3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 2]


 

3 Ways To Get You, 1 Way To... 1 (800 x 800)

3 Ways to Get You, 1 Ways to…  What?

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Support Cast: SNSD and Super Junior’s members

Pg: 17+ || NC

Genre : Fluff, angst, and romance

Art: Kwon Yura

Disclaimer: All of the strory is my Mine, Own, and Pure belong to me. Do no to Copy-Paste / Plagiat / Take Out.

I don’t ever permit you. And happy reading all🙂

Listening to : Lee Hyun (8Eight) – My Heartache | Cho Kyuhyun – A Million Pieces | Kim Tae Woo (g.o.d) & Ben – Darling U (OST. Oh My Venus)

Life without knowing how precious you’re and it’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.”— © Kwon Yura.

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All right reserverd © Kwon Yura, 2015.

 

 

Suasana pagi yang cerah, Yuri berjalan-jalan santai disekitar taman dekat apartementnya. Hari ini ia mengambil cuti untuk menjernihkan dan menyemangati dirinya sendiri setelah beberapa hari ia merelakan waktunya untuk bekerja.

Ia merentangkan kedua tangannya kesamping sembari menghirup udara sejuk disekitarnya. Ia memakai celana jeans panjang dan baju blush berwarna baby blue. Beberapa pasang mata menatapinya, mengagumi kecantikan alaminya dan lekuk tubuhnya yang terbentuk alami.

Akhir-akhir ini memang ia akui bahwa dirinya tidak sedang fokus saat mengerjakan sesuatu. Ada beberapa hal yang mengganggunya tapi sudahlah, ia sudah tidak ingin memikirkannya lagi. Yuri menyusuri sungai buatan yang sengaja dibuat ditaman itu. Ia memang berjalan tetapi hati dan pikirannya sedang melayang jauh tanpa sadar selama beberapa menit. Detik berikutnya ia tersadar lalu menggeleng-gelengkan kepalanya dan mencoba memusatkan kembali pikirannya saat ini. “Aish, ada apa sebenarnya denganku?” runtuknya. “Sepertinya aku lebih baik pergi ke tempat lain.” gumamnya saat melihat sekelilingnya hampir seluruh isi taman itu dipenuhi oleh pasangan-pasangan dimabuk cinta. “Ini sedikit menyindirku.” Gumamnya lagi saat melihat pasangan-pasangan itu saling berbagi kasih satu sama lain sedangkan dirinya sendiri hanya seorang diri berada ditempat ini. Yuri berbalik dan berjalan menuju halte dengan langkah kaki ringan. Ia menyanyikan salah satu lagu kesukaannya dengan pelan.

Do you remember when our eyes met?

I remember when my heart fluttered for the first time

Although it may not have been a fateful meeting like in movies

But you approached closer and made me dream

People tells me, that nothing stays the same

Promise me that you wont let go of my hands

You can promise me that right?

….

(Luna ft Krystal – You’re My Destiny)

SPLASH! Sebuah cipratan air mengotori pakaian Yuri dalam hitungan detik. Yuri mendelik kesal menatap mobil mewah yang berhenti tidak jauh darinya, sang pengemudi turun dan menghampiri dirinya. Kekesalan Yuri bertambah saat ia mengetahui siapa yang sengaja melakukannya.

“Yuri-ya! Aku benar-benar minta maaf, aku tidak sengaja melakukannya!” ucap KyuHyun dengan raut dan nada suara yang dibuat-buat menyesal.

“Kau pasti sengaja melakukannya.” Tuduh Yuri sembari menatap KyuHyun sekilas lalu menatap kembali pakaiannya.

“Aku tidak melihat disitu ada genangan air, lagipula aku sedang terburu-buru tadi.” Bela KyuHyun lagi, masih sama, dibuat-buat.

“Aish, sudahlah.” Putus Yuri akhirnya, dengan berat hati ia membatalkan serentetan hal yang harus ia lakukan hari ini.

“Kau mau kemana?” tanya KyuHyun saat melihat Yuri membalikkan tubuhnya dan hendak pergi.

“Pulang, mau apalagi?” jawab Yuri cuek lalu mulai berjalan menjauhi KyuHyun.

“A-ku akan mengantarkanmu!” tawar KyuHyun sedikit panik saat Yuri mulai berjalan.

“Tidak perlu.” Tolak Yuri cuek sembari terus melangkahkan kakinya, tetapi sebuah tangan menghentikannya, menggenggam salah satu tangan Yuri dengan erat. Yuri menghentikan langkahnya lalu membalikkan tubuhnya dengan perlahan sembari menatap KyuHyun dengan penuh tanda tanya.

“Aku akan mengantarkanmu.” Putus KyuHyun sembari menatap Yuri lekat-lekat dan penuh arti.

