I Wanna Say “I Love You” [Part 5]


 

i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | tYoon Mirae – I’ll Listen To You What Have To Say | Jeon Jungkook (BTS) – Paper Hearts

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2015

Putih.

Warna itu kali pertama yang dilihatnya ketika ia kembali membuka kedua matanya. “Yuri?” panggil seseorang sedikit tidak percaya sekaligus lega. Ia lalu segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Yuri untuk memastikan sahabatnya itu telah sadarkan diri. “Syukurlaah. Aku benar-benar lega.” Ucapnya lagi.

Yuri menatap seseorang dihadapannya dengan kening sedikit mengernyit. “Tiffany? Dimana aku?” tanyanya dan mencoba bangkit dari tidurnya.

“Rumah sakit. Kau pingsan tadi, jadi aku bawa kau kemari saja.” Balasnya santai sembari membantu Yuri duduk ditempat tidurnya.

“Benarkah?” tanya Yuri lagi, mencoba memastikan. Tiffany mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan Yuri barusan.

“Sudah merasa lebih baikan?” tanya Tiffany khawatir sembari menyentuh pelan bahu Yuri.

“Hm, aku baik-baik saja.” Sahut Yuri sembari memaksakan sebuah senyuman diwajahnya.

“Dimana Kyuhyun?” tanya Tiffany, membuat kening Yuri mengernyit tak mengerti. “Apa yang dilakukannya hingga kau bisa seperti ini?” lanjutnya sembari menunjuk sesuatu dengan dagunya.

“A-apa?” tanya Yuri tak mengerti.

“Apa seseorang sedang berusaha membunuhmu hingga lehermu seperti itu?” tanyanya dengan penuh selidik.

Yuri menghela napas panjang lalu menutupi lehernya dengan salah satu tangannya. “Sudahlah, lupakan saja. Lagipula ceritanya panjang.” Balas Yuri.

“Apa ini ada hubungannya dengan Kyuhyun? Apa salah satu kekasih atau mantan kekasihnya yang melakukan ini padamu, huh?” tanya Tiffany lagi tak mau kalah.

“Tidak, bukan begitu, Tiffany.” Jelas Yuri. “Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kyuhyun.” Lanjutnya.

“Lalu?” tuntut Tiffany lagi dengan kedua tangan di depan dada. Sahabatnya yang satu ini tidak akan mengalah atau melepaskannya jika ia tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.

“Siwon yang melakukannya.” Jawab Yuri pelan.

“A-APA?” tanya Tiffany tak percaya dan sedikit keras lalu segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya ketika sadar. “Ka-u tidak sedang bercanda kan?” tanya Tiffany memastikan sembari menatap Yuri dengan tatapan bertanya-tanya.

“Aku serius, Tiffany-ssi.” Balas Yuri, Tiffany pun langsung terduduk lemas saat mendengarnya. Ia tidak percaya pria itu melakukan tindakan seperti itu. Karena setaunya, Siwon sangat menyayangi Yuri. “Dia mengajakku untuk menjalin hubungan dengannya lagi, tetapi aku menolak. Jadi, well, yah seperti ini. Ia memaksaku.” Jelas Yuri singkat dan hanya mengambil poin terpenting dari kejadian tadi.

Tiffany menatap iba pada Yuri dan turut sedih melihat sahabatnya itu. “Kejam sekali. Yuri-ya, jika kau mau, kau bisa melaporkannya pada polisi atas perbuatannya.” Saran Tiffany yang dibalas gelengan dari Yuri.

“Tidak perlu, aku rasa itu diluar kesadarannya.” Tolak Yuri halus.

“Aish, kau ini. Tapi tetap saja itu tindakan kekerasan.” Cibir Tiffany yang disambut tawa pelan dari Yuri. “Tapi Yuri-ya, dimana Kyuhyun saat kejadian itu terjadi? Apa kau sedang tidak bersama Kyuhyun saat itu?”

Yuri menatap Tiffany lembut. “Ia sedang sibuk saat itu. Lagipula, apakah kami harus selalu dan selalu bersama setiap saatnya?” tanya Yuri, lalu tersenyum simpul.

“Mau bagaimana lagi? Toh, kenyataannya kalian selama ini memang selalu bersama setiap saatnya kan? Lagipula, rasanya tidak mungkin Kyuhyun bisa jauh-jauh darimu, Kwon Yuri.” Balas Tiffany sembari menopang dagunya.

Yuri tersenyum simpul. “Ada-ada saja. Tidak mungkin Kyuhyun seperti itu. Kau ini terlalu banyak menonton drama sepertinya.”

Mwoya? Ingat saat kita pergi berdua ketika liburan dua tahun lalu? Ia terus saja menghubungimu berkali-kali, menanyakan keberadaanmu juga kabarmu setiap saatnya. Butuh bukti lagi? Saat kau menginap dirumahku beberapa hari, dan ponselmu sengaja dimatikan. Ia mencarimu kemana-mana seperti orang gila. Masih butuh lagi? Baik, ketika dua bulan Oh Seunghwan pergi tanpa memberi kabar, kau juga ikut menghilang dari peradaban selama lima hari. Hanya Kyuhyun kan, yang kali pertama menemukanmu di Okinawa. Lalu, saat kau mabuk berat setelah delapan bulan Oh Seunghwan menghilang dari kehidupanmu dan kau menimbulkan keributan ditempat, Kyuhyun juga yang datang mencari kesana kemari seperti seseorang yang kehilangan arah. Ia juga yang menyelesaikan masalahmu malam itu. Hm, apa lagi ya?” balas Tiffany dengan antusias. Yuri hanya bisa terdiam mendengarnya. “Yaa, sebenarnya aku bingung antara kau dan Kyuhyun. Kau yakin tidak ada yang terjadi diantara kalian, hm?” tanyanya sembari menatap Yuri dengan penuh selidik.

Yuri tertawa pelan melihat tingkah sahabatnya itu lalu tersenyum lembut. “Tidak ada. Sama sekali, dan tidak akan pernah ada yang terjadi diantara kami berdua.” Sahut Yuri dengan yakin dan santai.

