I Wanna Say “I Love You” [Part 1]


i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | tYoon Mirae – I’ll Listen To You What Have To Say

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

(Note: Not at all ya, however it I’m still make it on my own)

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2015

Sahabat.

Kata itu—tidak, tidak, sepertinya label itu lebih cocok—akan selalu melekat antara mereka berdua. Mereka? Ya, mereka. Mereka yang sebenarnya tidak habis pikir. Atau apakah sebenarnya kita yang tak habis pikir? Bagaimana bisa? Bagaimana semua itu bermula atau… terjadi? Sedangkan mereka sendiri tidak tau kapan mulanya kejadian itu terjadi.

Seorang gadis dan laki-laki tengah tertawa bersama dengan senyum cerah menghiasi wajah keduanya. Tangan mereka saling terpaut satu sama lain, diiringi langakah kaki lebar dan cepat karena tengah menghindari seseorang. Seseorang dibelakang mereka yang tengah mengejar—bahkan sekalipun telah berlari cepat—tetap saja laki-laki bertubuh besar dan sedikit berumur itu kehilangan jejak mereka.

“Yaa! Berhenti kalian! Dasar anak-anak nakal!” gerutu laki-laki berumur sekitar 40an itu. “Yaa! Awas saja jika tertangkap kalian nanti!” lanjutnya ditengah-tengah napasnya yang mulai memburu.

Sedangkan laki-laki dan perempuan itu hanya terus berlari dan tertawa bersama. Tidak memedulikan laki-laki dibelakang mereka, bahkan sekalipun itu perbuatan jahil mereka. Apa lagi kalau bukan ulah jahil Kyuhyun—laki-laki itu—yang suka sekali menekan bel pintu rumah-rumah lalu pergi berlari lalu bersembunyi untuk menghindari omelan atau kekesalan para korbannya. Tetapi, kali ini ia tidak sendiri. Ia bersama seseorang. Seorang sahabat yang memiliki sifat dan kepribadian bertolak belakang dengan dirinya.

“Benarkah aku melakukannya? Sungguh?” gumam gadis itu tak percaya, senyum senang dan bahagia masih tersungging diwajahnya sembari menatap Kyuhyun.

Dan Kyuhyun hanya tertawa sebagai balasannya. Ia mempererat genggamannya dan sedikit menarik tangan gadis itu ke dadanya. Meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak akan pernah melepaskan pemilik tangan itu pergi dari gapaiannya.

***

Pemandangan langit kota Seoul malam itu sangatlah indah. Lebih indah dari malam-malam sebelumnya. Seorang gadis tengah duduk sendirian diatas atap gedung apartement. Rambutnya sedikit menari-nari akibat kenakalan angin yang berhembus disekitarnya. “Whoaa! Benar-benar segar!” ucapnya sembari merentangkan kedua tangannya kesamping.

“Norak sekali.” Ejek seorang laki-laki dibalik punggung gadis itu. Gadis itu mencibir sebal sembari menurunkan kedua tangannya lalu memasukkannya ke saku mantel. Laki-laki itu berjalan mendekat dan berhenti tepat disamping gadis itu dengan cuek. “Kau ini benar-benar norak sekali ya. Selama ini apa saja yang kau lakukan? Apa hanya berdiam diri dirumah?” tanyanya sedikit mengejek.

Gadis itu menatap kesal ke arah Kyuhyun lalu seketika berubah menjadi lembut saat laki-laki itu menyodorkan sebatang es krim ke wajahnya. Yah, walaupun laki-laki itu terlihat cuek dan angkuh saat memberikannya tetapi gadis itu tidak pernah mempermasalahkannya. “Terima kasih.” Ucapnya dengan polos diiringi sebuah senyuman diwajahnya.

Jujur saja, tidak mungkin ada seorang pria yang tahan saat melihat gadis itu tersenyum seperti itu. Termasuk Kyuhyun, untuk beberapa saat ia terbius oleh senyumannya.

“Bagaimana dengan Joohyun?” tanya gadis itu sesaat sebelum memasukkan kembali es krim ke dalam mulutnya. Kedua mata gadis itu menatap lurus ke depan, menatap pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Seoul dibawahnya. “Ah, atau mungkin Victoria? Apa yang akan kau lakukan pada mereka berdua?” tanya gadis itu semabri menatap Kyuhyun dengan penasaran.

Kyuhyun memalingkan wajahnya, kedua matanya menatap arah lain dan sedikit meihat kebawah. Kyuhyun menghela napas pelan, membuat gadis itu menahan napasnya sesaat tanpa sadar. Gadis itu lalu memalingkan wajahnyanya dan kembali menikmati pemandangan langit malam. Kedua bola mata gadis itu menatap ke atas sembari berpikir sejenak, menerka-nerka apa yang tengah dipikirkan Kyuhyun saat ini atau apa rencananya. Juga, bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini.

“Kenapa?” tanya gadis itu pelan. “Apa pertanyaanku terlalu sulit untuk kau jawab, atau karena apa?” tanyanya cuek.

