3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 3]


 

3 Ways To Get You, 1 Way To... 1 (800 x 800)

3 Ways to Get You, 1 Ways to…  What?

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Support Cast: SNSD and Super Junior’s members

Pg: 17+ || NC

Genre : Fluff, angst, and romance

Art: Kwon Yura

Disclaimer: All of the strory is my Mine, Own, and Pure belong to me. Do no to Copy-Paste / Plagiat / Take Out.

I don’t ever permit you. And happy reading all 🙂

Listening to : Lee Hyun (8Eight) – My Heartache | Cho Kyuhyun – A Million of Pieces | Kim Tae Woo (g.o.d) & Ben – Darling U (OST. Oh My Venus)

Life without knowing how precious you’re and it’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.”— © Kwon Yura.

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All right reserverd © Kwon Yura, 2016.

Hello~ Apakah saat ini aku tengah bermimpi melihat seorang pangeran tampan tinggal di depan apartementku? Apa yang dia lakukan disini dan untuk apa ia disini? Apakah pikirannya tengah terganggu saat ini? Aku tidak yakin jika ini suatu kenyataan yang harus ku terima. Pertama, laki-laki ini bisa saja memilih tempat tinggal ditempat lain dan lebih bagus lagi. Ke dua, untuk apa ia membeli apartement baru jika ia sudah memilikinya satu, apakah ia ingin menghambur-hamburkan uangnya begitu saja? oh ayolah, diluar sana masih banyak yang butuh bantuan. Ketiga, ini akan menjadi masalah besar untukku. Oh Tuhan, kenapa kau membiarkannya melakukan ini? Runtuk Yuri saat mendapati seorang laki-laki tengah tersenyum lembut, berdiri dihadapannya dengan ekspresi tanpa dosa. Yuri masih saja terdiam mematung laki-laki itu dengan tidak percaya.

“Apakah aku terlalu mempesona hingga membuatmu terlihat bodoh seperti itu?” tanyanya diiringi senyum jahil diwajahnya.

Apa? Dia membuatku terpesona? Oh Ya Tuhan, kenapa kau tidak musnahkan saja manusia sepertinya? “Jangan bermimpi, Cho KyuHyun.” Balasku sedikit kesal. “Lagipula, apa yang kau lakukan disini?” tambahku sembari melipat ke dua tangan didepan dada dan menatap dua koper besar miliknya.

“Tentu saja ingin tinggal, memangnya apa lagi?” jawabnya polos dan jujur.

Yuri memejamkan kedua matanya dalam-dalam, mencoba menahan kekesalan didalam dirinya. “Aish, pria ini benar-benar!” gerutunya pelan. Ia lalu membuka ke dua matanya lagi dan menatap KyuHyun. “Bukankah kau sudah memiliki satu jadi untuk apa kau membelinya lagi?”

“Tentu saja untuk memudahkan akses kerjaku!” jawabnya santai dan polos.

Oh Ya Tuhan, benarkan dugaanku! Pria ini pasti akan menggangguku terus, batin Yuri dengan berat hati ia menerima kenyataan saat ini. “Aish, kenapa harus memilih disini?” kesalnya sembari berkacak pinggang.

“Inikan tempat umum, apa salahnya aku memilih tinggal disini. Lagipula bukankah bagus jadi kau bisa menemuiku kapanku kau mau” jawabnya santai dengan sedikit percaya diri.

“Apa? Menemuimu? Jika karena bukan hubungan pekerjaan, aku tidak akan pernah mau mengenal dan menemuimu.” Balas Yuri kesal sembari menatap ke arah lain.

“Yaa! Kitakan saat ini tetangga, jadi harus saling membantu.” Ucapnya sembari menengahi pertengkaran kecil kami. Ia menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan, tetapi Yuri tidak menggubrisnya sama sekali. Yuri justru membalikkan tubuhnya dan masuk ke dalam apartementnya.

“Selamat datang!” sambutnya ketus sebelum ia menutup pintu apartement, membuat KyuHyun tersenyum senang melihat tingkah Yuri seperti itu.

“Aish, gadis itu benar-benar membuatku ingin terus berada disisinya.” Gumam KyuHyun pelan sembari menatap pintu apartement Yuri dengan perasaan bahagia.

 

***

YoonA mengernyitkan keningnya saat melihat Yuri berjalan melewatinya begitu saja sembari melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah dan langkah kaki kesal. “Ada apa dengannya? Kenapa datang-datang ia jadi seperti itu?” gumamnya pelan sembari melanjutkan langkah kakinya untuk mencari udara segar. Besok ia akan ada jadwal pemotretan disalah satu studio majalah ternama, jadi sebelum ia kembali bekerja YoonA memutuskan untuk menikmati waktu luangnya.

YoonA berjalan-jalan dipinggiran kota Seoul dengan pakaian santai dan hangat karena udara malam ini cukup dingin. Ia kembali memikirkan sesuatu hal, bagaimana cara untuk unni-nya itu mendapatkan seorang kekasih? Setelah 3 tahun berlalu Yuri putus dengan mantan kekasihnya, Yuri belum juga mencari atau mendapatkan yang baru. Padahal usianya sudah cukup untuk waktunya menikah, tetapi kenapa Yuri tidak segera mencari pendamping hidup?

“Aigu, aku lapar. Aish, Yuri unni kenapa tidak memasakkanku makan malam?” gerutunya mengingat tidak ada makanan diapartement mereka. Matanya menatap sebuah kedai kecil dipinggir jalan, dengan langkah ringan ia menghampirinya. YoonA memilih tempat duduk ditengah ruangan karena hanya itu satu-satunya tempat yang kosong. “Ahjussi, aku pesan satu ramyun.” Pesan YoonA kepada seorang laki-laki setengah paruh baya. Tak berapa lama kemudian, pesanannyapun tiba dan ia langsung menyantap makanannya tanpa ampun.

“… Baiklah, Tuan Seo, siapa yang ingin anda pilih dari ke lima gadis ini yang mengajukan diri untuk Anda?” tanyan seorang pembawa acara ditv, membuat YoonA menoleh dan menyaksikan acara tersebut.

“Acara apa itu? Apa acara perjodohan?” gumamnya sembari terus menontonnya.

Seorang laki-laki yang dipanggil Tuan Seo oleh pembawa acara itu maju dan mendekati salah satu gadis dari lima gadis yang tengah berdiri. Laki-laki itu memilih gadis berambut ikal dengan riasan make-up sederhana dan gaun putih—tanpa tali bahu—di atas lutut. “Eh, bukankah itu aktor Seo InGuk?” tanyanya pada diri sendiri saat ia mengenali laki-laki itu. “Jadi ini benar reality show tentang perjodohan?” gumamnya senang dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Nona Han SoYeon terpilih menjadi calon kekasihnya!” seru bahagia sang pembawa acara itu diiringi senyum dan tawa sepasang kekasih itu. “Baiklah, kalian akan kami pantau selama tiga hari ke depan untuk menjadi sepasang kekasih dalam acara ini! Jika kalian merasa ada kecocokan kalian bisa melanjutkannya, tetapi jika setelah tiga hari kalian bersama kalian merasa tidak ada kecocokan kalian boleh berhenti.” Instruksi sang pembawa acara itu. “Baiklah, setelah ini akan ada lagi pasangan baru yang akan terlihat, tetapi setelah yang satu ini. We Got Love, We Get Couple of three days!” ucapnya sebelum sebuah iklan mengganti acara itu.

