You Leave Me Like By A Bullet


 

You Leave Me By A Bullet - (600 x 600)

You Leave Me Like By A Bullet

Main Cast : Kwon Yuri

Cho KyuHyun

Support Cast : Almost all of SNSD’s members and Victoria Song

Genre : Angst and comfort

Pg: 17+

Art : Kwon Yura

Disclamer : They belong to God. All of (this) story is Belongs to Me, so please respect ya.

Do not try to plagiat / copy-paste / take out , please. I don’t ever permit you.

Be creative, no need to copy-paste. Just show it to the world who you’re.

Thank you and happy reading all🙂

Listening to : Spica – Painkiller

All rights reserved to © Kwon Yura, 2014.

There is never be happy ending…”—Kwon Yura

Mata laki-laki itu hanya terkunci dan menatap sendu sebuah kapal pesiar ternama di dunia. Tatapannya kosong, begitu juga dengan hati dan pikirannya. Perlahan-lahan kapal itu semakin menjauh dan ia hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun, mati. Seluruh alat indra maupun sistem sarafnya sedang tidak berfungsi dengan baik saat ini. Air matanya bahkan tertahan dipelupuk mata dan dengan enggan untuk turun.

Terlambat. Semuanya telah terlambat baginya. Kesempatanpun tak akan mau datang lagi padanya. Secarik kertas yang berada ditangan kanannya ia remas perlahan-lahan hingga tidak berbentuk.

Salah. Ini semua salahnya, membiarkan seseorang yang berarti dalam hidupnya kini tidak lagi berada dalam genggamannya. Bahkan jika diberikan waktu walau hanya satu menit saja, ia yakin gadis itu sangat enggan untuk bersamanya.

Sia-sia. Apapun yang akan dilakukannya kali ini sia-sia saja, bahkan jika ia berbuat dengan benarpun akan terlihat percuma. Ia tidak butuh apapun, saat ini yang ia butuhkan adalah gadis itu berada disisinya, lagi.

Tapi sepertinya… itu semua hanya keinginannya belaka dan tidak akan pernah terwujud sampai kapanpun.

—o0o—

 

“Oppa…” panggil seseorang dengan nada sedikit merujuk dan manja sembari mendekati Kyuhyun yang tengah sibuk. Gadis itu duduk dikursi meja kerja dihadapan Kyuhyun dengan wajah memohon. “Ini sudah tiga bulan, kau benar-benar tidak ingin merayakannya?” lanjutnya dengan kedua pipi sedikit mengembung.

“Aku sibuk Yuri, tidakkah kau melihatnya?” sahut Kyuhyun acuh sembari tetap fokus dengan kertas-kertas dihadapannya.

“Aku tahu, tapi…” potong gadis itu, memberi jeda pada ucapannya dan melihat Kyuhyun dengan memohon.

“Lain kali saja, sekarang bisakah kau meninggalkan ruanganku?” sela Kyuhyun tanpa melihat kearah Yuri sedikitpun, sedikit mengusir.

“A-apa?” tanya Yuri tidak percaya.

“Keluarlah, aku sedang sibuk sekarang. Aku sedang tidak ingin diganggu, kau mengertikan?” ulangnya dengan tegas juga acuh.

“Oppa, aku tidak mengerti ada apa sebenarnya denganmu akhir-akhir ini. Kau terlalu banyak berubah semenjak annivesary pertama. Apa kau mulai jenuh padaku?” tanya Yuri dengan pilu sembari menatap Kyuhyun dengan lekat.

“Ania, tidak seperti itu. Sudahlah, daripada kau berlama-lama disini, lebih baik kau pulang dan istirahat.” Balas Kyuhyun, masih sibuk dengan berkasnya.

Yuri hanya menggeleng pelan dan menatap kekasihnya dengan tidak percaya. Ia lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan laki-laki itu dengan langkah kaki lebar juga panjang. Sepeninggal Yuri, Kyuhyun hanya menatap pintu ruangannya sekilas lalu kembali menyibukkan dirinya sembari mengendikkan kedua bahunya seolah-olah ia tidak peduli pada gadis itu.

***

 

Pukul 20.00 KST. Kyuhyun baru keluar dari ruang kerjanya dan mendapati kantor miliknya itu telah gelap juga tak berpenghuni. Kyuhyun mempercepat langkahnya menuju parkiran dan segera mengistirahatkan tubuhnya setelah hampir seharian ini bekerja keras. Ia baru saja mengaktifkan kembali ponselnya dan sudah mendapati 20 pesan masuk maupun 5 panggilan gagal.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan melihat semua daftar pesan maupun panggilan dari kekasihnya itu. Entah sejak kapan kekasihnya itu menjadi sangat cerewet dan posesif terhadap dirinya. Mungkin itu merupakan salah satu alasan mengapa ia bersikap seperti saat ini? Kyuhyun kembali memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan mulai menyalakan mesin mobil lalu melajukannya pergi meninggalkan kantor.

Kyuhyun tiba dirumahnya setelah hampir setengah jam ia mengendarai mobil. Ia segera membersihkan tubuhnya lalu menyiapkan makan malam untuknya sendiri. Ponselnya kembali menyala dan sebuah tanda panggilan masuk terlihat dilayar, Kyuhyun hanya menatapnya sekilas lalu kembali memfokuskan dirinya pada mie instan yang ia masak.

1 panggilan tak terjawab

***

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun ditelepon saat seorang temannya tengah menghubunginya dipagi hari.

“Bagaimana jika kita berkumpul kembali? Sudah lama sekali sejak beberapa tahun lalu kita tidak berjumpa.” Ajak seorang temannya ditelepon.

“Hm, semenjak graduation sekolah dulu. Boleh saja, kapan?” sahut Kyuhyun.

“Bagaimana jika minggu depan?” sahut temannya itu.

“Baiklah, kau atur saja jadwalnya nanti kau beritahu aku dan yang lain.”

“Baiklah, baiklah, tapi aku harap kalian tidak protes atau tidak datang nantinya.” Peringat temannya itu.

“Selama kau mengaturnya tidak bertabrak dengan jadwalku, aku rasa tidak masalah.” Selanjutnya merekapun terlibat dalam percakapan cukup panjang itu.

Seorang gadis tengah berdiri menunggu seseorang didepan rumah sembari meniup-niupkan kedua tangannya dengan bibir. Udara musim dingin di kota Seoul sangatlah menusuk kulit hingga daging. Sebenarnya gadis itu bisa saja masuk ke dalam rumah itu, tetapi tidak ia lakukan karena ini masih jam 6 pagi dan haripun masih gelap. Ia hanya bisa menunggu seseorang yang ditunggunya keluar dan ingin menemuinya dengan sabar.

