I Wanna Say “I Love You” [Part 6]


i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | tYoon Mirae – I’ll Listen To You What Have To Say | Kei (Lovelyz) – Love Is Like That (Oh My Venus Ost.)

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2016

Esok paginya, keduanya benar-benar terlihat buruk. Ah, tidak. Mungkin hanya salah satu diantara mereka berdua saja yang merasa buruk. Cho Kyuhyun, menatap punggung Yuri dengan tatapan bersalah dan menyesal. Kyuhyun duduk dikursi pojok barisan belakang. Sedangkan Kwon Yuri, terlihat seperti biasa. Ramah dan hangat, seolah tidak terjadi apapun padanya. Bahkan ketika ia berada satu kelas dengan Siwon sekalipun dan laki-laki itu duduk disampingnya, gadis itu tidak mempermasalahkannya. Justru terlihat dengan suka cita menerima laki-laki itu disampingnya.

Perkuliahan sudah berlangsung sekitar 4 menit yang lalu, termasuk ocehan santai dari Profesor Im mengenai pagi hari ini. “Ah baiklah, aku lupa memperkenalkan mahasiswa baru kepada kalian. Perkenalkan, Lee Hyukjae. Mahasiswa pindahan dari Oxford University. Tak perlu lebih lanjut, kalian bisa berkenalan dengannya nanti atau mungkin sudah?” ucap Profesor Im sembari menunjuk seseorang dengan kelima jarinya agar lebih sopan pada laki-laki yang duduk dibarisan tengah.

Yuri menoleh dan melihat anak baru itu dengan cuek dan tak mau ambil pusing, sekalipun teman-teman perempuannya meributkan ketampanan pria itu. “Baiklah, ayo kita lanjutkan materi selanjutnya.” Lanjut Profesor Im sembari berjalan ke kursinya lalu membuka laptop.

 

***

 

Yuri baru saja selesai merapikan buku-bukunya dan ingin pergi meninggalkan kelas, tetapi seseorang menghalangi langkahnya. Yuri lalu menatap orang itu dengan malas. “Minggir.” Titahnya dingin.

“Yaa, apa kau sama sekali tidak mengenaliku, huh?” tanya laki-laki itu dengan tak percaya.

“Bicaralah yang jelas agar aku bisa mengerti maksudmu.” Balas Yuri cuek.

Mwoya? Kau sama sekali tidak berubah, Yuri-ssi.” Sahut pria itu.

“Dengar, tuan. Jangan bersikap seolah kau akrab denganku. Apa kita penah kenal satu sama lain?”

“Apa kau sama sekali tidak mengenalku, Kwon Yuri?” tanyanya lagi.

“Tidak.” Sahut Yuri singkat lalu mengambil jalan lenggang yang tidak dicegat pria asing itu.

Baru saja Yuri melangkahkan kedua kakinya, tetapi sebuah tangan menggenggam tangannya. Awalnya genggaman itu ringan dan santai, namun sesaat kemudian berubah menjadi erat. Yuri menoleh dan menatap pria asing itu yang notebanenya mengenal dirinya dengan kening mengernyit.

“Apa kau benar-benar marah padaku? Apa kau benar-benar telah melupakanku, Kwon Yuri?” tanyanya lagi dengan tatapan sedikit sedih.

Yuri menyentuh tangan laki-laki itu untuk melepaskan tangannya. Dan berhasil. “Tolong, bicaralah yang jelas.” Balasnya singkat, datar, dan dingin.

“Cobalah untuk mengingatnya dulu.” Pinta pria asing itu, menatap dalam ke arah Yuri.

Yuri terdiam. Menatap pria itu. Menyilangkan kedua tangannya di depan dada. “Dengar.” Ucapnya dalam dan pelan. Pria itu menunggu lanjutan sepatah kata lanjutan dari Yuri dengan tenang. “Tidak ada yang perlu aku ingat antara kau dan aku. Dan jangan berharap, aku akan melakukannya.”