“Benarkah? Kau yakin?” tanyanya lagi, mencoba memastikan.

Yuri mengangguk pelan untuk menjawab pertanyaan temannya itu.

“Kenapaa? Padahal aku rasa kalian sangat serasi dan cocok sekali ketika bersama.” Tanya Tiffany dengan nada sedikit menyayangkan.

“Karena bagiku atau Kyuhyun, aku maupun ia adalah sahabat. Sahabat yang akan selamanya menjadi sahabat, tidak lebih juga tidak kurang.” Jawab Yuri lembut.

“Benarkah? Tetapi, aku rasa Kyuhyun tidak berpikir seperti itu.” Sahut Tiffany tak mau kalah.

Yuri tersenyum lembut. “Tiffany-ssi, bagiku Kyuhyun adalah sahabat, kakak, maupun adikku. Bagiku ia adalah seseorang yang sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri. Terkadang, ia bisa menjadi seorang sahabat yang selalu menemaniku dalam keadaan apapun, sama sepertimu. Terkadang pula, ia bisa menjadi seorang kakak yang selalu menjaga adiknya dari bahaya. Tetapi disaat bersamaan pula, ia bisa menjadi seorang adik yang ingin aku lindungi dari apapun yang membahayakannya.” Jelas Yuri, lalu menatap Tiffany dengan lembut. “Jadi, aku selalu bertanya-tanya pada diriku sendiri ketika ada seseorang yang menanyakan, apakah kami sepasang kekasih atau tidak? Mengapa kami begitu dekat sekali? Mengapa kami selalu bersama? Mengapa kami hanya sebagai seorang sahabat? Dan pertanyaan lain sebagainya yang membuatku terkadang tidak mengerti juga bertanya-tanya.” Lanjutnya.

“Tetapi Yuri-ya, tidak ada persahabatan murni antara laki-laki dan perempuan. Keduanya pasti saling jatuh cinta diam-diam.” Keukuh Tiffany.

“Aku tau, Tiffany-ssi. Maka dari itu, aku ingin menghancurkan teori itu. Aku ingin menghancurkan pernyataan tak masuk akal itu, aku sudah pernah mengatakannya bukan?” Balas Yuri juga tak mau kalah.

Well, baiklah. Kita lihat saja nanti.” Putus Tiffany.

Yuri hanya tersenyum lembut menanggapi ucapan Tiffany. “Omong-omong Fany-ah, apa kata dokter tadi?” tanya Yuri mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

“Tidak ada luka serius, hanya memar saja. Tapi kau tetap harus mengobati luka ditubuhmu sebelum berdampak serius. Satu lagi, kau tidak boleh banyak aktifitas karena kau harus memiliki istirahat yang cukup dan teratur.” Jelas Tiffany.

“Kalau begitu, ayo kita pulang sekarang.” Ajak Yuri antusias diiringi senyum lebar miliknya. Gadis itu benar-benar tidak terlalu menyukai bau maupun rumah sakit.

 

***

 

Tap! Tap! Tap!

Suara langkah kaki kembali terdengar untuk kesekian kalinya. Yuri tengah berjalan mondar-mandir di dekat ranjangnya sembari menggenggam ponselnya erat. Bibirnya sedikit tergigit pelan, diwajahnya terlihat sedikit guratan kelelahan, dan sesekali ia melihat keluar jendela kamarnya—atau mungkin lebih tepatnya ia mencoba menerka-nerka apa yang dilakukan pemilik kamar sebelah rumahnya itu.

Ia kembali menghentikan langkah kakinya, menatap layar hitam ponselnya, dan berpikir sejenak sembari menggigit bibir bawahnya. “Ahh…” desahnya putus asa. “Kenapa ia tidak menghubungiku sama sekali hari ini? Apa ia masih belum pulang juga? Apa yang dilakukannya ketika aku tidak ada disampingnya? Mungkinkah…” gumamnya melantur kemana-mana lalu terdiam selama beberapa saat. “Ah, benar. Victoria unni.” Lanjutnya diiringi senyum getir diwajahnya. “Ah, jinja… aku benar-benar keterlaluan.” Ucapnya, terlebih pada diri sendiri.

“Yuri-ya, mari kita hidup damai. Mari tidak mengacaukan persahabat antara kau dan Kyuhyun, huh? Kau mengertikan? Jangan mencoba pikirkan lagi ucapan mereka, ya ya ya?”  ucapnya pada diri sendiri sembari menatap pantulan dirinya dicermin. Mencoba menyadari kembali dirinya dari mimpi buruk.

“Yaa, Cho Kyuhyun.” Panggil Yuri dengan suara sedikit bergetar dan mata memerah. Ia menatap bayangan dirinya dicermin, seolah pantulannya itu adalah pria tersebut. “Mari kita hidup lebih lama lagi. Mari kita bersenang-senang. Kau dan aku… bukanlah apa-apa. Kau dan aku… adalah sahabat baik, benarkan?” lanjutnya diiringi senyum yang dipaksakan.

“Ahh… ada apa denganku? Mengapa aku bertingkah seperti ini?” tanyanya pada diri sendiri sembari sedikit mengangkat wajahnya dan menghapus kedua air mata yang ingin jatuh.

 

***

 

Sinar matahari  pagi mencoba menerobos masuk ke dalam kamar dan membuat seseorang tertidur diranjangnya merasa sedikit terganggu. Kyuhyun mencoba menutup matanya dengan salah satu lengannya yang kekar agar ia kembali bisa merasakan tidur setelah 4 jam yang lalu insomnia kembali menderanya.

Tetapi, bayang-bayang tidak masuk akal terus menghantui benaknya. Berbagai… kemungkinan mungkin saja bisa terjadi, bukan? Entahlah, ada apa dengan dirinya beberapa waktu akhir ini. Ia selalu saja dihantui oleh berbagai kemungkinan dengan ‘bagaimana jika…’ dan itu membuatnya sungguh frustasi.

Bagaimana jika, dirinya kembali memilih Seohyun daripada Victoria?

