3 Ways To Get You, 1 Way To… What? [Part 1]


3 Ways To Get You, 1 Way To... 1 (800 x 800)

3 Ways to Get You, 1 Ways to…  What?

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Seo JooHyun (SeoHyun)

Kim JongIn (Kai’s Exo)

Support Cast: SM Family

Pg: 17+ || NC

Genre : Fluff, angst, and romance

Art: Kwon Yura

Disclaimer: All of the strory is my Mine, Own, and Pure belong to me. Do not to Copy-Paste / Plagiat / Take Out.

I don’t ever permit you. And happy reading all🙂

Listening to : Lee Hyun (8Eight) – My Heartache | Cho Kyuhyun – A Million Pieces

Life without knowing how precious you’re and it’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.”— © Kwon Yura.

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All right reserverd © Kwon Yura, 2015.

“Wanita yang mendekati tipe idealku adalah Seo JooHyun.” Kalimat itu terus dilihat dan diperhatikan oleh salah seorang gadis yang saat ini tengah duduk dikursi kafe dekat kantornya dengan majalah dihadapannya. Ke dua alisnya berkerut saat kata-kata itu terngiang-ngiang dikepalanya.

SeoHyun?

Ia lalu membolak-balikkan ke halaman selanjutnya. Sesekali ia membenarkan letak kacamata yang bertengger manis dihidungnya sembari tetap fokus pada majalah. Jika boleh jujur, ia ingin menolak tawaran pekerjaan ini tapi apa yang bisa ia perbuat lagi sebagai seorang penulis lirik sekaligus komposer lagu? Langkah pertama yang selalu ia ambil dalam pekerjaannya adalah mengetahui dengan baik siapa kliennya kali ini. Jadi, ia bisa menuangkan idenya untuk membuat lagu.

Waktu sudah sangat sore ketika ia melihat ke luar jendela, langit berubah warna menjadi kuning-oranye. “Kenapa aku tidak menyadarinya?” gumamnya pelan, lalu menyambar tas miliknya dengan sedikit terburu-buru. Ia lalu membawa majalah dan minuman miliknya yang tak kunjung habis sembari berjalan keluar dari kafe itu menuju halte bus terdekat.

Pekerjaannya menjadi song writer sekaligus komposer lagu tidaklah mudah, ia harus bekerja keras untuk mendapatkan inspirasi dan mengaransemen musik untuk menjadi sebuah nada yang enak di dengar. Dan untuk saat ini, ia belum memiliki ide sama sekali. Ia memasuki bus begitu kendaraan itu berhenti dihadapannya dan memilih disisi kanan dekat jendela. Ia menatap sekilas toko-toko dipinggir jalan lalu kembali membuka majalahnya lagi.

“Ciuman pertamaku saat aku berada di Senior High School dulu.” Gadis itu kembali mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. “Aku sangat menyukai game, sampai-sampai tidak ada yang bisa menghentikanku saat aku sedang bermain.” Ke dua alis Yuri kembali berkerut saat membaca kalimat:

Q: “Apakah kau pernah mencintai seorang gadis dengan tulus?”

A: “Tidak, aku tidak pernah melakukannya. Hahaha…”

Q: “Benarkah? Kenapa kau ini kejam sekali?”

A: “Karena menurutku, aku tidak pernah merasakan apapun layaknya seseorang yang sedang jatuh cinta. Jadi aku rasa, aku belum pernah mencintai seorang wanita dengan tulus kecuali ibuku sendiri.”

“Aish, dasar player.” Kesal Yuri pelan sembari membaca kalimat itu.

Q: “Jadi kau belum pernah jatuh cinta, tetapi kau sudah memiliki banyak pacar?”

A: “Bukan seperti itu, aku hanya beberapa kali saja menjalin hubungan dengan mereka.”

“Bukankah itu sama saja?” sinis Yuri lagi. Rasanya ingin sekali ia mengakhiri bacaannya dan tidak ingin melanjutkannya lagi jika saja kata-kata direktur Kim tidak melintas dalam benaknya. Yuri mengumpat pelan sebelum ia melanjutkan kembali bacaannya.

Q: “Lalu, apakah kau berencana menjalin hubungan saat ini?”

A: “Tidak sama sekali, aku tidak memiliki waktu untuk itu. Jadwalku sangat padat akhir-akhir ini.”

Q: “Pernahkah kau berkencan dengan salah satu artis? Dari agensi mana?”

A: “Tidak, aku terlalu sibuk.”

Q: “Pertanyaan terakhir KyuHyun-ssi1, diusia berapa kau menginginkan untuk menikah?”

A: “Aku belum memikirkannya sama sekali. Haha…”

Begitulah akhir sesi wawancara dimajalah itu. Yuri diam sejenak, mencoba berpikir dan memahami sifat kliennya kali ini. Ya, kliennya kali ini ada Cho KyuHyun, seorang penyanyi solo muda dengan suara merdu miliknya yang saat ini tengah naik daun.

“Bingo! Sepertinya aku tahu!” seru Yuri pelan dengan senyum menghiasi wajahnya. Sebuah getaran mengalihkan perhatiannya, ia segera mencari ponselnya lalu menjawab panggilan tanpa melihat ID sang penelepon. “Halo?” sapanya ramah.

“Halo Yuri-ssi, besok kau ada jadwal bertemu dengan klien-mu dikantor. Ia ingin merundingkan lirik lagumu untuk dimasukkan ke dalam album barunya nanti.” Jelas Kim Taeyeon, selaku direktur perusahaan tempatnya bekerja.

Arraseo2.” Balas Yuri sembari mengangguk pelan.

“Besok, jam sembilan pagi. Jangan sampai terlambat, mengerti?” peringatnya.