Pria asing itu—Lee Hyukjae—tersenyum simpul tanpa sadar. “Kau yakin, Kwon Yuri-ssi?” tanyanya dengan sedikit menantang.

Tch! Berbicara denganmu membuat waktuku tersita saja.” Gerutu Yuri pelan, tetapi dapat Hyukjae dengar.

“Dengar, Yuri-ssi.” Balas pria itu sembari ingin menggapai lengan Yuri tetapi, sebelum ia dapat menyentuhnya, seseorang melangkah maju diantara mereka dan sedikit mendorong tubuh gadis itu pelan agar menjauh dari Hyukjae.

Yuri sedikit terkejut dengan gerakan tiba-tiba itu, membuatnya tanpa sadar menggenggam erat kemeja seseorang disampingnya dan sedikit merapatkan tubuhnya dengan orang tersebut. Kedua mata Lee Hyukjae hampir membulat sempurna, tetapi bibirnya terkatup rapat, dan entah mengapa ia tidak terlalu terkejut lagi melihat pemandangan dihadapannya itu.

“Sebaiknya, kau tidak memaksa seseorang untuk mengingat. Terlebih kau masih baru disini. Lebih baik kau tidak mencari masalah.” Peringat Kyuhyun dengan tajam dan tegas sembari menatap Hyukjae dalam. Yuri hanya diam, melihat sahabatnya dan orang asing itu saling bersikap tak bersahabat.

Hyukjae hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Kyuhyun barusan. Seolah peringatannya itu sama sekali tidak berarti untuknya. “Jangan khawatir. Cepat atau lambat, Yuri akan kembali mengingatku. Dan kau, kurasa lebih baik bersiap-siap untuk menjaga jarak dengannya.” Sahutnya dengan tenang dan santai. Ia lalu berjalan selangkah lebih maju untuk mendekati Kyuhyun. “Atau kau lebih baik, enyah dari hadapan Yuri.” Bisiknya dingin.

Kyuhyun terhenyak mendengar ucapan Hyukjae barusan dan menatap pria itu dengan tatapan tak suka. Kedua tangannya terkepal kuat menatap anak baru itu. Entah mengapa ia memiliki firasat, bahwa pria dihadapannya ini akan mengambil tempatnya untuk berada disisi Yuri. Tetapi Kyuhyun segera menepis pikiran konyol itu dan mengendalikan emosinya secepat mungkin agar tidak menimbulkan masalah nantinya.

Kyuhyun lalu mempererat pelukannya dari samping dan sedikit menarik tubuh Yuri untuk mengikutinya pergi dari ruang kelas tersebut. Yuri hanya menurut saja tanpa memberontak sama sekali. Membiarkan sahabatnya itu membawanya pergi dari tempat yang hampir menjadi pertumpahan darah antara dirinya dengan pria asing itu.

Hyukjae sempat menahan tangan Yuri sebelum mereka berjalan menjauh, membuat mereka bertiga saling bertatapan. “Coba ingatlah masa kecilmu ditaman bermain, Busan, dan mungkin ingatan yang bisa membantumu adalah saat dimana salju turun dimalam natal. Saat kau naik kincir angin dulu, kau berdoa untuk ‘cepat tumbuh dewasa dan menjadi seorang penyanyi hebat’. Kau ingat?” ucapnya lembut dan seperti telah memberikan suatu kata kunci untuk memecahkan masalah rumit. Sebuah senyum simpul menghiasi wajah tampannya, ditambah lagi dengan tatapan lembut serta tenang dari pemilik mata itu, benar-benar membuatnya terlihat sangat dewasa dan tampan.

Tatapan mata itu… Kening Yuri sedikit mengernyit saat melihat Hyukjae. Diam-diam, ia mencoba kembali mengingat dirinya dimasa lalu.

Lagi. Sebuah tangan menarik tubuhnya pelan dan sedikit memaksanya untuk berjalan mengikutinya. “Kajja!” ajak Kyuhyun tak sabaran dan sedikit memaksa Yuri untuk berjalan mengikuti dirinya, sedangkan ia tengah mencoba mengingat-ingat sesuatu. Kyuhyun mempererat dekapannya dibahu Yuri. Entah mengapa ia merasa hampa dan takut saat ini.

