3 Ways to Get You, 1 Way to… What? [Part 4]


 

3 Ways To Get You, 1 Way To... 1 (800 x 800)

3 Ways to Get You, 1 Ways to…  What?

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Support Cast: SNSD and Super Junior’s members

Pg: 17+ || NC

Genre : Fluff, angst, and romance

Art: Kwon Yura

Disclaimer: All of the strory is my Mine, Own, and Pure belong to me. Do no to Copy-Paste / Plagiat / Take Out.

I don’t ever permit you. And happy reading all 🙂

Listening to : Lee Hyun (8Eight) – My Heartache | Cho Kyuhyun – A Million of Pieces | Lyn ft Shin YongJae – That Person

Life without knowing how precious you’re and it’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.”— © Kwon Yura.

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All right reserved © Kwon Yura, 2016.

Yuri telah berhasil menyelesaikan lagunya kembali, ia merentangkan ke dua tangannya dan merenggangkan tubuhnya setelah lelah berkerja hampir sepanjang hari. Ponselnya menyala, membuatnya menoleh dan mengambil ponselnya itu. Ia baru menyadari bahwa KyuHyun sudah mencoba menghubunginya 3 kali dan mengirimi pesan sebanyak 5 kali.

 

Cho KyuHyun

Apa yang sedang kau lakukan saat ini?

10:48 2013/06/03

 

Ingin makan bersama?

12:03 2013/06/03

 

Apa kau tengah sibuk hingga tidak dapat membalas pesanku?

14:20 2013/06/03

 

Dimana kau saat ini?

16:40 2013/06/03

 

Yaa! Apa yang sedang kau lakukan hingga mengabaikanku?

17:38 2013/06/03

 

Seulas senyum tersungging diwajahnya saat ia membaca isi pesan itu. Pintu ruang kerjanya terbuka hingga menampakkan sesosok laki-laki bertubuh kurus tinggi dan berkulit putih pucat. Raut wajahnya menampilkan kekhawatiran dan juga kekesalan terhadap gadis dihadapannya kini. “Ada apa?” tanya Yuri lembut.

“Kenapa kau tidak membalas pesanku dan panggilanku? Kenapa kau mengabaikanku? Kau tahu? Aku menunggu balasan darimu seperti orang yang kehilangan akal sehat. Karena menantikanmu, aku tidak bisa bekerja dengan baik dan fokus.” Jelasnya sembari cemberut seperti anak kecil yang tidak diberikan permen oleh ibunya.

Yuri tertawa pelan. “Yaa, ada apa denganmu? Apakah kau merindukanku, hm?” goda Yuri sembari berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri KyuHyun.

“Apa kau tidak merindukanku, huh?” tanyanya balik dengan raut wajah yang masih sama.

Yuri terdiam sembari menatap KyuHyun dengan kening berkerut. “Tidak, tadi pagi bukankah kita sudah bertemu?” jawabnya. KyuHyun hanya bisa menatap Yuri tidak percaya.

“Yaa!” protesnya.

“Apa?” tanya Yuri tidak mengerti.

“Aish, sudahlah lupakan! Ayo pulang, aku lapar!” ajaknya. Yuri hanya menganggukkan kepalanya lalu membereskan barang-barang miliknya sebelum pergi.

“Bagaimana harimu?” tanya KyuHyun saat sedang dimobil.

“Baik, seperti biasanya. Kenapa?”

“Tidak hanya bertanya saja.” jawab Kyuhyun sembari tetap fokus mengemudi.

“Bagaimana harimu tadi?” tanya Yuri balik sembari menatap wajah KyuHyun.

“Sudah ku bilangkan, buruk.” Jawab KyuHyun.

“Eh, kenapa? Apa terjadi sesuatu?” tanyanya khawatir.

“Karena aku terus memikirkanmu.” Jawab Kyuhyun jujur.

Moya?”

“Aku selalu memikirkanmu setiap saatnya.” Tegas KyuHyun lagi.

“Apa karena aku begitu memesona untukmu?” goda Yuri sembari menyentuh wajahnya sendiri dengan ke dua tangannya.

“Tentu saja bukan.” Jawab KyuHyun dingin, mencoba menahan kegugupannya dan perasaan ingin meledak-ledak saat ini. Yuri terdiam, berpikir sejenak dan merasa bersalah pada KyuHyun karena ia tidak seharusnya melakukan ini.

“Lalu?” tanya Yuri pelan sembari menatap dashbor mobil dengan tatapan kosong.

“Nanti juga kau akan tau.” Jawab KyuHyun cuek, walau ia tidak bermaksud sama sekali bersikap seperti itu pada Yuri. Yuri hanya diam sembari bertanya-tanya apa maksud dari ucapan KyuHyun barusan. KyuHyun menghentikan mobilnya didekat taman kota Seoul. Kening Yuri mengernyit saat KyuHyun menghentikan mobilnya. “Turunlah.” Pinta KyuHyun ketika ia telah membukakan pintu mobil untuk Yuri. Yuri terdiam, menatap KyuHyun lekat-lekat.

Apa yang akan dilakukan pria ini? Batin Yuri, ia lalu menuruti permintaan KyuHyun agar turun dari mobilnya. KyuHyun menggenggam tangan Yuri erat dan protektif sembari menuntutnya untuk pergi ke suatu tempat. “Kau ingin membawaku kemana?” tanya Yuri penasaran, sedangkan KyuHyun hanya menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya sembari terus menuntun Yuri.

