I Wanna Say “I Love You” [Part 10]


 

i-wanna-say-e2809ci-love-youe2809d

I Wanna Say “I Love You

Bestfriend

Staring by Cho Kyuhyun & Kwon Yuri

Additional Cast by Oh Seunghwan, Victoria Song, SNSD & Super Junior’s member

A song for you is Ali – Hurt | Cho Kyuhyun – Time We Were In Love | Elsa Kopf – IF

Inspired by drama The Time We Were Not In Love | Kuch Kuch Hota Hai

Rating for 19+

Genre is Hurt, Fluff, Friendship & Romance

“People may change, but memories don’t.”

“There is haven’t bestfriend relationship between man and women.”

—“But, both of those theory, I wanna break it down.”— Kwon Yura

Please, respect, don’t be stupid, arrogant or anything else.

All Right Reserved © Kwon Yura, 2017.

Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Tetapi, kita bisa memilih siapa yang patut untuk tetap diperjuangankan.

 

Kyuhyun baru saja tiba dikamarnya setelah ia melawati satu hari yang panjang. Ia merebahkan tubuhnya diranjang dengan sembarang. Ia sedikit merasa lelah untuk malam ini. Sudah 2 Minggu berlalu begitu saja, ia mulai disibukkan dengan pelatihan untuk debutnya. Selama 2 Minggu itu pula, ia jarang bertemu dengan Yuri. Waktu hampir menunjukkan pukul 12 malam, Kyuhyun hanya bisa menghela napas berat sembari mengambil ponsel disaku jaketnya.

Sebuah foto yang menjadi screensaver diponselnya, terlihat dengan jelas. Seorang gadis yang sedang tersenyum bahagia hingga menampakkan sederetan gigi apiknya dengan beberapa helai rambut yang jatuh disalah satu sisinya. Foto itu Kyuhyun ambil secara diam-diam saat ia tak sengaja berada diloby kampus, dan Yuri sedang bersama dengan teman-temannya.

Seulas senyum tersungging diwajahnya sembari jarinya mengelus layar ponsel. Ada sesuatu hal yang membisikinya. Hatinya mulai berbisik pelan. “Aku merindukanmu.”

 

***

 

Sinar matahari pagi sedikit mengusik tidur Kyuhyun keesokan harinya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali sebelum kedua matanya terbuka sepenuhnya. Pukul 8 tepat, ketika ia menatap jam didinding yang membuatnya sontak bangkit dari tidurnya dan langsung berdiri. “Sial!” umpatnya sembari berlari terburu-buru tanpa merapihkan penampilannya terlebih dahulu.

Kyuhyun langsung berlari ke arah samping rumahnya, membuka pintu pagar tetangganya itu tanpa permisi, dan menekan bel pintu dengan tak sabar. Ibu Yuri menyambut Kyuhyun dengan tatapan bingung, saat melihat tetangganya itu berpenampilan acak-acakan. “Selamat pagi, eommonim.” Sapa Kyuhyun manis dengan senyuman.

“Kyuhyun-ssi, ada apa denganmu? Kenapa penampilanmu berantakan sekali? Apa telah terjadi sesuatu?” tanya Ibu Yuri khawatir.

“Ti-tidak, aku baik-baik saja. Apa Yuri masih ada di dalam?” tanyanya dengan harap-cemas.

“Yuri sudah berangkat dari jam enam tadi. Kau tidak kuliah hari ini?” balas Ibu Yuri lembut, mencoba menenangkan teman anaknya itu. Sebuah senyum simpul tersungging diwajah Ibu Yuri. “Kenapa kau begitu peduli dengan Yuri, Kyuhyun-ssi?”

Pertanyaan itu membuat Kyuhyun sedikit tersadar dan sebuah senyum kaku muncul diwajahnya. “Ha-ha! Tentu saja aku peduli padanya, eommonim. Kami kan sahabat.”

Ibu Yuri hanya mengangguk pelan sembari menatap Kyuhyun dengan penuh arti. “Aku harap kau dapat menjaga Yuri dengan baik, Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun hanya menganggukkan kepala sedikit kaku.

“Bersih dan rapihkan dirimu dulu sebelum pergi kuliah, Kyuhyun-ssi.” Saran Ibu Yuri, lalu Kyuhyun pun pamit dan bersiap-siap sebelum pergi.

 

***

 

Langkah kaki Yuri terus melewati beberapa ruang kelas sembari mencari-cari seseorang. Pagi ini ia telah memiliki janji dengan Jessica untuk mengerjakan tugas bersama sebelum dipresentasikan. Yuri terus saja fokus pada pencariannya, sedangkan dari arah berlawanan seorang lelaki tengah berjalan menuju kearahnya. Bunyi pelan dari tabrakan—entah sengaja atau tidak—membuat Yuri mengaduh pelan sembari mengumpat. Kedua tangan lelaki itu menyentuh lengan dan punggung Yuri, seolah bersiap menahan beban tubuh dihadapannya agar tidak jatuh.

“Kau sedang cari siapa?” tanya orang itu. Yuri mendongakkan wajahnya dan melihat laki-laki itu dengan tatapan tidak percaya.

“Eunhyuk-ssi!” Serunya,  saat ia mengetahui siapa laki-laki yang menabraknya. Eunhyuk hanya tersenyum simpul. “Sedang apa kau disini?” Baik, seharusnya pertanyaan itu tidak keluar dari mulut Yuri begitu saja.

Kedua alis Eunhyuk hampir bertemu satu sama lain. “Aku ada kelas pagi ini. Kau sediri?”

Benarkan, seharusnya pertanyaan itu tidak perlu diucapkan. “Ada janji dengan Jessica. Apa kau melihatnya?” Yuri sedikit melangkah mundur dan mencoba memberikan jarak diantara mereka, berharap dekapan Eunhyuk juga terlepas.

Eunhyuk hanya menyunggingkan senyum paksa diwajahnya. “Tidak, ingin aku bantu mencarinya?”

Yuri menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak perlu. Aku akan menghubunginya saja. Terima kasih atas kebaikanmu.”

Eunhyuk hanya bisa menghela napas berat sembari menatap kepergian Yuri lalu ia kembali melanjutkan langkahnya. Diam-diam, Eunhyuk mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat kecilnya itu tanpa sepengetahuan Yuri tentunya. Ia menjadi sedikit penasaran, mengapa sahabatnya itu berubah drastis tanpa alasan yang jelas.

 

Beberapa menit kemudian, Yuri berhasil menemukan Jessica diantara orang-orang yang sedang mengantri dikedai kopi. “Aish, wanita itu.” Ucapnya pelan saat melihat Jessica masih sibuk dengan kegiatannya. Yuri lalu mencari tempat duduk terdekat. Ting! 1 pesan masuk muncul dilayar ponsel Yuri. Gadis itu awalnya mengernyitkan keningnya lebih dulu sebelum memutuskan untuk membukanya.

 

Jangan pergi kemanapun hari ini. Jika kau memiliki janji dengan yang lain, batalkan. Karena kita harus bertemu lebih dulu. Mengerti?

 

“Serius sekali. Pesan dari siapa yang kau terima?” tegur Jessica sembari menaruh nampan berisi pesanan miliknya lalu duduk dihadapan Yuri, membuyarkan lamunannya.