Kenapa pria asing itu seperti sangat mengenalnya? Kenapa pria asing itu memintanya untuk mengingat kenangan masa kecilnya? Kenapa pria asing itu terasa begitu familiar bagi dirinya?

Samar-samar, Yuri dapat mendengar suara tawa bahagia layaknya bocah berusia 5 tahun dalam pikirannya. Gambaran bola salju, keramaian taman hiburan dimalam hari natal, kincir angin, dan pemandangan indah malam hari di Busan. Semuanya melebur menjadi satu potongan-potongan film pendek dalam benaknya.

 

Dua orang bocah kecil tengah bermain lari-larian ditaman hiburan Wonderland ditengah keramaian orang-orang yang berlalu-lalang. Keduanya terlihat ceria dan bahagia bersama. Mereka sudah menaiki hampir seluruh wahana ditaman hiburan itu selama seharian. Tetapi, tidak ada diantara keduanya rasa lelah setelah bermain bersama.

“Yuri-ya, ayo kita naik kincir angin. Kau ingin sekali menaikinyakan?” ajak bocah laki-laki itu sembari menggenggam lembut tangan anak perempuan dihadapannya. Yuri mengangguk dengan antusias saat mendengar ajakan dari sahabatnya itu.

Setelah mengantri dan mendapat giliran mereka berdua tiba, tanpa menunggu lebih lama lagi keduanya naik dengan antusias. Karena bocah laki-laki itu adalah anak dari pemilik taman hiburan ini, maka mereka berdua dijaga ketat oleh beberapa bodyguard untuk keamanan dan terhindari dari hal-hal yang tak diinginkan. Saat kincir angin itu mulai berputar secara perlahan-lahan. Yuri saat itu merasa senang sekali karena dapat melihat kerlap-kerlip lampu kota di Busan sewaktu ia belum pindah ke Seoul.

“Eunhyuk-ah.” Panggil Yuri sembari menatap bocah dihadapannya dengan kedua mata berbentuk bulan sabit. Saat itu perlahan-lahan salju pertama dimalam natal mulai turun. “Aku ingin sekali cepat tumbuh dewasa dan menjadi penyanyi agar aku bisa mengelilingi dunia, dan melihat-lihat pemandangan indah seperti malam ini.” Lanjut Yuri polos sembari mengatupkan kedua tangannya didepan dada. Berdoa, walau matanya sekalipun tidak tertutup untuk melakukannya tetapi ia benar-benar tulus saat mengatakannya.

“Benarkah? Kalau begitu aku juga ingin cepat dewasa dan menjadi pria tepat untukmu.” Sahut Hyukjae saat itu dengan senyum maupun tatapan mata lembut dan tulus. “Yuri-ya, ayo kita hidup secara bersama-sama selamanya sampai tua nanti. Dan aku, aku pasti akan menjagamu dan selalu berada disisimu. Aku akan menjadi seorang pria sejati untukmu. Kau setuju?” lanjutnya diiringi senyum dan tawa darinya.

“Okey, kau sudah berjanji padaku, Eunhyuk-ie.” Lalu keduanya saling menautkan jari kelingkin dan ibu jari masing-masing untuk mengikrarkan janji. Setelah turun dari kincir angin tersebut, keduanya lalu bermain ditaman bermain dekat rumah Yuri dan saling melempar bola salju terhadap satu sama lain.

 

Langkah kaki Yuri berhenti seketika. Tubuhnya mematung. Dan tanpa sadar ia menahan napas. Kyuhyun ikut berhenti saat itu juga lalu menatap Yuri tak mengerti. Gadis itu terdiam, mematung. Matanya sedikit basah dan memerah. “A-da…apa?” tanyanya takut dan sedikit terbata.

