3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 6]


3 Ways To Get You, 1 Way To... 1 (800 x 800)

3 Ways to Get You, 1 Ways to…  What?

Main Cast : Cho KyuHyun

Kwon Yuri

Support Cast: SNSD and Super Junior’s members

Pg: 17+ || NC

Genre : Fluff, angst, and romance

Art: Kwon Yura

Disclaimer: All of the strory is my Mine, Own, and Pure belong to me. Do no to Copy-Paste / Plagiat / Take Out.

I don’t ever permit you. And happy reading all🙂

Listening to : Lee Hyun (8Eight) – My Heartache | Cho Kyuhyun – A Million Pieces

Life without knowing how precious you’re and it’s my mistake for not making you love me as much as I wanted you to.”— © Kwon Yura.

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All right reserverd © Kwon Yura, 2016.

Part 6

 

Three years later…

Yuri tersenyum pada semua kru yang tengah menunggunya dengan sabar sembari membungkukkan sedikit tubuhnya. “Maaf, aku terlambat.” Sesalnya sembari memberi hormat pada kru-kru yang berada ditempat itu.

“Ah, Adrine! Tidak apa-apa, ayo cepat ganti pakaianmu.” Ucap ramah dan sopan salah satu fotografer terkenal di Amerika Serikat saat ini. Danny Jo, salah satu fotografer yang berasal dari negara Korea Selatan, cukup dekat dengan Yuri karena mereka sama-sama berasal dari negara yang sama. Yuri—tidak, lebih tepatnya Adrine Kwon—mematuhi ucapan Danny barusan. Yuri juga telah mengganti namanya menjadi nama Internasional, serta merubah profesinya menjadi seorang model. Ia mengganti pakaiannya dengan yang sudah disiapkan. Beberapa menit kemudian, ia telah siap untuk melakukan pemotrettan.

Kabarnya hari ini ia akan melakukan beberapa sesi pemotrettan dengan salah satu artis terkenal dibelahan dunia. Tetapi, sampai sekarang belum ada yang memberitahukan dirinya siapa artis tersebut. Entah pria atau wanita, seakan mereka semua enggan untuk memberitahukannya dan lebih memilih menutup mulut mereka baik-baik. Yuri kini memakai dress pink diatas lutut dengan bagian atas menutupi kedua bahunya, serta hiasan kalung, gelang ataupun cincin yang menghiasi dirinya dan membuatnya semakin terlihat lebih cantik. Jujur, ia tidak begitu menyukai pakaian terlalu minim dan terbuka hingga menampakkan beberapa bagian tubuhnya. “Kau sudah siap?” tanya Danny dengan senyum ramah diwajahnya sembari menatap Yuri dengan tatapan takjub.

“Tentu.” Jawab Yuri dengan yakin.

“Kalau begitu,” jedanya lalu menatap ke arah lain sembari mencari-cari sosok yang ia cari. “Marcus, lebih baik kau masuk sekarang!” titah Danny pada seseorang, sedangkan Yuri masih sibuk  merapikan pakaiannya sekali lagi. Ia tidak ingin terjadi ketidaksempurnaan sedikitpun saat pemoterettan nanti. Seorang laki-laki masuk ke dalam ruangan itu dan berdiri tepat disamping Yuri. “Adrine, kau siap?” tanya Danny sekali lagi untuk meyakinkan. Yuri mengangguk pelan tanpa merasa terganggu sama sekali kehadiran laki-laki disampingnya kini. “Baiklah, Marcus coba lebih dekat lagi dengan Adrine. Karena tema hari ini adalah pra-wedding, jadi kalian harus bersikap layaknya pasangan. Mengerti?” jelas Danny dalam bahasa Inggrisnya.

“Eh, pra-wedding?” gumam Yuri tidak percaya. Bukankah seharusnya tema pemotrettan hari ini adalah sepasang kekasih yang elegan dan bahagia? Batinnya. Sebuah tangan melingkari pinggulnya dengan posesif, lalu tangan satunya lagi menggenggam tangannya dengan erat sembari mengarahkan ke atas, menaruh tangan Yuri dibahu pria tersebut. Wajah Yuri sedikit menunjukkan keterkejutan dan polos. Tetapi tidak membuat hasil jepretan fotografer itu menjadi buruk, justru membuahkan hasil yang benar-benar bagus. Seulas senyum puas tersungging diwajah fotografer itu sembari menatap sepasang manusia itu dengan bangga.

“Baik, sekali lagi!” pintanya sembari memberi aba-aba. Kali ini Yuri mencoba menatap rekan kerjanya, tetapi belum sempat ia melirik laki-laki itu. Sebuah kecupan manis mendarat dibibirnya dengan lembut, sedangkan salah satu tangan pria itu memeluk erat tubuhnya, dan yang satunya lagi mengangkat dagu Yuri ke atas, membuatnya sedikit berjengit. “Bravo, Marcus! Itu benar-benar bagus sekali!” puji Danny bangga, sedangkan seseorang yang bernama Marcus itu masih belum puas dengan apa yang ia perbuat pada gadis dalam dekapannya kini.

“Kau cari mati ya? Pergi meninggalkanku begitu saja.” bisik laki-laki itu pelan tepat ditelinga Yuri, membuat bulu kuduk gadis itu sedikit meremang dan merasakan sensasi aneh saat pria itu melakukannya.

Tunggu, suara ini? Batin Yuri, berharap ia kembali salah menilai seseorang seperti 3 tahun yang lalu. Yuri mencoba melepaskan dirinya dan menatap laki-laki yang berani-beraninya mencium sembarangan bibirnya itu.  “Kau!” pekik Yuri hampir tidak percaya pada kedua matanya saat mendapati laki-laki tidak asing baginya, saat ini berdiri dihadapannya.

