I Wanna Say “I Love You” [Part 9 A]


i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | Kim Taeyeon (SNSD) – Set Me Free | Davichi – This Love (Ost. Descendants Of The Sun)

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2016.

Part 9 A

Bagai rerintikkan hujan yang menyejukkan, kau selalu ada disini baik duka maupun suka.

 

“Tapi, apakah kau tau? Rasanya mencintai namun, bertahan untuk tidak memiliki? Bertahan untuk tidak mengungkapkan? Percayahlah, ini lebih buruk dari… sekedar patah hati.”—unknown.

 

Kyuhyun hanya menatap kosong lembar-lembaraan kertas dihadapannya itu. Pikirannya melayang jauh kesana kemari sekalipun raganya berada ditempat. Kalimat yang diucapkan oleh sang tokoh dalam novel yang dibacanya itu membuatnya termangu. Berpikir. Tatapan matanya sedikit kosong.

Kyuhyun memang tidak mengerti benar maksud dari kalimat itu, dan mengapa Yuri mewarnai kalimat itu dengan stabilo biru muda. Novel ditangannya itu memang milik Yuri, ia meminjamnya beberapa hari lalu.

Terkadang, Kyuhyun merasa seperti tidak mengenal Yuri sama sekali. Karena setiap kalinya, gadis itu selalu membuatnya diam-diam mengagumi. Karena setiap kalinya, cara berpikir mereka berbeda tetapi itu bukanlah suatu hal yang patut dipermasalahkan oleh keduanya. Karena setiap kalinya, ada bagian dari Yuri yang membuatnya selalu tertarik untuk mengetahui maupun mengenalnya lebih jauh.

Jika, Yuri berpikir sama halnya apa yang ia gariskan dibuku itu, maka Kyuhyun berpikiran hal lain. Bagaimana bisa kau tidak mengatakannya? Bagaimana bisa kau menahannya lebih lama sedangkan jika jatuh cinta hatimu selalu bergemuruh dan menuntut lebih? Lebih baik patah hati, toh hati akan baik dengan sendirinya. Lebih baik berada ditengah kepastian, daripada ketidakpastian.

Namun, yang membuat Kyuhyun sebenarnya terusik bukanlah kalimat yang diwarnai Yuri itu, ataupun jika pikiran Yuri sama halnya dengan kata-kata tersebut. Tetapi, yang membuatnya terusik dan terganggu adalah…

Apakah seorang Kwon Yuri sedang jatuh cinta pada seseorang?

 

***

 

“Yuri!” panggil seseorang dengan senang dan antusias saat melihat gadis itu tengah berjalan dikeramaian zebra cross. Segera saja gadis itu menolehkan wajahnya dan mencari sumber suara. Dilihatnya seseorang tengah melambai padanya dengan senyum cerah menghiasi wajahnya, menunggunya disebrang jalan sana.

“Lee Hyukjae?” kening Yuri segera mengernyit. Kenapa bisa Eunhyuk bisa berada disini? Ia lalu menggelengkan wajahnya pelan dan menepis pikiran buruk dikepalanya. “Hai, sedang apa kau disini?” tanya Yuri heran, sedangkan Eunhyuk membalasnya dengan senyum cerah diwajahnya.

“Kebetulan aku ada janji dengan temanku disekitar sini, lalu melihatmu sedang berjalan jadi apa salahnya jika aku menyapamu?” jelasnya ramah.

Yuri menganggukkan kepalanya pelan. Pilihannya tepat, untuk tidak berpikiran buruk lebih dulu pada laki-laki itu.

“Kau sendiri, bagaimana?”

“Hm, sama sepertimu.” Sahut Yuri singkat. “Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa.” Lanjutnya lalu segera bergegas meninggalkan temannya itu dibelakang. Eunhyuk hanya menatap kepergian Yuri sembari meringis. Rasanya sungguh disayangkan sekali, baru saja bertemu tetapi harus berpisah lagi.

Yuri memasuki kafe yang telah dijanjikan oleh teman-teman lamanya. Ia mencoba mencari Jessica ataupun salah satu teman sekolahnya dulu yang dapat ia kenali saat ini. Disalah satu sudut ruangan, Jessica bersama dengan lainnya menoleh dan melambaikan tangannya pada Yuri hingga gadis itu berjalan dengan cepat ke arah teman-temannya.

“Maaf, aku terlambat.” Sesalnya setelah ia berada dikursi kosong yang tersedia untuknya.

“Tidak apa. Lagipula masih banyak yang belum datang.” Sahut Irene tenang sembari mengibaskan tangannya.

“Hm, siapa?” tanya Yuri penasaran, setaunya hanya ada 6 orang temannya yang hadir saat ini dari 10 teman-teman lainnya, termasuk Tiffany.

“Kau akan tau nanti.” Balas Jessica penuh rahasia.

Entah mengapa Yuri memiliki firasat buruk saat ini.

 

***

 

Ditempat antah-berantah—baiklah diralat, disebuah rumah yang cukup besar dan mewah—seorang laki-laki hanya mengganti chanel tv nya tanpa rasa ingin menonton acara sedikitpun. Ia membaringkan tubuhnya disofa panjang berwarna hitam yang elegan. Sesekali ia melihat dan mengecek ponselnya dengan penuh harap yang dibalut dengan wajah datar dan dinginnya. Tidak ada notifikasi satupun dari sahabatnya itu.

Ada beberapa pesan dari Seohyun sebenarnya dari setengah jam lalu, tetapi Kyuhyun terlalu malas dan enggan untuk sekedar mengetik atau membalasnya. Ia kembali menaruh ponselnya dimeja terdekat, lalu kembali menonton acara tv yang entah mengapa pikirannya sama sekali tidak dapat mencerna.

“Ahh, dasar gadis kejam!” rutuknya sebal sembari menendangkan kakinya ke udara dan alhasil dari perbuatannya yang tak bisa diam itu bantal disofa panjangnya jatuh.

 

***

Dugaan Yuri tepat sasaran. Ini bukanlah meet up biasa, tetapi ini merupakan kencan buta yang sengaja teman-temannya lakukan. Dan entah mengapa dirinnya tidak terlalu terkejut jika Lee Hyukjae duduk dihadapannya.

Senyum puas dan bahagia terlihat sempurna diwajahnya, sekalipun seseorang yang duduk dihadapannya kini tidaklah terlalu ramah. “Hai, Nona Kwon. Senang melihatmu lagi.” Sapanya ramah.

Yuri hanya menyunggingkan sebuah senyum tipis diwajahnya tanpa mengatakan atau menyahuti ucapan Eunhyuk. Ia merasa sedikit dibohongi oleh sahabat-sahabatnya sendiri. Alur atau permainan mereka sangatlah cerdik dan rapih hingga membuat Yuri tidak bisa berpikir hal konyol seperti ini dapat terjadi. Bagaimana tidak? Lihat saja dari pasangan date mereka, dilihat dari cara bicara atau segi manapun terlihat dengan jelas bahwa telah saling mengenal sebelumnya jauh-jauh hari.