Arrayo3.” Balas Yuri, lalu sambunganpun terputus setelah terlibat perbincangan kecil. Yuri menghela napas pasrah bertepatan saat bus melewati sebuah papan reklame yang memajang foto ukuran extra besar, Cho KyuHyun. Laki-laki itu tengah membintangi salah satu ponsel ternama dengan gaya sok coolnya, membuat Yuri menatapnya datar.

“Rasanya ingin ku tolak mentah-mentah tawaran ini.” Gumamnya.

***

“Yuri-ya, kau enak sekali bisa dekat dengan KyuHyun!” ucap SooYoung, salah satu teman dekat Yuri ditempat kerjanya pada keesokan harinya.

Yuri menatap SooYoung dengan tatapan tak mengerti. “Apa bagusnya? Aish, aku tak mengerti kenapa kalian begitu memuja laki-laki itu.”

“Karena ia begitu tampan dan memesona.” Sahut SooYoung dengan tatapan memujanya. Yuri berani bertaruh, saat ini pasti SooYoung tengah membayangkan wajah KyuHyun dikepalanya. Sebuah jitakan mendarat di kepala SooYoung dengan mulus, membuat gadis itu meringis kesakitan.

“Ini masih terlalu pagi, Choi SooYoung. Hentikan, khayalanmu itu!” ucap Yuri lalu menjulurkan lidahnya dan pergi meninggalkan SooYoung tanpa memedulikannya.

“Ya, Kwon Yuri! Awas saja kau!” kesalnya dibalik punggung Yuri tanpa ia pedulikan sama sekali. Gadis itu terus melangkah hingga ia berhenti disebuah ruangan. Ia menghela napas dalam-dalam sebelum membuka pintu ruangan itu. Seorang laki-laki tengah duduk disofa dan membaca salah satu majalah milik Yuri dengan seksama. Yuri menatap laki-laki itu dengan sinis dan tak suka sembari memasuki ruangannya sendiri. Ya, ruang itu adalah ruang kerja pribadinya sendiri dan Yuri paling tidak suka ada orang asing masuk ke dalam ruangannya.

“Bukankah kita berjanji untuk bertemu di ruang pertemuan?” tanya Yuri cuek sembari berjalan mendekati meja kerjanya dan meletakkan buku musik miliknya.

“Aku ingin tahu, bagaimana tempat kerja song writerku? Tidak masalahkan?” sahut laki-laki itu cuek.

“Masalah, sangat. Saya sangat menghargai anda, Tuan. Sebagai klien tentu anda memiliki rasa sopan santun untuk bertamu, bukan?” sinis Yuri sembari melipat ke dua tangannya di depan dada.

KyuHyun lalu menaruh majalah Yuri di atas meja kemudian berdiri dan berjalan mendekati gadis itu. “Dengar Nona Kwon, aku minta maaf karena merubah tempat perjanjian tiba-tiba. Dan tolong, jaga cara bicaramu itu!”

“Dengar Tuan Cho, aku tidak peduli kau merubahnya atau tidak, yang ku pedulikan adalah bagaimana bisa kau masuk ke ruang kerja pribadiku dengan sesukamu? Jika kau tak suka dengan cara bicaraku, kau bisa mencari yang lain. Mudahkan?”

“Ya, kau!” kesal KyuHyun sembari mengacungkan jari telunjuknya ke wajah Yuri.

“Apa?” tanya Yuri dingin lalu menepis tangan KyuHyun.

“Bagaimana bisa aku diusulkan pada orang sepertimu?” kesalnya.

“Sejauh ini, aku tidak memiliki masalah apapun dengan klienku. Hanya denganmu saja aku baru memiliki masalah.” Sahut Yuri sembari menatap KyuHyun dengan tak suka.

“Terserahlah. Aku tidak ingin membuang-buang waktu denganmu, jadi bisakah kau memberiku coretan lirikmu sekarang?”

Cih, sombong sekali. Yuri mengambil buku musik miliknya lalu memberikannya pada KyuHyun. KyuHyun mengambilnya dengan kesal lalu mulai membacanya, untuk beberapa saat ia terdiam saat membaca satu demi satu kalimat. “Untuk musiknya aku belum mengaransemennya sama sekali, masih dalam musik mentah.” Ucap Yuri, membuat KyuHyun tersadar dari lamunannya. KyuHyun menatap Yuri sejenak, ia dapat melihat rambut Yuri yang jatuh terurai begitu saja dikedua sisi dan mencium aroma parfum yang Yuri gunakan. “Apa kau ingin mendengarkannya?” tanya Yuri lagi sembari berkutik dengan komputernya. KyuHyun diam, masih terbius dengan pesona Yuri. “Aku tidak yakin, bagaimana untuk mengarasemennya agar menjadi sesuai untukmu tetapi aku telah membuatnya dalam variasi yang berbeda. Bagaimana menurutmu?” tanyanya lagi sembari tetap fokus dengan komputernya.

Yuri-pun menolehkan kepalanya untuk melihat KyuHyun karena ia tak kunjung menjawab pertanyaannya sama sekali. “Apakah aku sedang berbicara pada patung?” tanyanya kesal saat mendapati laki-laki itu tengah menatapnya tanpa berkedip. KyuHyun lalu tersadar dan berdeham pelan untuk mengurangi kecanggungan yang ia rasakan.

“Bisakah kau mengulangi ucapanmu lagi?” tanya KyuHyun salah tingkah.

Yuri mendengus kesal. “Apa kau ingin mendengarkan arasemenku, Tuan Cho?” ulangnya.

“Err… iya, baiklah.” Jawab KyuHyun. Yuri mencibir kesal lalu memutarkan hasil arasemennya. Selama lagu terputar, Yuri menyibukkan dirinya dengan novel yang belum ia sentuh sama sekali. Sedangkan KyuHyun, mencoba memfokuskan alat indra telinga dan dirinya pada arasemen musik.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Yuri begitu musik telah berakhir.