Kyuhyun kembali menatap gadis itu, lalu berpikir sejenak. Gadis itu tertawa perlahan sebelum ia menatap balik Kyuhyun. “Apa kau saat ini sedang terjebak masa lalu dan masa depan?” ejeknya.

“Maksudmu?” tanya Kyuhyun tak mengerti. Akhirnya, laki-laki itu mau bicara juga.

Gadis itu sedikit menaikkan salah satu alisnya dan menyipitkan kedua matanya. “Victoria atau Seohyun, siapa yang sebenarnya ada dihatimu?” tanyanya diiringi senyuman diwajahnya.

Kyuhyun sedikit mengendikkan bahunya sekilas lalu menatap kearah lain dan kembali memakan es krimnya. “Entahlah.” Jedanya, berpikir dan mempertimbangkan perasaannya. Sedangkan gadis itu tetap sabar menunggu kelanjutannya. “Terkadang, aku berpikir bahwa aku benar-benar bodoh.” Jedanya lagi, membuat gadis itu menatapnya dan sedikit memiringkan kepalanya ke kanan. “Bodoh karena telah meninggalkan Seohyun dan memilih Victoria. Jika dibandingkan, SeoHyun lah yang memiliki dan melebihi segalanya daripada Victoria. Tetapi, hanya saja terkadang aku ingin melindungi Victoria. Aku ingin memeluknya dalam dekapanku. Tetapi, jika itu Seohyun, aku tidak ingin. Bahkan jika ia memelukku, terkadang merasa risih bahkan tak suka. Rasanya… entahlah, aku sendiripun tidak terlalu mengerti.” Lanjutnya sembari menatap lurus ke depan tanpa menoleh ke arah gadis disampingnya.

Gadis itu mengendikkan bahunya dan menghela napas pendek. “Aneh. Rumit. Tidak jelas.” Gumamnya. Kyuhyun menoleh ke arahnya, menatap gadis itu dengan lembut. Salah satu tangannya sedikit terulur dan mengacak-acak sedikit rambut gadis itu.

“Lalu, bagaimana denganmu sendiri, Kwon Yuri?” tanyanya lembut.

Gadis itu sedikit mencibir sebal saat Kyuhyun memanggil nama lengkapnya. “Well, yah…” jedanya sembari menyentuh dan menurunkan tangan Kyuhyun dari kepalanya lalu merapihkan kembali rambutnya. “Tidak ada.” Lanjutnya, dengan nada penuh misteri diringi sebuah senyuman yang sulit diartikan.

Kyuhyun menyipitkan kedua matanya dan sedikit menarik salah satu sudut bibirnya. “Curang.” Protesnya, dan Yuri pun tertawa. “Ayo ceritakan padaku, bagaimana hubunganmu dengan Oh Seung Hwan sekarang?”

Yuri menatap Kyuhyun lekat ditengah tawanya sebelum ia meredakanya. “Baiklah, baiklah. Aku dan dia baik-baik saja. Kami berpisah secara baik-baik, dan saat inipun tidak ada masalah.” Jelas Yuri sembari menatap ke bawah.

Kyuhyun menghela napas tak mengerti. “Kau masih bisa tersenyum?” tanyanya, menatap tajam ke arah Yuri. Mencoba mencari kebohongan dan kelemahan gadis itu.

Yuri menatapnya, tersenyum padanya, dan semakin menyipitkan matanya karena senyuman diwajah semakin lebar. “Mwoya? Apa kau sedang mencari sesuatu dimataku?” goda gadis itu dan sedikit memajukan  wajahnya ke arah Kyuhyun. “Hm, hm, hm?”

“Eishh, kau ini benar-benar.” Kesal Kyuhyun, lalu menatap ke arah lain. Dan tepat saat itu juga Yuri menatap ke arah lain, tepat salah satu sudut matanya menjatuhkan sebuah cairan ke pipinya. Bibirnya mulai bergetar, tetapi ditahannya.

Yuri memiliki beberapa prinsip dalam hidupnya, salah satunya adalah tidak menunjukkan kelemahan atau kesedihan di depan siapapun. Ia tidak ingin terlihat lemah atau tidak boleh ada yang tau bahwa dirinya juga punya titik kelemahan. Sekalipun itu para sahabatnya, ia akan tetap menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya. Sebuah senyum bahagia, sekalipun itu palsu.

Yuri melangkahkan kedua kakinya ke arah tepi bangunan, sembari menghapus air mata diwajahnya dengan cepat. “Whoa-aah!” serunya, untuk mencairkan suasana dan mengalihkan perhatian, terlebih perhatian untuk dirinya. “Pemandangannya benar-benar indah sekali!” tambahnya.

Kyuhyun hanya menoleh sekilas dengan acuh, lalu menatap yang lainnya lagi. “Tch! Gadis bodoh dan norak.” Umpatnya dingin lalu kembali memasukkan eskrim ke dalam mulutnya. “Mana ada perempuan semacam ini? Gadis ini benar-benar polos atau apa?”

