I Wanna Say “I Love You” [Part 2]


 

i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | tYoon Mirae – I’ll Listen To You What Have To Say

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2015

Kyuhyun baru saja masuk ke dalam apartement yang milikya. Tetapi, ia sudah merasa sepi setelah beberapa saat yang lalu berpisah dengan teman-temannya. Ia menghela napas sesaat sebelum merebahkan tubuhnya disofa dan menyalakan televisi. Sebenarnya, hari ini cukup melelahkan terlebih ia bersama dengan seorang gadis yang membuat tenaganya terkuras. Tetapi ia juga tidak bisa menampik jika hari ini ia sangat senang, mungkin lebih dari itu.

“Cinta adalah sahabat.” Perkataan itu terngiang-ngiang dikepalanya. “Sahabat dan cinta.”

“Dasar bodoh.” Maki Kyuhyun pelan. “Polos.” Lanjutnya.

 

2 New Massage

Dimana kau sekarang? Datanglah, aku memasakkan sesuatu untukmu, sayang

Victoria Song

19:47 KST

 

Oppa, hari ini kita jadi makan malam bersama?

SeoHyun

19:25 KST

 

Kyuhyun menghela napas berat. Lagi. Sepertinya ia mulai kembali ketarik lagi ke dalam pusaran gelap yang mematikan.

Victoria dan Seohyun? Pilihan yang sangat sulit.

 

***

 

Suara hentakan musik terdengar memenuhi ruangan kamar itu. Ditambah tingkah aneh dari sang pemilik kamar membuat suasana ditempat itu semakin tak terkendali. Kwon Yuri, saat ini gadis itu tengah menyanyi dan menari-nari tak jelas gerakannya. Hal yang biasa dilakukannya saat gadis itu tengah mencoba melepas rasa penatnya dengan cara gila seperti ini.

“Whoaa! Benar-benar laki-laki b*st*rd!” kesalnya. “Huh! Apa itu?” tanyanya pada pantulan dirinya dicermin. “Aku mencintaimu, jangan tinggalkan aku. Aku mohon maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku tidak akan meninggalkanmu. Aku tidak akan mendua. Aku blablabla…” kesal Yuri dengan berbagai macam ekspresi saat mengatakannya.

Ia tak mengerti jalan pikirannya laki-laki manapun.

1 New Massage

Yurii, ingin makan malam diluar bersamaku? Hm, hm, hm? Ayolaahh

Tiffany Hwang

19:25 KST

 

Yuri hanya mengendikkan bahunya sesaat lalu membalas pesan singkat tersebut. Setelah selesai, ia kembali menatap cermin dan menunjuk dirinya sendiri dipantulan. “Kau, kau, kau! Apa kau pikir laki-laki didunia ini hanya kau saja, huh? Hingga kau berani mengkhianatiku dan meninggalkanku demi wanita lain, huh? Lalu, kau memohon padaku beberapa hari kemudian untuk kembali padaku? HAHA, lucu sekali kau Choi Siwon!” ucapnya sembari melanjutkan kegiatan gilanya diiringi lagu-lagu yang dinyanyikannya.

 

***

 

Yuri baru saja melangkahkan kedua kakinya ke sebuah restoran cukup mewah ditemani Tiffany disampingnya. Pakaiannya memang cukup simple tetapi tetap stylish. “Makan disini?” tanya Yuri memastikan sembari menatap Tiffany tak percaya.

Tiffany hanya menganggukkan kepalanya pelan, sembari mengedipkan salah satu matanya. “Ayo, masuk! Makanan menunggu kita!” ajaknya bersemangat sembari berjalan lebih dulu. Yuri hanya menggeleng tak mengerti melihat tingkah temannya satu itu. Seorang pelayan mengikuti mereka dan dengan sigap bersiap mencatat pesanan mereka.

“Apa kita tak pergi ke tempat lain saja? Disini terlalu…” rayu Yuri saat mereka telah mendapatkan tempat duduk, tetapi ucapannya menggantung diudara saat ia melihat seseorang yang sudah tak asing lagi masuk ke dalam restoran. Selama beberapa saat, Yuri terdiam tak percaya.

“Tenanglah, aku yang traktir! Kau hanya perlu menemaniku dan mendengarkan ceritaku beberapa hari terakhir minggu ini. Jadi, jangan khawatir, arra?” sahut Tiffany sembari menyandarkan punggungnya kebelakang kursi setelah memesan makanan dan pelayan itu pergi.

Yuri tak menghiraukan ucapan Tiffany barusan. Sebagian dirinya terasa aneh dan merasa sangat asing. Tetapi, jauh dilubuk hatinya yang terdalam hatinya seperti patah menjadi dua bagian.

“Kwon Yuri?” panggil Tiffany sedikit keras karena Yuri tak kunjung merespon ucapannya.

Yuri segera tersadar dan menatap Tiffany. “Ya, ada apa?”

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu, ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat pucat seketika? Apa kau melihat hantu atau sesuatu menakutkan lainnya?” tanyanya beruntun.

“Eh? Ti-dak, bukan seperti itu. Hanya saja aku terpikirkan tugasku yang belum selesai.” Bohongnya sembari menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya.

“Eishh, bohong sekali!” bantah Tiffany tak percaya lalu mengikuti arah pandangan Yuri tadi. Tiffany terdiam selama beberapa saat ketika menyadari apa yang Yuri lihat tadi. Lalu, menatap Yuri dengan tatapan tak mengerti. “Kau… itu Kyuhyun kan? Sahabatmu yang sering kau ceritakan itu?”