Gadis itu melihat jam ditangannya dan dengan senyum manis tersungging diwajahnya. “Tiga puluh menit lagi, bersabarlah menunggu Yuri-ya.” Gumamnya sembari memberi semangat pada diri sendiri dan mempererat genggamannya pada goodie bag kecil ditangan. Ia ingin memberikan kejutan kecil dihari istimewa mereka. Dan benar, tepat 30 menit kemudian seorang laki-laki keluar dari rumahnya  lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir dihalaman. Yuri dengan senyum cerah diwajahnya melihat sosok laki-laki itu. “Oppa!” panggilnya ceria. Laki-laki itu menoleh dan mendapati gadisnya tengah berdiri diluar pagar rumahnya dengan senyum mengembang diwajahnya.

Bukannya berjalan menghampiri kekasihnya, justru laki-laki itu melanjutkan langkahnya menuju mobilnya. Seolah-olah gadis itu hanyalah angin lalu baginya dan bukan sesuatu yang penting dalam hidupnya. “Oppa!” panggil gadis itu lagi sedikit menaikkan nada suaranya dengan pilu.

Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya lalu membuka pintu pagar rumah dengan tombol otomatis. “Oppa?” panggil gadis itu pelan saat mobil Kyuhyun berjalan begitu saja dihadapannya. Ia menghela napas panjang dan dalam. Kepalanya mulai terasa pening dan kedua matanya terasa panas.

***

 

Satu minggu berlalu begitu saja sejak kejadian itu, hari-hari Kyuhyun mulai terasa tenang dan damai tanpa ada seseorang yang mengganggunya sedikitpun. Walau terkadang tetap selalu ada 5 pesan dan 3 panggilan tak terjawab, itu tidak terlalu mengganggunya karena jarak waktunya cukup panjang. Kyuhyun melangkahkan kedua kakinya dengan ringan saat memasuki sebuah kafe. Hari ini ia akan berkumpul dengan teman-temannya sewaktu high school dulu.

“Yaa, Kyuhyun-ah!” panggil seseorang yang membuatnya menoleh ke sumber suara dan mendapati teman-temannya telah menunggunya. Ia segera berjalan menghampiri mereka dengan senyum mengembang diwajahnya. Kedua matanya menangkap seseorang yang tak asing baginya. Hatinya berdebar-debar saat ia mengenali gadis itu. Gadis itu adalah cinta pertamanya.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Ucapnya begitu ia duduk berhadapan dengan gadis itu.

“Hm, sudah lama sekali. Bagaimana kabarmu sekarang? Apa kau sudah memiliki kekasih lagi?” godanya sembari tertawa pelan. Tawa yang dirindukan laki-laki itu.

“Tidak terlalu baik semenjak kau pergi ke Cina dan tidak mengabariku sama sekali.” Sahut Kyuhyun sedikit menyindir.

“Eish, Tuan Cho. Dasar kau ini, tidak pernah berubah merayu perempuan lainnya. Ingat, kau sudah memiliki kekasih bukan saat ini?” Balasnya pura-pura kesal sembari menatap Kyuhyun.

“Aku tidak pandai merayu siapapun, Victoria Song. Kau tahu itu, kan?” balas Kyuhyun santai.

“Hm, baiklah, tetapi kekasihmu banyak.”sahut gadis itu sembari mengendikkan kedua bahunya.

“Kali ini,” potong Kyuhyun sembari menatap Victoria lekat. “aku tidak memiliki kekasih. Jadi, maukah kau menjadi kekasihku, nona Song?” lanjut Kyuhyun sembari mencondongkan tubuhnya ke depan dan menatap Victoria lekat.

Gadis itu terdiam selama beberapa saat sembari menatap Kyuhyun. “Kau sedang bercanda ya? Hah, lucu sekali.”

“Tidak, aku serius. Maukah kau menjadi kekasihku, nona Song?” ulang Kyuhyun sekali lagi dan gadis itupun mengangguk kepalanya pelan. Victoria terlihat berpikir sejenak sembari menatap Kyuhyun lekat.

“Tidak terlalu buruk untuk menjadi kekasihmu.” Sahutnya cuek. Dan sebuah senyum mengembang diwajah Kyuhyun.

***

 

“Yuri!” panggil temannya itu sembari menahan lengan Yuri dengan tangannya dan menunjuk kearah suatu tempat ketika mereka melewati jalanan disebrang. Yuri menoleh melihat temannya itu. “Bukankah itu Kyuhyun oppa kekasihmu?” tambahnya sembari menunjuk kearah sebuah kafe disebrang sana yang tak jauh darinya.

Yuri mengikuti arah jari telunjuk Tiffany dan mendapati seorang laki-laki tengah bersama teman-temannya, terlebih ia terlihat begitu akrab dan mesra sekali dengan seorang perempuan. “Apa yang dilakukannya disana?” gumam Yuri pelan.

“Kau tidak tau?” sahut Tiffany dan Yuri menggeleng lemah.

“Dia tidak memberitahuku sama sekali. Akhir-akhir ini kami jarang berkomunikasi karena ia terlalu sibuk.” Jawab Yuri sembari menundukkan wajahnya.

Mwo? Mana ada kekasih semacam itu? Sesibuk apapun seseorang, jika ia benar-benar mencintaimu maka ia akan memberi waktunya untukmu.” Tutur Tiffany lembut.

Yuri mengangkat wajahnya dan menatap Tiffany sembari menyunggingkan senyuman. “Aku tahu, dan aku percaya padanya.” Sahut Yuri. “Ayo, kita pulang saja sekarang! Sudah cukupkan belanjanya?” ajak Yuri pura-pura ceria. Tiffany mengangguk lalu merekapun pergi meninggalkan tempat itu.

Sebenarnya, aku ini kekasihmu atau bukan? Batin Yuri pilu.

***

 

1 bulan lebih berlalu begitu saja, Yuri juga sudah tidak mengabari Kyuhyun lagi semenjak sebulan yang lalu. Terakhir ia menghubungi Kyuhyun saat anniv mereka yang ke-4. Ada rasa kehilangan dihatinya namun ada rasa jenuh juga. Tapi disinilah ia, di depan rumah gadis itu. Pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis dengan berpakaian rapih berdiri dihadapannya. Kyuhyun memaksakan sebuah senyuman diwajahnya. “Hai.” Sapanya, gadis itu sedikit menyingkir dan mempersilahkan Kyuhyun masuk ke dalam rumahnya.