Diam-diam, dalam hati ia mulai bertanya-tanya. Bagaimana Kyuhyun mengetahui hal konyol seperti ini? Bagaimana laki-laki itu bisa menebak tepat sasaran sedangkan dirinya tidak? Bagaimana ia akan menjawab atau setidaknya menceritakan pada Kyuhyun tentang hari ini? Sahabatnya itu pasti sangat ingin tau sekali.

“Yuri-ya!” panggil Eunhyuk pelan sembari sedikit mencondongkan badannya ke depan dan menatap Yuri dengan pandangan berbinar-binar. “Apa yang ingin kau lakukan hari ini? Apa kau ingin bermain ice skating? Atau pergi ke Lotte World?”

Entah jawaban apa yang harus Yuri berikan pada sahabat lamanya itu. Yuri menggaruk pelan bagian belakang kepalanya yang terasa tak gatal. Rasanya ingin sekali ia pulang, tetapi tidak mungkin dilakukannya juga.

Karena teman-temannya itu telah berusaha merencanakan ini walau ia merasa seperti dibohongi, jadi setidaknya ia harus menghargai usaha mereka. Mungkin saat pertengahan nanti ia akan izin pulang lebih dulu. Tidak ada salahnya juga kan, ia bersenang-senang sebentar?

“Bagaimana jika ke game center?” balas Yuri sembari menimbang-nimbang. Daripada pergi ke tempat yang diusulkan Eunhyuk tadi, yang mungkin kapasitas kedekatan atau waktu berduaan lebih besar, lebih baik pergi ke tempat lain.

Eunhyuk mengangguk setuju, walau tidak dapat dipungkiri rasa kecewa karena Yuri lebih memilih tempat yang sedikit kekanak-kanakan. Tak berapa lama kemudian, ia dan teman-temannya memilih berpisah untuk pergi ke tujuannya masing-masing.

Diam-diam Yuri menghela napas berat dan pelan, ini tidak seperti yang diharapkannya. Hei, tidakkah ini seperti pertemuan biasa setelah sekian lama tak berjumpa atau bersapa ria? Apa-apaan ini? Apakah pasangan memang lebih penting ketimbang teman atau sahabat? Gerutu Yuri dalam hati.

“Jadi, Nona Kwon.” Panggil Eunhyuk, membuyarkan lamunan Yuri yang masih menatap kepergian teman-temannya itu.  Yuri menoleh menatap Eunhyuk, menunggu kelanjutan kalimat yang akan dikatakannya. “Haruskah kita jalan sekarang?”

Yuri mengangguk pelan, lalu melangkahkan kakinya lebih dulu. “Tentu.” Jawabnya singkat dan cuek.

Eunhyuk hanya bisa menghembuskan napas panjang sebelum berjalan menyusul Yuri. Entah mengapa, rasanya Yuri sedikit berubah akhir-akhir ini. Ia tidak lagi seperti Yuri yang ia kenal saat kecil dulu, ataupun beberapa bulan yang lalu saat kali pertamanya mereka bertemu lagi. Yuri yang saat ini seperti… sedang menjaga jarak?

“Yuri-ya.” Suara itu terdengar sangat lembut dan seperti setengah berbisik, diiringi sebuah tangan kekar yang mencengkram pergelangan tangan gadis dihadapannya. Gadis itu menoleh perlahan dan penuh kehati-hatian. Entah mengapa ia merasa sedikit takut akan sentuhan laki-laki akhir-akhir ini.

“Ada apa?” pertanyaan itu berhasil lolos dari bibirnya begitu saja, terdengar biasa memang. Tetapi dibalik itu semua, ia menahan rasa ketakutan ataupun kejengahannya. Perlahan-lahan, ia mencoba menarik tangannya kembali dari cengkraman Eunhyuk. Tidakkah seperti yang diharapkan Yuri sebelumnya, mengapa ia lebih memilih pergi ke game center ketimbang tempat romantis atau tempat yang membuat ia dan Eunhyuk memiliki kedekatan intens untuk berdua maupun memungkin mereka bersentuhan?

Eunhyuk melepaskan cengkramannya, mengamati setiap inci raut wajah ataupun reaksi non verbal gadis itu. “Ada apa denganmu? Sepertinya kau sudah berubah menjadi orang asing bagiku. Apa kau merasa tidak nyaman bersamaku?”

Kedua mata Yuri hanya menatap Eunhyuk lurus-lurus. Sesungguhnya, tidak ada niatan untuk menjawabnya. “Aku baik-baik saja.” Jawab Yuri singkat. Eunhyuk hanya diam sembari menatap Yuri lekat, menuntut kejelasan lebih dari temannya itu. “Oh, ayolah. Jangan menatapku seperti itu.” Pinta Yuri memohan sembari menghela napasnya kasar. Ia mulai merasakan kejengahan terhadap situasi ini.

“Apa ada sesuatu yang tak aku ketahui?” tanya Eunhyuk lagi.

Yuri menundukkan sedikit wajahnya, memain-mainkan kuku jemarinya. “Tidak ada.” Lagi-lagi ia hanya menjawab singkat.

“Yuri-ya…” panggil Eunhyuk pelan, sembari mencoba menyentuh lengan gadis itu. Namun, Yuri lebih dulu melangkah mundur untuk menghindarinya. Eunhyuk terdiam, mematung ditempatnya.

“Aku rasa…” ucap Yuri, memecahkan keheningan diantara mereka. Kepalanya masih tertunduk dan enggan menatap kedua mata Eunhyuk. “Aku tidak harus menceritakan semuanya kepadamu. Aku harap kau tidak bertanya lebih dari ini, mengapa aku bersikap seperti ini atau itu. Mengapa aku berubah menjadi seseorang yang asing bagimu saat ini.” Lanjut Yuri pelan.

“Tetapi, kenapa?” tanya Eunhyuk masih tak mengerti.

“Kenapa?” ulang Yuri lagi, ia lalu mengangkat wajahnya dan langsung menatap kedua mata Eunhyuk lurus-lurus. “Kenapa aku tidak boleh berubah?” lanjutnya dengan tenang dan dingin.

Selama beberapa detik, bibir Eunhyuk terbuka. Rasanya tidak ingin memercayai dan mengerti mengapa seorang gadis dihadapannya ini berubah menjadi seseorang yang tak dikenalinya?

“Aku tidak berharap kau segera mengerti atau memahami diriku saat ini. Aku juga tidak berharap kau akan segera membiasakan dirimu dengan sikapku yang berbeda ini. Dan aku juga tidak berharap kau menginginkanku untuk menjelaskan apa yang sudah terjadi pada diriku. Jadi, jangan terlalu memaksakan dirimu padaku.” Lanjut Yuri, lalu ia menyunggingkan sebuah senyum simpul.