“Iya, ini aku, Cho KyuHyun.” Balas laki-laki itu santai.

“Apa kalian telah lama saling mengenal?” tanya Danny dengan bahasa Inggris sembari menatap kedua model itu dengan menaikkan salah satu alisnya.

“Tidak!”

“Iya!”

Jawab mereka berdua secara bersamaan. Yuri menatap KyuHyun dengan kesal, sedangkan KyuHyun menatap Yuri dengan lembut dan penuh kasih. “Maaf, tapi anggap saja kita tidak pernah saling kenal.” Titah Yuri dengan dingin dan tegas.

“Maafkan aku nona, tetapi sepertinya kita saling mengenali satu sama lain.” tolak KyuHyun halus dan lembut, sembari menatap Yuri dengan senyum khasnya.

Tidak, tidak, tidak dengan senyum itu. Tegas Yuri dalam hati. Ia lalu memalingkan wajahnya kearah lain dengan kesal.

Well, apakah kita bisa melanjutkan sesi foto ini?” tanya Danny sembari menatap kedua modelnya itu dengan tatapan heran. Seakan atmosfir mereka sepasang suami-istri itu berubah menjadi seorang musuh dan seorang kekasih. Tentu saja, jika seperti ini hasil foto juga tidak akan bagus.

Kedua model itu lalu menatap Danny dan menganggukkan kepalanya dengan pasrah, kecuali KyuHyun. Ia menganggukkan kepalanya dengan antusias dan bersemangat. Sesi pemotrettan pertama itu dilalui oleh keduanya dengan baik. Mereka benar-benar terlihat seperti sepasang calon suami-istri ketimbang kenyataannya. Yuri kembali ke ruang ganti sembari berpikir keras apa yang harus ia lakukan saat ini. Jika KyuHyun hari ini telah berhasil menemukannya, berarti sesuatu yang buruk akan menimpanya saat ini juga. Yuri menghela napas panjang untuk meringankan beban dipundaknya.

Yuri keluar dari ruang ganti dengan pakaian seksi kali ini, lingering. Oh ya Tuhan, mungkin jika dia diberikan pilihan untuk tidak memaikai pakaian terkutuk seperti ini, dengan cepat ia akan memilihnya tanpa pikir panjang. Untuk sementara waktu tubuhnya hanya dilindungi mantel miliknya untuk menutupi lekukan ditubuhnya dari tatapan rakus para lelaki saat itu. KyuHyun telah berada disisinya sejak ia keluar dari ruang ganti, dan pria itu dengan sabar menunggu Yuri keluar. Ia melingkarkan tangannya erat dipinggul Yuri dan sedikit memaksa gadis itu untuk lebih dekat dengannya selama pengarahan Danny berlangsung.

Well, tema mereka kali ini adalah bed scene. Dan itu membuat Yuri sedikit takut dan malu terhadap KyuHyun, ia harus menggoda laki-laki itu terlebih dulu. Setidaknya, seperti itulah pengarahan dari Danny. “Oke, kita mulai! Adrine, fokus!” aba-aba Danny, ia kembali menuju tempatnya berada. Sedangkan Yuri dan KyuHyun mulai menaiki ranjang berbalut selimut beludru tebal berwarna merah maroon elegan.

“Maafkan aku, tapi bolehkah aku melakukannya?” tanya Yuri pelan—hampir tidak terdengar oleh KyuHyun—dengan kedua mata terpejam erat. KyuHyun tahu, gadis itu pasti merasa takut dan malu.

“Tentu saja, kau ingin melakukan apapun padaku-pun, aku terima.” Jawab KyuHyun dengan jahil tetapi sangat menggoda. Sebuah senyum miring khasnya itu tersungging diwajah tampannya. Dalam sekali gerakan cepat, Yuri membuka kedua matanya dan menatap KyuHyun dengan kesal, sedangkan laki-laki itu hanya menahan tawanya agar tidak meledak melihat ekspresi raut wajah Yuri barusan.

Pemotrettan pertama dilakukan dengan Yuri menindih KyuHyun sembari memain-mainkan tangannya di dada bidang KyuHyun, wajahnya menampakkan kenakalan yang menggoda, sedangkan KyuHyun tanpa bisa ia kendalikan menatap Yuri dengan senyum polos serta tulusnya. Entah mengapa, scene kali ini benar-benar membuatnya senang. Ditambah lagi, ia tidak mungkin mendapatkan kesempatan seperti ini lagi kalau Yuri sudah kembali ke sifat aslinya.

Pemotrettan kedua dilakukan dengan KyuHyun yang kini menindih Yuri sembari menatap gadis itu dengan tatapan menggoda, sedangkan Yuri menatap KyuHyun dengan polos.

Pemotrettan ketiga dilakukan dengan KyuHyun memeluk tubuh Yuri dari belakang ketika gadis itu tengah tertidur sembari menatap ke arah kamera dengan tatapan puas dan posesif terhadap gadis didalam dekapannya kini. Salah satu tangannya menggenggam gelas berleher jenjang berisikan wine, sedangkan yang satunya lagi menopang dagu. Selimut beludru berwarna merah yang telah diganti, menambah kesan sensual pada kedua model itu.

Pemotrettan keempat dilakukan lagi oleh KyuHyun, kali ini mencium salah satu pipi Yuri yang tengah tertidur pulas dengan lembut dan penuh kasih. Tetapi tetap menggambarkan kepuasan tersendiri dalam raut wajah maupun sikapnya.