Yuri segera mencari ponselnya dan segera menghubungi seseorang. “Yoongie, maaf sepertinya aku sedikit telat nanti.” Sesalnya begitu sambungan terhubung dan terdengar sebuah suara disebrang sana.

“Ada apa? Tapi, baiklah. Cepatlah datang!” serunya dan mereka sedikit terlibat perbincangan kecil sebelum sambungan terputus. Yuri menutup pintu dan sekilas melihat Kyuhyun tengah memperhatikan sekelilingnya. Ia berjalan begitu saja menuju dapurnya dan menyiapkan makanan dan minuman untuk disuguhkan.

“Kenapa akhir-akhir ini kau tidak lagi menghubungiku?” tanya Kyuhyun dibalik punggung Yuri dengan lembut. Sebuah tangan melingkari perut Yuri namun gadis itu segera menghindar. Kyuhyun terdiam selama beberapa saat melihat sikap Yuri yang seperti itu.

“Jika tidak ada hal penting yang ingin kau bicarakan, kau bisa pergi sekarang.” Ucap Yuri dingin sembari menuangkan air mineral ke dalam gelas tanpa menoleh sedikitpun ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar perkataan gadisnya itu. Ia mencoba mendekati gadisnya lagi dan ingin memeluknya tetapi gadis itu berjalan mundur. “Kau masih ingin berlama-lama disini?” tanya Yuri dingin sembari menatap Kyuhyun tajam.

“Apa kau ingin pergi?” sahut Kyuhyun.

“Apakah itu penting?” balas Yuri.

“Bagaimana jika pergi bersamaku?” tawar Kyuhyun dengan senyum mengembang diwajahnya.

“Aku tidak ada niatan sama sekali denganmu.”  Jawab Yuri ketus sembari menatap Kyuhyun tajam lalu pergi meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

Kyuhyun terdiam. Ia tidak menyangka gadisnya itu bisa bersikap sedingin ini padanya.

***

 

Seorang gadis duduk terdiam menatap kosong gelas minuman yang ia pesan dua puluh menit yang lalu, sedangkan para sahabatnya itu masih tengah sibuk dengan cerita-cerita mereka selama beberapa bulan tak berjumpa. Ia sendiri yang hanya duduk diam dan melamunkan kejadian sebelumnya.

“Yaa, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau begitu berubah dengan cepat?” keluh seseorang padanya. Ia hanya menatap dingin dan acuh pada laki-laki dihadapannya.

“Sudah selesai? Bisakah aku pergi sekarang?” sahutnya malas lalu berjalan begitu saja disisi laki-laki itu. Sebuah tangan menahannya, menggenggamnya dengan erat, dan menariknya pelan. Yuri berhenti melangkah tanpa membalikkan tubuh atau menolehkan wajahnya sedikitpun.

“Apa kau marah padaku karena akhir-akhir ini aku tak punya waktu untukmu?” kesalnya. Yuri hanya tersenyum getir mendengar perkataan laki-laki itu. “Yaa, Kwon Yuri, jangan bersikap seperti anak kecil. Kau pikir, berapa umurmu sekarang, huh?”

Oh, Ya Tuhan… kenapa lelaki ini begitu tidak peka?

Yuri menepis tangan Kyuhyun dan melepaskan dirinya dari laki-laki itu. Yuri lalu melangkahkan kedua kakinya kembali, meninggalkan Kyuhyun dibelakangnya. “Terkadang, ada baiknya kau berpikir tentang sikapmu pada orang lain terlebih dahulu, Cho Kyuhyun.” Sahutnya dingin.

“Kwon Yuri!” panggil Kyuhyun sedikit menaikkan nada suaranya, tetapi Yuri mengabaikan panggilan itu, mengambil tasnya yang sempat ia taruh disofa ruang tamu dan menutup pintu rumahnya. Kyuhyun menghela napas kasar dan melangkahkan kedua kakinya dengan lebar. Ia membuka pintu rumah gadis itu dan mendapati Yuri masih berdiri mematung memunggunginya. Seulas senyum tersungging diwajahnya. Ia lalu memeluknya dari belakang dan menghirup dengan leluasanya bau harum shampoo yang gadis itu kenakan untuk mengisi seluruh rongga paru-parunya. Yuri sedikit mengelak dan berusaha melepaskan dirinya dari dekapan pria itu. “Sebentar saja.” Pintanya lembut tepat ditelinga Yuri, dan gadis itu sedikit melunak untuk melakukan perlawanan. “Kau sedikit bertambah gendut sekarang. Kau makan dengan baik ternyata.” Ucap Kyuhyun sembari tertawa pelan. “Walau beratmu sedikit bertambah sekarang, tetapi tidak terlalu buruk dengan Victoria.” Lanjutnya diiringi senyuman diwajahnya.

Yuri dengan sigap melepaskan dirinya dari dekapan Kyuhyun. Ia lalu berjalan ke belakang menuju pintu rumahnya, menguncinya, lalu memasukkan kunci itu ke dalam tasnya. “Kalau begitu, pacaran saja dengannya.” Balas Yuri ketus sembari berjalan begitu saja.

“Sudah!” sahut Kyuhyun dengan senyum cerah diwajahnya. Dan Yuri hanya berpura-pura mengabaikan laki-laki itu.

Jahat, benar-benar jahat.

 

“Yuri-ya, ada apa denganmu?” tanya YoonA khawatir sembari menyentuh lengan Yuri lembut.

Yuri menoleh dan mendapati para sahabatnya tengah menatapnya khawatir. Ia hanya bisa memaksakan sebuah senyum diwajahnya. “Apa Kyuhyun oppa bersikap acuh lagi padamu?” tebak Fany.

“Anio…” sangkal Yuri pelan, walau kenyataannya benar begitu adanya.

“Lalu?” tanya Jessica penasaran.

“Aku hanya memikirkan…” jeda Yuri sembari berpikir. “Bagaimana menyelesaikan pekerjaanku yang mulai menumpuk?” lanjutnya berbohong.

“Aishh, kau ini.” Balas Taeyeon pura-pura kesal. Dan merekapun tertawa, termasuk Yuri. Tawa yang dipaksakan diwajahnya.

***

 

1 Pesan Masuk. Kyuhyun hanya menyentuh layarnya dengan tidak begitu bersemangat.

 

From : Victoria

Oppa, bagaimana jika besok kita pergi berkencan sekaligus merayakan hari jadi ke-1 bulan?

 

Seulas senyum tersungging diwajahnya. Ia sedikit memain-mainkan jarinya sebelum mengetik pesan tersebut.

 

Baiklah. Besok aku akan menjemputmu, bagaimana?