Yuri tidak menyahut atau menjawab pertanyaan Jessica barusan, ia justru langsung mengambil tas laptopnya dan mengeluarkannya berserta buku-buku ditas. Siap untuk berperang. Sementara Jessica lebih memilih menyeruput kopi dan menggenggam makanannya.

Ting! Bunyi notif ponsel Yuri kembali terdengar beberapa kali. Tapi Yuri sedang tidak ingin menggubrisnya saat ini.

 

***

 

Im YoonA baru saja ingin memasuki lift saat matanya berhasil menangkap bayangan seseorang. Laki-laki yang tak asing baginya itu, berhasil menarik perhatiannya. Ia mengurungkan niatnya lalu berjalan mengikuti laki-laki yang berjalan beberapa meter dihadapannya kini. Seulas senyum jahil tersungging diwajahnya.

Baru saja ia ingin menepuk bahu laki-laki itu, tetapi tertahan saat seseorang dihadapannya sedang berbicara melalui ponselnya. Atau lebih tepatnya menggerutu? “Kenapa tidak diangkat juga?” kesalnya. Sepertinya, seseorang yang sudah dianggap temannya itu kini sedang merasa gelisah. YoonA menepuk pelan bahu lelaki itu dan menyunggingkan sebuah senyuman diwajahnya, berharap dengan itu seseorang dihadapannya kini merasa jauh lebih baik. Lelaki itu menoleh, membalikkan tubuhnya dengan salah satu alis terangkat, dan wajah datar tanpa emosi.  “Oh, YoonA-ssi.”

“Apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun-ssi? Tidakkah kau seharusnya tidak ada jam kuliah hari ini?” Masih dengan senyum manis tersungging diwajahnya, ia berusaha menebak pikiran Kyuhyun.

“Seharusnya. Tapi aku sedang ada keperluan.” Jawab Kyuhyun singkat, sembari menekan tombol dan mencoba menghubungi seseorang sekali lagi.

YoonA hanya menganggukkan kepalanya sekilas lalu hendak segera pamit karena Kyuhyun nampaknya sedang tidak ingin diganggu.

“YoonA-ssi.” Panggil Kyuhyun, mencegah langkah YoonA yang hampir saja beranjak pergi. YoonA menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya-tanya. “Apa kau tau dimana Yuri saat ini?” pertanyaan itu hampir saja membuat YoonA merasa tidak dihargai kehadirannya, tetapi ia segera sadar. Kyuhyun menatap dan menunggu jawaban YoonA dengan ekspresi serius.

YoonA tersenyum miring. “Whoaa, Cho Kyuhyun. Tidakkah kau seharusnya menanyakan kabarku dulu setelah hampir sekian lama kita tidak bertemu?” sindirnya halus.

“Apa kabar?” ucapan singkat dan dingin itu keluar dengan mulus dari bibir Kyuhyun.

YoonA kembali tertawa miring. “Sudahlah. Yuri ada kelas yang sama denganku hari ini. Ada perlu apa? Akan ku sampaikan padanya.”

“Kelas apa?” tanya Kyuhyun sembari memeriksa arloji dipergelangan tangannya.

“Manajemen.”

“Terima kasih.” Balas Kyuhyun lalu segera pergi meninggalkan YoonA detik itu juga. YoonA hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Tak habis pikir dengan sikap Kyuhyun yang satu itu.

 

***

 

Kyuhyun berlari menaiki anak tangga darurat untuk lebih cepat sampai ke tempat tujuannya. “Kwon Yuri, kau tidak bisa menghindar lagi.” Gumam Kyuhyun tak beraturan.

Butuh waktu 10 menit ia menaiki tangga dan tiba dilorong fakultas. Ia merapihkan kembali penampilannya yang berantakan, sebelum bertemu dengan Yuri. Ia mulai mengatur napasnya kembali normal, sebelum berpapasan dengan gadis yang saat ini tengah berdiri beberapa meter dihadapannya. Lalu berjalan menghampirinya dengan langkah lebar.

Sedangkan teman-teman Yuri perlahan pergi meninggalkannya. Yuri hanya bisa berdiam diri menatap kepergian teman-temannya itu. “Kau.” Suara itu terdengar dibalik punggung Yuri, membuat gadis itu bergidik ketakutan saat mendengarnya. Sedangkan langkah Kyuhyun semakin mendekatinya. Yuri mengerjapkan kedua matanya beberapa kali, sebelum ia berlari menjauh dari tempatnya. Entah mengapa ia memiliki firasat buruk untuk saat ini.

“YAA, Kwon Yuri!” Seru Kyuhyun saat melihat Yuri justru berlari dari tempatnya.

“Aishh! Makhluk alien itu kenapa bisa disini?” gerutu Yuri kesal.

“YAA, Kwon Yuri! Berhenti disana!” titah Kyuhyun. Tetapi, bukan Kwon Yuri jika ia akan menuruti ucapan Kyuhyun barusan.

“Tidak akan.” Balas Yuri sembari berlari sekuat dan secepat mungkin menghindari Kyuhyun.

Dan selama beberapa menit, terjadilah aksi kejar-mengejar diantara keduanya. Kyuhyun yang terus meminta Yuri berhenti tetapi tak digubris oleh sahabatnya itu. Karena tak tahan lagi, Kyuhyun mengambil jalan pintas untuk menghadang jalan Yuri sedangkan gadis itu tidak sekalipun menoleh kebelakang hingga ia sudah tidak lagi mendengar suara langkah kaki berlari ke arahnya.

Yuri menghentikan langkahnya dan mulai mengatur napasnya yang mulai tersengal-sengal. “Aishh, makhluk alien pabo itu. Apa yang sedang dilakukan olehnya?” kesalnya, sembari mengipas-kipasi wajahnya dengan tangannya.

Sebuah tangan kekar, melingkari leher Yuri dengan perlahan tapi pasti. Sedangkan satunya lagi menjitak kepala Yuri dengan lembut tanpa ampun. “Mengapa kau tidak menjawab teleponku? Mengapa kau justru berlari seperti orang bodoh saat tau itu aku? Mengapa kau terus saja menghindariku?” protes Kyuhyun sembari menarik tubuh Yuri agar mengikutinya, sedangkan gadis itu hanya meminta dilepaskan.

 

***

 

Yuri sudah cemberut sejak 5 menit yang lalu saat mereka tiba diatap apartement milik Kyuhyun, sedangkan sahabatnya itu hanya bisa pasrah melihat sikap gadis disampingnya. Gadis itu mengabaikannya, menatap kosong langit biru, dan sesekali menatap atap bangunan lainnya. Yuri bahkan tak mendengarkan ucapan Kyuhyun saat pria itu berhasil membawanya kemari hingga saat ini.

“Yaa, apa kau akan tetap seperti ini?” tanyanya pasrah sekali. Rasanya ia benar-benar tidak sanggup lagi jika harus bertengkar dengan Yuri. Ia sudah cukup tersiksa dengan sikap Yuri yang terkadang dingin kepadanya.

Sebuah ide jahil terlintas dikepalanya, dengan senyum evil miliknya, Kyuhyun menatap Yuri. “Yaa, apa kau benar-benar tetap akan seperti ini?” tanyanya dengan lembut. Ia bahkan tidak bisa menahan senyuman diwajahnya saat membayangkan ide gilanya itu.