“Sungguh… kau tidak perlu melakukannya.” Tolak Yuri halus, ia merasa bingung dengan dirinya sendiri saat ini. Tatapan mata dan genggaman tangan KyuHyun, membuatnya merasa sedikit… aneh. Ada sengatan-sengatan listrik yang menjalari tubuhnya, juga seperti ada kupu-kupu di dalam perutnya, tidakkah itu aneh?

“Apa kau ingin kembali dengan pakaian seperti itu?” tanya KyuHyun sembari menunjuk pakaian Yuri dengan dagunya, Yuri mengikuti arah yang ditunjuk KyuHyun. Memang benar, ia tidak mungkin berjalan dengan pakaian seperti ini sampai tiba diapartementnya. Yuri menggigit bibir bawahnya pelan, mencoba berpikir. “Sudah jangan terlalu banyak berpikir, ayo ikut denganku!” ajak KyuHyun ceria sembari menarik pelan tangan Yuri untuk mengikutinya masuk ke mobil.

 

***

 

“KyuHyun-ssi, kenapa kau malah membawaku ke tempat seperti ini?” tanya Yuri dibalik tirai ruang ganti salah satu butik ternama. Yuri berlindung dibalik tirai ruang ganti dengan bagian kepala yang muncul keluar sedangkan tubuhnya dilindungi oleh tirai karena ia tengah naked saat ini.

“Tentu saja untuk mengganti pakaian kotormu.” Jawab KyuHyun santai, ia berdiri tidak jauh dari Yuri sembari memilah-milah pakaian mana yang cocok untuk gadis itu.

“Kau kan bisa mengantarkanku ke rumah, daripada ke tempat seperti ini.” Balas Yuri sembari menatap butik itu. Jujur saja, Yuri belum pernah datang ketempat-tempat elit seperti ini.

“Sudahlah, kau tenang saja.” ucap KyuHyun sembari mengambil dress berwarna baby yellow bertali. Seulas senyum tersungging diwajahnya. “Pakailah ini, aku rasa cocok untukmu.” Putusnya antusias sembari memberikan dress itu kepada Yuri. Yuri menatapnya tidak percaya dengan pilihan KyuHyun.

“Aku tidak mau! Bahuku terlalu indah untuk diperlihatkan!” tolak Yuri sedikit kesal.

“Sudah pakai saja! Apa kau ingin aku tinggal sendirian disini?” ancam KyuHyun dengan senyum khas diwajahnya.

“Mwo? Yaa!” protes Yuri.

“Kalau begitu pakailah.” Pintanya lembut.

Yuri menatapnya sekilas lalu dengan berat hati ia mengambil pakaian itu dan mulai memakainya. Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun tanpa bisa ia tahan lagi, iapun lalu berjalan sembari mencari sepatu mana yang cocok untuk Yuri. Tidak mungkinkan Yuri menggunakan sepatu kets sedangkan ia mengenakan dress seperti itu. Matanya tertuju pada sebuah sepatu high heel berwarna kuning muda, sama seperti wana dress yang Yuri kenakan. “Warna kuning tidak terlalu buruk.” Gumam KyuHyun sembari mengambil sepatu itu, bertepatan dengan keluarnya Yuri dari ruang ganti.

Selama beberapa saat, KyuHyun terhipnotis oleh kecantikan alami Yuri. Ia diam seribu bahasa dan terpaku selama beberapa saat menatap Yuri tanpa berkedip sedikitpun. Yuri mengernyitkan keningnya saat ditatap aneh oleh KyuHyun. “Sudah ku bilangkan, ini aneh untukku.” Ucap Yuri sembari berjalan mendekati KyuHyun, membuat laki-laki itu merasa berdebar-debar tiap langkah kaki Yuri menuju ke arahnya. “KyuHyun-ssi, apa kau baik-baik saja?” tanya Yuri khawatir, tetapi tidak digubris oleh KyuHyun. “Yaa, Cho KyuHyun!” panggil Yuri sekali lagi sembari melambai-lambaikan tangannya di depan wajah KyuHyun, tetapi hasilnya tetap sama. “Cho KyuHyun!” ulangnya sekali lagi, kali ini Yuri menekan pelan hidung KyuHyun karena laki-laki itu tidak bereaksi sama sekali. KyuHyun tersadar akan sikapnya, lalu berdeham pelan untuk mengurangi kacanggungan diantara mereka. “Ada apa denganmu? Apa kau sakit?” tanya Yuri khawatir.

“Tidak, a-ku hanya… hm… lupakan.” Jawab KyuHyun canggung, membuat Yuri mengernyitkan keningnya lalu tertawa pelan. “Apa yang kau tertawakan?” tanyanya.

“Apa kau terpesona dengan kecantikanku?” tanya Yuri penuh percaya diri sembari mengibaskan poni miringnya, membuat KyuHyun menatapnya tidak percaya.

“Percaya diri sekali kau!” jawab KyuHyun tidak terima.

“Akui saja karena memang kenyataannya seperti itu.” Desak Yuri sembari membenarkan poninya.