Pemotrettan kelima dilakukan kembali oleh KyuHyun, kali ini ia membisikkan sesuatu ke telinga Yuri, membuat gadis itu merasakan tubuhnya seperti tersengat listrik beraliran rendah. “Aku mencintaimu, Kwon Yuri.” bisik KyuHyun lembut. Baik, jika saja bukan karena mereka sedang bekerja saat ini dan lagi harus melakukan beberapa skinship seperti ini, mungkin Yuri sudah menghantam wajah KyuHyun dan meninggalkan laki-laki itu begitu saja. Bagaimana bisa ia mengatakan kalimat terkutuk itu dengan mudahnya? Geram Yuri dalam hati. Walau dirinya benar-benar kesal dibuat oleh KyuHyun, tetapi ia tetap menunjukkan senyum termanisnya dalam foto.

Pemotrettan keenam—foto terakhir bed scene sebelum berganti sesi foto selanjutnya—dilakukan oleh Yuri, gadis itu bangun dari tidurnya dan mencium bibir KyuHyun dengan posisi setengah telungkup dan salah satu tangannya menyentuh dagu KyuHyun, satunya lagi menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Tentu saja hal itu membuat KyuHyun sedikit terkejut namun menikmati ciuman Yuri tersebut.

Setelah mereka melakukan berbagai skinship bersama, kedua model itu kembali ke ruang ganti masing-masing. Yuri hanya merutuki dirinya sendiri kenapa ia bisa melakukan adegan skinship itu dengan baik?

Ya Tuhan, aku pasti sudah gila! Makinya pada diri sendiri. Sedangkan dirinya dirias, berbagai pikiran bergelut dalam benaknya. Hatinya jauh lebih santai dan tenang kali ini, tema pemotrettan kali ini adalah pesta kebun. Yuri keluar dari ruang ganti yang disambut dengan senyum manis KyuHyun. Laki-laki itu telah menantikannya sejak sepuluh menit berlalu. Ia bahkan meminta penata riasnya untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia bisa memastikan bahwa gadis itu tetap berada dalam jangkauannya. Kening Yuri sedikit mengernyit saat ia mendapati KyuHyun tengah menunggunya.

Are you really crazy, Kwon Adrine? He’s might not waiting for you.

“Yuri, setelah ini kita perlu berbicara sebentar.” Pinta KyuHyun sembari mencoba menyamai langkahnya dengan gadis itu.

“Aku lelah, lain kali saja.” tolak Yuri dingin. Seulas senyum tersungging diwajahnya saat melihat Danny tengah sibuk memasang kamera untuk sesi foto kali ini. Ia berlari kecil  menghampiri laki-laki itu. Tentu saja hal ini ia lakukan karena terlalu malas berbicara dengan laki-laki disampingnya. “Apa kau perlu bantuan?” tawarnya ramah.

Danny menoleh dan mendapati Yuri tengah tersenyum ramah padanya. “Adrine? Tidak, tidak perlu. Lebih baik kau bersiap-siap saja dengan Marcus.” Tolaknya ramah diiringi senyum manis diwajahnya.

“Aish, kau ini! Kitakan sudah lama bekerja sama selama tiga tahun terakhir ini.” Protes Yuri, mengingat mereka sudah cukup lama saling mengenal satu sama lain.

Suara dehaman seseorang seakan menyadarkan mereka bahwa sedang tidak hanya berdua saja. Yuri berdecak malas sembari menatap ke arah lain, sedangkan Danny menatap KyuHyun dengan ramah dan sopan. “Aku rasa pasanganmu tidak ingin kau abaikan, Adrine-ssi.” Ucap Danny asal sembari memfokuskan kembali dirinya pada kamera.

“Kita perlu bicara, Kwon Yuri.” pinta KyuHyun lembut dan memohon, tetapi tidak terlalu diindahkan oleh Yuri. Gadis itu justru bersiul pelan dan melantunkan salah satu lagu yang menurutnya sedikit menyindir KyuHyun.

 

“… You’d better walk away

I’m all alone, what to do?

Of the two of us, I’m the only one…”

(KARA – Runaway)

 

KyuHyun menghela napas panjang. Ia tahu, keputusan untuk mengakhir hubungan mereka benar-benar suatu kesalahan fatal dalam hidupnya. Membiarkan gadis ini menderita seorang diri hanya karenanya seorang, membiarkan gadis ini dimiliki orang lain walau hanya sesaat saja, membiarkan gadis ini berjalan seorang diri dijalannya, dan membiarkan gadis ini untuk terlalu lama menunggunya.

 

“… Hold my hand, forever

With you, you’re now with me

High, high… Let’s give it a try

And I, I don’t need anything else

This kiss I’ve longed for

Just give my love a little try

Just give me a little try…

(Seo Hyen Jin – Give Me Little Try [Ost. Princess Hours])

 

Yuri mengernyitkan keningnya saat melihat KyuHyun. Walau ia tidak dapat menembus kacamata yang KyuHyun kenakan, tetapi mengetahui KyuHyun menyahuti nyanyiannya sudah membuatnya hampir kesal setengah mati.

 

“…Congratulations, you already

are meeting someone new

I hope it works out,

althought it’s a bit early…”
(GD – Who You)

 

KyuHyun tersenyum simpul saat Yuri menyanyikan salah satu lagu yang ia ketahui makna dari lagu itu. Walau gadis itu hanya mengambil beberapa part dari lagu itu yang mendukung suasana hatinya, tetapi setidaknya KyuHyun senang mengetahui makna lagu tersebut.

I love you, I love you, I love you
Even if I say it a thousand times, it’s not enough
I miss you, I miss you – each moment
that I miss you, I miss you more
I call you and call you and call you
and your face keeps floating up
If I hope and hope and hope,
will you know how I feel someday?”

