan tariannya dan berjalan ke arah KyuHyun. “Apa yang sedang kau lakukan disini?”

“Menemuimu.” Jawabnya santai sembari tersenyum pada Yuri.

“Untuk apa?” Oke, ini adalah pertanyaan bodoh yang sering kali Yuri ucapkan.

“Tidakkah kau merindukan kekasihmu ini?” tanya KyuHyun senang.

“Aish, dasar kau ini! Kenapa akhir-akhir ini kau sering kali pandai merayu, hm?” tanya Yuri sembari menyubit gemas ke dua pipi KyuHyun.

“Yaa, Cho Yuri, sakit!” protes KyuHyun kesal.

“Ah ya, aku ingin es krim saat ini.” Ucap Yuri bersemangat, sedangkan KyuHyun mengernyitkan keningnya. “Mau kah kau menungguku?”

KyuHyun tersenyum lembut. “Tentu saja!” jawabnya antusias.

“Kalau begitu tunggulah diluar, disini terlalu banyak gadis yang melihatmu!” usir Yuri sembari mendorong tubuh KyuHyun untuk keluar dari ruang latihan.

“Yaa, kenapa?” protesnya. Sebelum Yuri menjawab, pintu ruang latihan telah tertutup. Yuri kembali berlatih dengan Tiffany untuk beberapa saat, lalu berlatih kembali dengan grupnya.

KyuHyun menunggu Yuri ditempat duduk sofa depan dekat lobi, sembari memainkan psp kesayangannya. Sesekali ia menyanyikan sebuah lagu dan teringat beberapa memori saat ia dan Yuri sama-sama belum memiliki perasaan. Atau lebih tepatnya, itu adalah awal pertemuan mereka yang manis.

KyuHyun sedang berjalan dan mencoba mencari ruang latihan menyanyi, tetapi karena ia masih traine baru jadi ia tidak begitu mengetahui seluk-beluk  setiap ruang dengan pasti. Seorang gadis dan laki-laki tengah bermain kejar-kejaran bersama dikoridor lantai itu, KyuHyun menatap mereka dingin dan datar. Bukan karena dia tidak suka, melainkan ditempat ini ia tidak memiliki seorang teman yang ingin bersamanya, ia justru seperti tidak dianggap sekalipun dengan grupnya sendiri. “Oppa, kembalikan gantungan ponselku!” panggil gadis itu.

“Coba ambil ini kalau bisa!” ejek laki-laki itu sembari berbalik dan menjulurkan lidahnya. Mata laki-laki itu bertemu dengan KyuHyun, seakan menyadari kehadiran KyuHyun, laki-laki itu berlari mendekatinya. “Apa yang kau lakukan disini, KyuHyun-ssi?” tanyanya.

“A-aku ingin mencari ruang latihan menyanyi, hyung.” Jawabnya sedikit canggung.

“Oh, kau bisa lurus terus lalu belok kanan. Ku rasa disana ada Yuri yang sedang melatih suaranya.”

“Kena!” seru gadis yang mengejar DongHae dengan antusias.”Eh, siapa orang ini, oppa?”

“Namanya Cho KyuHyun, dia anggota baru kami. Ayo berkenalan!”

Gadis itu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. “Hai, namaku Im YoonA.” Ucapnya ramah.

“Aku Cho KyuHyun.” Balas KyuHyun juga ramah, lalu melepas jabatan tangan mereka.

“Kalau begitu, kami pergi dulu.” pamit DongHae yang diikuti anggukan YoonA.

KyuHyun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang latihan. Ketika ia membuka ruangan itu, begitu rapi dan sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan atau sehabis dipakai.

Mana perempuan bernama Yuri itu? Kata DongHae hyung, dia disini, gumamnya. KyuHyun lalu memasuki ruangan itu dan melatih suaranya dengan sebaik mungkin tanpa ingin mengambilpusing dimana keberadaan gadis yang bernama Yuri.

 

***

 

“Sungmin hyung, dimana ruangan latihan menari?” tanya KyuHyun setelah beberapa hari kemudian. Super Junior telah menyelesaikan latihan suaranya saat hari sudah gelap, dan kali ini mereka memiliki waktu bebas untuk melakukan kegiatan lainnya.

“Oh, tidak jauh dari sini. Kau tinggal lurus dan belok kiri saja. Tapi, mungkin kau akan menemui Yuri disana, karena biasanya dia suka berlatih dijam-jam seperti ini.” Jawabnya lalu kembali meminum air mineralnya.

KyuHyun lalu mengangguk mengerti dan pergi ke ruang latihan tari. Ia lalu membuka pintu ruangan itu, tetapi lagi-lagi sepi dan rapih, seperti tidak terpakai sama sekali. KyuHyun mengernyitkan keningnya, dimana perempuan yang bernama Yuri itu lagi?  Tanpa ingin memedulikan hal itu kembali, KyuHyun langsung menyetel musik diradio yang sudah disediakan lalu melatih tubuhnya untuk mengikuti irama ritme lagu.

 

***

 

KyuHyun berjalan sembari membawa nampan berisikan makanan dan memilih tempat duduk dekat jendela. Sesekali ia melihat keluar jendela, matanya menatap sesosok perempuan berambut panjang diikat satu dan mengenakan baju putih serta celana training sedang menanam bunga kecil ditaman dekat jendela. Baby breathe? Gumam KyuHyun. Setelah ia berhasil menanamkan bunga itu ditanah, perempuan itu tersenyum puas dan bangga sembari menatap bunganya lalu menyiraminya. Selama beberapa saat, KyuHyun terpesona pada senyum perempuan itu, lalu detik berikutnya ia tersadar dan  menatap ke arah lain. Dan saat kembali melihat ke arah luar jendela, perempuan itu telah menghilang.

“KyuHyun-ah?” panggil Leeteuk. KyuHyun menoleh, dan mendapati keempat hyung-hyungnya itu ikut duduk bersamanya. “Kau menempati kursi milik Yuri?”

“Milik Yuri?” tanya KyuHyun tidak mengerti.

“Kursi yang kau duduki itu seringkali Yuri tempati, dan biasanya ia akan kesal jika tempat duduk kesayangannya di duduki oleh orang lain saat ia ingin duduk disitu.” Jelasnya.

“Tetapi, bukannya ini untuk umum?” tanya KyuHyun tidak mengerti.

“Memang, tetapi karena Yuri selalu duduk ditempat ini, jadi kami semua menganggapnya kursi milik Yuri.” Jawabnya lalu memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.

KyuHyun terdiam, hati dan pikirannya mulai bergelut saat ini. Kenapa nama Yuri selalu terlibat dalam perbincangannya akhir-akhir ini? Siapa dia itu sebenarnya? KyuHyun kembali memakan makanannya dan segera menepis bayang-bayang tentang sosok perempuan bernama Yuri itu.

 

***

 

“Hyung, dimana pantry-nya?” tanya KyuHyun pada Siwon saat mereka tengah berjalan bersama menuju ruang latihan.

“Kau tinggal lurus saja, dipojok jalan itu kau sudah bisa menemukannya.” Jelas Siwon sembari menunjuk arah mana yang harus KyuHyun tuju. “Kau tidak ikut latihan?”

“Nanti aku akan menyusul. Aku hanya ingin membuat kopi dulu.”

“Kenapa kau tidak suruh office boy saja?”

“Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. Kalau begitu, aku pergi dulu.” pamit KyuHyun lalu bergegas pergi menuju pantry. KyuHyun memasuki ruang dapur kantor tersebut, ruang itu terlihat sepi dan tidak menampakkan satu manusiapun disana. KyuHyun berjalan mendekat pada rak kecil lalu mencari kopi dan gelas. Keningnya mengernyit saat ia tidak bisa menemukan air panas di dapur itu. Dimana mereka meletakkannya? Dengan berat hati, ia mengambil teko kecil lalu memanaskannya sendiri. Sesekali ia menyenandungkan lagu The First Time Feeling yang ia nyanyikan saat audisi dulu.

Bunyi teko mendidihpun terdengar, dengan segera ia mematikan mesin pemanas air itu lalu mengangkat dan menuangkannya dalam gelas. Seseorang memasuki dapur itu, membuat KyuHyun menoleh untuk melihat siapa yang masuk ke dalam pantry. KyuHyun terpesona dengan kecantikan alami gadis itu tanpa polesan make-up sedikitpun. Gadis itu tersenyum ramah padanya, membuat hatinya merasa tidak karuan dibuatnya.

“Selamat pagi!” sapa gadis itu ramah. “Apakah disini tidak ada office boy? Kenapa sepi sekali?” gumamnya sangat pelan hingga KyuHyun tak mendengarnya.

“Err… se-lamat pagi!” balas KyuHyun canggung. Tanpa sadar, air panas itu mengenai kulit tangan KyuHyun, membuat laki-laki itu merintih kesakitan sembari meniup-niupkannya. KyuHyun meletakkan teko itu dengan sedikit kasar. Gadis itu dengan cepat mendekati KyuHyun dan membantunya. “Akh, sakit!” rintih KyuHyun lagi.

“Kenapa kau bisa seceroboh ini? Sini, biarkan aku membantumu.” Tawar gadis itu lalu menarik pelan tangan KyuHyun untuk mengikutinya ke westafel di dapur. Gadis itu menyalakan kran air lalu membasuh tangan KyuHyun yang terkena air panas dengan pelan, sedangkan KyuHyun sesekali meringis kesakitan. “Bersabarlah, ini mungkin memakan waktu lama tapi bisa meringankan rasa sakitmu.” Ucapnya sembari terus membasuh tangan KyuHyun dengan lembut, bertepatan dengan jatuhnya rambut gadis itu disalah satu sisinya, membuat wajah gadis itu sedikit tertutupi oleh rambutnya.

KyuHyun terdiam sembari menatap lurus gadis itu, ia kembali terhipnotis. Jarak diantara mereka tidak terlalu jauh, hanya beberapa senti saja. “Lain kali, berhati-hatilah agar kau tidak terluka lagi.” Ucap gadis itu lagi. “Apa kau ingin membuat kopi?” tanya gadis itu lalu menolehkan wajahnya untuk melihat KyuHyun. KyuHyun hanya terdiam sembari melihat gadis itu dan tidak menyahuti satu perkataannya. “Apa ada sesuatu yang aneh diwajahku?” tanyanya polos. KyuHyun kembali tersadar ke dalam dunia nyata, ia berdeham pelan untuk meringankan kecanggungan yang ia rasakan.

“Tidak ada.” Jawabnya singkat dan dingin, membuat gadis itu menatapnya dengan kening mengernyit.

“Apa kau masih lama berada disini?” tanya gadis itu lagi.

“Kenapa?” tanya KyuHyun balik dengan nada suara yang masih sama, dingin dan datar.

“Aku sepertinya ada kegiatan lain, kau bisa melakukan semua ini sendirikan? Kalau begitu, aku permisi dulu.” pamitnya, lalu segera meninggalkan KyuHyun seorang diri tanpa menunggu balasan apapun.

KyuHyun hanya menatap pintu ruang dapur yang baru saja dilewati oleh gadis itu dengan perasaan tak rela, melepas pandangan gadis itu begitu saja. Sial, aku lupa menanyakan namanya. Ia lalu kembali melanjutkan kegiatan yang dilakukan gadis itu pada tangannya.

 

***

 

KyuHyun berjalan seorang diri dikoridor bangunan SM sembari menyenandungkan lagu grupnya sendiri, Don’t Don. “KyuHyun-ah!” panggil seseorang dibelakangnya, KyuHyun menoleh dan mendapati salah satu hyungnya sedang berjalan menghampirinya. “Kau tidak lupakan, kita akan perfom malam ini?” tanyanya mengingatkan.

“Tentu saja tidak, hyung.” Jawab KyuHyun.

“Bagus, kalau begitu lebih baik kau memfokuskan dirimu untuk acara nanti!” sarannya.

“Baik, Sungmin hyung.”

“Ah ya, apa kau sudah bertemu dengan semua member SNSD?’

“Anio, wae?”

“Kalau begitu, mungkin besok aku akan memperkenalkannya.”

“Ah, baiklah.”

“Apa yang ingin kau lakukan sekarang?”

“Melatih tarianku sebelum perfom nanti malam.”

“Oh, jika kau masih ragu soal tarian, kau bisa menanyakannya pada Yuri. Ia juga salah satu member SNSD.” Jelas Sungmin.

KyuHyun hanya menganggukkan kepalanya dengan malas untuk menjawab ucapan Sungmin barusan. Yuri lagi? Aku tidak pernah bertemu dengannya, sekalipun ia salah satu member SNSD. KyuHyun pamit pada Sungmin lalu segera menuju ruang latihan. Saat ia berjalan, KyuHyun kembali bertemu gadis misterius yang ia temui dipantry beberapa hari lalu. KyuHyun kembali terhipnotis oleh pesona gadis itu walaupun gadis itu sedang sibuk bergumam menghapalkan sesuatu.

DEG! Jatung KyuHyun seakan berhenti berdetak saat mata mereka berdua saling bertemu. Gadis itu tersenyum simpul pada KyuHyun sembari sedikit menundukkan kepalanya, membuat KyuHyun diam tak berkutik sama sekali. Detik berikutnya, mereka saling berpapasan begitu saja tanpa ada tegur sapa sedikitpun. Tidak, bukan, melainkan KyuHyun tidak membalas sapaan dari gadis itu. “Eh, tunggu kau yang disana!” pinta seorang gadis dibelakang KyuHyun, membuatnya mau tak mau membalikkan tubuhnya. DEG! Gadis itu adalah gadis yang tadi, gadis yang baru saja ia lihat sedetik yang lalu dan kini… Oh, ya Tuhan! Apa ini mimpi? Gumam KyuHyun tidak percaya saat gadis itu tengah berlari kecil ke arahnya sembari menggenggam sesuatu ditangannya. “Apa ini milikmu?” tanyanya, saat sudah berada dihadapan KyuHyun. KyuHyun mengikuti arah mata gadis itu yang menunjukan benda di salah satu tangannya.

“Eh, benar.” Jawab KyuHyun saat menyadari kunci mobilnya berada ditangan gadis itu.

“Aku menemukannya dilantai tadi, sepertinya tadi terjatuh dan aku rasa ini milikmu.” Jelas gadis itu sembari menyerahkan kuncinya pada KyuHyun.

“Terima kasih.” Balas KyuHyun dingin sembari memakasakan  sebuah senyuman diwajahnya.

“Sama-sama.” Sahut gadis itu ramah lalu pergi meninggalkan KyuHyun lagi dengan tatapan tak rela.

Siapa sebenarnya gadis itu? Lagi, aku lupa menanyakan namanya.

 

***

 

Beberapa member Super Junior telah tertidur di dalam mobil karena rasa kantuk mulai menyerang mereka, hanya seorang supir saja yang tidak tidur dan sedikit terjaga. Rasa kantuk perlahan-lahan menyerangnya, ditambah rasa lelah yang ia terima akhir-akhir ini karena harus mengantarkan para member Super Junior kesana-kemari membuatnya semakin ingin tidur. Suasana dan jalanan cukup sepi malam itu, hingga tidak ada alasan lagi untuk membuatnya terjaga. Dengan setengah sadar, supir itu mengendarai mobil mini bus Super Junior. Sesekali ia menambah kecepatan laju mobil itu tanpa sadar, supir itu semakin menambah kecepatannya hingga… DUAKK!! Mobil itu menabrak pembatas pinggir jalan dengan jurang. Beberapa member Super Junior terantuk kaca jendela, beberapa lagi terdorong ke depan, dan beberapa lagi terdorong keluar dari mobil. Mereka semua mendapatkan luka memar parah.

Para anggota Super Junior beberapa diantara mereka langsung tersadar dan mencoba memahami apa yang sedang terjadi saat itu, kecuali satu orang yang saat itu tak sadarkan diri. Salah satu mobil melintasi jalan itu, ia segera menghentikan mobilnya dan turun saat melihat kejadian itu. Seorang gadis berlari terburu-buru mendekati seorang laki-laki yang sedang terkapar dan terbaring lemah di dekat mobil. Dengan segera, ia menghubungi ambulans untuk menolong mereka semua. Gadis itu menyentuh salah satu tangan laki-laki itu, mencoba memberikannya kekuatan.

“Apa kau baik-baik  saja?” tanyanya khawatir. “Aku mohon bertahanlah, sunbaenim!” pinta gadis itu panik. “Tim ambulans akan segera datang, jadi aku mohon bertahanlah!” pintanya lagi sembari mempererat genggamannya. KyuHyun—laki-laki yang terkapar lemah itu— mencoba melihat dengan jelas siapa gadis yang tengah menyemangatinya saat ini.