“Tutup matamu lebih dulu.” pinta Kyuhyun sembari terus menyunggingkan senyuman diwajahnya. Yuri hanya diam sembari menatapnya dengan penuh tanda tanya. “Ayolah, ini tidak akan menarik jika kau tidak menutup matamu dulu.” desaknya lagi.

“Kau tidak akan melakukan hal-hal aneh padaku bukan?” tanya Yuri memastikan. KyuHyun mengangguk yakin sembari menggenggam erat ke dua tangan Yuri. Yuri akhirnya menyerah dan menuruti permintaan KyuHyun. KyuHyun tersenyum senang saat melihat Yuri menuruti ucapannya, ia tidak membuang waktu lagi untuk membuatnya menunggu lebih lama. KyuHyun menuntun Yuri pada pusat taman kota Seoul ternama. Taman itu cukup sepi walau ada beberapa pasang kekasih yang berada disana karena hari sudah mulai malam, taman itu diterangi lampu-lampu taman sehingga tidak mengurangi keindahan dan kecantikan taman itu walau pada malam hari sekalipun. KyuHyun menghentikan langkahnya, membuat Yuri juga mengikutinya. Jantungnya saat ini benar-benar berdebar kencang dan tidak pernah membayangkan bahwa ia akan melakukan ini sebelumnya. Tetapi, hanya untuk seorang gadis yang berdiri dihadapannya saat ini, ia berani melakukan suatu hal menurutnya bodoh dan tidak perlu. “Apa aku sudah bisa membuka ke dua mataku sekarang?” tanya Yuri, mulai merasa tidak nyaman karena tidak bisa melihat apa-apa.

“Tunggu sedikit lagi.” pinta KyuHyun sembari mengatur napasnya. Ia lalu menatap sekelilingnya dan memberi aba-aba pada beberapa orang suruhannya untuk melakukan beberapa hal, setelah semuanya selesai ia kembali menatap gadis dihadapannya. “Kau bisa membukanya sekarang.” Ucapnya, sembari menggenggam erat ke dua tangan Yuri tanpa sadar. Yuri membuka ke dua matanya dan sedikit membulat kaget saat melihat beberapa cahaya lampu membentuk sebuah kata-kata.

Yuri tertawa pelan saat melihatnya. “Moya? Hahaha.” Tanyanya sembari mencoba membaca kata-kata di lampu-lampu itu. “Apa yang kau rencanakan?” tanya Yuri lalu menatap KyuHyun dengan senyum lembut diwajahnya.

“Yaa, jangan tertawa seperti itu!” kesal KyuHyun melihat Yuri sedang menggodanya, membuat Yuri semakin tertawa keras. “Aish!” kesalnya lagi. “Jadi bagaimana menurutmu?” tanyanya penuh harap.

“Apanya?” tanya Yuri pura-pura tidak mengerti.

“Menurutmu tentang ini..” jawab KyuHyun sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Maksudmu tentang itu?” tanya Yuri lagi sembari menunjuk lampu-lampu kecil yang membentuk seuntai kalimat. KyuHyun menganggukkan kepalanya pelan, ia menatap Yuri dalam-dalam dan penuh harap. “Memangnya tulisan itu bacanya apa?” jahil Yuri lagi. KyuHyun menatapnya dengan tidak percaya, bagaimana bisa disaat-saat mendebarkan seperti ini gadis itu justru menjahilinya?

“Yaa, Kwon Yuri!” protes KyuHyun, Yuri hanya pura-pura memasang wajah polosnya.

“Hm, apa? Itu terlalu silau, aku tidak bisa membacanya.” Alasannya. Jelas-jelas ia bisa membacanya dengan baik, ‘would you be mine?

“Baik, kalau begitu dengarkan aku…” putus KyuHyun dengan detak jantung berpacu pada kecepatan. Yuri menatapnya dengan penuh perhatian dan menanti-nanti apa yang akan diucapkan KyuHyun.

You cann’t teach what you don’t know, you cann’t give what you don’t have, you cann’t forgive what you can forget. But, you can love even if you’re not being loved back. I love you, Kwon Yuri.” Ucap KyuHyun lembut dan tulus sembari menatap ke dua manik mata Yuri luru-lurus. Yuri terkesiap mendengar ucapan KyuHyun barusan, ia masih belum memercayai bahwa saat-saat seperti ini akan kembali tiba lagi. “Ji-ka kau keberatan dengan semua ini, kau… kau bisa pergi saat ini juga.” Lanjutnya dengan lemas dan tidak bertenaga.

Yuri menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya sembari menatap KyuHyun lembut. “I love you too, Cho KyuHyun.” Balasnya, membuat KyuHyun sempat tidak memercayai pada alat indra pendengarannya.

“Benarkah? Kau bersungguh-sungguh?” tanyanya tidak percaya, Yuri menganggukkan kepalanya pelan sebagai jawabannya. Entah, KyuHyun harus bagaimana saat ini. Ia terlalu senang dan bahagia hingga terasa lemas tak bertenaga. “Terima kasih, terima kasih, Yuri.” Syukurnya dengan sebuah senyuman lebar tersungging diwajahnya. Disudut salah satu mata kanan KyuHyun, air matanya jatuh begitu saja tanpa ia ketahui. Air mata kebahagian, Yuri tahu itu.

“Yaa, ada apa denganmu?” tanya Yuri khawatir melihat KyuHyun seperti itu.

“Ti-tidak, aku hanya terlalu bahagia saja karena memilikimu sekarang.” Jawabnya sembari menghapus salah satu air matanya.