“Eunhyuk-ah…” gumam Yuri pelan, membuat kening Kyuhyun mengernyit. Detik berikutnya, Yuri melepaskan dirinya dari dekapan Kyuhyun lalu membalikkan tubuhnya dan berlari menjauh dari hadapan sahabatnya itu secepat mungkin sebelum dirinya sadar apa yang tengah terjadi. Kyuhyun masih mematung ditempatnya dengan kedua tangan menggantung diudara. Salah satu tangannya yang bebas baru saja ingin menyentuh wajah Yuri, sedangkan satunya lagi ia gunakan untuk merangkul gadis itu.

 

Yuri berlari secepat mungkin ketempat tadi. Tempat dimana Lee Hyukjae berada. Dan gadis itu berhasil menemukan Hyukjae atau yang biasa Yuri panggil dengan Eunhyuk, tengah berada dalam kerumunan para gadis dikampusnya. Napasnya sedikit tersengal saat ia tiba dikelas itu. Eunhyuk tersenyum puas saat mendapati seseorang berdiri didepan pintu kelas. Dirinya benar-benar merasa lega saat ini.

Eunhyuk lalu berjalan keluar dari kerumunan itu dan menghampiri Yuri dengan langkah ringan serta pasti. “Kau… akhirnya mengingatku, benarkan?” tanyanya memastikan diiringi senyum lega dan bahagia diwajahnya.

Yuri mengangguk pelan dan sedikit menahan senyum untuk menyahut perkataan temannya itu. “Yaa, kau benar-benar telah menjadi seseorang yang berbeda sekarang.” Ucap Eunhyuk lagi, lalu mengulurkan tangannya, menyentuh pucuk kepala Yuri dan menariknya kembali setinggi dibawah dagu. Ia sedang mengukur tinggi Yuri.

“Haha… mwoya?” tanya Yuri lalu tertawa pelan yang dibalas juga suara tawa milik temannya itu.

 

***

 

“Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?” tanya Yuri ketika mereka berdua duduk dibangku dekat sungai Han sembari menikmati sepotong es krim ditambah pemandangan sore hari.

“Hm, aku baik-baik saja selama di California. Bagaimana denganmu? Apakah di Seoul lebih menyenangkan daripada Busan?” tanya Eunhyuk santai sembari menatap Yuri selama beberapa saat.

Yuri mengangguk pelan. “Hm, tidak terlalu buruk disini. Aku bertemu dengan banyak orang baik disini, menghabiskan waktu bersama mereka, dan perlahan-lahan aku mulai melupakan Busan.” Jawab Yuri sembari mengingat-ingat masa lalunya.

“Tetapi Yuri-ya, tingkat kedingananmu itu benar-benar telah bertambah. Aku rasa point yang kau miliki saat ini adalah sembilan.” Sahut Eunhyuk.

Yuri tertawa kecil saat mendengarnya. “Jadi nilainya kini bertambah tinggi? Ah, mwoga? Dulu kau bilang nilaiku hanya tiga poin saja, tapi kenapa kau menaikkannya sangat banyak kali ini?”

“Yaa, dulu kau masih cukup ramah pada orang asing. Tapi sekarang, kau sama sekali tidak menganggap keberadaan mereka. Tapi aku menyukainya, aku menyukai wanita sepertimu.”

“Eishh, apa kau sedang mencoba merayuku sekarang?” sahut Yuri pura-pura mencibir sebal.

“Hm, sedikit. Tidak ada salahnya bukan, jatuh cinta pada temannya. Lalu menjadi sepasang kekasih. Bukankah banyak diluar sana yang seperti itu?” jelas Eunhyuk tenang dan tak mau ambil pusing.

Yuri menatap Eunhyuk lurus dan sedikit mendesis pelan. “Yaa, itu gaya lama sekali. Sekarang ini sudah tidak jaman lagi jatuh cinta dengan temannya sendiri. Lagipula, aku bukan salah satu orang yang termasuk berkeinginan untuk melakukannya.”