 Gadis itu lagi, gumamnya lemah. Apa yang sedang ia lakukan ditempat seperti ini? Kenapa ia selalu datang tepat waktu disaat aku mengalami kesulitan seperti ini?

“Apa kau mendengarkan aku?” tanya gadis itu lagi mencoba memastikan. Detik berikutnya, ia tidak  sanggup mendengar semua ucapan gadis itu lagi lebih jauh.

Sepuluh menit kemudian tim ambulans sudah tiba dan dengan sangat cekatan dan terampil, mereka membawa KyuHyun serta beberapa member Super Junior lainnya ke dalam ambulans. Gadis itu mengikuti mobil ambulans dengan mobilnya tepat dibelakang. Rasa gelisah dan sakit mendera hati dan pikirannya, membuatnya merasakan sakit yang seharusnya tak ia rasakan saat melihat KyuHyun seperti itu. Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di rumah sakit ternama dan langsung membawa KyuHyun dan Leeteuk ke ruang UGD. Sedangkan para member lainnya dibawa ke ruang perawatan untuk segera diobati.

Beberapa jam telah berlalu, gadis itu masih dengan setia menunggu KyuHyun diruang tunggu, terlihat jelas raut wajah lelah dan khawatir. Dokter dan ayah KyuHyun tengah berdebat mengenai metoda apa yang harus mereka putuskan dan tangani, sedangkan ibu KyuHyun menunggu diluar bersama gadis itu. Sesekali wanita paruh baya itu meremas-remas kedua tangannya dengan gelisah sembari merintikkan air matanya. Gadis itu melihat wanita paruh baya itu lalu mendekatinya dan menyentuh lembut ke dua tangannya. Ibu KyuHyun—wanita paruh baya itu—melihat ke arah Yuri dengan tatapan tak mengerti. “Berdoalah, ahjuma. Semoga Tuhan masih menyayangi dan memberikan kesembuhan padanya.” Saran gadis itu lembut dan pelan. Ibu KyuHyun tersenyum mendengarkan saran gadis itu, lalu meremas pelan ke dua tangannya.

“Terima kasih, nak.” Syukurnya sembari menyunggingkan sebuah senyum tulus. Gadis itu membalas senyuman wanita itu dengan tulus. “Oh ya, siapa kau ini sebenarnya? Apa hubunganmu dengan KyuHyun?” tanya ibu KyuHyun dengan penasaran, selama beberapa saat ia melupakan kondisi KyuHyun saat ini.

Gadis itu tertawa pelan saat mendengar pertanyaan ibu KyuHyun barusan. “Tidak ada, ahjuma. Aku hanya hoobaenya saja.”

“Eomo! Benarkah? Apa kau sudah memiliki kekasih sekarang?” tanya ibu KyuHyun lagi dengan rasa penasaran.

“Tidak ada, ahjuma.” Jawab gadis itu sopan dan ramah.

“Apa kau memiliki perasaan khusus terhadap putraku?”

“Tentu saja tidak, ahjuma.”

“Kenapa? Tidakkah putraku cukup tampan dan menarik?”

“Tentu, hanya saja kami baru bertemu beberapa kali. Jadi mana mungkin aku memiliki perasaan khusus padanya?”

“Kau tahu? Dulu aku dan ayah KyuHyun hampir sama seperti kalian. Tidak memiliki perasaan khusus sama sekali, tetapi seiring berjalannya waktu yang mengharuskan kami untuk bekerjasama bersama, rasa itu perlahan-lahan ada lalu menjadi perasaan yang tak dapat tertahan lagi. Dan, seperti saat inilah kami! Hidup bahagia bersama selamanya dan dianugrahi seorang putra juga putri.”

Gadis itu menyunggingkan sebuah senyuman saat mendengarkan kisah romantis dari ibu KyuHyun. “Syukurlah, ahjuma. Aku turut senang mendengarnya.”

“Tentu saja!” serunya sembari melihat gadis itu dengan tatapan sedikit menyelidik.

“Ada apa ahjuma?” tanya gadis itu heran.

“Entah mengapa saat aku melihatmu, aku merasa senang dan tenang. Seperti merasa kau ini adalah pasangan hidup untuk putraku, KyuHyun.” Jawabnya tenang.

“Bagaimana bisa?” tanyanya dengan tatapan tak mengerti. Ini sedikit konyol, batin gadis itu.

“Mungkinkah kau dan KyuHyun adalah jodoh?” tanya ibu KyuHyun dengan antusias dan penuh harap. Pertanyaan barusan, berhasil membuat gadis itu hampir tersedak saat mendengarnya.

“Aiguu, ahjuma.” Ucapnya lalu tertawa pelan diikuti ibu KyuHyun. Tak berapa lama kemudian, ayah dan dokter yang menangani KyuHyun keluar dari ruangannya dan segera memasuki ruang operasi dimana KyuHyun telah berada. Raut wajah ibu KyuHyun dan gadis itu kembali gelisah dan khawatir saat melihat dokter itu memasuki ruang operasi, sedangkan ayah KyuHyun duduk dibangku samping ibu KyuHyun dengan lemah.

“Sayang, bagaimana keputusannya?” tanya ibu KyuHyun dengan cemas.

“Dokter bilang, pita suaranya harus diangkat demi keselamatan KyuHyun sebelum semuanya menjalar lebih jauh lagi ditubuhnya. Tetapi, aku menolaknya. Dan itu saat ini, mereka akan melakukan operasi dengan metoda lain.” jelas ayah KyuHyun dengan lemas dan pasrah, jauh di dalam hatinya ia benar-benar takut dan belum siap untuk kehilangan putra satu-satunya yang ia miliki. Sedangkan ibu KyuHyun turut merasakan lemas tidak bertenaga saat mendengarnya, ia juga sama dengan suami yang saat tengah dirasakannya. Gadis itu menatap ke dua orangtua KyuHyun dengan iba juga sedih, sejenak ia berpikir apa yang bisa ia perbuat untuk meringankan beban mereka. Tetapi, sepertinya hasilnya nihil. Gadis itupun berpamitan sebentar untuk mencari udara segar diluar serta ingin membelikan makanan dan buah-buahan untuk ke duanya.

Jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasakan sakit dan hampa saat bayangan KyuHyun terkapar lemah kembali menghantuinya. Ya Tuhan, kasihilah dia, sayangilah dia, juga selamatkanlah dia. Aku mohon, amin. Hembusan angin malam kota Seoul menerpa kulit wajahnya, seakan ikut merasakan kehampaan yang gadis itu rasakan saat ini.

 

***

 

Operasi itu telah berhasil, tetapi belum ada tanda-tanda KyuHyun akan sadar dari komanya setelah tujuh bulan ia terbaring lemah diranjang itu. Banyak orang yang berdatangan untuk menjenguk KyuHyun termasuk para member Super Junior, tetapi hal itu tidak membuat laki-laki itu terjaga dari tidurnya. Gadis itu—gadis yang ditemui KyuHyun ditaman, gadis yang ditemuinya di dapur, gadis yang ditemuinya dikoridor bangunan SM, dan gadis yang ditemuinya saat ia terkapar lemah dulu—tak pernah absen untuk menjenguk KyuHyun, bahkan sesibuk apapun jadwal SNSD ia selalu berusaha untuk datang dan menjenguknya.

Gadis itu berjalan mendekati ranjang KyuHyun dan berhenti disamping, menatapnya dengan harapan yang tak pernah luput dari kedua bola matanya. Ia menyentuh lalu menggenggam salah satu tangan KyuHyun dengan erat tetapi lembut. “Hei, ini sudah cukup lama kau tertidur seperti ini, tidakkah kau ingin bangun dan merindukan keluargamu? Tidakkah kau memiliki impian yang ingin kau capai? Cepatlah bangun, kami semua merindukanmu.” Bisik gadis itu pelan. Tanpa bisa ia tahan lagi, salah satu airmatanya jatuh membasahi pipi KyuHyun, dengan segera gadis itu menghapus air matanya dengan kasar lalu menghapus air matanya dipipi KyuHyun dengan lembut sembari tersenyum simpul. “Palli ireona.” Tambahnya.

 

—o0o—

Disebuah mimpi alam bawah sadar KyuHyun, laki-laki itu tengah bersantai menikmati kedamaian yang ia rasakan dengan ke dua mata terpejam tenang. Setetes air mengaliri salah satu pipinya begitu saja, membuatnya sedikit terusik. Perlahan-lahan KyuHyun membuka ke dua matanya dengan enggan. Sebuah sinar menyilaukan membuatnya sedikit sulit melihat. Putih, itu adalah warna pertama yang dilihatnya. Terlihat samar-samar siluet seorang gadis mengenakan dress berwarna putih yang berdiri beberapa meter dihadapannya tengah tersenyum manis ke arahnya, KyuHyun menyipitkan ke dua matanya untuk melihat gadis itu lebih jelas. Ke dua matanya membulat kaget saat perlahan-lahan siluet gadis itu terlihat jelas dimatanya. Gadis itu…, kaget KyuHyun dalam hati. KyuHyun mulai berjalan dari pelan hingga berlari menghampiri gadis itu yang semakin lama, semakin menjauh dan perlahan-lahan menghilang. Kini, semua warna putih menjadi sebuah pemandangan yang tak asing baginya. Dimana disebuah tempat yang ingin ia kunjungi selama ini—Hawaii—menjadi tempatnya saat ini. Seulas senyum tersungging diwajahnya, tanpa perlu repot-repot ia pergi ke Hawaii, kini ia telah berada disana. KyuHyun berjalan mendekati sebuah meja dengan payung besar ditengah-tengahnya, lalu duduk sembari menikmati pemandangan pantai indah saat ini.

Lagi, ke dua matanya menangkap sosok gadis itu kembali tengah memainkan salah satu kakinya ditepi pantai, memanjakan kedua kakinya dengan air laut. Kali ini gadis itu mengenakan pakaian long dress berwarna biru laut, menambah terpancarnya aura kecantikan. Ke dua mata KyuHyun kembali menyipit saat melihat gadis itu, lalu dengan hati yang tergerak untuk mendekati gadis itu ia berjalan menghampirinya perlahan-lahan tanpa ada niatan untuk mengusik kesenangannya.

Semakin ia berjalan mendekati gadis itu, semakin gadis itu berjalan menjauh tanpa melihat ke arahnya sedikitpun, dan hal itu berhasil membuat kening KyuHyun mengernyit. Tetapi, bukan Cho KyuHyun namanya jika ia tidak berhasil mendapatkan apa yang ia inginkan. KyuHyun berlari secepat mungkin untuk menggapai gadis itu. Dan… berhasil! Gadis itu kini berada dalam dekapannya, sebuah senyuman puas dan bahagia tersungging diwajahnya. KyuHyun menatap gadis itu dengan lekat diiringi senyuman yang tak pernah pudar dari wajahnya, gadis itu tersenyum menatap KyuHyun lalu perlahan-lahan ia menghilang bagai angin. Tentu saja hal itu membuat KyuHyun semakin tidak percaya pada apa yang baru saja terjadi.

Ini ketiga kalinya KyuHyun menemukan sosok gadis itu lagi, kali ini gadis itu mengenakan dress hingga selutut berwarna soft yellow dengan bandana khas Bali dikepalanya, tengah menelusuri pantai sambil sesekali memainkan ke dua kakinya secara bergantian. KyuHun lagi-lagi berlari mengejarnya secepat mungkin, tetapi lagi-lagi gadis itu kembali menghindar. Ia semakin mempercepat langkahnya saat KyuHyun berusaha mengejar, gadis itu lalu memasuki sebuah hutan disamping tepi pantai. Dengan sedikit keraguan, KyuHyun terus melangkahkan kakinya dan berusaha mencari sosok gadis itu lagi dibalik pepohonan liar yang besar serta tinggi menjulang. Seperti bermain hide and seek, KyuHyun kembali menemukannya, gadis itu bersembunyi dari pohon satu ke pohon lainnya sembari memperhatikan KyuHyun. “Tunggu!” pinta KyuHyun saat gadis itu sudah terlihat lagi olehnya dan ingin pergi. Gadis itu menghentikan langkahnya dan sedikit menolehkan wajahnya tanpa melihat kebelakang, dimana KyuHyun berada. “Tidakkah kau mengenaliku?” tanyanya lagi. Gadis itu hanya diam, tanpa menrespon sedikitpun ucapan KyuHyun.

“Bukankah kau juga trainee SM?” tanyanya lagi. Gadis itu masih diam dan tidak ada niatan sedikitpun untuk menyahuti semua perkataan KyuHyun. “Kau gadis yang menolongku waktu itukan?” lanjut KyuHyun lagi tanpa menyerah sedikitpun. “Mengapa kau hanya diam saja? Apakah kau tidak mengenaliku sama sekali?” KyuHyun mencoba berjalan mendekat perlahan-lahan. “Aku tidak mengerti.” Keluhnya. “Mengapa aku merasa kau selalu ada untukku setiap saatnya?” Sedikit lagi, gadis itu berada dalam gapaiannya. “Tetapi, ini lebih aneh lagi.” Dan.. Yap! KyuHyun berhasil menggapai gadis itu lagi untuk ke dua kalinya, KyuHyun memutar pelan tubuhnya untuk menghadapnya. Ditatapnya ke dua bola mata gadis itu dengan lembut. “Aku merindukanmu.” Lanjut KyuHyun pelan dan lembut. Ke dua bola mata gadis itu menatap lurus ke arah KyuHyun dengan tegas dan pasti.

“Hei, ini sudah cukup lama kau tertidur seperti ini, tidakkah kau ingin bangun dan merindukan keluargamu? Tidakkah kau memiliki impian yang ingin kau capai? Cepatlah bangun, kami semua telah merindukanmu.” ucap gadis itu pelan, terdengar seperti sebuah permohonan ketimbang sebuah sahutan. Kedua alis KyuHyun saling bertemu satu sama lain sembari menatap gadis dihadapannya kini. Salah satu tangan gadis itu menyentuh pipinya dan membelainya lembut sembari tersenyum lembut pada KyuHyun. “Palli ireona.” Tambahnya, lalu perlahan-lahan gadis itu kembali menghilang seperti tertiup angin.

“Tunggu! Jangan pergi!” pinta KyuHyun setengah berteriak sembari mencoba mengejar bayangan gadis itu, tetapi hasilnya nihil.

 

—o0o—

 

Perlahan-lahan, KyuHyun membuka kedua matanya kembali setelah ia tertidur cukup panjang. Para anggota Super Junior yang kebetulan tengah menjaga KyuHyun saat itu berseru kesenangan saat KyuHyun sudah kembali siuman. “Ya Tuhan! Syukurlah kau sudah sadar!” pekik EunHyuk yang kali pertama melihat KyuHyun membuka mata, diikuti oleh para member Super Junior. Sedangkan kedua orangtua KyuHyun berada diruang dokter untuk menanyai hasil perkembangan KyuHyun saat ini langsung berjalan secepat mungkin saat mendengar kabar putranya sudah kembali siuman. Dokterpun langsung memeriksa kondisi KyuHyun saat itu dengan terampil. Ibu KyuHyun mencoba menghubungi ponsel gadis itu yang langsung disambut ramah oleh sapaan darinya.

“Halo, ahjuma?” sapanya.

“Halo, KyuHyun sudah sadar sekarang dan saat ini dokter sedang memeriksa kondisinya.” Seru ibu KyuHyun dengan bahagia sembari menghapus air matanya karena terlalu merasa bahagia saat ini.

“Benarkah, ahjuma? Kalau begitu aku akan segera ke sana sekarang!” balas gadis itu dengan tak kalah bahagianya sembari terburu-buru mengambil kunci mobil dimejanya serta mantel miliknya. Sambunganpun terputus setelah terlibat perbincangan kecil lainnya, dengan segera dan kecepatan sedang, gadis itu melajukan mobilnya. Setelah tiba dirumah sakit, gadis itu mempercepat langkahnya untuk segera datang menjenguk KyuHyun. “Ahjuma!” panggil gadis itu saat mendapati ibu KyuHyun tengah duduk diruang tunggu.

“Kau sudah tiba?” tanyanya sembari memaksakan sebuah senyuman diwajahnya.

“Iya, ada apa denganmu, ahjuma? Ada sesuatu yang salahkah?” tanya gadis itu khawatir saat melihat raut wajah ibu KyuHyun yang tak enak hati padanya.

“Maafkan aku karena lupa memberi tahumu, KyuHyun masih butuh istirahat sekarang. Ia juga belum boleh dijenguk banyak orang saat ini.” Sesalnya.