Yuri tersenyum lembut. “Ya, dia sahabatku.”

“Lalu, kenapa kau terlihat kaget seperti itu?”

“Tidak apa, hanya saja tak percaya bisa bertemu dengannya disini.” Jawab Yuri dengan tenang sembari terus berpikir secara logika.

“Apa kau menyukainya?” tanya Tiffany, membuat Yuri seperti tergelitiki oleh sesuatu hal yang menggelikan.

“Oh, ayolah! Jangan bertanya yang tidak-tidak.” Balas Yuri disela tawanya.

Tiffany mengendikkan bahunya. “Siapa tau saja kan, lagipula tidak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan.”

Yuri berpikir sejenak sembari menggigit bibir bawahnya pelan. Sebenarnya, ia sudah memikirkan hal ini dari beberapa hari yang lalu. “Benarkah? Tetapi, pernyataan itu ingin sekali aku bantah. Aku tidak percaya. Aku percaya bahwa ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan.” Tegas Yuri.

“Kalau begitu, kita lihat saja nanti. Salah satu diantara kalian akan ada yang menyukai satu sama lain, jika bukan kau maka Kyuhyun. Atau mungkin…” jedanya sembari menatap Yuri dengan jahil, membuat gadis itu bertanya-tanya. “Atau mungkin kalian berdua saling jatuh cinta satu sama lain nantinya.” Lanjut Tiffany diiringi tawa darinya.

Sedangkan Yuri menggeleng dengan santai. Tidak ingin memedulikan ucapan Tiffany barusan. Pikirannya kembali melayang pergi lagi, sedangkan Tiffany mulai mengoceh, Yuri kembali memfokuskan pikirannya dan mendengarkan cerita sahabatnya itu dengan seksama.

 

***

 

Pukul 9 lewat Yuri telah menyelesaikan makan malamnya dengan Tiffany dan sedang menunggu gadis itu mengambil mobilnya diparkiran. Hembusan napas gadis itu terlihat seperti gumpalan uap diudara. Entah mengapa hari ini Yuri merasakan dinginnya malam. Yuri mengangkat wajahnya, menatap langit malam yang sedikit mendung juga tak berbintang. Bulan pun tak menampakkan dirinya.

“Aneh. Apa akan turun hujan nantinya?” gumamnya pelan. Yuri masih menunggu dengan sabar hingga Tiffany menjemputnya ditempatnya berdiri.

Sedangkan di dalam restoran, Kyuhyun hanya tersenyum sesekali, berbicara seperlunya, dan memakan makanannya tanpa ada keinginan memakannya. Entahlah, ia merasa aneh saat ini. Ia merasa jenuh dan bosan melakukan semua ini.

“Kyuhyun-ah, ada apa denganmu? Apa kau tak suka dengan makanannya?” tanya seorang perempuan khawatir.

Kyuhyun menoleh dan memaksakan sebuah senyuman diwajahnya. “Tidak noona, ini sangat enak.”

“Tetapi, kau terlihat tidak menikmatinya.” Timpal Victoria.

“Itu hanya perasaan noona saja. Ayo, habiskan makanan noona.”

Dan dengan patuh, Victoria menghabiskan makanannya tanpa bertanya lagi. Karena toh percuma, ia merasa Kyuhyun sedang tidak bersamanya sekarang. Pikirannya seperti terbagi saat ini.

Setelah selesai makan, Kyuhyun dan Victoria memilih untuk kembali ke rumah karena suasana diantara mereka—atau mungkin hubungan mereka—masih kurang baik. “Noona, kau tunggu di depan saja. Aku akan mengambil mobil.”

“Aku ikut saja menemanimu.” Tolak Victoria sembari menyamai langkah Kyuhyun.

“Tidak perlu, aku tidak ingin kau merasa terlalu lelah noona.” Sahutnya lembut sembari menatap gadis itu dengan tatapan memohon agar mengerti dan mematuhi ucapannya.

“Baiklah, aku mengerti.” Ucapnya lalu meninggalkan Kyuhyun dan berjalan menuju pintu keluar dari restoran.

Didepan restoran, Victoria mendapati seorang gadis tengah berdiri menanti sama seperti dirinya. Victoria melihat sekilas gadis itu dari ujung kaki sampai kepala, lalu mulai menilai penampilannya.

Mobil Tiffany berhenti tepat disamping Yuri, bertepatan dengan mobil Kyuhyun berhenti dibelakang mobil Tiffany. Tiffany menurunkan sedikit kaca mobil sisi kemudi, hingga menampilkan wajah cantiknya. “Yuri, ayo masuk!” ajaknya ceria.

Kedua mata Kyuhyun sedikit menyipit saat melihat sosok seseorang yang familiar untuknya. Sosok itu membuka pintu mobil didepannya dan mulai masuk ke dalamnya. Kedua bola mata Kyuhyun membulat sempurna saat baru menyadari bahwa sosok itu sangat ia kenali. Tanpa sadar Kyuhyun keluar dan mobilnya dan hendak mengejar mobil dihadapannya tetapi tertahan.

“Kyuhyun?” suara panggilan itu sedikit keras hingga membuatnya tersadar dan menoleh ke sumber suara. “Ada apa?” tanyanya lagi.

Napas Kyuhyun sedikit memburu dan jantungnya berdetak tak karuan. Kyuhyun lalu berpikir sejenak. Ada apa denganku?