(Luna ft Sunny – It’s Me)

 

Yuri menggelengkan kepalanya pelan saat mendengar lagu yang KyuHyun nyanyikan itu. Tidak, tidak, ia sama sekali tidak akan memercayai laki-laki itu lagi. Yuri menyahut sembari menudingkan bahu KyuHyun pelan, membuat laki-laki itu mundur selangkah sembari menatap Yuri dengan tidak percaya.

“…The relationship of you and me like ABC, it is not easy like XYZ
Our distance like ABC, it is getting farther away like XYZ

ABC & XYZ. It is between the start and the end
ABC & XYZ. Go away, go away
ABC & XYZ. You will say sweet words again
ABC & XYZ. Give it up, give up

There is no chance with the same system. Get away…
(SNSD – XYZ)

 

KyuHyun membenarkan letak kerah kemeja birunya dengan santai dan penuh percaya diri. Ia menatap Yuri lurus-lurus dibalik kacamata hitamnya, membuat gadis itu menggigit bibir bawahnya.

“…Promise You. I want to protect you in my whole life, my heart is hot
(and being full of love)
Promise You, what I want to send you is just “I love you” with never changed love…”

(Super Junior KRY – Promise You)

 

Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sembari menggerak-gerakkan salah satu tangannya di depan wajah KyuHyun. Ia benar-benar sudah tidak ingin memercayai kata-kata KyuHyun lagi. Sekalipun laki-laki itu akan menikahinya hari ini, Yuri tidak akan memercayainya sedikitpun.

 

“…Is love that foolish to you?

Was seperation that easy for you?
You once told me that I would be someone that you could never forget.
Are you really a person like this?
Why do you leave me, who wants to die from pain?”

(Davichi – Is Love That Foolish)

 

KyuHyun menggelengkan kepalanya dengan yakin sembari menatap Yuri dengan tatapan sendu. Sungguh, ini tidak mudah baginya untuk melakukan semua itu dengan begitu saja. Melainkan hal itu benar-benar sulit untuk ia lakukan.

 

“…Even if all the other love changes
My love won’t ever change
Touch me touch me
You are everything in my life
Even if you get farther away from me
I will go closer to you
Kiss me kiss me
You are everything in my life…”

(Davichi – You’re My Everything)

 

Yuri benar-benar tidak mengerti, kenapa jantungnya tidak mau berhenti berdetak dengan normal sejak ia kali pertama menginjakkan kakinya ditempat pemotrettan ini. Apakah hatinya ini benar-benar sudah tahu bahwa KyuHyun akan berada disini? Tetapi, kenapa hatinya itu tidak memberitahukan dirinya lebih dulu? Apakah hatinya terlalu takut kepada dirinya sendiri? Hingga hatinya itu benar-benar tidak memberitahukan segala sesuatunya sampai detik ini? Sampai bertemu kembali dengan laki-laki dihadapannya kini, Cho KyuHyun seorang.

 

“…You think you’re the last guy on earth
Well I’ve got news for you
I know that I’m not that strong
But it won’t take long, won’t take long

Cause, someday someone’s gonna love me
The way I wanted you to need me…”
(Nina – Someday)

 

Entah cara apa agar gadis dihadapannya kini tidak benar-benar keras kepala pada pendiriannya. KyuHyun benar-benar tersiksa melihat Yuri seperti ini, tidak, lebih tepatnya gadis itu benar-benar mencoba mengabaikan dan tidak memberikan ruang dihatinya lagi.

“…I Can’t leave you
You were more precious than myself
Come back to me
Tonight yeah

I can’t
Those beautiful days we had
The days we hated each other
I just miss everything
I can’t forget you
Come back to me yeah…”

(SHINee – Can’t Leave)

KyuHyun menyanyikan lagu itu dengan sepenuh hatinya. Berharap, gadis itu mau kembali membuka pintu hatinya untuknya seorang. Berharap, gadis itu benar-benar mengerti bahwa yang selama ini ia lakukan itu benar-benar berat baginya. Berharap, gadis itu benar-benar menghentikan semua pertikaian dan benteng pertahanannya hanya untuknya seorang.

“Apa kalian masih ingin melanjutkan drama musikal kalian?” tanya seseorang dengan raut wajah tidak mengerti pada kedua manusia itu. KyuHyun dan Yuri menoleh kearahnya dan hanya memamerkan sederetan gigi diwajah keduanya. “Ayo bersiap! Sesi foto selanjutnya akan segera dimulai.” Titah Danny pada kedua modelnya.

Pemotrettan kali ini bertema pesta kebun, dengan latar halam rumah belakang. Jadi, terserah kedua manusia itu ingin berbuat apa? Tetapi yang jelas, mereka harus melakukan prosedur dan tema yang sudah direncanakan. Pemotrettan pertama dilakukan oleh Yuri lebih dulu, gadis itu tertawa renyah menghadap kamera sembari memamerkan sederetan gigi yang tersusun apik dan rapih. Sedangkan KyuHyun memeluk Yuri dari belakang untuk menangkapnya. Mereka sempat melakukan kejar-kejaran sebelum pengambilan gambar dimulai dan tanpa sadar Danny mengambil foto mereka berdua yang sedang seperti itu. Hasilnya sangat memuaskan Danny, ia benar-benar mendapatkan gambar yang ia inginkan dari pasangan itu.

Pemotrettan kedua dilakukan oleh KyuHyun, laki-laki itu tengah tersenyum ke kamera seperti anak kecil yang mendapatkan apa yang diinginkannya saat Yuri menudingkannya pistol air. Seakan gadis itu benar-benar terlihat akan menarik pelatuknya jika KyuHyun berani berbuat macam-macam terhadapnya. Raut wajah Yuri kali ini sedikit tegas dan kesal sembari menatap KyuHyun yang tengah tertawa lepas melihat kearahnya.