Gadis itu menyunggingkan sebuah senyum tulusnya pada ibu KyuHyun, walau ia sedikit merasa kecewa tetapi ia sangat mengerti kondisi KyuHyun saat ini. “Anio, tidak apa-apa ahjuma. Lagipula, aku juga lupa kalau ia masih butuh istirahat saat ini. Kalau begitu, ini untuknya.” Tuturnya lembut sembari menyerahkan sebuah bingkisan berupa buah-buahan pada ibu KyuHyun.

“Terima kasih, aku benar-benar minta maaf karena selalu menyusahkanmu akhir-akhir ini.” Sesalnya lagi sembari menerima bingkisan gadis itu.

“Aiguu, jangan sungkan seperti itu padaku, ahjuma. Kau sudah mengenalku, dan aku sudah mengenalmu, jadi tidak masalahkan jika aku membantumu sedikit?” Pinta gadis itu lembut sembari memeluk ibu KyuHyun dengan penuh kasih.

“Aigu, kau ini benar-benar gadis murah hati sekali.” Puji ibu KyuHyun sembari membalas pelukan gadis itu. Mungkin jika tidak ada yang mengenal mereka, orang-orang akan berangapan bahwa keduanya adalah sepasang ibu dan anak.

Selama 3 bulan KyuHyun dirawat, gadis itu tak pernah menampakkan batang hidungnya sedikitpun dihadapan KyuHyun. Bukan, bukan berarti gadis itu tak pernah mencoba datang menjenguk KyuHyun, ia bahkan selalu datang setiap harinya untuk memastikan keadaannya tanpa diketahui oleh KyuHyun. Tetapi gadis itu selalu datang ketika KyuHyun berada diranjang untuk rehabilitasi otot-ototnya, ketika KyuHyun harus berjemur dibawar sinar matahari pagi, dan ketika KyuHyun tertidur. Seperti saat ini, gadis itu kembali datang kesekian kalinya untuk menjenguk keadaan KyuHyun walau jadwal syuting music video tengah menghimpitnya, ia selalu menyempatkan waktunya untuk menemui KyuHyun. Dan lagi, KyuHyun tengah tertidur dengan pulas saat gadis itu berada didekatnya. Gadis itu tersenyum simpul saat melihat wajah tidur KyuHyun, lalu ia segera beralih untuk mengganti air divas bunga. Ia memberikan KyuHyun bunga baby breathe—bunga yang ia tanam ditaman gedung SM—entah KyuHyun menyukainya atau tidak yang jelas ia hanya ingin KyuHyun cepat sembuh dan kembali melakukan berbagai aktifitas seperti biasanya. Tanpa ada niatan ingin menggangu sedikitpun, gadis itu perlahan-lahan pergi meninggalkan KyuHyun, bertepatan dengan KyuHyun mulai terjaga dari tidurnya. KyuHyun melihat sesosok gadis telah menghilang dari balik pintu kamarnya. Keningnya sedikit berkerut saat ia merasakan seperti deja vu. Ia pernah bermimpi seorang gadis dalam mimpinya yang entah mengapa akhir-akhir ini selalu menghantuinya. Mungkinkah ia gadis itu? Batin KyuHyun sembari membenarkan posisi duduknya di atas ranjang. Pintu kamarnya kembali terbuka dan menampakkan ibunya tengah berada diambang pintu. “Ibu?” panggil KyuHyun.

“Kau sudah sadar?” tanya ibu KyuHyun sembari berjalan mendekati putranya. KyuHyun hanya menganggukkan kepalanya malas. “Apa kau sudah bertemu dan berbicara padanya?” tanya ibu KyuHyun dengan antusias.

“Siapa?” tanya KyuHyun tak mengerti.

“Gadis itu, gadis yang baru saja menjengukmu.” Jawab ibu KyuHyun.

“Maksud ibu Tiffany, Taeyeon, YoonA, dan Seohyun?” tanya KyuHyun mencoba kembali mengingat-ingat sebelum ia tidur, ia sempat berbicara dengan mereka berempat.

“Aish, tentu saja bukan! Dia juga anggota salah satu member SNSD, siapa ya namanya? Aigu, ibu lupa!”

“Memangnya ada apa dengannya?” tanya KyuHyun cuek.

Seulas senyum tersungging diwajah ibu KyuHyun dengan baik sembari menatap putranya. “Dia selalu menjaga dan menjenguk setiap saatnya, bahkan disaat kau koma selama tujuh bulan kemarin hingga tiga bulan kau siuman, ia selalu menyempatkan waktunya untuk memastikan keadaanmu.” Jawab ibu KyuHyun dengan bangga dan senang.

Kedua alis KyuHyun hampir saling bertemu satu sama lain. “Lalu kenapa aku tidak pernah melihatnya?”

“Karena ia tidak ingin mengganggumu saat kau tidur, rehab, ataupun saat kau sedang berjemur. Ya Tuhan, dia sungguh gadis yang baik! Jika kau ingin mencari pendamping hidup, maka dialah wanita yang tepat untukmu.” Ucap ibu KyuHyun dengan senang dan antusias.

“Ibu, aku masih ingin berkarir!” sangkal KyuHyun sesegera mungkin. Jauh dalam hatinya, ia mulai terusik tentang keberadaan gadis yang dibicarakan ibunya kini serta gadis yang selalu menghantuinya akhir-akhir ini. KyuHyun menolehkan wajahnya, tanpa sengaja ia menatap bunga dimeja kecil samping ranjangnya. Pikirannya kembali bergelut saat melihat bunga divas itu. Baby breathe? Batin KyuHyun. “I-bu!” panggil KyuHyun, bibir dan kerongkongannya terasa kering, aliran darahnya seakan terhambat peradarannya, ketika ia mengingat gadis yang ia lihat ditaman bangunan SM. Jantungnya seakan kembali berpacu pada kecepatan waktu tanpa ia sadari. Ibu KyuHyun menoleh ke arahnya. “Apakah gadis itu yang memberikan bunga itu?” tanyanya dengan perasaan tak menentu.

“Benar! Apa kau suka?” tanya ibu KyuHyun.

“Ya, aku sangat menyukainya.” Jawabnya lalu tanpa sadar sebuah senyum tersungging diwajahnya. “Bisakah aku menemuinya saat ini?” tanyanya, dengan debaran jantung yang belum kembali normal.

“Eh? Kau ingin bertemu dengannya sekarang? Sepertinya tidak mungkin, saat ini ia harus pergi ke China bersama Siwon untuk syuting iklan.”

Pupus sudah harapan KyuHyun untuk menemui gadis itu sekarang, terpaksa ia harus kembali menguburnya hidup-hidup. “Sampai kapan mereka berada disana?” tanya KyuHyun lemas tak bertenaga, seakan tenaganya itu sudah terserap habis keluar begitu saja.

“Ia bilang semingguan, atau mungkin lebih jika ada penundaan.” Jelas ibu KyuHyun sembari mengupasi buah jeruk untuk anaknya.

Seminggu? Bersama Siwon hyung? Kenapa lama sekali? Ya Tuhan, aku ingin bertemu gadis itu. Aku merindukannya, sangat-sangat merindukannya.

 

***

 

Seperti biasa, hari-hari KyuHyun dilalui dengan rehabilitas ataupun kegiatan semacamnya. Akhir-akhir ini ia seringkali diam dan tidak fokus pada apa yang dilakukannya. Ia memang sudah bisa berjalan lagi dengan normal tanpa kursi roda maupun alat bantu berjalan lainnya, tetapi otot-otot kakinya masih sedikit agak kaku jadi ia hanya bisa berjalan sedikit-sedikit saja. Seperti saat ini, KyuHyun menyusuri koridor rumah sakit dan menatap sekelilingnya. Tak jarang para suster atau gadis lainnya mencoba menawarkan bantuan ataupun mencoba menarik simpati dari KyuHyun setiap saatnya demi mendapatkan perhatian darinya. KyuHyun bukan salah satu tipe pria munafik yang tidak menyadari sikap para gadis-gadis itu, ia sangat tahu betul apa maksud  dan tujuan mereka melakukan hal-hal menggelikan seperti itu baginya. Hanya saja, KyuHyun tidak terlalu tertarik pada topeng yang mereka kenakan saat berhadapan dengannya.

Siapa wanita di dunia ini yang tidak tergiur oleh wajah dan hartanya? Penyanyi boy band terkenal, tampan, dan orang terkaya nomor tiga setelah Siwon dan Sungmin. Semua itu pasti akan sangat menggiurkan bagi para wanita yang mengincarnya. Dan hell,wanita di depannya kini tengah merusak alat indranya! Terlebih pada telinga dan mata. Seorang suster mencoba mendapatkan perhatiannya, ia selalu saja berbicara mengenai hal-hal yang membuat KyuHyun merasa bosan dan jenuh selama 15 menit terakhir ini. “Ah, dan kau tau? Aku paling suka memakai pakaian dalam sexy! Apa kau ingin melihatnya?” tanyanya dengan ambisius dan santai sembari mengerlingkan salah satu matanya serta membusungkan sedikit dadanya untuk mendekatkannya ke dada KyuHyun. Dengan sigap, KyuHyun menjauhkan tubuhnya dari suster itu.

Apa suster ini gila, huh? Maki KyuHyun dalam hati. KyuHyun mencoba mengontrol emosinya dengan cara mengatur pernapasannya. “Maaf, tapi tolong bersikap sopan pada pasienmu.” pinta KyuHyun sembari mencoba menahan amarahnya.

“Aku sudah memperlakukanmu seperti pasienku lainnya, hanya saja sedikit lebih spesial.” Genit suster itu lagi dengan cara yang menurut KyuHyun sungguh menjijikan.

“Maaf, permisi. Apa kau suster Jung?” tanya seorang gadis lainnya dengan ramah sembari menyunggingkan senyuman diwajahnya. Gadis itu sudah berada disamping KyuHyun sejak lima detik yang lalu. KyuHyun menolehkan wajahnya ke arah gadis itu, ia merasa mengenali pemilik suara itu. DEG! Jantung KyuHyun kembali berpacu pada kecepatan waktu, sistem peredaran darahnya bekerja secara lambat, dan napasnya sedikit tercekat saat mengetahui gadis yang selama ini ia rindukan, berada tepat dihadapannya.

“Benar, ada apa?” tanya suster itu dengan dingin dan cuek.

“Sepertinya anda dipanggil oleh suster kepala.” Jawab gadis itu dengan sopan.

“Benarkah? Aduh, gawat! Ia pasti akan mengomeliku lagi nanti!” gerutunya sembari berjalan pergi menjauh dari KyuHyun dan gadis itu. Gadis itu lalu tertawa pelan melihat kejahilannya berhasil, sedangkan KyuHyun masih terpukau dengan gadis dihadapannya kini. Gadis itu perlahan-lahan menghentikan tawanya saat menyadari ada seseorang yang tengah menatapnya.

“Apa ada sesuatu yang salah?” tanyanya polos.

KyuHyun kembali tersadar ke dunia nyata sembari menyunggingkan sebuah senyuman  kaku diwajahnya. “Tidak ada.” Jawabnya singkat.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya gadis itu lagi.

“Hm, sudah lebih baik dari sebelumnya.”

“Syukurlah…”

“Ku dengar dari ibuku, kau selalu menyempatkan waktumu untuk menjengukku. Apakah benar begitu?” tanya KyuHyun, memastikan.

Gadis itu tersenyum simpul. “Aiguu, ahjuma Cho terlalu berlebihan. Haha, tidak. Aku hanya menjengukmu saat waktuku kosong.”

“Apakah saat ini waktumu sedang ksosong?”

“Tidak juga, nanti aku harus kembali ke lokasi syuting untuk syuting iklan.” Jawabnya sembari melihat jam ditangannya.

“Kalau begitu benar, kau selalu menyempatkan waktumu untuk menjengukku.” Putus KyuHyun akhirnya diiringi sebuah senyuman tanpa sadar. Gadis itu perlahan-lahan melihat ke arahnya, menatapnya dengan canggung dan ke dua pipi sedikit bersemu merah.

“Be-benarkah?” tanya gadis itu.

KyuHyun kembali tersenyum pada gadis itu. “Terima kasih karena kau telah mengkhawatirkan aku.”

Moya? Itu bukan apa-apa sunbaenim.” Elak gadis itu.

“Oh ya, siapa namamu? Kita sudah bertemu beberapa kali, tapi kita belum berkenalan sama sekali.” Ucap KyuHyun sembari mengulurkan salah satu tangannya untuk berjabat tangan. Sebelum gadis itu sempat membalas jabat tangan KyuHyun, sebuah getaran ponsel menyadarkan gadis itu, sebuah pesan masuk. Gadis itupun lalu membacanya, tanpa pikir panjang ia ingin segera meninggalkan tempat itu.

“Maaf, sepertinya aku harus pergi sekarang.” Pamitnya lalu berjalan menjauh dari KyuHyun. Lagi, KyuHyun merasakan deja vu kembali dengan gadis itu. Gadis itu perlahan-lahan menjauh lalu menghilang seperti angin di dalam mimpinya. Gadis itu mulai semakin menjauh darinya, sesekali ia berlari kecil untuk mempersingkat waktu menuju parkiran mobil.

Tidak, kali ini aku tidak boleh kehilang dirinya lagi. Batin KyuHyun, lalu sebisa mungkin ia memaksakan kakinya untuk berlari mengejar gadis itu. Terlihat seperti hal mustahil memang, tetapi KyuHyun benar-benar melakukannya sekarang. KyuHyun memang belum sembuh betul dari kekakuan otot-ototnya, tetapi apa yang akan kau lakukan jika kau benar-benar menginginkan sesuatu? KyuHyun berlari terus dan terus walau ia sudah merasakan sakit dan ngilu dikedua kakinya. Ia tidak peduli, yang ia pedulikan saat ini adalah ia tidak mau gadis itu pergi begitu saja dari hadapannya. Setidaknya, ia harus mengetahui nama gadis itu yang hampir membuat dirinya gila setiap saatnya. Dua buah tangan kekar, melingkari perut gadis itu dengan posesif dan protektif. Gadis itu sedikit menjerit terkejut saat mendapat perlakuan seperti itu. “Ya Tuhan! Apa kau gila?” maki gadis itu saat ia berhasil melepaskan dirinya dari dekapan KyuHyun lalu menghadap ke arahnya, KyuHyun sedang terengah-engah dan hampir jatuh ke lantai jika saja gadis itu tidak menangkap lalu menopang tubuh KyuHyun dengan tubuhnya. “Yaa, mengapa kau melakukan hal bodoh seperti ini? Kau cari mati ya?” maki gadis itu lagi, yang entah kenapa membuat KyuHyun masih bisa tersenyum saat mengetahui sisi lain gadis itu.

Dia tidak seperti gadis manis kebanyakan, batin KyuHyun. “Kau tahu kan, jika kau ini harus  banyak  latihan berjalan sebelum berlari seperti tadi? Bagaimana jika kakimu mengalami cedera? Apa kau benar-benar menyukai berada disini? Lalu, untuk apa kau menjadi seorang idola, kalau kau tidak ingin menghibur para fans-mu?” omelnya sembari membantu KyuHyun berjalan menuju kamarnya. Tanpa KyuHyun memberitahukanpun, ia sudah tahu bahwa KyuHyun tidak bisa berjalan seorang sendiri menuju kamarnya.

“Setidaknya, aku senang saat ini berada di dekatmu.” Balas KyuHyun santai. Gadis itu menatapnya dengan kesal.

“Apa kau tahu bahwa semua orang mengkhawatirkanmu? Jadi, jangan bertindak bodoh seperti ini lagi.” Gadis itu berbicara panjang lebar pada KyuHyun hingga mereka tiba dikamar. Ia lalu mencoba membantu KyuHyun membaringkan tubuhnya diranjang dan menyelimutinya. “Kalau begitu, aku permisi dulu.” pamitnya lalu membalikkan tubuhnya. Sebuah tangan menggenggam tangannya dengan erat, gadis itu membalikkan tubuhnya lagi lalu melihat pemilik tangan itu dengan kening berkerut.

“Setidaknya, beritahu aku namamu.” Pinta KyuHyun dengan suara parau.

Gadis itu menaikkan salah satu alisnya sembari menatap KyuHyun dengan tatapan tidak percaya. “Kau melakukan hal bodoh tadi hanya untuk menanyai namaku?”

“Itu bukan hal bodoh. Lagipula, aku bukan ingin menanyai namamu saja.” sangkal KyuHyun, sedikit kesal pada gadis itu karena tindakannya tadi dianggap bodoh oleh gadis yang selama ini ia puja dan dambakan.

“Lalu apa?” tanya gadis itu dengan sedikit menantang. “Lagipula, jika soal nama, bukankah biodataku sudah ada diinternet?” tambahnya, sedikit melembutkan ucapannya.