“Kyuhyun?” panggil Victoria lagi.

“Tidak apa, ayo masuk ke mobil.” Balasnya datar.

Itu Yuri kan? Makhluk alien dari luar angkasa itu? Apa yang dilakukannya disini? Dan ia dengan siapa tadi? Argh, sial! Siapa yang ada dimobil itu? Gumam Kyuhyun frustasi dalam hati. Pikirannya kini dihantui oleh bayang-bayang gadis itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?

 

***

 

Kyuhyun berjalan sedikit terburu-buru dilorong fakultasnya. Ia menyiagakan kedua matanya untuk mencari sosok seseorang. Seseorang yang saat ini dibutuhkannya, mungkin sangat. Ia baru saja ingin memasuki ruang kelasnya tetapi sebuah tangan menepuk bahunya pelan dibalik punggung. Kyuhyun berhenti sesaat dan menoleh untuk melihat siapa orang itu.

Seorang gadis tengah menatapnya dengan senyuman menawan diwajahnya, senyuman yang sangat menggoda sebenarnya. Jujur saja, Kyuhyun sedikit tertarik dengan senyuman itu. “Cho Kyuhyun?” sapanya lembut.

“Hai, Choi Sooyoung.” Ramah Kyuhyun. “Ada apa?”

“Tidak ada, hanya ingin berbincang sejenak saja.” Jawabnya diiringi senyum manis menghiasi wajahnya. “Apa kau sibuk?” lanjutnya.

Kyuhyun berpikir sejenak, menatap sekeliling ruang kelas, lalu mengendikkan bahu seolah tidak peduli lagi apa yang dipikirkannya tadi. “Hm, tidak juga. Aku sedang menunggu seseorang, tetapi sepertinya orang itu terlambat.”

Kedua alis Sooyoung hampir bertemu satu sama lain. “Siapa?”

Kyuhyun hanya membalasnya dengan senyuman penuh misteri. “Well, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanyanya, mengalihkan perhatian.

“Hm, sebenarnya… apakah kita harus berbicara serius? Tidak bolehkah membicarakan yang lain?” tanya Sooyoung hati-hati dan sedikit canggung.

“Tentang apa?”

Sooyoung mengendikkan bahunya sekilas. “Entahlah, kita sudah lama sekali tidak berbicara. Kau tidak rindu padaku?” candanya sembari memukul pelan lengan Kyuhyun.

“Yah, semenjak kau sibuk dengan kekasih barumu itu. Lalu, bagaimana hubunganmu dengannya sekarang?” tanya Kyuhyun santai sembari menyenderkan punggungnya pada dinding pembatas lorong dengan ruang kelas.

“Kurang begitu baik sekarang. Tapi, bukan itu maksudku. Aku hanya merindukanmu, juga yang lain. Aku ingin meminta maaf karena terlalu sibuk dengannya dan tidak bersama kalian lagi.” Sesal Sooyoung.

Diam-diam, Kyuhyun menghela napas panjang dan berat menatap temannya itu. “Aku mengerti. Itu sudah berlalu, sudah lupakan saja.”

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan kedua mata berbinar-binar. “Benarkah? Kau serius?”

Kyuhyun mengangguk pelan sebagai jawabannya. “Tentu saja, kau kan temanku.”

“Terima kasih, Kyuhyun-ah! Kau memang yang terbaik!” ucapnya dengan senang sembari memeluk Kyuhyun secara spontan.

Kyuhyun hanya bisa mengangkat kedua tangannya sebahu dan sedikit bingung apa yang harus dilakukan. “Wo-ow, jangan seperti ini, Choi Sooyoung.” Pintanya. Ia tidak terlalu suka dengan perempuan agresif atau semacamnya.

Seorang gadis baru saja melewati dua orang itu dan masuk ke kelasnya dengan gelengan kepala pelan. “Whoaa, pagi-pagi sudah dapat umpan!” gumamnya takjub. Ia lalu duduk disebelah kursi Taeyeon dan mulai melepaskan kacamata hitamnya. “Pagi, Kim Taeyeon!” sapanya hangat, yang disambut dengan senyum cerah dari gadis mungil itu.

“Yuri, hari ini kau yang maju presentasikan?” tanyanya memastikan. Yuri mengangguk pelan. “Sendiri?”

Yuri menggeleng pelan sembari menunjuk beberapa orang dengan dagunya. “Tidak, sama Sunny dan Jessica nanti.” Lalu keduanya terlibat percakapan singkat dan hangat.

“Kwon Yuri!” panggilan itu begitu heboh dan memenuhi ruang kelas hingga membuat siapa saja menoleh ke asal sumber suara. Dan mendapati seorang laki-laki tengah berjalan cepat ke arah tempat duduk seseorang dengan bersemangat, sedangkan orang yang dituju hanya mencoba menutupi wajahnya dengan kerah kemeja.

Taeyeon yang berada disamping Yuri hanya tertawa pelan dan menggeleng melihat pasangan itu. “Kyuhyun-ssi, sebaiknya kau menjaga Yuri dengan baik.” Ucapnya sebelum memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi ucapan Taeyeon barusan, lalu ketika gadis itu pergi, ia menempati tempat duduknya. “Yaa, ada apa denganmu? Kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu?” tanyanya tak mengerti melihat tingkah aneh Yuri pagi ini.