Angin dikala malam itu terasa dingin dan sejuk, walau Eunhyuk tidak berkata apa-apa lagi setelah mendengar perkataan Yuri barusan, tetapi jauh dilubuk hatinya ia sangatlah penasaran dan segera ingin mengetahui kebenaran. Apa yang sebenanrnya terjadi dengan Kwon Yuri? Keduanya hanya melangkahkan kakinya untuk melanjutkan acara dating mereka.

 

***

 

Hening. Suasana dirumah itu sangatlah sepi dan seperti tak memiliki kehidupan. Tak jauh berbeda keadaannya dengan sang pemilik rumah, ia masih bernapas tetapi seakan-akan ia sudah tidak bernapas lagi. Kyuhyun hanya merebahkan tubuhnya disofa dengan pose seolah-olah seperti ikan yang kehabisan air untuk bernapas.

Bahkan hari sudah berganti malam tetapi ia masih enggan untuk segera menyalakan lampu dirumahnya. Pikirannya kacau sekarang. Ia hanya menatap jam di dinding dengan tatapan kosong. Pukul 8 malam. Tetapi tidak ada tanda-tandanya Yuri sudah tiba dirumahnya. Dan ia mulai merasa tak berdaya jika harus menunggu lebih lama lagi.

Ia membutuhkan oksigen untuk tetap bertahan hidup, seperti halnya ikan yang membutuhkan air untuk tetap dapat bernapas dengan baik.

“Ahh, dasar makhluk luar angkasa itu.” Gumamnya tak jelas. “Hal apa lagi yang membuat seorang perempuan pulang terlambat?” lanjutnya, sembari menatap jam dinding dengan. “Dating. Benarkan?” tambahnya lagi, lalu sebuah senyum kecut terlihat jelas diwajahnya.

Dalam sekali gerakan cepat, Kyuhyun bangkit dai tidurannya. “Hah! Apa peduliku padanya? Yuri mau kencan dengan siapa atau melakukan apapun sesukanya, mengapa aku harus ambil pusing memikirkannya?” gerutunya kesal sendiri, dan seolah-olah ia mencoba menyadarkan dirinya sendiri. “Yaa, Cho Kyuhyun! Apa kau bodoh?” makinya pada diri sendiri dengan suara yang sama tingginya. “Biarkan saja si makhluk luar angkasa itu berkencan atau menjalin hubungan dengan yang lain. Toh, beban mu akan berkurang. Setidaknya kau bisa bersenang-senang dengan gadis manapun yang kau suka!” lanjutnya, tak kalah antusias dari pikiran sebelumnya.

“Ahh benar, benar!” setujunya pada pikirannya sendiri. “Kau bisa hidup bebas dan bertemu dengan para gadis sesukamu!” lanjutnya lagi, kali ini  sembari bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.

Mwohae? Apa yang kau maksud dari perkataanmu, ‘kau bisa hidup bebas dan bertemu dengan para gadis sesukamu?’” suara itu muncul dibalik punggung Kyuhyun dengan datar dan nada yang menuntut kejelasan.

DEG! Entah ini hanya bayang ilusinya saja atau memang nyata. Pemilik suara yang sejak tadi dirindukannya terdengar jelas sekali.

Dengan sangat perlahan, Kyuhyun membalikkan tubuh dan wajahnya untuk melihat seseorang dibalik punggungnya. Sebuah senyum yang sangat dipaksakan dan kaku tersungging dengan jelas diwajah Kyuhyun, saat sepasang pemilik kedua bola mata itu menatapnya datar dan tajam.

“Yuri-ya… ka-u su-dah pu-lang?” tanya Kyuhyun terbata sembari berusaha menelan liurnya yang terasa sulit sekali dilakukannya saat ini.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Cho Kyuhyun.” Balasnya, yang sama sekali tak merubah posisinya. Yuri masih berdiri ditempatnya, sembari menenteng dua buah kantung plastik yang berisikan makanan dan beberapa kaleng soju.

Kyuhyun segera bangkit berdiri lalu berlari dengan langkah ringan mendekati Yuri dan segera mengambil alih kantong plastik tersebut. “Selamat datang, Sayang.” Sambutnya dengan nada dan senyum manisnya. Yuri hanya tertawa pelan dan sebal saat Kyuhyun mencoba merayunya.

Yuri tau betul maksud dari kata ‘sayang’ itu apa dan mengapa Kyuhyun mengatakannya. “Sudahlah, hentikan.” Sahut Yuri lalu berjalan ke dapur, melewati Kyuhyun begitu saja.

“Sayaaang.” Panggil Kyuhyun sekali lagi dengan senyum manis sembari mengedip-kedipkan kedua matanya sekalipun Yuri tak melihatnya. Gadis itu justru asik sendiri melihat-lihat isi kulkas Kyuhyun yang hampir kosong.

“Aish! Dasar laki-laki.” Gerutunya sebal. “Sepertinya pilihan untukmu menikah dengan Victoria unni ada benarnya juga.” Lanjut Yuri.

Kyuhyun yang tadinya tersenyum sembari berjalan menghampiri Yuri, perlahan-lahan senyuman itu memudar. Digantikan tatapan tak suka dan dingin darinya. Kyuhyun lupa memberitahukan pada Yuri bahwa ia sudah tidak lagi bersama Victoria.

Yuri menutup pintu kulkas, lalu membalikkan tubuhnya sembari bertanya-tanya, mengapa Kyuhyun tak segera menyahutinya? “Ada apa? Kenapa kau diam saja? Apa sedang terjadi sesuatu antara kau dan Victoria unni?” tanya Yuri polos dan bertanya-tanya.

Kyuhyun berjalan menghampiri Yuri dengan langkah berat. “Hei…” panggilnya, dengan suara rendah dan dalam. Yuri menatap Kyuhyun dengan sabar, menanti kelanjutan perkataan sahabatnya itu. “Apa kau bisa menggantikan posisinya dihatiku?” lanjutnya, Kyuhyun sudah berdiri tepat dihadapan Yuri dengan jarak yang sangat minim. Ditambah lagi Kyuhyun memajukan wajahnya dan hampir menyentuh bibir Yuri. Tatapan matanya terkunci pada bibir gadis itu. Ia dapat membayangkan betapa lembut dan manisnya bibir itu. Betapa nikmat dan menggairahkannya bibir itu. Betapa menggoda dan seksinya bibir itu. Membayangkan itu semua, bibir Kyuhyun sedikit terbuka.

“A-aku haus…” bisiknya parau dan terdengar seperti menuntut.

Yuri hanya mengerjap-kerjapkan kedua matanya tak mengerti dan mencoba mencerna apa maksud dari perkataan Kyuhyun barusan.