To : Victoria

***

 

Kyuhyun terus menyembunyikan fakta itu dari Yuri maupun Victoria selama satu tahun lebih mereka menjalin hubungan. Hubungannya dengan Yuri semakin memburuk setiap saatnya, sedangkan dengan Victoria semakin membaik juga lancar. Seperti saat ini, Kyuhyun tengah bersama dengan Yuri dalam acara pesta yang diadakan temannya dan ia sengaja mengajak gadis itu untuk memperbaiki hubungan mereka yang semakin merenggang juga memiliki maksud tertentu. Tidak mungkinkan ia datang bersama Victoria sedangkan rekan kerjanya tau bahwa kekasihnya adalah Yuri?

Yuri mengenakan gaun putih panjang hingga menutupi kedua kakinya dengan hiasan bertaburan berlian imitasi dibagian bahunya, sedangkan Kyuhyun sendiri mengenakan setelan lengkap tuxedo. Semua mata memandang kearah mereka dengan kagum dan sedikit iri, kecuali raut wajah gadis itu.

“Tidak bisakah kau menyunggingkan senyummu walau terpaksa?” tanya Kyuhyun pelan saat mereka melewati karpet merah menuju pelaminan. Mereka saat ini tengah menghadiri acara pernikahan teman kerja Kyuhyun. Yuri melirik Kyuhyun sekilas dengan kesal.

Oh, mengapa ada pria semacamnya di dunia ini? Keluh Yuri dalam hati.

“Yuri, tersenyumlah!” titah Kyuhyun pelan ditelinga gadis itu dengan kesal. Orang-orang yang melihat mereka sedang seperti itu pasti mengira Kyuhyun tengah menggoda Yuri dengan sesuatu hingga gadis itu tersenyum. Cantik, sangat cantik hingga membuat mereka semua iri. Setelah bertemu dengan sang pengantin dan sempat berfoto bersama, Kyuhyun akhirnya mengajak Yuri untuk menyantap hidangan makanan. Ia meninggalkan Yuri sendirian ditengah kerumunan para tamu sedangkan Kyuhyun mengambil makanan untuk mereka.

Ketika Kyuhyun kembali, ia tidak terlalu menyukai pemandangan dihadapannya. Gadis itu dikelilingi oleh para pria, gadis itu tertawa lepas, dan gadis itu menikmati waktunya tanpa beban saat dirinya tidak ada. Ia mempercepat langkahnya dan sedikit berdeham saat kerumunan itu tidak memberikannya jalan untuk mendekati Yuri. Tawa Yuri terhenti dan iapun menoleh menatap Kyuhyun yang membawakan sepiring berisikan bermacam-macam kue. “Sepertinya kalian terlihat senang sekali?” tanya Kyuhyun dengan tajam tetapi menyunggingkan sebuah senyum palsu diwajahnya, sembari merangkul pinggang Yuri dan mendekatkannya ke tubuhnya.

“Apa kau kekasihnya?” tanya seseorang dari mereka sembari menatap Kyuhyun ramah.

“Tentu, kenapa?” tanya Kyuhyun.

“Kenalkan, aku Lee JongSuk.” Sapanya ramah sembari mengulurkan tangannya walau dengan enggan Kyuhyun membalas jabatan tangan itu. Satu per satu dari merekapun akhirnya memperkenalkan dirinya pada Kyuhyun bahwa mereka teman Yuri saat berkuliah dulu.

***

 

Entah apa yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini, laki-laki itu menahan tengkuk Yuri dan melumat habis bibir gadis itu tanpa ampun ketika mereka pulang dari acara pesta itu. Yuripun sedikit melawan dan memukul dada Kyuhyun pelan saat laki-laki itu memperlakukannya dengan kasar.

“Apa kau gila, huh?” maki Yuri kesal sembari mengelap bibirnya dengan punggung tangan begitu Kyuhyun melepaskan ciuman mereka.

“Lain kali, jangan terlalu dekat dengan pria manapun. Mengerti?” balasnya tegas dan dingin sembari memperingati Yuri. Yuri hanya melirik sekilas Kyuhyun dan mengabaikan ucapannya.

“Apa masalahmu?” ketus Yuri.

“Yaa, Kwon Yuri!” sahut Kyuhyun kesal sedangkan Yuri hanya membalasnya dengan mengendikkan kedua bahunya acuh dan masuk ke dalam rumahnya. Kyuhyun menghela napas kasar dan mengacak-acak rambutnya dengan sedikit frustasi.

Entah mengapa hanya dengan gadis itu pikiran dan hatinya tidak sejalan.

***

 

Kyuhyun tersenyum saat seorang gadis tengah berbicara terus padanya dan bergelayut manja dilengannya. Entah mengapa ia merindukan saat-saat seperti ini bersama seseorang. “Oppa?” panggilnya, membuyarkan lamunan Kyuhyun. Kyuhyun menoleh dan baru menyadari satu hal. Senyuman diwajahnya seketika menghilang digantikan dengan tatapan bingung. “Apa kau baik-baik saja?” tanyanya.

Kyuhyun mengangguk lemah. “Aku baik-baik saja, Victoria.”

“Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu, apa yang kau pikirkan?” tanyanya khawatir.

“Hm, bagaimana bisa aku memikir hal lainnya jika kau ada disampingku?” bohong Kyuhyun sembari memaksakan sebuah senyuman.

“Eishh, kau ini.” Ucap Victoria sembari memukul pelan lengan Kyuhyun.

***

 

Sepulang Kyuhyun dari kencannya dengan Victoria, ia segera pergi menuju rumah Yuri karena gadis itu tak kunjung juga mengangkat panggilan darinya. Entah mengapa ia merasa rindu dengan gadisnya yang satu itu. Kyuhyun turun dari mobilnya dan segera berlari menuju rumah Yuri. Ia menekan bel pintu beberapa kali dan menunggu seseorang membukakan pintu untuknya.

Pintu terbuka dan menampakkan seorang gadis yang ia rindukan tengah berdiri dihadapannya. Senyum mengembang diwajah Kyuhyun saat melihat gadis itu lalu ia segera memeluk erat kekasihnya. “Aku merindukanmu, Yuri-ya.” Bisiknya lembut dan Yuri mencoba menjauhkan dirinya dari dekapan Kyuhyun.

“Sudah selesai dramanya?” balas Yuri dingin sembari melirik Kyuhyun sekilas. Kyuhyun terdiam, melepaskan pelukannya, dan menatap kekasihnya itu dengan kening mengernyit.