Yuri menoleh ke belakang dan menatap Kyuhyun tajam, ia yakin sekali laki-laki itu tadi sedang mengumpatinya atau melakukan hal semacamnya. Tetapi, saat ia melihat Kyuhyun, laki-laki itu justru tengah menikmati es krimnya. Yuri kembali memandang langit malam. Ia memejamkan kedua matanya, membiarkan hembusan angin menerpa wajah dan menarikan rambutnya. Yuri tersenyum bertepatan saat kedua tangannya ia rentangkan kesamping.

“Bodoh.” Maki Kyuhyun pelan, lalu berjalan ke sofa miliknya yang sengaja ia letakkan diatap gedung ini. Ia bahkan sengaja membuat ruangan kecil dan sederhana diatap gedung ini untuknya. Sebenarnya, tempat ini adalah tempat favorit juga rahasia Kyuhyun. Hanya beberapa orang saja yang tau tempat ini, selebihnya ia tidak memberitahukannya.

Sebuah benda hangat melingkari tubuh Yuri. Selama beberapa saat, gadis itu mencerna dulu apa yang sedang terjadi dan baru menyadari bahwa kini Kyuhyun tengah melingkari selimut hangat ke tubuhnya. “Hm?” gumam Yuri, menuntut penjelasan dari Kyuhyun sebenarnya. Tetapi, setelah dipikir-pikir tidak perlu juga.

“Kau bisa saja sakit. Udara malam tidak baik untuk kesehatan, kau tau kan?” jelas Kyuhyun sembari membalut—tidak, lebih tepatnya menjahili—Yuri dengan selimut.

Yuri memejamkan kedua matanya, menahan rasa kesal yang mulai menderanya. “Aku tahu, Cho Kyuhyun. Tetapi, haruskah kau menjadikanku seperti kepompong seperti ini, huh?” protesnya saat tubuhnya sudah terbalut sempurna akibat ulah Kyuhyun.

“Tidak apa-apa, kau terlihat lebih manis jika seperti ini, sayang.” Goda Kyuhyun dan tawanya pun pecah karena tak kuat melihat Yuri seperti sekarang ini.

“Yaa! Cepat lepaskan aku, pria gendut!” omel Yuri.

“Whooaa, lihat-lihat! Kwon Yuri, marah!” ejek Kyuhyun dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Yaa, kau cari mati ya?” kesal Yuri lagi. “Yaa, Cho Kyuhyuun!”

Tetapi sepertinya, Kyuhyun tidak mengindahkan omelan Yuri sama sekali. Laki-laki itu justru tertawa lepas. Tanpa beban. Itulah  yang selalu dilakukannya saat Yuri bersamanya. Seolah-olah, bebannya telah terangkat dan menghilang tanpa jejak.

“Yaa, Cho Kyuhyuun, awas saja kauu!” omel Yuri lagi sembari berusaha keras melompat-lompat ke arah Kyuhyun. Gadis itu benar-benar tak habis pikir, bagaimana mungkin Kyuhyun begitu lihai dan terampil hingga membuat selimut itu membalut tubuhnya hingga dirinya tidak bisa bergerak.

“Uh-oh, kepompong Yuri sedang melompat ke arahku.” Ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat mengejek juga menjengkelkan ditelinga Yuri sembari berlari pelan untuk menghindari gadis itu.

“Yaa, Cho Kyuhyuun! Aishh, benar-benar!”

***

“Aish, benar-benar! Awas saja jika hari ini aku bertemu dengannya, akan ku tangkap dan takkan aku lepaskan dengan mudah pria itu.” Gumam Yuri kesal sembari mengepalkan ke dua tangannya pada keesokan harinya. Ia masih sedikit kesal pada Kyuhyun atas kejahilan sahabatnya itu semalam. Yuri lalu sedikit berlari pelan saat jam sudah menunjukkan lewat 25 menit untuk masuk kelas. Ia benar-benar telat sekarang. “Whoaa, sejak kapan aku benar-benar jadi gadis pemalas seperti ini?’ gumamnya pada diri sendiri.

Dan benar saja ketika masuk, jam perkuliahan telah berlangsung sedaritadi. Yuri pun langsung memilih tempat duduk yang kosong sebelum mendapat omelan dari sang profesor yang tengah mengajar. “Jadi, nona Kwon, bagaimana menurutmu tentang Teori Feminisme ini? Dan apa perbedaannya dengan Teori Gender?” tanya Profesor Im tersebut, saat melihat dan menyadari kehadiran Yuri.

“Err… ya?” kaget Yuri tanpa sadar, lalu menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tak gatal. Sedangkan Profesor Im itu masih dengan setia menanti jawaban yang akan keluar dari mulut Yuri dengan tatapan tajam dan senyum mematikannya. Ya Tuhan, aku masih mau hidup!