Bagaimana jika, dirinya milih pilihan yang salah?

Bagaimana jika, Seohyun hanya ingin kembali untuk balas dendam? Walau terdengar mustahil sekalipun.

Bagaimana jika, Victoria akan terus menahan dan mengejarnya?

Bagaimana jika, Victoria menyakiti diri sendiri?

Bagaimana jika, dirinya pada akhirnya tidak akan memilih keduanya?

Bagaimana jika, pada akhirnya ia memilih perempuan lain? Sekalipun, kemungkinan itu tidak akan terjadi.

Kyuhyun lalu bangkit dari tidurnya dan terduduk di atas ranjang lalu mengusap wajahnya pelan. Rasanya, percuma saja ia kembali tidur jika ia sendiri tidak ingin melakukannya. Kyuhyun mengambil ponsel miliknya yang berada diatas laci kecil dekat ranjang lalu mulai melihat-lihat pemberitahuan.

Sayaangg~ apa kau tidur nyenyak semalam? Hari ini aku bangun pagi sekali karena merindukanmu.

Fr: Victoria noona

Tanpa sadar, Kyuhyun menghela napas berat. Benarkah… ini yang ku inginkan?

 

***

 

Yuri masih bergelut ditempat tidurnya sekalipun matahari semakin tinggi. Gadis itu benar-benar tidak bisa berbuat apapun selain terkapar lemah diranjang. Bagian kepala belakang, punggung hingga tulang ekor benar-benar membuatnya sulit melakukan apapun. Berjalanpun ia sangat kesulitan.

“Yuri-ya, kau tidak pergi kuliah hari ini?” tanya Ibunya dari ambang pintu kamar sembari menatap putri semata wayangnya dengan bingung. “Apa kau sakit, huh?” tanyanya lalu berjalan mendekati ranjang Yuri.

“Oh, ibu. Hari ini… aku sedang tidak enak badan saja.” Jawab Yuri sedikit serak sembari bangkit dari tidurnya lalu duduk dengan menahan rasa sakitnya.

Ibu Yuri duduk disamping putrinya itu lalu menaruh punggung tangannya dikeningnya selama beberapa saat. “Badanmu tidak panas. Apa kau yakin tidak apa-apa?”

“Aku hanya kelelahan saja ibu. Jangan khawatir.” Jawabnya sembari menyunggingkan sebuah senyuman untuk menenangkan.

“Baiklah, kalau begitu Ibu buatkan bubur untukmu.” Ucap Ibu Yuri lalu pergi meninggalkan kamar putrinya tersebut.

Yuri hanya bisa menghela napas pendek. “Benar-benar membosankan.” Gumamnya, lalu meraih ponselnya dan mulai mengirimi pesan singkat untuk meminta ijin. Lalu ia kembali merebahkan tubuhnya.

 

***

 

Kyuhyun baru saja melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas dan mulai mencari-cari seseorang, tetapi sepertinya orang itu belum menampakkan batang hidungnya. “Tsk!” helanya lalu duduk dikursinya selama beberapa saat, kemudian bangkit berdiri dan mulai berjalan-jalan dikoridor sembari menunggu seseorang.

YoonA baru saja tiba dikampus dan mendapati Kyuhyun tengah menatap keluar jendela lorong. Ia tersenyum sesaat sebelum berlari pelan ke arah temannya itu. “Yaa, Cho Kyuhyun!” panggilnya sembari menepuk bahu Kyuhyun dengan cukup keras hingga pria itu sedikit meringis.

Kyuhyun menoleh dan mendapati YoonA disampingnya dengan tatapan berbinar-binar. “Oh YoonA-ya, selamat pagi!”

“Apa yang kau lakukan disini, hm?” tanyanya sembari juga ikut menatap Kyuhyun ke luar jendela.

“Tidak ada, hanya sedang menunggu Yuri saja.” Jawab Kyuhyun jujur diiringi senyum simpul diwajahnya.

YoonA menoleh lalu menatap Kyuhyun dengan penuh selidik.

“Ah ya, apa kau tau dimana Yuri sekarang? Apa ia masih dijalan?” tanyanya lalu menatap YoonA.

“Yuri tidak masuk hari ini. Apa kau tidak tau?” tanya YoonA sembari menyipitkan kedua matanya dan melipat kedua tangannya didepan dada.

Mworago?” tanya Kyuhyun sedikit terkejut dan raut wajahnya berubah menjadi sangat khawatir. “Ada apa dengannya? Apa sesuatu telah terjadi padanya sekarang, huh? Apa dia sakit? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia benar-benar baik saja saat ini, huh? Yaa, Im YoonA! Katakan sesuatu padaku!” lanjut Kyuhyun terburu-buru.

YoonA menghela napas berat dan pendek. “Yuri sedang sakit sekarang dan tengah berisitirahat dirumah. Apa ia tidak memberitahumu tentang ini?” jawab YoonA dengan pelan sembari menatap lurus kearah Kyuhyun.

Kyuhyun menahan napasnya tanpa sadar selama beberapa saat ketika YoonA mengatakannya. “Sakit apa? Kenapa ia tidak memberitahuku sama sekali, huh? Aish, gadis ini benar-benar!” gumamnya pelan, ia merasa kesal sendiri karena Yuri tidak memberitahukannya sama sekali. Bahkan, sekalipun dirinya telah pindah dan tinggal dirumah tepat disebelah gadis itu, kenapa sama sekali tidak pernah menghubunginya lebih dulu? Tanpa pikir panjang lagi, Kyuhyun melangkahkan kakinya untuk pergi ke suatu tempat. Tetapi baru saja beberapa langkah, YoonA telah menghalangi jalannya lebih dulu. Teman sahabatnya itu berdiri tepat dihadapannya.