Perlahan, wajah Kyuhyun semakin mendekat dan kedua matanya menutup. Yuri tidak berpikir banyak saat ini, yang ia tahu hanya satu. Mendorong kuat-kuat tubuh Kyuhyun, sebelum sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Detik berikutnya, Kyuhyun berhasil terdorong ke belakang selama beberapa langkah hingga tubuhnya menyentuh lantai. “ARRGGH!” Rintihnya kesakitan sembari mengusap-usap punggung maupun bagian tubuhnya yang terjatuh lebih dulu.

Sedangkan Yuri hanya menutup bibirnya dengan kedua tangannya dengan raut wajah terkejut sempurna. “Heol! Daebak!”. Disisi lain Kyuhyun menatap tajam dan penuh balas dendam ke arahnya. Ia lalu bangkit berdiri dengan kekesalan yang mulai memuncak.

“YAA!” serunya.

“A-apa… apa?” sahut Yuri sedikit gugup tetapi tak mau kalah.

Jari telunjuk Kyuhyun mengacung sempurna di depan wajah Yuri, membuat gadis itu menatapnya takut-takut. “Kau! Benar-benar makhluk luar angkasa!”

“Lalu, kenapa? Kenapa kau tadi mendekatkan wajahmu? Kau tahu? Jarak diantara kita terlalu dekat! Kau seharusnya berterimakasih padaku karena sudah mencegah sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi!” balas Yuri tak mau kalah.

“Memangnya hal apa yang akan terjadi? Aku hanya ingin membisikkanmu tentang sesuatu. Itu saja!” jelas Kyuhyun tak mau kalah. Walau sebenarnya ia berharap lebih, tetapi ia terlalu gengsi mengakui itu semua.

“A-apa?” tanya Yuri tak percaya. “Membisikkan apa?”

Kyuhyun mendengus kesal. “Aku ingin memberitahukanmu, bahwa aku sudah tidak lagi bersama dengan Victoria! Jadi, jangan mengungkit-ungkitnya lagi.”

Bibir maupun kedua bola mata Yuri membulat sempurna. “Ahh, maafkan aku. Aku tidak tau sama sekali.” Sesalnya sembari menyentuh kedua lengan Kyuhyun, lalu meremasnya pelan. Mencoba memberinya kekuatan.

Kyuhyun hanya mencibir kesal pada Yuri. Ia sama sekali tidak ingin menggubris sahabatnya ini. “Yaa, apa kau mencoba mengabaikanku, huh?” tanya Yuri sedikit kesal dan tak percaya melihat sikap Kyuhyun. “Cho Kyuhyun-ssi, kau tidak bisa mengabaikanku begitu saja. Yaa! Mana boleh kau mengabaikanku, huh?” protesnya, sedangkan Kyuhyun mengalihkan pandangannya menatap kearah lain.

Kedua tangan Yuri menyentuh wajah Kyuhyun dengan lembut, mencoba mengalihkan pandangan Kyuhyun padanya. “Kyuhyun-ah!” panggilnya sedikit manja, tetapi tetap saja pandangan Kyuhyun tak teralihkan sedikitpun. Yuri sedikit berjinjit untuk menyamai tinggi Kyuhyun, walau hasilnya tidak mungkin. Tetap saja Kyuhyun tak menggubrisnya sama sekali, membuat Yuri lama-lama menjadi geram sendiri. Yuri sedikit cemberut saat Kyuhyun tak kunjung memaafkannya, namun perhatiannya seketika berhenti dibibir pria itu. Yuri menelan air liurnya dengan susah payah.

Merah dan menggoda.

Itulah yang ada dipikiran Yuri saat ini, dengan tatapan bodohnya ia menatap bibir Kyuhyun dengan begitu lama. “Y-ya!” panggil Yuri sedikit melantur. “K-au… apa kau ingin berciuman dengan noona mu ini?” tanyanya dengan bodoh dan polos tanpa ada niatan sedikitpun untuk mengalihkan perhatiannya.

Kening Kyuhyun mengernyit lalu menatap Yuri dengan tatapan tak mengerti, namun ia dapat melihat dengan jelas raut wajah sahabatnya itu yang sedang mendamba. “Noona akan bersikap baik padamu. Noona akan menuruti keinginanmu mulai saat ini. Noona juga akan melupakan kejadian saat ini. Ja-jadi, izinkan aku melakukannya sekali ini saja, ya?” pinta Yuri dengan tergesa-gesa dan mendamba.

Mwoyaa?” sahut Kyuhyun yang mulai merasa takut pada Yuri saat ini. Ia mulai menjauhkan tubuhnya dari gadis itu, namun Yuri lebih dulu mendekap tubuh Kyuhyun dengan erat. “Yaa, yaa, yaa! Sadarlah!” panik Kyuhyun sembari mencoba melepaskan dirinya sendiri.

“Biarkan aku melakukannya sekali saja.” Pinta Yuri dengan tatapan memohonnya.

A-ani! Andwae! Sirheo!” tolak Kyuhyun lalu dengan sekali gerakan cepat ia dapat membebaskan dirinya dari dekapan Yuri.

“Yaa!” seru Yuri tak terima dan ikut berlari saat melihat Kyuhyun sudah mulai menjauh darinya.

“Aku masih ingin hidup lebih lama lagi. Aku tidak ingin menerima pukulanmu saat kau sadar nanti!” sahut Kyuhyun sembari berlari keluar rumah untuk menghindari Yuri.

“YAA, Cho Kyuhyun, berhenti kauu!”

 

***

 

 

Menurutmu, hal apa yang akan membuat kita menjauh sebelum berpisah?

 

Suasana senja dihari itu membuat hati seseorang menjadi tentram, melihat perpaduan warna kuning-oranye melebur hampir menjadi satu warna. Yuri berjalan diantara rak-rak buku besar, sembari mencari-cari buku yang dibutuhkannya. Diikuti langkah seseorang dibelakangnya, Im YoonA, tak jauh berbeda seperti Yuri.

“Lalu,” jedanya dengan tatapan serius namun tidak memalingkan wajahnya itu pada tatanan rapih buku. “Hanya itu saja yang terjadi antara kau dan Eunhyuk kemarin?” lanjutnya.

“Hm.” Sahut Yuri sembari menganggukkan kepalanya pelan, ia lalu mengambil salah satu buku Psikologi yang tidak terlalu tebal isinya.

“Dan Eunhyuk tak menghubungimu lagi sejak saat itu?” tanya YoonA lagi. Temannya ini benar-benar sangat penasaran dengan hal yang diceritakan Yuri padanya.

“Seperti yang ku katakan, Im YoonA. Tolong, jangan tanyakan lagi karena kau sudah tau jawabannya.” Tegas Yuri.