“Begini… karena teori feminisme lebih memihak kepada kaum perempuan, sedangkan teori gender sendiri lebih memihak kesetaraan hak antara laki-laki dan perempuan. Hm, kira-kira seperti itu hehe…” balas Yuri dengan senyum lebarnya.

“Akan lebih baik lagi jika kau tidak datang terlambat di jam perkuliahanku, nona Kwon. Well, ada yang bisa membenarkan atau menyempurnakan jawaban nona Kwon ini?” sahut dosen Kim.

Yuripun hanya menghela napas lega saat ia tidak lagi dijadikan kelinci mainannya. Sedangkan disudut ruangan, Kyuhyun hanya bisa menggeleng-geleng tak percaya pada gadis itu dibalik punggung Yuri. “Benar-benar tak habis pikir.”

***

Kelas pertama telah usai beberapa menit yang lalu, tetapi Yuri masih enggan meninggalkan ruangan. Ia justru menjatuhkan kepalanya diatas meja lalu menutup kedua matanya, membiarkan beberapa helai rambut menutupi wajahnya. Ia benar-benar mengantuk sekali.

Kyuhyun membereskan buku-bukunya dan hendak meninggalkan ruang kelas itu, tetapi tertahan saat menyadari satu makhluk dihadapannya tengah menundukkan wajahnya. Kyuhyun lalu mengusap-usap bibirnya dengan salah satu jari telunjuknya sembari berpikir. “Makhluk alien ini. Apa saja yang dilakukan dirumahnya semalam?” Kyuhyun baru saja ingin berjalan melangkah mendekati Yuri tetapi sudah kedahuluan dengan seseorang. Seseorang yang saat ini tengah duduk dikursi kosong samping Yuri dengan perlahan.

“Kau masih tetap saja sama.” Gumam orang itu. Lalu dengan perlahan sekali, ia menyingkirkan rambut Yuri yang menutupi wajahnya kebalik telinga, lalu ikut membaringkan wajahnya dan menatap gadis itu dengan tatapan lembut. “Gadis keras kepala.” Gumamnya lagi. “Tidakkah kau sebenarnya merindukanku? Tidakkah kau masih memiliki perasaan untukku?” lanjutnya setengah berbisik.

Dibalik punggung mereka, rahang Kyuhyun sedikit mengeras, bahkan tangannya terkepal kuat tanpa sadar. Ia membuang wajahnya dengan kesal dan pergi meninggalkan Yuri dengan mantan kekasihnya.

Kedua mata Yuri terbuka saat itu juga, bertepatan dengan menghilangnya Kyuhyun dibalik pintu. Kedua mata Yuri mengerjap-kerjap beberapa kali sebelum menyadari apa yang sedang terjadi, membuat seseorang dihadapannya ikut kelabakan dan langsung membenarkan posisi duduknya. Yuri mengangkat kepalanya dan menatap seseorang disampingnya dengan penuh selidik. “Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanyanya kesal.

“Kau tidak lihat? Aku salah satu mahasiswa kelas siang ini.” Jawabnya cuek dan singkat.

Yuri semakin memicingkan kedua matanya menatap mantan kekasihnya itu. “Bukan itu yang ku tanyakan, tetapi mengapa kau ada disampingku dan menatapku seperti itu?”

“Aku hanya memastikanmu saja. Aku tidak ingin kau terluka atau sakit. Itu saja.” Sahutnya cuek sembari membuka halaman buku.

Yuri menggeleng pelan, dirinya benar-benar tak habis pikir. “Aku rasa, bukan aku yang sakit. Tapi kau yang sakit.” Balas Yuri dingin sembari mengambil tasnya dan berjalan melewati Siwon begitu saja. Dan laki-laki itu hanya bisa menghela napas panjang.

***

“Hey, baby!” sapa seseorang sembari melingkarkan tangannya dileher Yuri tanpa memedulikan apapun.

Yuri mendecakkan lidahnya acuh. “Singkirkan tanganmu, Cho Kyuhyun.” Titah Yuri dengan datar dan dingin. Gadis itu sejujurnya tidak terlalu terganggu dengan sikap Kyuhyun yang satu ini, tetapi ia sangat menghargai kekasih Kyuhyun saat ini dan ia tidak terlalu suka saat seseorang menyentuh dirinya sesuka hati mereka.

“Jika tidak, apa yang akan kau lakukan?” tantang Kyuhyun sembari setengah berbisik ditelinganya dan terus berjalan menyamai langkah Yuri. Yuri menatap wajah Kyuhyun yang dibalas senyum evil laki-laki itu.

“Kau akan mati.” Jawab Yuri singkat diiringi senyuman mematikannya.

“Ohh, mengerikan sekali! Aku takuut!” balas Kyuhyun dengan raut wajah pura-pura ketakutan dan sangat-sangat mengejek sekali.

Yuri hanya menatap datar Kyuhyun lalu menggelengkan kepalanya dan melepaskan dirinya dari rangkulan laki-laki itu. Baru juga Yuri melangkahkan kakinya beberapa langkah, tetapi Kyuhyun kembali berhasil merangkulnya kembali. “Aish!” gerutu Yuri lalu meniup-niupkan poni miringnya untuk meredakan amarah.