“Aku ingin mengetahuimu secara langsung, bukan lewat perantara manapun.” Jawab KyuHyun dengan tenang tetapi tegas. Gadis itu terdiam selama beberapa detik, lalu menatap lurus ke dalam dua bola mata KyuHyun. “Jadi, siapa namamu?” ulangnya.

“Yuri, Kwon Yuri.”

 

***

 

“Sudah aku bilang kan, kau lebih baik pulang, oppa.” Ucap seorang gadis pada laki-laki yang tengah duduk sembari menatap foto demi foto mereka berdua. Laki-laki itu mengangkat wajahnya untuk melihat gadisnya sembari menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya.

“Bagaimana bisa aku membiarkan gadisku sendirian disini?” elak laki-laki itu sembari menyunggingkan senyum khas miliknya.

“Eish, kau ini.” Ucapnya sembari mengacak-acak rambut laki-laki itu dengan gemas dan penuh kasih. “Aku tidak sendirian oppa, para anggota SNSD masih ada disini.” Tambahnya.

“Lalu, bagaimana jika gadisku diganggu oleh laki-laki lain saat aku tidak ada?” elak laki-laki itu lagi sembari mengerucutkan bibirnya tanpa sadar.

“Bukankah itu sudah biasa? Ups!” balasnya yang sengaja membuat laki-laki itu semakin merasa kesal. KyuHyun—laki-laki itu—langsung bangun dari duduknya lalu menatap gadisnya dengan tajam. Ia menyentuh kedua tangan Yuri dengan lembut tetapi erat.

“Kau tahukan, kau ini hanya milikku seorang, Cho Yuri?” tanya KyuHyun memastikan dengan nada tegas dan dalam. Yuri tertawa pelan saat melihat KyuHyun seperti itu lagi, ini bukan pertama atau kedua maupun ketiga kalinya KyuHyun bersikap seperti ini melainkan sudah kesekian kalinya. Yuri menganggukkan kepalanya pelan dan menahan tawanya agar tidak meledak saat ini juga. “Yaa, apa ada yang lucu?” tanya KyuHyun lagi.

Yuri masih dalam posisinya, menahan tawanya agar tidak meledak saat itu juga. “Anio.” Elaknya.

“Yaa, apa yang kau tertawakan?”

“Hm? Lihatlah, raut wajahmu sungguh menggelikan saat seperti tadi.” Jawab Yuri jujur lalu tertawa pelan untuk melepas rasa gelinya.

“Apa? Jadi kau menertawakanku?” tanya KyuHyun tidak percaya, yang dibalas anggukan kecil dari Yuri. “Beraninya kau, Cho Yuri!” seru KyuHyun lalu memutar tubuh Yuri dan menggelitikinya tanpa ampun hingga membuat gadis itu merasakan geli yang luar biasa.

“Yaa, Cho KyuHyun! Hentikan! Hahaha…” tawa yang ia tahan, kini meledak-ledak begitu saja akibat perlakuan KyuHyun.

“Tidak akan, kecuali kau ingin menciumku lebih du-“ belum juga KyuHyun menyelesaikan kalimatnya, sebuah kecupan singkat mendarat dibibirnya dengan lembut.

“Sudahkan?” tanya Yuri dengan senyum mengejeknya. KyuHyun hanya terdiam terpukau saat Yuri benar-benar melakukannya.

Yuri menciumku lagi! Ya Tuhan, apakah ini mimpi? Batin KyuHyun bergelut.

“Yaa, mengapa kau seketika jadi patung seperti ini? Kau tidak ingin pergi bersama gadismu ini?” tanyanya sembari menatap heran KyuHyun. “Oppa, apa kau baik-baik saja?” tambahnya sembari mengelus pipi KyuHyun dengan salah satu tangannya.

Detik berikutnya, KyuHyun kembali tersadar dan berdeham pelan untuk mengurangi kegugupan dihatinya. “Ehm, ayo kita pergi!” ajaknya sembari memberikan mantelnya pada tubuh Yuri yang hanya berbalut kemeja panjang dan celana jeans.

“Yaa, aku tidak apa-apa, sayang. Kau saja yang memakainya.” Tolak Yuri halus sembari mencoba melepaskan mantel KyuHyun tetapi tertahan oleh tangan KyuHyun.

“Tidak ada penolakkan sayang.” Ucap KyuHyun tegas tetapi lembut sembari mengecup salah satu pipi Yuri kilat. Sebuah senyuman tersungging diwajah keduanya dengan jelas. “Kau ingin es krim apa?” tanya KyuHyun sembari merangkul pinggul gadisnya itu dan berjalan pergi.

“Hm, banana!” seru Yuri.

“Aish, apa enaknya rasa es krim itu?” tanya KyuHyun, mengingat ia pernah memakan es krim yang Yuri makan dan itu rasanya sungguh tidak enak baginya.

“Kenapa? Itukan segar dan hm yummy~” balas Yuri. Mereka saat ini telah memasuki mobil dan duduk sembari memakai  seat belt masing-masing.

“Kalau kau mau, aku bisa memberikan milikku padamu.” Ucap KyuHyun santai, saat ini pikirannya sedang tidak karuan akhir-akhir ini saat Yuri ada maupun tidak ada disisinya, KyuHyun selalu berpikiran ia dan Yuri akan melakukan sebuah hal lebih intim suatu saat nanti. Dan itu membuatnya tersenyum senang saat membayangkannya.

“Hm, piktor!” maki Yuri sembari memukul dada bidang KyuHyun bertubi-tubi tanpa ampun, sedangkan KyuHyun hanya tertawa mendapat perlakuan dari Yuri.

“Kapan kita akan menikah, sayang? Aku benar-benar sudah tidak kuat lagi jika harus menahannya.” Ucap KyuHyun lembut dan sedikit manja sembari merangkul bahu Yuri dari samping. Ia mencium sekilas pucuk kepala Yuri.

“Eh, oppa?” panggil Yuri dengan bingung.

“Hm?” sahut KyuHyun malas-malasan.

“Kau menahan apa?” tanya Yuri polos sembari menoleh ke arah KyuHyun.

“Tentu saja hasrat memilikimu seutuhnya.” Jawab KyuHyun santai.

Kedua alis Yuri hampir saling bertemu saat ia mendengar pengakuan KyuHyun barusan. Ia menahan semuanya agar ia tidak melukaiku? Batinnya.

“Kita sudah menjalin hubungan ini selama lima tahun lebih secara diam-diam. Apakah kau tidak ingin menjadi milikku seutuhnya? Kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, sekalipun aku tidak selalu mengatakannya padamu. Jangan pernah kau ragukan hatiku untukmu, Kwon Yuri.” Bisik KyuHyun lembut tepat ditelinga Yuri. “Malam ini saja, jadilah milikku seutuhnya, Cho Yuri.” Pinta KyuHyun dengan suara parau dan sedikit menuntut.

Yuri menatap kekasihnya itu dengan tatapan menyesal. “Maaf, tapi tidak sekarang oppa.” Dengan sedikit berat hati, KyuHyun mencoba mengerti dan memahami Yuri saat ini, ia menganggukkan kepalanya pelan lalu menjauhkan tubuhnya dari Yuri. Walau bagaimanapun juga, perasaan tulusnya itu selalu mengalahkan hasratnya. “Dengar,” lanjut Yuri sembari menyentuh dan menahan wajah KyuHyun dengan kedua tangannya. “Kita akan melakukannya saat kita sudah menikah dan itu akan pertama kalinya untuk kita, untuk saat ini lagi saja, aku mohon padamu oppa, simpanlah hasratmu itu dulu.” lanjutnya dengan memohon dan berharap KyuHyun benar-benar mengerti dirinya.

“Baiklah, aku mengerti sayang.” Balas KyuHyun sembari mengecup pucuk kepala Yuri lagi dengan lembut dan penuh kasih.

“Terima kasih, oppa.” Syukurnya sembari menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya pada KyuHyun. “Kajja!” ajak Yuri ceria dan bersemangat, mencoba mengusir suasana canggung yang mungkin akan terjadi nanti. KyuHyun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

***

“Sayang, kau dimana sekarang?” tanya seseorang laki-laki disebrang sana saat Yuri masih berada dijalan menuju sebuah teater drama musikal. Sungguh, jika saja bukan karena kekasihnya ini yang meminta untuk datang kesana, mungkin ia tidak akan mau datang ketempat itu sekalipun disana ada magnaenya.

“Masih dijalan, mungkin sekitar lima belas menit lagi akan sampai.” Jawab Yuri sembari melihat arlojinya. Jalanan kota Seoul malam ini cukup sepi dan lenggang, tetapi Yuri sengaja meminta supirnya untuk melambatkan lajunya agar ia tidak melihat adegan KyuHyun berciuman dengan gadis lain dihadapannya. Walau itu mustahil sekalipun.

“Kenapa lama sekali? Aish, aku benar-benar ingin melihatmu dulu sebelum aku tampil.” Keluhnya pelan, tetapi Yuri dapat mendengarnya dengan baik.

“Yaa, kau pasti bisa melakukannya! Karena kau adalah seorang Cho KyuHyun.” Ucap Yuri sebisa mungkin menyemangati kekasihnya itu saat ia kembali teringat salah satu tweet KyuHyun semalam yang mengatakan bahwa dirinya sangat gugup untuk drama musical malam ini serta meragukan kemampuannya sendiri. “Cho KyuHyun, aku percaya padamu. Aku mencintaimu.” Tambah Yuri dengan lembut tetapi yakin serta diiringi sebuah senyuman diwajahnya sekalipun kekasihnya itu tidak melihatnya.

Disebrang sana, KyuHyun tampak menyunggingkan sebuah senyum bodohnya. Ia seperti mendapatkan energi baru lagi yang lebih menggairahkan untuk malam ini. “Aku juga mencintaimu, Cho Yuri. Aku akan melihatmu dari panggung, dan apapun yang akan kulakukan diatas nanti, aku benar-benar minta maaf padamu karena aku harus melakukannya.” Tegasnya.

“Aku tahu, kau milikku dan aku milikmu, KyuHyun oppa.” Sahut Yuri dengan tenang dan santai, seakan dengan ia bersikap seperti itu, semua kegelisahan serta kecemburuan dihatinya akan musnah begitu saja.

Seulas senyum kembali merekah dibibir KyuHyun dengan manisnya. Pria mana yang tidak bahagia saat mendengar perkataan seperti itu dari kekasih tercintanya? “Aku tahu, sayang.” Balasnya sedikit manja, membuat Yuri tanpa sadar tertawa lepas disebrang sana saat mendengar suara dan membayangkan KyuHyun seperti itu. “Yaa, apakah kau tahu?” tanya KyuHyun lembut.

“Hm, tentang apa?” tanya Yuri sembari meredakan tawanya.

“Aku merindukanmu saat ini. Aku berpikir ketika aku sudah mengatakannya padamu, maka rasa itu akan sedikit berkurang. Tetapi perasaan itu menjadi jauh lebih parah dari yang aku rasakan sebelumnya. Aku jadi ingin menemui dan melihatmu sekarang juga.” Jawabnya.

DEG! Jantung Yuri seakan berhenti berdetak saat mendengar kejujuran KyuHyun barusan. Sungguh, KyuHyun bukanlah tipikal laki-laki romantis. Mungkin jika ada sebuah tes, ia akan langsung tereliminasi saat itu juga tanpa menunggu lama. Tapi, kenapa akhir-akhir ini pria itu benar-benar membuatnya terbang jauh ke langit ke tujuh tanpa menjatuhkannya kembali? “Oppa, sejak kapan kau perlahan-lahan menjadi pria romantis seperti ini?” ejek Yuri, mencoba menetralkan perasaan senang dihatinya kini.

“Jika itu kau, aku bisa melakukannya untukmu tanpa harus berpikir panjang, Cho Yuri.” Jawab KyuHyun dengan yakin dan tegas.

Seulas senyum tanpa sadar tersungging diwajah Yuri. “Jika kau sudah bertemu denganku, apa yang akan kau lakukan?”

“Tentu saja memelukmu, mendekapmu dengan sangat erat tanpa melepaskanmu lagi. Atau mungkin, aku akan langsung membawamu ke altar dan menikahimu saat itu juga.”

“Aigu, oppa! Hahaha, sudah lebih baik kau bersiap-siap untuk pementasan drama-mu sekarang.”

“Aish, yaa! Aku masih merindukanmu, sayang.” Tolak KyuHyun untuk mengakhiri sambungan dengan Yuri.

“Tunggu, sejak kapan kau tidak pernah merindukan aku?” goda Yuri jahil.

“Eishh, kau ini. Cepatlah datang, aku ingin bertemu denganmu secepat mungkin.” Ucap KyuHyun, lalu sambunganpun terputus setelah terlibat perbincangan kecil diantara mereka. KyuHyun pun mempersiapkan dirinya semaksimal mungkin sebelum drama itu dimulai.

***

Yuri memasuki sebuah gedung teater dan menempati tempat duduk khusus untuk VVIP. Hatinya sedikit merasakan kesal saat melihat KyuHyun berakting semanja dan segenit mungkin pada lawan main wanitanya. Tetapi segera ia tepis pikiran-pikiran menyebalkan itu, karena ia teringat KyuHyun  sudah mengatakan semuanya untuk drama musikal malam ini. Kedua matanya membulat kaget saat KyuHyun mencium tangan wanita itu, lalu tertawa pelan karena ia teringat dirinya dan KyuHyun waktu dulu saat ia tengah menyatakan perasaannya kepada dirinya, ia mencium salah satu punggung tangannya. Kedua mata Yuri kembali membulat kaget saat KyuHyun mengecup singkat bibir wanita itu. Well, itu hal yang sering KyuHyun lakukan padanya. Ketiga kalinya mata Yuri membulat kaget saat KyuHyun mengecup singkat pipi wanita itu dengan manja. Sepanjang alur cerita, Yuri menikmati semua permainan drama musikal yang KyuHyun mainkan hingga selesai dimalam itu. Cemburu? Rasa itu sudah hilang begitu saja semenjak Yuri melihat kissing scene pertama KyuHyun. Rasa cintanya terhadap KyuHyun melebihi apapun dari rasa cemburunya.

Yuri keluar diikuti oleh  beberapa orang lainnya, ia melangkahkan kakinya ke ruang staf room, dan menemukan SeoHyun disana. “SeoHyun-ah, apa yang kau lakukan disini?”

“Tentu saja melihat acara pertunjukkan drama hari ini, unni.” Jawabnya, yang hanya disahuti oleh anggukan dari Yuri.

“Nuna?” panggil seorang laki-laki dibalik punggung Yuri.

“Sehun?” sapa SeoHyun. Yuri berbalik dan mendapati hoobaenya tengah berjalan ke arahnya.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yuri, belum sempat ia mendengar jawaban Sehun, laki-laki itu telah menarik tangannya dengan pelan untuk mengikutinya. Dengan kening berkerut, Yuri mengikuti Sehun.

“Ada apa kau membawaku kemari?” tanya Yuri saat mereka telah berada diluar bangunan gedung teater.

“Apa kau tadi menangis saat melihat pertunjukkan, KyuHyun hyung?” tanyanya ragu. “Aku tadi tepat berada disampingmu, tetapi aku baru menyadari bahwa itu kau saat pertunjukannya telah selesai. Oleh karena itu, aku mengkhawatirkanmu saat ini.” Jelasnya.

Yuri memaksakan sebuah senyuman diwajahnya sebelum ia menjawab pertanyaan Sehun barusan. Well, ini seperti pertanyaan bodoh yang diajukan kepadanya untuk dijawab. Wanita mana yang merasa senang atau bahkan biasa-biasa saja saat melihat kekasihnya tengah bermesraan dihadapan kalian sekalipun itu hanya berpura-pura saja? “Hm, lebih tepatnya kesal dan sedikit meringis. Tapi sudah tidak lagi.” Jawab Yuri mencoba santai.

“Kenapa? Apakah kau memiliki perasaan khusus terhadap KyuHyun hyung?” tanya Sehun lagi dengan penasaran.

Yuri menyunggingkan senyumnya. “Apakah aku tidak boleh memiliki perasaan khusus terhadap KyuHyun?”

“Tidak, hanya saja… bukankah KyuHyun hyung dan SeoHyun nuna akan melakukan adegan kissing scene?”

“Lalu?” tanya Yuri hati-hati.

“Apa kau tidak merasakan sakit saat melihatnya?” lanjutnya.

“Kau tahukan, Seohyun itu sudah memiliki kekasih. Dan kau juga tahukan bahwa KyuHyun juga sudah memiliki kekasih?” tanya Yuri mencoba memastikan, walau ia tahu jawabannya pasti tidak. Karena hubungan Yuri dan KyuHyun memang sengaja ditutup rapat-rapat, hanya beberapa orang luar grup mereka saja yang tahu—termasuk Lee SooMan sendiri, sisanya tidak.