“Ajuhssi!” panggil YoonA antusias saat melihat laki-laki paruh baya penjual kedai itu tengah berjalan melewatinya, ahjussi itu mendekati YoonA. “Apakah acara tadi itu acara perjodohan?” tanyanya sembari menunujuk ke arah tv.

“Tentu, apakah anda juga ingin mengikutinya nona?” tanya ahjussi itu dengan jahil.

“Tentu saja tidak, tetapi orang lain. Oh ya, bagaimana inti dari acara itu?” tanyanya lagi dengan antusias.

“Apakah anda tidak pernah melihat acara tersebut ditv?” herannya.

“Anio, selama ini aku tinggal di Amerika dan baru kembali kesini dua hari yang lalu.” Jelas YoonA sembari menyunggingkan sebuah senyuman.

“Acara itu bisa diikuti oleh siapapun dari kalangan artis ataupun seseorang yang berkerjaberhubungan dengan entertaiment. Lalu, akan ada beberapa gadis yang tampil dan menantikan laki-laki yang akan memilihnya. Para wanita berhak mengajukan diri untuk ingin atau tidak menjadi kekasih sang pria tersebut. Kalau ingin, sang wanita mengikuti tahap selanjutnya yaitu pemilihan seleksi dari sang pria. Jika ada wanita yang terpilih oleh pria itu, maka selama tiga hari ke depan mereka akan hidup sebagai sepasang kekasih dalam masa percobaan. Selama tiga hari itu jika ada kecocokan, mereka boleh melanjutkan ke hubungan yang sebenarnya. Jika tidak, maka mereka akan berhenti atau dalam kata lain putus setelah acara itu berakhir. Acara ini cukup populer dikalangan remaja ataupun dewasa, karena cukup menghibur dan menarik.” Jelas ahjussi itu panjang lebar, membuat YoonA mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Ahh, aku mengerti. Bagaimana cara untuk mendaftar?” tanyanya lagi.

“Kau bisa mengirimkan biodatamu lewat email acara itu.” Jawab ahjussi itu lagi dengan ramah.

“Baiklah, aku mengerti sekarang! Terima kasih ahjussi, dan sekarang aku harus pulang!” pamitnya dengan semangat, ke dua matanya berbinar-binar.

 

***

 

“Ya, Cho KyuHyun! Apa yang kau lakukan, huh?” kesal Yuri saat melihat KyuHyun berada diruang tamunya sembari tiduran disofa miliknya. “Jika kau ingin tidur atau bermalas-malasan lebih baik dirumahmu sana!” titah Yuri kesal. Aish, sebenarnya ia datang ke sini untuk apa?

“Tenanglah sedikit, aku sedang menikmati waktu santaiku.” Balasnya malas-malasan. “Oh ya, bolehkah aku meminta kopi darimu? Aku inikan tamu.” Pintanya dengan ke dua mata terpenjam dan nada seperti memerintah.

“Apa? Yaa, kau!” maki Yuri kesal sembari berkacak pinggang.

“Aku lelah.” Sela KyuHyun lemah sebelum ia mendapatkan serentettan kata-kata dari Yuri untuk menolak. Yuri melengos pasrah saat mendengarnya, salah satu kelemahannya adalah ia tidak tega terhadap orang lain.

Arraseo.” putusnya pasrah lalu membalikkan badan dan pergi meninggalkan KyuHyun ke dapur. KyuHyun tersenyum senang saat melihat Yuri menuruti permintaannya.

“Manis sekali.” Gumamnya sembari tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah Yuri dengan wajah cemberutnya.

“Unni-ya, aku pulang!” ucap seseorang yang membuat KyuHyun kaget dan terbangun dari bermalas-malasannya. “Yaa! Siapa kau? Apa yang kau lakukan disini?” tanya gadis itu dengan penuh selidik.

“A-aku Cho KyuHyun, tetangga baru kalian. Aku kemari hanya untuk berkunjung. Salam kenal dan mohon bantuannya.” Jawab KyuHyun sedikit kaku.

“Tetangga baru?” ulang YoonA lagi. “Aku Im YoonA, adik sepupu Yuri. Senang berkenalan denganmu.” Salamnya sembari memperkenalkan dirinya. “Apakah kau sudah mengenal unni-ku lebih lama?” tanyanya lagi.

“Belum, baru minggu-minggu ini aku mengenalnya itupun karena hubungan pekerjaan.” Jawab KyuHyun jujur.

“Ahh, aku mengerti. Kalau begitu aku tinggal dulu.” pamit YoonA lalu meninggalkan KyuHyun seorang diri.

“Sepertinya aku pernah melihat gadis itu, tapi dimana?” gumam KyuHyun sembari mengingat-ingat.

YoonA menghampiri Yuri saat ia tengah melihat gadis itu berjalan mondar-mandir di dapur. “Unni!” panggilnya saat tengah berada disisinya, membuat Yuri sedikit kaget. “Apa hubunganmu dengan KyuHyun oppa?” tanya YoonA dengan senyum mengembang diwajahnya. “Apakah ia laki-laki yang akan menggantikan MinWoo oppa?” lanjutnya. Yuri menatapnya kesal, ia tidak suka ketika harus membahas masa lalunya.

“Bisakah kau berhenti bertanya dan tidak menyebutkan nama seseorang dari masa lalu?” tegas Yuri dengan dingin dan tajam, membuat YoonA menutup kembali mulutnya dan menjaganya untuk tidak berbicara sepatah katapun disaat Yuri seperti ini. “Hari sudah malam, lebih baik kau istirahat.” Titahnya sembari menuangkan kopi panas ke dalam cangkir.

“Arraseo! Tapi ingat unni, jika kau dengan KyuHyun oppa aku akan sangat mendukung hubungan kalian berdua! Kelihatannya dia tidak terlalu buruk untukmu.” Ucap YoonA lalu segera pergi menuju kamarnya sebelum mendapatkan sendal melayang ke arahnya.

Yuri menghela napas dalam-dalam sembari memejamkan ke dua matanya, mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu maksud YoonA adalah baik dan ingin membuatnya bahagia, tetapi ia masih belum siap jika harus dihadapi sebuah perpisahan nantinya ketika ia mulai jatuh terlalu dalam. Itu akan sulit baginya untuk keluar dan bertahan sama seperti sebelumnya, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Seolah-olah semua ini akan berlalu dan baik-baik saja dengan sendirinya. Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak Yuri, memang semuanya akan baik-baik saja.” ucapnya pada diri sendiri sembari menepuk-nepuk pelan wajahnya. Ia lalu membawakan dua cangkir kopi dan berjalan menuju ruang tamu. “Apa yang kau pikirkan?” tanyanya ketika ia melihat KyuHyun tengah berpikir sesuatu sembari menatap kosong layar telivisi. Ia duduk disofa yang sama dengan KyuHyun hanya saja ia membuat jarak yang cukup lebar.

“Tidak ada, hanya sedang mengingat-ingat bahwa aku pernah melihat adikmu.” Jujur KyuHyun sembari melirik kesal pada jarak yang Yuri buat.

“Apa kau menyukainya?” tanya Yuri santai sembari menyesap kopinya sendiri.