“Yaa Cho Kyuhyun, dengarkan aku.” Ucapnya dengan dingin dan dalam sembari menatap lurus kearah Kyuhyun. “Lebih baik kau menjaga jarak dengan Yuri. Tidakkah kau berpikir sekali saja untuk menjauh darinya selama beberapa saat, huh? Saat ini, bukankah Yuri telah berkorban banyak untuk membantumu? Jadi, aku mohon padamu, Tuan Cho, dengarkan baik-baik. Jangan datang pada Yuri lagi, jangan membuatnya dalam keadaan sulit lagi, jangan melibatkan Yuri dalam masalah pribadimu, jangan membuat Yuri terluka lebih dalam lagi. Kau mengertikan, huh?” jelas YoonA sembari menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon dan kedua mata sedikit memerah.

“Im YoonA… a-apa yang sedang kau bicarakan?” tanya Kyuhyun tak mengerti.

“Kyuhyun-ah, jebal! Apa kau tidak pernah memikirkan perasaan dan keadaan Yuri sama sekali, huh? Jika kau terus berada disisinya selalu, tidakkah itu memberatkan untuknya? Lalu…” YoonA memberikan jeda sesaat dengan menundukkan wajahnya. “Jebal, selesaikan masalah pribadimu terlebih dahulu. Selesaikan masalahmu dengan para gadis-gadismu lebih dulu! Kau tau sendiri bukan, Yuri sangat membenci pria sepertimu. Kau juga tau, jika Yuri mengalami masa-masa sulit karena dirimu. Kau bahkan juga tau, Cho Kyuhyun, akan terasa berat dan sulit bagi Yuri untuk menghadapi seseorang sepertimu. Jangankan pria, perempuan saja… ia tidak bisa melihat atau memaafkannya. Bahkan jika sekalipun perselingkuhan itu dilakukan oleh perempuan, ia tidak bisa melihat dan memaafkan kesalahan itu. Karena baginya, kejujuran dan kesetian itu adalah hal terpenting. Tidakkah kau memikirnya, huh?”

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya disaku celana, menghela napas dalam dan pendek, sembari menatap YoonA lurus. “YoonA-ya, kau sedang tidak menyukaiku kan?” tanyanya santai.

Mwo?” balas YoonA sedikit terkejut. “Yaa, Cho Kyuhyun! Apa kau sudah gila, huh? Bagaimana bisa aku menyukai seseorang sepertimu, huh? Lagipula aku sudah memilik Lee Seunggi, jadi tidak mungkin aku melihat yang lain?”

“Kalau begitu, mengapa kau terkadang melihat kearah Donghae? Apa kau masih ada perasaan padanya? Atau… sebenarnya, hatimu sendiri yang sedang bermain-main, hm?” sahut Kyuhyun dengan santai dan tenang.

“Yaa, Cho Kyuhyun! Apa yang sedang kau bicarakan?” tanya YoonA dengan nada sedikit keras dan marah.

“Tidak ada, hanya mengingatkanmu. Itu saja. Kau mungkin tidak sadar melakukannya, bahwa kau sendirilah yang selingkuh. Bukan aku. Aku dan Seohyun memang sudah putus. Dan jauh sebelum aku kembali bertemu lalu menjalin hubungan dengan Victoria lagi, aku memang sudah ingin memutuskan Seohyun karena sikapnya yang tidak bisa aku tolerir saat itu.

Benar, aku memang kecewa sampai saat ini karena telah memutuskannya, tetapi… sejujurnya aku merasa lega. Kau juga benar, aku diam-diam kembali menghubunginya lagi tanpa Victoria tau. Tetapi, sejujurnya aku menghubungi Seohyun lagi sebagai teman juga masa laluku. Karena setiap melihat dan bersamanya, aku selalu mengingat kenangan kami saat bersama dulu.

Namun, aku tidak lagi berharap untuk kembali padanya. Sudah tidak lagi. Ah, satu lagi! Tidakkah kau merasa keterlaluan, Im YoonA, berpikir berlebihan bahwa laki-laki dikampus ini semua menyukaimu? Bahkan semua pria disekitaran Yuri, kau berpikir bahwa mereka ingin mendekatimu tetapi melalui Yuri? Tsk! Mwoga? Menggelikan sekali. Apakah semua laki-laki didunia ini seperti itu, Im YoonA?

Memanfaatkan Yuri? Aku? Bukankah kau sendiri yang melakukannya? Kau yang selalu menempatkan Yuri dalam situasi sulit.” Jelas Kyuhyun tenang dan jujur.

YoonA terdiam, tidak percaya jika Kyuhyun memiliki pikiran dan mengatakan hal seperti itu. Kedua tangannya terkepal disisinya. Bibirnya sedikit terbuka setiap kali mendengarkan perkataan menyakitkan dari Kyuhyun.

“Jadi mulai sekarang, kau saja yang menghilang dari hadapan Yuri. Kau sendiri tau dan bilang padaku, Yuri sulit untuk melihat bahkan memaafkan pengkhianatan. Benarkan? Dan sekalipun aku melakukannya, aku sendiri yang tidak akan bisa, bahkan berniat untuk melihatnyapun tidak. Aku tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya, Im YoonA. Maka dari itu, aku akan selalu berusaha disisinya dan bersama Yuri sampai kapanpun.” Jeda Kyuhyun sembari menyunggingkan senyum miring menakutkannya. “Tidakkah kau sadar, Yuri sedikit berubah padamu?” lanjutnya lalu berjalan begitu saja melewati YoonA yang masih terdiam dan terkejut. Kyuhyun menepuk-nepukkan tangannya dibahu YoonA pelan ketika ia berjalan melewati gadis itu. “Bersemangatlah, teman.” Ucapnya pelan dan sedikit menekan kata dikalimatnya dengan senyum penuh kemenangan.

“Hahh?” YoonA mendengus kesal lalu menatap punggung Kyuhyun dengan tatapan penuh amarah. “Aku tidak melakukannya! Dan tidak sekalipun aku berpikiran seperti itu terhadap semua laki-laki disekitar Yuri! Yaa Cho Kyuhyun, awas saja kau!”

Dan hanya dibalas lambaian tangan dari pria itu tanpa menggubris perkataannya barusan.