“Memangnya KyuHyun hyung memiliki kekasih? Bagaimana aku bisa tidak tahu?” gumamnya. Yuri hanya tersenyum mendengarnya.

“Sudahlah, lebih baik kita pulang. Aku sudah cukup lelah untuk hari ini.” ajak Yuri sembari berjalan lebih dulu dari Sehun. Sehun terdiam saat melihat Yuri, pakaian yang ia kenakan  tidak cukup untuk melindungi dirinya dari dinginnya malam. Ia—Sehun—melepaskan mantel miliknya lalu meletakannya ditubuh Yuri. Dengan sigap, Yuri melepaskan mantel Sehun dari tubuhnya dan memberikannya kembali. “Aku tidak butuh, kau bisa memberikan mantelmu itu pada yang lain.” tolak Yuri halus.

“Tapi nuna, pakaianmu itu tidak cukup untuk melindungimu.” Elaknya.

Yuri memang hanya memakai pakaian casual kesukaannya, dan pakaian itu cukup menghangatkan dirinya dari dinginnya udara malam menurutnya. “Aku tidak ingin membuat kekasihku salah paham dan cemburu.” Tegas Yuri lembut.

“Eh, apa nuna sudah memiliki kekasih?” kejutnya.

“Tentu, bahkan sebelum kau dan teman-temanmu ikut bergabung bersama kami.” Jawab Yuri santai.

“Benarkah? Lalu kenapa aku tidak tahu beritanya?”

“Untuk apa? Mencari sensasi? Atau ingin mendapat konflik dari kedua fandom jika mereka tahu kebenaran hubungan kami?” jawab Yuri tenang.

“Err.. bukan seperti itu..”

“Kami tidak perlu mempublikasikannya secara luas, cukup orang-orang tertentu dan berkepentingan saja yang tahu. Sisanya, tidak perlu.” Ucap Yuri sembari menerawang dan mengingat-ingat kembali hal-hal apa saja yang ia dan KyuHyun lakukan saat dulu—membuat kesapakatan dan komitmen yang selalu mereka pegang dengan teguh—diiringi senyum bahagia diwajahnya.

Seorang laki-laki melangkahkan langkah kakinya lebar dan panjang untuk mempersingkat waktu dan kedekatan seorang laki-laki dengan gadisnya. KyuHyun pun berdiri ditengah-tengah keduanya, membuat jarak antara gadisnya dengan laki-laki lain. “Hello, excuse me! She’s my girl.” Ucapnya dengan tegas dan penuh ancaman dinada suaranya pada Sehun. Yuri hanya tersenyum senang saat KyuHyun menyebut dirinya adalah gadisnya dihadapan laki-laki lain tanpa ragu, sedangkan Sehun hanya bengong saat mendengar ucapan hyungnya barusan.

“Jadi.. kalian sepasang kekasih?” kagetnya tidak percaya yang diacuhkan oleh pasangan itu. Kini mereka berjalan menjauh dan meninggalkan Sehun dibelakang mereka tanpa menghiraukannya sama sekali.

“Eishh, baru saja sebentar aku tidak berada disisimu, salah satu serigala tengah mencoba mendekatimu.” Kesal KyuHyun sembari merangkul pinggul Yuri dengan erat. Sebuah senyum mengembang diwajah Yuri, ia jadi teringat salah satu cerita film Hollywood.

“Jadi, apakah Sehun itu Jackob, dan kau ini adalah Edward Cullen, hm?” tanya Yuri sembari menggoda KyuHyun.

“Kalau begitu, kau adalah Isabella Swan-ku.” Balas KyuHyun sembari mencuil gemas pucuk hidung Yuri. Dan keduanya pun lalu tertawa bersama-sama.

***

Bunyi suara decakan-decakan lidah terdengar memenuhi ruangan itu semenjak mereka tiba diapartement milik KyuHyun. Mereka seakan saling memberi dan menerima satu sama lain tanpa ampun sedikitpun. Sesekali tangan KyuHyun bergerak nakal ditubuh Yuri tanpa ia sadari, tetapi langsung ditepis oleh tangan Yuri dan menahannya selama beberapa waktu. Ya Tuhan, aku benar-benar mendambakannya malam ini! Yuri menyudutkan tubuh KyuHyun disudut ruangan tanpa henti-hentinya melumat, menyesap, serta menghujami bibir KyuHyun dengan ciuman panas. “Ah Yuri, please!” pinta KyuHyun disela-sela ciuman mereka dengan sedikit menuntut lebih.

“Tidak oppa, tidak untuk malam ini.” Tegas Yuri sembari terus menghujami KyuHyun ciuman panas.

“Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu.” Bisik KyuHyun tepat ditelinga Yuri, lalu kembali menghujami Yuri dengan bibirnya.

Bohong jika Yuri juga tidak menginginkan lebih untuk malam ini. Tetapi, akal sehat selalu menang dalam dirinya ketimbang hanya napsu sesaatnya. “KyuHyun oppa…” panggil Yuri  parau yang terdengar ditelinga KyuHyun seperti tuntutan untuk melakukan lebih.

“Iya, sayang?” sahut KyuHyun lalu mengecup singkat kembali bibir Yuri.

“Aku lelah. Selamat malam!” pamitnya, membalas ciuman singkat KyuHyun lalu meninggalkannya dan pergi menuju kamar yang selalu ia pakai saat menginap diapartement KyuHyun.

“Yaa Cho Yuri, kau tidak ingin melanjutkannya?” tanya KyuHyun hampir putus asa saat Yuri telah menghilang dibalik pintu. “Aish, gadis itu benar-benar!” Ia lalu pergi menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih santai dan merebahkan tubuhnya diranjang. KyuHyun lalu mengambil ponselnya, menghubungi seseorang. Nada sambungan pertamapun terdengar, tak lama suara sapaan dari sebrang sana menyambut KyuHyun dengan lembut.

“Selamat malam, Cho Yuri. Bermimpilah tentang calon suamimu ini, aku mencintaimu.” Ucap KyuHyun sembari tersenyum senang saat mendengar ucapannya sendiri, tetapi perlahan-lahan rasa kantuk mulai menderanya.

“Selamat malam, Cho KyuHyun. Tidurlah yang nyenyak, aku juga mencintaimu oppa.” Balas Yuri lalu sambunganpun terputus, keduanya mulai tertidur lelap masing-masing.

***

Suara air masakan mendidih, bunyi oven telah siap untuk disajikan, dan suara mesin pemanas air, semuanya bergemuruh menjadi satu diapartement KyuHyun pagi hari itu. Yuri tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk sarapan mereka berdua. KyuHyun keluar dari kamarnya dengan handuk ditangannya untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. KyuHyun tersenyum senang saat mendapati Yuri tengah berkutat didapur dan menyiapkan sarapan untuk mereka. Ia meletakkan handuknya dikursi meja makan lalu berjalan lurus ke arah Yuri yang saat ini tengah sibuk menyiapkan sarapan. KyuHyun melingkarkan kedua tangannya diperut Yuri dengan erat dan posesif, membuat Yuri sedikit terkejut dan hampirberteriak karena sikap KyuHyun barusan. “Aiguu, oppa! Kau membuatku kaget.” Omelnya lalu terkekeh sendiri.

“Pagi, sayang.” Sapa KyuHyun sembari mengecup lembut salah satu pipi Yuri dengan begitu dalam.

“Pagi, oppa. Kau duduklah dulu, aku akan menyiapkan sarapan untukmu.” Titah Yuri sembari melanjutkan kembali aktifitasnya, mencuci sayuran.

“Aish, kenapa kau suka sekali memaksaku untuk memakannya?” omel KyuHyun melihat sayuran berwarna hijau ditangan Yuri.

“Kau tahu kan oppa? Aku sangat suka sekali sayuran dan sangat membenci daging.”

“Dan kau tahukan, Cho Yuri, kekasihmu ini sangat membenci sayuran dan menyukai daging?” balas KyuHyun tak mau kalah.

“Tetapi kau harus memakannya.” Titah Yuri dengan tegas.

“Aku tahu.” Putus KyuHyun kesal lalu melepaskan dekapannya dan pergi berjalan ke meja makan tanpa memedulikan tatapan penasaran dari Yuri.

Ada apa dengannya? Batinnya, lalu ia kembali melanjutkan aktifitasnya. KyuHyun mencoba memainkan psp kesayangannya, tapi entah mengapa ia tidak begitu bernapsu untuk memainkan semua permainan dipagi hari itu. Sesekali ia melirik Yuri yang masih sibuk dengan dapur sembari mencibir kesal.

Tidakkah seharusnya ia langsung menghampiriku dan bersikap manja padaku? Kenapa ia hanya diam saja dan bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa? Aish, tidakkah ia tahu bahwa aku sedang kesal padanya? Gerutu KyuHyun dalam hati sembari menekan-nekan tombol psp dengan kasar.

“Oppa?”  panggil Yuri. KyuHyun menoleh dan mendapati gadisnya itu tengah sibuk mebuat secangkir kopi.

“Hm?” sahut KyuHyun malas.

“Kemarilah, ini kopinya sudah jadi.” Lanjut Yuri sembari mengaduk-adukkan sendok di dalam cangkir. Salah satu bagian rambutnya jatuh disalah satu sisinya, membuatnya terlihat semakin cantik dan… well, sedikit menggoda KyuHyun untuk menyentuhnya. KyuHyun sedikit terhipnotis oleh pesona Yuri yang seperti itu, ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Yuri. Ia kembali melingkarkan kedua lengannya diperut Yuri. “Ada apa denganmu?” tanya Yuri saat KyuHyun kembali bersikap manja padanya. Bukankah seharusnya ia masih kesal pada ku? Gumamnya dalam hati.

“Menikahlah denganku.” Jawab KyuHyun yang terdengar seperti permohonan dan tuntutan untuk Yuri menyetujui ucapannya barusan. Yuri tertawa pelan saat mendengarnya. “Aku benar-benar serius dengan ucapanku barusan.” Tegas KyuHyun. Sebuah senyum mengembang dengan manis diwajah Yuri, ia menyenderkan punggungnya di dada bidang KyuHyun lalu membelai pelan pipinya.

“Aku tahu kau selalu serius dengan semua ucapan yang kau katakan padaku,” Balas Yuri sembari memberi jeda diucapannya. “tapi, aku benar-benar belum siap sekarang ini. Ada banyak hal yang masih ingin ku lakukan. Dan itu bukan berarti, aku tidak mencintaimu sepenuhnya. Kau tahukan isi hatiku kepadamu? Sekalipun aku bersama dengan laki-laki lain, bukan berarti hatiku bersamanya.” Tambahnya dengan lembut dan tegas.

KyuHyun menghela napas panjang saat mendengar perkataan Yuri barusan. “Arra.” Balas KyuHyun singkat dengan tidak begitu bertenaga. “Tapi, beritahu aku kapanpun kau siap.” Tambahnya. Seulas senyum tersungging diwajah Yuri, ia merasa senang saat ini.

Aku akan memberitahukanmu setelah aku berhasil melakukannya, batin Yuri dengan senyum yang masih mengembang diwajahnya.

***

“Apa? Kau menghadiri acara fan meeting film Lee JongSuk sedangkan kau menolak untuk datang ke drama musikal-ku?” kesal KyuHyun disebrang sana, sedangkan Yuri hanya mencoba menjauhkan ponselnya dari telinga. Ia sudah menduga bahwa kekasihnya itu akan bereaksi berlebihan seperti ini.

Waeyo? Kemarinkan aku sudah melihatmu, sekarang aku ingin melihat temanku juga.” Jawab Yuri sembari sedikit mencibirkan mulutnya.

“Aish! Lalu kenapa kau tidak memberitahuku tadi pagi?” kesal KyuHyun mengingat tidak ada satupun perbincangan mereka mengenai hal ini tadi pagi.

“Aku sengaja melakukannya.”  Balas Yuri dengan nada mengejek.

“Yaa, Cho Yuri, kau benar-benar!” balas KyuHyun kesal sembari menatap kesal boneka maneki dihadapannya.

Moya? Hahaha..” ledek Yuri lagi. “Ah, teleponnya aku tutup dulu! Aku sudah tiba dilokasinya saat ini.” Ucapnya sembari ingin memutuskan sambungan tetapi ditahan oleh KyuHyun.

“Tunggu dulu!” pinta KyuHyun dengan suara yang hampir memekakan telinga Yuri dan membuat seluruh orang yang berada seruangan dengan KyuHyun, menoleh ke arahnya.

“Hm, apa?”

“Jika sampai ada fotomu dengan JongSuk diinternet sedang bermesraan, aku takkan sungkan-sungkan menghukum-mu.” Jawab KyuHyun, lebih terdengar seperti ancaman bagi Yuri.

Kening Yuri mengernyit saat mendengarnya, ia tidak begitu mengerti apa maksud KyuHyun tetapi ia cukup senang mendengarnya. “Kalau begitu,” jedanya. “hukum aku sesuka-mu, Cho wangjanim (prince).” Lanjutnya dengan nada sedikit menggoda dan menantang KyuHyun.

Disebrang sana, KyuHyun tertegun mendengar perkataan Yuri seperti itu. Ya Tuhan, kenapa gadis itu selalu saja mencoba menggoda keimananku? “Aish, benar-benar!” kesalnya, lalu terdengar suara tawa lepas Yuri disebrang sana.

“Sudah ya, aku harus masuk sekarang. Kau, lakukanlah yang terbaik untuk drama musikal-mu.” Ucapnya sembari menyemangati KyuHyun dengan nada cerianya.

Andwaeyo, bagaimana bisa aku melakukannya jika kau sedang tidak berada disini?” gerutu KyuHyun mengingat pertunjukkan malam ini ia harus melakukan hal yang sangat tidak ia inginkan dengan gadis lain.

Yuri menghela napas. Sebenarnya, salah satu alasan mengapa Yuri tidak melihat pertunjukkan KyuHyun dan memilih bertemu dengan temannya adalah, hari ini KyuHyun akan memiliki kissing scene dengan Seohyun sebanyak tiga kali. Dan ia cukup malas untuk membuka jejaring sosial atau internet sekalipun, karena ia pasti akan menemukan foto KyuHyun berciuman dengan lawan mainnya. “Aku tahu kau bisa, oppa. Bersemangatlah!” jawab Yuri, lalu sambunganpun terputus tanpa menunggu persetujuan dari KyuHyun. Ia memasuki karpet merah yang sudah ditunggu oleh para kameramen lainnya sembari menyunggingkan senyum terbaiknya.

***

Suara apartement KyuHyun kembali dipenuhi oleh decak-decakan keras yang disebabkan oleh sepasang kekasih yang saat ini tengah bercumbu. Akhir-akhir ini mereka seringkali melakukan french kiss setelah KyuHyun menyelesaikan drama musikal-nya untuk malam itu. Libido KyuHyun mulai naik saat tubuh mereka saling menempel satu sama lain dan sedikit bergesekkan. Ia kembali mengeksplor seluruh rongga Yuri tanpa menyisakannya sedikitpun. Yuri mendesah pelan dalam ciumannya karena KyuHyun mulai merangsangnya perlahan-lahan, membuatnya mengingkan lebih dari ini. “Aku mohon, jadilah milikku sekarang.” Pinta KyuHyun disela ciumannya.

Yuri mengakhiri ciuman mereka lalu menatap KyuHyun sembari membelai lembut pipi KyuHyun. “Bertahanlah sebentar lagi.” Pintanya sembari mengecup sekilas bibir KyuHyun. KyuHyun menghela napasnya lalu menundukkan sedikit wajahnya dengan kedua mata terpejam.  Menganggukkan kepalanya pelan.

Bagaimanapun juga rencana yang telah Yuri siapkan harus berjalan mulus, lalu setelahnya terserah KyuHyun ingin melakukan apa padanya. Yuri memaksakan sebuah senyuman diwajahnya lalu menyesap dan melumat kembali bibir KyuHyun dengan lembut. “Aku mencintaimu, Cho KyuHyun.” Bisiknya lembut, membuat KyuHyun tersenyum dan memeluk tubuhnya dengan erat.

***

KyuHyun saat ini tengah berjalan menelusuri jalanan kota Seoul dengan mobilnya. Sesekali ia bergumam pelan sembari menyanyikan beberapa lagu kesukaannya. Hari ini suasana hatinya sedang baik karena ia ingin menemui gadisnya setelah dua hari mereka tidak bertemu karena kesibukannya masing-masing. KyuHyun mengendarai mobilnya dengan kacamata hitam serta pakaian casual yang ia kenakan. Kedua mata KyuHyun menangkap sosok seorang gadis sangat familiar untuknya, ia memincingkan kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya. “Apa yang dilakukannya disini?” gumam KyuHyun sembari mengambil headfree dan ponselnya, menekan angka 9 lalu menghubunginya. Nada suara panggilan tunggu terdengar beberapa kali ditelinganya, ia memberhentikan mobilnya dipinggir jalan sembari terus menatap gadis itu.