Yuri sedikit berteriak pelan dibalik kerah kemejanya. “Aaa! Kau benar-benar membuatku malu!” sahutnya pelan.

Kyuhyun tertawa pelan mengingat sikapnya tadi. “Jadi kau malu?” tanyanya lagi.

“Yaa, Cho Kyuhyun!” kesalnya sembari menampakkan wajahnya lalu menatap sekelilingnya. Dan benar saja, seluruh mata memandang mereka dengan berbisik-bisik. “Lihatlah! Mereka pasti sedang membicarakan kita. Kau tidak ingin mendapatkan gosip yang tidak-tidak kan?”

“Biarkan saja. Lagipula, siapa yang peduli dengan gosip murahan seperti itu?” sahut Kyuhyun cuek. Sikap cueknya ini terkadang benar-benar menyebalkan. “Akh!” rintihnya pelan saat Yuri memukul lengan Kyuhyun dengan sebal.

“Yaa, bagaimana kau bisa bersikap seperti itu? Apa yang akan dipikirkan Victoria nanti jika tau?” omel Yuri sebal.

Kyuhyun mengambil napas pendek dan menatap lurus ke arah gadis itu. “Aku tidak peduli mereka ingin berkata apa tentang kau dan aku. Kwon Yuri, kau itu sahabatku. Aku memang belum memberitahu tentangmu pada noona tapi, aku rasa dia akan mengerti.” Jawabnya serius dan tegas.

Yuri menatap bola mata Kyuhyun lekat-lekat, mencoba mencari sesuatu di dalamnya. “Bagaimana jika tidak?” tanyanya, lalu menggigit bibir bawahnya pelan. Ia sedikit merutuki kebodohannya sendiri.

Kyuhyun terdiam, mencoba berpikir dan memperkirakan jika pertanyaan Yuri benar. “Kau tidak bisa menjawabnya kan? Maka dari itu, aku…” jeda Yuri sembari membenarkan posisi duduknya, memberi jarak antara wajah mereka untuk lebih leluasa lagi. Pandangannya ia alihkan ke arah lain. Ia mencoba menghindari tatapan Kyuhyun—atau mungkin lebih tepatnya, menghindari menatap mata Kyuhyun—“…aku tidak ingin merusak hubunganmu dengan Victoria ataupun Seohyun. Jika itu Seohyun, aku tau ia akan sangat mengerti sekali dan dengan rela hati membiarkan kita tetap berteman. Tetapi, jika itu Victoria unni… aku tidak terlalu yakin.” Lanjutnya.

Kyuhyun terdiam mendengarkan perkataan Yuri barusan. Bola matanya terkunci menatap gadis itu. Ia bukannya tidak tau atau tidak memperkirakannya, hanya saja ia tidak terlalu suka jika Yuri terlalu memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi antara dirinya, Yuri maupun Victoria.

Kyuhyun lalu berdeham pelan, membenarkan posisi duduknya untuk menghadap depan, dan menggembungkan kedua pipinya sesaat lalu membuang udara didalamnya. “Apa Siwon masih terus saja mengganggumu?” tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan. Yuri menoleh sesaat ke arahnya lalu menatap ke depan kembali sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Seperti itulah. Huh, dasar laki-laki tak tau diri itu! Apa ia tak memiliki kerjaan lain selain menggangguku? Bukankah ia sudah memiliki kekasih baru? Ia meninggalkanku karena perempuan itu kan? Lalu, mau apa dia sekarang? Mencoba mendekatiku lagi, huh?” kesal Yuri beruntun.

Dan Kyuhyun hanya bisa tersenyum simpul saja mendengarkan gadis itu bicara. “Kenapa kau tidak mencoba kembali padanya saja?” goda Kyuhyun diiringi sebuah senyuman jahil diwajahnya.

Yuri menoleh dan menatap Kyuhyun dengan tajam. “Kau gila? Tidak, tidak, dan tidak! Pokoknya, tidak akan pernah!” tegas Yuri kesal. Dan Kyuhyun hanya tertawa pelan melihatnya.

 

***

 

“Ada yang ingin bertanya?” pertanyaan itu terlontar dengan sangat terpaksa dari mulut Yuri sembari menatap teman-temannya diruangan ketika jam perkuliahan telah berlangsung dan kelompoknya mendapat giliran maju presentasi.

Ia sangat berharap sekali jika tidak ada yang bertanya kali ini. Karena jujur saja, ia malas dan juga belum tentu tau jawabannya. “Ada yang ingin bertanya atau menyangkal? Atau mungkin berpendapat?” ulang Jessica lagi.

Sebuah tangan terangkat ke udara, menarik perhatian ketiga orang didepan kelas itu. Mata Yuri membulat kaget tetapi juga sebal terhadap pemilik tangan itu. Oh, ya Tuhan, kenapa harus manusia itu?

“Seperti yang anda jelaskan didepan, bahwa teori roda hanya berpusat pada satu titik dan itu merupakan atasan yang memiliki pengaruh tertinggi dalam perusahaan atau organisasi tersebut, yaitu ditengah dan bisa mengorganisir informasi secara menyeluruh hingga bagian bawahan dari perusahaan itu mendapatkan informasi tersebut, bukan? Tetapi sepengetahuan dan sepemahaman saya, jika yang berada dititik itu adalah atasan maka informasi itu akan kurang efektif. Dan informasi untuk bawahan juga tidak akan sampai, tetapi akan terjadinya noise. Oleh karena itu, yang berada dipusat titik roda itu sebenarnya boleh siapa saja bukan hanya atasan saja tetapi bawahan juga bisa menjadi pusat informasi, blabla…” jelas Kyuhyun.