“Apa? Yaa, Kwon Yuri!” protesnya. “Aku bilang aku pernah melihatnya bukan menyukainya.” Jelasnya.

Yuri mengangkat ke dua bahunya cuek. “Apa kau pernah ke Amerika? Ia salah satu model ternama disana.” Ucap Yuri sembari menaruh cangkirnya di atas meja.

“Ah, benar! Aku ingat sekarang!” ucapnya antusias. “Aku pernah melihatnya disana bersama seorang gadis tengah berjalan dibandara.” Lanjutnya sembari menatap Yuri dengan seulas senyum tersungging diwajahnya.

“Oh.” Balasnya singkat sembari sibuk mengecek e-mail maupun pesan masuk diponselnya.

“Kau tidak berpikir aku menyukainyakan?” tanya KyuHyun sembari ingin menyesap kopi buatan Yuri. Hm, tidak buruk. Batinnya saat ia menikmati kopinya.

“Tidak, karena kau menyukai SeoHyun jadi tidak mungkin kau menyukai yang lain.” jawabnya cuek sembari tetap fokus pada ponselnya.

Hampir saja KyuHyun menyemprotkan kopinya saat mendengar jawaban dari Yuri. “Yaa! Bukan karena itu!” elaknya kesal sembari menatap Yuri yang tengah mengacuhkannya.

“Kim JongIn, mati kau!” gumam Yuri sendiri dengan kesal, sebuah senyum menghiasi wajahnya. KyuHyun yang mendengar dan melihat Yuri seperti itu menjadi merasa kesal karena diabaikan. “Hm tunggu, apakah lusa aku memiliki jadwal lain? Sepertinya tidak, baiklah aku akan ikut pergi dengannya.” Ucapnya sendiri lagi sembari tetap asyik dengan ponselnya. KyuHyun hanya menatapnya datar dan kesal sembari menikmati kopi buatan Yuri. Ia bahkan tidak terlalu fokus pada acara ditv saat ini, ia hanya menatapnya dengan pikiran-pikiran yang saling bergelut satu sama lain. “Ah, KyuHyun-ah!” panggilnya, membuat KyuHyun menoleh dengan senyum dan ke dua mata berbinar-binar. “Lusa kita tidak perlu bertemukan untuk membicarakan lagumu, kan?” tanya Yuri dengan senyum mengembang diwajahnya, membuat KyuHyun merasa kesal saat melihat senyum itu. Bukan, bukan, bukan, ia hanya merasa kesal melihat Yuri tersenyum bukan karenanya, melainkan hal lain dan.. well orang lain.

“Kita akan tetap bertemu apapun alasannya.” Tegas KyuHyun cuek sembari menatap layar telivisi lagi.

“Kenapa? Kita kan bisa bertemu kapanpun sekarang.” Elak Yuri sembari menatap wajah KyuHyun.

“Tidak, aku terlalu sibuk.” Jelas KyuHyun dingin sembari mengganti chanel tv.

“Aish, kau ini! Baik, kalau begitu hari Rabu besok, pukul dua siang kau sudah harus sampai ditempat yang telah aku tentukan. Tidak ada bantahan.” Putus Yuri tegas sembari menatap KyuHyun yang acuh dan ingin memprotes keputusannya.

“Aish, baiklah terserah kau saja!” setujunya ia lalu memeluk bantal sofa milik Yuri.

“Kalau begitu, apa yang kau lakukan disini? Ini sudah hampir larut malam, lebih baik kau kembali ke kamarmu dan beristirahat.” Ucapnya melihat KyuHyun sedang bermalas-malasan disofanya.

“Err.. itu aku..” jawab KyuHyun kebingungan. “A-aku malas kembali ke kamarku. Memangnya kenapa kalau aku disini? Tidak ada yang keberatan juga kan?” lanjutnya.

“Apa? Yaa, Cho KyuHyun! Ini sudah malam dan kau bertamu dirumah seorang gadis dimalam hari! Apa kata orang nanti, huh?” kesal Yuri.

“Biarkan saja mereka ingin berkata apa, aku tidak peduli.” Jawabnya santai.

“Oh Ya Tuhan!” umpat Yuri kesal. “Ahh, terserahlah! Pokoknya kau harus pergi sekarang juga!”

“Kau mengusirku?” tanya KyuHyun polos dan tidak percaya.

“Aish, kau! Sudah pergi sanaa!” pinta Yuri sembari bangun dari duduknya dan menarik salah satu tangan KyuHyun agar ia berdiri, membuat KyuHyun mau tak mau menurutinya. Dalam hatinya ia merasakan kebahagian, jantungnya berpacu dengan cepat, dan jika saja Yuri tidak melihat ke arahnya mungkin sebuah lengkungan manis tersungging diwajahnya.

“Selamat malam!” ucap Yuri saat mereka sudah berada dikoridor.

“Kau tidak mau menciumku dulu sebelum tidur?” goda KyuHyun, senyum jahil terlihat diwajahnya sembari menunjuk salah satu pipinya untuk dicium.

What? Are you crazy?” maki Yuri kesal, tetapi berhasil membuat ke dua pipinya merah merona.

“Ayo, cium dulu!” pinta KyuHyun manja.

“Aiguu, you’re really crazy!”  ucapnya lalu meninggalkan KyuHyun sendirian dikoridor dan masuk ke dalam rumahnya. KyuHyun hanya tersenyum senang melihat tingkah Yuri seperti itu.

“Aish, gadis itu benar-benar manis sekali.” Gumamnya pelan disela-sela senyumnya.

 

***

 

Suara jepretan kamera terdengar diseluruh ruangan itu. Seorang laki-laki tengah menjadi titik pusat kamera-kamera itu dengan berbagai pose yang ia buat. “Bagus! Istirahat lima belas menit!” putus sang fotografer itu untuk beristirahat sejenak dan mengganti pakaian yang lain. KyuHyun berjalan menuju ruang riasnya dan mengganti pakaian lain yang akan digunakan untuk sesi foto selanjutnya.

“Maaf semuanya, aku terlambat.” Ucap seorang gadis sembari membungkukkan badannya. Napasnya sedikit tersengal-sengal karena berlari terburu-buru datang.

“Tidak apa-apa, SeoHyun-ah. Kau bisa istirahat dulu jika kau mau.” Ucap sang fotografer.

Anio, kita langsung masuk ke sesi pemotretan saja. Kalau begitu aku ganti baju dulu.” balasnya sopan lalu segera pamit untuk berganti baju. Sesi pemotretan dilakukan setelah 20 menit berlalu karena harus menanti SeoHyun untuk selesai berhias.

“Tema foto kali ini adalah sepasang kekasih. Jadi, kalian harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih.” Instruksi sang fotografer pada KyuHyun dan SeoHyun. Mereka berduapun terlibat dalam pemotretan itu selama tiga jam lebih.

“SeoHyun-ssi!” panggil KyuHyun canggung saat mereka telah menyelesaikan semua sesi pemotretan.

“Ya?” sahut SeoHyun sembari menatap KyuHyun.

“Err.. apakah setelah ini kau ada jadwal lain?” tanyanya mencoba memberanikan diri.

Anio, waeyo oppa?” tanya SeoHyun lembut.

“Maukah kau… pergi keluar bersamaku?” pintanya gugup.