“Aish, kau ini!” ucap Yuri sembari mencoba menghapus air mata KyuHyun. “Jangan menangis lagi, ada aku disini.” Tambahnya. KyuHyun lalu memeluk erat tubuh Yuri dan menenggelamkan wajahnya dibahu gadis itu. “Moya?” ucapnya, merasa tidak enak terhadap KyuHyun.

Yuri diam sembari membalas pelukan KyuHyun. Ia sedikit bergelut dengan hati dan pikirannya saat ini. Apakah keputusan ini benar? Entahlah, ia hanya ingin merasa bahagia saja saat ini. Dan ia baru menyadari satu hal, kebahagiannya akan lengkap jika KyuHyun berada disisinya.

 

***

“Ch-o Yu-ri ba-ng-un-lah!” bisik seorang pria pada gadis yang masih tengah tertidur pulas diranjangnya. Gadis itu bahkan merasa tidak terganggu oleh ulah sang pria, ia terlalu lelah akibat seharian kemarin ia lembur bekerja ditambah lagi ia menantikan kedatangan KyuHyun yang tak kunjung datang hingga akhirnya tertidur. KyuHyun menemukan gadis itu diruang tamu milik Yuri dengan posisi tertidur disofa. Rasa bersalah sering kali menghampiri KyuHyun karena membuat Yuri sering menunggunya akhir-akhir ini. “Bangunlah atau aku akan memakanmu.” Bisiknya lembut sembari menatap wajah tertidur milik Yuri. Jika saja ia tidak memiliki akal sehat saat ini, mungkin KyuHyun sudah melakukannya sedari tadi pagi karena melihat posisi dan postur tubuh Yuri yang cukup menggoda.

Yuri merasakan suatu beban berat menimpa tubuhnya, membuatnya merasa terganggu dari tidurnya. Perlahan-lahan ia mulai membuka ke dua matanya dan mendapati KyuHyun tengah menatapnya dengan senyum evil miliknya. “Selamat pagi!” sapanya polos diiringi senyum lembut diwajahnya. “Apa yang ingin kau lakukan?” tanyanya saat menyadari sebagian tubuh KyuHyun mulai menindihnya.

Ke dua mata KyuHyun langsung membulat kaget saat menyadari tingkahnya ini. “Ti-dak, tidak ada.” Jawabnya kaku sembari membenarkan posisi duduknya kembali. Yuri kemudian bangun dari tidurnya, menatap sekeliling ruang kamarnya dengan seksama.

“Apa kau yang memindahkanku kesini?” tanya Yuri. KyuHyun mengangguk pelan. “Terima kasih, tetapi seharusnya kau tidak perlu melakukannya.” Lanjutnya.

“Seharusnya kau yang tidak perlu melakukannya, tidak perlu menungguku lagi.” Balas KyuHyun, hampir membuat Yuri tidak bisa berkata apa-apa saat mendengarnya.

Bagaimana bisa dengan mudahnya KyuHyun mengatakan seperti itu? Bagaimana bisa aku tidak akan menunggunya?

“Jika kau merasa lelah, lebih baik kau segera istirahat ketimbang melakukan hal-hal seperti itu. Jangan memaksakan dirimu, Yul.” Lanjut KyuHyun lagi dengan lembut sembari menatap Yuri dengan penuh rasa bersalah.

“Aish, moya? Aku tidak apa-apa.” Balas Yuri sembari menyunggingkan senyum lebar untuk meyakinkan KyuHyun lalu mengacak pelan rambut laki-laki itu. Ingin sekali rasanya KyuHyun membantah ucapan Yuri barusan, tetapi ia mengurungkan kembali niatnya itu. Ia tidak ingin bertengkar kecil atau lebih membuat Yuri sedih. KyuHyun tahu ketika seorang wanita mengatakan ia tidak apa-apa, sebenarnya ia sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. “Ingin makan sesuatu?” tawar Yuri sembari menggulung rambutnya ke atas membuat leher jenjang miliknya terlihat jelas. KyuHyun menelan ludahnya kembali lalu mencoba memfokuskan dirinya pada Yuri sembari mengangguk pelan. “Kalau begitu aku akan memasakkan sesuatu untukmu.” Lanjutnya lagi sembari menyelingkap selimut putih tebal miliknya lalu berjalan menuju dapur. KyuHyun hanya terdiam pasrah saat melihat Yuri berjalan mulai menjauh.

Aish, apa yang sedang aku pikirkan? Kesalnya pada diri sendiri sembari bergelut dengan kasur. Ingat, kau tidak boleh menyakitinya walaupun kau mencintainya. Tambahnya sembari menatap langit-langit kamar. Aish, aku pasti sudah gila jika benar-benar melakukannya. Lanjutnya, bayangan tubuh Yuri dibalut baju kemeja putih seperti yang dipakai gadis itu saat ini terlihat jelas dalam benaknya diiringi lekukkan s-line miliknya. KyuHyun semakin menelan ludahnya saat membayangkannya.

“Oppa, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Yuri diambang pintu kamar. KyuHyun menoleh ke arahnya.

“Ti-dak ada.” Jawabnya kaku.

“Kalau begitu ayo, kita masak bersama!” ajaknya ceria. Tanpa sadar KyuHyun tersenyum melihat tingkahnya. Ia pun terbangun dan berjalan menghampiri gadisnya lalu memeluk pinggulnya sembari mengecup lembut pucuk kepala Yuri.

“Aku mencintaimu.” Bisiknya lembut tepat ditelinga Yuri, membuatnya sedikit geli dan tersenyum senang.

“Aku juga mencintaimu.” Balasnya sembari menatap lurus ke arah KyuHyun dengan lembut dan penuh kasih.