Wae? Apa ada yang salah dengan hal itu?” tanya Eunhyuk balik lalu memasukkan sepotong kue beras ke dalam mulutnya.

“Bertemu dengan banyak laki-laki, lalu menjalin hubungan dengan mereka, berakhir dengan putus, kemudian keduanya saling memaki satu sama lain, dan menjadi seorang musuh atau orang asing. Lalu begitu seterusnya. Tetapi dibalik itu semua, akan ada seorang sahabat yang selalu siap mendengar cerita kita, entah sedih, senang, atau hal memalukan sekalipun.

Seorang sahabat selalu ada untuk kita. Dan sahabat kita itu akan selalu berusaha berada disisi kita apapun yang terjadi, sesulit apapun keadaan yang sedang kita hadapi mereka akan selalu ada. Benarkan? Jadi, ketika kau jatuh cinta terhadap sahabat baikmu, maka kau harus bersiap untuk kehilangannya. Entah untuk alasan ia tak menyukai atau hanya menganggapmu sebagai seorang sahabat saja, atau mungkin kau hanya dianggap keluarganya saja. Maka dari itu, aku tidak berminat pada hal konyol seperti itu. Aku tak siap untuk kehilangan sahabat terbaikku.” Jelas Yuri, jujur dan tenang. Ia selalu mengungkapkan apa yang ada dipikirannya terhadap sahabat kecilnya itu.

Eunhyuk tersenyum simpul mendengar penjelasan Yuri barusan. Ia mengelus pucuk gadis itu dengan penuh kasih. “Whoaa, kau sudah mulai tumbuh dewasa sekarang.”

“Aishh, mwoyaa? Keumanhae.” Sahut Yuri sembari merapikan rambutnya, walaupun tidak berantakan sama sekali. Dan keduanyapun saling tertawa bersama.

 

***

 

Suara dering ponsel membuat sang pemiliknya sedikit terkejut begitu ia tiba dikamarnya. Yuri lalu mengambil benda itu dari saku mantel berwana putih gading miliknya dan segera mengangkat telepon tanpa melihat nama penelepon. “Halo?” sahutnya sedikit tak bersemangat. Ia merasa lelah hari ini.

“Ada apa dengan suaramu? Apa kau baik-baik saja, huh?” tanya seseorang disebrang sana dengan khawatir.

Entah mengapa suara itu membuatnya sedikit terkejut dan merasa aneh, seperti canggung. “Ah, Kyuhyun-ssi.” Sapa Yuri sembari menyentuh tengkuk lehernya. “A-da apa meneleponku malam-malam begini?” lanjut Yuri kaku.

Sedangkan disebrang sana, Kyuhyun mengernyitkan keningnya saat Yuri mengatakan hal yang tidak dimengertinya. Kyuhyun sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga untuk melihat jam di display, lalu kembali mendekatkannya lagi. “Apa yang kau bicarakan? Ini baru pukul setengah delapan lewat, apakah ini sudah sangat larut malam Kwon Yuri?” tanya Kyuhyun tak mengerti.

“A—ah, benarkah? Aku rasa juga begitu.” Balas Yuri kaku lalu diiringi suara terkekeh dipaksakan darinya. Kening Kyuhyun semakin mengernyit tak mengerti saat mendengar dan mendapati sikap Yuri itu. “Ehm, jadi ada apa kau meneleponku, Kyuhyun-ssi?” tanyanya lagi, dengan nada formal.

“Apakah… aku harus memiliki alasan kuat untuk meneleponmu saat ini, Yuri-ya?” tanyanya dengan sangat tidak mengerti sikap sahabatnya itu. Yuri sedikt menggigit bibir bawahnya dan merutuki diirnya sendiri atas tindakan bodohnya. “Bu-kankah biasanya kita menelepon dan bertemu satu sama lain tanpa ada alasan khusus? Lalu, apa sekarang ini? Apa kau telah melupakan aku saat ini?” ucap Kyuhyun yang awalnya tenang lalu berubah menjadi kesal dan tak ingin percaya.