“Apa kau sedang bermimpi? Halo, nona Kwon, bangunlah!” elak KyuHyun sembari mengacak-acak lembut dan penuh kasih rambut Yuri.

“Yaa, hentikan! Kau merusak tatanan rambutku!” protesnya, membuat KyuHyun semakin tertawa senang melihat ekspresi wajah Yuri.

 

***

 

“Sampai jumpa, sampai bertemu lagi nanti!” pamit Yuri saat mereka telah tiba diapartementnya. Hari sudah gelap saat KyuHyun mengantarkan Yuri kembali ke apartementnya, selama seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama.

“Yuri.” Panggil KyuHyun pelan saat Yuri hendak turun dari mobilnya, Yuri menoleh dan menatap KyuHyun dengan penuh tanda tanya.

“Hm, apa?” sahutnya.

“Terima kasih untuk hari ini.” Jawab KyuHyun diiringi senyum manis diwajahnya. Yuri berani bertaruh akan ada banyak perempuan di dunia ini yang jatuh hati padanya saat melihatnya seperti itu.

“Terima kasih kembali.” Balas Yuri sembari menyunggingkan senyum diwajahnya. “Aku masuk dulu. Sampai jumpa.” Tambahnya sembari melambai lalu melangkahkan kakinya dan pergi menjauh, sedangkan KyuHyun hanya menatapi punggung Yuri yang mulai hilang perlahan-lahan dari pandangannya.

“Aku lupa menanyakan alasan kenapa ia tidak membalas atau menjawab panggilan dariku?” gumam KyuHyun pelan sembari tetap menatap bayangan Yuri. “Wanita monster itu benar-benar membuatku merasakan hal-hal aneh setiap berada didekatnya.” Tambahnya.

 

***

 

Hari demi hari mereka lebih sering menggunakan waktu bersama, berbagi cerita, bertukar pendapat, berdebat, dan beberapa hal yang menyangkut hubungan antar rekan kerja ataupun tentang kehidupan mereka. Seperti saat ini, KyuHyun tengah melakukan rekaman distudio Yuri. Yuri terlihat fokus dan menikmati suara KyuHyun.

No it’s not me, it really doesn’t make sense
Whenever I eat or sleep I only see you, I think I’m crazy
I hated you because you always torment me
How? I don’t know how, I have come to love you, it’s strange

 

KyuHyun menatap Yuri dengan tatapan lembut saat gadis itu tengah sibuk dengan beberapa mesin, atau lebih tepatnya komputer miliknya.

 

My heart listens to you from head to toe

Though friends tease me, my heart only hears you
One two three you are smiling, you take my breath away
Everyday I collect your smile to cook a dish called “Love”
Forever I love you love you
love you love you love you…

 

Kali ini KyuHyun menyanyikannya dengan sepenuh hatinya. Entah mengapa bayang-bayang Yuri sering kali menghampirinya tanpa permisi, membuatnya merasakan hal-hal aneh setiap saatnya dan selalu ingin berada didekat gadis itu tanpa melepasnya sedetikpun.

 

Why don’t you leave me alone even for a moment?
Even though my heart is blocked, it still only calls for you
I’m excited when cooking for you so I whistle
Even though I cut my finger, my heart is happy thinking about your brilliant smile

 

KyuHyun teringat saat beberapa hari yang lalu ia memakan bekal milik Yuri saat gadis itu tengah makan siang. Bedanya, jika dilagu mengatakan jarinya teriris saat memasak, ia justru mendapatkan sebuah jitakkan dikepalanya saat mencoba mengambil makanan gadis itu. KyuHyun tersenyum tanpa ia sadari.

 

My heart listens to you from head to toe
Though friends tease me, my heart only hears you
One two three you are smiling, you take my breath away
Everyday I collect your smile to cook a dish called
 “Love”

 

Passing the night, passing the night…pass again

Though my memory is fading
My heart and my smiling eyes will not leave you
Forever…

Lagi, KyuHyun teringat akhir-akhir ini ia merasa sulit tidur karena memikirkan suatu hal. Terkadang ia memikirkan bahwa apakah dirinya jatuh cinta pada gadis itu? Sepertinya tidak, kata itu terus saja melintas dibenaknya saat bayang-bayangan Yuri datang.

 

My heart listens to you from head to toe
Even though the whole world is laughing, my heart only hears you
One two three you are smiling, you take my breath away
Everyday I collect your spirit and kiss you to say I love you
Forever I love you love you
love you love you love you…

 

oh my baby my love

Tidak mungkin aku jatuh cinta pada gadis itu sedangkan SeoHyun adalah wanita idamanku. Jadi, tidak mungkin. KyuHyun mengakhiri lagu itu dengan penuh perasaan sembari memejamkan ke duanya dalam-dalam. Dan lagi-lagi bayangan Yuri memenuhi seluruh benaknya. Ia membuka mata perlahan-lahan dan mendapati senyum merekah diwajah Yuri sembari menatapnya dengan takjub diiringi tepuk tangan darinya. Entah mengapa hatinya berdebar-debar melihat gadis itu. Asih, perasaan apa ini? Tidak mungkinkan, aku jatuh cinta dengannya?