 

***

KyuHyun tak henti-hentinya melumat, menyesap, dan menyapu habis bibir serta seluruh isi rongga mulut Yuri saat sudah 3 hari mereka tidak bertemu karena kesibukannya. Ia juga semakin merasa bersalah tiap kali ia kembali ke apartementnya, ia selalu mendapati Yuri tengah tertidur dimeja makan ditemani segelas air putih ataupun tertidur disofa dengan telivisi masih dalam keadaan menyala. Kini setelah ia mengambil cuti dari jadwalnya, ia melampiaskan semua rasa rindunya pada gadis pujaannya itu. KyuHyun memojokkan Yuri disudut ruangan sembari menghujami Yuri ciuman tanpa ampun. Yuri melenguh saat KyuHyun merubah gaya ciuman mereka menjadi lebih panas dan intens. Yuri merasakan ke dua tangan KyuHyun bergerak nakal dipunggungnya, membuatnya merasakan libidonya naik dan menginginkan lebih tetapi tentu saja Yuri tau itu bukan hal baik.

“Op-pa…” panggil Yuri disela-sela ciuman mereka. “hentikan, aku mohon.” Lanjutnya setelah KyuHyun tidak menyesap bibirnya lagi. KyuHyun terdiam sembari menatap Yuri dalam. “Nanti akan terbawa suasana.” Jelas Yuri sembari memaksakan sebuah senyuman karena wajahnya terasa memanas saat ini. Jujur saja, ini kali pertamanya KyuHyun menciuminya seperti itu karena biasanya ia hanya mencium atau melumat lembut bibir Yuri sekilas saja.

“Aku mengerti. Aku lapar, kau ingin makan denganku?” ajaknya sembari mengulurkan tangannya, menanti Yuri menggenggam tangannya balik. Yuri menggenggam tangan KyuHyun erat sembari menganggukkan kepalanya dengan yakin.

“Tentu saja!” tambahnya dengan ceria dan semangat.

“Kajja!” ajak KyuHyun sembari menarik pelan tangan Yuri untuk mengikutinya. Mereka pergi dari apartement dan berjalan keluar untuk mencari jenis makanan apa yang ingin dimakan. Sebenarnya, ia belum puas untuk menciumi atau bahkan melampiaskan rasa rindunya pada Yuri karena ia benar-benar tesiksa saat ia sedang tidak bersama dengan gadis itu.

“Yul?” panggil KyuHyun lembut. Yuri menoleh dan menatap KyuHyun lembut.

“Ada apa oppa?” tanyanya.

KyuHyun menghentikan langkahnya. “Bolehkah aku memilikimu sepenuhnya?” tanya KyuHyun sembari menatap Yuri dalam-dalam.

Yuri mengangguk pelan. “Tentu saja, bukankah sekarang ini aku milikmu?”

“Tentu saja, tapi maksudku bukan itu.” KyuHyun menatap Yuri dengan lembut dan penuh kasih.

“Lalu?” tanya Yuri penasaran.

“Mari kita menikah!” ajak KyuHyun dengan lembut tetapi tegas dan yakin.

Ke dua mata Yuri membulat dan jantungnya berpacu pada kecepatan waktu, seakan tidak percaya maupun bahagia yang ia rasakan. Benarkah? Apa aku tidak salah dengar? Ini bukan sesuatu hal yang mudah diucapkan dan dijalani, bukan? Aish, ia pasti hanya menggodaku. Yuri melanjutkan langkah kakinya yang sempat ikut terhenti, ia berjalan lebih dulu tanpa melepaskan tautan tangan mereka. KyuHyun menyusulnya dan berjalan disampingnya, sembari menunggu kata-kata yang akan Yuri ucapkan. “Bagaimana bisa?” tanya Yuri akhirnya membuka pembicaraan diantara keduanya.

Kening Kyuhyun mengenyit saat mendengar pertanyaan Yuri seperti menggangtung di udara. “Apa maksudmu?” tanyanya sembari menatap wajah Yuri.

“Bagaimana bisa kau mengucapkannya semudah itu tanpa memiliki keyakinan apapun?” jelasnya sembari menatap lurus jalanan.

“Aku tidak tahu. Hanya saja, aku menginginkanmu dan membutuhkanmu saat ini.” Jawab KyuHyun yakin sembari mempererat genggaman tangannya. Yuri tersenyum hambar, hatinya menjadi dingin dan beku seketika saat mendengar ucapan Kyuhyun barusan. KyuHyun mengernyitkan keningnya saat melihat Yuri tersenyum seperti itu.

“Rayuanmu terlalu manis oppa.” Balas Yuri dengan dingin dan sedikit menyindir.

“Apa maksudmu?” tanya KyuHyun tidak mengerti.

“Tidak ada.” Jawab Yuri malas sembari menatap ke arah lain, membuat KyuHyun semakin tidak mengerti. Tetapi satu hal yang ia tahu, Yuri menyembunyikan sesuatu darinya. Ia bahkan sangat mengetahui hal-hal sekecil apapun dalam diri Yuri, bahkan bagaimana Yuri di masa lalu dan apa yang terjadi.