Yuri hanya menatap datar pria itu. Ia tau bahwa Kyuhyun sengaja melakukannya. Ia tau Kyuhyun ingin menjatuhkan dirinya sebagai musuh. Ia tau Kyuhyun ingin membuatnya tak berkutik dan mendapat sorotan tajam dari Profesor Ahn.

Memang benar, meraka adalah seorang sahabat. Tetapi jika masalah akademik, mereka adalah musuh abadi. Keduanya mencoba saling menjatuhkan satu sama lain, tetapi bukan berarti mereka akan berbuat curang melainkan saling menyemangati satu sama lain. Paling, hanya Yuri saja yang tidak terlalu antusias terhadap rencana atau benteng permusuhan yang Kyuhyun berikan padanya. Yuri terlalu malas menanggapi hal semacam itu.

Aish, dia mulai lagi. Gumam Yuri dalam hati sedangkan Kyuhyun mulai memberikan tanggapan atau sangkalan dari penjelasan Yuri tadi. Hanya Yuri? Ya, hanya Yuri. Hanya bagian dimana Yuri menjelaskan presentasi itu, sedangkan yang lainnya tidak terlalu dihiraukan Kyuhyun. Karena menurutnya itu tidak penting, sekalipun penjelasan yang diberikan kurang atau jauh dari kata sempurna.

“Jadi, bagaimana menurutmu nona Kwon?” tanya Kyuhyun diiringi senyuman menyebalkan darinya. Yuri hanya berdecak sebal sembari menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Jadi…” balas Yuri sembari menjelaskan ulang kembali maksud dirinya.

 

***

 

“Kwon Yuri!” suara lembut tepat disamping telinga dan sebuah tangan menyentuh lengan, sedangkan satunya lagi melingkari perut Yuri dengan sangat manis. Jujur saja, gadis itu selama beberapa saat menahan napasnya. Yuri dapat merasakan, pemilik bibir itu semakin mendekati wajahnya—tidak, lebih tepatnya telinganya—dan mulai membisikkan sesuatu. Seketika ia melupakan apa yang sedang ia kerjakan sedetik lalu—merapihkan buku-bukunya dan ingin sesegera mungkin meninggalkan kelas.

Tanpa sadar Yuri menajamkan pendengarannya, dan diam-diam ia menunggu apa yang akan dikatakan laki-laki itu. Sungguh! Jika saja mereka bukan sepasang sahabat melainkan sesuatu yang lebih dari itu, tidakkah mereka terlihat sangat serasi dan romantis? “Yuri…” panggilnya lembut lagi, membuat gadis itu tersadar dan sedikit memiringkan wajahnya untuk melihat pria dibelakangnya.

“Apa?” tanyanya singkat dengan kening berkerut.

Sebuah senyum manis tersungging diwajah Kyuhyun, tanpa menjawab pertanyaan Yuri, ia hanya menaruh dagunya diatas bahu gadis itu dan memejamkan kedua matanya. Ia semakin mempererat pelukannya diperut Yuri, dan sangat menikmati moment ini. Dahi Yuri semakin mengernyit saat melihat sahabatnya seperti itu. “Yaa, ada apa denganmu? Kenapa kau tiba-tiba aneh seperti ini?”

Kyuhyun tak menjawab, ia hanya diam dan menikmati kedekatan mereka berdua. Jauh didalam hatinya, ia merasakan gemuruh yang luar biasa. Perasaan itu aneh dan sungguh asing baginya. Perasaan itu juga sangat membuat Kyuhyun kebingungan setiap menatap punggung Yuri. Dan perasaan itu terkadang menyiksa dirinya tanpa ampun setiap kali melihat Yuri.

“Yaa, Cho Kyuhyun!” panggil Yuri sedikit keras sembari kembali merapihkan peralatannya ke dalam tas. Kyuhyun masih tidak menjawab, membuat Yuri menggaruk pelan kepala bagian belakang sembari berpikir. Semua mata memandang mereka, ada tatapan sangat penasaran, ada juga tatapan tak suka ataupun risih.

Yuri menyentuh lengan Kyuhyun dan mulai melepaskan dirinya dari dekapan laki-laki itu. Lalu, memutar pelan tubuhnya sendiri dan menatap Kyuhyun dengan penuh tanda tanya. Sedangkan yang ditatap hanya menyunggingkan senyum polosnya sembari menggenggam tangan Yuri dengan santai. “Ada apa denganmu? Apa ada sesuatu yang salah?”

“Tidak ada. Memangnya ada apa denganku? Apa aku terlihat aneh hari ini?” tanyanya polos.

“Yaa, Cho Kyuhyun!” protes Yuri. Ingin sekali rasanya gadis itu menjitaki kepala Kyuhyun dengan tangannya, jika saja mereka sedang tidak ditempat ramai seperti ini. “Baiklah, terserah kau saja kalau begitu.” Putus Yuri lalu mengambil tasnya dan ingin berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Aku…” suara itu berhasil menghentikan niatan Yuri dalam sekejap. Yuri terdiam sesaat sebelum ia memutar tubuhnya dan menatap Kyuhyun dengan kening berkerut—bertanya-tanya apa yang akan dikatakan pria itu dan bersabar menunggu setiap kalimat yang akan dikatakannya. “Akhir-akhir ini aku merasa jika kau…” potong Kyuhyun lagi sembari menatap lurus kearah Yuri. “Kau akan pergi meninggalkanku.” Lanjutnya pelan lalu menundukkan wajahnya.