“Tidak terlalu buruk, aku rasa dibeberapa bagian harus diperbaiki.” Usul KyuHyun.

“Aku rasa juga begitu.” Timpal Yuri menyetujui. Dan, kemudian ke duanya terlibat dalam diskusi yang cukup panjang.

***

“KyuHyun!” panggil seseorang saat KyuHyun baru saja turun dari mobilnya. Ia baru saja sampai diapartementnya setelah dari perusahaan tempat kerja Yuri. Seorang laki-laki tengah menghampirinya sembari berlari-lari kecil.

“Leeteuk-ssi, ada apa?” tanyanya begitu Leeteuk disisinya.

“Tidak apa-apa, hanya ingin menyapamu saja sebagai tetanggamu.” Jawabnya sembari terkekeh sendiri.

“Oh, apa kau baru menyelesaikan pekerjaanmu?”  tanya KyuHyun sembari melihat kamera ditangan Leeteuk.

“Hm, aku baru saja menyelesaikannya. Hari ini jadwalku terlalu padat. Oh ya, ku dengar gadis idealmu adalah SeoHyun, apa itu benar?”

KyuHyun tersenyum simpul saat nama seorang gadis terlibat dalam perbicangannya. “Seperti itulah, kenapa kau menanyakannya?”

“Tidak, minggu depan ia akan menjadi modelku. Kau ingin datang dan bertemu dengannya?” tawar Leeteuk sembari tersenyum.

“Tidak, aku ada jadwal lain minggu depan.” Tolak KyuHyun halus.

“Sayang sekali, apa kau tidak bisa membatalkannya? Jarang-jarang kan kau bisa bertemu SeoHyun secara langsung?” rayu Leeteuk lagi.

KyuHyun hanya tertawa hambar mendengarnya, walau dalam hatinya ia ingin sekali menerima tawaran Leeteuk daripada bertemu dengan wanita monster itu.

***

Yuri terdiam sembari menatap kosong pada kertas putih miliknya. Apa yang harus ku tulis? Kenapa tidak ada ide sama sekali? Aish, menyebalkan sekali! Gerutunya dalam hati sembari meniup-niupkan poni miringnya.

Dari sekian banyak klien, kenapa hanya laki-laki itu saja yang menyebalkan dan tidak tahu aturan?

“Apakah aku harus menuliskan lagu tentang dirinya?” tanyaku pada diriku sendiri. “Aish, ia pasti akan percaya diri sekali nantinya.” Gumamnya. “Hm, tapi tidak ada salahnya juga untuk mencobanya.” Detik berikutnya, Yuri mulai berkutat dengan buku sketsa musik miliknya.

Love is so… Love is so foolish

So your hands were very warm

I finally feel your body warmth though I

held you before

Mata Yuri membulat kaget saat membaca kembali coretan-coretannya. Apa-apaan ini? Ini terlihat seperti aku penggemarnya! Oh, tidak!

***

Senyum mengembang diwajah KyuHyun saat ia memasuki ruang kerja seseorang begitu saja tanpa ijin. Entah mengapa hari ini ia bersemangat sekali untuk datang ke tempat seperti ini setelah 3 hari ia tidak menginjakkan kakinya ruangan ini. Bau khas ruangan ini tercium dengan baik dihidungnya, membuatnya merasanya nyaman dan tenang. Senyumnya semakin lebar saat mendapati seorang gadis tengah tertidur dikursi kerja dengan posisi terduduk. KyuHyun berjalan menghampirinya, ia dapat melihat secangkir kopi yang telah dingin dan beberapa biskuit bertebaran dimeja.

Apakah semalaman ia tidak tidur?

Mata KyuHyun tertuju pada buku sketsa milik Yuri, ia lalu mengambilnya dan mulai membacanya. Sebuah senyum tersungging diwajahnya tanpa sadar saat ia melihat salah satu gambar chibi dirinya dijitak oleh seorang gadis dibuku itu.

“Aish, wanita monster ini memang sangat menakutkan.” Gumam KyuHyun pelan. Lembaran demi lembaran buku itu berhasil membuatnya tertawa, melupakan sejenak rasa lelah yang ia rasakan. “Aish, wanita ini benar-benar kejam.” Gumam KyuHyun lagi saat ia mendapatkan chibinya ditendang oleh seorang gadis. Jantungnya berhenti berdetak selama beberapa saat, otaknya bekerja lambat untuk mencerna dan meyakinkan penglihatannya, dan ia menahan napasnya selama beberapa detik. Sebuah gambar chibi dirinya bersama dengan seorang gadis yang tengah merangkul dirinya sembari melakukan cheers. Tanpa menunggu lebih lama lagi ia mengeluarkan ponselnya lalu memfotonya dengan senyum yang tersungging diwajahnya tanpa ingin melewatkan semua momentnya sedikitpun.

Tidak terlalu buruk, batinnya sembari memasukkan kembali ponselnya. Akan ku jadikan penangkal roh jahat nanti, tambahnya lagi.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya seseorang, membuat KyuHyun sedikit terkejut dan menatap gadis yang masih setengah tersadar. “Aish, aku pasti bermimpi melihatnya disini.” Gumamnya dengan ke dua mata yang masih terpenjam sembari meletakkan kepalanya di atas meja lagi.

“Selamat pagi, pemalas.” Sapa KyuHyun dengan senyum khas miliknya.

Kening Yuri mengernyit dengan ke dua mata yang masih terpejam. “Aish, kau ini!” kesalnya lalu ia menegakkan tubuhnya sembari membuka ke dua matanya. “Kau kan bisa mengetuk pintu lebih dulu!” lanjutnya, sedangkan KyuHyun tersenyum penuh kemenangan.