A-ania—” elak Yuri, tetapi Kyuhyun lebih dulu menyelanya.

“Apa ini semua karena anak baru itu? Apa kau seperti ini karena pria asing itu? Yaa Kwon Yuri, aku tidak ingin percaya ini tapi hari ini saja belum ada satu hari kau sudah melupakan dan mengabaikanku. Apa kau tipikal seseorang yang mudah melupakan teman lamamu setelah mendapat teman baru, huh?” sinis Kyuhyun.

“Yaa, Cho Kyuhyun. Ini tidak seperti yang kau pikirkan!” balas Yuri mencoba menjelaskan. Tetapi sepertinya sahabatnya itu tidak lagi ingin mendengar penjelasannya. Kyuhyun sedang kesal padanya saat ini.

“Lalu apa?” tanya Kyuhyun dengan emosi yang hampir saja meledak. Yuri terdiam, begitu juga dengan Kyuhyun. Ia lalu membuang napas panjang dengan kasar. “Aku tidak masalah jika kau tidak mengabariku setiap saatnya. Aku tidak masalah ketika kau memarahiku saat aku mengkhawatirkanmu. Aku tidak masalah ketika kau mencoba pura-pura tersenyum dan bertingkah seolah semuanya baik-baik saja. Aku tidak masalah jika kau berkeluh kesah mengenai hubunganmu dengan mantan kekasihmu. Aku tidak masalah ketika harus mendengar komentarmu tentang para gadisku. Aku tidak masalah jika kau memintaku datang dimanapun kau berada kapanpun itu. Aku sungguh tidak masalah dengan itu semua Kwon Yuri. Tapi, yang tidak bisa aku tahan adalah saat kau mulai mengabaikanku dan melihatku dengan sebelah mata.

Apa kau benar-benar berpikir aku ini sahabatmu… atau bukan? Apa kau pikir aku ini hanya… argghh!” kesal Kyuhyun tak tahan lagi. Hening selama beberapa saat. Tidak ada yang berbicara diantara keduanya.  Saling terdiam. Dan tak tau ingin bicara apalagi. Kyuhyun menghela napas panjang, sedangkan Yuri tanpa sadar menahan napasnya. “Aku tutup teleponnya. Selamat malam.” Ucapnya cuek dan dingin. Sangat dingin. Belum sempat Yuri menyahutinya, sambungan terputus lebih dulu.

“Sebenarnya… bukan seperti itu. Sungguh, kau benar-benar salah paham, Cho Kyuhyun.” Gumam Yuri pelan, sangat pelan. Ia masih mematung ditempatnya dan enggan untuk bergerak.

 

***

 

Sesekali Yuri melihat jam ditangannya dengan bibir sedikit cemberut. Sudah hampir 20 menit Yuri berdiri di depan pagar rumah Kyuhyun, tetapi tidak ada tanda-tanda jika sang pemilik akan keluar dari tempatnya. Yuri mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi sahabatnya itu. Tetapi tidak diangkat. Yuri kembali cemberut dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya. “Dia pasti benar-benar kesal padaku saat ini.” Gumam Yuri sembari menatap beranda kamar lantai 2 yang masih gelap dan belum menampakkan adanya kehidupan.

“Ini sudah hampir siang, mengapa ia belum keluar juga? Apa Kyuhyun belum bangun?” gumamnya lagi sembari melihat-lihat pekarang rumah. Siapa tau sajakan Kyuhyun sudah bangun dan sedang berada dipekarang rumah belakangnya?

“Aku benar-benar berharap Kyuhyun tidak marah padaku. Jika ia marah, tamat sudah riwayatku.” Cemas Yuri sembari melihat pekarangan, jam tangan, lalu pekarangan lagi.

Sebuah mobil hitam baru saja berjalan melewati Yuri yang tengah melihat jam ditangannya. Kyuhyun melajukan mobilnya dengan cuek dan angkuh saat melewati sahabatnya itu. Ia benar-benar sedang tidak ingin diganggu saat ini. Atau lebih tepatnya ia benar-benar merasa kecewa dan marah terhadap sahabatnya itu.