 

***

 

Yuri baru saja ingin keluar dari kamarnya dengan sweater pink untuk menghangatkan tubuhnya. “Oh Yuri, ada temanmu didepan.” Ucap Ibunya saat melihat putrinya keluar dari kamar dengan senyum sumringah lalu berjalan melewati Yuri untuk melanjutkan pekerjaannya. Kening Yuri mengernyit sesaat karena tidak terlalu mengerti apa yang dimaksud ibunya.

“Siapa? Aku tidak bilang pada siapapun selain YoonA.” Gumamnya pelan sembari berjalan menuju ruang tamu. “Rasanya tidak mungkin kalau YoonA yang datang.” Lanjutnya sembari berjalan menuruni anak tangga.

Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan berdiri tegak saat ia melihat Yuri tengah menuruni anak tangga. Seketika itu… seluruh tubuhnya tidak berfungsi dengan baik selama beberapa detik. Kedua matanya hanya tertuju dan melihat sesosok gadis tengah menuruni anak tangga dengan rambut panjang yang sedikit menutupi sisi wajahnya. Ada perasaan lega bercampur senang saat kembali melihat sosok gadis itu. Sebuah senyum tersungging diwajahnya tanpa sadar.

Langkah kaki Yuri berhenti tepat saat ia menginjak lantai dasar dan menatap seseorang yang kini tengah menatap dirinya. “Cho Kyu-hyun?” tanyanya sedikit tak percaya.

Kyuhyun menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya sembari melambaikan tangannya setinggi dada. “Senang melihatmu, Kwon Yuri.”

“Ada apa? Kenapa kau kesini?” tanya Yuri sembari berjalan mendekat.

Kyuhyun mengendikkan bahunya pelan. “Tidak ada, hanya ingin memastikan keadaanmu.” Sahut Kyuhyun santai lalu menjatuhkan dirinya sendiri untuk kembali duduk. “Tapi ternyata kau baik-baik saja.” Ucapnya sembari pura-pura mencibir sebal.

Yuri menyilangkan kedua tangannya didepan dada. “Tch!” decaknya kesal. “Waee? Apa kau kecewa melihatku tidak sakit parah, huh? Apa kau datang kemari dengan berlari? Tsk! Bodoh.” Lanjut Yuri sedikit sebal.

Kyuhyun menatap Yuri dengan kedua mata menyipit dan bibir yang sedikit mengerucut. “Sshh…” desahnya pelan lalu ia menggenggam lengan Yuri dan menariknya hingga gadis itu jatuh bersamaan dan terduduk tepat disampingnya. Kyuhyun lalu merangkul bahunya erat dan sedikit menyenderkan keningnya disisi kepala Yuri, bibirnya tepat dihadapan telinga gadis itu, serta hidungnya dapat menghirup dengan baik bau harum rambut sahabatnya tersebut. “Sebentar saja.” Bisiknya pelan tepat ditelinga Yuri saat gadis itu memberontak pelan meminta dilepaskan. “Sebentar saja, biarkan seperti ini.” Lanjutnya berbisik.

Yuri terdiam sejenak dan mulai berpikir. Mereka seperti itu selama satu setengah menit, tanpa bergerak atau berbicara sama sekali. Keduanya saling terdiam dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing. “Kyuhyun-ah, tidakkah kita seperti…” Yuri sengaja menggantungkan kalimatnya untuk menantikan reaksi Kyuhyun selanjutnya.

Mwo?” tanya Kyuhyun sembari mempererat dekapannya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yuri dengan kedua mata terpejam.

“…Rahul dan Anjali?” lanjut Yuri hati-hati sembari menahan dirinya saat sengatan-sengatan listrik bertegangan rendah menyerangnya dan sedikit menjauhkan diri maupun wajahnya dari Kyuhyun.

Mwoga? Apa yang kau bicarakan, hm?” sahut Kyuhyun tak mengerti dan masih menikmati posisi mereka saat ini.

A-ani…. Hanya saja terasa seperti itu.” Jawab Yuri gugup saat ia merasakan bibir Kyuhyun menyentuh kulit lehernya dan sedikit mulai bermain disana. “Akh… Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan, huh?” protes Yuri dan sedikit memberontak tetapi sia-sia karena tenaga Kyuhyun lebih besar darinya.

“Bertahanlah sebentar.” Titahnya dingin lalu kembali menyentuh leher Yuri dengan bibir miliknya tanpa melakukan apapun. Kyuhyun hanya menempelkan bibirnya, dan tak lebih.

Yuri secepat mungkin menutup lehernya sebelum Kyuhyun bertindak lebih jauh lagi, terlebih supaya sahabatnya itu tidak menyadari bekas cengkraman Siwon. Ia sangat tidak menyukai pertengkaran atau konflik yang mungkin akan timbul.

Kening Kyuhyun mengernyit melihat reaksi Yuri lalu sedikit mengendurkan dekapannya. “Ma-ri… kita hentikan. Jangan lakukan hal seperti itu lagi, arra?” pinta Yuri sedikit canggung sembari menutupi bagian leher yang terkena bibir Kyuhyun. “Ahh, benar. Ka-u harus masuk kelas.” Lanjutnya lalu bangkit berdiri dari tempat duduknya. “Tolong ijinkan aku hari ini, ya? Dan mari bertemu saat aku masuk kelas besok. Kau pergilah, aku ingin istirahat. Hati-hati dijalan. Kalau begitu…” ucap Yuri beruntun dengan sedikit canggung dan buru-buru.

“Yaa, Kwon Yuri…” Terlambat, gadis itu telah berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya sebelum dirinya sempat mengucapkan kalimat protesnya. “Aishh, ada apa dengannya? Apa dia akan seperti ini terus, huh? Tanpa mengabariku sama sekali tentang semalam, lalu aku hanya mendapat kabar dari orang lain kalau ia sakit, dan apa ini? Aku datang saja tidak disambut baik olehnya? Whoaa, benar-benar! Apa benar ia sahabatku?” kesalnya sendiri.

 

***

 

Yuri mengernyitkan keningnya sembari menggigit bibir bawahnya pelan. Gadis itu menatap seseorang disebrang sana, dibalik kaca jendala kamar itu dengan menggenggam ponsel ke telinganya. “Yaa, apa lagi sekarang? Tidakkah harimu berjalan dengan baik tadi?” tanya Yuri sembari menatap Kyuhyun disebrang sana.