“Jika aku melakukannya, tentu saja aku akan melewatkan sesuatu.” Ejek KyuHyun.

“Ya, ini ruang kerjaku bukan kamar pribadimu!” balas Yuri sembari menatap kesal KyuHyun.

“Tidak ada yang bilang ini kamar pribadiku.” Sahut KyuHyun cuek lalu berjalan mendekati sofa. “Ini sudah tiga hari kita tidak bertemu lagi, apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu?” tanya KyuHyun langsung ke inti pembicaraan.

“Belum, kau pikir membuat lagu itu semudah memasak air?” tanya Yuri kesal. Entah kenapa emosinya selalu naik jika berada di dekat KyuHyun.

“Aku tidak berpikir seperti itu.” Jawab KyuHyun santai sembari memlihat-lihat koleksi majalah Yuri. Matanya membulat kaget saat ia melihat dirinya menjadi cover majalah. Apakah ia salah satu penggemarku? Seulas senyum tersungging diwajahnya.

“Jika kau sudah tidak memiliki keperluan, lebih baik kau pergi dari ruanganku.” pinta Yuri halus.

“Apa kau salah satu penggemarku?” tanya KyuHyun bangga sembari membuka majalah yang full berisikan tentangnya.

Yuri sedikit terkejut mendengarnya. “Uh-oh, lihat laki-laki ini! Percaya diri sekali!” sahutnya.

“Akui saja, mudahkan?” balas KyuHyun bersikukuh.

“Jika kau berharap seperti itu… Sayang sekali Tuan, anda harus kecewa.” Jawab Yuri sembari menatap punggung KyuHyun dengan tajam.

“Kau memiliki majalah edisi tentangku.” Balasnya tak mau kalah.

“Karena aku harus mengetahui seperti apa klienku kali ini.” Jawab Yuri, mencoba menjelaskan walau terlihat sia-sia untuknya karena laki-laki itu akan bersikukuh dengan anggapannya.

“Aku tahu kau malu mengakuinya.” Sahutnya.

Mwo?” tanya Yuri tidak percaya. “Yaa Cho KyuHyun, dengar!” ucap Yuri sembari bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati KyuHyun. “Kau terlalu bermimpi.” Ucapnya pelan lalu menyentil kening KyuHyun dengan keras, membuat laki-laki itu meringis kesakitan.

“Yaa, Kwon Yuri!” panggil KyuHyun kesal sembari mengelus-elus keningnya. “Awas kau ya!” lanjutnya lalu menarik salah satu tangan Yuri hingga membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh dalam pelukannya. Selama beberapa detik, mereka saling terdiam dan mencerna apa yang baru saja terjadi. Bau parfum yang KyuHyun yang dipakai dapat Yuri hirup dengan baik melalui hidungnya, membuatnya sedikit terbius. “Mau sampai kapan kau ingin seperti ini? Apa kau menyukainya?” ejek KyuHyun, menyadarkan Yuri dari lamunan sesaatnya. Dengan sigap, Yuri menjauhkan dirinya dari tubuh KyuHyun lalu berdiri.

“Ji-ka kau sudah tidak ada keperluan, kau bisa pergi. Aku masih ada pekerjaan lain.” ucap Yuri sedikit canggung.

“Lanjutkan saja pekerjaanmu, aku akan tetap tinggal disini.” Balas KyuHyun cuek, membuat Yuri mendelikkan ke dua matanya saat mendengar ucapan KyuHyun barusan.

“Apa?” tanyanya tidak percaya, tetapi tidak dihiraukan KyuHyun. Ia justru menyumpali telinganya dengan earphone miliknya.

Aish, mana ada klien seperti dirinya? Batin Yuri frustasi sembari mengacak-acak rambutnya pelan.

***

“Apa? Ke lokasi pemotretanmu?” tanya Yuri tak percaya, ia bahkan sampai berhenti berjalan sejenak saat mendengar permintaan seseorang disebrang sana, Yuri tengah berjalan pulang menuju halte. “Apa kau sudah tidak waras? Kenapa aku harus melakukannya?” protesnya tidak terima.

“Tentu saja aku masih waras, sudah cepatlah datang kemari. Aku akan menunggumu. Jangan lupa kau belikan aku kopi di dekat toko nanti sebelum masuk.” Titah laki-laki disebrang sana yang saat ini tengah dirias.

“Ya, kau pikir aku mau melakukannya, huh?”

“Kenapa tidak? Lebih cepat, lebih baikkan untuk menyelesaikannya?”

“Aku akan mengerjakan lagumu sendiri!”

“Aku tidak mengijinkanmu untuk melakukannya, kau ingatkan kalau kau ini song writerku?”

“Lalu?”

“Jadi selama beberapa hari ke depan kau harus sibuk hanya denganku!”

Mwo? Oh, Ya Tuhan! Dengar ya, kau pikir hanya kau saja klienku, huh? Maaf, saja jika itu mengecewakanmu karena aku harus menangani klienku yang lainnya. Aku tutup teleponnya, sampai jumpa.” Putus Yuri cuek. Ia lalu meniup-niupkan poninya, Yuri selalu melakukannya saat sedang kesal ataupun ia tengah mencoba menenangkan hatinya.

“Apa-apaan laki-laki itu? Dia pikir dirinya siapa? Seenaknya saja!”

***

“Fokus ke kamera! Iya, seperti itu, bagus! Tahan sebentar!” titah sang fotografer untuk memberi aba-aba pada seorang laki-laki yang saat ini tengah menjadi objeknya. Laki-laki itu merubah posisinya untuk melanjutkan pemotretan selanjutnya. Seorang gadis memasuki tempat itu dengan sedikit celingukan kesana kemari, mencari seseorang untuk bertanggung jawab karena sudah membuatnya datang kemari. Matanya menangkap sosok yang ia cari, ia menghela napas lega saat melihat seorang laki-laki tengah melakukan pemotretan. Entah mengapa amarah dan emosinya hilang begitu saja saat melihat laki-laki itu tengah memasang wajah dingin dan cueknya dikamera.