Yuri menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh dan bingung. Ada apa dengannya? Kenapa dia bersikap seperti itu? Apa yang akan dilakukannya padaku? Mau apa dia? Ap—

Kyuhyun lebih dulu mendekatkan wajahnya ke hadapan Yuri hingga membuatnya sulit melanjutkan pertanyaan dikepalanya, dengan senyum miring diwajahnya, pria itu menatap sahabatnya dengan lekat. “Haruskah aku melakukan sesuatu padamu? Haruskah aku memelukmu dari belakang atau memberimu kecupan manis agar kau tidak cemberut seperti ini?” tanya Kyuhyun dengan jahil namun sangat tenang.

Kedua mata Yuri membulat sempurna saat mendengar perkataan Kyuhyun barusan. Tapi, sebelum Kyuhyun mendapat dorongan atau makian dari Yuri, ia lebih dulu menarik dirinya menjauh dari gadis itu. Sehingga Yuri tidak bisa berbuat apa-apa padanya selain menghembuskan napasnya. “Waah, kau benar-benar!” ucap Yuri mencoba mencairkan suasana, kedua pipinya sedikit memerah saat ini. Kyuhyun hanya tertawa pelan mendapati tanggapan Yuri yang seperti itu.

“Jadi kau menyukai hal seperti itu, ya?” ejeknya dengan senyum diwajahnya namun matanya melihat kearah lain.

Yuri segera menoleh, bersiap memprotes ucapan Kyuhyun barusan. “Aaniii!”

“Buktinya kau meresponku.” Sahut Kyuhyun tak mau kalah. “Dan bukti yang paling kuat adalah pipimu memerah.” Tambahnya sembari menatap Yuri dengan senang lalu tertawa.

“Akhh, terserah kau sajalah.” Putus Yuri dengan kesal namun tak ingin berdebat lebih jauh lagi, ia terlalu malas melakukannya saat ini.

Kyuhyun tersenyum simpul melihat tingkah Yuri, lalu detik berikutnya ia mencemberutkan bibirnya, menatap Yuri yang selalu saja sedang menatap ke arah lain. Kyuhyun menyentuh tangannya, menggenggam dengan lembut, menariknya sedikit ke dalam dekapannya dan menyentuh bagian belakang kepala Yuri. Hingga mau tidak mau bibir Yuri bertemu dengan dada bidangnya.

Kyuhyun memeluk Yuri dengan erat tetapi ringan, berharap membuat sahabatnya itu merasa nyaman dalam dekapannya.

“Aku merindukanmu. Sangat.” Bisiknya dengan pelan dan suara parau. Yuri hanya terdiam dalam dekapan Kyuhyun, ia tidak menolak atau merasa perlu was-was saat ini. Kyuhyun sedikit mempererat dekapannya. “Aku merindukanmu disisiku, Kwon Yuri. Sangat. Aku ingin kau dan aku, kita, selalu bersama. Tanpa harus ada yang lain.”

Rerintikan hujan perlahan turun dan membasahi keduanya, tetapi nampaknya hal itu tidak mengganggu mereka sama sekali. Justru saat ini akan menjadi kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh keduanya.

 

***

 

Hari demi hari berlalu begitu saja. Terlewati dengan harapan yang tak berujung bagi keduanya. Mereka harus menghadapi beberapa masalah berbeda setiap harinya. Yuri dengan kesibukan kuliahnya, dan Kyuhyun dengan kesibukan pelatihan debutnya. Kedua orang itu memang jarang bertemu hampir sebulan ini sejak pertemuan mereka diatap gedung apartement, tetapi mereka masih tetap berkomunikasi satu sama lain. Hingga tiba hari H dimana salah satu mata kuliah mengharuskan para mahasiswanya untuk melakukan kunjungan ke Busan.

Semuanya terlihat ceria dan senang, ini seperti halnya mendapatkan libur selama tiga hari setelah penatnya dengan aktivitas yang itu-itu saja. Yuri sedikit datang terlambat, tepat 5 menit ketika bus akan berangkat. Eunhyuk yang melihat temannya dari jauh hanya tersenyum lalu berlari padanya, menyambut Yuri dengan hangat. “Yuri!” sapanya ramah ketika hampir tiba didepan Yuri.

“Oh, Eunhyuk-ah.” Sahut Yuri tak kalah ramah sembari tersenyum.

“Ingin ku bantu membawakan tas mu?” tawarnya. Yuri mengangguk pelan, karena bawaannya sedikit berat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Eunhyuk segera mengambil alih. Ah ya, hubungan mereka sudah membaik sejak beberapa minggu lalu. Eunhyuk tidak lagi ingin mempermasalahkan perubahan yang teradi pada Yuri, begitu juga dengan gadis itu yang tidak ingin mengungkit-ungkit lagi.

Yuri naik ke bus dan duduk tepat disamping YoonA dan Jessica. Beberapa menit kemudian, bus melaju dengan kecepatan sedang. Yuri tidak melihat Kyuhyun sama sekali tadi, ia hanya berpikir bahwa laki-laki itu ada dibus sebelahnya dan tak ingin menanyakan apapun pada sahabatnya itu.

Butuh waktu hampir delapan jam untuk tiba di Busan. Semua diperuntukkan turun karena telah tiba ditempat salah satu industri tekstil ternama di Busan. Yuri baru saja turun dari bus dan sudah disambut dengan senyuman Kyuhyun yang begitu ceria hingga bisa saja para wanita disekitarnya itu meleleh saat melihatnya. Tetapi, sepertinya hal itu tidak sanggup mengalahkan dinding pertahan Yuri. Gadis itu justru menatapnya dengan kening mengernyit dan wajah polosnya yang seolah menanyakan ‘ada apa denganmu’.

Seketika Kyuhyun mengatupkan bibirnya dan mendecak pasrah. “Pabo.” Gerutunya kesal lalu pergi meninggalkan Yuri lebih dulu sebelum gadis itu yang melakukannya.

“Yuri, ada apa?” pertanyaan itu membuyarkan lamunan Yuri dan langsung menoleh ke arah YoonA.

“Tidak ada. Ayo jalan!” sahutnya.

 

Entahlah, apa yang dipikirkan makhluk alien itu hingga beberapa kali ia mencoba meraih jemari Yuri dalam beberapa kesempatan saat mereka tengah berada dikerumunan mahasiswa lain, ataupun mendengarkan presentasi dari pemilik industri itu. Yuri bahkan beberapa kali hanya menatap heran dengan tatapan tak mengerti, tetapi justru dibalas dengan tatapan kesal dari Kyuhyun dan lelaki itu justru mendepak wajah Yuri dengan buku digenggaman tangannya. “Dasar wanita mosnter. Tidak peka.” Gerutunya, lalu pergi lebih dulu dari hadapan Yuri.

Mwoya?” tanya Yuri yang tak kunjung mengerti sikap Kyuhyun.

Sedangkan dari jauh sahabat lelaki Kyuhyun, Lee Donghae, hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kyuhyun yang seperti itu. Menurutnya sama sekali tidak memiliki strategi yang bagus dan kuat untuk mendekati Yuri. “Playboy apanya? Mendekati Yuri saja tidak bisa. Dasar bodoh.” gerutu Donghae sembari melipat kedua tangannya didepan dada. “Sepertinya ia harus banyak belajar dariku.” Lanjutnya.