“Menurutmu, apa para hoobae disini ada yang menyukaiku?” tanya Kyuhyun santai, tanpa rasa bersalah, dengan kedua mata seperti mencari-cari sesuatu.

Yuri berdecak pelan. “Mana ku tau? Kau tanyakan saja sendiri pada mereka.” Sebalnya sembari melepaskan dirinya lagi, tetapi kali ini ia tidak mencoba menghindar dari Kyuhyun melainkan ia berjalan dengan sabar disamping laki-laki itu.

Kyuhyun menoleh kearahnya dan tersenyum menyebalkan padanya. “Menurutmu bagaimana? Kau kan perempuan.”

“Kalau begitu, anggap saja aku bukan perempuan.” Ucapnya asal dan cuek sembari menatap ke arah lain.

“Wuaah, benar juga. Kau inikan bukan perempuan.” Timpal Kyuhyun sembari berjalan menghadap Yuri dengan kedua tangan didepan dada dan sedang memberikan penilaiannya.

Mantel putih selutut yang Yuri kenakan serta dress sedikit formal berwarna biru tua sebagai dalamannya, membuat kecantikannya semakin bertambah. Ditambah rambutnya yang sengaja ia gerai, membuat keseksiannya lebih terlihat. Jadi, tentu saja Kyuhyun tengah berbohong saat ini.

“Terserah kau sajalah, Cho Kyuhyun.” Balas Yuri dengan datar.

“Yuri!” panggil seseorang, membuat gadis itu menoleh dan mendapati salah satu sahabatnya itu tengah berjalan cepat kearahnya.

“YoonA-ya!” panggil Yuri, sembari berjalan menghampiri sahabatnya itu. “Hai!” sapanya hangat sembari memeluk singkat YoonA.

“Kalian masih ada jam lagi?” tanya YoonA sembari menatap Yuri dan melihat Kyuhyun dibalik punggung gadis itu.

Yuri mengangguk pelan. “Kau sendiri?”

“Aku masih ada jam sampai siang nanti, kau ingin kemana sekarang?”

“Entahlah, mungkin ingin membeli kopi? Semalaman aku tidak bisa tidur dengan baik.” Jawab Yuri dengan sedikit menunduk.

“Kenapa? Ada apa? Terjadi sesuatukah?” tanyanya khawatir.

Yuri hanya tersenyum lalu menggeleng pelan. “Tidak apa, jangan khawatir. Hanya insomnia biasa.”

“Eishh, kau ini. Cobalah untuk membaca buku sebelum tidur, itu akan sedikit membantumu.” Sahut YoonA. “Well, aku rasa harus ke ruang studio saat ini. Sampai jumpa nanti, sayang.”

Yuri mengangguk pelan sembari melambaikan tangan saat YoonA mulai berjalan menjauh.

“Ehem.” Dehaman itu membuat Yuri menoleh ke asal suara.

“Hm, apa?” tanya Yuri.

“Masalah kau tidak bisa tidur, bukan karena kemarin kan?” tanya Kyuhyun sembari menggaruk pelan bagian belakang kepalanya yang tak gatal.

Yuri tertawa pelan. “Tentu saja bukan.” Sahutnya yakin lalu melangkahkan kakinya untuk pergi ke kantin, diikuti Kyuhyun dibelakangnya. Kedua matanya terkunci menatap punggung gadis itu. Walaupun firasatnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang sedang Yuri sembunyikan, tetapi untuk saat ini ia ingin mengabaikannya lebih dulu.

Karena Kyuhyun menyukai ini. Entah mengapa ia sangat menyukai ini. Saat-saat dimana Kyuhyun berjalan dibelakang Yuri, memperhatikannya juga melindunginya secara diam-diam. Tanpa harus gadis itu ketahui. Gadis itu berjalan dengan kedua tangan didepan dada. Entah apa yang gadis itu lakukan, apakah sedang berpikir atau mencoba menghangatkan tubuhnya sekalipun saat ini sudah memasuki musim semi.

***

Kyuhyun menatap jam ditangannya lagi—entah itu keberapa kalinya ia melakukan hal yang sama—lalu menatap gadis dihadapannya kembali. Salah satu tangannya tengah mengetuk-ketuk meja, menanti sesuatu dengan tidak sabar. Sorot mata Yuri sangat kosong dan sulit dibaca. “Aku rasa kepalamu benar-benar terbentur tiang kemarin.” Ucap Kyuhyun, mencoba memecah keheningan.

Tetapi, tidak ada respon dari Yuri.

“Sebenarnya, apa yang sedang kau pikirkan sekarang ini? Kau membuatku takut.” Lanjutnya, walaupun mungkin Yuri masih tidak meresponnya. “Baiklah, aku rasa kau benar-benar sedang banyak pikiran hari ini.” Pasrahnya kemudian, lalu menyenderkan punggungnya kebelakang kursi.