SeoHyun tertawa pelan melihat tingkah KyuHyun seperti itu. “Ada apa denganmu oppa, kenapa seperti itu? Hahaha.” Tanyanya sembari tertawa pelan. “Aku rasa tidak masalah.” Jawabnya sembari menatap KyuHyun lembut.

“Benarkah?” tanya KyuHyun senang. Bagaimanapun ia merasa senang saat ini karena bisa pergi bersama dengan gadis yang diidam-idamkan selama ini. SeoHyun menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. Senyum senang mengembang diwajahnya tanpa bisa ia tahan lagi.

Diwaktu yang sama, seorang gadis menatap sekelilingnya dengan penuh harap. Sudah 30 menit berlalu tetapi seseorang yang ia tunggu belum juga muncul. Ia kembali meminum jus jeruknya dan mengecek lagi dan lagi ponselnya. Hening, tidak ada pesan ataupun telepon masuk. “Aish, kemana dia? Kenapa lama sekali? Apakah jalanan saat ini tengah macet?” gumamnya cemas. Entah mengapa hatinya tidak merasa tenang dan sedih saat ini, tanpa ia tahu alasannya. “Baiklah Yuri, cobalah menunggu lebih lama lagi.” Semangatnya pada diri sendiri.

Yuri mulai menyibukkan dirinya dengan buku musiknya, ia mulai mencurahkan isi yang ada dikepalanya ke dalam tulisan dan not balok. 2 jam berlalu, 3 jam berlalu, 4 jam, 5 jam dan 6 jam berlalu begitu saja tanpa ada tanda-tanda KyuHyun akan muncul. Yuri mulai menyerah untuk tetap menunggunya, ia memberikan uang dibill dan bersiap-siap ingin pergi meninggalkan restaurant mewah bergaya klasik itu. Langkah kakinya terhenti saat melihat seorang laki-laki yang mulai familiar untuknya dengan seorang gadis yang ia ketahui. Senyum getir terlihat jelas diwajahnya sembari memutar ke dua bola matanya saat pandangan tidak menyenangkan itu terlihat.

“Aku tidak percaya bahwa ia melakukan ini.” sinis Yuri lalu melanjutkan kembali langkah kakinya. Ia sengaja berjalan di depan laki-laki itu dengan dingin dan cuek, seolah-seolah tidak tahu dan menyadari kehadiran laki-laki itu.

Disudut mata KyuHyun, ia menyadari kehadiran Yuri dan menatap gadis itu yang saat ini berjalan sedikit menunduk karena merapihkan pakaiannya. “Yuri!” sapanya senang tetapi gadis itu justru tidak menanggapinya dan berjalan pergi melewati dirinya begitu saja. KyuHyun terdiam melihatnya seperti itu, senyum yang mengembang diwajahnya sedaritadi hilang begitu saja. “Apakah ia tidak mendengar suaraku?” gumamnya pada diri sendiri. SeoHyun menatap KyuHyun dengan diam.

“Apa kau mengenalnya?” tanyanya sembari menatap wajah KyuHyun.

KyuHyun menoleh dan menatap SeoHyun sekilas. “Dia komposer album baruku.” Jawab KyuHyun tidak bersemangat.

“Oh, kalau begitu ayo kita duduk!” ajak SeoHyun sembari mencari-cari tempat duduk. KyuHyun hanya mengikutinya dengan tidak bersemangat dan merasa bersalah pada SeoHyun karena hati maupun pikirannya sedang tidak lagi bersamanya. Sepanjang waktu SeoHyun terus saja berbicara dan bercerita tentang kehidupannya yang hanya ada beberapa ditanggapi oleh KyuHyun untuk memastikan bahwa ia mendengarkan gadis itu, walau sebenarnya tidak sama sekali. “Oh ya, aku pernah membaca salah satu majalah edisi tentangmu oppa, kau bilang disitu tipe wanita idealmu adalah aku. Apakah itu benar?” tanyanya dengan ramah.

“Ahh, ya.” Jawab KyuHyun sembari mencoba fokus pada perbincangannya dengan SeoHyun.

“Mengapa kau bisa memilihku?” tanya SeoHyun lagi dengan senyum mengembang diwajahnya.

“Karena aku berpikir… kau adalah sosok yang mendekati tipe seorang ibu.” Jawab KyuHyun sembari mengingat-ingat alasan kenapa ia menyukai gadis dihadapannya kini.

“Ahh, karena itu.” Balas SeoHyun, sedikit merasa kecewa saat mendengar alasannya. Ia justru berharap bahwa KyuHyun menyukainya dengan tulus tanpa ada alasan khusus dibaliknya. “Jika hanya seperti itu…” jeda SeoHyun sembari menatap kosong gelas berleher panjang miliknya. “semua perempuan di dunia ini bisa menjadi seorang ibu untuk anak-anaknya tanpa terkecuali.” Lanjutnya, masih dengan posisi yang sama. “Kalau kau hanya menyukaiku hanya karena itu, maka kau tidak benar-benar menyukaiku oppa.” Tambahnya, ia lalu menatap KyuHyun yang saat ini tengah menatapnya dengan kening berkerut.

“Kenapa bisa seperti itu?” tanya KyuHyun tidak mengerti.

“Karena jika kau menyukai seseorang, kau tidak perlu memiliki atau menemukan alasan untuk menyukai orang itu. Saat alasan itu sudah tidak ada lagi, maka kau juga tidak akan menyukai orang itu lagi.” Jelasnya sembari memaksakan sebuah senyuman diwajahnya.

“Sekalipun aku memiliki beribu-ribu alasan untuk menyukaimu?” tanya KyuHyun tidak percaya.

SeoHyun mengangguk yakin. “Sekalipun kau memilikinya, perlahan-lahan mereka akan pudar lalu kemudian hilang.” Jelasnya lagi. KyuHyun terdiam, mencoba memahami ucapan SeoHyun barusan. “Seorang wanita memiliki perasaan kuat terhadap suatu hal, termasuk laki-laki yang disukainya atau menyukainya.” Ucapnya lagi sembari menatap KyuHyun sekilas dan menyunggingkan sebuah senyum ramah. “Dan untuk yang satu ini aku merasa bahwa kau…” jedanya lagi sembari menghirup udara perlahan-lahan dan menatap lurus ke manik mata KyuHyun. “tidak menyukaiku melainkan orang lain. Apakah dugaanku ini benar?” tanyanya lalu tertawa pelan untuk mencairkan suasana. KyuHyun terdiam sesaat, bayangan-bayangan Yuri kembali memenuhi benaknya lagi.

“Aku rasa kau benar, SeoHyun-ah.” Timpal KyuHyun membenarkan ucapan SeoHyun barusan. SeoHyun tersenyum lembut melihat KyuHyun yang sepertinya masih belum juga mengerti dan memahami hatinya sendiri.

“Ini sudah malam, bagaimana kalau kita pulang?” ajak SeoHyun saat melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 8 malam waktu KST. KyuHyun mengangguk tanda setuju dan mereka berdua meninggalkan restaurant itu.