“Tidak juga. Hari ini sangat membosankan. Tidak ada yang bisa diajak bicara.” Rujuknya dengan wajah melasnya. “Ayo, keluar sebentar, hm?” ajaknya dengan sedikit merengek dan memohon. “Jebal, hm hm hm?”

“Aish, hentikan sikapmu itu!” omel Yuri. “Arraseo, hanya lima menit. Setuju?”

“Yaa!” protes Kyuhyun sebal. “Sudahlah lupakan saja kalau begitu!” lanjutnya lalu mencibir pelan. “Kau itu kekasihku saja bukan, kenapa pelit sekali meluangkan waktumu untukku. Tch!”

Yuri memiringkan sedikit wajahnya sembari menatap Kyuhyun datar. “Maka dari itu, Cho Kyuhyun. Pergilah ke kekasihmu itu atau wanita lain manapun sesukamu sajalah. Lagipula, apa kau pikir aku sangatlah bodoh, huh? Aku tau sekali kau sudah berbicara kesana kemari dengan para wanitamu, dan tidak ada satupun yang kau tutupi dari mereka. Jadi, Cho Kyuhyun, apa bedanya kau berbicara dengan mereka dan aku, hm? Aku rasa tidak ada.”

A-ani… tentu saja, tidak sama! Kau ya kau, mereka ya mereka. Bagiku kau berbeda, bagiku kau adalah sahabat terbaikku. Dan kau akan selalu menjadi prioritas utamaku dari segala kekasih, keluarga, ataupun teman. Sampai kapanpun, Kwon Yuri.” Jelas Kyuhyun jujur sembari menatap lekat kearah Yuri.

Gadis itu memejamkan kedua matanya dalam, menahan emosi yang rasanya ingin meledak saat itu juga, menyisir rambutnya kebelakang dengan salah satu tangannya yang bebas, lalu berkacak pinggang. “Dengarkan aku Cho Kyuhyun, aku sungguh tidak ingin mendengar kata-kata tidak bermutumu sama sekali dan sampai kapanpun, jangan pernah melakukannya lagi. Mengerti?” ucap Yuri tenang. “Sekarang, bagaimana jika begini saja, kau bicara padaku lewat telepon. Hm?”

Kyuhyun sedikit menyipitkan kedua matanya dan mendesis pelan. “Dasar perempuan ini, semakin tua saja.”

“Yaaa!” protes Yuri tak terima.

Arrase, arraseo. Tapi aku tidak ingin berbicara dengan ditelepon. Kita bertemu ditempat biasanya. Aku tidak mau tau. Aish, kau ini seperti kekasihku saja. Sulit sekali ditemui.” Gerutu Kyuhyun beruntun, lalu sambunganpun terputus secara sepihak sebelum Yuri memprotes ucapannya barusan. Kyuhyun lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan keluar dari kamarnya.

“Ahh, waee? Kebiasaan menyebalkannya itu mulai lagi. Aishh, memangnya aku ini kekasihmu, huh? Kenapa kau selalu memintaku menemuimu selama hampir dua puluh empat jam? Tch! Dia pasti sudah gila. Kekasihnya saja hanya ditemuinya lima jam.” Gerutu Yuri sembari menatap kamar Kyuhyun yang telah ditinggal pergi oleh pemiliknya. Ia menghela napas sesaat sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan kamarnya.

 

***

 

Angin malam berhembus sepoi-sepoi dan sedikit menarikan rambut Yuri saat berada diatap gedung apartement milik Kyuhyun—bukan dirumah samping Yuri. Gadis itu kembali meneguk sekaleng  soda sembari menikmati pemandangan indah dihadapannya. Sedangkan Kyuhyun masih saja menimang-nimang apa yang akan dikatakannya nanti. “Kau hanya ingin berdiam diri terus?” tanya Yuri memecah keheningan diantara mereka.

Kyuhyun menoleh lalu menatap Yuri. “Yuri-ya.” Panggilnya lembut.

“Hm, apa?” sahutnya sedikit cuek.

“Aku… akan segera menikah.” Jelasnya dengan tatapan mata kosong dan perasaan tak menentu. Rahangnya sedikit mengeras saat mengatakan kalimat itu.

Yuri menoleh dan menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya. “Mwo?”

Kyuhyun menundukkan wajahnya dan terdiam. Tidak ada keinginan untuk menggubris perkataan sahabatnya itu.

Yuri mendesah keras dan sebal. “Tidak mungkin…” gumamnya pelan dan masih tidak ingin percaya. Bibir Yuri sedikit bergetar, namun tidak terlalu terlihat. Ia lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju tepi atap gedung, memandang tatanan kerlap-kerlip lampu kota dibawah sana. “Jebal… kenapa ini mendadak sekali?” gumamnya tak karuan sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

Kyuhyun menghela napas berat dan panjang lalu berjalan mendekati Yuri, bertepatan dengan gadis itu memutar tubuhnya. “Apa ini alasanmu memintaku keluar?” tanya Yuri datar dan dingin.

Kyuhyun terdiam, ia hanya melanjutkan langkahnya.

“Apa kau akan menikah dengan Victoria unni?” tanya Yuri lagi. Tetapi, laki-laki itu tidak menjawabnya. Kyuhyun hanya berdiam diri sembari terus berjalan ke arah sahabatnya itu. “Yaa, Cho Kyuhyun! Jawab aku!” titahnya tak sabaran. “Kenapa kau hanya diam saja, huh? Yaa, ada apa denganmu selama seharian ini? Bukankah tadi pagi kau baik-baik saja, huh? Lalu, kenapa tiba-tiba kau mengatakan hal seperti ini? Yaa, ini sungguh tidak lucu jika kau ingin bercanda.”

“Kemarin,” jelas Kyuhyun pelan saat ia sudah berdiri dihadapan Yuri dengan tatapan sendunya. Kening Yuri sedikit mengernyit mendengar perkataan Kyuhyun barusan. “Kemarin, saat kita sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk acara nanti, Victoria dan aku membahas masalah ini. Kami akan menikah akhir tahun ini.”