“Yaa, ada apa denganmu? Kekasihmu ini merindukanmu dan inikah balasanmu?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Apakah itu penting untuk saat ini?” balas Yuri dingin.

“Kwon Yuri!” panggilnya kesal.

“Jika sudah tidak ada keperluan, bisakah kau pergi sekarang? Aku sibuk.” Sela Yuri lalu berjalan mundur dan menutup pintu rumahnya.

Kyuhyun terdiam. Entah mengapa rahangnya mengeras dan napasnya sedikit tercekat. Yuri berubah dratis saat ini.

***

 

Ini sudah hampir dua bulan Kyuhyun membujuk kekasihnya itu agar ingin berkencan dengannya. Gadis itu benar-benar keras kepala dan angkuh terhadap pendiriannya, harus memiliki kesabaran ekstra untuk menghadapi sifatnya yang satu itu. Dan Kyuhyun-pun berhasil, karena disinilah mereka, disebuah taman kali pertama mereka berkencan dulu.

Gadis itu hanya diam sembari memakan es krim vanila miliknya tanpa menggubris sama sekali ucapan Kyuhyun padanya. Gadis itu benar-benar seperti boneka hidup tanpa bisa berbicara sedikitpun. Kyuhyun mempererat genggaman tangannya, sedangkan gadis itu membiarkan laki-laki itu melakukan sesukannya tanpa membalasnya sama sekali.

“Yaa, sebenarnya ada apa denganmu?” keluh Kyuhyun sembari berdiri dihadapan Yuri dan menatap intens kekasihnya itu. Yuri hanya mengalihkan perhatiannya pada taman bermain di dekatnya sembari menikmati es krim kesukaannya. “Yaa, Cho Yuri?” panggil Kyuhyun lembut dengan kesabaran lebih. Yuri diam, tidak menggubris panggilan Kyuhyun sama sekali. “Bagaimana caranya agar kau ingin berbicara denganku?” lirih Kyuhyun.

“Sudah selesai dramanya? Bisakah kita pulang sekarang?” sahut Yuri dingin sembari menatap tajam ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menghela napas berat dan panjang. Ia benar-benar berharap gadis itu segera memutuskan hubungan mereka. “Baiklah, jika itu maumu.”

***

 

2 Minggu berlalu begitu saja tanpa ada kabar apapun dari Kyuhyun, ia juga tidak ingin mengabari laki-laki itu lebih dulu. Yuri menghela napas panjang dan berat saat ia berjalan melewati rumah lelaki itu. Entahlah mengapa harus melewati jalan ini sebelum menuju rumahnya, tetapi jujur saja ia sedikit merasa rindu pada laki-laki itu. Tapi juga, ia telah mengetahui satu fakta yang disembunyikan laki-laki itu darinya. Hatinya selalu tau dan benar. Langkah kakinya terhenti, kedua matanya membulat, dan napasnya tercekat. Dihadapannya kini, seorang laki-laki tengah berciuman dengan wanita lain begitu mesra dan lembut. Yuri tersenyum getir dan sedikit tertawa pelan menertawai kebodohannya.

Ternyata, hatinya itu memang selalu benar dan ia tidak perlu merasa bersalah karena telah bersikap dingin terhadap laki-laki itu.

Yuri menatap mereka dengan begitu tajam dan dingin tanpa ingin merusak suasana romantis diantara sepasang kekasih itu. Beberapa menit kemudian mereka mengakhiri ciuman mereka lalu gadis itu masuk ke dalam sebuah mobil hitam sembari melambaikan tangan pada Kyuhyun dan mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang.

Yuri melanjutkan langkahnya dan berhenti tepat disamping Kyuhyun dengan kedua tangan terlipat di depan dada tanpa laki-laki itu menyadarinya. Kyuhyun menoleh dan terkejut mendapati Yuri berdiri disampingnya dengan tatapan membunuhnya. “Yuri?” panggilnya canggung. Gadis itu lalu berjalan begitu saja dari Kyuhyun, dan laki-laki itu menghela napas sebelum mengikuti Yuri kemana ia akan membawa dirinya pergi. Mereka berhenti di depan sebuah kafe yang tak jauh dari rumah Kyuhyun.

Sudah beberapa menit berlalu begitu saja tanpa ada percakapan yang terjadi diantara mereka hingga minuman mereka sebentar lagi habispun, keduanya masih enggan. Yuri memain-mainkan sedotan minumannya sembari menunggu Kyuhyun untuk memulai walau rasanya mustahil.

“Kau baru pulang bekerja?” tanya Kyuhyun canggung, membuka percakapan diantara mereka. Yuri menumpukan dagunya pada tangan sembari memainkan sedotannya kembali, ia tidak ingin menjawab pertanyaan yang tidak penting untuk saat ini. “Ke-napa kau bisa lewat di depan rumahku?” tanya Kyuhyun lagi dengan canggung. Entahlah, rasanya lidahnya itu terlalu kelu untuk masuk dalam point utama saat ini. Juga, hatinya belum siap untuk melepaskan sesuatu yang berharga. “A-apa kau merindukanku?” godanya sembari mencoba mencairkan suasana malam ini dengan senyum kaku diwajahnya.

“Sudah berapa lama kau berpacaran dengannya?” tanya Yuri acuh sembari menatap dan memainkan minumannya.

“Hm? Hampir satu tahun lebih…” jawab Kyuhyun pelan sembari menyenderkan punggungnya pada senderan kursi kafe.

Angin malam kota Seoul tidak terlalu dingin justru sedikit hangat dan menenangkan suasana malam itu. Angin sepoi-sepoi menari-narikan rambut Yuri pelan hingga membuatnya sedikit berantakan. Yuri memang sengaja memilih tempat duduk diluar kafe untuk menikmati suasana malam ini dan menenangkan hati maupun pikirannya. “Kenapa kau harus melakukannya?” tanya Yuri lembut.

“Entahlah, mungkin waktu itu aku sedikit jenuh padamu.” Jawab Kyuhyun sembari mengingat-ingat.

“Kenapa kau tidak putuskan aku saja?” tanya Yuri tenang.

“Aku mana bisa melakukannya? Aku tidak ingin memutuskan orang lain lebih dulu.” Jawabnya, mulai sedikit santai.

“Apa kau menyayanginya?” tanya Yuri lagi, masih dengan tenang.

“Apakah itu penting sekarang ini? Tapi yah, aku cukup menyayanginya.” Jawab Kyuhyun santai sembari mengendikan kedua bahunya acuh.