 

***

 

KyuHyun menghela napas dalam-dalam, mencoba menahan emosi dan rasa bersalahnya saat panggilan darinya tidak ada satupun yang dijawab oleh Yuri. Ia baru saja mengecek ponselnya saat ia telah mengantarkan SeoHyun ke rumah. “Ayolah Yuri, angkat!” pintanya berkali-kali tetapi tidak ada satupun juga permintaannya terkabul. KyuHyun memilih menyerah untuk menghubungi gadis itu dan berniat untuk menghampiri apartement Yuri tetapi hasilnya nihil. Tidak ada jawaban ataupun pintu akan terbuka setelah ia menekan bel berkali-kali milik Yuri. Kecemasannya semakin jadi ketika Yuri benar-benar mencoba mengacuhkannya.

Pintupun terbuka saat sudah berkali-kali ia menekan bel dan memanggil nama Yuri. Seorang perempuan terlihat dengan jelas, raut wajahnya menggambarkan kecemasan dan kekhawatiran saat melihat tetangga barunya itu. “Oppa?” panggil YoonA pelan, takut membangunkan seseorang. YoonA berdiri diambang pintu dan membiarkan daun pintu menyembunyikan separuh dirinya.

“YoonA-ssi, apakah ada Yuri di dalam? Aku ingin berbicara dengannya?” tanya KyuHyun dengan sedikit terburu-buru dan mencoba masuk ke dalam tetapi ditahan YoonA.

“Kau tidak boleh masuk oppa, Yuri unni sudah tidur. Kau bisa menemuinya besok pagi.” Jawab YoonA, berharap KyuHyun mengerti dan mengikuti sarannya.

“Benarkah ia sudah tidur?” tanya KyuHyun sembari mencoba melihat ke dalam ruangan yang gelap. YoonA mengangguk pelan.

“Yuri unni selalu tidur lebih awal jika ia merasa kelelahan. Jadi, aku harap kau mengerti.” Jelasnya.

Ke dua bahu KyuHyun mengendur lemas saat mendengar ucapan YoonA barusan, ia benar-benar merasa bersalah pada gadis itu karena telah menunggunya terlalu lama.

“Kalau begitu, selamat malam oppa.” Salam YoonA sebelum ia kembali menutup pintunya, KyuHyun hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertenaga sedikitpun. Ia memilih kembali ke kamarnya, dan mencoba beristirahat untuk memulihkan kembali tenaganya.

YoonA menghela napas berat saat ia memasuki kamar Yuri dan mendapati kakaknya tengah memunggunginya. “Unni-ya, aku tahu kau belum tidur. Sebenarnya ada apa kau dengan KyuHyun oppa? Apakah kalian bertengkar?” tanyanya sembari duduk disisi ranjang.

Yuri diam, ia mencoba memejamkan ke dua matanya dan tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan YoonA.

“Unni, apakah kau menyukai KyuHyun oppa?” tanya YoonA lagi dengan pelan. Yuri kembali membuka ke dua matanya perlahan saat ia mendengar pertanyaan YoonA barusan.

Ani.” Jawab Yuri singkat sembari berpikir.

“Lalu, kenapa kau tidak ingin menemuinya? Aku sudah cukup mengenalmu unni, kau tidak akan seperti ini jika kau tidak menyukai pria itu.”

“Bukan, bukan karena itu melainkan.. aku terlalu kecewa padanya.” Elak Yuri sembari bangun dari tidurannya. YoonA mengernyitkan keningnya dan menantikan penjelasan lebih dari Yuri. “Aku sudah menunggunya hampir setengah hari, tetapi ia tidak datang atau mengabariku tentang keberadaannya. Dan saat aku memutuskan untuk pulang, aku melihatnya sedang bersama dengan… gadis yang ia sukai.” jelas Yuri sembari mengingat-ingat kejadian beberapa jam lalu.

“Lalu kenapa kau kecewa dan cemburu?” tanya YoonA lagi sembari menatap Yuri dengan penuh selidik.

“Aku tidak cemburu ataupun kecewa, aku hanya merasa kesal saja kenapa ia melakukan itu padaku.”

“Kenapa kau kesal? Bukankah seharusnya kau senang?”

“Yaa, Im YoonA! Tentu saja aku kesal karena ia telah membuatku menunggu, sedangkan ia pergi dengan gadis lain atau bahkan ia bersenang-senang dengan gadis itu!” kesal Yuri.

“Lalu kenapa kau tetap ingin menunggunya selama berjam-jam?” tanya YoonA lagi diiringi senyuman penuh arti.

“Karena aku yakin ia akan datang walau terlambat sekalipun… aku berpikir itu tidak apa-apa.” Jawab Yuri lagi sembari menerawang jauh.

“Dan KyuHyun oppa datang pada akhirnya walau ia terlambat dan bersama gadis lain.” timpal YoonA menegaskan. Yuri menatap YoonA dengan kesal dan tidak terima, ia ingin memprotes tetapi ucapan yang dikataka YoonA benar. “Sudah malam, tidurlah unni!” ucapnya sembari berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Yuri hanya mengangkat ke dua bahunya dengan cuek.

Benar, seharusnya aku senang KyuHyun bisa bersama dengan gadis yang disukainya. Lagipula, apa masalahnya denganku jika ia pergi dengan wanita lain? Aish, Kwon Yuri!

 

***

 

More days later…

“Dimana tempatnya? Kenapa tempatnya seperti ini?” tanya Yuri saat melihat bangunan kantor dihadapannya. “Kau yakin pesta temanmu itu disini?” tanyanya lagi tak percaya. YoonA menatapnya dengan tatapan yakin dan ke dua mata berbinar-binar.

“Turunlah dulu, aku akan memarkirkan mobilku lebih dulu.” ucap YoonA tenang diiringi sebuah senyuman diwajahnya.

“Kenapa raut wajahmu mencurigakan seperti itu?” tanya Yuri heran. “Kau sedang tidak merencenakan sesuatukan?” tanyanya hati-hati.

“Sudah turunlah, nanti bisa terlambat datang!” titahnya sembari mendorong tubuh Yuri pelan agar kakaknya itu mau menurutinya. Yuri akhirnya turun dan memilih berjalan ke lobi untuk menunggu YoonA.

“Apa yang kau lakukan disini?” tanya seorang laki-laki familiar untuknya. Yuri menoleh perlahan-lahan dan mendapati seseorang yang selama beberapa hari ini mereka tidak bertemu lagi.

“KyuHyun-ah?” panggilnya tidak percaya pada penglihatannya. Bayangkan, hampir seminggu mereka tidak bertemu satu sama lain tapi kini mereka bertemu ditempat dan waktu yang tak terduga. KyuHyun tersenyum senang saat dapat melihat Yuri lagi.

“Aku tanya padamu, apa yang kau lakukan disini?” ulangnya dengan berpura-pura cuek.

“Aish, kau ini! Aku sedang menunggu YoonA selesai memarkirkan mobilnya, kau sendiri?” jawab Yuri sembari menundukkan kepalanya dan menatap sepatu hak tingginya.

“Kau juga ingin mengikuti acara perjodohan ini? Tidak ku sangka kau akan ikut.” tanya KyuHyun sembari mencoba menyembunyikan senyumannya walau sia-sia saja saat Yuri bersamanya.

“Tidak, aku dan YoonA akan menghadiri acara pesta temannya.” Jawab Yuri polos dan jujur.

“Acara pesta? Tetapi ini acara reality show ‘We Got Couple’.” Jelasnya.