Pemotrettan ketiga, kali ini mereka berdua yang menjadi titik fokusnya. KyuHyun membopong Yuri dan membawanya ke kolam renang untuk dijatuhkan walau gadis itu sedikit meronta pada KyuHyun agar ia tidak ikut membawa dirinya jatuh ke dalam kolam renang bersamanya. Danny kali ini kembali berhasil membidik foto mereka dengan hasil yang sangat memuaskan. Foto pertama saat KyuHyun belum sempat menjatuhkan dirinya dengan Yuri ke dalam kolam. Sedangkan foto kedua ia telah berhasil membawa gadis itu ke dalam kolam renang. Tentu saja Yuri mengomelinya saat ia berhasil menampakkan wajahnya ke atas permukaan air dan memukul bahu KyuHyun dengan sedikit keras. Tetapi laki-laki itu hanya tertawa senang saat diperlakukan seperti itu oleh Yuri. Setidaknya, ia mendapatkan kembali sisi lain Kwon Yuri yang sempat hilang.

Pemotrettan keempat, kali ini mereka mengadakan pesta kebun—lagi—setelah mengganti pakaian mereka dengan lebih baru dan bersih lagi. KyuHyun dan Yuri melakukan cheers bersama dengan senyum lebar diwajah keduanya kearah kamera sembari sibuk membakar barbeqyu diatas pemanggangan.

Pemotrettan kelima, mereka menyajikan makanan mereka. KyuHyun dengan ekspresi cerianya sembari melebarkan kedua tangannya dan berkata ‘tada’. Sedangkan Yuri dengan gaya elegan dan menawannya, menyelipkan salah satu bagian sisi rambutnya ke belakang telinga sembari tersenyum manis ke arah kamera.

Selama seharian itu mereka berdua terlibat dalam berbagai sesi pemotrettan. Danny benar-benar merasa sangat puas dan bangga pada pilihan modelnya itu. Chemistry mereka berdua benar-benar ada dan nyata.

 

***

 

“Aku akan mengantarkanmu.” Tawar KyuHyun lembut, menatap Yuri dengan tatapan berharap. Yuri tidak menggubrisnya sama sekali, gadis itu justru mengibas-kibaskan tangannya diudara tanpa melihat ke arah KyuHyun sedikitpun. KyuHyun menghela napas panjang saat melihat gadis itu telah berjalan menjauh darinya.

Yuri memasuki mobil pribadinya lalu menyalakannya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Ia benar-benar ingin segera sampai dirumahnya saat ini, tubuhnya benar-benar lelah dan ia butuh istirahat.

Sedangkan KyuHyun hanya menatap bagian belakang mobil Yuri yang perlahan-lahan mulai menghilang dalam gelapnya malam. Ia tahu, ini bukan waktu yang tepat untuk membujuk gadis itu sekarang. Ia dan gadis itu masih perlu waktu istirahat sebelum bertemu dan berbicara kembali. KyuHyun memasuki mobil pribadinya, lalu melajukannya dengan kecepatan sedang.

 

***

 

Seorang gadis merasa terusik saat sinar matahari mencoba menerobos masuk melalui tirai-tirai jendela kamarnya. Ditambah lagi seseorang sengaja membuka tirai-tirai itu tanpa rasa bersalah hingga menimbulkan suara gesekan ringan tetapi cukup mengganggu gadis itu. “Yaa, Kwon Adrine! Wake up! It’s already afternoon.” Omel seorang gadis berambut panjang dan dikedua bagian sisi rambutnya sengaja diikat kebelakang menjadi satu, membuatnya terlihat lebih cantik.

“Aish, Tiffany Hwang! One minute again.” Pinta Yuri dengan parau tanpa merubah posisi tidurnya.

No more again, Adrine. Oh come on, you know rite? You’ve many schedule and so do I. So please, don’t make me come to late for attending my fashion show.” Omelnya panjang lebar sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah Yuri, menambahkan kesan tegas dari ucapannya.

Hari ini Yuri adalah model rancangan busananya dalam acara pergeleran busana se-Internasional yang diadakan disalah satu gedung ternama di dunia. Tentu saja acara itu sangat penting bagi seorang Tiffany Hwang, gadis yang bercampur darah antara Amerika-Korea ini adalah saabat Yuri saat tinggal di California. Gadis itu juga telah membantu banyak terhadap Yuri, memberikan tempat tinggal dan membantu mencarikan pekerjaan untuk Yuri misalnya.

“Aish! It’s really annoying.” Gerutu Yuri bangun dari tidurnya dengan sangat terpaksa. Ia segera menyelingkap selimutnya dan pergi menuju kamar mandi yang berada dikamarnya. Sungguh, ia butuh waktu tidur lebih lama lagi setelah ia seharian lebih bekerja. Jam tiga pagi ia baru tiba diapartement Tiffany—tempatnya saat ini tinggal—dan ia baru bisa memejamkan kedua matanya pukul empat pagi saat sekelebat bayang-bayang KyuHyun memenuhi benaknya kembali setelah ia bersusah payah mengabaikan dan melupakan pria itu selama tiga tahun terakhir ini. Semua perasaan itu menyeruak keluar begitu saja.

 

***

 

Suara derap keempat langkah kaki terdengar terburu-buru dilantai bermarmer dingin itu. Tiffany dan Yuri tengah terburu-buru untuk memasuki sebuah gedung ternama yang akan menjadi saksi bisu usahanya selama ini dalam dunia fashion. Tak henti-hentinya Yuri bertanya-tanya hal-hal apa saja yang ia lakukan di cat walk nanti, serta kapan akan berakhirnya acara pameran busana itu.

“Kau inikan model, masa harus mempertanyakan hal itu?” tanya Tiffany balik saat Yuri menanyakan hal apa yang akan Yuri lakukan di cat walk nanti.