“Jika permasalahannya hanya soal memutuskan saja,” jeda Yuri lalu menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak bisa diartikan tapi satu hal yang jelas, gadis dihadapannya itu kini terluka. “kenapa kau tega melukai perasaan perempuan?” lanjutnya. Kyuhyun terdiam, ia berusaha menelan air liurnya sendiri. “Fine.” Lanjut Yuri lalu bangkit dari duduknya sembari menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sama. “Really fine. Kita berakhir sampai disini saja.” Tambahnya sembari mengambil tasnya dan mengenakannya. Kyuhyun menatap gadis dihadapannya dengan sedikit tidak percaya, gadis itu walau bagaimanapun juga perasaannya saat ini tetap saja menyunggingkan senyum terbaiknya. “Oh ya, satu hal yang kau harus ketahui Kyuhyun-ssi, perasaan seorang perempuan bukan untuk dipermainkan atau menjadi pengobat rasa bosanmu saja. Aku harap, kau akan menjaga wanita-mu kelak dengan sebaik-baiknya. Itu juga jika kau tidak ingin menyesal nantinya.” Tuturnya Yuri tenang dan lembut, lalu berjalan begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang masih duduk diam dikursinya.

“Saat inipun aku telah sangat menyesal…” sahut Kyuhyun pelan yang masih dapat Yuri dengar ditelinganya. Gadis itu hanya mengendikkan bahunya acuh dan tetap melanjutkan langkahnya lagi. Baginya, segala sesuatu yang terjadi pada laki-laki itu tidaklah penting sejak sedetik yang lalu. Seulas senyum tersungging diwajahnya, setidaknya masalah satu sudah terselesaikan saat ini sekalipun hatinya terluka. Tetapi seiring berjalannya waktu, ia yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja.

***

 

Yuri melirik sekilas dan sempat membaca secarik kertas didepan pintu rumahnya ketika ia ingin keluar keesokan paginya. Ia lalu mengendikan bahunya acuh dan melewati kertas itu dengan sangat tidak peduli, hatinya telah membeku untuk seseorang.

 

Entah mengapa semenjak kejadian kemarin malam, aku jadi terus memikirkannya. Maaf, maaf, maaf…

 

Yuri menyunggingkan senyum manis terbaiknya untuk menyambut hari barunya. Yaps, mulai hari ini juga ia akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dan ia sudah bertekad untuk melakukannya. Begitu ia sampai dikantornya, ia segera menuju ruangan direkturnya itu dan mengajukan dirinya untuk menyetejui proyek perusahaan. Dan dengan senang hati direkturnya itu menyambut hangat keputusan Yuri. Segela sesuatunya dipersiapkan hari itu juga untuk mengurusi kepindahan Yuri. Beberapa hari lagi gadis itu akan pergi meninggalkan negara tercintanya ini dan ia tidak akan ingin mengingat apapun kenangan pahit yang telah terjadi dinegaranya ini. Yuri sudah bertekad akan melupakan semua kenangannya disini dan memulai lembaran baru dalam hidupnya.

***

 

Sudah hampir seminggu Kyuhyun uring-uringan menunggu kabar atau setidaknya balasan dari seseorang. Ia bahkan sempat berbuat nekad  untuk menyamar agar bisa melihat seseorang walau hanya sesaat saja, tetapi setiap pagi harinya Kyuhyun tidak pernah berhasil mendapatkan keinginannya itu. Ponselnya mulai bergetar dan entah mengapa baru kali ini ia merasa tidak ingin melihat ataupun mendengar suara dari penelepon itu. Kyuhyun mengabaikannya dan justru memilih pergi meninggalkan ruang kerjanya.

Kyuhyun segera turun dari mobilnya saat ia telah sampai ditempat tujuannya. Dengan keberanian yang dimilikinya saat ini, ia berdiri mematung disebuah pintu rumah yang tak asing baginya. Ia menarik napas panjang sebelum menekan bel pintu itu. Tidak ada jawaban. Ia kembali mencoba menekan bel lagi dan lagi selama beberapa kali tetapi hasilnya tetap saja, tidak ada jawaban.

Kyuhyun mengacak rambutnya dengan sedikit frustasi, ia memutuskan untuk duduk pada anak tangga kecil dirumah itu. Kedua matanya menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik. Sebuah kertas kecil yang terlipat menjadi dua bagian. Kyuhyun membukanya dengan sedikit harapan. Hanya sedikit, tidak banyak.

 

Aku butuh waktu untuk memaafkanmu. Dan semoga kita tidak saling bertemu satu sama lain.

 

Rahang Kyuhyun sudah sangat mengeras, bibirnya sedikit terbuka, napasnya juga tercekat, dengan sigap ia kembali menuju pintu rumah Yuri mengetuk-ketuknya dengan kasar lalu membuka knopnya yang tidak terkunci. Pintu sedikit terbuka dan bibir maupun kedua matanyapun membulat kaget. Sungguh, ia tidak ingin memercayai ini. Kyuhyun masuk ke dalam dan sedikit terkejut saat mendapati rumah itu telah dikosongkan tanpa tersisa sedikitpun. Hanya ada barang-barang yang diberikannya untuk gadis itu.

***

 

Kyuhyun menatap kosong mata kapal pesiar dihadapannya. Ia tadi menghubungi kantor Yuri bekerja dan beberapa menit kemudian ia segera melajukan mobilnya ke pelabuhan ini. Kenapa? Kenapa gadis itu harus berada di dalam benda yang paling ia benci di dunia ini? Ia tidak ingin memercayainya, tetapi gadis itu benar-benar ada di dalam kapal itu. Kapal itu sudah pergi berlayar sejak tiga menit yang lalu dan Kyuhyun hanya diam mematung melihat kepergian Yuri yang semakin menjauh.

Ia tahu. Ini semua salahnya. Dan sudah terlambat untuk menyalahkan segalanya yang sudah terjadi.

Ia juga tahu. Gadis itu berusaha menghindarinya. Tidak masalah jika gadis itu menghindarinya tetapi setidaknya biarkan dirinya melihatnya walau hanya sesaat saja.

Dan ia juga tahu. Gadis itu tidak akan pernah memaafkannya dan tidak ingin tinggal di dekatnya walau hanya satu menit saja. Ia mengerti, dan juga memahaminya dengan baik.

Kertas yang berada ditangannyapun sudah tidak berbentuk lagi. Kyuhyun benar-benar merasakan kehampaan dihatinya saat ini dan ia baru menyadari satu hal, sakitnya dalam cinta ketika ia baru menyadari perasaannya sendiri terhadap gadis itu bukan semata-mata ingin bermain saja melainkan lebih dari itu. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Gadis itu telah memilih untuk meninggalkannya dan menutup pintu hati untuknya. Kyuhyun duduk terjatuh dengan lemas dengan kedua air mata yang enggan untuk turun. Hatinya begitu sedih, terluka, dan pilu saat ini hingga ia sendiripun tak sanggup menangis.