KyuHyun melepas headphone dan menaruhnya lalu berjalan keluar dari ruang rekaman menghampiri Yuri. Ia berhenti tepat dihadapan gadis itu.

“Kerja bagus, KyuHyun-ssi!” pujinya antusias sembari mengacungkan ke dua jempolnya.

“Aku tahu, apa yang aku lakukan selalu mendapat hasil terbaik.” Puji KyuHyun pada dirinya sendiri. Yuri mencibir kesal saat mendengar ucapan KyuHyun barusan.

“Aish, selalu saja memuji diri sendiri.” Gumam Yuri sembari menatap ke arah lain yang dapat di dengar oleh KyuHyun, membuat laki-laki itu tertawa pelan melihat tingkah Yuri.

“Apa kau mau makan siang denganku?” pinta KyuHyun sembari menatap lurus ke dua manik mata Yuri.

“Anio, aku bawa bekal. Kau makan sendiri saja.” tolak Yuri halus.

“Kalau begitu bagi aku juga makananmu!” pinta KyuHyun layaknya anak kecil berusia 3 tahun saat meminta Ibunya untuk menyuapinya.

“Andwae! Itu makananku, kau bisa membelinya diluar jika kau mau.” Tolak Yuri.

“Tidak akan keburu, aku tidak sarapan dari tadi pagi. Apa kau tega padaku?” pintanya dengan tatapan puppy-eyes miliknya.

Moya? Yaa! Hentikan itu! Kau sama sekali tidak pantas seperti itu.” Ejek Yuri sembari menjulurkan lidahnya pada KyuHyun.

“Yaa, Kwon Yuri! Bersikaplah layaknya seorang perempuan!” ucap KyuHyun, teringat Yuri tidaklah seperti seorang gadis pada umumnya.

“Wae? Ada apa denganku, huh?” tanyanya tidak terima.

“Cobalah bersikap anggun dan manis seperti layaknya perempuan!” jawab KyuHyun tidak mau kalah dari Yuri.

“Yaa, setiap orang berbeda-beda dan tidak sama, Cho KyuHyun.” Balas Yuri tenang.

“Kenapa kau tidak seperti mereka?” tanya KyuHyun asal.

“Karena aku bukan mereka. Aku adalah aku. Kau adalah kau. Jangan pernah samakan seseorang dengan orang lain ataupun kau membanding-bandingkannya.” Tutur Yuri tenang dan bijak, sisi lain dari seorang Kwon Yuri.

KyuHyun terdiam sejenak, ia tidak mau kalah dari gadis itu begitu saja tetapi ia juga tidak ingin membuat pertengkaran kecil yang tidak berarti nantinya. “Aku tahu itu.” Ucap KyuHyun pada akhirnya.

“Kalau begitu bagus!” ucap Yuri senang, kembali ke sifat aslinya.

“Noona!” panggil seseorang yang masuk ke dalam studio Yuri dengan senyuman cerah diwajahnya, lalu hilang begitu saja saat melihat Yuri sedang tidak sendiri. Dengan perasaan tidak suka atas kehadiran KyuHyun distudio Yuri, JongIn melangkahkan kakinya menghampiri Yuri.

“JongIn-ah! Ada apa kau ke sini?” tanya Yuri senang saat melihat kehadiran hoobaenya itu. Melihat keantusiasan Yuri terhadap ke datangannya, senyum JongIn kembali merekah lagi.

“Tidak ada, hanya ingin mengajakmu makan siang bersama karena sudah lama kita tidak makan bersama-sama.” Jawab JongIn sembari menatap Yuri lembut.

“Ah, kau benar! Ayo kita makan bersama sekarang!” ajak Yuri antusias dengan ke dua mata berbinar-binar menatap JongIn.

“Baiklah, ayo! Sehun dan Krystal juga lainnya telah menunggu kita dibawah!” ajak JongIn sembari menyentuh salah satu tangan Yuri pelan lalu menggenggamnya, membuat pemilik sepasang mata lain mendelik melihatnya tidak terima. Dengan sigap KyuHyun melepaskan genggaman tangan JongIn pada Yuri, membuat mereka berdua menatapnya dengan tatapan penuh tanya.

“Bo-bolehkan, aku juga ikut?” tanya KyuHyun, mencoba menenangkan dirinya dengan suara yang sedikit bergetar. Antara amarah dan tidak mengerti mengapa ia harus melakukan ini.

“Mwo?” tanya Yuri tidak percaya.

“A-ah, tentu saja, kau boleh ikut.” Ucap JongIn dengan sedikit terkejut atas sikap KyuHyun barusan.