Sahabat? Mungkin lebih baik diralat mulai sekarang. Begitulah apa yang dipikirkan Kyuhyun saat ini mengenai hubungannya dengan Yuri.

 

—To Be Continued—

HAPPY SUNDAY!

HAPPY WEEKEND!

HAPPY RAINY DAY!

KKKK~

 

Semoga kalian tetap menyukai cerita di ff ini maupun ff satunya lagi hoho

Jangan lupa memberikan komentar, kritik, dan saran 🙂

Keep RCL guys!

Terima kasih banyak~

26 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 6]

  1. Yura eonnie.. Ini ff kamu yg paling aku nantikan.. Tpi yg lain jga ditunggu sich#ahahaha

    Hyukjae udha muncul & jga dy teman masa kecil Yul.. Kyu jdi galau.. Adu mkin penasaran sama next partx… Jangan lama” yha updatex & hruz lebih panjang yha Yura eonnie

  2. akhir ya publis juga ne ff ya aku dah lamaa banget nungguinnya ne eonni… wah kyuhyun mersa terabaikan,,, dgn kedatangaan eunhyuk,,,, semoga aja eunhyuk dan yuri hanya berteman saja dan yuri tetap mencintai kyuhyun, maupun sebaliknya ,,, di tunggu next part ya eonni.. gomawo

  3. ini slalh satu ff yg dtggu tunggu aku, alhirnya ngepost juga nih eonni…
    part sbelumnya kyuhyun bilang mo nikah, tpi dsini gak ada tntang kyu mo nikah yah..iyalah gak papah,gak rela jga kyu nikah sma vic.. kyuri kpan mereka paham perasaan mreka sndiri??? ingin rsanya aku berteriak didepan kalian bhwa “kalian saling mencintai!!!!”..
    pas bgian akhirnya si kyu nya songong banget, yuri udah nunggu mlah dicuekin arghh…nyebelin!!

    eonni sbenernya TBC nya sngat mngganggu…aku pngen tau klanjutannya… eonni next post ff ini jgan trlalu lama yah hehehe

  4. eunhyuk tmn masa kecilnya yuri n kyuhyun kesel krna ngrasa d cuekin yuri pdhl mah nggk kn ya … msh nggk prcaya wktu kyuhyun blg mw nikahin victoria, nggk setujuu … sumpah ini prsahabtan mereka lbh dri shbat, udh nikah ajah bedua hehehee .. ceritanya kereen eon …

  5. hmm.. kyuhyun kya’a mulai ska nih sm yuleonn.. wahh bgus nih.. klo hyukjae smkin dketn yuleonn smkin kyuhyun sdar klo dia ska sm yuleonn shbt’a sndiri.. tp knp pndek bngett chapter inih?.. hmm smoga chapter slnjut’a lbih pnjangg yaa eonn^^

  6. eonniiii kangeeeeennnnnn, aku kangen ff mu yg panjang kkkkk
    sebenarnya bingung bgt sama ff ini alur ceritanya tapi suka sama pribadi2 pemain disini >,< lanjut eonniii gak sabar nunggu kelanjutan ff nyaaa
    eonni aku lh minta pw after time passed part 1? , aku sudah berumur 21 tahun kok eonni , kirim ke ikakarmelita95@gmail.com makasih eonni

  7. Euni krang pnjang q slalu nunggu ff ini nexty smoga cpet……euni kpn kyuriy brsatu mlah si eunhyuk mncul …..kyu lucu klau ngambek….😀😀😀

  8. Aaaaaa tbc … kurang panjang nih thor hehe
    aku gemes liat Kyuri. Kyuhyun marahannya jgn kelamaan,,,
    Penasaran sma chap selanjutnya.. ditunggu ya thor.. 😁

  9. haduh kok tiba” ada hyukkie? kkk
    tapi gak papa kan dia nanti jdi bumbu cinta nya kyuri.
    kyuhyunnya gak papa berubah biar yuri sadar dan ngerti akan perasaan kyu.
    aku tunggu lanjutanya eon~~ fighting