Terlihat sekali gadis itu tidak terganggu dengan ponsel bergetar ditangannya dan sibuk berbicara dengan laki-laki asing dihadapannya kini. “Aish, cepat jawab teleponku!” pintanya dengan cemas.

Gadis itu terlihat sedang tertawa bersama dengan laki-laki lain sembari membicarakan berbagai hal. Yuri—gadis itu—memeluk tubuh laki-laki dihadapannya kini dengan erat dan penuh kasih. Kedua mata  KyuHyun membulat kaget saat melihatnya, hatinya benar-benar terbakar cemburu saat ini. Ia kembali menghubungi ponsel Yuri, dan kali ini gadis itu mengangkatnya. Gadis itu menyapa ramah panggilan dari KyuHyun tanpa rasa bersalah, tetapi ia mengabaikannya.

“Dimana kau sekarang? Aku ingin bertemu denganmu saat ini juga.” Ucap KyuHyun dengan dingin dan tajam.

“Eh? Saat ini aku sedang tidak bisa, jadwalku terlalu padat.” Tolak Yuri halus.

“Ada jadwal apa kau hari ini? Bertemu dengan pria lain dibelakangku?” sindir KyuHyun dingin.

“Aish, moya? Tentu saja tidak, oppa.” Jawab Yuri sembari tersenyum. KyuHyun kembali dibuat kesal lagi oleh Yuri saat gadis itu membiarkan keningnya dicium oleh pria lain.

“Yaa! Apa yang sedang kau lakukan saat ini, huh?” kesal KyuHyun sembari memukul stir dengan cukup keras, membuat Yuri kaget mendengar suara pukulan itu.

“Yaa, Cho KyuHyun! Apa yang sedang kau lakukan saat ini, huh? Kau ingin melukai dirimu sendiri?” tanya Yuri khawatir.

“Kau tahukan kalau kau ini milikku? Hanya milikku seorang.” Balas KyuHyun tanpa menjawab pertanyaan dari Yuri.

Seulas senyum tersungging diwajah Yuri dengan manis. “Moya? Tentu saja aku tahu.”

“Kalau begitu temui aku sekarang juga.” Titahnya dingin.

“Aku tidak bisa, sayang. Hari ini aku harus pergi ke Itali untuk melakukan pemotretan dan syuting iklan disana.” Tolak Yuri halus, berharap KyuHyun mau mengerti.

KyuHyun menghela napasnya kasar lalu menyalakan mobilnya dengan asal. “Terserah kau saja.” putusnya kesal, lalu sambungan teleponpun terputus. Yuri hanya mengernyitkan keningnya saat mendengar nada sambungan terputus. KyuHyun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tetapi tetap aman. Ia benar-benar merasa kesal pada gadisnya saat ini.

***

Yuri berada di Itali bersama dengan Tiffany untuk melakukan pemotretan majalah Vogue Girl Vol. Febuary Issue selama tujuh hari disana. Semenjak kejadian pagi hari itu, KyuHyun belum mengabarinya sama sekali. Ia sudah mencoba mengirimi pesan singkat ataupun menghubungi KyuHyun, tetapi dari sekian banyak pesannya, KyuHyun hanya membalas satu kali untuk hari itu. Bahkan jika KyuHyun menjawab teleponnya, ia hanya menanggapi dengan malas-malasan atau berkatan seperlunya saja. Hal ini benar-benar membuat Yuri merasa kesal dan tidak mengerti mengapa KyuHyun bersikap seperti itu padanya.

“Bagaimana pertunjukkanmu hari ini?” tanya Yuri sembari menyalakan telivisi, sedangkan Tiffany duduk disofa disampingnya dengan sebuah majalah ditangannya.

“Baik.” Jawab KyuHyun singkat.

“Apa kau ingin segera tidur sekarang?” tanya Yuri lagi.

“Hm.” Sahut KyuHyun malas dan tidak tertarik untuk berkata selain ‘hm’, ‘baik’, ‘oh’, ‘sudah’, dan ‘jaljayo’.

“Apa kau akan terus menanggapi hampir seluruh perkataanku dengan ‘hm’ saja?” kesal Yuri akhirnya.

“Hm.” Balas KyuHyun lagi.

“Aish, kau ini! Apa kau tidak merindukanku?” tanya Yuri pelan, ada nada kesedihan di dalam suaranya saat ia menyelesaikan kalimatnya.

Disebrang sana, KyuHyun menghela napas panjang. “Jaljayo.” Balasnya, lalu sambunganpun terputus tanpa menunggu persetujuan dari Yuri. KyuHyun melemparkan ponselnya ke ranjang dengan asal lalu merebahkan tubuhnya. Ia berusaha mencoba lagi untuk tidur malam ini. Ia benar-benar tidak bisa tidur akhir-akhir ini, ia terlalu merindukan Yuri, gadisnya. Tetapi, rasa amarah dan juga cemburu saat ini tengah menyelimutinya. Maka dari itu, ia lebih memilih bersikap dingin dan tidak peduli pada gadisnya untuk beberapa hari terakhir.

***

Yuri kembali menatap ponselnya, sudah 5 hari ia tidak mencoba menghubungi KyuHyun. Dan KyuHyun juga tidak mencoba menghubunginya. Baru pertama kali ini Yuri merasakan kehilangan dan kehampaan dihatinya tanpa ada kehadiran seorang Cho KyuHyun yang selalu menemani ataupun menjaga dirinya melebihi apapun yang ada di dunia ini. Air mata Yuri jatuh membasahi salah satu pipinya tanpa sadar. Ini juga pertama kalinya Yuri menangis saat KyuHyun sedang tidak berada disisinya. Hatinya begitu sakit saat KyuHyun bersikap seperti ini padanya. Yuri lalu menghapus kedua airmatanya dengan kasar, lalu menonton dvd yang baru ia beli bersama Tiffany sembari bermain Instagram miliknya. Ia melakukan fan chat dengan salah satu fans SNSD. Beberapa orang menanyai hal-hal apa saja yang ia sukai, makanan apa yang paling ia benci, juga apakah ia selalu berpikir terlebih sebelum bertindak?

Ditempat yang berbeda, diwaktu yang sama, KyuHyun membuka akun twitternya dan mencari-cari akun fanbase Yuri maupun SNSD. Ia sesekali mengscroll timelinenya sembari membaca sekilas dengan malas karena tidak ada kabar atau foto baru menurutnya. Gerakan tangannya terhenti saat salah satu fanbase menyebutkan nama Yuri sembari berbagi info dan foto melalui akun Instagram milik Yuri. KyuHyun melihat-lihat foto yang saat itu sedang di share sembari membaca-baca komentar-komentar Yuri dengan salah satu fansnya. KyuHyun merasa kesal saat membaca komentar dari Yuri yang berkata; ‘Perfom jenis apa yang paling kau inginkan? Kau bisa memberitahukannya padaku. Aku akan mencoba mengabulkannya.

Dalam sekali gerakan cepat, KyuHyun bangun dari posisi tidurnya dan terduduk di atas ranjang dengan kesal. “Aish, ige moya?” kesalnya. “Tsk! Gadis itu benar-benar menguji kesabaranku.” Tambahnya dengan kesal lalu melempar ponselnya asal diranjang, merebahkan tubuhnya kembali dan mencoba untuk memejamkan kedua matanya untuk tidur. “Apakah disaat aku sedang tidak berada disisinya, ia selalu memperlakukanku seperti ini?” gerutunya dengan kedua mata tertutup lalu perlahan-lahan ia mulai tertidur.

***

Seorang gadis tengah mencoba bertahan dari dinginnya udara malam. Sesekali ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya untuk mendapatkan kehangatan, tetapi semuanya sia-sia saja. Ia semakin merapatkan mantelnya agar udara ditaman itu tidak membuatnya mati kedinginan sebelum rencananya berhasil.

Cahaya bulan purnama menyinari tubuh Yuri hingga membuat bayang hitam dirinya dijalan. Rambut Yuri sengaja ia ikat dikedua sisi agar tidak menari-nari terbawa angin. Seorang laki-laki tengah berjalan kearahnya dengan mengendap-ngedap, berharap Yuri tidak menyadari kehadirannya. Setelah berhasil tepat berada dibalik punggung Yuri, laki-laki itu menepuk bahu gadis itu dengan pelan. “Yuri nuna?” panggilnya. Yuri pun menoleh dan mendapati seseorang yang familiar untuknya.

“Hai!” sapanya ceria. Laki-laki itu tersenyum menyeringai padanya, Yuri sedikit mengernyitnya keningnya. Baru saja ia membuka mulutnya untuk bertanya, tetapi sebuah benda lembut membungkam mulut serta hidungnya rapat-rapat. Hingga membuatnya sulit bernapas ataupun berteriak minta tolong.

“Haruskah kita melakukan ini?” gumam laki-laki itu sembari melihat kedua temannya tengah membopong tubuh gadis itu. “Tidakkah ini berlebihan?” tambahnya sembari mengikuti kedua temannya itu masuk ke dalam mobil.

***

2014/02/02

18:23 KST

KyuHyun menatap kesal ponselnya. Hening. Tidak ada pesan, email, ataupun panggilan masuk diponselnya dari Yuri. Beberapa artis-artis lain dan para ELF-pun sudah membanjiri ponselnya diberbagai media miliknya, tetapi hanya Yuri—gadisnya itu—yang tidak ikut meramaikan atau memenuhi ponselnya. Disetiap tahunnya, saat mereka telah resmi menjadi sepasang kekasih, Yuri adalah orang pertama yang memberi kejutan dan mengucapkan selamat ulangtahun padanya. Tapi kali ini… gadis itu tidak melakukan hal seperti biasa yang gadis itu lakukan.

“Dimana kau sekarang? Apa yang sedang kau lakukan saat ini? Apa kau lupa kalau besok hari istimewaku?” gumam KyuHyun lemah sembari menatap foto Yuri yang tengah tersenyum dilayar ponselnya.

“KyuHyun-ssi?” panggil salah satu kru acara drama musikal. KyuHyun menoleh dan menatap laki-laki dihadapannya kini. “Pertujukannya sebentar lagi akan dimulai.” Lanjutnya, KyuHyun hanya menyahutinya dengan sebuah anggukan kecil. Laki-laki itupun pergi meninggalkan KyuHyun dan mendatangi satu-satu artis pemain drama musikal. KyuHyun menghela napas panjang dengan berat, lalu ia segera berjalan menuju balik panggungu untuk menunggu gilirannya tiba.

Aku merindukankanmu, Cho Yuri. Dimana kau saat ini?

***

Pertunjukan telah usai malam ini, KyuHyun tengah merapikan peralatannya untuk dimasukkan ke dalam tas. Keningnya sedikit mengernyit saat para member Super Junior—kecuali Yesung dan Leeteuk tentunya—tengah berlari terburu-buru ke arahnya. “Ada apa hyung? Kenapa kalian terburu-buru seperti itu?” tanya KyuHyun cuek.

“Yaa, KyuHyun-ah! Apakah Yuri bersamamu?” tanya Siwon panik dan buru-buru.

Seluruh gerakan KyuHyun terhenti saat nama Yuri disebut. Ia lalu menghela napas berat dan melanjutkan kembali aktifitasnya. “Tidak. Kenapa?” jawabnya dingin.

“Yaa, pria macam apa kau ini, huh?” tanya Heechul emosi sembari berjalan maju dan mencengkram kerah baju KyuHyun dengan kasar. KyuHyun mengernyitkan keningnya saat melihat sikap Heechul seperti itu.

“Yaa, ada apa denganmu?” tanya KyuHyun tidak mengerti sembari mencoba melepaskan cengkraman tangan Heechul dikerahnya.

“Yuri menghilang!” jawab Donghae sedikit histeris. “Para member SNSD yang memberitahuku bahwa Yuri tidak kembali ke dorm sejak kemarin malam. Mereka juga telah mencoba menghubungi ponselnya tetapi tidak aktif.” Jelasnya. KyuHyun lalu membulatkan kedua matanya, ia begitu terkejut saat mendengar kabar itu.

“A-apa!” pekik KyuHyun, lalu tanpa menunggu waktu lagi ia segera melepaskan cengkraman Heechul dan berlari pergi meninggalkan mereka semua.

“Yaa! Kau mau kemana?” tanya Ryeowook saat KyuHyun sudah berlari mulai menjauh. Ia tidak menghiraukan pertanyaan hyungnya barusan, yang ia hiraukan saat ini adalah Yuri harus segera ia temukan. KyuHyun memasuki mobilnya, memakai seat belt dengan terburu-buru, serta menyalakan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Ponselnya bergetar, membuatnya menoleh dan melihat siapa yang meneleponnya saat ini. KyuHyun mengangkatnya, walau ia tidak ingin sekalipun. Shindong. “Apa kau itu bodoh? Apa kau tau dimana Yuri berada? Kembalilah, kita akan mencarinya bersama-sama.” Titahnya.

“Aku berada tak jauh dari gedung teater tadi.” Balas KyuHyun lemas. Apa yang dikatakan Shindong barusan itu benar, ia tidak tahu dimana keberadaan Yuri saat ini. Dan ia tidak mungkin mencari keberadaan Yuri seorang diri. KyuHyun memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan menunggu para member Super Junior menyusulnya. Sekelebat perasaan menyesal dan takut, perlahan-lahan mulai menghampirinya.

Seharusnya aku tidak mementingkan rasa cemburuku ini! Makinya pada diri sendiri sembari memukul stir mobil miliknya. Tak berapa lama kemudian, mobil Super Junior datang. Siwon turun dari mobil itu dan masuk ke dalam mobil KyuHyun diikuti DongHae dan Eunhyuk, serta Jessica. Kening KyuHyun mengernyit saat mendapati Jessica juga berada dimobilnya. “Dengar, aku mendapatkan ini dari Sungmin oppa, ini sepertinya untukmu.” Ucapnya sembari menyodorkan sebuah kotak ukuran sedang pada KyuHyun dengan tatapan iba.

KyuHyun lalu membukanya dengan rasa penasaran. Jantungnya berhenti berdetak, napasnya tercekat, dan tubuhnya merasa lemas terkulai saat itu juga. Sebuah foto dan darah milik Yuri terpampang Jelas dikotak itu. Foto itu menggambarkan tubuh Yuri yang sedang terikat dan terkulai lemas duduk dikursi, dengan rambut sedikit berantakan dan luka memar diwajahnya. KyuHyun mengepalkan kepalan tangannya dengan geram. Sepucuk surat berwarna putih menarik perhatiannya, dengan segera ia menaruh kotak itu dan mengambil surat. Ia lalu membuka dan membaca.

Dear kesayanganku,

Bagaimana perasaanmu saat melihat gadismu bersama pria lain kemarin? Ah, apa kau sudah melihat foto gadismu ini yang sudah ku berikan? Cho KyuHyun sayang, kau tahukan aku paling tidak suka berbagi dirimu dengan siapapun? Jadi, jangan salahkan aku jika aku melakukan semua ini.Hahaha! Apa kau ingin gadismu ini kembali dalam dekapanmu? Datanglah ke pulau Jeju, aku akan menantikanmu disana dengan manis. Datanglah sebelum pagi menjelang, atau kau tidak akan melihat gadis kesayanganmu ini lagi. Hahaha!

Fr: XXXX

KyuHyun memukul kembali stir mobil miliknya. Emosi dan amarahnya sedang tidak stabil saat ini. Tidak mungkin aku bisa tepat waktu! Sedangkan jarak tempuh dari Seoul ke Jeju, 4 jam! Kesalnya dalam hati.

Siwon menatap iba pada KyuHyun, ia segera keluar dari kursi sisi kemudi dan berjalan kesisi kemudi. Ia membuka pintu mobil KyuHyun dan melepaskan seat beltnya. “Turunlah, biar aku yang menggantikanmu. Aku tidak ingin ada satu kecelakaanpun terjadi.” Titah Siwon tegas, KyuHyun menuruti permintaan Siwon tanpa berkomentar apapun. Toh, ia tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mengendarai mobil. Suasana dimalam itu begitu mencengkam dan kalut bagi kedua pihak, SNSD maupun Super Junior.

***

“Apakah kita akan terus mengikatnya seperti itu unni?” tanya salah gadis sembari menatap iba pada Yuri yang saat ini tidak bisa melakukan apapun.

“Biarkan saja sampai KyuHyun datang.” Jawab seorang gadis dengan senyum menyeringai diwajahnya.