Yuri terdiam, mencerna setiap kata yang diucapkan Kyuhyun tadi, dan melihat laki-laki dihadapannya itu yang kini menatapnya dengan tatapan sulit diartikan. “Kau aneh.” Ucap Yuri datar dan singkat, lalu pergi meninggalkan Kyuhyun dibelakangnya.

Kyuhyun hanya menatap punggung Yuri datar, lalu mengalihkan pandangannya menatap arah lain. Ia juga tidak tau mengapa ia bersikap aneh hari ini. Perasaannya selalu mengatakan hal tak enak saat menatap Yuri. Ponsel Kyuhyun berbunyi sesaat, membuatnya tersadar dan mengambil benda itu disaku celananya.

From : SeoHyun

Oppa, jam 11 nanti kau kosongkan? Jemput aku dihalte seperti biasa

10:40 KST

 

Logika Kyuhyun seolah baru berjalan saat ini, ia lalu bergegas pergi setelah membaca pesan singkat tersebut. Bahkan saat ia bertemu Yuri dilobi fakultas, ia tidak terlalu menggubrisnya saat gadis itu memanggil namanya dan mencoba menahannya untuk sesaat.

“Yuri, aku harus pergi sekarang. Nanti saja jika ingin bicara.” Ucapnya buru-buru tanpa terlalu menghiraukan gadis itu dan menghilang dari pandangannya.

Yuri hanya menghela napas panjang saat menatap punggung Kyuhyun yang sedikit berlari pergi. “Whoaa! Dia benar-benar player sejati.” Ucapnya kesal dan tak percaya.

“Jadi, bagaimana Yuri?” tanya seseorang menyadarkan gadis itu bahwa ia sedang tidak seorang diri.

Yuri menoleh dan menatap Jessica dengan senyum dipaksakan. “Hm, kurasa karena orangnya sedang terburu-buru aku tidak bisa mengaitkannya. Jadi, aku saja yang pergi.” Jawab Yuri teringat pertanyaan Jessica tadi sebelum ia bertemu Kyuhyun.

“Kau yakin?” tanya Jessica memastikan.

Yuri sedikit menaikkan kedua alisnya bersamaan. “Hm? Apa?”

“Kau yang akan menjadi penanggung jawab dekorasi panggung, dan lagi kau harus bergerak sendiri kalau begitu. Bagaimana jika kau bertukar dengan Kyuhyun saja? Kau yang jadi penanggung jawab acara atau MC? Tukuran dengan Siwon?” tawar Jessica.

“Sudahlah, tak perlu. Aku saja yang jadi penanggung jawab dekorasi panggung. Lagipula Kyuhyun sedang tidak ada. Dan lagi, masih ada waktu besok untuk mempersiapkan tubuhku ini.”

“Bukan besok, tetapi malam ini. Dan, Siwon ada disini, jadi kau bisa berbicara dengannya jika kau mau.” Tegas Jessica dengan senyum jahil diwajahnya sembari menatap sesuatu dibalik punggung Yuri.

Yuri menoleh dan mendapati sosok tak asing lagi baginya. Ia hanya mendengus kesal lalu menatap Jessica sebal.

“Bagaimana? Apa kau masih ingin bersikukuh menjadi penanggung jawab dekorasi?” tanyanya sekali lagi.

“A-apa?” tanyanya seseorang tak percaya ketika berada disamping Yuri, lalu menatap Jessica dan Yuri secara bergantian.

“Kenapa? Apa kau ingin bertukaran dengannya?” tawar Jessica dengan diiringi senyuman, sedangkan Yuri semakin menatap Jessica sebal.

“Jadi, Yuri penanggung jawab dekorasinya? Tidak, tidak, lebih baik digantikan laki-laki saja.” Tolak Siwon.

Kening Yuri mengernyit tak suka saat mendengar perkataan Siwon barusan. “Sudah, sudah, inikan aku. Jadi, suka-suka aku ingin tetap sebagai penanggung jawab dekorasi atau tidak. Kenapa kalian ingin repot-repot sekali? Lagipula, aku hanya menjadi penanggung jawab sajakan, bukan orang yang mengangkut barang-barang berat. Lagipula, apa tidak ada laki-laki dibagian dekorasi?” ketus Yuri, lalu pergi begitu saja meninggalkan Jessica dan Siwon dibelakangnya.

Moodnya benar-benar jelek saat ini. Tidak Kyuhyun, juga tidak Siwon benar-benar menghancurkan moodnya.

Mengingat Kyuhyun yang beberapa menit lalu, memeluknya dengan sangat mesra lalu berubah seketika mengacuhkannya seperti tadi, membuat Yuri tak habis pikir. Yuri tertawa tak percaya mengingat sikap Kyuhyun hari ini.

“Whoaa! Benar-benar tak habis pikir!” kesalnya sembari memutar kedua bola matanya.

 

***

 

Sebuah motor sport melaju dengan kecepatan sedang saat ingin mendekati sebuah halte persimpangan jalan dan berhenti. Ia melepaskan helmnya dan mulai mencari-cari sesosok perempuan yang dikenalnya. Tapi tidak ada.