 

Kamera sudah siap saat Yuri dan teman-temannya bersiap untuk berfoto disalah satu dinding art yang menggambarkan industri tekstil ini. Kyuhyun hanya melihat tingkah sahabatnya itu dengan kedua mata sedikit menyipit, tangan dipinggang, dan mulai berpikir. “Apa ia benar-benar tidak peka sama sekali? Apa ia benar-benar bodoh? Apa ia benar-benar menjalin hubungan sebelumnya? Aku jadi ragu ia menjalin hubungan dengan Oh Seunghwan ahjussi itu, juga bagaimana bisa ia menjalin hubungan dengan Choi Siwon? Haah! Aku benar-benar tak habis pikir dengannya. Sepertinya Yuri benar-benar titisan dari makhluk alien. Ia pasti salah satu yang tertinggal saat kaumnya kembali ke planet.

Jika tidak, mana ada perempuan yang sepertinya? Aku sudah melakukan banyak hal untuknya. Tapi, satupun darinya tak ada yang disadari? Whuaah! Benar-benar wanita berhati dingin dan keras kepala.” Gerutu Kyuhyun pada dirinya sendiri sembari menatap lurus ke arah Yuri dengan tatapan yang kapan saja ia bisa memakan gadis itu dengan lahap.

Donghae hanya menepuk bahu Kyuhyun dengan pelan sembari tertawa mengejek diwajahnya. “Kau berusaha sekali ya mendapatkannya?” ejek Donghae sembari ikut menatap Yuri yang masih asyik berfoto.

“Apa yang kau bicarakan? Siapa maksudmu?” elak Kyuhyun, ia masih cukup merasa kesal saat ini.

“Yaa, kau pikir aku bodoh, huh? Sudah berapa lama aku mengenalmu? Dan aku cukup mengenalmu sampai saat ini. Kau menyukai Yuri, benarkan? Ayo, mengaku saja padaku! Jika tidak…” balas Donghae, lalu ia menatap Kyuhyun dengan jahil.

“Jika tidak apa?” tanya Kyuhyun sedikit kesal.

“Aku yang akan berusaha mendekatinya.” Lanjut Donghae dengan senyum manis diwajahnya.

Kyuhyun langsung memukul kepala sahabatnya itu dengan cukup keras beberapa kali. “Kau pikir dia apa, huh! Seenaknya saja kau mengatakannya padaku. Rasakan ini!” omel Kyuhyun sembari memukul kepala maupun punggung Donghae tanpa ampun, sedangkan Donghae merintih kesakitan tetapi ia juga tertawa geli mendapatkan reaksi Kyuhyun yang seperti itu.

Yuri seketika menoleh saat mendengar sayup-sayup suara kegaduhan dari jauh, dan ia mendapati Kyuhyun tengah menjitak ataupun memukul punggung Donghae layaknya sahabat laki-laki yang sedang bertengkar kecil. Yuri hanya menatapnya dengan bingung dan gelengan kepala. Terkadang, Kyuhyun bersikap seperti anak kecil yang tak mau mengalah.  “Yuri!” suara itu berhasil mengalihkan perhatian Yuri, ia kembali memfokuskan dirinya untuk berfoto.

Disaat Yuri benar-benar larut dengan kegiatannya, Kyuhyun menyelinap masuk dan sedikit berdeham kecil. Entah sejak kapan laki-laki itu berhasil berdiri tepat berada disamping Yuri. Mengacaukan moment. Semua mata teman-temannya itu tertuju padanya langsung. “Aku juga ingin ikut berfoto.” Jelasnya dengan senyum polos miliknya.

“Ahh, oke.” Sahut temannya yang menjadi fotografer saat itu. Baru saja mereka kembali bersiap-siap mengambil posisi kembali, Kyuhyun membuat ulah.

“Tapi hanya dengan Yuri.” Perkataan itu mengundang kembali tatapan dari beberapa pasang mata, termasuk Yuri. Dan semua teman-teman Yuri hampir berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Yaa—” Yuri ingin sekali mencegah kepergian teman-temannya itu, ia bahkan hampir berjalan pergi meninggalkan Kyuhyun tetapi tentu saja tidak berhasil. Tangan kekar milik Kyuhyun lebih dulu mencegahnya berjalan menjauh, membuat Yuri menoleh ke arahnya.

Jepret!

Yuri segera tersadar dan langsung menatap Taeyeon. “Ahh  Taeyeon-ah, kau mengambil gambar tadi?” tanya Yuri sedikit terkejut.

Taeyeon tersenyum manis menatap Yuri dan Kyuhyun. “Tentu saja. Momentnya sangat bagus dan pas tadi.”

Yuri hendak ingin memprotes dan memintanya untuk menghapus foto tersebut tapi belum sempat berucap, Kyuhyun lebih dulu menariknya hingga gadis itu berdiri tepat disisinya. “Taeyeon-ssi, tolong ambilkan foto kami.”

“Kau benar-benar akan melakukannya?” tanya Yuri tak habis pikir sembari menatap Kyuhyun, sedangkan yang dilihatnya justru tersenyum manis dikamera. “Ayolah, Kyuhyun. Aku tidak ingin membuatmu dalam masalah ataupun terlibat masalah dengamu. Aku tidak bisa. Dan aku tidak ingin.” Lanjut Yuri lagi dengan tatapan memohon.

Kyuhyun menatap Yuri dengan sabar dan senyum diwajahnya. “Kau tidak akan membuatku dalam masalah, Kwon Yuri. Dan kita tidak akan terlibat dalam apapun. Kau sahabatku, benarkan?” balas Kyuhyun, dan seketika ia menyesali perkataan terakhirnya itu. Yuri menganggukkan kepalanya pasrah. “Kalau begitu ayo kita berfoto. Berikan senyuman terbaikmu padaku.”

“Baik. Tapi kau harus sedikit menundukkan kakimu. Aku tidak mau terlihat pendek dikamera.” Pinta Yuri.

“Ya ya ya, baiklah. Akan aku lakukan untukmu.” Sahut Kyuhyun menuruti permintaan Yuri barusan. “Tapi nona, kau memang pendek. Akui saja itu.” Ulah Kyuhyun lagi, membuat Yuri menatapnya dengan geram.

“YAA!” Jepret! Yuri baru sadar ketika Taeyeon berhasil mendapatkan gambarnya. Ini benar-benar jebakan Kyuhyun. Foto terakhir mereka melakukannya dengan benar. Kali ini Kyuhyun tak menjahili Yuri sama sekali, dan gadis itu tersenyum dengan manis dikamera.

“Kau tahu, Yuri?” tanya Kyuhyun sebelum mengakhiri foto mereka.

“Hm, apa?” tanya Yuri tetap fokus menatap kamera. Kali ini benar-benar tidak ingin terperangkap jebakan Kyuhyun.

“Kau cantik sekali.” Lanjut Kyuhyun sembari menatap Yuri dengan tulus. Yuri menoleh kearah Kyuhyun dengan debaran jantung yang berdegup cepat, pipinya sedikit memerah kali ini. Mereka baru sadar jarak wajah mereka cukup dekat.

Jepret!

 

***

 

Hari telah berganti malam dan Yuri baru saja merebahkan tubuhnya dikasur setibanya dikamar hotel. Suara bunyi notif sudah terdengar beberapa kali ditelinga Yuri. Ia sudah tau siapa pengirim pesan singkat itu dan apa yang ditulisnya. Setelah lima menit berlalu, Yuri baru membukanya dengan pasrah.