  10. Part ini kok eng sprti biasanya eon alias kurang panjang Hhehe…tpi ttep keren🙂
    Owh…jdi Hyukjae itu tmennya Yuleon wktu masih kecil😐
    waduh Kyu marah coz merasa di abaikan sma Yuleon😀
    smga mrka cpet baikan🙂
    next d.tnggu bgt eon…

  11. kyya ada eunyuk,,eh kok kayak.x eunyuk suka sama yul eonni ya,tapi yul eonni nggak suka sama dia, eunyuk dan yul eonni teman masa kecil ya,siap2 ja tuch kyupa d.geser tmpat.x sbgai sahabat,,kyupa sifat.x aneh,,next d.tnggu eonni..fighting..

  12. woahhh ternyata eunhyuk (orang asing yg di bilang yuri) itu sahabat kecilnya yuri pas dia belum pindah ke seoul😀
    wkw dunia mereka sempit sekali .. pantesan pas yuri ketemu sama eunhyuk di taman si eunguknya kayak kenal banget sama yuri tapi aayang yuri nya gk peka dulu
    ohh myyy . . . ketemuan sama eunhyuk bikin yuri lupa sama kyuhyun, sampe kyuhyunnya marah gitu
    kyuhyun -_- minta di tabok
    yuri baru sehari gk sama dia .. dianya langsung marah banget gitu .. sampe gk mau ketemuan lagi sama yuri terus gk mau nganggep yuri sahabatnya lagi

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  13. Kasihan kyupa dilupakan mentang2 punya sahabat baru maksudnya sahabat kecil baru ketemu. Kyupa jangan cuek sama yul kasihan jg dia. Lanjutkan oenni dan jangan lama2 penasaran kelanjutannya.

  14. Yura unnie mereka udh so sweet udh saling cemburuan tinggal pergi ke KUA aja wkwkwkw
    But i like it♡ unn nanti jangan sad ending kaya I wanna say “i love you” yang dulu itu baca yg dulu nyesek2 gimana gitu si kyu ga peka sama yuri wkwkwk

    Lovelovelovelove100000×
    Lanjut unnieee♡♡♡♡♡😊😊😊😊😊😊😊😊😊

  15. Kyu… Ayodong sadar ih! Gereget sama kyuuu, yuri bukan hanya sahabat ajaa. Tp ada perasaan lain mungkin yg ingin memiliki lebih?-,- huh apa gak pekaaa sama sekali yaa si kyuu._.
    Eunhyuk, temen masa kecil yuri udh dteng. Kalo gak gercep. Bakal lepas deh yuri sama hyuk ntr

  16. Annyeong authornim, astaga maunya mereka sebenernya apa sih. mereka saling perhatian, terkadang sikap mereka canggung. haduhhh tapi itu yang dibuat greget, kita dibuat mikir juga sebenernya ada apa sama mereka? ohalah eunhyuk syahabatnya yuri unni, dan kyuhyun hahaha itukah yang dinamakan syahabat? atau merasa tersaingi? semangat authornim!!!

  17. Eunhyuk sahabat kecil yuri ? dia walaupun maksa yuri buat inget siapa dia dan akhirny jdi inget sama dia dan kyu diabaikan , haha sikyu marah diabaikan sama yuri krna eunhyuk , padahal yuri udh nungguin ,dia gk peduliin yuri sama sekali , dan eunhyuk kayaknya suka sama yuri ,tpi yuri ny gk ada rasa kesiapapun

  18. eonnni maaf aku baru bisa baca ff mu stelah tugas kuliah yg menumpuk >.< akhirnyaaaa….. waaaahhh ada eunhyukk oppaaaa akhirnyaaa, sebenernya eun opaa siapa yul eonni ya, jadi bingung, dan semoga kyuppa gak marah2 lg sam yul eonni lanjut eonni fighting🙂

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s