KyuHyun tersenyum lembut pada Yuri sekalipun gadis itu tidak menyadarinya. KyuHyun menarik pelan tangan Yuri untuk lebih dekat dengannya dan berhenti tepat dihadapan Yuri, membuat gadis itu mau tidak mau menatapnya. Dalam hitungan detik, KyuHyun mencium kening Yuri dengan penuh kasih sayang dan lembut. “Aku mencintaimu, kau tahu itu. Kau bisa mempercayai kata-kataku itu.” Yakinnya sembari menatap Yuri lurus dengan lembut dan penuh kasih sayang. “Mengerti?” lanjutnya, membuat Yuri terbius dan menganggukkan kepalanya pelan. “Bagus! Ayo kita makan!”ajaknya ceria. Tampilan KyuHyun yang seperti seorang penyamar dan tidak mencolok, membuatnya tidak dikenal semua orang dijalanan itu. Suasana cerah sore hari dengan cahaya matahari yang ingin terbenam, jalanan kota Seoul, ditambah seorang gadis disampingnya sembari saling berpegangan tangan, KyuHyun berjanji tidak akan pernah melupakan saat-saat seperti ini. Saat-saat paling berharga untuknya ketika bersama Yuri, gadis yang sangat ia cintai dan kasihi.

 

***

“Kyaa, oppa!” pinta Yuri pada KyuHyun yang tengah menyiprati tubuhnya dengan air kolam. Mereka saat ini tengah berada ditaman dekat apartement, mencoba menghabiskan waktu bersama sebelum keesekon harinya disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing. KyuHyun tertawa lepas melihat ekspresi dan tingkah Yuri yang mencoba melindungi wajahnya dengan ke dua tangan di depan.

“Eish, rasakan ini!” ucap Yuri tidak terima sembari menyiprati KyuHyun dengan air kolam dan tertawa lepas saat melihat KyuHyun mencoba berdiri dan menghindar.

“Yaa, Kwon Yuri!” panggil KyuHyun sembari mencoba menghidar, sedangkan Yuri hanya menjulurkan ujung lidahnya pada KyuHyun. “Awas, kau ya!” peringat KyuHyun sembari berlari ke arah Yuri yang saat ini tengah berdiri dan terburu-buru pergi sebelum Kyuhyun menangkapnya. “Yaa, jangan lari!” pinta KyuHyun sembari terus mengejar gadis itu.

“Tangkap aku jika kau bisa!” tantang gadis itu sembari terus berlari tanpa memedulikan ucapan KyuHyun. Akhirnya terjadilah aksi kejar-mengejar oleh sepasang kekasih itu selama beberapa saat.

 

***

 

“Unni?” panggil YoonA pelan saat masih berada diambang pintu. Yuri menoleh saat adiknya itu masuk ke dalam kamarnya.

“Ada apa, Yoong?” sahut Yuri sembari kembali pada kesibukannya, mencoret-coret kertas putih polos dengan sebuah goresan-goresan not nada.

“Bagaimana hubunganmu dengan KyuHyun oppa?” tanya YoonA sembari duduk diranjang Yuri dan menatap kakaknya itu.

“Sejauh ini, kami selalu baik-baik saja.” jawab Yuri masih tetap fokus dengan kegiatannya.

“Syukurlah… oh ya ku dengar, KyuHyun oppa akan berangkat ke China besok dan menginap selama beberapa saat. Apa kau akan ikut?” tanya YoonA hati-hati.

Gerakan tangan Yuri berhenti sejenak, seluruh perasaannya perlahan-lahan mulai tidak menentu. Yuri sedikit mengangkat wajahnya lalu menatap lurus kearah tirai berwarna kuning soft dihadapannya kini. “Tidak.” jawabnya pelan. Ia sedikit merasa kecewa, kenapa KyuHyun tidak memberitahukannya tentang kepergiannya ke China?

“Apa KyuHyun oppa tidak mengajak unni untuk ikut bersamanya?” tanya YoonA lagi dengan penasaran.

“Ia belum memberitahuku apa-apa.” Jawab Yuri dingin. Terkadang, ia tidak begitu mengerti jalan pikiran kekasihnya itu. Yuri tahu kekasihnya itu sangat super sibuk dengan jadwal-jadwalnya yang sangat menuntut. Tetapi, apakah ia begitu sibuknya hingga KyuHyun melupakan dirinya?

“Benarkah? Bagaimana bisa?” tanya YoonA tidak percaya. YoonA yakin sekali bahwa KyuHyun itu selalu memberitahu kabar maupun seluruh kegiatannya kepada Yuri bahkan disaat sedang sibuk sekalipun. Tapi kenapa kali ini tidak? Tidak mungkin KyuHyun oppa tidak memberitahukan Yuri unni, gumam YoonA dalam hati. Bagaimanapun juga KyuHyun oppa sangat mencintai Yuri unni, lanjutnya.

“Aku sibuk. Bisakah kau keluar?” pinta Yuri dingin sembari menyibukkan dirinya dengan kertas-kertas putih itu.

“Aish, unni!” cibirnya sembari bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamar Yuri. Yuri menghela napas berat dan panjang sembari memejamkan kedua matanya dalam-dalam. Hatinya terasa sedikit sesak saat ini. Sudah dua bulan lebih mereka menjalin hubungan tetapi, entah mengapa ia merasa mereka jauh sekarang? Ini bukan kali pertamanya ia merasakan hal seperti ini tetapi mungkin sudah ketiga kalinya.

Yuri mengecek ponselnya. Hening. KyuHyun belum membalas pesan atau apapun darinya. Laki-laki itu hanya mengiriminya pesan singkat tiga kali dan itu hanya mengucapkan selamat pagi, siang, maupun malam. Yuri kembali menghela napas berat lalu menaruh kembali ponselnya dan menyibukkan dirinya dengan berbagai ide yang sempat tertunda tadi.