YoonA hanya menyunggingkan senyumnya sembari menatap Yuri. Ia terkekeh pelan. “Maaf, hanya ingin memastikannya saja.”

Yuri hanya diam, ia cukup serius membaca isi buku ditangannya. “Oh ya, dimana Kyuhyun? Aku sudah tidak melihatnya sejak makan siang tadi.” Pertanyaan YoonA seakan membuat Yuri sedikit tersadar selama beberapa saat, ia lalu kembali menenggelamkan dirinya pada isi buku tersebut. Temannya itu seolah-olah mencari-cari sosok yang dimaksudnya, tetapi tidak menemukannya sama sekali disekitar perpustakaan.

YoonA menatap Yuri dengan tatapan menyelidik. “Kalian sedang tidak bertengkarkan?” tanya YoonA penasaran.

“Berhentilah bertingkah seperti itu, Im YoonA.” Pinta Yuri mulai merasa jengah sikap sahabatnya ini yang terlalu ingin tahu segala sesuatu hal tentang dirinya.

“Jadi, dimana Kyuhyun?” ulang YoonA, masih bersikeras.

Yuri menghela napas kasar sebelum memalingkan wajahnya dan menatap YoonA. “Dia pergi, ada urusan. Sudah puas?”

“Urusan apa? Tumben sekali, kau tidak pergi dengannya. Bukankah kau selalu berada di dekatnya selama ini? Apa kalian benar-benar sedang bertengkar?” tanyanya beruntun.

Yuri mulai merasa geram sekali. Sepertinya temannya yang satu ini suka sekali melihat dirinya dan Kyuhyun bertengkar. “Kami tidak bertengkar, sama sekali tidak. Aku tidak mengerti, kenapa kau sepertinya senang sekali jika kami berdua bertengkar?” balas Yuri mencoba tenang, tetapi suaranya sangatlah tegas dan dalam. Yuri menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

“Ti-dak, bukan begitu…” balas YoonA sedikit gugup. “A-apa maksudmu, Yuri-ya? A-aku hanya khawatir saja padamu. A-aku ta-kut jika Kyuhyun melakukan hal ya-ng menyakitimu…” lanjutnya sedikit gelagapan dan menyentuh bagian tengkuk lehernya. Yuri hanya menatapnya datar.

“Aku sudah selesai. Apa kau ingin meminjam buku atau tidak?” tanya Yuri lalu berjalan begitu saja, melewati YoonA.

“Y-ya! Tunggu!” pinta YoonA sembari menyusul Yuri yang telah berada di depannya.

 

***

 

Seorang lelaki tengah berjalan menuju mobilnya diparkir, langkah kakinya cukup cepat dengan salah satu tangan yang sedang memegang ponsel, menekan angka dial 9, lalu menghubungi seseorang. Butuh tiga kali nada sambungan terdengar sebelum panggilan tersebut diangkat disebrang sana.

“Halo, aku baru selesai latihan. Kau dimana? Ingin makan malam bersama ku?” kata-kata itu lebih dulu terdengar sebelum seseorang disebrang sana mengucapkan satu patah katapun.

“Tidak.” Sahut Yuri singkat, diam-diam ia melipat salah satu tangannya di depan dada.

Waee?” tanya Kyuhyun tak percaya, langkahnya terhenti sesaat saat ia sudah disamping mobilnya. Ia lalu kembali tersadar dan membuka pintu mobil kemudi lalu masuk.

“Hanya… tidak saja.” Balas Yuri cuek. Ia terlalu malas menyahuti perkataan Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun memasangkan earphone ke telinganya, lalu menaruh ponselnya dikursi sebelah dengan cuek. Ada yang harus lebih diperhatikan baginya, ketimbang harus memikirkan dimana ia harus meletakkan ponselnya. “Kenapa kau marah padaku?” tanyanya, sembari mengernyitkan kening dan mencoba mengingat-ingat kejadian hari ini. Suara mesin mobil mulai terdengar, dan Kyuhyun segera melajukannya dengan kecepatan sedang.

“Tidak.” Sahut Yuri lagi. Ia mengambil ice cappucino pesanannya lalu berjalan menjauhi kasir dan mulai duduk disudut ruangan.

“Lalu?” tuntut Kyuhyun, ia ingin mendengar lebih dari Yuri.

“Hanya…” jeda Yuri sesaat, ia menyeruput minumannya, dan merasakan sensasi dingin di dalam mulutnya. “Tidak ada.” Lanjutnya lagi, datar.

Kyuhyun mendecak kesal. “Apa kau sedang di kedai kopi saat ini?” tebaknya, walau ia tahu sekali bahwa itu memang kenyataannya. Pertama, Kyuhyun tau kebiasaan Yuri. Tepat pukul 17.10 KST, Yuri suka sekali memampirkan dirinya untuk menikmati secangkir kopi hangat atau dingin. Kedua, ketika Yuri sedang menikmati kopinya, ia tidak ingin banyak bicara terlebih jika ia sedang merasakan bad mood. Ketiga, sekalipun sahabatnya itu bersikap dingin kepadanya, tetapi Kyuhyun tau bahwa Yuri memiliki hati yang hangat. Dan keempat, semuanya itu benar.

“Tidak. Aku sedang berjalan pulang.” Sahutnya cuek. Tentu saja ia sedang berbohong.

“Ingin aku antar?” tawar Kyuhyun tulus.

“Tidak.” Tolaknya cuek.

“Ingin aku temani?” tawarnya lagi, tanpa sadar seulas senyum tersungging diwajah Kyuhyun.

Kedua alis Yuri sedikit terangkat. “Hm?” gumamnya pelan.

“Sepuluh menit lagi aku tiba disana.” Balas Kyuhyun sembari menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya.

Tubuh Yuri seketika menjadi tegap. “Ti—dak usah! Aku sebentar lagi pulang!” sontaknya tanpa sadar.

Senyum Kyuhyun semakin melebar saat mendengar pengakuan Yuri tanpa sadar. “Jadi, kau masih di kedai?”

Yuri menahan napas sesaat dan mengerang pelan. Sial!

“Baiklah, tidak ada penolakan. Aku akan menemuimu sepuluh menit lagi, dan setelah itu kita makan malam bersama.” Putus Kyuhyun tegas namun tetap santai. Seolah tidak mau dibantah perkataannya, sambunganpun terputus bahkan sebelum Yuri sempat membuka mulut sekalipun.

Yuri hanya menghela napas pasrah, sedangkan seseorang disebrang sana tersenyum bahagia. Seolah seluruh energinya telah terisi kembali dan siap menghadapi apapun.

 

20 menit telah berlalu, tetapi Kyuhyun masih belum juga menampakkan batang hidungnya disekitaran kafe. Yuri baru saja hendak ingin pergi meninggalkan tempat itu karena bosan menunggu. Ingin sekali rasanya kakinya melangkah, namun juga terasa berat. Seolah hatinya membisikkan sesuatu hal yang tak terduga akan terjadi, Yuri mulai merasakan cemas tanpa sebab.