“Kalau begitu ayo kita pergi bersama!” ajak KyuHyun sembari memaksakan sebuah senyum diwajahnya dan mempersilahkan JongIn berjalan lebih dulu darinya maupun Yuri. KyuHyun menggenggam tangan Yuri erat dan protektif, sedangkan Yuri hanya menatapnya dengan kening berkerut.

Ada apa dengannya? Mengapa ia bertingkah aneh seperti ini?

 

***

 

“Yuri-ya!” panggil KyuHyun saat Yuri ingin masuk ke dalam apartementnya begitu mereka telah menyelesaikan pekerjaan maupun makan siang dan bermain bersama setelahnya. Yuri menoleh, menatap KyuHyun dengan tatapan penuh tanya diiringi sebuah senyuman diwajah cantiknya. “Apa kau dan laki-laki yang bernama JongIn itu dekat?” lanjut KyuHyun, menatap Yuri dengan penuh harap dan berdebar-debar menanti setiap kata yang akan Yuri ucapkan.

“Kami memang dekat.” Jawabnya santai.

“Berapa lama kalian telah saling mengenal?” tanya KyuHyun, seperti seseorang yang sudah pupus harapan.

“Mungkin sekitar tiga tahun. Dia hoobae baru diperusahaanku, dan sebagai sunbaenya aku harus memberikan contoh terbaik. Ada apa kau menanyakannya?” jelas Yuri singkat.

“Tidak ada.” Jawab KyuHyun dengan pelan. Ia lalu membalikkan tubuhnya dan ingin melangkah pergi tetapi detik berikutnya ia kembali berbalik sembari beralan menghampiri Yuri lalu menatapnya lekat-lekat. Ia sudah tidak kuat lagi menahan kekesalannya untuk hari ini. “Apakah kalian harus sedekat itu ketika bersama? Kenapa kau mengacuhkanku saat kau bersamanya? Apakah aku ini terlihat seperti angin lalu untukmu?” tanya KyuHyun beruntun dengan kesal.

Yuri menatapnya tidak percaya melihat KyuHyun seperti itu, seharusnya pemandangan ini biasa untuknya tapi kali ini Yuri merasa berbeda. “K-kau… kenapa kau seperti itu? Aneh sekali.” Ucap Yuri sedikit kaget.

“Maaf, kau pasti terkejut.” Sesal KyuHyun sembari menundukkan kepalanya. Yuri menatapnya dengan kening berkerut, ada rasa bersalah di dalam hati Yuri karena membuat KyuHyun seperti ini.

“Tidak apa-apa, KyuHyun-ah. Santai saja.” ucap Yuri berusaha mencoba menghibur laki-laki itu sembari menepuk-nepuk pelan bahunya.

KyuHyun menatap Yuri lekat-lekat, mengamati ke dua manik mata milik Yuri dengan seksama. Selama beberapa saat, KyuHyun seperti terhipnotis oleh ke dua bola mata coklat milik itu. Wajahnya perlahan-lahan mendekati wajah Yuri, napasnya menerpa kulit wajah Yuri membuat gadis itu membeku seketika, sedikit lagi saja bibir mereka hampir bersentuhan. “Selamat malam.” Bisik KyuHyun, mencoba mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak berbuat aneh-aneh terhadap gadis itu. Tidak, tidak, tidak, KyuHyun! Jangan melakukannya jika kau tidak ingin Yuri membencimu! KyuHyun lalu meninggalkan Yuri begitu saja yang masih mematung dan terdiam.

Jantungnya berpacu dengan kecepatan seakan ia baru saja selesai berlari dari maraton panjang. Ia menyentuh bibirnya sendiri sembari membayangkan bibir KyuHyun menyapu lembut dibibirnya. “Why so stupid, Kwon Yul?” makinya pada diri sendiri, kebiasaannya jika benar-benar kesal atau tidak terima suatu hal ia akan memaki hal itu dengan bahas asing. Yuripun memutuskan untuk masuk ke dalam apartementnya dan menjernihkan kembali pikirannya.

“Aish, nappeun namja.” Maki Yuri pelan dengan kesal.

 

***

 

Yuri sudah beberapa kali mematut dirinya dikaca sebelum ia keluar rumah. Entah sejak kejadian semalam, ia jadi berpikir yang tidak-tidak. Apakah dirinya tidak menarik hingga KyuHyun tidak jadi melakukannya? Apakah napasnya terlalu bau hingga mengurungkan niat KyuHyun? Apakah KyuHyun hanya bermain-main saja? Atau apakah KyuHyun tidak sengaja melakukannya dan hanya aku saja yang mengharapkannya? Aish, michige, michige!