“Aish, laki-laki ini benar-benar sombong sekali!” gumam Yuri, sedikit kesal tetapi ia benar-benar tidak ada niatan untuk menyetujui ucapannya barusan. Ia bahkan menyukai laki-laki itu saat seperti itu. Bunyi ponsel miliknya menyadarkannya kembali ke dunia nyata, Yuri segera mengecek ponselnya.

Noona, apa kau ada dikantor? Bagaimana jika kita makan malam bersama?

From: Kim JongIn

Seulas senyum tersungging diwajah gadis itu. “Aish, kenapa laki-laki itu pintar sekali mencari alasan untuk melihatku?” gumam Yuri sembari mengetik singkat pesan.

Anio, lain kali saja. Aiguu~ ada apa denganmu? apa kau merindukanku? KKK~

 

“Apa ada sesuatu yang lucu?” tanya seseorang, membuat Yuri tersadar dan menatap laki-laki itu dengan tatapan kesalnya. “Wae? Apa aku salah berbicara?” tanyanya lagi.

“Lupakanlah. Ada apa kau memintaku datang kemari?” tanya Yuri cuek sembari memainkan ponselnya.

“Tidak ada.” Jawab KyuHyun santai, membuat Yuri menatapnya dengan tatapan sangat kesal.

Mwo? Yaa, Cho KyuHyun! Why are you so annoying?” tanya Yuri dengan emosi yang tertahan.

Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun. KyuHyun sangat menyukai ekspresi wajah Yuri saat memanggil namanya seperti itu, entah mengapa hal itu membuatnya terasa berbeda dibandingkan dengan gadis lain. “Aku lapar, ayo kita makan bersama!” ajaknya sembari melewati Yuri begitu saja.

“Yaa, Cho KyuHyun!” panggil Yuri yang tak dihiraukan KyuHyun, ia justru tertawa pelan saat mendengarkan gadis itu memanggil namanya berkali-kali. Ia tahu, Yuri akan menuruti permintaannya walau gadis itu mengomel atau berbicara panjang lebar kepadanya. Setidaknya, gadis itu tetap berada disampingnya. Dan itu sudah lebih dari cukup melebihi apapun.

“Makanlah.” Titah KyuHyun pada Yuri yang saat ini masih memasang wajah kesalnya. KyuHyun kembali memasukkan kembali makanan ke dalam mulutnya tanpa memedulikan tatapan membunuh Yuri. “Wae?” tanya KyuHyun polos sembari menatap Yuri.

“Kau tahu? Hari ini aku sangat lelah karena selama dua hari ini aku lembur bekerja, tapi kau dengan mudahnya merusak jadwal istirahatku dengan alasan… oh, Ya Tuhan! Alasan macam apa yang kau berikan ini?” protes Yuri pada KyuHyun dengan kesal, sedangkan KyuHyun mencoba menahan tawanya agar tidak meledak saat ini.

Aish, wanita ini benar-benar membuatku ingin melihatnya setiap saatnya, batin KyuHyun sembari menatap Yuri dengan senyum yang tersungging diwajahnya.

“Apa? Kenapa wajahmu seperti itu? Yaa, Cho KyuHyun! Apa yang kau rencanakan lagi kali ini?” tanya Yuri curiga.

“Tidak ada, makanlah.” jawab KyuHyun sembari menyodorkan kembali nasi box dari kru. Selama beberapa saat, Yuri menatap box itu lalu membukanya dan mulai memakannya. Tidak ada pilihan lainkan selain memakannya ketimbang harus mati kelaparan saat sampai dirumahnya nanti?

***

KyuHyun mengantarkan Yuri sampai diapartement miliknya, hal yang paling tidak disukai Yuri sebenarnya adalah diantar pulang oleh laki-laki asing. Walau KyuHyun tidak bisa dibilang asing lagi baginya, tetapi bagi Yuri pria itu sangat asing karena mereka baru saling mengenal beberapa hari saja. “Kau tinggal disini?” tanya KyuHyun saat berdiri tepat didepan pintu apartemantnya, Yuri menoleh sembari menatapnya datar.

“Seperti yang kau lihat. Hm, ini sudah malam tidakkah kau juga harus segera berisitirahat?” tanya Yuri lembut, berharap KyuHyun akan mengerti maksudnya. KyuHyun menatapnya dengan kening berkerut. Sepertinya…, batin Yuri terpotong karena jawaban dari KyuHyun.

“Ini masih jam delapan malam, lagipula aku masih belum terlalu lelah.” Jawabnya, membuat Yuri menghela napas dalam. Ia sudah tau KyuHyun akan berkata seperti itu. “Kau tidak membiarkanku masuk?” lanjutnya. Yuri menatap KyuHyun dengan tatapan polos.

“Tentu saja tidak, kau tidak tahu betapa bahayanya seorang laki-laki jika masuk ke rumah seorang perempuan yang hanya tinggal sendiri?” jawabnya polos.

KyuHyun menaikkan salah satu alisnya sembari menatap Yuri dengan tatapan tak percaya, yang ditatap malah menatapnya dengan pandangan tidak mengerti. “Wae?” tanya Yuri.

“Anio, hanya saja aku tidak percaya bahwa kau sepolos itu.” Jawab KyuHyun sembari menahan tawa.

“Mworago? Yaa!” kesal Yuri tidak terima sembari memukul pelan dada KyuHyun.

“Wae?” tanya KyuHyun, masih menahan tawanya.