Berat, dan sangat bertentangan dengan apa yang ada dipikirannya, ia memilih berdiri dan melangkah pergi. Baru saja ia bangkit berdiri dan membalikkan tubuhnya, seseorang telah berdiri tak jauh darinya. Menunggu dan menatap Yuri dengan ragu.

Dan seolah dunia terasa berhenti berputar disekeliling Yuri, seolah jiwa dan raganya tak lagi bersama, seolah ia tidak memiliki kekuatan untuk menopang beban tubuhnya, seolah ingin sekali lagi. Hanya sekali lagi, berada dalam dekapan orang dihadapannya kini.

“Yu-ri.” Sapanya sedikit kaku dan ramah.

“Op-pa…” sahut Yuri sangat pelan, hampir tak terdengar.

Oh Seunghwan melangkahkan kakinya untuk lebih dekat dengan gadis itu. Gadis yang selama ini diam-diam ia rindukan. “Bagaimana kabarmu? Bisakah kau meluangkan waktumu sebentar?” ucapnya, membuka obrolan dan memecahkan keheningan.

Yuri diam membisu. Lidahnya terlalu kelu untuk mengucapkan sepatah katapun. Tanpa menunggu jawaban Yuri lebih lama lagi, Oh Seunghwan duduk dikursi meja tempatnya tadi. Detik berikutnya Yuri mulai tersadar, ia berdeham pelan. Lalu, kembali duduk dikursinya.

“Sudah lama tidak bertemu denganmu, Yuri-ssi. Bagaimana kabarmu? Apakah harimu menyenangkan setiap saatnya?” tanya Seunghwan lembut dan hangat.

Entah Yuri harus berkata apa saat ini, perasaannya terlalu sulit dimengerti olehnya sendiri. “Aku baik. Kau sendiri?” balas Yuri pada akhirnya.

Seulas senyum tersungging diwajah Oh Seunghwan. “Aku turut senang mendengarnya. Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Apa yang sedang kau lakukan disini? Apa kau sedang menunggu seseorang?”

Yuri mengangguk sekali. “Hanya minum kopi, dan menunggu seseorang.” Jangan tanya kenapa Yuri tidak ingin mengatakan bahwa seseorang yang dimaksud olehnya adalah Kyuhyun, entah mengapa rasanya menyebut nama sahabatnya itu dalam situasi seperti ini seperti menarik orang itu dalam lingkaran masalahnya.

“Apakah itu Cho Kyuhyun?”tebak Oh Seunghwan dengan mudah. Ada nada tidak suka dalam suaranya saat mengatakannya.

Yuri menatap laki-laki dihadapannya kini dengan tatapan tajam dan penuh perhatian, seolah ia bisa saja menyerang lelaki itu kapan saja. “Kau tidak perlu memikirkannya.” Sahut Yuri sedikit dingin.

“Tetapi aku tidak suka kau selalu bersamanya setiap saat.” Balas Seunghwan jujur. Tatapannya lurus dan tajam menatap Yuri, ia berharap gadis itu bisa menangkap sinyal kejujuran yang diberikan kepadanya.

“Apa maksud perkataanmu barusan?” tanya Yuri tegas dan dalam sembari memicingkan kedua matanya. “Kau…” jedanya, pikiran yang tidak-tidak mulai merasukinya. “Apa kau selama ini selalu memerhatikan dan mengawasi setiap gerak-gerikku?” tanyanya tak suka.

“Tentu saja.” Jawab Seunghwan tegas. “Apa kau pikir aku tidak pernah memikirkanmu dan tak peduli padamu, huh? Aku mungkin memang tak pernah memunculkan diriku dihadapanmu, tetapi bukan berarti aku tidak mengawasimu sama sekali. Aku selalu saja memerhatikan dirimu, Sayang. Hanya saja karena kesibukanku, aku memang tidak memiliki waktu luang untukmu. Tetapi, aku selalu saja mencoba segala cara agar tetap bersamamu. Memastikan dirimu, bahwa kau baik-baik saja.” Jelas Seunghwan tak mau kalah. Ia ingin sekali mematahkan pikiran buruk Yuri tentangnya. Sekalipun, ia harus menggunakan cara yang salah, ia ingin kembali bersama Yuri.

Yuri diam tak percaya mendengarnya. Hatinya kembali mulai tersentuh dengan semua perkataan Seunghwan padanya. Dan ingin sekali, ia kembali lagi bersama lelaki itu. Tetapi…

Sebuah getaran ponsel membuyarkan lamunannya, dan nama seseorang tertera disana. Cho Kyuhyun calling. Selama beberapa saat Yuri mengerjap-kerjapkan matanya, mencoba menjernihkan pikirannya kembali. Ia meraih ponselnya, namun sebuah tangan menyentuh tangannya dengan hangat.

“Jangan diangkat. Saat ini, kau sedang bersamaku.” Pinta dan peringatan itu terdengar rancu ditelinga Yuri, seolah ditelingannya justru terdengar seperti kata perintah.

Yuri terdiam selama beberapa saat, ia kembali mengerjapkan kedua matanya. Dan melepaskan tangannya dari sentuhan laki-laki itu. Dengan angkuh dan cuek, Yuri menekan tombol hijau lalu mendekatkan ponselnya ke telinga.

“Haii, kau dimana sekarang? Oh, mari kita bertemu ditempat biasa. Aku akan segera kesana sekarang.” Ucap Yuri mencoba santai dan tenang, walau ia tak memberi atau mencoba mendengarkan apa yang ingin Kyuhyun sampaikan, ia berharap sahabatnya itu dapat mengerti dan memahaminya dalam situasi seperti ini. Sambunganpun terputus. Yuri kembali fokus pada seseorang dihadapannya kini.

Senyum ramah tersungging diwajahnya. “Maaf Tuan, sepertinya saat ini aku cukup sibuk. Aku harus pergi.” Ucap Yuri sopan. Ia lalu bangkit berdiri, lalu mengambil tasnya.

“Benarkah? Tetapi, kita belum membicarakan hal yang sangat serius.”

Yuri kembali menatap Oh Seunghwan dengan sabar. “Kau tahu kan, aku mencintaimu seperti apa? Kau tahu kan, dirimu selalu menjadi prioritasku. Kau tahu kan, aku selalu bahagia saat bersamamu. Kau tahu kan, aku sudah cukup sabar untuk menunggumu. Kau tahu kan, aku berjuang seorang diri dalam hubungan ini. Kau tahu kan, bukan aku yang kau cintai. Kau tahu kan, bagimu aku hanyalah sebuah mainan. Kau tahu kan, aku selalu melakukan yang terbaik untukmu. Dan kau tahu kan, bagaimana perasaanku selama ini? Tetapi, semua itu hanyalah masa lalu. Sekarang sudah tidak lagi. Sekarang ini, kita telah memilih jalannya masing-masing. Sekarang ini, kita telah menjadi orang asing bagi satu sama lain.