Kedua mata Yuri membulat sempurna dan bibirnya sedikit terbuka saat mendengar penjelasan Kyuhyun. “Lalu…” sahut Yuri pelan, matanya sedikit menyipit menatap Kyuhyun. “… bagaimana dengan Seohyun?” lanjutnya.

Kyuhyun menghela napas dalam dan berat dengan kedua mata terpejam. “Kau… melupakannya? Benarkan?” tebak Yuri saat melihat reaksi Kyuhyun. “Jadi, kau benar-benar ingin meninggalkan Seohyun begitu saja, huh?”

“Tidak, bukan begitu. Hanya saja…” elak Kyuhyun sembari mencoba menggapai kedua bahu Yuri, tetapi diurungkannya. Ia… sungguh tidak kuat melakukannya.

“Lalu apa?” tanya Yuri tajam.

“Yuri-ya…” lirih Kyuhyun. “Bagiku, ini juga sulit. Bagiku, ini juga tidak mudah.” Jelasnya.

“Aku sudah tau kau akan seperti ini. Baiklah, aku mengerti. Lakukan saja keinginanmu itu. Kau bisa mendapatkan perempuan manapun yang kau inginkan, lalu kau bisa meninggalkannya kapanpun itu.” Ucap Yuri lalu pergi begitu saja dan meninggalkan Kyuhyun dibelakangnya.

Yuri berjalan menuruni tangga darurat hingga lantai 5, lalu mendorong pintu keluar untuk menaiki lift. Entah mengapa tubuhnya merasa sedikit gemetar dan lemas seketika. Yuri baru saja keluar dari pintu darurat dan mendapati seseorang menatap dirinya dengan pandangan menilai di depan lift.

Jujur saja, dirinya sedikit terkejut saat menyadari siapa wanita itu. Ia lalu memilih berjalan terus daripada harus berhadapan atau setidak berada satu lift dengan wanita itu.

“Kwon Yuri!” panggil seseorang dibelakangnya dengan sedikit keras dan napas tak beraturan. Langkah kaki Yuri berhenti detik itu juga.

“Eh? Kyuhyun-ie?” panggil seseorang yang lain. Pemilik wajah itu langsung tersenyum sumringah saat melihat kekasihnya itu berada tak jauh darinya. Sedangkan Kyuhyun sedikit terkejut mendapati Victoria tengah berdiri tak jauh darinya. Victoria berjalan mendekati Kyuhyun dengan langkah ringan dan sedikit bergelut manja dibahu kekasihnya itu. “Kau datang untuk menemuiku, benarkan?” tanyanya dengan suara imut yang dibuat-buat. “Senangnyaa, memiliki kekasih sepertimu.”

Yuri lalu melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Dengan sigap, Kyuhyun lalu melepaskan tangannya dari Victoria dengan sedikit kasar. “Kita bicara nanti.” Ucapnya dingin lalu berlari mengejar Yuri. Tetapi semakin ia mengejar gadis itu, semakin gadis itu berlari menjauh.

 

Hentikan! Jangan mengejarku lagi! Aku sedang tidak ingin melihatmu saat ini. Jadi, aku mohon. HENTIKAN!  Pinta Yuri dalam hati sembari terus berlari secepat mungkin.

“Kwon Yuri, berhenti sekarang juga!” pinta Kyuhyun dibelakangnya dengan sekuat tenaga, hingga memekakan telinga saat mendengarnya.

Tetapi, sahabatnya itu sama sekali tidak mendengarkannya sama sekali.

 

—To Be Continued—

Hellooo, hollaaa!

Akhirnyaa kita bertemu lagi dinext chapter ff kkk~

Senang berjumpa dengan kalian semua, chinguu🙂

Kali ini Yura tidak akan banyak cuap-cuap dikarenakan sudah terlalu dini hari juga berbicara sendiri hehe ^^v

Semoga kalian tetap menyukai cerita di ff ini maupun ff satunya lagi hoho

Jangan lupa memberikan komentar, kritik, dan saran 🙂

Keep RCL guys!

Terima kasih banyak~

33 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 5]

  1. whaattt? kyuppa mw nikah ama victoriaaa? jangaan donk eonni, please jgn mpe kyuppa ama vic 1000% nggk setujuuuu .. kyuppa harus bersatu ama yuleon ya ya ya .. buat mereka cpet2 sadar am persaaan masing2 ..

  2. yuri kenapa gk cerita ke kyuhyun mslah siwon😦 iss
    kyuhyun labil ihh .. jgn mainin persaan yuri dong -_- ntar yuri yg sulit juga nantinya
    kyuhyun nikah ???????😮 sama victoria ?
    kenap buru-buru ?? apa ada sesuatu ??
    bodohnya kyuhyun milih vic -_-
    kalo ninggalin seohyun sih gpp .. ngurangin pacar, nahh ini malah milih vic trus mau lngsung nikah -_-
    kapan kyuhyun mau dapetin yuri

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  3. what?? kyupa n victoria menikah??,,aduh nggak setuju gue,,eh ko yul onni lari sih,kyupa kamu benar2 tega jadi tuch alasan kyupa meluk n nyium yul onni saat yul onni sakit karena dia udah mau nikah,,huhu..next onni..fighting..

  4. Kyknya Yuleon udh mulai suka dech sama Kyu🙂
    tapi itu Kyu beneran mw nikah sama Vic, trus gmana sma Yuleon😦
    d.tnggu bgt eon nextnya ^^

  5. keren…. seperti kisah rahul dan anjeli…. yg akhir ya bersatu……. tetep keren .. kenaa kyuhyun selalu terlambat utk mengerti perasaaan ya pada yuri… yuri jgan sedih ya,,, semoga kyuhyun cepet sadar….. di tunggu next part ya… gomawo..

  6. Akhir Yura eonnie enkau comeback juga..

    Baru tau kalau sahabatan itu bisa cium” leher aww… Next part jngn lama” yha….