 

Ingin bertemu denganku? 🙂

Kau dikamar nomor berapa?

YAA! Kenapa kau mengabaikan pesanku, cari mati ya?  -_-

Kwon Yuriii balas pesanku!

Aku tidak mau tau. Pokoknya temui aku sekarang ini. Tidak ada penolakan.

Turunlah cepat. Aku sudah lumutan menunggumu -_-

 

Yuri hanya menatap datar sekaligus tak percaya. Whuaah, sahabatnya itu benar-benar bertindak sesukanya. Yuri hanya membalas sekena dan sesingkatnya saja, karena ia tipikal gadis yang suka to the point dan simpel. Yuri menatap teman-temannya yang tengah asyik menonton tv sembari menikmati kasur yang mereka tempati. Ia memilih untuk mandi lebih dulu ketimbang berebutan dengan para perempuan itu. Ia tidak dapat membayangkan betapa ribet dan riuhnya.

Selama air shower membasahi kepala dan tubuhnya, kepalanya terasa kosong. Rasanya sedikit penat dengan apa yang ada dipikirannya. Ia tidak terlalu mengerti dengan hal-hal yang terjadi disekitarnya. Kenapa ia tak kunjung menjalin hubungan? Padahal ia ingin sekali melakukannya. Apa daya tariknya sudah tidak ada lagi dimata laki-laki? Yuri menghela napas dalam dan berat.

Dan soal Kyuhyun….

Yuri menutup kedua matanya dalam, mencoba melepaskan beban dipundaknya yang terasa berat.

Abaikan saja. Mari tidak menyinggung sedikitpun tentang Kyuhyun.

 

***

 

Yuri baru saja melangkahkan kakinya keluar dan menutup pintu, tetapi seseorang telah menunggunya dengan punggung yang bersandar di dinding pintu kamarnya. “Kyu-hyun?” sapa Yuri sedikit canggung.

“Lama sekali kau ini.” Protesnya. “Aku sudah menunggu daritadi disini.” Cemberutnya.

Yuri sedikit mengernyitkan keningnya. “Untuk apa? Kenapa tidak memberitahuku kau sudah didepan pintu?”

Kyuhyun menatap Yuri dengan kedua mata menyipit dengan kedua tangan didepan dada dan sedikit menyenderkan bahunya di dinding. “Whuaa. Aku juga tidak tau kenapa aku harus melakukannya.”

Yuri hanya mengendikkan bahu, tidak ingin memperpanjang pembicaraan juga. Kyuhyun hanya menghela napas pelan lalu menyentuh jemari Yuri dan menggenggamnya dengan lembut. “Kajja!”

Yuri sedikit terkejut dengan sikap Kyuhyun yang seperti itu. Tetapi ia memilih diam dan justru menuruti ajakan Kyuhyun. Juga… membiarkan tangan Kyuhyun menggenggam tangannya dengan erat.

Pasangan sahabat itu berjalan menyusuri lorong hotel dan mendapat tatapan aneh dari beberapa teman-teman mereka. Dan seperti biasa, Kyuhyun tidak terlalu memedulikannya. Baginya, pemandangan seperti ini sudah biasa. Jadi, Kyuhyun berpikir teman-temannya itu tidak memikirkan hal yang tidak masuk akal.

Rerintikan hujan terlihat membasahi jalanan Busan malam hari itu. Yuri hanya menatap rintik-rintik hujan dengan pipi mengembung dan tatapan sedikit kecewa, sama halnya dengan Kyuhyun. Ia memberengutkan bibirnya sembari tangan yang satunya masuk ke saku celana. Tangan Kyuhyun tetap menggenggam tangan Yuri dengan hangat dan erat, enggan sekali ia melepaskannya walau hanya sedetik saja.

“Haruskah kita masuk ke dalam saja?” tanya Yuri, memecahkan keheningan diantara mereka.

Kyuhyun menoleh dan menatap Yuri dengan kedua mata sedikit menyipit. “Tidak, tidak, tidak.” Jawabnya lembut namun tegas.

“Lalu?” tuntut Yuri meminta penjelasan lebih. “Diluar hujan. Apa kau tetap bersikukuh untuk pergi?”

Kyuhyun menghirup napas, menahannya sebentar sembari menatap Yuri dengan seksama. “Hm.” Gumamnya sembari memainkan genggaman tangannya. Ia menarik kupluk jaket milik Yuri untuk menutupi kepala gadis itu. “Hanya gerimis kecil, jadi tidak perlu khawatir.” Tambahnya, lalu ia menarik pelan genggamannya agar Yuri menurutinya dan mengajak gadis itu untuk sedikit berlari pelan.

“Waah, kau benar-benar gila.” Maki Yuri pelan sembari menatap Kyuhyun tak percaya. Astaga, sahabatnya ini benar-benar bertindak sesukanya!

“Rasanya seperti…” jeda Kyuhyun sembari menatap Yuri dengan senyum jahilnya.

“Seperti apa?” tanya Yuri was-was.

“Kau akan menikah denganku.” Jawabnya lalu diiringi suara tawa bahagia darinya, sedangkan Yuri hanya bisa menggelengkan kepalanya dan memukuli punggung Kyuhyun dengan kesal karena telah mencoba menggodanya.

“Cho Kyuhyun, kau benar-benar!”

 

***

 

Dilain tempat, seorang gadis tengah harap cemas saat melihat ponselnya. Ia berharap sekali seseorang yang ia nanti akan mengabarinya saat ini. Ia berharap sekali seseorang itu menghubunginya sesegera mungkin. Ia berharap sekali seseorang itu mampu menenangkan hatinya yang sedang gelisah. Ia sungguh berharap sekali pada seseorang itu.

Sudah 15 kali ia mengirimi pesan singkat pada Kyuhyun, namun tak ada yang dibaca ataupun dibalas oleh pria itu. Ia bahkan sudah mencoba menghubungi Kyuhyun lebih dulu dan menurunkan rasa gengsinya, namun tak kunjung diangkat oleh Kyuhyun. Dan gadis itu sama sekali tak mengerti, ia merasa sedikit putus asa.

Seo JooHyun, kembali menatap layar ponselnya. Menscroll kembali time line media sosialnya. Ada tiga foto yang tersebar dimedia sosial yang ia baru saja buka. Pertama, foto Kyuhyun bersama teman-temannya hingga memenuhi frame foto. Kedua, foto Kyuhyun dan Yuri yang tengah berfoto bersama dimalam hari. Dan ketiga, foto bersama Yuri lagi dengan latar suasana sore hari.

Hatinya kali ini merasa geram. Panas. Dan tak karuan. Ada percikan api dalam dirinya yang mulai memanas. Tatapan tak suka dan kurang bersahabat terlihat dengan jelas dari sorot matanya.

“Kwon Yuri, kau! Bisa-bisanya kau jatuh cinta pada kekasih orang lain!” geramnya dengan kecemburuan luar biasa.

“Aku tidak akan membiarkannya. Tidak akan pernah!” gumamnya, sembari menggelengkan kepala pelan sebagai penegasan. “Sekalipun itu eonni! Sekalipun kalian hanya sahabat, aku tidak akan pernah membiarkan kalian bersatu!” tambahnya dengan tegas.