 

***

 

Sinar matahari pagi mengusik tidur seorang gadis yang tertidur disofa. Gadis itu mengerjap-kerjapkan matanya lalu membukanya perlahan-lahan. “Aku tertidur lagi.” Gumamnya pelan sembari merenggangkan tubuhnya. Ia menghela napas berat. Seseorang yang ia tunggu-tunggu dari semalam belum juga menampakkan batang hidungnya sedikitpun. Apakah ia benar-benar sangat sibuk hingga tidak ada waktu untuk pulang ke apartementnya? Gumam Yuri, merasa kesal dengan sikap KyuHyun yang seperti ini.

Sesosok laki-laki masuk begitu saja ke dalam apartement miliknya. Yuri mengangkat salah satu alisnya saat mendapati kekasihnya itu tengah berjalan lesu ke arahnya. “Apa kau kurang istirahat lagi?” tanya Yuri saat KyuHyun sudah duduk disampingnya dengan wajah kusut.

KyuHyun menghela napas panjang sembari menganggukkan kepalanya pelan. “Kalau begitu, istirahatlah. Aku akan membuatkan sesuatu untukmu.” Sarannya lembut sembari ingin bangkit dari duduknya tetapi ditahan oleh tangan KyuHyun. Yuri menoleh dan menatap KyuHyun dengan tatapan tidak mengerti.

“Tidak perlu. Duduklah, aku lebih membutuhkanmu saat ini.” Titahnya sembari menepuk-nepuk sofa disampingnya untuk duduk. Yuri menurut dan duduk disamping KyuHyun. Detik berikutnya, KyuHyun merebahkan kepalanya dipaha Yuri sembari mengistirahatkan tubuhnya. Salah satu tangan KyuHyun tetap menggenggam tangan Yuri dengan erat, lalu melingkarkan tangan Yuri dibahunya. “Maaf, harus membuatmu selalu menungguku seperti ini.” Sesalnya dengan kedua mata terpejam dan rasa penuh penyesalan, sedangkan Yuri hanya menatap KyuHyun dengan lembut.

“Tidak apa-apa, itu tidak masalah.” Balas Yuri.

“Tetapi bagiku itu sangat masalah.” Elak KyuHyun, masih dengan posisi yang sama. Yuri hanya menatap KyuHyun dengan kening mengernyit. “Karena aku selalu membuatmu sedih dan tidak ada waktu untukmu lagi seperti sebelumnya.” Lanjutnya. Diam-diam, Yuri menghela napas panjang dan berat. Entah ini kali berapanya mereka membicarakan tentang hal ini, dengan perkataan dan jawaban yang hampir sama semua. “Aku tidak bisa membiarkanmu lebih lama lagi untuk terus menungguku.” Lanjutnya.

Satu hal yang Yuri pikirkan. Ini bukan pembicaraan yang akan berakibat baik, batinnya.

“Aku tidak bisa menahanmu lebih lama lagi.” Gumam KyuHyun pelan. Salah satu air matanya jatuh membasahi pipinya begitu saja tanpa bisa ia tahan. Yuri kembali menghela napas panjang. Saat itu, genggaman kedua tangan KyuHyun terasa sedikit lebih kuat dilengannya.

Ya, benar. Aku tahu. Pada akhirnya, kau akan mengatakannya. Pilunya, perasaan sakit diam-diam mulai menyerang hatinya.

“Jadi aku rasa, lebih baik kita mengakhiri hubungan ini.” Putus KyuHyun pada akhirnya. Laki-laki itu sudah menangis dengan kedua mata terpejam erat tanpa ada niatan untuk melihat wajah Yuri. Sedangkan gadis itu hanya bisa menatap KyuHyun dengan tatapan sedih dan tidak percaya. Atau sebenarnya Yuri sedang memasang wajah dingin dan datar, hanya untuk menjaga emosinya.

“Aku mengerti. Jaga dirimu baik-baik.” Balas Yuri lemah. Rasanya ia ingin pergi saat itu juga jika saja KyuHyun tidak tidur dipahanya.

“Tetapi, bagaimanapun juga aku tetap mencintaimu.” Gumam KyuHyun pelan yang dapat Yuri dengar. Gadis itu hanya bisa menatap KyuHyun nanar disela-sela airmatanya.

 

Keputusan bodoh, keputusan menyakitkan, keputusan egois, keputusan pesimis, yang pernah mereka perbuat.

 

***

 

Esok harinya, Yuri mendapatkan kabar bahwa KyuHyun akan pergi dan tinggal di Cina selama beberapa waktu. Gadis itu hanya bisa menghela napas berat saat mengetahuinya. Kedua airmatanya sudah kering dan enggan untuk turun atau sekadar membasahi kedua pipinya. Selama sehari itu, ia menangis. Menangis hanya karena untuk meringankan beban dan luka dihatinya.

Yuri kembali beraktifitas seperti biasanya, lagu-lagu dialbum baru KyuHyun sudah dirilis dan mendapatkan peringkat nomor satu diberbagai media musik. Lagu-lagunya juga sempat menjadi hits selama dua bulan terakhir, dan ia juga sempat diundang oleh salah satu acara stasiun televisi swasta untuk diwawancarai sebagai komposer lagu album KyuHyun—penyanyi solo terkenal yang saat ini tengah naik daun. Selama itu pula, berbagai gosip dan kabar berita tak enak didengar selalu menghantui Yuri. Ada gosip yang mengatakan bahwa Yuri mencoba menggoda KyuHyun dengan tubuhnya hingga mereka bisa menjalin hubungan, ada juga yang mengatakan bahwa Yuri adalah salah satu penggemar sasaeng KyuHyun, bahkan yang lebih buruk lagi Yuri dituduh sebagai wanita murahan yang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari KyuHyun. Dan apapun itu beritanya, ia selalu disangkutpautkan dengan KyuHyun. Entah itu kabar baik atau buruk, yang jelas selalu dengan embel-embel KyuHyun.