Jadi, aku mohon padamu, Oh Seunghwan. Bebaskanlah aku. Biarkan aku pergi kali ini. Biarkan aku menjadi seperti apa yang aku inginkan. Biarkan aku bersama dengan seseorang yang telah ku pilih nantinya. Karena bersamamu saat ini adalah menyakitkan, maka dari itu kita tidak lagi bersama. Sekalipun aku akan bertahan lagi nantinya, hanya aku sendiri yang akan terluka. Maka dari itu, biarkan aku bahagia. Karena aku juga ingin merasakan kebahagiaan tanpamu. Aku ingin melangkahkan kedua kaki-ku dengan ringan tanpa beban, tanpa harus berada dalam bayang-bayangmu lagi. Kali ini, aku mohon padamu, hanya permintaan kecil. Jadi kau bisa melakukannya, bukan?” tutur Yuri pelan tetapi tegas, lalu ia mengedipkan salah satu matanya pada laki-laki dihadapannya dengan penuh percaya diri.

Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Yuri melangkahkan kedua kakinya tanpa beban dan penuh percaya diri dengan senyum bercahaya diwajahnya, meninggal seorang Oh Seunghwan—yang dulu menurutnya sangat berarti baginya—dibelakang sana. Lelaki itu menghela napas panjang dan berat.

Tidak ada yang dapat ia lakukan saat ini, sepertinya kali ini penilaiannya telah salah. Dan saat ini, ia tidak ingin melakukan apapun untuk mendapatkan Yuri kembali disisinya. Tidak, tidak sama sekali. Gadis itu berkata sebenarnya, jadi untuk apa ia melakukan hal bodoh lainnya?

 

***

 

Kyuhyun menatap layar ponsel miliknya dengan harap-harap cemas. Sesekali ia juga menatap jam ditangannya, lalu menatap pintu, kemudian ia kembali fokus lagi pada layar hitam ponselnya. Sudah hampir satu jam ia berada diatap gedung apartementnya, tetapi Yuri belum juga tiba disini.

Dari yang ia tahu dan tangkap maksud ucapan Yuri adalah gadis itu dalam situasi sulit dimana ia tak ingin mengungkapkannya secara terang-terangan. “Lima menit lagi kau tak muncul juga, aku akan pergi mencarimu dan menemukanmu.” Gumamnya cemas, sembari memainkan ponselnya seolah kipas kertas ditangannya.

“Sebaiknya kau cepat datang sebelum aku melakukan hal yang tidak-tidak.” Gumamnya lagi. “Aishh!” desahnya tak karuan sembari berjalan kesana-kemari. “Yuri-ya, kau dimana? Cepat kabari aku.” Frustasinya.

Tepat lima menit kemudian, seorang gadis muncul dihadapannya. Selama beberapa saat, semua rasa khawatir dihatinya hilang tak berbekas. Kyuhyun berjalan cepat menghampiri Yuri, ia menatap intens pada sahabatnya itu.

“Apa kau tau berapa lama aku menunggu?” tanya Kyuhyun dengan nada menggebu.

“Hm?” sahut Yuri dengan tatapan bingung dan kening berkerut.

“Apa kau tau seberapa khawatirnya aku?” tanya Kyuhyun lagi.

“A-apa?” tanya Yuri dengan polosnya.

“Kau, benar-benar!” seru Kyuhyun lalu detik berikutnya, ia tidak lagi dapat menahan dirinya. Kyuhyun menarik Yuri dalam pelukannya. Pelukan hangat dan erat. Sebuah pelukan yang dapat menenangkan perasaan keduanya, namun tidak dengan detak jantungnya.

Tanpa sadar, Yuri membalas pelukan Kyuhyun. Sebuah senyum dan perasaan hangat menjalar ditubuh Yuri, membuatnya tenang dan menikmati setiap detiknya. “Maafkan aku, kau pasti mengkhawatirkanku tadi.”

“Dilain waktu, maukah kau mengatakan hal sejujurnya padaku? Daripada kau mengatakan, ‘jangan datang menghampiriku’, tidakkah kau lebih baik mengatakan ‘maukah kau membantuku’. Mintalah bantuanku saat kau sedang merasa sulit, Kwon Yuri, aku akan berusaha membantumu semampuku.” Bisik Kyuhyun lembut.

Yuri menganggukkan kepalanya pelan. “Aku akan mencobanya.” Sahutnya lembut.

Detik berikutnya pelukan itu telah berakhir, dan keduanya merasa sedikit kaku. “Ayo duduk!” ajak Kyuhyun canggung sembari mempersilahkan Yuri. Sedangkan gadis itu hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu berjalan lebih dulu menghampiri sofa.

 

—To Be Continued—

 

Haii, Selamat Pagii semuaaa~

HAPPY MONDAY yaa!

Selamat beraktifitas untuk hari ini ^^

Maaf baru update lagii baru balik nulis soalnya hehe

Omong-omong ada Part 9 A? Maksudnya apa nih? Ada B nya nanti?

Iya, iyaa, ada yang B tapi khusus untuk 21+ yaa jadi siap-siap aja passwordnya hoho. Tapi, ngga ngaruh sama sekali dipart B itu sama lanjutan part 10 nanti. Jadi, bagi yang masih dibawah umur tetap bisa baca dan menikmati ceritanya xoxo

Keep RCL (Read, Comment(s), and Like(s)) yaa!

Terima kasih banyak chingudeul🙂

43 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 9 A]

  1. yura eonni ini part 9 dipecah ya?

    yaampun yuri disuruh dating sama hyukjae tpi sikap yuri dingin bgt,cuek.
    kasian deh hyukjae kebingungan sendiri.

    itu kyuhyun sebegitu khawatirnya ama yuri sampe posisi tidurnya kaya ikan kehabisan air.
    trus omo-omo itu apa?
    kyuhyun bayangin bibir yuri.dan yuri pun juga.
    oh tidak,kirain aku disini kyu bkal sadar sebenernya perasaan nya tu cinta sama yuri dan yuri pun begitu.

    tpi gpp akhirnya yuri bisa lepas dari ahjussi dan menata hidupnya kembali.
    dan ahjussi itupun mau merelakan(?)yuri.

    nah eonni aku mau bocking kalo next part di protect aku minta kirimin ke email ini daphneejeanne@gmail.com boleh gak?
    aki gk punya email eonni,aku cuma punya twitter,tpi di twitter tkut gk eonni bles😥

    ditunggu nextpart dan lanjutan ff yg satu lgi.
    gumawo.