Kyuhyun mengecek ponselnya kembali, tetapi ponsel itu sepi. Tidak ada pesan masuk maupun panggilan. Kyuhyun lalu menekan angka 1 dan mulai menghubungi seseorang. Nada sambung pertamapun terdengar dan tak lama suara lembut dan ramah menyapanya.

“Oppa?” panggilnya lembut. “Kau sudah sampai?”

“Kau dimana sekarang?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Seohyun lebih dulu.

“Aku masih dijalan menuju bus. Sebentar lagi aku sampai.”

“Lama sekali. Cepatlah. Aku tidak punya banyak waktu.” Omel Kyuhyun.

Disebrang sana, Seohyun menghela napas berat. Dan ia memilih diam daripada membalas ucapan Kyuhyun. Ia kembali teringat oleh kenangan mereka berdua selama 4 tahun terakhir.

“Yaa, apa kau mendengarkanku?” tanya Kyuhyun pelan.

“Hm, aku mendengarkanmu. Tunggulah, sebentar lagi aku tiba.”

Dan sambunganpun terputus tanpa Kyuhyun sempat berkata apapun. Kyuhyun menatap ponselnya dengan kening berkerut. “Ck, dia marah lagi. Benar-benar mengherankan, kenapa perempuan suka sekali marah-marah tak jelas seperti ini?”

Sekitar 10 menit berlalu, Seohyun baru tiba dihalte dan mendekati Kyuhyun dengan senyum simpul diwajahnya. “Apa kau bosan oppa?”

Kyuhyun menoleh dan menatap Seohyun dengan lembut. “Kau sudah datang? Kajja! Aku sudah sangat bosan sekali berada disini.” Ajaknya lalu menggenggam tangan Seohyun dengan erat.

 

***

 

Pukul 7 malam, dan Yuri masih sulit untuk menghubungi Kyuhyun. Gadis itu sesekali melihat detikkan jam didinding sembari menyentuh bibirnya. Suara panggilan dialihkanpun terdengar sekian kalinya. Yuri menghembuskan napas dengan kasar lalu menatap ponselnya sesaat dan memasukkannya kembali ke saku belakang celananya. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

“Yuri!” panggil seseorang, membuat gadis itu menoleh ke asal sumber suara. “Ini ditaruh dimana?” lanjutnya sembari membawa standing booth.

“Oh, taruh disana saja, JongHyun-ah.” Sahutnya sembari menunjuk sekumpulan spanduk yang belum disentuh sama sekali untuk dirapihkan. Yuri ditemani beberapa anggota dekorasi lainnya, berusaha menyelesaikan dekorasi gedung ruangan itu malam ini apapun yang terjadi. Well, setidaknya setengah bagian ruangan sudah harus dihias jadi besok tidak terlalu kelabakan untuk persiapan acara.

Jauh dari sepenglihatan Yuri dan sepengetahuannya, seorang laki-laki tengah menatapnya dengan kagum dan senyum yang tak pernah hilang dari wajahnya. “Kau benar-benar tak berubah. Dan aku semakin mencintaimu.” Ucap pelan Siwon sembari menatap Yuri yang terus saja bergerak kesana-kemari tanpa bisa diam.

To Be Contineud

Haiii semuanyaa~

Yura merindukan kalian semuaaa chu chu chuu~

Karena mendapat respon positif dari kalian semua, jadi Yura memutuskan untuk melanjutkan ff ini. Walau sebenarnya ff ini sebenarnya ingin dikirim ke publisher, tapi berhubung Yura juga mager pake banget jadinya ngga jadi. Rasanya gimana gitu, pas ke toko buku ada novel fanfic dan ada Kyuhyun-Yuri tapi dipasangin ke yg bukan shipper (kalian pasti mengerti apa maksudku kkk) lalu salah satu tokohnya karakternya menjelekkan diantara mereka berdua. Rasanya tuh, mau protes tapi sama siapa(?) Jadi ya mau bilangin dan sampaiin aja gitu, siapa tau kan penulisnya pas liat novel fanfic Yura langsung sadar, kalau salah satu diantara mereka itu tidak sejahat/seburuk itu. Baper? Iya, baper banget kalo berhubungan sama mereka berdua mah hehe

Hmm, seperti biasa shippers! Keep RCL dan support selalu Kyuhyun-Yuri kita😀

See  you next chapter ^^/

35 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 2]

  1. Yeeyy,, sneng bgt akhirnya eonni publish jg🙂 kpn KyuRi sadar klw sbnernya mreka saling suka. Huh!…Siwon masih cinta ke Yuleon pdhal dy yg ninggalin Yuleon😐 tnggu bgt next partnya eon🙂 Keep Writing N Fighting ^^

  2. Yeeyy,, sneng bgt akhirnya eonni publish jg🙂 kpn KyuRi sadar klw sbnernya mreka saling suka. Huh!…Siwon masih cinta ke Yuleon pdhal dy yg ninggalin Yuleon😐 d.tnggu bgt next partnya eon🙂 “Keep Writing N Fighting”

  3. eonniiii kangen bangeeeet sama ff mu, akhirnya di lanjutkan ceritanya >.< gak sabar menunggu ff mu yg laiiin , fighting🙂

  4. Asliii eonn baper
    hahaha kayak gal rela gimana gitu wkwk
    Disini kyuhyunnya agak asem ya. Kenapa voba pas di telp gak diangkat haiyaa! Tp secara teknis sih eon udh keren bgt alurnya kebawa nyantai juga pkkny enak bacanya kurangnya cuman kurang panjang hahaha . Next chap ditunggu thor ^^