“Bagaimana jika KyuHyun oppa telat datang?” tanya gadis itu lagi, ia benar-benar merasa iba pada kondisi Yuri.

Well, seperti yang ditulis dalam surat itu. Ia tidak akan pernah melihat Yuri lagi.” Jawabnya santai.

“Aku rasa ini sedikit keterlaluan.” Balas gadis itu lagi. “Apakah kita harus melakukan ini?” lanjutnya.

“Yaa, kau ingin membantu atau tidak? Lagipula, ini adalah sebuah permintaan.” Jawabnya sembari memain-mainkan kuku-kukunya.

Gadis itu mencoba membungkam mulutnya, ketimbang merusak atau mengacaukan semua rencana yang sudah diatur jauh-jauh hari. Seorang laki-laki tengah berlari terburu-buru memasuki sebuah gedung tua dan tidak terawat itu.

“Semuanya! Ada perubahan rencana sekarang!” ucapnya sembari memberitahukan orang-orang yang berada dalam gedung itu. “Kau!” tunjuknya pada gadis yang saat ini masih memainkan kuku-kukunya, gadis itu menoleh ke arah laki-laki itu. “Bawa Yuri pergi!” titahnya. Lalu ia kembali menunjuk seseorang untuk menyelesaikan tugasnya. “Dan kau! berpura-pura yang tidak tahu apa-apa dan membawa KyuHyun ke dalam jebakan yang telah disediakan!” titahnya pada seorang laki-laki yang bertugas bertemu dengan Yuri dimalam itu. “Baik, semuanya! Kita pakai rencana ke dua! Sepertinya rencana kesatu telah tercium oleh mereka. Seperti itulah keadaan digedung tua itu, selurh orang di dalam gedung itu tengah sibuk menyelesaikan tugasnya, demi berjalannya rencana yang telah mereka susun dari satu tahun yang lalu. Sebuah senyum menyeringai tersungging dibibir laki-laki itu. “Kau harus merasakan apa yang dulu aku rasakan, Yuri, sayang.” Gumamnya pelan.

***

Sehun tengah berjalan-jalan santai menyusuri pantai pulau Jeju sembari menyenandungkan sebuah lagu milik grupnya. Kedua matanya menangkap sekumpulan orang-orang berlari-lari ditepi pantai dengan raut wajah panik. “Hoi, KyuHyun hyung!” sapanya saat ia mulai mengenali sosok salah satu dianatara mereka.

“Sehun! Mengapa kau bisa berada disini?” tanya Taeyeon heran saat mendapati hoobaenya berjalan-jalan seorang diri ditepi pantai pada dini hari.

“Aku sedang menginap didekat hotel sini untuk acara kami besok.” Jawabnya.

“Apa kau tahu dimana tempat ini?” tanya KyuHyun sembari menyodorkan sebuah kertas, mengacuhkan penjelasan Sehun barusan.

“Oh, aku rasa ini ada didekat gedung itu.” Jawabnya sembari menunjuk sebuah gedung mewah yang saat ini tengah ramai oleh orang-orang yang berlalu-lalang. Tanpa pikir panjang, KyuHyun berlari ke arah gedung itu diikuti oleh para member lainnya.

Apa yang akan dikerjakan para penjahat itu ditempat ramai seperti ini? Batin KyuHyun sembari mencari-cari tanda-tanda aneh.

“KyuHyun-ah, ayo coba kita cari di dalam!” ajak Eunhyuk sembari menarik tangan KyuHyun pelan, sedangkan ia hanya menurut. Eunhyuk membawa ke sebuah ruangan berisikan berbagai jenis baju setelan jas tuxedo. Kening KyuHyun mengernyit saat ia mendapati ruangan ini adalah ruang ganti pakaian pengantin. Apa yang akan mereka lakukan ditempat seperti ini? Gumamnya lalu tertawa sendiri saat membayangkan para penjahat itu melakukan sebuah pernikahan. KyuHyun baru menyadari satu hal, ia dikelilingi oleh para hyungnya.

“Yaa, hyung! Ada apa dengan kalian? Kenapa bersikap aneh seperti ini?” tanyanya tak mengerti. Sebuah benda membekap mulut serta hidungnya, hingga ia sulit bernapas lega terlebih kandungan obat bius di dalam sapu tangan itu cukup mengganggunya untuk berpikir lebih jernih.

“Hampir selesai.” Gumam Eunhyuk sembari menyeringai bangga. “Ayo kita lakukan!” ajaknya yang dituruti oleh para member Super Junior. Permainan belum berakhir, batin Eunhyuk.

***

Disebuah ruang, seorang gadis tengah menatap sendu dirinya sendiri dengan balutan gaun pengantin. Gadis itu tampak begitu cantik dan mengagumkan dengan balutan gaun pengantin. Kedua matanya telah merah dan basah, tetapi ia terlalu sungkan untuk menjatuhkan airmatanya. Seorang laki-laki masuk dan berjalan ke arah gadis itu. “Lihat dirimu, sayang! Kau cantik sekali!” puji laki-laki itu sembari menyunggingkan senyum bangga dan puasnya. Laki-laki itu adalah seseorang yang Yuri temui sebelum pergi ke Itali untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Oppa, aku mohon…” pinta gadis itu tidak bertenaga. Entah sudah ke berapa kalinya Yuri mengatakan hal yang sama. “Aku tidak ingin menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai.” Tambahnya.

“Sayang, aku tahu kau mencintai dan menyayangiku. Jadi, jangan seperti ini, mengerti?” pintanya lagi, entah keberapa kalinya laki-laki menjawab ucapan Yuri dengan perkataan yang sama.

“Ta-tapi, aku sudah memiliki kekasih…” jujurnya, berharap laki-laki itu mengerti dan melepaskan dirinya dari tempat ini.

Laki-laki itu menghela napas kasar. “Aku tahu. Sudah, aku dan ayah akan menunggumu di altar.” Putusnya, tanpa memedulikan semua jenis penolakan yang Yuri ajukan.

“Aish, kau benar-benar mengacaukan rencanaku oppa!” kesal Yuri sembari mencubit gemas perut laki-laki itu yang dibalas dengan tawa darinya. “Tapi oppa, tidakkah ini terlalu cepat untuk aku menikah?”

“Tentu saja tidak, sudah waktunya kau menikah sayang. Dan lagipula kau bisa melanjutkan rencanamu itu setelah kalian menikah nanti.” Jawabnya sembari mengecup singkat kening Yuri. Yuri tersenyum saat ia kembali mengingat bahwa KyuHyun sering melakukan ini setiap harinya. Sebuah perasaan rindu, menyeruak begitu saja dari hatinya. Melemaskan otot-otot kakinya serta seluruh sistem ditubuhnya. Ia merindukan KyuHyun saat ini, sangat. “Kalau begitu, aku akan menunggumu disana. Ingat, jangan terlambat sayang!” peringat laki-laki itu sembari mencuil gemas hidung Yuri.

Yuri hanya mengangguk lemah, sedangkan laki-laki itu berjalan menjauh darinya. “KyuHyun-ah, dimana kau saat ini? Tidakkah kau merindukanku?” gumamnya pelan. Yuri menyentuh dadanya, lebih tepatnya mencoba menyentuh hatinya. Disini, rasanya terlalu sakit, KyuHyun-ah, batinnya.

***

Entah berapa jam KyuHyun terbius, ia benar-benar tidak bergerak sama sekali. Ia tertidur terlalu lelap karena kelelahan hampir seharian kemarin, ia melakukan berbagai aktifitas.  Beberapa menit telah berlalu, KyuHyun mulai tersadar dan menggerak-gerakkan tubuhnya. Perlahan-lahan, ia membuka kedua matanya dan menatap sekelilingnya dengan kedua alis hampir bertemu. “Dimana ini? Kemana para hyung-hyung sialan itu?” gumamnya, tepat sebuah jitakan mendarat dengan mulus dikepalanya saat ia telah menyelesaikan kalimatnya barusan.

“Yaa, kau bilang apa barusan?” tanya Donghae tidak terima.

“Apa yang kau lakukan padaku tadi? Kenapa kalian membekapku, huh?” protesnya.

“Karena kami harus melakukannya.” Jawab Donghae santai sembari mengendikkan kedua bahunya. “Keluar kau! Aku muak harus seruangan denganmu terus.” Keluhnya, membuat KyuHyun merasa kesal.

Perlahan-lahan, ingatan KyuHyun mengapa ia bisa berada disini kembali muncul. “Hyung! Bagaimana keadaan Yuri? Dimana Yuri sekarang? Apa kalian menemukannya?” tanyanya panik.

“Entahlah, aku tidak tahu. Aku disini menunggu, jadi aku tidak ikut bersama mereka.” Jawab Donghae santai.

“Aish, apa-apaan kau ini!” kesal KyuHyun tidak terima, lalu ia segera keluar dari ruangan itu dan berjalan keluar. Baru saja ia keluar dari pintu kamar, suara seorang laki-laki tengah memanggilnya.

“KyuHyun!” panggil Siwon sembari berlari kecil menghampiri magnae mereka itu. KyuHyun hanya menoleh malas sembari menatap Siwon dengan pakaian lengkap jasnya, dirinya sedang tidak begitu bertenaga hari ini karena keberadaan Yuri belum diketahui. “Ada seseorang yang menunggumu.” Lanjut Siwon sembari menunjuk sebuah pintu ruangan tak jauh dari mereka.

“Siapa?” tanya KyuHyun malas.

“Kau akan tahu saat kau sudah disana.” Jawab Siwon dengan cuek lalu menepuk bahu KyuHyun pelan sebelum ia pergi meninggalkannya. Dengan langkah kaki berat, ia melangkahkan kakinya untuk berjalan memasuki ruangan itu. KyuHyun mendapati seorang gadis dibalut dengan gaun pengantin, tengah membelakanginya. Kening KyuHyun mengernyit saat melihat gadis itu.

“Eh, permisi? Apa kau orang yang menungguku?” tanyanya pelan. Gadis itu terdiam sembari berpikir sejenak, lalu perlahan-lahan sedikit menolehkan wajahnya diiringi tubuhnya untuk menghadap KyuHyun. Kedua mata KyuHyun membulat kaget saat mendapati bahwa gadis itu adalah gadisnya sendiri. “Yuri!”

“O-ppa?” panggil Yuri, tidak menyangka bahwa laki-laki itu adalah KyuHyun, kekasihnya. Dengan langkah lebar dan panjang, KyuHyun menghampiri Yuri lalu mendekapnya dengan erat.

“Apakah ini benar-benar kau?” tanya KyuHyun tidak percaya sembari mempererat pelukannya.

“Tentu saja, memang kau berharap siapa lagi?” balas Yuri sedikit kesal. KyuHyun menatap wajah Yuri dengan lembut dan penuh kasih.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyanya. Yuri menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawabannya.

“Yaa, kenapa kau kejam sekali padaku?” keluh Yuri sembari memukul dada KyuHyun pelan beberapa kali. “Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” tambahnya. Setetes air mata jatuh begitu saja disalah satu pipinya tanpa sadar.

KyuHyun menatap Yuri dengan senyuman yang merekah diwajahnya. “Bagaimana bisa aku berhenti mencintaimu, Cho Yuri, sayang?” kekehnya sembari mendekap tubuh Yuri erat. “Jangan menangis lagi, aku minta maaf karena membuatmu seperti ini.” Sesalnya, mencium kening Yuri dengan lembut dan penuh perasaan selama beberapa saat.

“Eish, nappeun namja!” maki Yuri pelan dalam dekapan KyuHyun.

“Mereka bilang kau menghilang dan diculik oleh para penjahat itu. Sekarang, dimana mereka?” tanya KyuHyun kesal bercampur lega saat ia kembali teringat mengapa ia bisa berada disini.

“Ada di altar.” Jawab Yuri lemah. Kedua alis KyuHyun hampir kembali bertemu, tidak begitu mengerti apa maksud ucapan Yuri barusan.

“Apakah kau akan menikah sekarang?” tanya KyuHyun tidak percaya. Kedua air matanya tertahan dipelupuk mata. Yuri mengangguk kembali sebagai jawaban. “K-kau tidak ingin menikah denganku tetapi menikah dengan pria lain?” tanya KyuHyun lagi.

Yuri terdiam, menatap lurus ke arah KyuHyun. “Kalau begitu, menikahlah denganku sekarang.” Ucapnya lembut dan pelan. KyuHyun membulatkan kedua matanya, napasnya sedikit tercekat, dan kepalanya sedikit pening karena mendengar sesuatu hal yang sangat membahagiakan baginya. “Aku mohon, menikahlah denganku.” Tegas Yuri yang terdengar seperti permintaan menuntut pada KyuHyun. Aku tidak ingin menikah dengan orang lain selain kau, batinnya.

“Yaa, apa yang masih kalian lakukan disini, huh?” tanya seseorang yang membuat mereka tersadar dan menoleh ke asal sumber suara. Seorang laki-laki tak asing bagi mereka, berjalan mendekat.

“A-ayah?” panggil KyuHyun tidak mengerti.

“Apa yang kau lakukan, huh? Acaranya sudah ingin dimulai dan kau masih belum bersiap-siap ke altar, huh?” tanya ayah KyuHyun. Belum sempat KyuHyun bertanya, tetapi ayahnya lebih dulu melanjutkan ucapannya.“Apa kau tidak ingin menikah dengan Yuri?”

“A-apa?” tanya KyuHyun sedikit terkejut.

“Hari ini kau akan menikah dengannya.” Jelasnya sembari melembutkan nada bicaranya. “Aku dan kedua orangtua Yuri telah membuat kesepakatan untuk menikahi kalian tepat saat ulang tahunmu. Yah, walau sedikit ada adegan yang sengaja kami semua buat dan rencanakan. Tapi seluruhnya rencana ini adalah ide kakakmu, Yuri. Ia bilang, ia ingin kau juga merasakan hal yang sama seperti yang kau lakukan saat sebelum ia menikah.” Lanjutnya sembari menepuk-nepuk bahu KyuHyun pelan.

“Ja-jadi.. ini semua?” tanya mereka berdua secara bersamaan dengan tidak percaya.

“Ya, tentu saja untuk kalian berdua.” Jawab ayah KyuHyun tenang dan santai. “Sudah, ayo kalian ke altar! Kami semua menunggu kalian.” Titahnya yang diikuti anggukan oleh keduanya. Sebuah lengkungan manis dan bahagia terlihat jelas dibibi keduanya. Mereka benar-benar merasa lega dan bahagia saat ini, mereka akan menikah saat ini juga.

Pengucapan janji suci-pun telah diucapkan, acara pemotongan kue, dan acara resepsinya-pun sudah dilakukan dengan semeriah mungkin untuk acara pernikahan mereka. Tak luput juga ucapan selamat berbahagia dan menempuh hidup baru membanjiri mereka selama acara itu berlangsung, para tamu undangan ikut merasakan kebahagian KyuHyun dan Yuri. Dan sekarang, tinggalah mereka berdua di dalam rumah yang sengaja disewakan oleh ayah Yuri setelah acara pernikahan selesai.

“Yaa, kau tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh bukan?” tanya Yuri memastikan saat KyuHyun membopong tubuhnya menuju kamar lantai dua. KyuHyun menyunggingkan senyuman khasnya, membuat Yuri sedikit bergidik melihatnya.

“Kita tidak akan melakukan hal-hal aneh, sayang. Kita hanya melakukan hal apa yang seharusnya kita lakukan.” Jawab KyuHyun dengan smirk diwajahnya.

“Aish, moya?” keluh Yuri. KyuHyun membuka pintu kamar mereka, lalu menutupnya dengan salah satu kakinya. Ia lalu berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuh Yuri di atasnya. “Kyaa! Haruskah kita melakukannya?” tanya Yuri lagi dengan rona merah diwajahnya. KyuHyun tersenyum puas melihat Yuri seperti itu.

“Tentu sayang, dan kau tidak bisa menghindarinya lagi.” Jawab KyuHyun sembari melepaskan jas miliknya.

“Ta-pi oppa…” belum juga Yuri menyelesaikan kalimatnya, sebuah kecupan mendarat dengan mulus dibibirnya dengan lembut.

“Sstt.. aku akan melakukannya dengan lembut, Cho Yuri.” Ucap KyuHyun meyakinkan.

“Well, selamat ulang tahun, Cho KyuHyun.” Ucap Yuri lembut, KyuHyun hanya menatap lurus kedalam kedua bola matanya. Yuri balas menatap lurus kedua bola mata KyuHyun, mencoba mencari kebohongan saat ini tetapi seperti biasa, hasilnya selalu nihil.