“Ini bukan masalah aku model atau bukan, tetapi masa iya aku harus berlagak tanpa tahu apa yang harus aku lakukan nanti.” Bela Yuri pada dirinya sendiri.  Hari ini Yuri mengenakan mantel putih kesukaannya, celana jeans hitam panjang, serta baju rajutan warna putih, membuatnya terlihat sangat cantik dan menawan.

“Oke, baiklah. Lakukan seperti biasa yang kau lakukan dalam peragaan busana-ku, mengerti?” sahut Tiffany sedikit kesal dan menatap Yuri dengan tatapan tegas. Yuri menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab pertanyaan Tiffany itu.

Mereka memasuki sebuah ruangan luas yang terlihat sedikit ricuh dan ramai itu dipenuhi oleh para staf dan beberapa perancang busana lainnya dibawah naungan Tiffany yang akan membantu mereka. “Baik semuanya, dengarkan aku!” titah Tiffany dengan diiringi tepukan tangan beberapa kali untuk mencuri perhatian mereka. Mereka semua berjalan menghampiri Tiffany dan Yuri, lalu membentuk sebuah lingkaran besar.

“Hari ini adalah hari terpenting bagi kita semua. Jadi mohon bantuan dan kerjasamanya.” Pintanya sembari menatap orang-orang disekelilingnya dengan kedua mata berbinar-binar. “Ingat, kita semua satu tim. Dan tim adalah kita semua.” Peringatnya diiringi sebuah senyum manis diwajahnya hingga membuat kedua matanya membentuk bulan sabit. Semua orang diruang itu saling menyahut satu sama lain dengan serempak dan kompak. Detik berikutnya mereka saling berpegangan tangan satu sama lain lalu kemudian berdoa agar pergelaran ini berjalan lancar dan baik tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Pukul 10 tepat, acara itu berlangsung dengan disambut antusias dari para tamu. Orang-orang yang datang ke acara peragaan busana itu bukanlah orang-orang sembarangan, melainkan orang-orang yang mengetahui betul tentang trend mode fashion masa kini. Yuri keluar kali pertama dari model yang lain diikuti tatapan takjub orang-orang diruang itu. Pakaian yang Yuri kenakan hanyalah pakaian casualbloush berwarna biru saphir dengan riasan imitasi bunga kecil dibagian lehernya, serta celana hotpants berwarna coklat tua.

Acara itu berlangsung selama dua jam tanpa henti, membuat mereka semua berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil terbaik dari acara peragaan busana itu.

 

***

 

Tiffany sukses menampilkan busana yang terbaik diacara peragaan itu. Ia tidak henti-hentinya mendapatkan pujian dan kata selamat setelah acara itu berakhir dari rekan bisnis maupun rivalnya.

Sedangkan Yuri masih tengah sibuk merapikan barang-barangnya ke dalam tas. Ia ingin segera meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat lain untuk menenangkannya. Tidak, lebih tepatnya menghindari seseorang yang sempat ia lihat saat ia berjalan di cat walk tadi. Ia melangkahkan kedua kakinya terburu-buru saat melewati lobi utama gedung itu, mempersingkat waktu untuk keluar dari tempat itu. Yuri segera naik bus yang kali pertama ia lihat dihari ini sebelum laki-laki itu melihatnya saat ia tiba dihalte dekat gedung.

Yuri memilih tempat duduk belakang dekat jendela disayap kiri. Ia mencoba mengatur napasnya untuk kembali normal. Sinar matahari menerobos masuk melalui kaca jendela bus yang ia tumpangi itu. Kedua matanya menatap kosong jalanan yang cukup ramai itu. Hati dan pikirannya mulai kembali pada ingatan masa lalu beberapa tahun yang lalu.

Entah kemana hatinya kini akan membawanya kali ini. Yuri hanya membiarkan hatinya itu menenggelamkannya pada potongan-potongan memori masa lalu. Salah satu airmatanya jatuh begitu saja saat Yuri teringat salah satu ucapan KyuHyun padanya saat mereka masih bersama.

“Kau milikku. Segala sesuatu yang ada di dirimu hanya milikku, seorang.” Bisik KyuHyun pelan dan lembut serta tegas saat lelaki itu ingin mengadakan konser ketiganya di Korea. Itu berarti selama beberapa hari ke depan mereka tidak bisa bertemu secara pribadi. Yuri hanya tersenyum bahagia dan membiarkan KyuHyun membenamkan wajahnya di dada bidang lelaki itu sembari mendekap tubuhnya erat dan posesif.

Bodoh. Pembohong. Aku benci kau.

***

Yuri duduk termangu menatap pemandangan dihadapannya. Saat ini ia berada ditaman dan sedang mencoba menenangkan hatinya yang mulai bergemuruh tidak menentu. Bahkan hatinya itu entah memiliki keberanian darimana hingga selalu memanggil nama KyuHyun setiap saat kali pertama bertemu setelah tiga tahun berlalu begitu saja. Yuri memukul bagian atas dadanya pelan, lebih tepatnya memukul hatinya yang tak henti-hentinya selalu berdebar-debar dengan keras ketika melihat pria itu, Cho KyuHyun.

Aku pasti sudah gila, makinya pelan pada diri sendiri dalam hati.

“Aku baru tahu hobimu akhir-akhir ini.” Ucap seseorang yang berada dibalik punggung Yuri dengan nada menyindir dan mengejek. Yuri menolehkan kepalanya perlahan-lahan, mencoba menggubris atau tidak berharap pada harapan kosong lagi tentang laki-laki itu selama ini. Matanya membulat kaget saat mendapati laki-laki yang tidak bertanggung jawab atas hatinya itu tengah menatapnya dan tersenyum kearahnya dengan kedua tangan bersedekap.