Yuri akhirnya melangkahkan kakinya dengan malas untuk keluar dari apartementnya. Jika saja bukan untuk adik sepupu tercintanya, ia tidak mau melakukan ini. Yuri menghela napas saat berada di dalam lift, berharap ia tidak akan bertemu KyuHyun hari ini. Ia meminta ijin untuk datang terlambat karena harus menjemput adiknya yang baru pulang dari Amerika. Bagaimana jika nanti bertemu dengan KyuHyun? Apa yang sebaiknya ku lakukan? Bersikap biasa saja seolah tidak ada apa-apa? Oh, ayolah, aku bukan pembohong yang baik. Sedangkan Yuri bergulat dengan pikirannya, tak beda jauh dengan keadaan KyuHyun saat ini. Laki-laki itu tengah berjalan mondar-mandir dikamarnya sembari berpikir apa yang harus ia katakan pada Yuri saat mereka bertemu nanti?

Apakah Yuri sudah membenciku? Apakah Yuri berpikir yang tidak-tidak tentangku? Apakah Yuri saat ini tengah memikirkanku? Apa pendapatnya tentang kejadian semalam? Aish, kenapa aku bisa sebodoh ini! Walau tidak kena, tapi tetap saja kami hampir… melakukannya.

KyuHyun menatap ponselnya. Ada beberapa email dan pesan masuk, tetapi bukan dari seseorang yang diharapkannya. Gerakan tangannya terhenti saat membaca sebuah nama di layar sentuh ponselnya.

 

From: SeoHyun

Oppa, apakah hari Sabtu kau ada waktu? Bagaimana jika kita pergi bersama?

09:10 2013/06/03

 

KyuHyun menghela napas pelan saat ia membaca pesan singkat tersebut. Tidak seperti biasanya ia tidak antusias atau semangat, saat SeoHyun mengiriminya pesan atau mengajaknya pergi keluar, kali ini terasa begitu… berbeda. Justru disaat seperti ini bayangan Yuri yang sedang menatapnya dengan senyuman diwajahnya.

“Sepertinya aku harus mengembalikan pikiran normalku.” Gumam KyuHyun, bayangan Yuri dibenaknyapun berubah menjadi sedih lalu perlahan-lahan memudar. “Maaf Yul, tapi perasaan ini pasti hanya sementara.” Tambah KyuHyun sembari menyenderkan pinggangnya pada dinding beranda kamar yang tingginya hanya sebatas perut. KyuHyun lalu menatap taman dihalaman rumahnya, mencoba menjernihkan kembali pikirannya.

 

***

 

“Yuri unni!” panggil seorang gadis dengan ceria dan semangat saat ia melihat sesosok perempuan yang sangat dikenalnya. Yuri menoleh dan mendapati seorang perempuan tengah melambaikan tangannya setinggi mungkin agar memudahkan Yuri melihatnya. Gadis itu berlari pelan sembari mendorong troli barang dan menghampiri Yuri lalu memeluknya ketika ia telah di depannya.

“Yoongie-ya!” panggil Yuri tidak kalah ceria dipelukan gadis itu. “Aigu, kau terlihat semakin cantik saja!” puji Yuri saat ia mengakhiri pelukan.

“Kau juga unni, kau semakin cantik saja!” puji YoonA, gadis itu, tidak mau kalah.

“Tentu saja, unni siapa dulu!” balas Yuri sembari menepuk-nepuk dadanya dengan bangga.

“Tentu saja unni-ku!” sahut YoonA antusias.

“Ayo, kita pulang! Kau pasti sangat lelah dan bosan berada sepuluh jam di dalam pesawat.” Saran Yuri sembari membantu mendorong troli barang milik YoonA.

***

“Unni-ya, siapa kekasihmu saat ini? Tidak mungkinkan jika kau belum memilikinya sampai saat ini.” Ucap YoonA saat berada di dalam mobil milik Yuri.

“Tidak ada.” Jawab Yuri singkat sembari tetap fokus pada jalanan.

“Aish, kau ini unni! Cobalah untuk mencarinya, apa kau ingin aku untuk membantumu?” tawarnya dengan suka rela dan antusias. Yuri hanya menatap sekilas kearah YoonA lalu kembali fokus.

“Tidak perlu, dan jangan melakukan apapun lagi sama seperti saat sebelumnya!” peringat Yuri tajam mengingat kejahilan adiknya itu saat ia masih berada di Senior High School dulu. YoonA mencalonkan dirinya sebagai salah satu anggota pemilihan pasangan saat acara Prom Nite dulu. Dan betapa malunya Yuri saat ia tidak ia tidak tau apapun tentang itu dan ia terpilih untuk menjadi salah satu pasangan Prom Nite dimalam itu. Tetapi Yuri menolak seorang laki-laki yang telah memilihnya untuk menjadi pasangannya yang notebenenya adalah senior terkenal dikalangan para perempuan disekolahnya. Setelah kejadian itu Yuri mendapat tatapan tajam dan sindiran pedas setiap saatnya hingga hari kelulusan tiba. Jika Yuri mengingat kembali kejadian itu, rasa kesal dan malu menghampirinya membuatnya merasa bersalah dan juga malu.

“Yaa, kenapa? Aku kan hanya ingin membantumu, unni!” protes YoonA sembari menatap Yuri yang tengah fokus mengemudi.