“Apa?” tanya Yuri tidak percaya, tetapi seakan tersadar bahwa YoonA mengerjainya lagi ia segera memendam amarahnya. “Aish, gadis itu benar-benar!” gumam Yuri kesal. “Kalau begitu lebih baik aku pulang, selamat malam.” Pamit Yuri pada KyuHyun.

“Tunggu!” cegah KyuHyun sembari menggenggam erat salah satu tangan Yuri. “Bagaimana kalau kau mengikutinya saja? Lagipula, managerku mendaftarkanku untuk ikut acara ini. Dan tidak ada yang ku kenal gadis-gadis itu.” Jelas KyuHyun sembari berharap bahwa Yuri menuruti permintaannya.

“Di dalam sana akan ada gadis cantik lainnya yang telah mengharap dan menantikanmu.” Ucap Yuri padanya.

“Aku tidak mengenalnya, bagaimana jika mereka menjadi agresif dan lebih parah lagi?” balas KyuHyun.

Yuri terdiam dan berpikir sejenak sembari menatap KyuHyun. Yuri tentu tahu benar resiko untuk KyuHyun jika mengikuti acara ini, tetapi haruskan ia berpura-pura menjadi kekasih palsu KyuHyun? Ini tentu bukan pilihan yang mudah bagi Yuri. Gadis itu menatap lekat ke arah KyuHyun sembari berpikir keputusan apa yang harus diambil. “Baiklah… aku akan mengajukan diri sebagai pasanganmu.” Putus Yuri asal. KyuHyun menatap Yuri tidak percaya bercampur senang. Sungguh! Inilah saat-saat yang paling dinantikannya saat ini! Kwon Yuri akan menjadi kekasihnya! Hal apalagi yang bisa membuatnya melambung tinggi dan merasakan hal-hal aneh dalam dirinya untuk saat ini?

“Baiklah kalau begitu.” Ucap KyuHyun akhirnya—masih dengan hati berbunganya, merekapun masuk ke dalam gedung bangunan itu dengan tangan KyuHyun yang melingkari pinggul Yuri. KyuHyun bahkan tak mau melewatkan kesempatan ini untuk membuat Yuri bertekuk lutut padanya, tidak akan pernah.

“Tentang kejadian beberapa hari yang lalu, aku minta maaf padamu. Aku tidak bermaksud membuatmu menunggu, aku benar-benar lupa dan ponselku baterainya habis.” Jelas KyuHyun dengan penuh penyesalan.

Yuri memaksakan sebuah senyuman diwajahnya. “Aku mencoba mengerti saat berada diposisimu.”

“Apa maksudmu?” tuntut KyuHyun, meminta lebih penjelasan dari Yuri.

“Saat seseorang sedang jatuh cinta, mungkin mereka melupakan beberapa hal atau mungkin segalanya. Karena kau sedang bersama SeoHyun, gadis yang kau idam-idamkan? Yah, aku mencoba mengerti saat kau bersama gadis yang kau sukai, lalu mencoba memposisikan diriku diposisimu. Tapi mungkin aku tidak akan melakukan hal apa yang telah kau lakukan untuk membuat seseorang menunggu.” Jawab Yuri, sedikit menyindir KyuHyun walau ia tidak bermaksud seperti itu. “Walau kau ini benar-benar sangat menyebalkan, tetapi aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kau meminta maaf. Jadi, jangan khawatir.” Lanjutnya.

KyuHyun ingin sekali memprotes ucapan Yuri barusan, bahwa dirinya tidak seperti apa yang ia pikirkan. Bahwa dirinya tidak benar-benar menyukai SeoHyun. Bahwa dirinya sendiri telah jatuh cinta kepada seorang gadis yang lain. Tetapi, lidahnya terasa kelu saat melihat Yuri tersenyum kepadanya. Entah mengapa ia merasa gadis itu hanya pura-pura tersenyum dengan menyimpan kesedihan dihatinya.

 

***

 

Acara sudah dimulai sejak setengah jam berlalu tetapi giliran KyuHyun belum juga tiba. Yuri menanti-nanti giliran KyuHyun—tiba, dikursi yang telah disusun dan disediakan sedemikian rupa untuk para wanitanya. Ia sama sekali tidak akan pernah membayangkan bahwa ia akan duduk dan mengikuti acara seperti ini.

“Ah, tunggu sebentar! Bolehkah aku memilih seorang gadis sendiri?” tanya seorang laki-laki aktor ternama yang tengah naik daun saat ini. Yuri kembali tersadar dari lamunannya dan menatap laki-laki itu.

“Tentu saja boleh, asalkan gadis itu mengajukan diri untukmu, JongSuk-ah!” jawab sang MC itu. Laki-laki yang bernama Lee JongSuk itu tersenyum lebar dan berjalan menghampiri para gadis-gadis itu yang disambut baik oleh mereka, kecuali Yuri. Ia hanya menatapnya tanpa ada rasa ketertarikan sedikitpun. Laki-laki itu berhenti dihadapannya sembari membungkuk dan mengulurkan salah satu tangannya kepada Yuri, membuat beberapa gadis terlihat iri dan patah hati saat JongSuk memilih dirinya.

Yuri terdiam selama beberapa saat dan menatap laki-laki itu dengan kening berkerut. “Apa?” tanyanya.

“Aku memilihmu untuk menjadi kekasihku.” Jawabnya sembari menyunggingkan senyum lebar diwajahnya.

“Ehh?” ucap Yuri tidak percaya. “Joseonghamnida.” Sesal Yuri, membuat JongSuk dan para gadis lainnya tidak percaya bahwa ia baru saja menolak seorang aktor tampan yang menginginkannya. Bukankah itu seharusnya suatu kehormatan untuknya? Tetapi gadis itu justru menolaknya mentah-mentah. Seluruh isi ruangan studio itu heboh dan tidak percaya dibuatnya. Yuri hanya bisa menampilkan senyum dan raut wajah bersalahnya pada mereka semua sembari membungkuk. Yuri bukan tipe gadis yang memusingkan hal-hal kecil atau mudah jatuh cinta pada seorang laki-laki, melainkan ia wanita bermoral tinggi dan sangat mandiri.

“Aku benar-benar tidak percaya bahwa seorang Lee JongSuk baru saja ditolak mentah-mentah.” Ucap sang pembawa acara yang disetujui dan ditimpali oleh seluruh peserta dan kru acara itu. “Baiklah JongSuk-ah, jangan bersedih karena masih ada wanita lain yang menantimu! Pilihlah salah satu dari mereka, sekarang!” titah sang MC itu yang mau tidak mau diturutinya. Ia memilih salah seorang gadis berambut panjang yang sengaja ia gerai dan dihiasi beberapa hiasan rambut simple. “Ham EunJung!” seru sang MC antusias. Lalu mereka terlibat sedikit dalam perbincangan.

“Baiklah, peserta laki-laki selanjutnya adalah… Cho KyuHyun!” seru sang MC itu lagi lalu setelah seorang laki-laki yang dimaksud berjalan memasuki ruangan itu. KyuHyun berhenti disamping sang pembawa MC itu. “Baiklah KyuHyun, disini ada banyak gadis-gadis yang menantikanmu. Cukup pilih salah satu dari mereka.” Intruksinya. “Ladies, silahkan ajukan dirimu untuk menjadi pasangannya!” pinta sang MC yang dituruti oleh hampir seluruh gadis ditempat itu, termasuk Yuri yang berjalan paling akhir karena didesak-desak gadis lainnya. “Ah, sayang sekali SeoHyun tidak berada disini. Kami akan mencoba mengundangnya kembali.” Ucap sang MC itu, berhasil membuat seluruh peserta perempuan bersorak ke arahnya kecuali Yuri.