“Kyuhyun-ah.” Panggil Yuri datar, masih dengan tatapan kosongnya.

“Hm, apa? Kau menginginkan sesuatu?” tanyanya sembari kembali menegakkan tubuhnya, siap jika Yuri memintanya untuk membelikan sesuatu atau melakukan hal apapun. Sungguh. Asalkan gadis dihadapannya itu tidak seperti ini lagi.

“Cinta adalah sahabat.” Balas Yuri, lalu menatap lurus kearah Kyuhyun. “Bagaimana menurutmu?” lanjutnya dengan senyum yang sulit diartikan Kyuhyun.

“A-apa? A-ku tak begitu mengerti maksudmu.” Jawab Kyuhyun dengan canggung. Hatinya mulai berdebar-debar, pikirannya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak, dan tanpa sadar ia menahan napasnya untuk mendengarkan perkataan Yuri selanjutnya.

“Tidak, hanya saja aku…” jawab Yuri dengan sorot mata yang benar-benar sulit diartikan. “Well, kau tau film India Kuch Kuch Hota Hai bukan? Tokoh utama laki-lakinya bilang, bahwa cinta adalah sahabat. Saat mendengarnya, aku sedikit berpikir. Jika cinta itu sahabat, maka bagaimana orang diluar sana yang menjalin cinta tanpa persahabatan melainkan pertemanan? Atau mungkin tidak keduanya, tetapi ilusi atau nafsu sesaat saja?”

Kyuhyun menghela napas pendek. “Jadi alasanmu kurang tidur dan bertingkah aneh hari ini karena film itu? Kau menontonnya sendirian kemarin setelah dari rumahku? Kenapa kau tidak langsung tidur saja, huh?” tanyanya beruntun.

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Yuri. Gadis itu masih sama, masih menatap kosong dan seperti manekin hidup.

Kyuhyun kembali menghela napas sesaat sebelum menarik kursinya untuk lebih dekat dengan Yuri lalu, juga melakukan hal yang sama pada kursi gadis itu. Dihadapkannya kursi itu kearahnya, yang mendapatkan tatapan tak mengerti dari Yuri.

Kau sudah sadar, gumam Kyuhyun dalam hati. Salah satu tangan Kyuhyun terulur dan menyentuh salah satu pipi Yuri, membuat gadis itu mengernyit semakin tak mengerti. Kyuhyun tersenyum lembut sembari menatap lurus kearahnya. Ia sengaja mendekatkan kening mereka berdua, hingga sebisa mungkin jarak diantara mereka sangatlah tipis. “Mungkin saja, bagi Rahul—nama tokoh utama laki-laki itu—cinta itu adalah sahabat, dan begitu juga dengan Anjali—tokoh utama perempuannya—sedangkan Tina—nama tokoh utama perempuan kedua—hanyalah teman, bukan sahabat. Kau lihat sendirikan bagaimana persahabatan antara Rahul dan Anjali? Dan persahabatan itu rusak ketika Tina datang, walau Tina tidak bermaksud merusaknya justru ia memilih mundur dari mereka berdua. Tetapi, Rahul telah berpikir bahwa ia jatuh hati pada Tina dan tidak akan pernah melepaskannya. Tetapi, setelah Anjali yang pergi Rahul baru menyadari bahwa Anjali-lah cinta sejatinya. Sahabatnya.” Jelas Kyuhyun lembut dan pelan sembari menatap Yuri.

Yuri hanya menyunggingkan senyum lembutnya, menyentuh tangan Kyuhyun kemudian menurunkannya dari wajahnya, lalu memberikan jarak aman diantara ia dan laki-laki itu. “Dasar pria. Semuanya rata-rata seperti itu. Ketika ada perempuan yang lebih sedikit selalu saja gatal dan meninggalkan yang lama, dan baru menyadari betapa menyesalnya mereka ketika seseorang itu telah pergi.” Gerutu Yuri.

Dan Kyuhyun hanya menanggapinya dengan tersenyum. Ia tidak dapat—atau bahkan tidak bisa—menyangkal bahwa dirinya juga seperti itu. “Maka dari itu aku tidak suka pria.” Sahutnya yang hanya dibalas dengan gelengan pelan Yuri.

—To be continued—

Hai! Hallo semuanyaa~ Lama tak jumpa ya haha🙂

Maaf baru update lagi *bow*

Hmmm, ada yang mau aku usulin nih ke kalian para reader ataupun author yang entah numpang lewat baca atau memang baca beneran tetapi sepik-sepik apa gitu(?), tolong hargai hasil karya seseorang ya. Karena aku masih nemuin beberapa author entah itu darimana aja, yang terkadang masih suka plagiat. Sebenarnya ide ceirta yang ditulis itu dari penulis si A, B, C, tapi penulis D gabungin jadi satu cerita dan hanya menambahkan sedikit perbedaan. Kemudian dianggap bahwa itu tetap miliknya.