“Im YoonA! Ini bukan urusanmu, jadi tolong jangan bertindak ceroboh dan berlebihan.” pinta Yuri tegas sembari tetap fokus pada jalanan di depannya.

“Unni! Kau itu kenapa keras kepala sekali, huh?” tanya YoonA kesal sembari melipat ke dua tangannya di depan dada.

“Yoong-ie, kau tahu apa yang harus kau lakukan dan tidak kau lakukan, bukan? Unni-mu ini bukan anak kecil atau bahan percobaanmu untuk dijodohkan dengan lelaki manapun. Jadi, tolong jangan bertindak yang tidak-tidak.” pinta Yuri lembut tetapi tegas.

“Arraseo, arraseo!” balas YoonA dengan berat hati sembari memalingkan wajahnya menatap ke arah lain, sedangkan Yuri hanya tersenyum simpul sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sepupunya itu.

 

***

 

“KyuHyun-ah!” panggil seseorang yang membuat laki-laki bernama KyuHyun itu berhenti berjalan ketika ia telah menyelesaikan semua sesi pemotretan hari ini.

“Ada apa, hyung?” tanya KyuHyun kepada managernya ketika laki-laki itu sudah sampai dihadapannya.

“Apa benar kau membeli apartement?” tanyanya. KyuHyun mengangguk pelan sembari menatap managernya penuh tanda tanya. “Tolong, atur waktu dan kesehatanmu. Ingat, saat ini kau sudah menjadi bintang yang sangat populer. Jadi, tolong jaga sikap dan tingkahmu.” Pintanya sembari mengingatkan.

“Aku tahu, kau tidak perlu khawatir.” Sahut KyuHyun tenang. Laki-laki itu lalu menepuk-nepuk bahu KyuHyun pelan sebelum ia pamit meninggalkan KyuHyun. KyuHyun menghela napas pelan lalu melanjutkan langkahnya pergi ke suatu tempat.

Terkadang menjadi seorang bintang tidaklah selalu menyenangkan, seperti boneka atau robot yang sudah diatur untuk mematuhi semua peraturan yang dibuat. Entah kau menyukainya atau tidak kau hanya perlu mematuhi dan mengerjakannya dengan sebaik mungkin. Bahkan dalam hal percintaan-pun kau sudah diatur. Bayangan Yuri kembali memenuhi benaknya, membuat KyuHyun merasa kesulitan untuk bernapas. Entah mengapa sejak kejadian dua hari lalu, bayang-bayang Yuri sering kali memenuhi benaknya tanpa ampun. “Aish! Apa-apaan gadis itu, membuatku hampir gila saja!” umpatnya pelan sembari memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang.

 

***

 

“Unni!” panggil YoonA saat ia melihat Yuri telah rapih dengan pakaian kasualnya. Yuri menoleh dan menatap YoonA dengan malas. “Kau yakin ingin bekerja dengan pakaian seperti itu? Ya Tuhan!” histerisnya melihat kemeja biru dan celana jeans panjang yang Yuri kenakan.

“Apa ada yang salah?” tanya Yuri cuek.

“Jangan bilang kau selalu mengenakan pakaian seperti itu!” histeris YoonA lagi.

“Memang aku selalu seperti ini.” Balas Yuri sembari memasukkan roti selai coklat kacang ke dalam mulutnya.

“Ya Tuhan! Pantas saja kau belum juga mendapatkan kekasih!” kesal YoonA sendiri sembari berdiri dihadapan Yuri.

“Nanti pangeranku juga akan datang sendiri.” Balas Yuri cuek.

“Unni-ya, aku tidak akan membiarkanmu keluar dari sini dengan pakaian seperti itu.” Peringat YoonA dengan pelan tetapi tegas. Yuri menatapnya dengan kening berkerut dan perasaan was-was.

“Aku sudah hampir terlambat, Im YoonA! Jangan berbuat macam-macam padaku!” protes Yuri, tetapi YoonA sepertinya tidak mendengarkan ucapan kakaknya itu. Ia justru menarik paksa tangan Yuri untuk mengeikutinya ke kamar.

Oh my God! It’s will be get trouble! Pasrah Yuri dalam hati.

 

———————–TBC————————

Halo semuanyaa!

Bagaimana kabar kalian?  Semoga selalu baik yaa ^^

Well, karena ff ini juga mendapat respon positif dari kalian semua jadi Yura post lagi ff nya hehe

Semoga kalian suka dan semoga kalian selalu mendukung maupun menghargai karya-karya aku maupun author lainnya.

Semangat KyuRi shippers! Selalu dukung dan menghargai satu sama lain, okay?

See you later all🙂

Tentu saja harus selalu RCL yaa.