“Terima kasih sayang. Kau adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan untukku. “Sekarang, maukah melakukannya denganku?” Balasnya, tanpa merubah posisinya barusan. Seakan terbius oleh tatapan kedua mata KyuHyun, Yuri menganggukkan kepalanya pelan. Sebuah senyum kemenangan tersungging diwajah KyuHyun. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, KyuHyun menghujami Yuri dengan bibirnya. Itu adalah pertama kalinya mereka melakukan hubungan intim setelah hampir lima tahun lebih mereka bersama dan menjalin sebuah hubungan khusus.

Bunyi desahan dan decakan memenuhi seluruh ruangan itu tanpa jeda. Sesekali Yuri menggigit bibirnya untuk menahan suaranya keluar akibat kenikmatan yang ia rasakan. “Jang-an… ditahan sayang, biar-kan.. saja..” titah KyuHyun disela-sela orgasmenya. “Akh.. Yuri…” panggilnya sembari menggerak-gerakkan pinggulnya maju-mundur. KyuHyun kembali mendesah panjang disaat ia telah berhasil melakukan orgasmenya, tubuhnya terjatuh begitu saja diatas tubuh Yuri. Keduanya terengah-engah setelah melakukan orgasme beberapa kali.

“Akh.. oppa..” panggil Yuri sembari menggigit bibir bawahnya saat KyuHyun mulai mengangkat tubuhnya.

“Ayo, kita lakukan sekali lagi!” pintanya bersemangat, seakan semua yang mereka lakukan beberapa kali itu belum cukup dan memuaskan napsunya. Tanpa menunggu persetujuan Yuri, ia mengajari Yuri untuk menggerak-gerakkan pinggulnya kebawah-keatas. “Akh… Yuri…akh.. kau.. membuatku.. gila…” ucapnya. Yuri menyentuh dada KyuHyun sebagai penopang tubunya agar tidak jatuh begitu saja. Sesekali ia mencoba memainkannya, hingga membuat KyuHyun merasakan geli bercampur kenikmatan.

“Akh.. oppa.. akh.. KyuHyun oppa..” desah Yuri saat KyuHyun beralih pada dadanya menggangtung diudara. KyuHyun melumat, menyesap, sekaligus menghujami dada Yuri dengan permainan-permainan yang ia ciptakan. Yuri mencengkram bahu KyuHyun dengan kuat saat ia benar-benar berada puncak orgasmenya. Malam itu, malam cukup panjang bagi keduanya. Seakan tidak ada henti-hentinya permainan yang mereka ciptakan.

***

KyuHyun Super Junior dan Yuri SNSD telah resmi sebgai pasangan suami-istri.

KyuHyun Super Junior dan Yuri SNSD telah mengadakan acara pernikah pada saat ulang tahunnya.

KyuHyun Super Junior dengan Yuri SNSD telah menjamin hubungan diam-diam selama 5 tahun.

KyuHyun Super Junior dan Yuri SNSD terlihat bahagia diacara pernikahannya.

Berita kabar tentang pernikahan KyuHyun dan Yuri menjadi hot news selama sebulan lebih. Walau suka terjadi pro dan kontra tentang pernikahan KyuHyun dan Yuri, tetap saja mereka berdua selalu didukung oleh orang-orang yang mereka sayang.

Sinar matahari pagi mencoba menerobos masuk melalui kaca jendela kamar mereka, Yuri masih tertidur pulas pagi itu hingga ada sesuatu yang mengusik tidurnya. Ia mengeram dan mendesah pelan saat sesuatu benda sengaja digesek-gesekkan dikewanitaannya yang masih berbalut pakaiannya. “Ayo sayang, bangun!” pinta seorang laki-laki yang tak asing lagi bagi Yuri. Yuri mengerang pelan lalu kembali mendesah saat KyuHyun melumat haus lehernya.

“Akh, oppaa..”

“Ayo, bangun! Ada acara pesta yang harus kita datangi. SooYoung akan menikah hari ini dengan calon suaminya.” Ucap KyuHyun sembari melucuti pakaian Yuri satu persatu. Yuri membuka kedua matanya perlahan-lahan dan mendapati KyuHyun tengah tersenyum menyeringai padanya. “Tapi sebelum pergi, puaskan aku dulu.” pinta KyuHyun sembari membuka sabuknya. Seperti biasa, pada pagi hari KyuHyun akan melakukannya hingga ia merasa puas. Sedangkan Yuri? Ia selalu menuruti kehendak KyuHyun jika mereka sudah memulai sebuah permainan. Ia tidak bisa mengelak jika semua permaianan KyuHyun selalu menaikkan libidonya, membuatnya menginginkan lebih dan lebih.

============== THE END ===========

A-YO, Sparkling Pearls!

Shall we start?

Oke, ini ff apa? Tapi… Hei! Yura kembali dengan salah satu ff~ Jangan tanya ini kenapa ff-nya gitu banget -_- Aku-pun tidak tau~ Well,dari sekian banyak ff hasil karyaku, aku paling suka banget sm ff yang satu ini kk~ Bukan karena ada adegan NC-nya, melainkan sikap dan cara KyuHyun ke Yuri, begitupun Yuri ke KyuHyun. Menurut aku nih ya, KyuHyun tuh disini sweet parahh(?) dan disini mereka sama-sama dewasa walau ada sedikit konflik untuk nyelesaiin masalah, tapi wajarlah ya pertengkaran kecil dalam suatu hubungan. *apa*

Tapi, menurut kalian sendiri gimana? Hahaha. FF ini special untuk KyuHyun’s birthday, yahh aku buat project sendiri untuk ramaiin ulang tahunnya *apaan* lol Oh ya jangan lupa komen-komen yaa, biggie thanks all. Well, kalau kalian bertanya-tanya siapa gadis yang ga tega liat Yuri dikerjain, itu adalah Sulli. Kalau gadis yang mainin kukunya itu Victo. Terus kalau laki-laki yang ketemu Yuri sebelum ke Itali itu kakak kandung Yuri. Lol

NB : Miss you so much, KyuRi’s shipper~ Oh ya menurut kalian nih ya, mantan itu apa? Share menurut pendapat kalian yuk! Buat nambahin bahan ff-ku selanjutnya lol

Don’t forget to keep support me!

Keep RCL (Read, Comment(s), and Like). Thank youu

52 thoughts on “Hello, She’s My Girl.

  1. bener banget kak yura… ni ff emang bener” sowiit… suka ma tingkah mereka berdua.. akhirnya, dngan penuh kesabaran kyuri mndpatkan apa yg mereka inginkan.🙂 .. buat kyuppa happy birthday… & semoga ni ff bisa terjadi d’dunia nyata.. amin #bareng_sparkyurisistable … ckck😀 …
    menurut aqu mantan itu gak usah dilupakan,, cukup tidak diingat” saja. #plaak sama aja … mantan tu buat intropeksi dri kita buat masa depan’y, gtu ajja..
    kak bolehkah aku minta akun fb mu?? soal’y akun twittmu d’protect. jadi susah deh bwt follow …🙂

  2. Eonni bogoshipo ,,,

    Daebak ,, so sweet banget sih kyuhyunnya di sini yuri sedikit polos yaa ,,NC nya singkat banget ,,hehe

    Di tunggu postingan selanjutnya ,,

  3. Annyeong eonni ceritanya daebak banget deh sdh lama eonni ngga
    ngepost ff lagi jdi kangen sama ff eonni ditunggu ya eonni
    Cerita selanjutnya
    keep writing eonni
    fighting
    gomawo

  4. g bisa komentar apa2,benar-benar bagus ff buatan yura.
    Tapi baca kelakuan kyu disini jadi geli sendiri
    Hahahahahahahahahahahaha
    Manja g ketulungan
    Ditunggu karya selanjutnya

  5. Awww sweett
    Speechless baca NC nya hahaha kyuhyun kyuhyun -_-
    Seangil cukkaee nae naempyeon #dijitak yuri
    AA Sweet bat dah
    Oh ya unnie comeback unnie aku merindukanmu /?
    Lanjutkan ff”mu eonni kekeke~

  6. ff’y bagus eon. bener” so sweet. ngakak pas kyu cemburu, apalagi pas nahan hasrat. ha ha.. yul yg sabar ya ma kyu.. alkhamdulillah happy ending.. eon buat ff kyuri lagi ya🙂 ..

  7. keren chingu🙂
    iia menurut aq d sini kyu so sweet bnget lah pokoknya🙂
    yul jg dh berani popo kyu duluan..heheh
    pokoknya ff ini tuh keren dan kece tingkat dewa..heheh
    daebak lah..🙂

  8. Seru banget nih ff nya,,
    Kyuhyun bener bener kecanduan ya S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ yuri..setiap saat mesti aja tau kabar soal yuri bahkan ketemu yuri klo sempet..
    Pertemuan pertamanya saat di SM saling ga tau stu S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ lain,,
    Kyu cinta pandangan pertama nih S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ yuri si cewe misterius itu,,Hαª☺Hαª☺Hαª☺◦°˚☺
    Naahh dari awal sebernya yuri juga punya perasaan ya S̤̥̈̊ǎ̜̣̍М̣̣̥̇̊ɑ̤̥̈̊ kyu,, soalnya dia koq selalu nyempetin dirinya buat jenguk kyu selama kyu dirawat itu..
    Bener yaa kata umma kyu,, klo kyuri itu emang berjodoh..tuh kan akhirnya sampe nikah juga mereka..
    Yuri punya rencana ªƿƏ sih,, keburu gagal rencananya karena oppanya sendiri punya rencana lain buat kyuri..
    Pokonya sulit ditebak nih ceritanya..ga monoton,, meskipun agak sedikit bingung juga tadi..hahahaha
    Btw seruuuuuu banget deh..

  9. Saengilchukae hamnida buat kyuhyubn opaa

    keren banget ffmu yura eoni,kyuhyun romantis bnget :):)

    pas bgt lagi baca bagian yg kt kyuhyun bilang yuri itu bella swankuuu lagu yg aku puter kebetulan athausand years

    I LOVE KYURI

  10. Annyeong ^^ ini teh aku yg prtama koment ?? #demi apa
    Hai eonn… Sbenernya aku bkn new reader,aku jd reader udh lma d ff ini tp aku blum prnah koment #dipelototit+ksih golok
    Mianhae . . . Abis hp aku ny gx bsa trus. Tp skrang aku usahain bwat koment trus. Eonn smw ff mu bgus bget kasìh 100 jempol dëh. Ini ff ny kyak yg nyata,brharap d khidupan nyata jg bgitu.
    Mantah? Klw mnurutku mantan tuh seseorang yg prnah singgah d hati kita. Mian eòn kpanjangan koment nya

  11. anyeong eonn, aku balik lagi. aku dah telat baca nya , tapi ngga papa yang penting masih bisa baca. eonn dah lama nga ngepost ff , padahal aku dah kengen sama ff mu. kyurinya so sweet banget dah setuju sama eonni , kalau mantan menurut ku itu masa lalu yang ngga banget deh, jadi lupain aja. buat eonni semangat terus buat ff sama lebih sering ngepost ya, FIGHTING!!!!!!!

  12. first kah ? huahahhahahahah
    aduh geli dh sya kyu ngmong sayang gtu . ky gg evil bgt gtu . hahaha
    itu flashbackny yuri kliatn jd ce pemalu nd trtutup gtu si . gg periang . hahaha mn agg serem ad adegan ngilang2
    aw sehunnn nongol ni ye ..
    tuh nc ny ud bgus bgt aplgi klo dtmbh pnjg . hahhaa
    suka am kt2 kyu wktu sehun dkt2 yuri . berasa ngfly gtu ..
    jd bngung mau comment ap . pkokny ok dh ni ff kmu🙂

    mantan is second is bekas ???? hahahha ini mah sinonim bkn artiny .
    hadeuh bngung sy , gg pny mantan si . wkwkwkkwkw

    ngmong2 kog hiatusny lma bner si . kmn aje mbak ?? hehe
    sibuk kul ap ud krja ni ?

    keep fighting ne !!

  13. Crita’y daebakk eon!bru kli ini ada ff eonni yg ga’ bkin aq nangis karena crita’y membahagiakan^_^ok eonn!hwaithing

  14. wahhh ff nya manis bangett,.. suka suka suka^^ lbih banyak kebersamaan KyuRi nya dripada konfliknya krna ff ini mungkin d dedikasi buat kisah cinta KyuRi hehehe/berharap kisahnya real kyak ff ini/*amin…
    Ff nya bgus feelnya ngena tp typo msih bertebaran dan mungkin yg pertama tuh bukan mbc gayo daejun tp GDA soalnya kalo gayo yg hadir 8 member…
    D tunggu ff lainnya,hwaiting!!!

  15. Wahh~ stlh lama mengasingkan diri smbil mlkukn persemedian *ehh?* Akhir’x kmu muncul ky’ genie & nyodorin ff panjang x lebar yg sngat menyenangkan utk dibaca .
    Bingung mau komen apa , crta’x cakep banget . KyuRi always jjang! Kwon Yura jjang! Hha~
    Ff campur-aduk banget . Manis , romantis , smpe lucu’x tuhh dapet🙂 apalagi crta’x panjang gini .. Makin betah dehh baca’x .

    Ditunggu yaa krya”mu Ϋά̲̣̥ηġ lain . Ttap smangat , makin bersinar , & hwaiting !!

  16. Sama eon aku juga sukaaa sama fanfic ini untung NCnya ga banyak aku jadi masih polosh dehh/?😄
    Lanjutin buat fanfic kyuri yang seru lagi ya eon !! dan oh iya eonni minta pendapat arti mantan menurut aku/? /apah-_-
    MANTAN ITU someone yang udah pernah ngasih kebahagian untuk kita, tapi someone itu juga udah pernah ngasih rasa perih parah dan nyesek😥 kalo ada yang bilang MANTAN ITU BARANG BEKAS YANG PATUN DI BUANG?!
    ITU SALAH BESAR MENURUT AKU!!
    Helloww lu kira itu mantan BARANG? dia itu jga manusia dan udah pernah ngasih kebahagian buat lu, kenapa lu mesti nginget kejelekannya doang apa lu emang segitu egoisnya makannya mantan lu itu ninggalin lu #uppssah/?
    aku salah yaa?? wkwk ga tau itu kata-kata darimana/? yang penting menurut aku emang gitu sih -_-
    Okeh berhenti nginget mantan😄 aku sukaa banget sama fanfic kyuri buatan eonni.. sering sering post fanfic dong eonn #plakk
    okeh yang terpenting FIGHTING FOR EONNI!! aku mau lanjut baca fanfic yang belom kebaca muehehe😄

  17. Haha aku lucu pas omma kyu yg d rmh sakit itu sempat2nya anaknya kyk gtu dia menjodohin anaknya ma yuri.
    Seandainya klu benaran yg pas kyuhyun kecelakaan itu yg dia lg koma yuri selalu ada di sampingnya aku pasti uda jingkrak2 tuh saking senangnya

  18. annyeong readers baru! bangapta! critanya keren dibikin squel dong waktu Eomma Kyu tau Yuri itu yeojachingunya Kyu, trus pas kehidupan mereka setelah married

  19. kyaaa romantis banget ini, hahahahab aku kira ada konflik yang buat hubungan mereka ancur heewwhwee, huft tapi sebel sekarang kyuhyun ama yul kok makin berisi xD good job untuk ff nya suka banget.

  20. Bener kyuhyun disini bkin nbamba bgt.
    Yuri juga ..p0k0knyd kl0plah.
    Ada yg ga q suka kenapa seo harus d pasangin ma y0ng wha?
    well..ok lah q trima😀
    jngan marah ya ma yg satu ini

  21. anyeong oenni..
    mian aku bru komen..abz’a aku bru nemu ff ini..aku ska bgt sm ff ini..aku suka sm sikap kyuhyun yg posesif dan cemburuan gtu..bikin gemes sndri..hehe
    satu lg ff ini bner2 beda sm ff lain’a..cerita’a menarik dan puass bgt bca’a..hehe

  22. uwahhh… annyeong eon ffnya bagus. suka banget sama karakter Yuri disini. feelnya juga dapet banget. keep writing and fighting eon^^

  23. Annyeong eon, ffnya daebak. Hahaha kyu embul disini ahh hahah gataulah ngakak juga kalo liat kelakuan evil ini. Keren eon. Feelnya dapet banget. Semangat^^

  24. Annyeong eon ff nya keren banget. Hahaha kyu embul disini karakternya buat merinding eon. Ah pokonya semangat buat eoni. Aku termasuk reader baru disini eon. Keep writing and fighting!

  25. Annyeong eon new reader imnida. Ffnya bagus, Kyuhyun disini pervert banget wakks, tapi ini sweet banget eon. Semangat!

  26. Ping-balik: Regita Hafnie

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s