  7. apa???
    kyuppa mau nikah sama vict?,
    astaga yg bener aj..
    y ampunnn…psti sedih bgt yuleon. ..udh itu dy msh aj mikirin seoeon..
    kyuppa.. knp dy blm sadar y klo dy itu sbnrnya suka sama yuleon. .

  8. yuri masih baik ajja sama siwon sih. kyuhyun mau nikah sama victoria jangan,kyu nikah sama yuri ajja yaa. lanjut ya semangat…

  9. aduh donghae oppa kau penasaran yaa sama yuri sampai sebegitu’nya banget ngejar2 yuri. ternyata donghae oppa sakit hati sama kyuhyun-yoona. kyu oppa kenapa jadi kepikiran sama yuri. lanjut yaa semangat..

  10. Mwo. Kyuhyun mau menikah? Ahhh yuri sebenarnya suka kan ama kuhyun? Tapi dia tidak menyadari perasaannya sendiri. Kasihan yurinya. Ditunggu next chapternya udah penasaran banget🙂

  11. wahhhhh kejam skli siwon smpe yuri masuk rmh skt .. aduh tiffany tau bgt ya ttg kyuri .. emg bnr tuh tiff mrka cocok .. knp hubngnya mulai dr sahabat ya . kan susah huhuhu
    ngeliat scene yg kyu nempelin bibirnya di leher yuri bkn gmnnn gtu ya . ampun dahh gak sadar apa dia .
    appaaaaa ?? tidakkk !!! kyu mau nikah sm vic ?? omg .. gak setuju . trus gmn yuri ?? masalah sm seo gmn jg atuh abang kyu ??

  12. Omg!! Yuri kenapa jd kayak marah gitu ke kyuhyun? Itu karna kecewa sama kyuhyun karna mainin cewek atau karna yuri cemburu? Sebenarnya gimana sih perasaan merek satu sama lain? Aduuuhh keren thoor, lanjutannnya jgn kelamaanbya authoor, semangat!!

  13. Omg!!! Kenapa yuri lari? Ini karna yuri kecewa sama kyuhyun karna kyuhyun mainin wanita atau karna yuri cemburu? Sebenarnya gimana sih perasaan mereka satu sama lain? Aduuuh keren authoor, lanjutannya jgn lama2 thor, semangat!!

  14. Omg gila aaaaaaa ceritanya makin keren deh >< yaampun kyu seriusan mau nikah? Plis jangan sampe nikahlah kasian yuri😭😭 ah bikin nangis aja sih ff nya huhuhu
    Penasaran kelanjutannya, ditunggu deh kak
    Fighting yaa!! 😊😊

  15. Euni critanya smakin seru…kok kyupa mau nkah euni trs yul euni gmana…..skap kyupa kpda yul euni mnis bngettttt…nexty dtnggu euni..😍😍😍

  16. Kyuhyun bodoh atau apa sih?? bgaimana bisa ia brsikap sperti itu pda yuri dan mnggapnya biasa sebagai sahabat??
    lalu prkataan yoona pda kyuhyun?? aishhh…bnar” si kyuhyun.

    walaupun yuri mnggap bhwa mereka sahabat, tpi lain halnya dengan hatinya..aku yakin itu !!!

    eonni aku sangat suka dgan ff ini…. aku slalu mnunggu stiap part slanjutnya hehe… aku mohon part slanjutnya jgan lama lama hehe

  17. Hai.. Haii.
    Aq kira kyuhyun yg bkl bawa yul ke rs. Tau nya tiffany😑koq kyuhyun mau nikah sih?? Jd bnr yaayaa mereka hanya sejauh sahabat?? Di tunggu next part nya yaa

  18. eonniiii i missss youuu, kangen ff muuuuu terutama ff yg ini + nc plakk… eonni part ini aku masih bingung jalan ceritanya, palagi yg tiba2 yuri bicara di depan kacanya sendiri tetntang dirinya dan kyuhyun , gak jelas ._. tapi tetep keren kok, tapi masih bingun klimax nya dimananya, ini sebenarnta cerita lebih ke persahabatan atau ke cita segitiga atau gmanaa juga masih blm nemu yaaah semoga bisaaa lanjut cepet ya eonni , fighting🙂

  19. Whatt??! Kyu mau nikah sama victoria? Trus yuri gmna? Kyuu tegaaa. Beneran nih selama ini nganggep yuri cmn jadi sahabat? Kasian yuri:(
    Itu kyuhyun nikahnya terpaksa atau gmnaa? Apa beneran bakal kyk ceritanya rahul dan anjani yg bakal terpisah dulu?:(

  20. Ige Mwoya? Annyeong thor, astaga itu beneren kyuhyun mau nikah sama victoria? andwehh haduhhh gimana nasibnya yuri, astaga part ini buat baper thor apalagi saat saat mau tbc, aduhh penasaran ini kyuhyun ngejar yuri padahal ada calon ane nya, hohoho ayo kyu kejar yuri. ditunggu next chapnya sama ff yang lain thor. HWAITING!!!!

  21. Lah coment ku ternyata blm masuk2 yaa? Yampun:'(((

    -hah?! Itu kyu beneran mau nikah sama vic? Yg bener ajaaa.. Kasian yuri:(

  22. bingung sma prsbtan mereka, sbnrnya mrka pnya prsaan cinta gx sihhh, tpi kok kyu mw nikah ma vic sihh yul psti kgt dngrnya.

  23. kyuhyun sama yuri kayak rahul dan anjani ?, kyuhyun mau nikah sma victoria ? lah yuri gmn , ini apa pas kyu udh nikah trus vic meninggal pas mau ngelahirin trus anaknya nyatuin kyuri apakah begitu ?

  24. eonnni maaf aku baru bisa baca ff mu stelah tugas kuliah yg menumpuk >.< akhirnyaaaa….. part terakhir bikin bete sendiri, ngapain juga kyuppa mau nikah huuu sama yu eonni ajaaaaa, yul eonni jgn ngambe lgggiiiii ….lanjut eonni fighting🙂

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s