“Jangan bilang aku ini polos atau kau akan rasakan akibatnya!” jawab Yuri sedikit kesal sembari menahan senyuman diwajahnya, entah mengapa ia merasa senang saat ini melihat ekspresi KyuHyun yang sebenarnya tidak ada keanehan apapun.

“Jadi, benar bahwa kau ini…” jeda KyuHyun sembari mendekatkan wajahnya ke telinga Yuri. “…polos.” lanjutnya, tanpa tersadar ia tidak bisa menahan senyum yang mengembang diwajahnya.

“Yaa!” kesal Yuri sembari menjauhkan diri dari KyuHyun. Ia menatap KyuHyun sekilas dengan kesal lalu menatap ke arah lain. “Terserahlah, aku tidak akan peduli.” Gumam Yuri yang dapat di dengar KyuHyun. Yuri membuka pintu apartementnya lalu melangkah salah satu kakinya dan berhenti sejenak. “Selamat malam dan terima kasih untuk hari ini.” Ucapnya sembari sedikit membalikkan tubuhnya, menatap KyuHyun sejenak, lalu melanjutkan langkahnya lagi ke dalam rumah.

“Aish, gadis ini membuatku benar-benar tidak ingin membiarkannya pergi.” Gumam KyuHyun sembari senyum-senyum sendiri layaknya orang kehilangan akal sehat dengan sedikit gemas. Dengan langkah sedikit berat hati, KyuHyun meninggalkan apartement Yuri. “Ah,  malam yang indah.” Ucapnya dengan senyum cerah yang masih tersungging diwajahnya.

Sedangkan di balik pintu apartement, Yuri mengintip disalah satu celah pintu dengan kening berkerut. “Pria aneh.” Gumamnya, lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh saat KyuHyun sudah tidak terlihat lagi.

***

Suara jepretan kamera disana-sini terdengar sangat ricuh saat seorang laki-laki memasuki karpet merah acara Golden Music Award. Hari-harinya kembali sibuk dan waktunya sangat padat, bahkan waktu istirahatnya bisa dihitung dengan jari. Lingkar hitam dikantung matanya dapat terlihat dengan jelas jika ia tidak memakai polesan diwajahnya. Selama beberapa detik, ia berdiam diri ditempat yang telah ditentukan sembari melambai-lambaikan tangannya kepada sekumpulan wartawan.

2 minggu berlalu begitu saja tanpa ia bisa berbicara ataupun melihat Yuri. Selama beberapa hari belakangan ini ia mengundurkan bahkan membatalkan janji untuk bertemu Yuri, selaku song writernya. Bahkan, Yuri sendiri juga komposer lagunya. Seharusnya mereka lebih sering bertemu untuk mendiskusikan lagu-lagu miliknya nanti, bukan sebaliknya.

“KyuHyun-ah!” panggil seseorang, KyuHyun menoleh dan mendapatkan seorang laki-laki tengah berlari kecil ke arahnya.

“LeeTeuk-ah, kau disini juga rupanya.” Ucap KyuHyun saat LeeTeuk telah berada disisinya. JungSu menyunggingkan sebuah senyum ramah.

“Aku menggantikan temanku yang sedang sakit, ia memintaku untuk melakukannya.” Balasnya sembari menunjukkan kamera yang mengalungi lehernya, KyuHyun mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. “Ah, hari Rabu besok sepertinya aku akan memotret SeoHyun, jika ia tidak membatalkan janjinya lagi. Apa kau mau datang?” tawarnya lagi.

KyuHyun menatap Leeteuk dengan kening berkerut. Apakah aku sempat melakukannya? Batinnya sembari berpikir. “Bukankah seharusnya kau sudah melakukannya dari beberapa hari yang lalu?” tanya KyuHyun memastikan.

“Iya, tetapi SeoHyun tidak bisa datang karena ia sakit flu saat itu.” Jelasnya sembari menatap KyuHyun dengan tatapan berbinar-binar. “Datanglah, kesempatan tidak datang dua kali!” tambahnya sembari menepuk-nepuk pelan bahu KyuHyun. “Hari Rabu, jam sembilan. Jangan lupakan itu!” lanjutnya antusias lalu meninggalkan KyuHyun begitu saja yang masih tidak mengerti ucapan Leeteuk.

Rabu? Sepertinya aku sudah ada janji dengan Yuri. Ya Tuhan, gadis itu bagaimana kabarnya? Aish, perempuan itu benar-benar seperti monster kejam! Tidak mengirimiku pesan atau menjawab panggilan dariku. Apa ia sesibuk itu hingga ia mengabaikanku? Seharusnya aku yang lebih sibuk dari dia tapi kenapa malah terbalik seperti ini? Aish, benar-benar monster kejam!

***

“Yaa, hentikan! Kim JongIn, hentikan!” pinta Yuri saat seseorang menyiprati air kolam ke arahnya. Laki-laki bernama JongIn itu lalu tertawa puas saat melihat ekspresi kesal Yuri, menurutnya itu sangat manis. “Aish, kau ini!” kesal Yuri lagi sembari menepuk pelan bahu JongIn saat laki-laki itu memilih duduk disampingnya. Yuri kembali menyibukkan dirinya lagi dalam larutan pikirannya sembari memain-mainkan kedua kakinya dikolam renang perusahaan tempatnya bernaung.

“Ada apa denganmu? Kenapa akhir-akhir ini kau sering kali melamun?” tanya JongIn penasaran. Yuri tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari hoobaenya.

Anio, jangan khawatirkan aku, JongIn-ssi.” Jawab Yuri sembari menundukkan kepalanya, menatap bayangan dirinya dan JongIn diair.

“Benarkah? Kau tahu noona? Kau itu pembohong yang buruk.” Balas JongIn sembari menatap lekat wajah Yuri.