Cho KyuHyun, panggil Yuri dalam hati dengan tidak percaya.

KyuHyun berjalan mendekati Yuri lalu duduk tepat disamping Yuri tanpa mengalihkan tatapannya pada gadis dihadapannya itu. “Hai, lama kita tidak jumpa. Bagaimana kabarmu selama ini?” sapa KyuHyun dengan lembut diiringi senyum manis yang tak pernah pudar diwajahnya saat melihat Yuri.

Yuri masih terdiam menatap KyuHyun dengan tidak percaya, seolah-olah jika ia tidak menatapnya seperti itu maka laki-laki ini akan menghilang terbawa angin.

“Kau benar-benar gadis kejam.” Omel KyuHyun sembari tetap menatap Yuri dengan lembut. “Kau membuatku hampir gila karenamu.” Tambahnya, bibirnya sedikit mengerucut mengingat Yuri pergi meninggalkannya dan tidak memberikan kabar sama sekali. “Apa jari-jarimu itu patah hingga tidak sanggup menggenggam ponselmu?” makinya lembut. “Setidaknya beri tahu YoonA, ia benar-benar sangat mengkhawatirkanmu disana.” Jelas KyuHyun lagi dengan lembut. Tangannya terulur lalu membelai kepala Yuri dengan lembut dan penuh kasih. Seakan tersadar dari lamunannya, Yuri menghentikan gerakan tangan KyuHyun dan menatap laki-laki itu dengan datar juga dingin.

“Hentikan. Jangan sentuh aku!” titah Yuri dingin dan tegas. Walaupun ia benar-benar mencintai lelaki dihadapannya kini, tetapi mengingat hal-hal apa saja yang KyuHyun lakukan padanya membuat rasa amarah dan benci kembali lagi.

Rahang KyuHyun sedikit mengeras saat mendengar perkataan Yuri tadi. Ia menghela napas panjang. “Bisa beritahu aku apa alasannya?” tanyanya lembut.

“Apakah itu penting?” ketus Yuri sembari mengalihkan pandangannya pada pepohonan tinggi yang berada beberapa meter dihadapannya.

“Bagiku segala sesuatu tentang dirimu adalah penting.” Jawab KyuHyun lembut dan tenang serta tegas. Yuri melirik sekilas kearahnya sembari menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku tidak akan memercayai ucapanmu lagi.” Tegas Yuri sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

“Kalau begitu aku akan membuatmu mempercayaiku lagi.” Tegas KyuHyun tidak mau kalah.

Yuri menolehkan wajahnya dan menatap KyuHyun lekat-lekat. Ia mencoba mencari kebohongan dari ucapan KyuHyun dalam kedua bola mata coklat milik laki-laki itu. Tetapi hasilnya nihil, sama seperti tiga tahun yang lalu. Dalam kedua bola mata laki-laki itu ia tidak akan pernah bisa menemukan sebuah kebohongan sedikitpun. “Sudahlah, lupakan.” Tukas Yuri lalu kembali menatap pepohonan.

“Dasar, wanita keras kepala.” Gumam KyuHyun pelan sembari mengikuti arah pandang Yuri—pepohonan tinggi menjulang.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Yuri dingin setelah lama keheningan menyelimuti mereka.

“Mengambil dan membawamu kembali ke dalam dekapanku.” Jawab KyuHyun tenang dan tegas dengan cuek tanpa memedulikan tatapan tajam dari Yuri.

“Kau pikir aku barang, huh?” ketusnya sembari memukul lengan KyuHyun dengan cukup keras. KyuHyun meringis kesakitan sembari mengelus-elus lengannya. Ia lupa kalau gadisnya itu bukanlah gadis manis kebanyakan, melainkan gadis yang benar-benar manis dan sedikit kejam dalam tindakannya.

Seulas senyum tersungging diwajah KyuHyun tanpa bisa ia tahan lagi. Setidaknya gadisnya itu tidak benar-benar berubah menjadi es. “Kau bukan barang, kau tahu itu.” Tegas KyuHyun.

“Lalu?” tanya Yuri penasaran tetapi seolah-olah tidak peduli. Ia sedikit menggigit bibir bawahnya pelan, ia benar-benar gugup dan takut mendengar jawaban yang akan keluar dari bibir KyuHyun.

“Bukankah sudah ku bilang dari dulu? Kau adalah Kwon Yuri, gadisku. Gadis yang akan menjadi istriku secepat mungkin. Gadis yang hanya akan mendampingiku selama sisa hidupku. Gadis yang hanya akan ku jadikan milikku seutuhnya. Selamanya juga akan begitu.” Jawab KyuHyun tegas sembari menatap wajah Yuri dengan lekat.

Yuri tertawa hambar tanpa melirik sedikitpun kearah KyuHyun. “Kau pasti bercanda.” Yuri sangat tahu bahwa KyuHyun bukanlah tipikal pria romantis diantara pria-pria romantis lainnya. Tetapi, ia selalu tidak mengerti mengapa KyuHyun suka sekali mengatakan maupun melakukan hal-hal romantis terhadapnya?

“Apa aku terlihat sedang seperti itu?”

Yuri kembali menggigit bibir bawahnya. Hatinya kembali berdebar-debar tanpa bisa ia kendalikan. “Lalu, kau pasti gila.”

“Sepertinya begitu.” Sahut KyuHyun menyetujui ucapan Yuri.