 

***

 

“Aahh, sirheo!” tolak Yuri memohon saat Kyuhyun terus saja memaksanya untuk berfoto bersama. “Andwaee. Bagaimana jika ada yang salah paham menangkap foto kita nantinya?” tanya Yuri sembari berusaha melepaskan diri dari tangan Kyuhyun yang melingkari bahunya.

Tetapi, sepertinya pria itu terlihat jelas sekali tidak menanggapi ucapan Yuri barusan, ia justru menyibukkan diri mencari angle yang bagus untuk berfoto dengan tangan satunya yang bebas.

“Cho Kyuhyuunn!” panggil Yuri mulai gemas yang merasa daritadi diabaikan oleh sahabat disampingnya itu.

“Hm?” sahutnya malas, masih tetap fokus pada kamera ponsel ditangannya.

Jebaaall!” erang Yuri merasa putus asa karena sikap Kyuhyun yang acuh keluar disaat tidak tepat.

Kyuhyun akhirnya menoleh, menatap Yuri dengan lembut. “Aku tidak peduli tentang apa yang orang lain pikirkan antara kau dan aku, Yuri. Karena itu tidak penting sama sekali. Yang aku pikirkan saat ini adalah kau dan aku sedang bersama, jadi aku harap kau juga menikmati waktu kebersamaan ini.” Jelasnya tegas dan lembut.

“Tapi…” Yuri masih saja merasa bingung bagaimana ia harus bersikap. Wajahnya sedikit memerah saat ini karena perkataan Kyuhyun barusan, membuatnya kembali beradu pendapat dipikiran.

Kyuhyun menatap Yuri dengan gemas. Ia tidak dapat memungkiri bahwa Yuri terlihat menggoda saat kedua pipinya bersemu merah seperti saat ini. Tanpa sadar, kedua tangannya sudah ada dikedua sisi wajah Yuri. Yuri menatap Kyuhyun dengan membuka bibirnya. Detik berikutnya, entah apa yang Kyuhyun pikirkan, bibirnya telah melumat bibir Yuri dengan penuh kasih sayang.

Ciuman itu berawal dari kecupan manis hingga menjadi haus akan sentuhan. Kyuhyun merapatkan dekapannya hingga ia benar-benar bisa merasakan tubuh Yuri. Lidah mereka mulai menari dan beradu satu sama lain. Pikiran keduanya terasa kosong selain menikmati moment seperti ini. Karena mungkin jika mereka telah sadar hanya akan meninggalkan luka dan penyesalan.

Beberapa menit kemudian, kecupan itu perlahan terlepas. Hembusan napas mereka saling memburu, perlahan-lahan mata keduanya saling bertatapan, cengkraman Yuri dibaju Kyuhyun mulai mengendur, sama seperti halnya Kyuhyun yang melepas pelukannya perlahan—menyisakan ruang bagi keduanya. Suasana saat itu sangatlah asing dan canggung.

Hembusan angin dan rerintikan hujan menjadi saksi bisu bagi keduanya, yang perlahan saling membalikkan tubuh dan menatap kearah lain. Yuri memeluk dirinya dengan tangan yang ketakutan, sedangkan Kyuhyun mencoba menghirup oksigen yang tak kunjung menghilangkan sesak di dadanya.

Tanpa tau satu sama lain, keduanya perlahan menutup matanya. Mencoba mengembalikan logika dalam benak mereka.

“Yaa, Cho Kyuhyun! Kwon Yuri!” panggil seseorang dengan bersemangat saat melihat kedua temannya itu tengah berada ditempat yang sama. Kyuhyun dan Yuri menoleh kearah suara itu, dan melihat beberapa temannya berdiri disana. Ada YoonA, Donghae, Seunggi, Kangin dan Eunhyuk.

“Kalian disini?” tanya Yuri saat melihat teman-temannya menghampiri mereka.

“Sedang apa kalian disini?” tanya Donghae dengan senyuman diwajahnya.

“Hmm, pantas saja kau langsung berlari keluar kamar tadi. Jadi karena ini, kau terburu-buru seperti itu.” Ledek Kangin dengan senyuman penuh makna diwajahnya. Sedangkan orang yang dimaksud—Kyuhyun—hanya bisa menyunggingkan sebuah senyuman polos tanpa rasa bersalah.

“Yuri-ya, kenapa kau tidak beritahu aku jika kau keluar?” protes YoonA saat sudah berada disamping Yuri. “Aku sempat mengkhawatirkanmu tadi, tapi melihat kau bersama Kyuhyun aku merasa tenang sekarang.” Lanjutnya, yang dibalas dengan senyum paksa diwajah Yuri.

“Maafkan aku, Yoong.” Sesal Yuri lalu memeluk sahabatnya itu.

Jika mereka semua terlihat baik-baik saja dan merasa senang, disisi lain, ada satu orang yang merasa khawatir. Tatapan matanya tak pernah lepas dari sosok seseorang yang saat ini tengah tersenyum lalu tertawa dan kembali memeluk sahabatnya itu. Ia—Lee Hyukjae—tidak sekalipun melepaskan tatapan matanya dari sosok Yuri sejak tadi.

“Naah, karena sekarang kita sedang berkumpul semua, bagaimana jika berfoto bersama? Lumayankan, hari ini akan menjadi kenang-kenangan nanti.” Ajak Donghae sembari mengeluarkan ponselnya. Mereka berfoto sebanyak tiga kali dengan jarak yang cukup dekat, kecuali Kyuhyun dan Yuri. Diantara keduanya ada Eunhyuk yang menjadi penengah.

Saat foto itu telah selesai, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya. Tangannya menggengam pergelangan tangan Yuri dengan lembut, menahan gadis itu pergi saat dirasanya sudah tidak ada lagi yang harus dilakukan. “Tunggu! Ayo berfoto sekali lagi dengan ponselku.” Ajaknya, sembari menahan mereka semua yang hampir bubar.

Yuri menatap Kyuhyun dengan bibir sedikit terbuka dan tatapan tak mengerti. Cekrek! Moment itu berhasil tertangkap dikamera Kyuhyun.

 

***

 

Hari telah berganti pagi, dimana para mahasiswa itu tengah sibuk merapihkan barang-barangnya untuk diangkut ke bus. Hanya satu hari mereka melakukan perjalanan study tour dan setelahnya mereka diharuskan membuat laporan kegiatan ini untuk memenuhi nilai mata kuliah tersebut. Yuri yang masih berada dikamar dan sedang merapikan barang-barangnya merasa terganggu dengan suara bel dan ketukan pintu diluar sana. Ia menatap teman-temannya yang saat ini tengah menatapnya pula lalu melirik kearah pintu dan kembali menatap dirinya lagi. Yuri mengerti maksud isyarat mereka apa, dan ia hanya menghela napas lalu berjalan membukakan pintu kamar.

Benar saja, dugaan mereka tepat. Kyuhyun lah yang memencet bel pintu kamar mereka dengan pakaian santai dan celana pendek serta handuk yang melingkar dilehernya. Ia tersenyum polos dan manis sekali. “Yuri sayang, kamar mandi kami penuh dan sampai saat ini masih mengantri. Bolehkah aku menumpang mandi disini?” tanyanya dengan sedikit memohon.

Belum juga Yuri membalas ia telah menerobos masuk seenaknya dan berjalan tanpa rasa bersalah. “YAAA!” histeris teman-teman Yuri saat melihat sosok laki-laki tengah berdiri dihadapan mereka dengan raut muka tanpa rasa bersalah.