“Ah, ya, tidak masalah. Disini sudah ada gadis-gadis cantik yang telah menantiku.” Balas KyuHyun sembari menatap satu-satu para pesertanya, tatapannya berhenti pada salah satu gadis yang paling ujung barisan bersyaf. Senyumnya mengembang lebar saat mendapati gadis itu tengah menatapnya dengan tatapan mematikannya atau lebih tepatnya tatapa tajam dan tidak sukanya Yuri pada KyuHyun.

“Nah KyuHyun-ssi, kau bisa memilih gadismu sekarang!” titah sang MC yang dituruti KyuHyun dengan sigap. Ia berjalan mendekati tempat dimana Yuri berada tanpa membuang-buang waktu lagi, lalu mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Yuri, kemudian mereka berdua berjalan ke tengah ruangan itu untuk disorot kamera dan diberi instruksi oleh sang MC seperti pasangan-pasangan sebelumnya. Setelah selesai, merekapun pergi meninggalkan ruangan itu dan keluar.

“Aku tidak percaya kau menolak seorang Lee JongSuk.” Sindir KyuHyun sembari tersenyum senang saat ia kembali mengingat Yuri menolak seorang aktor dari balik panggung.

“Aish, hentikan!” pinta Yuri sembari melipat ke dua tangannya di depan dada. KyuHyun semakin melebarkan senyumannya saat melihat tingkah Yuri.

“Apa karena aku maka kau menolaknya?” tanyanya disela senyuman.

Yuri menoleh lalu menatap KyuHyun dengan tatapan mematikannya. “Jangan besar kepala dulu, Tuan Cho.” Ucapnya pelan tetapi tegas. “Tentu saja tidak, melainkan karena aku tidak mengenalnya maka aku menolaknya.” Jelasnya.

“Aku mengerti, ayo kita pulang!” ajak KyuHyun mencoba menengahi sebelum mereka terlibat pertengkaran kecil nantinya. Ia kembali merangkul pinggul Yuri dan mengajaknya untuk ikut masuk ke dalam mobilnya. KyuHyun lalu melajukan mobilnya.

 

***

 

“Yuri-ya, apa benar kau saat ini menjadi kekasih KyuHyun oppa?” tanya SooYoung begitu ia memasuki ruang Yuri dan duduk dihadapannya. Yuri menatapnya sekilas lalu kembali fokus. Berita hubungan KyuHyun dengan dirinya ternyata sudah tersebar luas dan diketahui publik. Benar-benar terjadi dalam waktu kurang dari 12 jam sejak malam itu. Dan kini, mungkin saja KyuHyun tengah disibukkan oleh para wartawan atau media lainnya untuk mengetahui kebenaran kabar itu.

Benar, aku memang menjadi kekasih pura-puranya. Batin Yuri menegaskan. “Kenapa? Ada yang salah?” tanyanya cuek.

“Tentu saja! kau tahu berapa banyak wanita patah hati karenamu? Oh Ya Tuhan, kasihan sekali KyuHyun oppa harus memiliki pasangan nenek tua sepertimu!” sahut SooYoung antusias dan mimik yang dibuat-buat bersedih. Berita tentang acara reality show beberapa waktu lalu tentu saja sudah membooming tidak karuan diberbagai media, hanya saja Yuri tidak ingin tahu ataupun menggubrisnya. Cukup hanya menjadi kekasih pura-pura KyuHyun saja sudah membuatnya kewalahan, apalagi harus ditambah berbagai sindirian ataupun ucapan-ucapan yang malas Yuri dengar.

“Yaa, Choi SooYoung! Hentikan aktingmu itu!” titah Yuri cuek.

“Aish, wanita ini benar-benar tidak seru diajak bergurau!” kesalnya. “Baiklah, karena KyuHyun oppa sudah memilihmu maka kau harus menjaga dan menyanyanginya baik-baik. Jika sampai aku mendengar KyuHyun oppa menangis karenamu, aku akan memakanmu!” guraunya lagi dengan ekspresi pura-pura tegas.

“Hah, lucu sekali! Yaa, kau ini temannya siapa, huh?” tanya Yuri sembari pura-pura menantangnya.

“Tentu saja, kau! Tapi ini urusannya akan berbeda lagi!” belanya.

“Yaa, Choi SooYoung! Coba katakan sekali lagi!” titah Yuri sembari bersiap-siap melemparkan sneakersnya.

“Yaa, kau mau apa, huh?” tanyanya sembari bersiap-siap melarikan diri untuk pergi dari tempat itu sebelum sepatu itu melayang ke arahnya. SooYoung menutup pintu ruang kerja Yuri secepat mungkin sebelum ia kalah cepat dengan sepatu melayang.

Yuri hanya tertawa pelan saat menatap pintunya, ia tidak benar-benar tidak bermaksud dan tidak akan pula tega melakukannya, hanya saja temannya itu terlalu berlebihan bereaksi terhadapnya. Pintu kembali terbuka dan menampakkan sesosok laki-laki tengah berdiri diambang pintu dengan wajah kusut selama beberapa saat, menatap Yuri yang juga menatapnya dengan kening berkerut. “Kenapa hanya berdiam diri disitu? Masuklah!” ajaknya, laki-laki itu menurutinya. Ia duduk dihadapan Yuri dengan hati dan mood yang cukup berantakan. “Ada apa denganmu, JongIn-ah?” tanya Yuri sembari memperhatikan raut wajah laki-laki itu.

“Noona…” panggilnya pelan sembari menatap kosong permukaan meja kerja Yuri.

“Hm, ada apa?” sahutnya.

“Apa benar kau dan KyuHyun hyung sedang menjalin hubungan?” tanyanya tak bertenaga. Yuri menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya, membuat JongIn semakin lemas tidak bertenaga. Kenapa keputusan ini terlihat menjadi lebih serius dimata publik?

“Yaa, ada apa denganmu? Kenapa kau seperti mayat hidup?” ejek Yuri, mencoba menghibur JongIn.

“Tidak lucu. Aku kembali bekerja dulu.” balasnya dingin dan cuek, ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ruangan Yuri.

“Aigu, ada apa dengannya? Tidak seperti biasanya.” Gumam Yuri pelan sembari menatap pintu ruang kerjanya yang baru saja ditutup JongIn. Baiklah, ralat! Yuri mungkin saja tahu benar bagaimana perasaan JongIn selama ini, tetapi ia hanya pura-pura tidak mengetahuinya. Atau lebih tepatnya, ia tidak mungkin mengambil kesimpulan asal terhadap perasaan seseorang terhadapnya.

 

***

 

Seulas senyum masih tersungging diwajahnya tanpa pernah hilang sedikitpun. Hari ini ia merasa hari baiknya, semuanya terasa sungguh bersahabat dan mendukung suasana hatinya saat ini. Ia menyapa semua kru untuk kali pertamanya ia bersikap seramah dan sebaik itu kepada semua orang. “Yaa, Cho KyuHyun!” panggil seorang laki-laki yang langsung merangkul lehernya dengan gemas. “Ada apa denganmu hari ini? Apakah ada kabar baik?” tanya laki-laki itu turut merasakan kebahagian yang KyuHyun rasakan.