Yuri-ya, kembalilah aku mohon kembalilah… maafkan aku… maaf, maaf, maafkan aku…

Dan air mata Kyuhyunpun terjatuh begitu saja. Hatinya kini benar-benar merasakan sakit dan perih seperti tertembak peluru belati hingga menimbulkan lubang yang semakin membengkak.

Gadis itu, gadis yang aku cintai telah pergi meninggalkanku dan meninggalkan luka yang mendalam.

Tetapi, ini semua salahku… Aku tahu, aku memang pantas menerimanya hanya saja jika untuk kehilanganmu aku tidak sanggup melakukannya.

Yuri-ya, kembalilah… aku mohon. Air matanya semakin jatuh membasahi pipinya dan pandangannyapun mulai kabur.

 

==================== THE END =====================

Hollaaa, I’m back again! Yoohoo~ Anyone miss me? *Big nooo*

Gimana? Gimana ff kali ini, hm? Fufufu~ semoga kalian terhibur yaa /evil laugh/ Oh ya, jangan lupa komen, kritik, dan sarannya ^^ Ditunggu banget loh, chingudeul muehehe

Ini sebenernya ff ga banget, tapi lumayanlah buat ngehibur dikit ye kan? /kipas-kipas pake dollar(?)/ Ini ff terpendek dari sekian ff yang aku buat hahaha soalnya, aku biasanya buat hampir satu novel tapi kali ini aku ambil cerpen muehehe

Duuh, sekali lagi ya, aku berharap kalian bisa menyerap makna positifnya dan menghilangkan hal negatifnya ya. Cerita ini murni banget dari alur pikiranku, drama, dan mengambil beberapa contoh kehidupan sehari-hari yang dialami oleh para remaja umumnya.

Keep RCL [Read, Comment(s), and Like(s)]!

Keep support us (writers and KyuRi’s fandom)!

Hello, sider(s)! Masih belum jenuh dan jengah juga? Semoga kalian dapet ilham yang baik yayaya?😀

50 thoughts on “You Leave Me Like By A Bullet

  1. beuh kyuppa kenapa jhat bgt … bikin uri eonni sakit hati kayak gitu … well buat yg ini sad ending …
    dan seperti yg author-nim bilang ini memang lebih pendek dai cerita sebelumnya…
    ini lebih masuk buat sudut pandang Kyuppa ya ? dan buat sudut pandang Yul eon adi sedikit berkurang… hihi😀 itu menurut pendapat Fan pribadi…
    buat masukannya ??? buat yg panjang lagi ya … hihi
    fighting for next author-nim …🙂

  2. Ag eonni kenapa sad ending huhuhu😥 sumpah aku baca ini ampe nangis benerean kyu jahaat banget! Emg pantes digituin ama yuri hehe *kelewat kesel ama kyu
    Pas eonni ama lagunya pas akutau ff ini lsg download lagunya hehehe ^^
    Tapi pendek eon ffnya aku suka banget ama ffnya bener bener bikin nyesek hehe😀
    Enni plis plis sequelnya dong bikin mereka bahagia endingnya😀
    Terus semangat eonni berkaryanya hehe😀

  3. Akhhh ff baru lagi ,, happy happy .. Ga tahu kenapa aku suka banget sama semua karya mu ini ,, Hehe ..

    ‘Itu karma untukmu kyuhyun’
    Wanita seberharga yuri di sia-siain ,, nyeselkan jadinya …

    Yura unnie aku bener-bener nunggu TOGETHER ,, huhuhu😦 .. Moga ada kejaiban dapet ide buat lanjutin tuh ff ,, semoga penyakit males ngetik atau males mikirnya hilang ,, amiin ..

  4. huaaaa ad ff lg ni . moga ajh kdpnnya smkn srg ya. hehe

    suka bgt sm yul dsni, tguh pndrian nya, brni nglepas kyu wlw sakit kn biasanya yul jd peran yg sllu mngalah trus . entah np kpngen bgt ad sequel yul balik dgn pria lain . ahhahaha biar kyu skitnya mnjdi :p

  5. First Comment kah ?
    Ya ampun ini cerita beda dari yang lain.
    bikin gregetan banget ><
    Daebak !!! Lanjut

  6. Wuahh eonni, sad ending biasannya cerita eonni bakalan happy ending ^^
    Kalau boleh sequelnya eonni kLau ad waktu, ceritannya daebak walaupun singkat ngga kaya biasannya
    Keep fighting buat eonni😀 ^^

  7. ihh kyu jahat bnget ma yuri..
    sakit bnget baca ff ini..
    sakit pas yuri d perlakukan kaya gtu ma kyu..
    sakit pas tau yuri bner” pergi dr kyu.huuua..sedih pokonya… :”

  8. Hiks~ annyeong Yura !!😥 maaf nih, nongol nongol lgsg ngelap ingus.
    Duhh~ apaan ff ini ?! Menyesakkan sx !! Bt lmyn bersyukur lahh .. Ngasih pelajaran buat Kyu & buat readers jg (mungkin?)
    Ahh~ nyesek banget liat bang epil bgtu. Kesel stngh idup rasa’x. Tega’x dy luar biasa ! Bt syukur’x Yuri gadis yg ckup kuat. & aku dgn “agak sdkt jahat” beneran merasa bahagia di atas penderitaan org pas liat Yul ninggalin Kyu. Sbnr’x rada ngarep pas liat jong Suk tdi, kalo end’x YulSuk ajah skalian. Biar Kyu’x kapok tuhh .. Bt, ttep kasian sama bang epil. Hha~ /labil
    Eish~ andaikan bisa disequelin. Biarkan mreka kmbali brsama stlh Kyu mrasakan benar2 kehilangan akan cinta’x. Bt, ky’x itu gak mudah ngeliat gmna sibuk’x kmu. Hhe~ /lgnge-modus/slapped
    Ahh~ biarkan saja deh kalo gitu. Makasih sblum’x krna udh nge-post ff ini, Yura-yaa :’) ttap smangat! Ditunggu sllu tulisan2mu lain’x. & terus bersinar ^^

  9. kyu kenapa lu menduaaaaaaa.?????.. hohohoho _-kasian yul😦 ___ yul tenang gue temenin naik kapal pesiarnya
    sequel dong eonii.. biar kyuri bersatu …

  10. rasain lo kyu d tinggal kakakku,salah sndiri kakakku yg cantik,seksi,baik pula.masih aja ganjen sm cwe lain,mana bilang gk punya pcar lg.
    Ujung-ujungnya nyesel jg kan?ngeyel sih.#ceritanya_lagi_marah😀 wkwkwk
    D tunggu ff lainnya,trus berkarya dan bersinar!!!