“Ada a—?” pertanyaan Kyuhyun terpotong karena Yuri langsung menjewer telinganya dan sedikit menariknya keluar dari kamar. Blam! Pintu tertutup dan terkunci secara otomatis. Yuri menatap Kyuhyun dengan tatapan tak percaya dan tangan terlipat di depan dada.

“Apa kau gila?” kesal Yuri. “Kau tahu seharusnya tidak mencoba menerobos masuk ke dalam kamar perempuan kan? Karena itu sangat tidak sopan. Untung saja mereka sedang tidak melakukan apapun tadi.” Lanjut Yuri.

Kening Kyuhyun sedikit mengernyit. “Melakukan apa memangnya?” tanya Kyuhyun polos.

Yuri kali ini menatap Kyuhyun dengan sengit dan dagu sedikit dinaikkan. “Apa kau bilang? Melakukan apa? Kau bertanya padaku saat ini, huh?”

“Tentu saja, memang siapa lagi?” sahut Kyuhyun, sepertinya sistem kerja otaknya itu sedikit lambat jika masih pagi hari.

“Cho Kyuhyuuunn!” kesal Yuri mulai gemas, sembari mencoba mencubit perut sahabatnya.

“Akhh!” rintih Kyuhyun berpura-pura.

“Menyebalkaaann!” gemas Yuri sembari menghujani Kyuhyun dengan cubitan. Sedangkan Kyuhyun justru tertawa melihat tingkah Yuri seperti itu, dan mencoba menangkap kedua tangan Yuri lalu sedikit memojokkannya ke dinding. Kedua mata mereka saling bertemu dan menatap satu sama lain.

“Apa kau sudah melihat akun sosial mu?” tanya Kyuhyun pelan sembari menatapnya lurus.

“Tidak, belum. Ponselku dari semalam aku matikan. Ada apa?” balas Yuri sembari mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan padamu?” sahut Kyuhyun dengan tatapan mematikannya. Saat itulah, Yuri baru menyardari pesona dari seorang Cho Kyuhyun. Saat itulah, Yuri baru menyadari bola mata Kyuhyun yang dapat membiusnya. Dan saat itulah, Yuri baru menyadari bahwa cengkraman tangan Kyuhyun terlalu lembut padanya.

Butuh beberapa waktu untuk Yuri kembali sadar ke dunianya dan ia sedikit berdeham pelan. “A—pa maksudmu, Kyuhyun-ssi?” tanya Yuri tidak mengerti maksud ucapan Kyuhyun.

“Jadilah kekasihku.” Tembakkan yang diberikan Kyuhyun secara tiba-tiba itu, membuat Yuri kesulitan bernapas dan jantungnya seakan berhenti berdetak selama beberapa saat.

Yuri terbatuk dan mencoba menghirup udara sebanyak-banyaknya, seolah ia seperti baru saja tercekik dan tak bisa bernapas beberapa waktu lalu. Tubuhnya lemas dan terjatuh dilantai begitu saja. Kyuhyun hanya menatapnya dengan tatapan dinginnya, tidak ada niatan untuk membantunya atau sekadar menolongnya. Ia hanya berdiri ditempatnya, menatap Yuri dengan tatapan dingin.

Kyuhyun tersenyum miring dengan tatapan dinginnya. Ia tidak habis pikir Yuri akan bereaksi secara berlebihan seperti ini. Sementara Yuri masih terbatuk dan duduk dilantai, Kyuhyun membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi. Meninggalkan Yuri dibalik punggungnya.

Yuri hanya menatap kepergian Kyuhyun dengan mata sedikit berair. Ia mencoba berdiri kembali dan menatap punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

Cho Kyuhyun… apa maksud dari ucapanmu itu?

 

***

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika ia telah berada dikamar. Ia menutup pintu dengan tidak berdaya, tubuhnya sudah seperti patung sejak pintu tertutup. Kedua matanya tidak terpejam sedetikpun sejak ia pergi meninggalkan Yuri tadi. Tidak ada alasan khusus mengapa ia bersikap seperti itu, ini diluar kendalinya. Ini diluar keinganannya. Dan ini juga diluar harapannya. Rasanya ia ingin sekali menghambur keluar dan memeluk erat Yuri. Tapi sulit sekali mewujudkannya, seolah tubuhnya ini telah mematung dan membeku ditempatnya tanpa bisa melakukan apapun selain diam ditempat.

Kyuhyun menutup kedua matanya dan menghela napas dengan berat. Air matanya jatuh begitu saja disudut mata kirinya.

Mengapa aku melakukannya?

Mengapa aku kehilangan kesadaraanku?

Mengapa harus ia?

Kyuhyun mengepalkan tangannya dengan kuat. Salah. Ini semua salah. Ini sudah diluar batas ketidakwajaran.

BUGH! Kyuhyun melayangkan tinjunya ke dinding kamar dengan cukup keras hingga membuat penghuni lain dikamarnya berlari menghampirinya dan bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.

Wae wae?” tanya Donghae dengan panik.

“Ada apa? Apakah terjadi sesuatu padamu?” tanya Kangin.

Kyuhyun hanya diam menatap mereka semua, lalu berjalan pergi tanpa ingin membahas apapun. Dan Eunhyuk hanya menatap Kyuhyun dalam diam, ia tidak perlu bertanya apapun padanya saat ini karena ia sudah cukup tau.

Postingan Kyuhyun sudah menjelaskan segala sesuatu untuknya. Tapi bagaimanapun juga, ia tidak akan menyerah begitu saja. Kyuhyun mungkin bisa saja memposting atau memperlihatkan kedekatan hubungan dirinya dengan Yuri sesuka hatinya tanpa berpikir panjang lebih dulu. Tetapi, sungguh ia tidak akan membiarkan Yuri terluka sedikitpun karena Kyuhyun. Eunhyuk berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia mulai saat ini akan menjaga dan melindungi Yuri. Ia janji.

 

***

 

Pandangan semua mata tertuju pada Yuri saat ia sedang menyantap sarapannya sembari berbisik-bisik. Tatapan mereka sungguh tidak bersahabat dan membuat Yuri sedikit jengah. Ada apa? Apa ada yang salah dengannya?

“Yuri-ya, apa kau bawa ponsel?” tanya YoonA, mengalihkan perhatian Yuri yang sedaritadi melihat sekelilingnya.

“Hm, tidak. Kenapa memangnya?” tanya Yuri.

“Hanya… uhm ingin meminjam saja.” Jawab YoonA sedikit ragu lalu kembali melanjutkan makannya.

“Omong-omong, semalam kalian berdua kemana saat kami tidur?” tanya Jessica sembari menatap Yuri dan YoonA dengan intens.

Yuri sedikit terbatuk saat mendengar pertanyaan Jessica barusan.

“Hmmm, jalan-jalan.” Jawab YoonA jujur dan sedikit terkekeh.

“Kemana? Kenapa kalian tidak mengajak kami?” protes Taeyeon.

“Yaah hanya jalan-jalan sekitar hotel saja.” Jelas YoonA.

“Apa kalian pergi bersama anak laki-laki?” tanya  Sunny.