34 thoughts on “3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 2]

  1. aish kyu knp gak sadar kalau dia itu suka sama yuri,bukan seo?
    ff makin seru apalagi dengan adanya yoona sbg adik sepupunya yuri.
    semoga yoona berhasil untuk merubah penampilan yuri.kekeke.
    ditunggu next partnya.^^

  2. ah…aku suka kyuri…
    apalagi ada yoong eonni..scra dy kn soulmate bgt sama yuleon..aduh kyupa itu kok gtu sh seolah g prcy klo dy mmng jth cinta sma yuleon…awas loh kyuppa ntr nyesel bru yau rasa..
    pnsaran dh yoongeonni bkln ngrubah yuleon kyk apa y..pasti bkln cantik bgt dan buat kyuppa nambh g karuan..
    ah eonni aku tunggu slalu klnjutannya. .

  3. Hai yura..
    Kyuhyun kenapa mau nyerah cinta nya?? Apa karna seohyun?? Klo cinta ke yul ungkapin aja.. Hehehehe..
    Maaf nih koment nya absurd bgt . di tunggu next part nya yaa

  4. yuleonn cuek bngett yaa orng’a ga peka.. jongin pdhl ska sm dia tp nnggpin’a biasa ajah.. hahaha kyuhyun msa gitu.. jd bkin snyum2 sndiri ps kyuhyun brtngkh konyol dn tbtb gnggm tngn yuleonn dng protective hahaha.. dn lgu yg d’nynyiin kyuhyun td ituh romantics..
    smoga chapter slnjut’a lbih pnjang yaa eonni yura ;;) fighting!

  5. aish kyu knp kamu gak sadar kalau kamu itu suka sama yuri bukan sama seo?
    ff nya makin seru apalagi ada yoona sbg adik sepupunya yuri.
    q suka couple yonyul.
    semoga yoona berhasil untuk merubah penampilannya yuri.
    ditunggu next partnya.^^

  6. akhirnya publish juga eonni🙂 .. kyuhyun udh jatuh cinta tuh ke yuri tp masih ajah nyangkal trus dia juga cemburu ama kai, lucu cemburunya eheheh .. d tunggu part selanjutnya ya eonni🙂

  7. kyu udh jatuh cinta tuh ke yuri tp mash ajah nyangkal n waktu kyu cemburu ke yuri n kai lucu bgt dia ehehehe ..
    baiklah d tunggu part selanjutnya ya eonni🙂

  8. Mkin bgus ff.x Yura eonnie..!! Suka wktu liat moment twin tropper + penasaran kira” Yoong mw nguba pnampilan Yuleon sperti apa yha..?? Next part jangan lama” yha

  9. Kyaaa.. wkwkwk itu yuleon mau diapain sama yoona thor. Yakk Cho Kyuhyunnn susah banget ngaku sama dirinya sendiri kalo dia suka sama Yuleon, ahh greget banget disitu thor, feelnya dapet banget, scane dimana jongin megang tangan Yuleon buat ngajak makan siang, tapi pandangan Kyuhyun gak rela gitu, hahaha daebak. Keep Writing and Fighting^^

  10. kyu knp gak sadar kalau dia itu suka sama yuri bukan seo?
    ff nya makin seru apalagi ada yoona sbg adik sepupunya yuri;
    semoga yoona berhasil untuk merubah penampilannya yuri.
    ditunggu next partnya.

  11. haiiiiiiiii kak yura
    kabar baik kok. kakak sendiri gmn?
    oiyaa kak. tampilan baru ni blog nya
    acieeeeeee. . .
    bgus kak fresh bgt kyanya.
    oiyaa aku juga suka ff ini soalnyq karakter disini yuri nya alami bgt kyanya.
    dan haduuuh om kyu kmu knp gk peka om???-_-
    btw fitunggu next partnya kak
    keep writting and fighting.
    semangaaaaat kak yuraa.

    kak klo ada yg diprotect ni email ku kak–> daphneejeanne@gmail.com

    thank you kakak

  12. Kyaaa~chingu makin greget aja ff.nya😀
    yoong udah kek ibu~ibu ,,komen mulu pasti yuri pusing banget😀😀
    suka banget kedekatan yuri ama yoona.nya😀
    di tunggu banget kelanjutannya chingu ,keep writing and fighting😉

  13. kyuhyun mulai berani ngajak yuri keluar … kapan coba bilang ke yuri kalo suka sama yuri nya
    nah kann cemburu pas tangan yuti di pegang sama kai -_- wkwkwk😀

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  14. Ini pasti makin keren…
    Yoona datang… merubah gaya yuri… terus kyuhyun makin suka…
    Aaaaaaaseneng sendirikeep writing yaa

  15. kyuhyun udh mulai suka sama yuri cuma dianya gk mau ngaku aja soal perasaanya ke yuri , sampe kai megang tangan yuri aja kyu cemburu dan pengen ikut makan dan genggam tangan yuri haha yong adekny yuri dan mau ngerubah style yuri kayak gmn ya jangan jangan kyu tambah klepek klepek ama yuri ya ?

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s