  2. ini part 9 dipecah ya?

    yaampun yuri disuruh dating sama hyukjae tpi sikap yuri dingin bgt,cuek.
    kasian deh hyukjae kebingungan sendiri.

    itu kyuhyun sebegitu khawatirnya ama yuri sampe posisi tidurnya kaya ikan kehabisan air.
    trus omo-omo itu apa?
    kyuhyun bayangin bibir yuri.dan yuri pun juga.
    oh tidak,kirain aku disini kyu bkal sadar sebenernya perasaan nya tu cinta sama yuri dan yuri pun begitu.

    tpi gpp akhirnya yuri bisa lepas dari ahjussi dan menata hidupnya kembali.
    dan ahjussi itupun mau merelakan(?)yuri.

    nah eonni aku mau bocking kalo next part di protect aku minta kirimin ke email ini daphneejeanne@gmail.com boleh gak?
    aki gk punya email eonni,aku cuma punya twitter,tpi di twitter tkut gk eonni bles😥

    ditunggu nextpart dan lanjutan ff yg satu lgi.
    gumawo.

  3. mereka ini bner2 kyk pcaran bukn sahabatn .. untng aj yuri udh move on dri si ahjussii gendut itu .. harus happy ending ya eon🙂 ..hwaiting ..

  4. makin greget bacanya >_< gaya tulisannya kerenn!!
    chap 9B yadongan ya?? hehe entar bagi pw ya eonni😀

  5. wowowooo yuri di boongin sama temen-temennya wkwk tebakan kyuhyun benerkan, yiri sih gk percaya
    kyuhyun belum peka sama perasaan yuri -_- yg di cintai yuri itu lo kyuuu .. hihh greget
    aih kencan buta nya sama eunhyuk .. eunhyuk penasaran banget sama perubahan sikap yuri yg ngejauh
    otak yadong nya kyuhyun nular ke yuri wkwk nyosor aja itu yuri juga
    itu yoona kenapa gugup ?? aneh
    nungguin kyuhyun malah ketemunya sama oh seunghwan -_- seunghwan gk tau malu .. udah ninggalin tapi masih pengen yuri jadi miliknya lagi .. untung yuri udah ngejelasin perasaannya yg sebenernya .. jadi seunghwan gk berharap lagi
    kyuhyun khawatir amat sampe meluk gitu wkwk

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  6. eonnni maaf aku baru bisa baca ff mu stelah tugas kuliah yg menumpuk >.< akhirnyaaaa….. kyuhyuunnoppaaa kenapa gak diciummm yul eonniii nyaaa ah gak gentle nih #plak suka sam skinship di siniiiiii hmmm jadi baper dehhhh waaah adaaa nc nyaa ya eonni aku mau aku mau #plak #plak #abaikan , lanjut eonni fighting🙂

  7. Ahh sbel bngett sm si oh ssunghwan ituh.. Ihh dsr ahjussi.. Udh tau hub. Udh brakhir msih ajah ngjar yuleonn😒
    Kyuhyun sring cmas gituh, hahaha aplgi kyuhyun tau klo yuleonn ktemu sm seunghwan..
    Pko’a nice eonnii😉

  8. Euni kpn kyuri brsatu nya pdahal kyu udah pts sma vic tinggal seohyong…..next nys jgn lma y euni smoga next part kyuri udh brsatu…😀😀

  9. Seneeeeng bgt akhirnya eonni publish juga🙂
    suka bgt sma KyuRi moment + pnjelasan Yuleon sma ajusshi itu😀 Haha.. Akhirnya itu ajusshi sadar klw my yul SUDAH TIDAK MENGINGINKANNYA LAGI😀
    nextnya ditunggu bgt eon…
    Udh gk sbar nunggu KyuRi moment.. Hhihi…
    Keep writing N fighting ^^
    Oiya eon, q mnta pwnya lewat email ya.. Ini email q widyexonelove8994@gmail.com

  10. Adu G sabar buat baca next chapter.x penasaran weh..:-(:-| oh seunghwan jngan brani” loe ganggu Baby Yul lgi;->:-@ kpan KyuRi jdian sich udha so sweet gtu jga..!!:-*:-) autor-nim klw di protec minta pw.x yha.. Aku udha 19+ koq email : Raniaamahoru@gmail.com

  11. huwaaa astaga mereka udah ketemu aja, semoga yuri gak goyah. kok aku ngakak yah liat tigkahnya yuri, wkwkw.ayolah kyuhyun dia belom dapat ilham juga bahwa sebenernya dia lope lope sama yuri. ditunggu next part nya thor, semangat!!!

  12. Unnnieeeee miane aku telat baca huhuhuhu😥 pelajaran nyita waktu baca ff semangatt unnnieeeee buat ff nya hehehe love part ini yul nolakoh seunghwan nextttttt♡♡♡♡♡

  13. Kyaaaa kyuri so sweettt. Seunghwan ngapain lg sih ganggu yuri???? Udah sono ke laut aje 😂 Itu mereka kyuri moment nya bentar lg tp tbc oleh authornya 😒😂 duhh gak sabar nunggu part selanjutnya… kapan yg nc nya thor?? #plak 😂😂😝

  14. Tambah keren thoor!! Jadi yuri lagi jatuh cinta? Sana siapa? Sama kyuhyun kah? Omoo penarasan sama lanjutannya, ditunggu lanjutannya author, jangan kelamaan yaa. Fighting!!

  15. Akhirnya muncul juga lanjutannya
    Greget juga lihat yuri n kyuhyun yg gak jelas2 sayangnya sbg sahabat tp berlebihan sprt kekasih

    Lalu knp part b dipasword emang apa yg terjadi dg yuri…
    Smg baik2 aja

  16. Hai, unni. Slam knal😀 izin bca ff nya.
    Lupa klo aku udah ninggalin jejak ato engga. Soalnya kdang2 comentnya ga masuk2
    dan untuk part ini, knpa kyu gk jdian aja si sma yurinya , kpan unni mreka brsma ? D tunggu klanjutannya ya, fighthing😀

  17. Menarik! Aku selalu suka dengan pasangan ini. Btw, salam kenal ku ijin baca ya eon hehe

    Yuri dan kyuhyun cepat jadian yaa huhu jangan lama22 ku gregetan jadinya:””

  18. Next eonni , kenapa kyuhyun gk sadar2 sih kalo dia itu sebenarnya cinta sama yuri .. Dan yuri kenapa masih ada perasaan sama aboji itu ( oh seunghwan )_- gk cocok banget…. Yaudahlah , aku tunggu kelanjutannya eoni secepatnya . Salam kenal eon , aku reader baru ..

  19. Eun kpn ff ini dilnjut udah 1 blan lbih a pnsaran gmna klajutan hbngan kyuri…..smoga cpat” update….miss u eunnnn…😉

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s