‘Yah, ambil-ambil dikit gapapalah ilmunya’, ada yang berpikir begitu? Boleh aja, tapi jangan semuanya juga kan? Hanya berbeda nama & tempat, ditambah lagi sedikit dramatisir.

Helloooo, saya yakin kok jika kalian diposisi penulis itu pasti juga mau apapun alasannnya -_-

Intinya,hargailah karya seseorang okaay?

Well anyway, aku lagi ujian *hiksss* makanya aku post ff-ff ini sekaligus. Yura bingung mau ngapain, rasanya bosan aja kalo romantisan sama buku terus T_T

P.S.: Doakan Yura ya chingudeul~

Terima kasih banyak! Jangan lupa RCL ya ^^

50 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 1]

  1. eonniiiii akhirrnyaaaa kau kembaliiii aaaaaakkhhh senang senang, kangen ff muuuu >.< cerita kyuriiii diperbanyak lagi adengan romantisnyaaaa eonni, dan jangan hiatus lagi ya eonnii🙂

  2. Annyeong eon, aku rasa KYURI saling suka tapi mereka takut ngungkapinnya gitu, entahlah masih ragu nebaknya, jujur aku baper eon baca ff ini, udah takut duluan kalo KYURI gak bersatu, hikss. Aku suka ff ini eon apalagi castnya KYURI, feelnya juga dapet banget dan alhasil aku baper wakks *berlebihan. Terus semangat eon ditunggu next chapternya:D

  3. persahabatannya yuri kyuhyun keren banget.. tapi sedih juga waktu tau yuri punya perasaan lebih ke kyuhyun, tapi kyuhyunnya ga sadar, cinta adalah sahabat.. kode dari yuri noh, hehe..
    ditunggu ya kelanjutannya^^

  4. persahabatannya yuri kyuhyun keren banget.. tapi sedih juga waktu tau yuri punya perasaan lebih ke kyuhyun, tapi kyuhyunnya ga sadar, cinta adalah sahabat.. kode dari yuri noh, hehe..
    ditunggu ya kelanjutannya^^

  5. Halluuuu kak aduhh aku reader baru disinu, ihiks akhirnya ff kyuri masih ada yaa kirain udah langka
    Eh btw ff nya kereenn banget feelnya dapet hohoho berasa nyata gitu /? A
    Oh iya aku ijin berjelajah di blog nya yaaa
    Semangat terus yaa!! 😁

  6. huaaaaa akhirnya kembali lagii saenggg,, apa kabar ???
    sibuk ujian apa ni ??? huaaa senengnya. semoga ujian nya lancar ya😀

    aduh emang ya topik ttg cinta adalah sahabat itu plg ngena . hehe
    jadi kyu statusnya masih pcrn sm vic dan yul baru putus sm seunghwan ?? aduhh np ada om itu si yg jadi cast nya hehe :p
    itu kyu kesel liat siwon dktin yuri ya ??
    aduh pokoknya cakep dah crtnya .. lanjut saeng🙂

  7. huaaaa akhirnya yura kmbali jg ..
    wahhh senengnya .. lg sibuk ujian apa ni saeng ?? yaampun kangen aku😀
    semoga lancar ya ujiannya ..

    topik ttg sahabat jd cinta itu mmg ngena bgt deh pokoknya, seru . hehe
    dsni status nya kyu pcr vic dan yul baru putus ya ? tp knp mantannya si om itu haduhhh hehe :p
    itu kyu kesel si siwon deket yuri ??
    aduhhh pokoknya next saeng ..
    fighting !!

  8. kenapa setiap komen ga bisa terus ya??? semoga yg ini berhasil deh..
    akhirnya yura kombek!! seneng banget deh , yuri disini kasian, cinta nya sepihak apalagi sama sahabat sendiri alias kyuhyun…
    ditunggu ya kelanjutannya^^

  9. kyaaaaaaa senengnya saeng udah balik lg .. yeyeyeeye
    semoga lancar ya ujian nya😀
    bosan ahhh pacaran sm buku mulu mending selingkuh dulu sm reader setia mu ini hehe
    oiya kok aku komen susah bgt ya skrg😦

    topik cinta adlh sahabat itu pokoknya ngena bgt deh . .
    bngung mau komen apa, pokoknya selamat dtg kmbali … fighting🙂

  10. waah seru bnget ceritanya..aq yakin sebenarnya kyu suka sama yuri tapi blum menyadarinya mungkin..
    tapi aq blm tau rasa yuri k kyu gmnanya..
    d tunggu part berikutnya yaa chingu..
    semangatnya buat ujiannya ^^

  11. Yuraaa eonni!🙌 udh lamaaaa nunggu ff ini akhirnyaa di post jgaaaa..
    Love or friend? Pengennya sahabat jd cintaaa wkw
    Aku bingung jd mantannya yuri seunghwan apa siwon? Hmm
    Ditunggu kelanjutannyaa yaa eonniii. Fighting!