UHUK! Pertanyaan itu berhasil membuat Yuri tersedak, membuat teman-temannya itu menoleh kearahnya dengan tatapan tak mengerti sembari mencoba menepuk-tepuk punggung Yuri. Lalu detik berikutnya Jessica, Taeyeon dan Sunny tersadar. “Ahh jadi benar, kalian pergi bersama dengan mereka.” Putus Sunny mengasumsikan hal tersebut saat mendapati reaksi Yuri seperti itu.

“Ahh, sudahlah. Tidak perlu dibahas.” Pinta Yuri dengan datar dan dingin saat sudah merasa baikan.

Sedangkan teman-temannya itu berpandangan satu sama lain, bertanya-tanya dan mulai menerka-nerka apa yang sudah terjadi tadi malam hingga Yuri tiidak ingin membahasnya.

Sebuah tangan kekar membelai rambut Yuri dengan lembut dalam hitungan sepersekian detik, dunia Yuri seolah berhenti berputar. Lalu Kyuhyun berjalan pergi sembari tersenyum lembut tanpa tau sikapnya itu telah membuat Yuri merasakan debaran yang tak karuan.

“Sepertinya telah terjadi sesuatu diantara kalian semalam.” Tebak Jessica saat melihat sikap kedua makhluk dihadapannya ini, lalu ia kembali melanjutkan makanannya.

 

***

 

Butuh beberapa detik untuk Yuri mencerna apa yang saat ini dilihatnya. Menurutnya apa yang terjadi saat ini sangatlah tidak masuk akal. Bagaimana bisa? Yuri tersenyum getir dengan perasaan campur aduk. Bagaimana bisa? Ulangnya lagi dalam benaknya. Sebuah foto antara dirinya dengan Kyuhyun bersama teman-temannya semalam, menjadi profil picture salah satu SNS-nya.

 

Soulmate.

 

Caption itu berhasil membuat kepala Yuri sedikit uring-uringan. Gadis itu memijit kepalanya pelan sembari memejamkan kedua matanya. Kali ini ia harus kembali menghadapi sikap usil Kyuhyun. Yuri menekan angka 9 diponselnya yang langsung menghubungkannya ke nomor ponsel Kyuhyun. Butuh tiga kali dering telepon berbunyi sebelum Kyuhyun mengangkat panggilan itu.

“Kau dimana sekarang?” tanya Yuri tanpa basa-basi.

“Aku?” tanya Kyuhyun memastikan sembari melihat sekelilingnya. “Ditaman. Ada apa?”

“Ayo, kita bertemu. Ada yang ingin ku tanyakan padamu.”

“Baiklah, aku akan menunggumu disini.” Sambunganpun terputus tak berapa lama kemudian. Yuri segera berlari untuk cepat tiba ditempat Kyuhyun saat ini. Hatinya benar-benar cemas saat ini. Ia benar-benar khawatir…

Baru saja Yuri keluar dari pintu dan hendak berlari, tetapi sebuah suara berhasil menghentikan langkahnya. “Yuri!” panggil Sooyoung, membuat Yuri mau tak mau menoleh dan menatapnya.

Tak perlu basa-basi lagi, Sooyoung langsung menyodorkan ponsel miliknya ke wajah Yuri dan menampakkan sebuah foto yang tak asing lagi. “Kau dan Kyuhyun sudah resmi sekarang?” tanyanya dengan menekankan salah satu kata.

Pertanyaan itu berhasil membuat Yuri kesal. “Apa? Jangan bercanda.” Ketus Yuri, lalu tanpa menunggu tuntutan Sooyoung, ia segera berlari. Meninggalkan sejumlah pertanyaan dikepala Sooyoung yang membutuhkan jawaban langsung.

—To Be Continued—

Halooo semuaaa, apa kabar?

Selamat tahun 2017! LOL

Yura tau ini telat tapi semoga ditahun ini kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi pastinya, dan semoga juga kita semua bisa menggapai mimpi-mimpi~~ Aamiin aamiin.

Daaan karena hari ini tanggal 3 Februari, hari dimana satu makhluk yang kita tau dan mungkin uhmm yaaah kita sayang telah lahir ke dunia ini, Cho Kyuhyun, semoga saja hari ini maupun setelah hari-hari sesudah sekarang, akan dan selalu bahagia. Aamiin aamiin.

Omong-omong nih ya kawan, maaf untuk telat posting dan jarang nongol dimana-mana(?) hehe. Yura sedang berproses untuk memindahkan toga dari kiri ke kanan pakai tali(?) *plaaak* Tapi intinya kamu tau maksud aku kaaan? Hehehe

Doakan yaa, tahun ini lancar dan sukses, aamiin aamiin.

See you in next chap guyss! 

Keep RCL yaa

Thank you~

Iklan

8 thoughts on “I Wanna Say “I Love You” [Part 10]

  1. titania_kyuri berkata:

    eonni eonni akhirnya comeback againn…
    sbnrnya kyuppa ini niat sepenuh hati gag sih nyatain cinta ke yuleon. ..
    eonni yg bntr lg mw sarjana ditunggu loh lanjutnya. ..

  2. Rania SonELF berkata:

    Waaaa Yuri akhirx engkau kembali jga mak.. Sumpa saya ampe udha mw lumutan tunggu updatetanx.. Please next part.x jngan lama” yha…{

  3. raditfinanda berkata:

    anyeong eonni… gomawo udah up date lagi… dan aku jga baru sempat sekarang ne aktif kembali untuk baca cerita tentang kyuri… wah sepertinya kyuhyun udah mulai mneyadari tentang perasaaannya terhadap yuri eonni… semoga hubungan mereka berjalan lancar.. lanjut next part y eonni gomawo….

  4. tiara berkata:

    wah euni akhirnya update lagi udah hmpir 1 thun hiatus smoga aja akn sribg update lagi,,,,hhhh
    kngen bgt sma ni ff,oya part 9b nya nggak ada ya euni,,,,part selanjutmya smoga kyuri udah brsatu,tpi eunhyuk sma seo kok kyaknya bkl jdi antagonis sih,,,smoga aja kyuri bsa lnjut lah,,,,dtnggu uodate ya euni,,😃😃

  5. baekrihyun berkata:

    yang ditunggu-tunggu akhirnya comeback juga.
    seneng bgt pas dapet notif ff ini publish, hehehe
    Yuri ini betul-betul manusia gak punya kepekaan yah, hahahaha
    Kyunya juga setengah hati deh kayanya. ah pokonya ditunggu bgt next partnya eon. semangat yah buat kehidupan real lifenya semoga dimudahkan dan bisa kembali bawa ff kyuri 🙂

  6. vinayuliani berkata:

    Akhir ny karya ny kmbli muncul….luammmaaaa bnget nungguin
    Y ampun seb ny kyuhyun suka sm yuri tp yuri kurg peka atau emang dia srb ny tau tp pura” g tau….
    Tp tep lucu y tingkah mereka…kereeen bnget ff ny
    See you again ka…next chap ny ditunggu

  7. Hanitha Hyun berkata:

    aku baru buka ini setelahh bertahun2 lamanyaa,, kangen banget sama tulisan mu… msh baper2 klo inget ff yg dlu2 nyaa..
    btw soal ff ini,, greget banget sama persahabatan kyuri knp ga cepet2 aja kyu nyatain perasaannya sama yuri jangan cuma kasih kode hehe

    d lanjut ya yura 😘

    maaf komennya d part terakhir aku baca 😁

Leave Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s