Ya Tuhan, rasanya dirinya hampir gila dan meledak setiap saat ketika mendapatkan kabar-kabar buruk tersebut. Sedangkan kabar KyuHyun sejauh yang ia tahu, tengah merintik karirnya dimusik Cina dan mendapatkan peringkat 3 besar diberbagai peringkat musik lagu negara itu. Yuri memang tidak dapat menyalahkan kesakitan dihatinya yang disebabkan oleh KyuHyun padanya, tetapi setidaknya ia turut senang mendengar kabar bahwa laki-laki itu baik-baik saja sekalipun dirinya tidak.

“Unni?” panggil YoonA lembut dan penuh penyesalan dinada suaranya. Yuri menoleh kearahnya sembari memaksakan sebuah senyuman diwajahnya. “Apa kau benar-benar baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Yuri menganggukkan kepalanya pelan. “Tentu, memangnya ada apa denganku?” tanyanya. Baik, ini adalah salah satu pertanyaan bodoh Yuri dari sekian banyak pertanyaan bodoh lainnya yang selalu ia ajukan.

“Kau benar-benar terlihat buruk unni.” Jawab YoonA lirih.

Pernyataan YoonA barusan tidak dapat disangkal secepat yang Yuri bisa. Jujur saja, ia benar-benar merasa buruk akhir-akhir ini. Entah itu pekerjaannya maupun suasana ataupun penampilannya, tidak sama seperti seorang Kwon Yuri yang dulu. Seorang Kwon Yuri yang belum mengenal apa arti cinta sebenarnya itu, Kwon Yuri yang belum mengenal kata menyerah, Kwon Yuri yang tidak mudah melepaskan apapun miliknya begitu saja pergi, Kwon Yuri yang belum mengenal perasaan-perasaan asing yang selalu menghantuinya bahkan dengan lelaki manapun didekatnya, dan terakhir… Kwon Yuri yang belum mengenal Cho KyuHyun seorang. “Jangan khawatir, aku baik-baik saja.” sangkal Yuri pasrah sembari menyibukkan kembali dirinya dengan koper dihadapannya.

“Kau yakin? Aku rasa kekasih barumu yang bernama Choi Minho itu tidak dapat mempengaruhi apapun padamu.” Sangkal YoonA dengan tegas tetapi hati-hati. Ia sangat tahu hubungan Yuri dan Minho sebenarnya tidak baik-baik saja sekalipun mereka menjalin hubungan sepasang kekasih, tapi bagaimana bisa kakaknya itu bahagia kalau saja dihatinya masih ada laki-laki lain?

“Sudahlah cukup. Aku benar-benar sibuk saat ini.” Pinta Yuri tegas dan dingin sembari tetap fokus pada barang-barang apa saja yang harus ia bawa nantinya.

“Baik, baik, aku mengerti. Kau perlu bantuan untuk mengemasi barang-barangmu itu?” tawar YoonA sembari berjalan mendekati Yuri. YoonA memang tidak tahu mengapa unni-nya itu mengemasi barang-barangnya ke dalam koper seakan ingin pergi jauh dan tidak akan kembali. Tetapi ia hanya bisa pasrah dan mencoba berpikiran positif. Mungkin saja Yuri unni ada tugas diluar kota dari perusahaannya, batin YoonA.

“Err… tidak perlu, semuanya hampir selesai. Lebih baik kau istirahat sekarang.” Tolak Yuri halus. YoonA menganggukkan kepalanya kembali dan segera meninggalkan Yuri. Langkah kakinya kembali terhenti diambang pintu. Ia kembali menatap Yuri dengan sedih dan pilu.

“Unni?” panggilnya pelan.

“Hm, apa?” sahut Yuri tanpa melihat kearahnya.

“Aku benar-benar minta maaf padamu karena telah membuatmu seperti ini lagi. Seandainya saja aku tidak membawamu dan mendaftarkanmu diacara konyol itu, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Mungkin semuanya akan berjalan dengan baik dan normal. Mungkin kau tidak perlu repot-repot merasakan sakit seperti ini. Mungkin kau juga tidak perlu mendapat cacian dan makian dari mereka semua… mungkin… mungkin…” rancau YoonA dengan menyesal dan sedih. Ia saat ini tengah menangis sembari menggigit bibir bawahnya. Menurutnya, ini semua salahnya. Salahnya, tanpa terkecuali.  Yuri berjalan mendekati adik sepupunya itu lalu memeluknya erat.

“Aigu, sungguh! Aku baik-baik saja, Yoong-ie. Kau tidak perlu menyesal seperti ini, aku baik-baik saja, sungguh. Begitu juga dengan KyuHyun.” Ucap Yuri, mencoba menghiburnya.

“Ta-tapi… kau selalu melamun dan menangis dimalam hari saat aku tidak sengaja melihatmu. Dan itu, semuanya salahku! Salahku!” makinya pada diri sendiri.

“Oh ayolah, ini bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan pada apapun yang telah terjadi. Yang lalu, biarlah berlalu begitu saja. Dan, saat ini biarlah berjalan dengan semestinya. Lalu, masa depan biarlah kau menyiapkannya dengan baik tanpa ada penyesalan lagi. Mengerti?” tutur Yuri lembut sembari menatap YoonA lembut diiringi senyum diwajahnya. YoonA menatapnya sekilas lalu menganggukkan kepalanya pelan. “Bagus! Itu baru adikku!” ucapnya bangga sembari mengacak-acak rambut YoonA pelan.