Yuri mendecak kesal sembari menatap laki-laki disampingnya. “Apa aku terlihat tidak baik-baik saja, huh?”

“Tentu saja, kau lebih terlihat seperti mayat hidup daripada orang hidup.” Ejeknya.

“Mwoya? Aish, kau ini kenapa suka sekali menggodaku?” tanya Yuri asal.

“Apa? Aku? Menggodamu? Oh Ya Tuhan, kasihanilah wanita ini!” ejek JongIn lagi sembari menatap Yuri dengan tatapan meledek.

“Aigu, kau bisa mengatakannya padaku jika kau menyukaiku.” Goda Yuri tidak mau kalah.

“Noona, apa kau sakit?” elak JongIn tidak terima.

“Wae, wae? Kau bisa mengatakannya jika itu kebenarannya.” Balas Yuri lalu menjulurkan lidahnya.

“Mwo? Yaa—“ ucapan JongIn terhenti karena ada sepasang kekasih datang menghampiri mereka dan ikut bergabung bersama.

“Kau benar noona! JongIn sangat menyukaimu!” timpal Sehun, hoobae Yuri sama seperti JongIn dan Krystal.

“Oppa, apa benar kau menyukai Yuri unni?” tanya Krystal tak mau kalah sembari menatap JongIn dengan penuh harap dan meledek.

“Yaa, Yaa, Yaa! Apa-apaan kalian ini?” kesal JongIn pada sepasang kekasih tersebut.

Tell me now.” Ucap Yuri sembari menyelipkan sisi rambutnya dibalik telinga sembari tertawa.

“Aish, siapa yang mau memberitahumu!” kesal JongIn lalu membuang wajahnya ke arah lain, membuat mereka bertiga tertawa senang. Sekilas JongIn melirik ke arah Yuri yang sedang tertawa, membuatnya tersenyum tanpa sadar. Setidaknya ia bisa melihat wajah ceria noonanya itu lagi, ketimbang wajah murung yang ia perlihat selama 2 minggu terakhir ini.

***

From: Cho KyuHyun

Bagaimana kabarmu? Apakah harimu menyenangkan?

18:18 2013/05/21

 

Yuri mengernyitkan keningnya saat ia membaca pesan itu. Apa laki-laki itu selalu melakukan ini kepada semua wanita yang dikenalnya? Ada-ada saja, batin Yuri lalu melemparkan ponselnya ke sofa apartementnya dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. You’ve a new voice massage, 3 massage. kalimat itu tertera begitu saja saat Yuri kembali mengecek ponselnya setelah mandi dan berganti pakaian. Yuri membuka pesan suara itu. Dari Cho KyuHyun, ada apa dengannya?

“Jika kau mendengarkan pesanku ini, maukah kau menghubungiku kembali atau setidaknya membalas pesanku? Aku akan menunggunya.” Klik, sambungan berakhir dan Yuri hanya menatapi ponselnya dengan kening berkerut.

“Apakah laki-laki ini baik-baik saja?” gumamnya heran lalu mengabaikan ponselnya lagi dan beralih menuju dapur untuk memasak makan malam.

***

Tuk, tuk, tuk! Suara ketukan ponsel yang KyuHyun ketukan ditangannya menimbulkan suara karena terlalu hening dikamarnya. Ini sudah 3 jam berlalu tapi tidak ada tanda-tanda bahwa gadis itu akan membalas pesannya ataupun menghubunginya. “Aish, gadis itu benar-benar seperti monster!” kesalnya sembari memeluk bantal disampingnya. “Tunggu, kenapa aku jadi bertingkah aneh seperti ini? Memangnya kenapa jika Yuri tidak membalas pesanku? Bukan salahnya jika ia tidak membalas atau menghubungiku karena aku ini bukan siapa-siapanyakan?” pikir KyuHyun, mencoba menenangkan dirinya sendiri dan menyadarkannya. KyuHyun lalu memejamkan ke dua matanya, mencoba untuk tidur tapi… detik berikutnya ia membukanya kembali dalam hitungan detik. “Tidak boleh!” ucapnya sendiri ketika pikirannya bergelut dengan beberapa hal. Ia lalu mencoba mencari salah satu nomor telepon yang sempat ia catat saat berada dilobi apartement  tempat Yuri tinggal dan menanyakannya.

“Bisakah aku memesan kamar 312?” ucapnya begitu sambungan terjawab dan mendapatkan sapaan ramah dari sang resepsionis.

“Tentu, kami akan mengaturnya. Atas nama siapa anda memesannya?” sahut seseorang disebrang sana.

“Cho KyuHyun.” Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun dengan puas, selama beberapa saat mereka terlibat dalam perbincangan.

———————- TBC ————————-

51 thoughts on “3 Ways To Get You, 1 Way To… What? [Part 1]

  1. uwuahh ff baru nih… seru, kyu nya kayanya udah suka nih ama yuri, yuri nya cuek tapi lucu gimana gitu, suka liat tingkah mereka berdua deh, ditunggu ya kelanjutannya^^

  2. Kyaaa, daebak eon, aku suka sama karakternya Yuri disini, mana ada si kkamjong, wakks. Aku menantikan moment KYURI nya eon. Keep writing and figting eon. Ditunggu next chapnya.