Keduanya saling terdiam, terbenam dalam pikirannya masing-masing. Bahkan angin sore hari berhembus dengan lembut, menerpa kulit wajah dan sedikit menari-narikan rambut kedua manusia itu dengan nakal. Hening, tidak ada percakapan atau perbincangan sedikitpun diantara mereka. Seakan-akan mereka lebih menikmati waktu-waktu seperti ini, sekalipun hanya untuk bersama walau tanpa melakukan apapun untuk menggantikan waktu yang sempat hilang selama tiga tahun.

—To Be Contineud—

Haloo semuaa!

Maaf untuk keterlambatan update ya peaceee

Yura lagi kurang bisa bagi waktu kali ini, udah mau semester akhir jadi gimana gitu sibuk sendirinya wkwk

Untuk FF satunya, mungkin akan sedikit atau sangat terlambat. Bahkan untuk sekadar balas dan cek blog akan berkurang waktunya, jadi jarang buka. Jadi, maaf ya yang udah kirim komen atau email/mention, bukannya pesan kalian gamasuk tapii perlu persetujuan dulu dari aku untuk ditampilin komentar teman semuanya🙂

Dan untuk pembalasan email cepat via gmail ya, soalnya ke hubung ponsel aku. Jadi aku baca dan kalo sempet bales saat itu juga aku akan bales hehe

Keep RCL (Read, Comment(s), and Likes) yaa kkk~

Terima kasih banyak😀

26 thoughts on “3 Ways to Get You, 1 Ways to… What? [Part 6]

  1. dari tiga tahun ini kwon yuri berubah, dari nama sampai pekerjaan nya juga berubah .. dia bener-bener mau ngelupain masa lalunya
    adrine kwon .. kece tuh nama😀 ditambah dia jadi model sekarang
    aihh kyuhyun jadi model (?)😀 bela-belain buat bisa interaksi sama yuri yg juga model yaaa ?? wkwkw
    sekalinya ketemu udah skinship-an aja ciee .. yuri mah pasrah aja pas tau kalo pasangan model nya itu marcus cho (cho kyuhyun)
    yahh yuri masih marah sama kyuhyun .. kyuhyun yg harus sabar ini ^_^
    gombalan kyuhyun bikin hati yuri meleleh tapi yuri nya masih egois aja gk mau ngakuin wkwkwk

    di tunggu nextpartnya eonni🙂

  2. Ya oenni kami akan menanti karya oenni. Lanjutkan kan oenni semoga kyuri cepat bersatu. Dan yuri gak keras kepala lagi dia mau dengerin penjelasan kyupa.

  3. Akhirnyaaaaa update juga thor 😂
    Huh pemotretan itu bikin aku cengar cengir sendiri,,, apalagi itu ada adegan panas nya gitu… #kenapa gak nc plus plus aja sekalian ya thor??. 😁😂😂
    Tp mungkin chap berikutnya x yakk. Kkkkkk
    Greget sama mereka berdua, apalagi kyu yg ngotot minta balikan dan yuri yg keras kepala. Bikin kyu cemburu donk thorr biar kyu lebih ngotot lg..hehe ditunggu chap selanjutnya thor.

  4. Bagus eonnie ceritanya , yuri jadi berubah bgt . Mulai dari namanya sampe sifatnya yg dingin. Dia emang kecewa bgt sama kyuhyun ..
    Next eonnie

  5. Kyaaaa thor akhitnya update juga, udah lama banget kayanya. sumpah kangen epep ini dan yang satunya, wakakaka

    Astaga ini udah tiga tahun aja mereka kepisah, tapi akhirnya ketemu juga, mesem-mesem sendiri baca bagian pemotretan mereka, hihihi. yuri bener-bener ngerombak kehidupannya ia pindah profesi jadi model dari song writer, kyuhyun juga wakakakaka

    sumpah thor disini yuri batu banget, kyuhyun yang terus ngeyakinin dia, di acuhin gitu aja, mungkin belajar dari masa lalu. semoga yuri cepet luluh yah sama kyuhyun dan kyuhyun bisa bawa yuri lagi ke korea dan nikah disana, wakakaka, ditunggu next partnya thor semanagt^^

  6. Udah 3thun aja eun, ksihan deh si evil dcuekin sma yuleun.,, sfat kyuri emng brtolak blkang. Next jgn lma euni,, ,
    I wanna say dtnggu eun trakhir part y bkin pnasarannnnnn 😊😊😊

  7. Yup semester akir mmng menyebalkan, belom skripsi dan bimbingan yg tak kunjung selesai. Bikin kesel kan hahaha. Semangat semangat!!

    Aku udh lama banget ngg postan ini. Dann keren, gak sia sia nggin hahah. Next nya ditunggu juga. Semangatt!!

  8. Aigoo, akhirnya KyuRi kmbali brtemu lagi😀 suka sma sikap Yuleon yg skrng hhihi… Next ditunggu bgt eon.. Klw bisa sih jgn lama2😀

  9. Ihihi….ff ny bagus euyy..!!
    Apalagi saat ngobrol ny lwat lagu…ahaha lucu…
    Suka banget sama pasangan ini..😙
    Lanjut lagi ka’..

  10. Everything has changed.. Yuri kyknya bener2 mau move on, tp disaat berhasil eh si kyuppil dteng._.
    Senyum2 sendiri pas adegan photoshoot nyaaa wkw menang banyak tuh kyuhyun haha

  11. Aigoo kok yurinya gitu sih sama kyuhyun, emang ya sifat mereka udah kaya ktub utara sama selatan aja, bertolak belakang banget.
    eonni Tpi moga aja yuri bisa nerima kyuhyun.
    Next ditunggu ya eonni

  12. butuh perjuangn yg sangat sulit untuk kyuhyun mendapatkan yuri lagi,,
    semangt kyu cepat atau lmbat yuri pasti luluh juga,hehe ngarep
    3 th berlalu tapi perasaan msh sama,saluttt
    next ditunggu

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s