“Tentu saja.” jawab KyuHyun senang sembari senyum-senyum sendiri.

“Hm, apakah karena kau habis bertemu dan jalan bersama SeoHyun?” tebak laki-laki itu.

KyuHyun melepaskan rangkulan Shim Changmin, sahabatnya. “Aku memang senang, tetapi bukan karena SeoHyun melainkan karena gadis lain.” jelasnya.

“Siapa dia? Jangan bilang gadis yang ada di acara itu?” tebaknya.

“Tepat sekali!” ucap KyuHyun membenarkan.

“Jadi benar karena gadis itu? Wuah, hebat sekali gadis itu bisa membuatmu mencair juga!” ejeknya.

“Kau pikir aku es?” protes KyuHyun.

“Memang kau seperti es.” Timpal Changmin membenarkan.

“Aish, sudahlah aku tidak ingin moodku ini dirusak olehmu.” Ucap KyuHyun sembari berjalan lebih dulu dari sahabatnya itu.

“Yaa! Aish, baru pertama kali aku melihatnya seperti itu.” Gumam Changmin sembari tersenyum melihat kebahagian yang tengah dirasakan sahabatnya itu.

 

—To Be Contineud—

Hellooo wassup guyss?

It’s been a long time to not update this fanfic kkk~

Like a before, I wish you guys still enjoy and feel so touched(?) hihi

Leaving a comment(s) and like(s) maybe will be feel so great and grateful for me🙂

See you next time and I wish you all always nice and warm to me ’cause I’ll respect too kkk~

Well any way, I’ve some exam for 2 weeks and so please pray for me for the get a greats test hehe peacee😀

Thank you a lot guyss *big and sweet smile ever* lol

26 thoughts on “3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 3]

  1. Haha…Kyu slalu aj bikin Yuleon kesel😀
    tpi kyknya Yuleon udh mulai ada rasa suka sama Kyu🙂
    d.tnggu bgt next partnya eon ^^ Keep Writing N Fighting🙂

  2. Haha…Kyu slalu aja bikin Yuleon kesel😀
    tpi kyknya Yuleon udh mulai ada rasa suka sma Yuleon🙂
    d.tnggu bgt next partnya eon ^^ Keep Writing N Fighting🙂

  3. Haha…Kyu slalu aja bikin Yuleon kesel😀
    tpi kyknya Yuleon udh mulai ada rasa suka sma Yuleon🙂
    d.tnggu bgt next partnya eon ^^

  4. pertamanya syedih pz yuleon nunggui kyuppa nggk dtng2 eh malah ama seohyun tp pz mereka bicara akhirnya kyuppa sadar klo dia nggk suka ama seo tp suka ama yuri …
    trus pz d acara itu, kyuppa seneng bgt yuleon jd pasangannya tp kasian deh kai jd syedih …semoga kyuri cepet jd pasangan yaa amiiinn😀 .

  5. kyuhyun main keluar masuk apartement orang aja😀 dasarr
    yoona jail banget, ikut-in yuri ke reality show perjodohan wkwk dan gk nyangka ternyata kyuhyun juga ikutan .. sampe yuri harus nolak jongsuk dan akhirnya jadi kekasih kyuhyun
    jongin kasian .. sabarr yaaa
    kyuhyun seneng banget sampe senyum gk pudar-pudae dari wajahnya wkwk

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  6. Haha…Kyu slalu aja bikin Yuleon kesel😀
    tpi kyknya Yuleon udh mulai ada rasa suka sma Yuleon🙂
    d.tnggu bgt nextnya eon ^^

  7. hehehe. baru buka ini blog lagi… kekeke…
    kerren nih ff nya, bisa jadi andalan baru. kekeee.. yg i wanna say i love you belum baca lagi sih, setelah yang awal kepending lama banget. ntar deh baca kekek.
    thor, boleh minta pw yang time passed? part 1?
    kalo boleh kirim email ya thor,
    sevy.imaniar15@yahoo.com

  8. wah…eonni akhirnya dilanjut jg..awal nya sempat takut juga klo seo eonni.
    akn jd pnghalang kyuri..tp kyknya aku hrs trima ksh deh sma seo eonni..krn dy buat kyuppa sadar klo dy jatuh cinta ny sama yuleon..
    ok eon next dinanti
    .

  9. Aigoo, pertama buka email langsung ada notif 2 sekaligus. daebak eon, suka sama moment Kyuri disini, Seohyun nyadarin Kyuhyun bahwa itu bukan cinta, ih keren eon, ditunggu next chapnya eon. hwaiting^^

  10. yaampunn kyuri mahh gitu ya awalnya gak peka sm perasann masing2 . ishh greget deh sm psngn ini .. kyu suka bgt gnggu yul
    ciyee yg sekrang jd seo teguh gara2 ngasih nasihat cinta ke kyu ckck
    hahah yoona to the point ihh lgsg blg kalo kyu cocok buay yuri .. sukaaa

  11. Kasian yuri nunggu si Kyupil berjam~jam ,eeh yg di tunggu malah jalan ama cewe lain >< ,untung yuri terima dg lapang dada😀😀
    makin seru ffnya chingu, di tunggu next partnya🙂

  12. Yakk!! Kyuu profective bgt sama yuri yaa tp senengg sama sifat kyu disini kyu such evil bgt.
    Tp sebel, masa ngelupain janjian sama yuri karna seohyun! Padahal dia sendiri yg ngebuat janjian ketmu-_- siapa coba yg gak kesel di buat nunggu 6jam.
    Tp akhirnya kyu sadar juga kalo dia suka sama yuri😌 eheheh.. Yuri sama kyu ikutan reality semacam wgm yaa? Tiatii tumbuh benih2 cintahh haha bayangan aku coba pas pemilihan couple yuri setuju sama jongsuk, trus tiba2 kyu dteng ngerecokin juga. Akhirnya si yuri yg suruh pilih… Tp abaikan ajaa. Itu imajinasi aku aja sih hehehe

    Ditunggu kelanjutannya yura eonni❤

  13. Akhirnya bisa ngisi kolom komentar juga, Ga tahu kenapa hpku susah buat nulis di sini. Tapi ya syukur sekarang bisa. Jadi ma’af kalau dari ff karya Author yang aku baca paling cuman masuk 2 aja komentarnya.
    Ini salah satu ff yang aku tunggu,
    Mulai dari karakter tokohnya, jalan ceritanya menurutku keren, enak dibacanya. lanjut ya Thor….

  14. Eonnieeeee ffnya di panjangin dong T.T atau ngga updatenya dicepetin deh wkwkwkkw ini berasa acara take me out gitu ya eon. Sama acara wgl di rp hahahaha. Nice eonnie ditunggu next chapternya

  15. kyuhyun emg selalu main keluar masuk apartemen yuri haha ,pas yuri nungguin kyu 8jam dia ketemu kyu ama seo kayaky yuri ada rasa ama kyu , yoona iseng aja ikutin yuri ke acara perjodohan dan kyu didaftarin mangernya dan yuri malah sama kyu kan kasihan jongsuk knp dia gk sama shin hye ya ?

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s