  3. Yuhhuuu ceritanya menarik hohoho
    Aaaaaaa suka banget klo kyuhyun udah jailin yuri, aduh kayanya si kyu mulai suka sama yuri yaa tapi yuri nya judes banget wkwkwk
    Di tunggu kelanjutannya yaa
    Fighting!!😁

  4. yul jd song writer ya ? tp kok mrka bru ktmu bbrp hari kyu lgsg suka gitu, trlalu cpt kata ku . hehe
    si kai hoobae nya yuri dr skolah atau apa ni ?
    pokoknya next saeng .. fighting

  5. aaaaaa akhirnya kak yura balik setelah lama hiatus
    aku kangen binggo sama kakak
    apalagi sama karya kakak yg keren2
    ini part 1 nya bikin penasaran kak
    next part ditunggu kak
    fighting utk ujiannya kak

  6. seru bnget..aq suka sama jalan ceritanya..
    kyu jahil bnget sama yuri..
    hmm kayanya kai suka ama yuri juga..
    d tunggu next partnyanya yaa ^^

  7. Eonnnnn akhirnyaaa kangenn bgt sama ffmu. Idenya keren thoror keinget krystal di she’s lovely yg dia jadi song writer juga. Kyuhyun dah suka ya sama yuri hahaha. Next chap di tungguuu ^^

  8. Pertama-tama akuu suka bgt sama ff yg yura eonni post. Smua ff eonni smuabya aku sukaa. Terutama yg castnya kyuri^^ hehhehe
    Akuu sukaaa genree yg beginiii. Gasabar pngn liat reaksi yuri pas tau kalo kyuhyun jd tetangganya kkk
    Ditunggu kelanjutanyya eonniii. Fighting!^^

  9. Neomuu joaaa. Suka sama genre gini wkwk yuri kalo ketemu kyuhyun bawaannya pngn marah2, tiati benci sama cinta beda2 tipis. Hehee gasabar liat reaksi yuri kalo tau kyuhyun jd tetangganya. Kyuhyun iseng bgt sama Yuri. Tp suka sama sifat kyu yg gitu. Hehee
    Ditunggu kelanjutannya!^^ fighting

  10. Yuraa eonniiii!^^
    Kangeeen sama ff terbaru dr eonnii..
    Suka deh sama sifat kyu disini posesif sama yurinya padahal pacara aja blm. Cmn rekan kerja wkw
    Gasabar liat reaksi yuri kalo tau kyuhyun jd tetangga barunyaa makin protective kali hehee

  11. Wow,, Daebak ^^ Yuleon galak bgt sma Kyuppa😀😀😀 kyknya LeeTeuk pngen bgt Kyuppa ketemu Seo. D.tnggu bgt next partnya eon🙂 oh ya,,, kenalin q new reader🙂 salam kenal ^_^

  12. Wow,, Daebak ^^ suka bgt sma critanya🙂 Yuleon galak bgt sma Kyuppa😀 d.tnggu bgt next partnya ya eon🙂 oh ya,, knlin q new readers, salam kenal ^^

  13. Woah,, suka bgt sma critanya🙂 Yuleon galak bgt sma Kyuppa😀 oh ya eon, knlin q new reader, salam kenal🙂 d.tnggu bgt next partnya eon ^^

  14. aaa kak yura back
    kangen kaaaak apakabar??
    sukses buat ujiannya kak.
    ini keren kak yuri dankyuhyun lucu gemesss
    kyuhyun love first sight ni yaaa

    btw kak boleh minta kontak bbm nya atau media lain kakak
    terimakasih sblumnya kak
    keep writting

  15. Yuraa eonniiii!^^ Kangeeen sama ff terbaru dr eonnii.. Suka deh sama sifat kyu disini posesif sama yurinya padahal pacara aja blm. Cmn rekan kerja wkw Gasabar liat reaksi yuri kalo tau kyuhyun jd tetangga barunyaa makin protective kali hehee

  16. aku suka sama karakter ny kyuppa sama yuleon..
    kyknya disini kyuppa deh yg dah mulai ngrasa ad perasaan lebih k yuleo..
    next jgn lama2 y eon..

  17. suka sama karakter kyuri disini…
    kyuppa kykny dah suka tuh sama yuleon yg super polos itu..tp pnsaran knp yuleon suka murung y…jwbnny..hny eonni yg tw dtunggu eon..nextnya

  18. hmm…
    jd jong in menyimpan sesuatu? kekeke xDD

    kyuhyun, bisakah, kau sekali saja tidak jahil kepada yuri, mungkin saja saat jumpa pertama yuri sudah memiliki sesuatu hal yg tak kau duga? hahaha who knows.

    btw, kasian bgt si kyuhyun, di cuekin. makanya, jangan iseng jadi org. wkwkwk

  19. waaahh eonni yoi comeback agaiinn .. ini ff nya daebak eoonii, kyu uring2an gara2, yuri ehehe n bakal ada cinta sgitiga antara kyu, yuri n kai .. woooa nggk sabar nunggu part selanjutnya eonni .. keep writing🙂

  20. ahh kyuhyun jadi suka sama yuri, tapi sekali ketemu malah berantem trus😀 hahaha
    kyuhyun ngapain mesen kamar di tempat apartement yg yuri tinggalin juga .. khawatir yaaa
    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  21. udah lama gak maen ksini udh lma juga kak yura muncul kmbali…. yes!! aku suka sma krakter mreka dsini , yuri yg jutek dan kyu yg jahil dan sdikit mnjengkelkan mgkin haha.. aku lgsung next part ajah

  22. KkKk~Kyuhyun evil banget sii😀 ,,pasti Yuri harus punya kesabaran extra untuk menghadapi si evil.nya😀
    di tunggu banget kelanjutan.nya chingu😉

  23. Annyeong eonnie. Aku reader baru disini , ah ini ff keren! Yuri eonnienya berasa cool banget gitu gamau bales sms dari kyu oppa . Keren keren . Eonnie ditunggu kelanjutannya

  24. annyeong eon aku baru ingat sama wordpress ini saat aku ngecek twitter ffnya keren eon , yurinya bener bener cuek sama kyuhyun sampe kyu jadi penasaran sama yuri , sampe gegana sms sama telfonnya gak di jawab dan akhirnya dia beli apartemen disamping apartemennya yuri , kyu tertarik sama song writernya sendiri haha.

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s