  5. wahh.. udah ada lanjutannya, kyu yuri sepertinya memiliki perasaan yg sama tapi pada ga sadar aja, hehe… yuri jadi penanggung jawab dekorasi? kok perasaan ku rada ga enak ya.. hmm ditunggu deh updateannyaa^^

  6. ish..kyuppa nih … pdhl jlas2 dia itu pny rasa ke yuleon tp kok gtu…
    kykny yg jahat ntar victoria deh..aduh itu kyuppa ngrasa klo yuleon bkaln pergi dr dia..aduh..knapa y ?? tp biar tw rasa kyuppa wktu yuleon prgi bru deh nyadar sesadar sadarny klo yuleon itu berharga bgt…
    eon dtunggu lnjutanny…yg 3 ways to get you ny juga…
    eon aku blh mnt pw after time pases g ? aku dh 21 kok eon…
    ke titaniashandy@gmail.com
    mksh eon

  7. akhirnya eonni update lgiii …. aduuuhh ini kyuri pd nggk sadar ama perasaan masing2 ya, sahabat tp udh kyk pacarann .. kyu playboy nya ckckc .. buat mereka cpet2 sadar ama perasaannya dunk eonni n terutama kyuhyun biar nggk jd playboy again😀 .. sama eonni kadang suka kesel klo ada ff yg menjelek2 kan mereka.. yaah maklum jg c eonni mereka beda shipper ama ..

  8. sepertinya kyuppa gak sadar kalau dia itu suka sama yul eonni.
    apa pirasatnya kyuppa benar kalau yul eonni itu akan pergi?
    ditunggu next part nya eonn.☆☆

  9. kyuhyun peka sama perasaannya kapan hiks hiks kasian yuri
    siwon masih cinta aja sama yuri padahal kemarin dia ngelukain perasaan yuri -_-
    ditunggu nextpartnya eon😀

  10. Selalu suka sma fanfic buatan kamu Yura Eonnie.. Krna yg sring jdi orng ktiga di antara hubungan KyuRi adalah Siwon oppa#KyuYulWon Shiper…
    Next part.x jngan lama” yha..!!

  11. Ska moment kyurinya romantis sweet..prsahabatan antra lelaki dan perempuan memang ndak ada yg murni… Next euni jgn lma”..😀😀😀

  12. Hallo aku readers baru authornim ,salam kenal🙂
    Bang evil peka napa ,,bikin greget lu😀
    Keren authornim ffnya🙂
    di tunggu kelanjutan.nya😉

  13. kyuhyunnnn bagaimana kamu ini, gak sadar suka sama yuri. daebak eon terus semangat buat ff kyurinya. jujur aja eon bahasa nya bagus dan aku udah baca beberapa ff yang eonni buat itu alurnya daebak semua feelnya dapet banget. setuju banget kalo kita ketoko buku dan nemuin novel fanfic yang castnya kyuhyun sama itu (S) uwahhh rasanya pengen marahh tapi marah kesiapa. buat eonni semanga terus buat ff kyurinya, udah jarang ff kyuri sekarang. sekali lagi HWAITING^^

  14. Kasian yul eonni.. Nasib cmn dijadiin sahabt tmpat curhat kalo kyu ada masalah sama cewek😟
    Miann di coment ff sblumnya kebanjiran coment dr aku. Soalnya, kirain coment aku pada gamasuk.. Jdnya malah kebanyakn ngoment hehehee

    Ditunggu kelanjutannya, sama yg 3waysnya juga^^
    Fighting eonniii

  15. kaaaak
    aku minta email kakak aja deh kak.
    boleh yaa?
    soalnya pernah minta pw lewat twitter gk dpt kak :’
    maap ya kaak
    oiyaa aku respect bgt sama ni ff
    ngena bgt feel nya
    mereka sama2gk peka perasaan masimg2
    dan siwon itu knp tuh? udh ninggalin dan masih cinta.
    sama aku aja bg:D
    ditunggu next part kak.
    ttep semangat biar cepet update nya😀

  16. miss you too eonni muah muah muah^^ kkk chapter inih yuleonn pnya ssaeng nm’a siwon.. kyuhyun aneh yahh msa tbtb mluk yuleonn msra bngett gtu.. d’dpn tmn2 kmpus lgii.. ad apa dng cho kyuhyun? d’tnggu chapter slnjut’a eonni^^

  17. Wah kangen banget ama ffmu eon🙂 oh ya aku harus manggil kamu apa ni?? Aku ikut2 aja panggil eon, hehehe,😀 oh ya aku dari dulu minta pw after time passes part 1gk aa respon, sekransekrang aky minta lagi😉 umur aku uda 18thn kok jdi udah boleh baca kanheheheheheh😀

  18. Yuri jadi marshanda wanabe😛

    “Dimana kau sekarang? Datanglah, aku memasakkan sesuatu untukmu, sayang
    Victoria Song

    19:47 KST

    Oppa, hari ini kita jadi makan malam bersama?

    SeoHyun”

    Tp kok kyuhyun makan mlmnya sma victoria yaa?? Bukannya yg ngajak maka bersama diluar seohyun. Hehe *peace

    Kangen yulwon😦

  19. Oh siwon diam-diam masih cinta sama yuri tapi kasian yuri si gituin…
    Kyuhyun playboy pacaran sama victoria sama seohyun…
    Di tunggu next jangan lama-lama

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s