 

—To Be Contineud—

Halloooo wassup guys?🙂

Maaf tidak tepat waktu updatenyaa karena sempat ada kendala kkk~

Seperti biasaa, baca, komen, dan suka jugaa saling menghargai hoho🙂

Semoga kalian menyukai dan menikmati cerita yang Yura sajikan

Semoga hari kalian selalu menyenangkan~

24 thoughts on “3 Ways to Get You, 1 Way to… What? [Part 4]

  1. akhirnya eonni update jg😀 .. yaaaahh kenapa mereka putus pdhal awalnya udh romantis bgt .. hiks hiks ..
    jd skrng yuri pacaran ama minho trus itu yuri mw kemana ngemasin brng2 nya .. jd tmbah pnsaran pngen baca lanjutannya .. hwaiting eonni n critanya kerennn ..🙂

  2. yey mereka jadian juga akhir’nya.. ahh kenapa blum lama jadian kok udah putus sihh. why why kyuhyun kenapa kau putusin yuri sihh. lanjut yaa semangat..

  3. yey mereka jadian juga akhir’nya.. ahh kenapa blum lama jadian kok udah putus sihh. why why kyuhyun kenapa kau putusin yuri sihh. lanjut yaa semangat…

  4. annyeong authornim, astaga seneng banget akhirnya ini dipost juga, diawal seneng banget bahwa tau mereka udah teken aja, itu sweet banget moment kyuhyun nyatin perasaannya sama yuri. daebak

    kenapa mereka putus authornim? dan yuri unni udah teken aja sama minho padahal dia belom bisa move on dari kyuhyun*nebak. kenapa mereka nyakitin diri mereka sendiri padahal masih saling suka kenapa mereka putus, argghh kyuhyun pabbo emang.

    suka sama kata-katanya yuri unni yang ditebelin itu “Yang lalu, biarlah berlalu begitu saja. Dan, saat ini biarlah berjalan dengan semestinya. Lalu, masa depan biarlah kau menyiapkannya dengan baik tanpa ada penyesalan lagi.” argghh baca kutipan itu jadi baper sendiri. semangat authornim^^ semoga bisa update cepet yah, hehehe

  5. awal2.x kyuri romantis banget eonni,eh tp kok kyuri putus sih, penasaran kok kyupa mutusin yul onni,kn kyuri saling mencintai,,lah trus kok yul onni pacaran ma minho sih #tambah puyeng,,,ok dech next part d.tunggu onni..fighting..

  6. kisah cinya yuri-kyuhyun so sweet walaupun ada aja bikin greget nya😀
    lagi manis-manis nya kenapa kyuhyun minta putus ? apa cuman karena dia gk mau yuri nungguin dia lagi ? iss bikin kesel juga kyuhyun nih😦
    yuri harus kuat .. bikin kyuhyun menyesal krna berani mutusan yuri😦

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  7. ya ampun eonni udah seneng aj diawal kyuri akhirnya pacaran. tapi..knpa mreka harus pisah..terus kyuppa kok gtu sih .ayo dong kyuppa perjuangkan cintamu
    ..ntar gliran yuleon pergi jauh baru deh nyesel…ok eonni next dinanti

  8. Akhirx di update jga…

    Autor ff.x bgus tpi di part ini kyax tr’lalau kecepatan deh alurx.. D’sini KyuRi jdian tpi langsung bubar jga di part ini + MinYul jga udha jdian… Tpi dri semua itu aku paling suka moment KyuRi manis banget… Keep writhing and figthing

  9. Oenni kasihan sama yul pisah sama kyupa, kyupa kenapa kamu tega sama yuri. Lanjutkan oenni biar kyuri bersatu, yuri gak usah sama min ho.

  10. long time no see yura eonni.. kngen dech sm ff km..
    mnurut yoan sih chapter inih agk krng pnjng.. trus knp kyuhyun mtusn hub mrka? kn ga adil eonn..
    trus yuleonn bs2 krus gr2 sdih mkirn kyuhyun.. haahh yg sbr yaa yuleonn..
    d’tnggu next chapter’a yura eonni^^ fighting!

  11. bingung deh.. kyu suka lalu mereka pacaran tp knp putusnya cpt???
    kasian yuri.. bukannya mrk masih sm2 mencintai ya??
    butuh penjelasan 😢

  12. Sehabis acara we got couple mereka gak di shoot gitu apa gmna unnie? Padahal sebelumnya akuu ngebayangin mereka kyk wgm gituu kekeek seru mungkin yaaa😆

    Tp senengg akhirnya kyu yg protective ituu bisa jadian sama yuri yg cuek bgt wkw ahh bikin meltibg sama cara kyu merlakuin yuri^

    Loh tapii kok itu kyu malah putus sama yuri? Why?! Apa ada pihak yg pngen mereka putus apa gmna? Kyuu jngn gitu dong. Kalo cibta harus merjuangin sampe akhir!-_- kasian yurii kena dampaknya skrng

  13. Huhuhuuu~pasti ini berat banget buat yuri dan kyuhyun…😦 Aaarrgh~greget sendiri😀😀
    di tunggu banget kelanjutannya chingu🙂

  14. Yah awalnya mereka romanntis and bahagi banget tpi karna kyu gk mau yuri terus nunggu akhirny putus padahal mereka saling cinta dan knp yuri pke pacaran sama minho ampun deh tambah rumit aja ampun deh jangan bilang kyu juga ama seo ?

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s