  12. Eonni akhirnya update hehe duh senengnya, yaa udahlah ya gausah ditanya kalo ff eonni sih selalu seru dan buat penasaran. Disitu kyu sma yuri sahabatan ya? Salah satu diantara mereka ada yg fall in love gitu? Ahh pokonya lanjut trs ya eon😊

  13. Waah eon akhirnya update juga senengnya hehe, gausah ditanya ya kalo ff eon sih pasti seru dan buat penasaran. Itu kyu dan yuri sahabatan ya? Salah satu diantara mereka ada yg fall in love gitu? Lanjut trs ya eonni semangat😅

  14. aaa yuri-kyuhyun
    part 1 nyaa
    inspirasi film kuch kuch hota hai sediih kak
    aku aja mewek…..oiya kak ditunggu next part kakk

    btw kak boleh minta kontak bbm nya atau media lain kakak
    terimakasih sblumnya kak
    keep writting

  15. woahhhh…yura eonni comeback lagii…dah kangen loh eon sama kary2 kyurinya..disini kykny kyu dah sadar klo dy suka sama yuleon..tp yuleon ny blm nyadar kali ya..tp pnsaran sih yuleon kok suka murung…ok drpd nebak2 ..aku tgu nextnya eon..

  16. eonni! finally you made a comeback! I miss to read your fanfic (as always)!

    as a kyuri shipper, it’s really hard to find a fanfic that the cast is our royal shipper (Kyuri- Kyuhyun, yur) ofc. and… there isn’t any author that can make my feelings so exploaded like your fanfic. i, as your royal readers, sincerly thank you for your hard work.

    now, i want to making a comment HEHE.

    as always, your fanfic is awesome. Walaupun aku masih harus baca 2x biar ngerti gimana alur dan jalan ceritanya huahah. Tapi tetep aja, feeling nya selalu dapet kalau kamu yg tulis!

    Tumben, pada chapter 1, kyuhyun yg suka duluan, biasanya kan yuri hehe . walaupun ada rasa sebel, tapi pasti udah ada percik2 rasa – rasa gitu de :3

    and as always, mr. cho is so narcists . hahaha. kutunggu kelanjutannya, Yura🙂 !

  17. kayakny ada perasaan diantara mereka tp terbentur kata sahabat … critanya bagus eonni d tunggu part selanjutnya yaa ..
    oia semoga ujiannya berhasil amiinn ..🙂

  18. Annyeong Yura ,Aku readers baru salam kenal🙂
    Keren chingu ff.nya ,walau pun masih bingung ama alurnya😀😀 ,tapi keseluruhan.nya keren kok🙂
    di tunggu karya~karya yg lain.nya🙂

  19. ahh ternyata mereka saling suka tapi gk berani ngungkapin perasaannya krna mereka sahabat ..
    nah lohh yuri nanyain cinta sahabat
    di tunggu nextpartnya eonni

  20. ahh ternyata mereka sama-sama suka tapi gk berani ngungkapin😦
    nah lohh yuri nanyain cinta sahabat
    kyuhyun kalo tau perasaannya knpa gk nyatain vintanya keyuri ?
    di tunggu nextpartnya eonni

  21. ini bgus skali kak Yura… aku gak tau mau komen apa.. Sukses buat ujiannya smoga dberi kelancaran Aamiin

    dtggu ff lainnya yg lbih WOW~

  22. yuleonn bner tuh cwo emng gtel klo ad cwe ckep dkit ajah lngsng mnel.. tptp kyuhyun mncntai shbt’a yaitu yuleonn? hahaha iseng bngett sih kyuhyun sm yuleonn ngrjain orng tua^^
    nice good and fighting eonni^^

  23. Hai eonn, salam kenal, aku reader baru disini. hehe
    Waah ff nya seru eonn, jadi penasaran sama kelajutannya. ijin baca ya eonn. hehe

  24. Author, karya2 tulisan kamu aku suka. Apalagi pairnya KyuRi. Awalnya aku suka YulWon sama YulSung. Ya kalau dilihat tuh cocok aja mereka dengan kulit yang sama2 tidak terlalu putih dan wajah yang manis. Tapi lama kelamaan aku jadi suka KyuRi. Ya jadi kelihatan klop aja mereka, Apalagi karakternya. Intinya aku suka karya author dengan cast utamanya Kyuhyun Yuri dan karakter keduanya di setiap ff yang author buat.

  25. Hai kak aku readers baru…
    Wah ff nya seru jadi yuri itu pernah pacaran sama siwon dan seunghwan ya? Kyuhyun sama yuri sahabat pasti ntar jadi pacaran
    Di tunggu next jangan lama-lama

  26. Eonnn miss banget sama fanfic eon yg bikin baper terus senyum2 sendiri pas bacanya~
    Sukses terus ya eon, semoga ujiannya lancar.. Aminnn

  27. Eonn baru tau kalo eon ngepost ff yg baruuuu..
    Aaa kangen fanfic diblog ini, fanfic eon selalu bisa bikin baper terus senyum2 sendiri pas bacanya~
    Sukses terus eon buat ujiannya.. Hwaiting~

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s