    Fighting!!Fighting!!😀 XDD

  11. Huaaa, sedih.. ini ff menohok skali authorniim.. hikshiks

    Aku agak2 sebel sm karakter kyuppa dsni, haduuh oppa.. udh pny yuri jg, msh selingkuh pula sm vic eonni.. emang sih vic eonni cantik, tp yuri jg g kalah koq.. kurang ap cb dia?? Udh baik, perhatian, lembut.. ckckck.. untung yuri sabar n mau move on yaa, sayangny dia musti pergi.. kyuppa u really dont know what you got till its gone, right?? Dan skrg kyu cm bs menyesal..

    Ohiyah, aku reader br authornim.. ijin menjelajah blog mu yaa.. kyany dl udh prnh komen sih, tp lupa ff yg mana.. hehehe.. mian.. okee, dtunggu ff lainny yaa.. keep writing n hwaiting!

  12. Hhhuuaaa… Ff nya aku suka. Mskpn sad ending, tp emg seharusnya begitu. Supaya Kyu bs bljr menghargai wanita T.T Kasihan Yuri. Diacuhin, dibohongin, diselingkuhin T.T
    Eonni, keep writing for the next ff!!!

  13. anyeong aku balik lagi dah lama ngga mampir .Seritanya sedih eon ,napa juga kyupa pake selingkuh segala kan kasian yuri eonni .pokoknya ngga rela kalau kyuri ngga bersatu, WAJIB sekuel eon !!! buat eonni nya FIGHTING buat ffnya dan sering-sering update.

  14. Eoniii critanya sedih bgt.. ksian yul nya…
    Ditunggu ff lainny y eoniii..
    Yg flower four lanjutin dong eonii
    Hheee

  15. Ff baruuuuu yeyyy^^
    Kyuhyun!!jahat bgt. Tegaa bener sama yurim rasainn ditinggalin yuri. Tp rada gatega jga kyuri pisah:(
    Pleaseee eonni sequel.. Jangan sampe ada hati yg terluka lg:’)))) hwaiting

  16. Kesel sama kyuppa di sini !! tapi ada kasiannya juga pas bagian akhirnya..😥
    kyuppa bodoh kenapa baru sadar perasannya sendiri pas yuleon udah ga ada di sisinya… /nangis mukul2 dada jungkook/?
    Dari pada aku galau/? mending eonni buat cerita kyuri yang happy ending ya, so pasti di sertai konflik yang greget/?
    FIGHTING eon!! aku selalu menunggu karyamu😀

  17. Rasanya koq puas banget yaa liat kyu ditinggalin yuri kaya gitu..rasain aah siapa suruh mainin perasaan yuri..(⌣́_⌣̀)\(‘́⌣’̀ ) kasiann deh pasti kyu nyesel banget banget banget udah ngeduain yuri dulu..hahahahaha..

  18. Annyeong eonni wow ffnya daebak banget menyentuh hati banget pokok nya feel nya dapat banget eonni daebak kalo bisa sequel nya dong eonni ditunggu ya eonni ff yang lainnya
    Keep on writing eonni
    Fighting

  19. Yaa! Cho Kyuhyun! Youuuu
    Salah sendiri nyakitin Yuri, kerasa kaaaan? Kasian sih, tapi lebih kasin lagi Yuri yang digituin.
    Seperti biasa unn, keren dan joaheo. Fighting fighting fighting! hihihi😛

  20. Kak kenapaaa KyuHyun tega ngeduain Yuri/? Udah jujur bgt lgi blg ke Yuri kalo dia udah jadian sama Victoria, Demi apapun nyesek kalo jadi Yuri ! Untung disini karakternya Yuri jadi cewek yang kuat.
    Waktu awal si Kyu yang sikap nya cuek, dingin. Dan akhirnya Yuri ngebales juga xD
    Itu pas Yuri mutusin kan si Kyu nya nyesel ya kak? Si KyuHyun mutusin Victoria ga?
    Coba dibikin greget lagi, Yuri nanya gitu ke KyuHyun milih dia atau Victoria.. bikin si Kyu nya bimbang /cielah
    Overall bagus kak;)

  21. Annyeong… sam min hyo imnida. Reader baru nih ^^… salam kenal. Hehehe

    Kenapa setiap ff ttg kwon yuri eonni itu pengganggunya selalu victoria eonni atau seohyun? -_-
    Kan kasihan yuri eonninya.

    Ini ff daebak! Keren. Soalnya seneng klo tau namjanya yg tersakiti. Abis ga tega klo yuri eonni yg tersiksa (emg tersiksa sih) tp asalkan cast namjanya lebih tersakiti aku rela. Hahahah

    Tapi kyuhyun oppa jahat banget -_- selingkuh tp kok ga tau malu? Namja jahat.

  22. Pas iseng buka blog eonni, liat ada ff ini, bener2 seneng bgt hehe
    Iyaa eon, ffnya kurang panjang tp kereeen pastinya..
    Ditunggu ff lainnya, dan ohiya aku berharap bgt eon ngeluarin novel tntng kyuri hehe AMINN ^^

  23. Annyeong.. via imnida~ aku new reader disini, gk sengaja nemu nih wp pas lagi buka mbah google..
    Salam kenal kenal yaa..
    Sekalian minta ijin buat baca ff mu authornim.. khamsahamnida..

  24. rasakan penyesalan mu itu Kyuevil..siapa suruh kau tega dengan yuri pke ju2r lg selingkuhnya..nyesel2 kau evil..hehe
    yura oenni apakah ff ini ada sequel’a?klo blm ada..jebal bikin yh oenni?abz end’a bkin aku pnasaran..apakah kyu akan putusin victoria dan nyamperin yuri buat minta maaf dan minta balikan atau tidak?
    Fighting oenni!!!oenni harus selalu semangat untuk slalu menulis soal’a tulisan oenni bgs bgt..^_^

  25. Yee Sad Ending, tapi nggakpapalah, itu memang yang terbaik buat Yuri, juga yang terbaik buat Kyuhyun, hihi keren kak^^

  26. Penyesalan emang datangnya belakangan, kalo d awal namanya pendaftaran…
    Kasian kyu,,, tapi mw cemana lagi… dy sendiri yg bikin yuri kek gitu.. untung aja yuri eonnie orangnya tabah…

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s